.

.
.

Saturday, 20 September 2014

Kabut Asap Selimuti Provinsi Jambi, Hujan Buatan Diprioritaskan di Sumsel

WASPADA: Kabut asap di Jambi selama beberapa hari sudah masuk kategori tidak sehat. BPBD Jambi Jumat kemarin melakukan rapat koordinasi bersama BNPB dan Bapenas dalam upaya penanggulangan asap di Sumatra. FOTO: HARIAN JAMBI

ANTISIPASI ASAP

JAMBI - Kasi Tanggap Darurat BPBD Jambi, Purwoko menyatakan, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi penanggulangan kabut asap di Sumatra berasa BNPB dan Bapenas. "Gambarannya, Sumatra Selatan yang diprioritaskan untuk modifikasi cuaca (hujan buatan, bukan Jambi," ujar Purwoko, Jumat kemarin.

Keputusan ini diambil apabila pemerintah di Sumatra Selatan tidak bisa mengatasi bencana asap di daerah itu. Maka hujan buatan akan diprioritaskan di daerah ini.

Dalam koordinasi itu, kata dia, pihaknya mendorong agar Manggala Agni dan Dinas Kehutanan di masing-masing daerah berperan aktif dalam upaya memadamkan titik api. Terutama daerah yang rawan kebakaran.

"Di Jambi kebakaran di lahan perkebunan belum ada, ini kita sampaikan ke Bapenas dan BNPB," katanya.

Ia menambahkan, agar pemerintah pusat memberikan masukan khusus terhadap Jambi. Mengingat, di Jambi sudah tiga tahun terakhir terus dilanda kabut asap tebal.

"Sampai hari ini (kemarin) titik api di Jambi hanya dua yakni di Kerinci dan Muarojambi. Anggota sudah melakukan pemadaman di wilayahnya," tambahnya. 


Jarak Pandang Hanya 100 Meter
*BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan

KERINCI - Sejak sepekan lalu Kabupaten Kerinci dan Sungaipenuh diselimuti kabut asap, jika Rabu siang kondisi kabut asap masih normal dan pesawat masih bisa mendarat di Bandara Depati Parbo, lain halnya kabut asap yang terjadi Jum'at pagi yang sudah mengkhawatirkan karena jarak pandang hanya tinggal 100 meter saja.

Kabut asap yang melanda Kabupaten Kerinci berasal dari Pekan Baru Riau,  kondisi tiap hari terus menebal, kesehatan masyarakat pun mulai terganggu.

Peltu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kerinci Efrawadi, dihubungi via ponselnya kemarin mengatakan kondisi kabut asap di Kabupaten Kerinci terus menebal. "Kabut asap ini merupakan kabut asap kiriman dari Riau, kalau di Kerinci hanya ada satu titik api dan itu sudah padam," jelasnya.


Sementara dari pihak  BMKG Kerinci Dira Utama, saat dihubungi via ponselnya mengatakan jarak pandang kalau dilihat hari ini (Jumat pagi) kemarin, tinggal 100 meter atau satu kilo, kalau satu kilo maka pesawat tidak bisa terbang lagi.

"Hari Rabu kemarin pesawat masih bisa mendarat kalau dilihat hari ini (kemarin, red) tidak bisa lagi, karena asap sudah terlalu tebal," jelasnya


Dikatakan Dira, bahwa kabut asap di Kerinci merupakan kiriman dari Pekan Baru Riau dan kabupaten tetangga Merangin. Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan saat membuka lahan pertanian. "Kita mengimbau agar masyarakat yang buka ladang tidak membakar karena asap bisa lebih tebal," jelasnya.


Puluhan Warga Terserang ISPA

SUNGAIPENUH - Akibat kabut tebal yang menyelimuti Kabupaten Kerinci beberapa hari belakangan ini menyebabkan sejumlah warga Kerinci dan Sungaipenuh menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Kepala RSU MHA Thalib Kerinci dr Arman mengatakan, pasien penyakit ISPA yang berobat ke RSU MHA Thalib Kerinci saat ini meningkat.

"Banyak yang berobat ke RSU. RSU penuh terus sekarang," ujarnya.

Muslim, Kabag TU RSU MHA Thalib juga mengakui bahwa memang terjadi peningkatan pasien ISPA dari biasanya. Menurutnya, penderita penyakit ISPA tidak ada yang dirawat inap, semua dirawat jalan.

"Belum ada yang Pneumea, kalau Pneumea harus dirawat inap," ucapnya.

Ditanya jumlah pasien ISPA, Muslim menyebut tidak sampai ratusan, hanya puluhan orang saja. "Jumlahnya puluhan," katanya.

Dia menyebut pasien ISPA rata-rata anak-anak. Walaupun demikian ISPA menyerang semua orang, tidak terkecuali orang dewasa. "Semua orang bisa kena ISPA," jelasnya.

Sementara itu, Kabid P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Yuldi Candra mengaku, pihaknya belum mendapat informasi dari RSU MHAT dan Puskesmas terkait jumlah penderita ISPA. Dikatakannya, kabut asap yang menyelimuti Kerinci memang sudah mengganggu kesehatan warga.

Untuk itu dia mengimbau warga untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. "Baru hari ini kabut tebal, sebelumnya tidak terlalu tebal," pungkasnya.


Andre salah seorang warga Kerinci pada koran ini mengaku sesak napas serta dada sesak diikuti mata perih. "Dada saya terasa sesak, mungkin pengaruh asap tebal di Kerinci, pagi ini (Jumat, red)," ungkapnya. 



Tebo Termasuk Wilayah Udara Kotor
* Polres Padamkan Titik Api

Selain melakukan pengamanan bentrok warga dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) kemarin, Jajaran Polres Tebo juga melakukan pemadaman api (Hotspot) di beberapa titik di Kecamatan Sumay. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi bencana kabut asap yang sudah sepekan lebih menyelimuti Kabupaten Tebo.

SEPRIADI, Tebo

KASAT Reskrim AKP. Ridwan Hutagaol, kemarin menuturkan, selain melakukan pengamanan, kita juga memadamkan api yang tengah berkobar di hutan. Dari kebakaran hutan inilah, Tebo sekarang diselimuti kabut asap. Tidak tanggung-tanggung kata dia, Tebo juga masuk daerah yang berudara kotor. "Polres Tebo ikut partisipasi melakukan pemadaman api di lahan yang terbakar," sebutnya.

Dikatakannya, memang hasil deteksi satelit Noah, di beberapa wilayah di Kabupaten Tebo terdapat titik api, dan rata-rata lahan yang terbakar tersebut memang sengaja dibakar.

"Usai dilakukan pemadaman, lahan tersebut langsung kita Police Line," tegas Kasat.

Lanjutnya, adanya kasus pembakaran lahan yang saat ini kian marak, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan mencari siapa pemilik lahan. Hal tersebut sesuai UU no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

"Kita akan cari tau siapa pemilik lahan ini dan akan kita proses hukum," tegasnya.

Kasat menambahkan, tindakan ini dilakukan untuk mencegah banyaknya warga pada saat musim kemarau seperti ini membuka lahan dengan cara mudah, yaitu dengan membakar. Apalagi, dampak dari pembakaran menyebabkan kabut asap yang sangat menggangu aktivitas masyarakat.(Sumber: Harian Jambi)

Kabut Asap Menyelimuti Kota Jambi, Sabtu 20 September 2014. Gambar diabadikan dari Atas kantor Redaksi Harian Jambi Jalan Ir Jwanda Mayang Kota Jambi. Foto-FOTO HARIAN JAMBI.











Kabut Asap Menyelimuti Kota Jambi, Sabtu 20 September 2014. Gambar diabadikan dari Atas kantor Redaksi Harian Jambi Jalan Ir Jwanda Mayang Kota Jambi. Foto-FOTO HARIAN JAMBI.



               `

No comments: