.

.
.

Tuesday, 30 September 2014

Dampak Kabut Asap, Sekolah PAUD di Kota Jambi Diliburkan

Murid SD 177-IV Kota Jambi, mengenakan masker Selasa 30 September 2014.IST
Ketua TP PKK Kota Jambi Istri Walikota Jambi membagikan masker kepada Murid SD 177-IV Kota Jambi, Selasa 30 September 2014.IST
BERITAKU, Jambi-Akibat kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Jambi yang melanda Kota Jambi dan sekitranya sepekan terakhir, Walikota Jambi Syarif Fasya mengintruksikan Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk meliburkan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jambi mulai Rabu-Kamis (1-2 Oktober 2014).

Lisbet Sinaga (34) orang tua Ezer Twopama Manihuruk, murid TK A Xaverius 2 Kota Jambi, Selasa 30 September 2014 telah menerima surat pemberitahuan dari pihak Sekolah TK Xaverius 2 Kota Jambi  terkait dengan libur sekolah PAUD Rabu-Kamis akibat kabut asap di Kota Jambi.

Kini kondisi udara Kota Jambi tak sehat. Sementara Ketua TP PKK Kota Jambi Istri Walikota Jambi membagikan masker kepada Murid SD 177-IV Kota Jambi, Selasa 30 September 2014. Hal ini untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang melanda udara Kota Jambi sepekan terakhir. Sementara sekolah SD, SMP dan SMA sederajat tetap mengikuti belajar mengajar, namun siswa diwajibkan untuk menggunakan masker ke sekolah. (Asenk Lee Saragih).    

Sunday, 28 September 2014

Pesta Olobolob GKPS Resort Jambi Diselimuti Kabut Asap



Seorang Pemuda Jemaat GKPS Jambi memberikan masker kepada jemaat dalam tengah ibadah Minggu 28 September 2014.Foto Asenk Lee Saragih)
Seorang Pemuda Jemaat GKPS Jambi memberikan masker kepada jemaat dalam tengah ibadah Minggu 28 September 2014.Foto Asenk Lee Saragih)

JAMBI-Pesta Olobolob GKPS Resort Jambi (111 tahun 2 Sept 1903-2 Sept 2014) Injil di Simalungun) yang diadakan di GKPS Kotabaru Jambi, Minggu 28 September 2014 diselimuti kabut asap pekat. Namun demikian jemaat yang hadir sekitar 350 orang yang terdiri dari Jemaat GKPS Kotabaru Jambi dan GKPS Persiapan Tanah Kanaan Jambi tetap hikmat mengikuti ibadah pesta tersebut.

Ibadah berlangsung dengan kepulan kabut asap kebakaran lahan, hingga dalam kebaktian terpaksa dibagikan masker. Pimpinan Majelis GKPS Jambi terpaksa membagikan masker dalam ibadah karena kondisi udaha yang tak sehat akibat kabut asep tebal.

Kotbah disampaikan Pdt Jhon Hendrikson Haloho STh MA (Dari Resort Batam). Votum Pdt JP Tamsar STh Doa Syafaat Vik Pdt P Sipayung STh, Doding Ny St RE br Girsang. Ibadah berjalan khikmat dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, dan lelang hiburan serta tortor. 

Acara berlangsung sedarhana di dalam gereja namun sungguh bersahaja. Acara juga semarak dengan tampilnya Pdt JP Tamsar STh menyumbangkan lagu ciptaannya dengan berhasil dilelang Rp 4 juta.


Kemudian artis lokal GKPS Jambi Sy Friston Sinaga (Keyboard) Asi Damanik (Kyboard), Sy R Saragih, St JM Purba, St R Saragih, Sy Salmen Purba. MC acara dibawakan oleh St Meslan Saragih SH. Lelang St JB Sitopu dan St F Sipayung. Dari hasil lelang dan tortor dan lelang lagu terkumpul dana sekitar Rp 25 Juta. (Asenk Lee Saragih)


Thursday, 25 September 2014

Pil Pahit Pelayanan SDM di RS Raden Mattaher Jambi

Siswa Keperawatan Magang di Ruang Inap Gedung Kebidanan RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.
Dari Menu Pasien Seaadanya, Hingga Makan Tanpa Sendok dan Air Minum

Jangan pernah sakit. Kata itu sangat tepat jika Anda tak mengalami pelayanan rumah sakit yang bisa menambah Anda tambah sakit. Jadi peserta dan pasien BPJS jangan banyak berharap mendapatkan pelayanan maksimal jika anda hanya pada kelas II dan III Peserta BPJS. Salah satu contoh pelayanan pasien BPJS di RS Raden Mattaher Jambi. Simak seminggu menjaga pasien BPJS Kelas II di RS Raden Mattaher Jambi. ((Baca Tragedi Pasien BPJS)

Masyarakat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi boleh berbangga memiliki Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi yang kini bangunannya membanggakan dan melebihi rumah sakit swasta.

Ruangan yang bersih dan fasilitas yang baru dan berkelas, sekejab memuaskan pandangan pengunjung atau pasien. Namun tak begitu serasa bagi pasien yang rawat inap disana. Gedung dan sarana yang mendukung, dinodai dengan pelayanan perawat yang asal-asalan atau tak tulus serta administrasi yang lambat.

Seminggu menjaga pasien rawat inap sungguh lebih rasanya untuk menggambarkan buruknya Sumber Daya Manusia (SDM) di RS Raden Mattaher Jambi itu. 

Sebagai pasien peserta BPJS, pada Senin 8 September 2014 pukul 02.00 saya membawa istri ke UGD  RS Raden Mattaher karena mengalami sakit kepala berlebihan pasca operasi cesar (anak ketiga) Minggu 24 Agustus 2014 di RS Mayang Medical Centre. Sakit kepala berlebihan yang dialami istri saya Lisbet S (36) memaksa saya harus membawanya ke UGD RS Raden Mattaher.

Tiba di UGD, istri saya langsung ditangani dokter dan perawat UGD. Sementara saya mendaftarkan pasien dengan kartu BPJS. Dari hasil tensi darah, diketahui mencapai 220/120. Dokter jaga UGD pun memberikan obat penurun tensi darurat. Setelah 20 menit, sakit kepala istri saya reda, dan tensi turun menjadi 180/110.

Namun, saya bersama istri harus menunggu hampir 2 jam di ruang UGD untuk menunggu proses kamar rawat inap. Sementara saya harus mengantar sample darah ke laboratorium dengan meninggalkanj istri di UGD yang tengah meringis kesakitan.

Kemudian saya diminta menghadap bidang informasi untuk menayakan kamar inap. Dari ruang informasi sekitar pukul 04.00, ditujukan kepada kelas 3, padahal kartu BPJS istri saya kelas II.

Sikitar 30 menit kemudian, istri saya dibawa ke ruang perawatan inap di Ruang Penyakit Dalam bagian kanan gedung rawat inap RS Raden Mattaher Jambi. Dalam ruangan itu ada 6 tempat tidur dan saat itu sudah ada dua pasien yang dirawat yakni pasien sakit gula dan sakit paru-paru.

Senin 8 September 2014 pagi, perawat melakukan tensi darah, dan kemudian siang harinya memberikan resep dokter untuk ditebus. Namun perawat memberikan resep sekitar pukul 2 siang dan tak lagi bisa diambil obatnya. Sehingga ke esokan harinya bisa mengurus surat pengantar resep dari BPJS yang ada di rumah sakit tersebut.

Sejak Senin 8 September 2014 pagi, setidaknya saya menebus tiga lembar resep dengan berbagai macam obat dan botol infuse. Obat itu hanya saya letakkan dimeja pasien di kamar rawat ini. Tak ada petunjuk dari dokter atau perawat obat apa yang akan dimakan dan kapan dikonsumsi pasien.

Bahkan pasien Lisbet S nyaris salah suntik oleh perawat yang lagi magang di rumah sakit tersebut atau di ruang inap penyalit dalam. Perawat ragu mana pasien yang mau dia suntik. “Ini yang mau disuntik kak,” ujar perawat satu. Lalu perawat satu bilang “bukan ibu Lisbet ini yang disuntik, bukan ibu itu kok,” ujar dua perawat sembari menunjuk pasien penderita penyakit gula. 

Saat mendengar percakapan kedua perawat itu, saya suruh cek ulang mana pasien yang seharusnya disuntik obat. Tak hanya disitu, mahasiswa Akbid Stikes Prima Jambi yang lagi magang di RS itu, juga mencoba-coba pasien dalam menyuntik untuk mengambil sampel darah.

Sementara saya selaku penjaga pasien, juga bingung dan sempat kecapaian untuk mengurus administrasi yang panjang untuk menebuh resep bagi pasien BPJS. Tepat Senin siang, dr Hanif SPoG yang menangani istri saya operasi di MMC Jambi mengetahui pasien Lisbet S dirawat di ruang penyakit dalam. Dokter Hanif juga menyuruh dokter jaga UGD lewat perawat untuk memindahkan pasien Lisbet S ke Ruang Inap Kebidanan.

Selasa 9 September 2014 sekitar pukul 13.30, pasien Lisbet S dipindahkan ke Ruang Kebidanan kelas 3. Satu ruangan ada 8 tempat tidur. Seluruh obat yang ada di meja pasien Lisbet di ruang penyakit dalam disita seluruhnya oleh perawat di Ruang Kebidanan. Sembilan botol infuse dan obat-obat lainnya tak tau dikemanakan oleh perawat itu.

Namun saat berada di Ruang Kebidanan, seluruh resep dokter ditebus sendiri oleh keluarga pasien ke Apotek di RS Raden Mattaher yang telah ditentukan. Tak terbanyangkan jika keluarga pasien tak ada yang jaga, pasti tak akan makan obat, karena tak ada yang mau menebus. Perawat magang yang banyak tak difungsikan untuk membantu pasien.

Di Ruang Perawatan Kebidanan seluruh obat harus melalui perawat baru ke pasien. Jam konsumsi obatpun diatur olah perawat. Namun ada juga perawat  di Gedung Kebidanan  RS Raden Mattaher Jambi kurang bersahabat.
Bahkan perawat selalu menyuruh siswa perawat yang lagi magang secara rame-rame (5 hingga 8 orang) untuk mengecek kondisi pasien yang dirawat. Bahkan tak segan-segan perawat mengucapkan kata yang nadanya tinggi terhadap pasien, bukan omongan yang menentramkan jiwa pasien.

Sekadar membandingkan, kalau di rumah sakit Theresia Jambi, pasien yang menyuruh perawat dengan nada tinggi. Namun di RSUD Raden Mattaher Jambi, perawat yang menyusruh pasien dengan dana tak bersahabat.

Selama seminggu menjada pasien, banyak catatan burukya SDM perawat di RS Raden Mattaher Jambi ini. Paling miris lagi, Jumat 12 September 2014 lalu. Pasien ibu yang baru melahirkan tega dibiarkan dari pukul 12.30 hingga pukul 16.00 terbaring sendirian di ruang persalinan. Baru pukul 16.40 dibawa ke ruang inap.

“Ayo ganti bajunya, melahirkan normal juga. HB-nya juga bagus. Ayo ganti balutannya di kamar mandi, jangan manja. Silahkan ke kamar mandi,” ujar seorang perawat yang sudah senior itu, disaksikan sekitar 8 orang siswa perawat magang di ruangan tersebut.

Baru hitungan menit (sekira 2 menit), ibu bayi yang disuruh perawat itu ke kamar mandi sendiri keluar dan mengaku lemas dengan wajah pucat pasi. Sontak saya tergerak dan menyuruh siswa perawat magang itu untuk membantu ibu itu untuk duduk.

“Saya melahirkan pukul 12.30 kak. Namun saya dibiarkan terbaring di ruang persalinan hingga 4 jam lebih. Baru ini juga saya dikasi makan, lapar kali saya kak. Suami saya pergi jaga anak saya yang satu di rumah. Lemas kali saya kak,” ujar ibu bayi yang menyapa pasien Lisbet S di sebelahnya.

Sesaat kemudian, anak dari ibu itu, hanya dibiarkan diruang rawat inap itu bersama ibunya. Tak ada perawatan sementara untuk anak bayi yang baru lahir. Kemudian siswa perawat yang magang rame-rame mengambil cap telapak kaki bayi tersebut dengan cara berulang-ulang. Kaki bayi itupun penuh dengan tinta.
Melihat ketidak wajaran itu, hati terhenyak, begitu buruknya SDM perawat di RS Raden Mattaher Jambi. Para perawat masih beranggapan kalau pasien BPJS itu adalah pasien orang miskin dan gratisan. Padahal BPJS itu akan dibayar seumur hidup oleh peserta.

Seperti dilansir detik.com baru-baru ini, sekitar Rp 1,8 triliun dana peserta BPJS masyarakat terkumpul tertanggal 8 Agustus 2014 lalu dari sekitar 234 ribu peserta BPJS se Indonesia. Pasien BPJS selayaknya dilayani dengan ketulusan dan ramah tamah.

Tidak terkoneksinya system administrasi BPJS di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi, membuat pasien atau keluarga pasien bingung dan pusing tujuh keliling. Bayangkan saja, untuk mencari kamar inappun harus keluarga pasien dan juga menjemput obat ke apotek.

Tak kurang dari 20 lembar fotokopi kartu BPJS yang harus diberikan saat menjadi pasien rawat inap di RSU Raden Mattaher Jambi. Walaupun gratis biaya perawatan dan pengobatan, tak semestinya pasien BPJS diberikan pelayanan dengan kualitas pasien ala gratisan.

Membandingkan pelayanan pasien BPJS di MMC Jambi dengan RSU Raden Mattaher Jambi, sungguh jauh berbeda. Di MMC kami menginap 5 hari sebagai pasien BPJS karena operasi melahirkan pasien Lisbet S.

Selaku suami pasien Lisbet, saya hanya diminta fotokopi satu lembar kartu BPJS di UGD MMC Jambi. Tak ada administrasi yang berbelit-belit. Sistem koneksi administrasi di MMC Jambi bagus sehingga pasien dan keluarga hanya berurusan ke kasier Rumah Sakit saat pasien dibolehkan pulang. Saya hanya menambah kelebihan pembayaran BPJS karena naik kelas dari kelas 2 BPJS ke kelas 1.

Menu pasien yang disajikan rumah sakit Raden Mattaher Jambi dengan MMC jauh berbeda. Di Raden Mattaher Jambi menu dikasih tanpa ada sendok dan minumnya. Sementara di MMC menu pasien diberikan lengkap dengan sendok dan minumnya.

Yang paling aneh lagi di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi, pedagang asongan bebas berjualan hingga ke ruangan pasien, khususnya pada pagi hari. Kondisi buruk SDM Perawat di RS Raden Mattaher Jambi harus dirubah.

Para perawat di Raden Mattaher Jambi harus dibekali pembinaan mental social tentang keperawatan. Perawat juga harus membuang pemikiran kalau pasien BPJS itu bukan pasien gratisan atau pasien miskin. Semoga Pembenahan SDM Perawat dan Administrasi di RS Raden Mattaher Jambi bisa berubah demi menuju pelayanan kesehatan masyarakat yang maksimal dan tulus. Semoga. (Rosenman Manihuruk).


Ruang Inap Gedung Kebidanan RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.


Siswa Keperawatan Magang di Ruang Inap Gedung Kebidanan RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.




Tempat Tidur dan Gedung Mantab dan Bersih.





Lantai Bersih


Pencuci Tangan Steril

Petugas Kebersihan 2 Shif

Petugas Kebersihan

Petugas Kebersihan

Ruang Inap Gedung Kebidanan RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Ruang Inap Gedung Penmyakit Dalam RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Ruang Inap Gedung Penmyakit Dalam RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Ruang Inap Gedung Penmyakit Dalam RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Ruang Inap Gedung Penmyakit Dalam RS Raden Mattaher Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.



Tuesday, 23 September 2014

Aksi Nekat Ridho saat Panjat Jembatan Batanghari II

Adrianus Susandra / Harian Jambi
Aksi Ridho saat memanjat Jembatan Batanghari II, Selasa 23 September 2014.
JAMBI -Seorang pemuda bernama Ridho (16), nekat memanjat menara jembatan Batanghari II setinggi 15 meter, Selasa (23 September 2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Ridho yang beraksi bak jagoan super hero itu pun sontak memancing perhatian pengguna jalan yang melintas dan mengakibatkan lalu lintas di atas jembatan macet total.

Tak menghiraukan bujukan dari polisi untuk turun, Ridho justru terlihat santai jalan-jalan hilir mudik di atas rangka jembatan. Meski polisi sudah menurunkan dua orang polwan untuk membujuk Ridho, namun upaya itu sia-sia saja, Ridho tetap tidak mau turun.

Akhirnya, setelah berbagai cara dilakukan, kepolisian dibantu tim dari Basarnas berhasil membujuk Ridho turun sekitar pukul 15.00 WIB. Dari pengakuan Ridho, pria belasan tahun ini diketahui bernama lengkap Alan Promidianto. Sebelum melakukan aksi nekatnya, ia mengaku menghisap lem dan minum tuak.(Penulis: Adrianus Susandra/Harian Jambi)


INILAH FOTONYA MANJAT JEMBATAN BATANGHARI II JAMBI

Bank 'Perang' Bunga Deposito Sejak 2013

Kantor Perwakilan bank Indonesia Provinsi Jambi di Telanaipura Kota Jambi-Foto Rosenman Manihuruk Harian Jambi
Berlomba-lomba Gaet Nasabah
  
Kondisi likuiditas di sektor keuangan masih akan ketat dalam beberapa waktu ke depan. Tingginya angka impor Bahan Bakar Minyak (BBM), membengkaknya angka Current Account Deficit (CAD) atau neraca transaksi berjalan, serta rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan tingkat suku bunganya menjadi faktor yang mendorong kondisi ini.


Maka dari itu perbankan dalam negeri berlomba-lomba menaikkan suku bunga deposito demi menarik nasabah guna mengatasi kekeringan likuiditas. 'Perang' bunga ini sudah terjadi sejak 2013.

“Ini dari 2013 terjadi perang suku bunga. Kondisi likuiditas ketat sehingga bank berlomba-lomba untuk mengamankan likuiditas mereka dengan menawarkan suku bunga deposito tinggi, ini cara yang paling mudah," kata Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual saat dihubungi detikFinance, Senin (22/9).


“Kondisi eksternal sangat berpengaruh, pemicunya juga karena defisit neraca transaksi berjalan masih besar, fiskal banyak terserap oleh pemerintah akibat membiayai subsidi BBM, jadi sebagian besar likuiditas dipakai oleh pemerintah," ujar dia.

Kepala Desa Ini Bikin Warganya Mampu Beli Rumah dan Mobil

Kripik Pisang Hasil Wirausaha  warga Desa di Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Jawa Timur

MELALUI WIRAUSAHA


Blitar - Seorang Kepala Desa di Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini bisa ini bisa menjadi contoh penggerak kewirausahaan. Kepala desa itu bernama Khoirul Anam, yang sukses menggerakkan ekonomi desanya dengan kewirausahaan.

Melalui program Satu Entrepreneur Satu Tandan Pisang, ia berhasil mengangkat taraf hidup warganya. Program tersebut ia mulai sejak tahun 2010 silam dengan membuat keripik pisang melalui tangan-tangan ulet warganya.


“Dasar pemikiran kami sederhana, ada buah pisang yang melimpah. Kenapa tidak kita manfaatkan jadi makanan olahan," kata Khoirul kepada detikFinance, Senin (22/9).

Khoirul mengirim beberapa warganya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Hasilnya, setahun kemudian warganya mulai memproduksi keripik pisang. Namun ia membatasi jumlah produksi dengan ketentuan satu warga satu tandan pisang.

Najirwan Sukses Jadi Instruktur K-2013 Nasional

Najirwan beserta guru SD 131 Kota Jambi

CERITA GURU

Bidang Pendidikan Agama Islam

Untuk menggapai kesuksesan memang tidak mudah. Perlu perjuangan dan semangat. Tanpa perjuangan dan semangat maka semua tidak akan berhasil. Itu pun yang pernah dialami oleh salah satu guru SD 131/1V Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Najirwan Mpd I.

ANITA, Jambi

Najirwan asal Kabupaten Sorolangun, Provinsi Jambi atau tepatnya dari Desa Batang Asai. Tidak pernah menyangka kalau dirinya bakal menjadi seorang guru dan menjadi instruktur Kurikulum 2013 (K-2013) bidang pendidikan Agama Islam.

Karena dari segi ekonomi termasuk kelas ekonomi menengah ke bawah, karena kegigihan dia dalam menuntut ilmu memutuskan dia untuk merantau ke Jambi. Dia pun sekolah dengan biaya sendiri dan tinggal di masjid baik dari Aliyah, D2, S1, dan S2 sekarang.

Penerapan Kurikulum 2013 di Sekolah Madrasah

Sekolah Madrassah Ibtidaiyah Suka Rejo Kota Jambi


Sosialisasi Sambil Berjalan

JAMBI-Berbeda dengan sekolah sekolah umum, khusus untuk sekolah Madrasah, penerapan Kurikulum 2013 (K-2013) memang baru dimulai pada tahun ajaran 2014/2015 atau setahun setelah diluncurkan. Namun demikian banyak sekolah-sekolah Madrasah yang telah menerapkan kurikulum. Penerapan Kurikulum 2013 dilakukan sembari sosialisai K-2013.



Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Muslim HU, kepada Harian Jambi Senin (22/9) mengatakan, impelentasi Kurikulum 2013 di Madrasah akan dilakukan bertahap selama tiga tahun.
Pada tahun pertama, 2014, implementasi akan difokuskan pada Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 dan 3. Sedangkan untuk Madrasah Tsanawiyah akan berlaku pada kelas 7 dan untuk Madrasah Aliyah akan berlaku pada kelas 10. “Implementasi kurikulum di Madrasah akan dilakukan secara bertahap," katanya.

Disebutkan, pada tahun kedua, yaitu 2015, implementasi akan diberlakukan pada kelas 3 dan 5. Dengan asumsi, kelas 3 tahun sebelumnya naik ke kelas 4, sehingga sudah diterapkan Kurikulum 2013.

Guru-guru Balum Paham Penerapan Kurikulum 2013

Buku Kurikulum 2013 mata pelajaran agama yang sudah sampai ke Kanwil Kemenag Provinsi Jambi 
JAMBI - Untuk memantapkan penerapan Kurikulum 2013 (K-2013), MAN Sungai Gelam bekerjasama dengan MAN 3 dan MAN 4 Kabupaten Muarojambi mengadakan pelatihan penilaian dalam mengimplementasikan K-2013 yang diikuti oleh perwakilan guru beberapa Madrasah tersebut. Dalam pelatihan tersebut MAN Sungai Gelam sebagai tuan rumah.

Kepala Sekolah MAN Sungai Gelam Achmad saat di hubungi Harian Jambi, Senin (22/9) mengatakan, pelatihan penilaian dalam mengimplementasikan K-2013 sangat perlu dilakukan karena merupakan hal itu merupakan kewajiban semua sekolah untuk menerapkan K-2013.

“Kita sengaja mengundang mengundang beberapa kepala sekolah MAN di lingkup kabupaten untuk memberikan pemahaman tentang pengimplementasian K-2013 kepada guru- guru yang ada di sekoalah kita," katanya.

Dikatakan, kegiatan pelatihan tersebut dilakukan untuk menyiapkan kompetensi guru dalam menghadapi pelaksanaan K-2013. Meski di sekolahnya telah menerapkan K-2013.

Pendistribusian Buku K-2013 Kemenag Sudah Tiga Kali

Buku Agama K-2013 di Kemenag Provinsi Jambi.Foto Kaharuddin Harian Jambi
JAMBI - Meski sosialisasi Kurikulum 2013 (K-2013) untuk Madrasah baru akan diadakan pada tahun ajaran 2014-2015, namun pihak Kementerian Agama RI telah mendistribusikan buku K-2013. Terumata untuk buku pelajaran Agama untuk sekolah Madrasah seperti, Fiqih, Akidah Ahlak, Al-Qur'an Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam telah didistribusikan.

Kepala Kanwil Kemenag  Provinsi Jambi Mahbub Daryanto kepada Harian Jambi mengatakan, sama halnya dengan sekolah umum pendistribusian buku K-2013 juga menggunakan jasa LKPP.

“Kalau kami di Kementerian Agama RI pengadaan buku dari pusat. Pengadaan buku juga melalui LKPP dan buku sudah ada yang datang. Buku-buku yang sudah datang  telah didistribusikan ke Madrasah-madrasah,” ujarnya.

Disebutkan, pendistribusian buku K-2013 untuk Madrasah dilakukan secara bertahap. Namun yang buku K-2013 yang sudah datang adalah buku untuk agama. Sementara untuk pelajaran umum akan menyusul.

Jefri Amas Hutagalung Pimpin Kadin Jambi

Jefri Amas saat memberikan kata sambutan.
JAMBI - Jefri Amas Hutagalung pimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jambi periode 2014-2019. Dalam musyawarah provinsi (Musprov) Kadin yang digelar di hotel Abadi Suite, kemarin (22/9), Jefri berhasil mengalahkan Usman Sulaiman.

Pengusaha muda itu memperoleh 39 suara, jauh di atas Usman yang hanya mendapatkan 11 dukungan suara peserta Musprov. Dalam kata sambutannya Jefri meminta dukungan semua pihak agar apa yang menjadi program Kadin ke depan di bawah pimpinannya bisa terlaksana.

"Saatnya kita kerja kerja kerja untuk membangun Jambi ke depan yang lebih baik melalui Kadin. Bantuan semua pihak khususnya nanti yang akan menjadi anggota sangat saya harapkan agar apa yang menjadi program kerja, visi misi kita bisa terwujud," ujarnya saat memberi kata sambutan usai dinyatakan sebagai ketua terpilih. (hji)
FOTOFOTO KEGIATAN KLIK DISINI

Monday, 22 September 2014

Korupsi, Tiga PNS Dipecat

Ilustrasi PNS.Google

KUALATUNGKAL-Sepanjang 2014, terdata tiga Pegawai  Negeri Sipil (PNS) yang dipecat di Tanjabbar. Pemecatan dilakukan lantaran PNS tersebut tersangkut kasus hukum dan sudah divonis di Pengadilan Negeri Kualatungkal.

Kepala BKD Tanjabbar Zulkifli menyebut, kasus hukum yang menjerat ketiga PNS ini sendiri semuanya merupakan tindak pidana korupsi. Tiga PNS tersebut antara lain,  mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Bendaharanya, dan satu kepala UPTD Kecamatan Dinas Pendidikan.

Dari tiga PNS yang dipecat, satu di antaranya, yakni kepala UPTD kecamatan, mengajukan banding atas keputusan pengadilan terhadap kasus yang menjeratnya. Sehingga, pemecatannya masih belum sah secara hukum.


“Jika nanti vonis bandingnya sudah keluar dan dinyatakan bersalah, keputusan pemecatannya otomatis akan sah secara hukum," kata Zul sapaan akrabnya.

Zulkifli mengatakan,  PNS yang mengajukan banding, selama mendekam di penjara tetap akan menerima gaji hingga proses hukumnya selesai. Namum pemberian gaji tidak penuh atau sekitar 55 persen.

Penyerobotan Hutan, Pemilik Lahan Masih Misterius

Sembilan Hari, 19 Hektare Lahan di Tungkal Terbakar

KUALATUNGKAL-Kasus penyerobotan kawasan hutan di Simpang Rambutan, Desa Suban, Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat belum ada titik terang. Penyidik kehutanan masih menunggu kehadiran operator alat berat, pemilik dan penyewa alat berat untuk dimintai keterangan soal pemilik lahan tersebut.

Kepala Dishut Tanjabbar Ir H Erwin melalui Penyidik Kehutanan Tanjabbar, Poltak Napitupulu dihubungi Harian Jambi, Minggu (21/9) siang mengatakan, dalam minggu ini operator alat berat akan didatangkan dari Medan, Sumatera Utara.

Katanya, penyewa alat berat menyewa alat berat berikut operator. Melalui keterangan operator, akan diketahui siapa oknum penyewa maupun pemilik lahan puluhan hektare tersebut.

Pemkab Stop Penyalurkan Konverter Kit

Konverter Kit

KUALATUNGKAL-Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat menghentikan Pilot Project penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kapal nelayan. Padahal, program tersebut sudah diluncurkan Kementerian ESDM RI belum lama ini.

Informasi yang dihimpun, Kementerian ESDM berencana memberikan bantuan 200 konverter kit untuk konversi BBM ke BBG kepada nelayan. Sementara, PT Petrocina Ltd mengupayakan sebanyak 300 unit konverter. Hanya saja, yang telah terealisasi hanya 50 unit dan dioperasikan nelayan sekitar 10 unit. Alat tersebut belum mampu menggerakkan kapal nelayan dengan kecepatan maksimal, lantaran tidak dilengkapi alat pengatur tekanan gas.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Tanjungjabung Barat, Yon Heri kepada wartawan menjelaskan, daya yang dihasilkan dari mesin konverter kit berkisar 6 KV. Daya tersebut dinilai terlalu rendah untuk menggerakkan mesin nelayan.

2.756 Kasus ISPA di Tanjabbar

KUALATUNGKAL–Kabut asap yang menyelimuti Tanjabbar berdampak pada peningkatan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dari catatan Dinas Kesehatan Tanjabbar, sejak Juni lalu terdata 2.756 penderita ISPA di Tanjabbar.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinkes Tanjabbar melalui Kasi Pencegahan Penyakit Menularan (P2M) Hj Ermita, dikonfirmasi wartawan belum lama ini.

Dia merincikan, pada Juni 2014 jumlah penderita ISPA yang ditangani petugas kesehatan mencapai 1.469 kasus, Juli sebanyak 383 kasus sedangkan Agustus sebanyak 904 kasus.

Warga Harapkan PLN Perbaiki Tiang dan Kabel Listrik

MUARASABAK-Kabel listrik yang ada diseputaran jalan dari Kelurahan Rano menuju Kampung Singkep, Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkesan tidak dirawat. Tidak hanya itu, tiang-tiang listrik yang terbuat dari besi sudah mulai nampak berkarat dan kondisinya tidak tegak lurus lagi.

Salah satu warga sekitar jalan dari Kelurahan Rano menuju Kampung Singkep, Anton mengatakan, tiang listrik yang ada disepanjang jalur jalan ini kurang lebih hampir dua tahunan belum pernah dicek lagi.

“Sepengetahuan kita belum ada tiang listrik tersebut dicek oleh pihak PLN, lihat saja kondisinya yang sudah berkarat, apalagi meterialnya terbuat dari besi bukan dari besi coran,"jelasnya.
Dikatakannya, tiang listrik yang ada sebagian besar posisinya sudah mulai miring dikhawatirkan akan tumbang dan menimpa perumahan warga.

Kapolda Jambi Berjanji Perketat Pengawasan Barang Ilegal

Kapolda Jambi Brigjen Pol. Bambang Sudarisman.

MUARASABAK-Adanya indikasi wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim)  sebagai salah satu daerah pintu masuk barang-barang ilegal di Provinsi Jambi menjadi perhatian Kapolda Jambi Brigjen Pol. Bambang Sudarisman.

Dikonfirmasi disela-sela kunjungan kerjanya di Tanjab Timur belum lama ini, Bambang Sudarisman mengatakan dia juga telah meminta kepada jajarannya, untuk wilayah pelabuhan khususnya pintu masuk ke Kota Jambi, akan menjadi prioritas pengawasan. “Seperti pelabuhan di Tanjabtim dan Tanjabar, akan kami siagakan," ujarnya.

Dalam menjaga pintu masuk ke Kota Jambi yang kebanyakan berasal dari wilayah perairan Tanjab Timur dan Tanjab Barat yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia juga disiapkan tim khusus.

JELANG PILGUB, Zumi Zola Blusukan di Sungai Bahar

Bupati Tanjung Jabung Timur H Zumi Zola Zulkifli, Jalan jalan keliling pasar unit 1 Sungai Bahar.FT Twitter
MUROJAMBI-Bupati Tanjung Jabung Timur H Zumi Zola Zulkifli menyapa warga Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Tujuan Zola kali ini mengunjungi Pasar Unit I. Selain itu juga dia mengunjungi Unit II, Unit V dan Unit X. Blusukan ini disinyalir sebagai sosialissai rencana maju di Pilkada Gubernur Jambi April 2015 mendatang.

Di pasar Unit I, Zola blusukan menyapa para penjual dan bersilahturahmi. Saat blusukan ke pasar Unit I, para pedagang yang didominasi kaum hawa berebut untuk foto bersama Zumi Zola.

Harga BBM Naik Bikin Rupiah 'Perkasa', Ini Penjelasannya

JAKARTA-Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga seiring pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam. Langkah ini menyebabkan investor global berbondong-bondong membeli aset dalam dolar AS, karena selain aman juga bunganya semakin menarik.

Negara-negara berkembang termasuk Indonesia kena dampaknya. Arus modal keluar menyebabkan pelemahan nilai tukar, tidak terkecuali rupiah yang sempat menyentuh level Rp 12.000 per dolar AS.
Berbagai kalangan, termasuk Bank Indonesia (BI), menyarankan agar pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar rupiah bisa menguat lagi. Apa hubungan kenaikan harga BBM dengan penguatan rupiah?

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas, mencoba memberikan gambarannya. Selain kebijakan The Fed, pelemahan rupiah juga didorong oleh tingginya kebutuhan dolar untuk impor, khususnya impor minyak dan BBM.

Rupiah Anjlok, Harga Tahu-Tempe Sampai Obat-obatan Akan Melambung



Jakarta -Rencana kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed yang akan menaikkan suku bunga memberikan sentimen negatif terhadap pasar keuangan Indonesia. Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 12.000 per dolar AS.

Melemahnya rupiah akan langsung menyerang sektor rill. Khususnya sektor-sektor banyak membutuhkan bahan baku impor.

“Tahu-tempe, kan dari kedelai impor mayoritas dari AS. Harga kedelai naik, nanti harga tahu tempe juga akan naik," ujar Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas kepada detikFinance, Minggu (21/9).

Kemudian adalah obat-obatan. Lana menyebutkan 90% bahan baku obat berasal dari negara lain. Artinya, harga untuk obat-obatan kemungkinan akan naik.

Melirik Bisnis Apartemen “Kos-kosan” Mahasiswa di Jawa Barat

Dari Harga Rp 326 Juta Hingga Kamar Berkelas

Bisnis properti di Jawa Barat, khususnya di wilayah kampus Kabupaten Sumedang berkembang pesat. Kini PT Adhi Karya Tbk lewat anak usahanya yang berfokus di bisnis properti PT Adhi Persada Properti (APP) telah menggelar topping off atau penutupan atap Apartemen Taman Melati Jatinangor. Bisnis ini menyasar mahasiswa-mahasiswa di wilayah tersebut.

DANA ADITIASARI, Sumedang

 Prosesi ini menandai selesainya pembangunan konstriksi dasar apartemen setinggi 16 lantai yang terdiri dari 758 unit apartemen dan berdiri di atas lahan seluas 4.645 meter persegi.

“Semula tahap topping off dijadwalkan pada akhir tahun 2014, kini jauh lebih cepat," ujar Direktur Utama APP Ipuk Nimpuno saat dijumpai di lokasi acara, Sumedang, Sabtu (20/9).

Apartemen ini adalah satu dari sekian banyak proyek apartemen yang dikembangkan APP dengan menyasar pasar mahasiswa.


Adapun proyek properti yang menyasar mahasiswa tersebut di antaranya Apartemen Grand Taman Melati Margonda dekat Universitas Indonesia, Apartemen Taman Melati Surabaya @Merr dekat Universitas Airlangga, Apartemen Taman Melati Sinduadi Yogyakarta dekat Universitas Gadjah Mada.

Bidik Pasar Mahasiswa, Adhi Karya Jual Apartemen Mulai Rp 260 Juta/Unit

Apartemen Koskosan Mahasiswa di Jatinangor Jawa Barat
Jakarta -Kebutuhan hunian vertikal di dekat kawasan kampus menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal ini ditangkap oleh BUMN konstruksi PT Adhi Karya Tbk. Adhi Karya melalui anak usahanya PT Adhi Persada Properti (APP), membangun beberapa apartemen dekat kampus. Segmen pasar yang diincar adalah para mahasiswa dengan harga mulai Rp 260 juta/unit.

“Salah satu strategi APP adalah membangun apartemen dengan lokasi yang berdekatan dengan universitas terkemuka yang ada di Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya M. Aprindy di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, baru-baru ini.

Beberapa apartemen yang dibangun APP antara lain Grand Taman Melati Margonda dekat Universitas Indonesia, Depok. Lalu ada Apartemen Taman Melati Jatinangor dekat Universitas Padjadjaran dan IPDN, Bandung. 

Nasib Guru Honor, Kepala Sekolah Harus Kreatif

Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Jambi Zul Asri
JAMBI-Kekurangan guru mendorong sekolah mencari tenaga pengajar honorer sendiri. Walau pendanaan dari komite sekolah ditiadakan, sekolah tetap mengupayakan mencari guru honorer.

Kepala SMAN 3 Kota Jambi, Zul Asri, kepada Harian Jambi, Sabtu (20/9) mengatakan, pihaknya terpaksa menambah jumlah tenaga pengajar seperti matematika, olahraga dan sejarah.


“Guru ini dibutuhkan apalagi porsi pelajaran tersebut sejak Kurikulum 2013 semakin bertambah,"terang Zul Asri.

Penambahan tersebut tentu membuat sekolah mengupayakan pendanaan diluar pemungutan sekolah. “Agak sulit juga, apalagi kalau ada kompetisi di luar Jambi. Butuh dana yang tak sedikit, dan agak sulit memberatkan orangtua yang kurang mampu," ujarnya.

Kini Sudah 12 Orang Pendaftar Beasiswa Pilot

Siswa Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia.FT IST
Beasiswa Kali Pertama di Provinsi Jambi

Beasiswa pilot yang dibuka oleh Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang telah dibuka beberapa hari lalu, kini telah ada 12 orang yang mendaftar. Tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran pada 30 September.

Dalam pendaftaran tersebut semua siswa dari SMA/SMK sederat punya hak yang sama untuk berkompetisi mendapatkan biasiswa tersebut. Pendaftar yang memenuhi syarat akan lolos dan penerimaan dilakukan secara obyektif dan transparan.

Kepala Dinas Pendidikan Proivinsi Jambi melalui Ketua Panitia Biasiswa Penerbangan (Pilot), Hilal Badri kepada Harian Jambi mengatakan, sejak dibukanya pendaftaran beasiswa hingga Sabtu kemarin sudah ada 12 orang yang mendaftar.

PENDIDIKAN ALQURAN BERPADU ADAT DAN BUDAYA



SERAHKAN PIAGAM – Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan didampingi Pengurus Yayasan Annur Abdul Rahman Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta didik yayasan itu atas keberhasilan mereka meraih prestasi sebuah event seni-budaya di Kelantan, Malaysia, baru-baru ini. Foto: IST/HARIAN JAMBI

Yayasan Annur Abdul Rahman Dilirik Perantau Minang Singapura

TANAH DATAR –Aktivitas seni-budaya yang dikembangkan Yayasan Annur Abdul Rahman Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mulai mendapat perhatian negara luar, salah satunya Singapura. Perantau Minang di negara itu tertarik dengan metode pendidikan yang dikembangkan Yayasan tersebut yang memadukan seni budaya dengan adat dan agama (Alquran).

“Respon itu datang dari Presiden Singapura Minangkabau Association-Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Singapura. Baru-baru ini kami berkunjung ke negara itu dan sambutan perantau sangat luar biasa di sana,” kata Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H., Ketua Yayasan Annur Abdul Rahman Batipuh, Minggu (21/9), di kantor Yayasan Annur Abdul Rahman,  Batipuh, Tanah Datar seperti relis yang diterima Harian Jambi, Minggu (21/9).

Menurut Mustafa Akmal, dukungan perantau Singapura itu menimbulkan gagasan untuk memadukan program seni dan budaya Minangkabau, baik di kampung maupun di perantauan.

Sunday, 21 September 2014

Guru Sertifikasi Dituntut Mengajar 24 Jam

Kabid Dikmen Kota Jambi Mulyadi
JAMBI - Dalam meningkatkan kualitas mengajar guru-guru diberikan sertifikasi oleh pemerintah. Sementara dalam sertifikasi guru dituntut untuk mengajar sebanyak 24 jam dalam seminggu.

Nurita, salah satu guru di Kota Jambi kepada Harian Jambi, Jumat (19/9) mengatakan, selaku guru SMP yang mengajar bidang studi pendidikan agama Islam pihaknya mengakui harus mencari sekolah lain untuk memenuhi target jam untuk sertifikasi.

Karena jika kurang dari 24 seminggu maka sertifikasi tidak dibayar. “Untuk mengejar 24 jam selama seminggu saya mesti mengajar di SD karena jika saya cuma mengajar di SMP jam mengajar saya tidak sampai. Karena hanya 18  jam seminggu, jadi kekurangannya saya mengajar di SD,” ujar guru perumpuan berjilbab ini.

Disebutkan, dalam mengejar jam sertifikasi, kebanyakan guru-guru ada yang mengajar 4 jam hingga 6 jam sehari. Tapi tempat sekolahnya berbeda. Sehingga banyak guru-guru yang kewalahan dalam mengatur jam mengajarnya.

Selain itu butuh banyak tenaga untuk kesana-kesini mengejar jam di sekolah lain. “Kalau menurut saya seharusnya 4 jam lah sehari jadi guru-guru biasa fit. Dan tempat mengajarnya juga ditentukan oleh sekolah. Enak kalau dapat yang dekat, sempat jauh kan susah,” ujarnya.

HONORER, Nasib Guru Honorer di Kota Jambi

Walikota Jambi Syarif Fasya saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di Kota Jambi baru-baru ini. Foto Kaharuddin-Harian Jambi
JAMBI-Nasib guru honorer di Jambi kini memprihatinkan menyusul tidak adanya anggaran pembiayaan dari pemerintah. Sebelumnya guru honor dibayar menggunakan dana komite sekolah bersangkutan. Sementara Dinas Pendidikan Kota Jambi mengimbau agar pihak sekolah tidak sewenang-wenang menerima guru honor. Pasalnya anggaran untuk membayar guru honerer tak ada lagi lagi dari pemerintah.

Kabid Dikmen Diknas Kota Jambi Mulyadi, kepada Harian Jambi, Jumat (19/9) mengatakan, sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru bidang studi mohon bersabar dulu. Karena jika sekolah yang merekrut guru honorer tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan, jika tidak sesuai prosedur sekolah tersebut akan diberikan sanksi.

Saturday, 20 September 2014

Lomba Lukis “Menjadi Jambi”


ANTUSIAS: Para pelajar di Jambi tampak antusias mengikuti kegiatan Lomba Seni Lukis, yang bertemakan “Menjadi Jambi” di Taman Budaya Jambi, Kambang Telanaipura Kota Jambi Jumat (19/9). FOTO KAHARUDDIN/HARIAN JAMBI

Kemendikbud Apresiasi Pelestarian Budaya Daerah

Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia mengapresiasi Pemerintah Daerah Jambi yang selalu konsisten dalam pelestarian seni budaya daerah. Peran Pemda sangat dibutuhkan guna mengabadikan serta mengorbitkan seni bidaya daerah hingga ke kancah nasional dan internasional.

ANITA, Jambi

Dalam rangka mewujudkan eksistensi seni budaya Jambi, Kemendikbud kembali bekerjasama dengan Taman Budaya Jambi (TBJ)  dalam melaksanakan kegiatan Lomba Seni Lukis, yang bertemakan “Menjadi Jambi”.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tindak lanjut dari kegiatan Workshop Seni Lukis yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 19 Juni 2014 lalu. Hal ini disampaikan Kepala Taman Budaya Jambi Sri Purnamasyam kepada Harian Jambi, Jumat (19/9).

“Kegiatan ini adalah program kegiatan revitalisasi Kemdikbud RI dan kegiatan dalam tindak lanjut dari kegiaan Workshop Seni Lukis yang digelar pada bulan Juni yang lalu,” ujar Sri Purnamasyam.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Kemendikbud RI, Dra Maeva Salmah MSi dan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jambi Drs Edi Erizon.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik oleh para peserta lomba. Pada kegiatan ini, peserta lomba yang pada awalnya dibatasi yang hanya mencapai 200 orang peserta saja, namun dengan niat dan kemauan para pelajar sehingga TBJ memberikan ruang  dan memfasiltasi peserta sehingga kegiatan ini di ikuti oleh 225 orang peserta.