.

.
.

Friday, 19 September 2014

Kebakaran Disengaja, Kapolda Jambi Instruksikan Pelaku Ditindak

Kapolda Jambi Brigjen Bambang Sudarisman (Paling Kiri).
MUARASABAK - Adanya indikasi kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah Provinsi Jambi yang dilakukan dengan sengaja, Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman menginstruksikan kepada Kapolres dan Kapolsek agar menindaklanjuti kebakaran lahan yang disengaja tersebut.

“Kepentingan segelintir manusia, tapi merugikan seluruh masyarakat Jambi," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjab Timur, Kamis (18/9).

Dari beberapa kebakaran lahan yang terjadi di Tanjab Timur, dia akan melaporkan data-datanya ke Kapolri, seperti beberapa titik yang terjadi kebakaran lahan, langkah yang dilakukan, maping di mana saja terjadi dan antisipasi supaya kejadian tidak merambah ke wilayah lain.


“Saya juga telah berkoordinasi dengan Pak Gubernur, Pak Gubernur sudah berusaha mendatangkan hujan buatan. Harapan dengan hujan buatan api-api bisa padam," jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Tanjab Timur sendiri sudah membentuk tim Satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memasuki musim kemarau yang terjadi sudah hampir satu bulan terakhir ini. Pemkab Tanjab Timur membentuk tim guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


“Melihat situasi dan cuaca dalam beberapa minggu terakhir ini, maka Pemkab berinisiatif mengadakan rapat lintas sektoral guna mengantisipasi Karhutla," ujar Kadis Tata Kota Mariontoni, kemarin.

Tim tersebut, melibatkan beberapa instansi yang terkait antara lain Dinas Tata Kota, Dishutbun, Badan Kesbangpol Linmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Kantor Penanggulangan Dampak Lingkungan dan Dinas Sosnakertrans.

Tim Satgas ini melibatkan Damkar kecamatan, Tagana, Hansip, Dishutbun Tanjabtim. "Tim ini nantinya akan membuat posko dan wilayah kecamatan masing," sambungnya.

Kemudian, tugas tim Satgas selanjutnya melakukan pengecekan persiapan alat-alat Damkar dan titik rawan, serta sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk pemadaman api jika terjadi kebakaran.

Selain itu, kata Mariontoni, Pemkab Tanjabtim juga akan melakukan koordinasi dengan perusahaan yang ada di Tanjab Timur. Sifatnya, Pemkab mengimbau kepada perusahaan agar tetap waspada.


“Selain itu, ikut membantu masyarakat untuk memantau keadaan di lokasi kejadian," tandasnya. (mut/lee)

No comments: