.

.
.

Sunday, 20 August 2017

Ketika Para “Haters” JAMBI TUNTAS Sukses Buat Hoax Soal Mobil Ambulan RSUD Raden Mattaher

Mendapat kabar dukacita mertua dari mantan Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus, H Zaini Said (91) berpulang kerahmatullah Sabtu (19/8/2017) pukul 20.40 Wib, Gubernur Jambi, H Zumi Zola langsung menuju rumah duka guna menyampaikan rasa berbela sungkawa. (Istimewa)
BERITAKU-Jambi-Para “Haters” JAMBI TUNTAS yang hingga kini belum juga muvo one usai perhelatan Pilkada Gubernur Jambi 2016 lalu, hingga kini terus mencari celah untuk membuat Hoax lewat media sosial dan dikutip media portal secara berlomba-lomba. Disaat berita online dengan senangnya menulis berita Hoax ini, dimungkinkan untuk menunjukkan identitas media itu sendiri dan mudah dikenal masyarakat. 

Namun apa yang dilakukan media portal ini, tanpa sadar adalah sebagai alat propaganda yang ikut-ikut menyebarkan berita bohong (Hoax). Lewat sosial media, kerap para Haters Zola terus melakukan hal-hal yang mencari celah untuk sesuatu kepentingan dan tujuan tertentu pula. 

Sebagai penggiat Sosial Media dan juga penggiat Jurnalis, saya tak sependapat dan merasa kurang etis disaat sekelompok orang pembenci orang lain mengambil kesempatan dengan menebarkan hoax, apalagi hal itu dalam berita duka cita. 

Seharusnya mereka selaku kaum intelektual dapat melakukan cara-cara yang elegan dengan menyatukan perbedaan dalam keberagaman, sekalipun itu lawan politik semata. Masih banyak cara-cara yang elagan dalam melakukan kritik atau pendapat dalam suatu perbedaan pendapat atau kebijakan. 

Cerita ini bermula saat seorang kerabat mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) memposting suatu kabar BeritaDukaCita “Mertua mantan Gubernur Jambi, Haji Zaini, meninggal malam ini, Sabtu (19/8/2017) pukul 20.40 Wib di ruang ICU RSUD Raden Mattaher. 

Sejumlah orang yang disebut-sebut dan mengaku-ngaku orang dekat HBA melakukan protes terhadap pelayanan Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, dalam hal ini soal Mobil Ambulan. 

“Innalillahiwainnailaihirojiun....Telah berpulang Bapak Haji Zaini orang tua dari Ibu Yusniana HBA Sabtu 19 Agustus 2017 malam ini pukul 20.40 wib di Ruang ICU RD Raden Mattaher. Semoga beliau Khusnul Khotimah dan diberikan ketabahan bagi yg ditinggalkan.. Aminnn," tulis akun Facebook berinisial “R”. 

“Biar gimanapun Bang HBA itu mantan Gubernur Jambi, untuk meminjam mobil Ambulance RS Raden Mattaher membawa Jenazah mertua beliau ke Sarolangun saja tidak diizinkan, dengan alasan itu mobil ambulance bukan mobil jenzah, setahu saya di Jambi ini banyak mobil ambulace yang membawa jenazah," seorang pemilik akun berinisial “R” di Facebooknya. 

Status berinisial “R” itu menjadi viral disejumlah group Facebook dan sejumlah media online local Jambi berlomba-lomba mengutipnya. 

Perang opinipun terjadi hingga mengusik Plt. Direktur RSUD Raden Mattaher drg. Iwan Hendrawan, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah, dan juga Gubernur Jambi H Zumi Zola. 

Ini Kata drg Iwan Hendrawan 

Plt. Direktur RSUD Raden Mattaher drg. Iwan Hendrawan menyampaikan secara pribadi maupun keluarga besar rumah sakit turut berbelasungkawa atas wafatnya Ayah Mertua dari mantan Gubernur Jambi HBA. 

“Saya pribadi dan keluarga besar RSUD Raden Mattaher turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga almarhum Husnul Khotimah," ungkap Iwan Hendrawan seperti dilansir Jamberita.com, Minggu (20/8/2017). 

Terkait tulisan di facebook, Iwan menjelaskan bahwa dari awal almarhum sudah dilayani dengan baik dalam menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher. 

“Almarhum kita antar ke rumah duka di Kasang dengan ambulance baru. Untuk pengiriman almarhum ke Sarolangun memang tidak bisa menggunakan mobil ambulance baru, kita tawarkan mobil jenazah engkel seperti ambulance kota yang dipajang, tapi pihak keluarga minta mobil ambulance yang baru," terang Iwan. 

Selanjutnya, setelah pihak RSUD Raden Mattaher mempertimbangkan tadi malam, ambulance baru dikirim dengan mengganti isi dalamnya dengan ringgo-ringgo, dari pukul 06:00 WIB ambulance sudah berada di rumah duka, namun pihak keluarga menolak. 

“Jadi awal masuk sampai keluar dari RSUD Raden Mattaher sudah kita fasilitasi dan mohon kita menghormati keluarga besar pak HBA yang lagi berduka. Saya atas nama pribadi dan atas nama RSUD Raden Mattaher mohon maaf bila dianggap kurang melayani, terima kasih,” kata Iwan. 

Zumi Zola Kerumah Duka 

Mendapat kabar dukacita mertua dari mantan Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus, H Zaini Said (91) berpulang kerahmatullah Sabtu (19/8/2017) pukul 20.40 Wib, Gubernur Jambi, H Zumi Zola langsung menuju rumah duka guna menyampaikan rasa berbela sungkawa. 

“Saya selaku Gubernur Jambi mewakili segenap jajaran Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jambi turut berduka cita, semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT serta Almarhum mendapatkan tempat yang layak,” ujar Zumi Zola. 

Gubernur Jambi Zumi Zola mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jambi, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemrov Jambi, agar dapat mendo’akan arwah Almarhum. Jenazah almarhum akan dikebumikan di Kabupaten Sarolangun yang diberangkatkan Minggu (20/8/2017). 

Sebagai orang-orang yang berintelektual seyognyanya bisa menciptakan suasa yang kondunsif apalagi hal ini menyangkut soal rasa. Mari jauhkan rasa kebencian yang ditebar lewat sosial media. Pilkada sudah usai mari Bekerja Bersama. Jauhkan Aroma Politik dari rasa Bela Sungkawa. (JP-Asenk Lee Saragih)

Saturday, 19 August 2017

Alex Noerdin: Venue Asian Games Lancar, LRT Siap Juni 2018

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kanan) didampingi Wakil Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Muddai Madang (kiri) memberikan kata sambutan saat acara "Countdown Asian Games 2018" di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatera Selatan, 18 Agustus 2017. Hitung mundur (countdown) Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang tersebut untuk menggaungkan perhelatan olahraga se-Asia tersebut. (Antara/Nova Wahyudi)
BERITAKU-Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menegaskan bahwa sebagian besar arena pertandingan atau venue Asian Games 2018 akan selesai dibangun atau direnovasi akhir tahun ini, sementara pembangunan light rail transit (LRT) dari bandara ditargetkan selesai dan bisa dioperasikan pertengahan 2018.

"Banyak venue yang sudah selesai pada Desember 2017 kecuali dua yaitu, bowling pada Februari 2018 dan center court tenis pada Maret 2018," kata Alex usai mengikuti seremoni hitung mundur (countdown) 365 hari menuju Asian Games XVIII di ‎Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumsel, Jumat (18/8/2017) malam.(Baca: Aksi Memanah Presiden Tandai Hitung Mundur Asien Games)

Selain itu, pihaknya juga fokus menyelesaikan pembangunan LRT dengan jarak 23,4 kilometer (km) dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga menuju Jakabaring Sport City.

Menurut rencana, pembangunan LRT bakal rampung pada Januari 2018 dan bisa dioperasikan secara penuh bulan Juni 2018.

"LRT selesai Januari namun perlu kira-kira tiga hingga empat bulan untuk operasi percobaan dan kira-kira Juni baru bisa beroperasi penuh," ungkap Alex.

Anggaran Dipangkas

Dalam kesempatan itu Alex juga mengungkit adanya pemangkasan anggaran pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 yang cukup memusingkan pihaknya. Sekalipun begitu, dirinya meyakini perhelatan pesta olah raga bangsa-bangsa se-Asia di Palembang bakal sukses dan meriah.

‎"Kami tidak akan pernah mengeluh meskipun dalam hati kecil ini hancur," seloroh Alex.

Alex enggan membeberkan berapa total biaya dan berapa yang telah digelontorkan pihaknya untuk pagelaran Asian Games. Dia hanya memastikan anggaran pelaksanaan tidak sepenuhnya menggunakan APBD.

‎"Tidak sepenuhnya APBD karena APBD kami kecil dan kami memiliki program-program pro rakyat yang juga menjadi prioritas. Yang pasti, ada dukungan APBN, pemerintah pusat, pihak ketiga para sahabat, juga media," ujarnya tanpa merinci lebih jauh.

Palembang ikut menjadi tuan rumah Asian Games bersama Jakarta. Total ada 40 cabang olah raga (cabor) yang dipertandingkan, 10 diantaranya bakal dihelat di Bumi Sriwijaya seperti panjat tebing, tenis, bowling, menembak, sepak bola putri, voli, triatlon, dan sepak takraw.

Sepuluh cabor yang dihelat di Palembang bakal digelar di 11 venue di kompleks Jakabaring Sport City. Dari seluruhnya, hanya arena bowling dan tenis yang bakal rampung pada awal 2018.

Hitung Mundur (365 Hari)

Pelaksanaan hitung mundur di Benteng Kuto Besak, yang lokasinya tepat di bibir sungai Musi yang tidak jauh dari jembatan Ampera, berlangsung meriah dengan suguhan tari, kembang api, serta penampilan musisi nasional yaitu, Rizki Febian, Denada, dan Judika.

Serupa dengan Jakarta, hitung mundur di Palembang juga disiarkan secara langsung oleh lima televisi nasional. Masyarakat setempat terlihat antusias melangsungkan seremoni tersebut.

Alex menyebut, antusiasme masyarakat Wong Kito menghelat acara internasional sudah teruji. Sebab, sejak 2011 hingga kini Palembang telah menggelar 38 acara kegiatan olahraga internasional dari skala Asia hingga global.

Di Palembang, lanjut Alex, tidak pernah terjadi pertentangan dalam lingkup kecil maupun luas yang memuat isu-isu SARA.

Namun demikian, dia mengakui acara hitung mundur Asian Games di Palembang kalah meriah dengan Jakarta. Dirinya berharap ‎nantinya ada acara lanjutan yang lebih fokus menyorot Palembang.

"Barangkali kami akan menyelenggarakan event lagi, tidak hanya pas setahun sebelum Asian Games," katanya.

Deputi I Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc)‎ Muddai Madang menambahkan, Palembang sejak awal siap menggelar Asian Games karena telah memiliki banyak arena. Hanya ada beberapa arena saja yang perlu diperbaiki seperti bowling, panjat tebing, menembak, voli pantai dan dayung.

Pelaksanaan Asian Games di Palembang, ujar dia, bakal berlangsung sesuai dengan rencana karena anggaran pembangunan arena tidak dipangkas.

"Kalau pemangkasan anggaran menyasar pembangunan venue rasanya tidak ada. Yang ada itu penyelenggaraan saja dan itu relatif," kata Muddai Madang. (JP)



Sumber: Suara Pembaruan 

Penurunan Bendera, Presiden Sempat Bingung

Presiden Joko Widodo, didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)
BERITAKU-Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat bingung saat mengambil bendera dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017) kemarin. 

"Saya kan nggak pakai gladi, yang saya lihat gladi pagi, yang sore saya tidak ingat," kata Presiden Jokowi ketika silaturahim dengan Paskibraka dan teladan nasional 2017 di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/8/2017). Ia menyebutkan saat pembawa bendera naik dan sampai di depannya, ia pun berbisik-bisik kepada pembawa bendera. "Saya bisik-bisik ke pembawa bendera, ini diambil bendera dengan bakinya atau benderanya saja," katanya. 

Presiden Jokowi sempat mengambil bendera dengan bakinya namun kemudian pembawa bendera memberi tahu bahwa yang diambil cukup benderanya saja. 

"Saya sudah sempat ambil sama bakinya, tapi kemudian saya ganti, tidak ada yang tahu kan," kata Jokowi sambil menanyakan kepada hadirin apakah ada yang tahu dirinya sempat berbisik-bisik itu. Ia menyebutkan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berada di dekatnya juga tidak mengetahui hal itu. 

 "Pak Wapres yang dekat dengan saya tidak tahu, itulah perlunya gladi," kata Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla. Pada Kamis (17/7/2017) dilaksanakan Upacara Peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta. 

"Kemarin kita sudah melihat bersama Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI telah kita laksanakan, semua berjalan dengan baik dan yang paling penting pesan yang ingin kita sampaikan pada perayaan 17 Agustus adalah kebersamaan," katanya. 

 Presiden Jokowi ingin pesan itu sampai ke masyarakat untuk mengingatkan Indonesia majemuk dengan beragam suku, agama, dan lainnya. "Kalau lihat media hari ini dan kemarin, semoga pesan itu sampai ke masyarakat," kaya Jokowi. (BeritaSatu.com)

Aksi Memanah Presiden Tandai Hitung Mundur Asian Games

Presiden Joko Widodo melepaskan anak panah untuk secara simbolis memulai hitung mundur menuju Asian Games 2018 dalam acara di Jakarta, 18 Agustus 2017. (Istimewa)
BERITAKU-Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan hitung mundur atau countdown Asian Games 2018. Peresmian ditandai dengan aksi memanah dari Presiden Jokowi. 

“Dengan mengucap bismillah, kita sambut 365 hari menjelang Asian Games ke-18 di tahun 2018,” kata Presiden di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (18/8/2017) malam. 

Seusai itu, Presiden yang mengenakan jaket merah, bercelana panjang hitam dan sepatu putih membidik sasaran. Dengan mengambil sedikit ancang-ancang, Presiden melepas anak panah dari busurnya. 

Begitu anak panah tertancap, tampak video mapping berupa hitung mundur di Tugu Monas. Masyarakat yang menghadiri peresmian bertepuk tangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri turut menghadiri peresmian. (Sumber: Suara Pembaruan)

H Arfan: Fly Over Simpang Mayang Kota Jambi Segera Dibangun

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) H Arfan.IST
BERITAKU-Jambi- Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) H Arfan mengatakan kalau pembangunan jalan laying (Flyover) Simpang Tugu Juang hingga Simpang STM Mayang Atas akan segera dibangun oleh PU Provinsi Jambi. Bahkan PU Provinsi Jambi telah menganggarkan dana sebesar Rp 50 Miliar untuk pembangunan jalan layang sepanjang 800 meter itu. 

Pembangunan proyek itu akan dimulai pengerjaannya pada 2018 mendatang. Kini segala persiapan, khususnya Detail Engineering Design atau Bestek Gambar Detail proyek tersebut telah rampung. Kini juga lagi Review Desainnya untuk APBD Perubahan 2017. 

Demikian dijelaskan H Arfan kepada wartawan saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (18/8/2017). (Baca: PU Provinsi Jambi Soal Flyover Tugu Jurang-Simpang Mayang)

Menurut Arfan, wacana pembangunan Flyover di Simpang Mayang, Kota Jambi ini telah lama mencuat sekitar medio 2011 silam. 

“Proyek pembangunan Flyover Simpang Tugu Juang hingga Simpang STM atas ini akan berdampak pada perubahan manajemen lalu lintas di jalan tersebut. Bahkan flyover ini akan mengurai konektivitas dengan Jambi Bisnis Center yang kini lagi dalam pembangunan,” katanya. 

Kata Arfan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan membantu Pemprov Jambi dalam melakukan pembebasan lahan disepanjang jalur itu. (Baca: Ini Kata Ivan Wirata Soal Flyover Simpang Tugu Juang-Simpang Mayang)

“Kita sedang melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Pemkot Jambi juga dengan Walikota Jambi Syarif Fasha. Namun kami optimis pada 2018 tersebut pengerjaan proyek tersebut akan dilaksanakan,” ujarnya. 

Disebutkan, pengerjaan flyover itu ditargetkan selama 2 tahun. “Pondasi bawah di tahun 2018 sudah selesai dan untuk keseluruhan ditargetkan selesai ditahun berikutnya,” kata Arfan.(JP-Lee)

Daya Tarik Gubernur Jambi Zumi Zola Jadi Idola Ditengah Masyarakat

Tiba ditempat tujuan yakni Desa Bungo Antoi RT 17, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Sabtu (12/8/2017) siang, Gubernur Jambi H Zumi Zola disambut meriah oleh warga. Bahkan warga Desa Bungo Antoi tak segan-segan untuk melakukan foto bersama dengan Zumi Zola. Bahkan Zumi Zola dengan tegur sapa yang bersahaja, juga menyempatkan diri untuk menggendong anak balita warga desa itu. Photo: Asenk Lee Saragih.

BERITAKU-Jambi-Sosok Zumi Zola yang kini menjabat Gubernur Jambi dua tahun berjalan ini, ternyata masih menjadi idola masyarakat di Provinsi Jambi. Bahkan disetiap kunjungan kerjanya ke daerah kabupaten di Provinsi Jambi, masyarakat selalu mengambil kesempatan untuk bisa berswafoto atau selfie dengan Gubernur Jambi Zumi Zola. Tak terbantahkan, Zumi Zola hingga kini masih jadi idola masyarakat Jambi.

Belum lama ini, Jambipos Online mendapat kesempatan diundang Humas Provinsi Jambi mengikuti kunjungan kerja Gubernur Jambi H Zumi Zola ke sejumlah daerah, seperti ke Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Muarobungo. Berikut laporan khusus Jambipos Online.

Keikut sertaan Jambipos Online sejak Zumi Zola dilantik jadi Gubernur Jambi Februari 2016 lalu, diawali kunjungan Gubernur Jambi Zola saat Halalbihalal dan Tabligh Akbar bersama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Muarojambi, bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman, Desa Muara Sebapo, Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi, Jum'at (21/07/2017) sore lalu.

Dari pengamatan Jambipos Online, saat Zumi Zola tiba dilokasi, ribuan masyarakat Muarojambi dan santriawan/santriwati Ponpes Nurul Iman, Desa Muara Sebapo menyambut hangat kehadiran Zumi Zola.

Masyarakat langsung mengajak Zumi Zola untuk berswafoto bersama. Gubernur Jambi H Zumi Zola juga tak enggan untuk membaur dengan warga dan menyapa warga disekitarnya. Sosok Zumi Zola yang notabene mantan aktor ibukota ini, ternyata masih saj jadi idola masyarakat. 

Kemudian pengamatan Jambipos Online saat mengikuti kunjungan Gubernur Jambi H Zumi Zola ke Kabupaten Merangin dan Bungo, Sabtu-Minggu 12-13 Agustus 2017 lalu. Saat singgah di salah satu SPBU lintas Jambi-Sarolangun, Zumi Zola sesaat turun dari mobil dinasnya langsung dihampiri warga.

Tak segan-segan, wargapun langsung bertegur sapa dan meminta Zumi Zola untuk berswafoto. Ajakan warga itu direspon Zumi Zole dengan baik dan penuh sapa. 

Tiba ditempat tujuan yakni Desa Bungo Antoi RT 17, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Sabtu (12/8/2017) siang, Gubernur Jambi H Zumi Zola disambut meriah oleh warga. Bahkan warga Desa Bungo Antoi tak segan-segan untuk melakukan foto bersama dengan Zumi Zola.

Bahkan Zumi Zola dengan tegur sapa yang bersahaja, juga menyempatkan diri untuk menggendong anak balita warga desa itu. Kunjungan Zumi Zola di desa itu untuk memberikan secara simbolis bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi sebanyak 50 ekor induk kambing kepada Kelompok Tani Ternak Segar Waras Jaya dan Kelompok Tani Ternak Cempaka Putih, Desa Bungo Antoi serta bantuan  sebanyak 52 ribu bibit ikan lela dan nila se Kabupaten Merangin.

Magnet Zumi Zola di Desa Bungo Antoi sungguh dirasakan warga. Hingga acara usai, warga masih terus bertahan dilokasi acara hingga Zumi Zola melanjutkan kunjungan kerja ke Desa Rantau Ngarau, kabupaten Merangin Sabtu sore itu.

Tiba di desa itu, Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli disambut hangat ribuan masyarakat se Kecamatan Tabir Ulu, Merangin. Kunjungan Zumi Zola ke desa itu memenuhi undangan masyarakat dalam acara pemberian Gelar Adat kepada Gubernur Jambi H Zumi Zola oleh Datuk Intan Ulu, tokoh masyarakat desa Rantau Ngarau, dengan gelar adat Datuk Intan Puro.

Dari tiba hingga Zumi Zola hendak meninggalkan desa itu, masyarakat terus meminta Zumi Zola untuk melakukan foto bersama. Dengan penuh kesabaran Zumi Zola menyempatkan dan meladeni warga untuk berswafoto. Bahkan warga meminta Zumi Zola untuk melantunkan sebuah lagu sebelum meninggalkan Desa Rantau Ngarau.

Sebelum Zumi Zola meninggalkan desa itu, Zumi Zola juga menebarkan bibit ikan semah sekitar 30 ribu ekor di Sungai Rantau Jernih, Desa Rantau Ngarau itu. Penaburan benih ikan dari Dinas Perikanan Provinsi Jambi itu sebagai upaya dalam melestarikan Lubuk Larangan di Kabupaten Merangin.

Saat Zumi Zola beranjak menuju mobil dinas, Kepala Desa Rantau Ngarau, M Nasir langsung meminta kesediaan Gubernur Jambi H Zumi Zola singgah ke rumahnya dan mencicipi makanan yang telah disediakan. 

Zumi Zola pun tak menolaknya dan ikut makan bersama dengan kades dan tokoh masyarakat setempat untuk bersantap sore bersama. Sesaat keluar dari rumah kades, sejumlah Anggota Polisi yang bertugas saat itu juga meminta kesediaan Zumi Zola untuk berfoto bersama.

Saat meninggalkan Desa Rantau Ngarau menuju Muarobungo, Zumi Zola juga menyempatkan diri meninjau di salah satu Unit Pengolahan Hasil (UPH) karet yaitu vulkanisir ban di Desa Sungai Mengkuang Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo, Sabtu (12/8/2017) malam.

Gubernur Jambi H.Zumi Zola didampingi Bupati Bungo, H.Mashuri dan rombongan meninjau perkembangan upaya hilirisasi karet Zola menjelaskan bahwa UPH karet tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah getah karet, untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet.

Dilokasi ini, Zumi Zola kembali menjadi obyek swafoto masyarakat. Warga silihberganti berswafoto dengan Zumi Zola. Gubernur Jambi Zola tak ada menunjukkan wajah lelah sedikitpun saat menghampiri warga meski telah melakukan perjaanan begitu jauh dengan kondisi jalan yang kurang bersahabat.

Usai makan malam di Rumah Dinas Bupati Muarobungo, Zumi Zola menuju Hotel Almaris untuk beristirahat.  Pada Minggu pagi (13/8/2017) Gubernur Jambi Zola melakukan senam bersama dengan masyarakat Muarabungo di jalan carfreeday depan rumah dinas bupati.

Pada kesempatan ini, Zola juga tetap jadi “sasaran” swafoto warga. Dengan raut wajah bersahaja, Zumi Zola melayani permintaan warga untuk foto bersama. Bahkan di Hotel Almaris Bungo-pun ada warga yang menunggu Zumi Zola hanya untuk foto bersama.

Saat Gubernur Jambi Zumi Zola bersama Bupati Bungo dan Wakil Bupati Bungo Dwi Aprianto meninjau proyek pelebaran jalan ruas Simpang Bernas menuju Bandara Bungo, Minggu (13/8/2017) pagi, sejumlah karyawan PT Yakul Muarobungo yang kebetulan kantor mereka berada dijalan yang tengah dilabarkan, meminta kesediaan Zumi Zola untuk foto bersama.

Kemudian tiba di Lapangan Bola Dusun Kuning Gading Unit 17 untuk menghadiri pengajian dan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Ikatan Muslim Kuamang Kuning, Gubernur Zola disambut ribuan masyarakat. Bahkan Zumi Zola harus meladeni jabat tangan masyarakat hingga 30 menit lamanya.

Sambutan masyarakat disejumlah kesempatan itu membuktikan bahwa Zumi Zola masih tetap jadi “Idola” masyarakat. Bahkan disetiap kunjungan itu Zumi Zola meminta kepada warga untuk selalu mendoakan Dia dan Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar untuk dapat memimpin Provinsi Jambi menuju “Jambi Tuntas 2021”. Semoga. (JP-Asenk Lee Saragih)
 

Friday, 18 August 2017

Ribuan Pencinta Alam Taklukkan Puncak Gunung Kerinci di HUT RI Ke 72 ( 17 Agustus 2017)

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Dhedi Irawan
BERITAKU-Kerinci-Kondisi cuaca yang kurang bersahabat di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi beberapa pekan terakhir tidak menyurutkan para pencinta alam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di puncak Gunung Kerinci. Mereka mengobarkan semangat cinta Tanah Air dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di Sumatera itu. 

Koordinator Pos Gunung Kerinci, Aprizal yang dihubungi di Kerinci, Jambi, Kamis (17/8/2017) pagi menjelaskan, berdasarkan pemantauan di Pos E 10 Desa Kersik Tuo, Kayuaro, Kerinci, jumlah pendaki yang naik ke puncak Gunung Kerinci hingga Rabu (16/8/2017) malam sudah mencapai 1.080 orang. 

Jumlah pendaki yang menuju puncak di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut itu diperkirakan masih akan bertambah. Mereka akan mengibarkan bendera Merah Putih di puncak pada Kamis siang ini. 

“Mereka para pencinta alam dari berbagai daerah di Jambi, Padang, Sukabumi, Bengkulu dan Jawa. Pecinta alam yang melapor hendak naik ke puncak Gunung Kerinci Kami pagi juga masih cukup banyak,” katanya. 

Dijelaskan, minat pencinta alam merayakan HUT ke-72 RI di puncak Gunung Kerinci tetap tinggi. Padahal pos pengawas sudah mengimbau pendaki ekstra waspada menghadapi cuaca ekstrim di puncak gunung tersebut. 

“Seluruh pencinta alam yang hendak merayakan HUT RI di puncak Gunung Kerinci tampak bersemangat,” katanya. 

Sementara seorang anggota pencinta alam dari Organisasi Pemuda Pencinta Alam (OPPA) Khatulistiwa Kerinci, Mat Sahari mengatakan, seluruh pencinta alam yang mendaki Gunung Kerinci bertekad bisa mengibarkan bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi di Sumatera tersebut. 

"Kendati cuaca ekstrim sering terjadi di Gunung Kerinci beberapa pekan terakhir, hal itu tidak menjadi halangan bagi teman-teman pendaki untuk merayakan HUT ke- 72 RI di puncak. Kami mencatat, hingga Rabu (16/8) malam, lebih 1.000 orang pencinta alam yang sudah naik ke puncak Gunung Kerinci,” katanya. 

Menurut Mat Sahari, pihak OPPA Khatlistiwa, Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci dan Pengawas Gunung Kerinci menyiagakan puluhan regu penyelamat dengan peralatan lengkap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Selain itu kami juga terus melakukan komunikasi yang intensif dengan para pendaki guna mengetahui kondisi cuaca dan posisi mereka. Jika terjadi cuaca ekstrim, regu penyelamat siap mengevakuasi para pendaki,” katanya. (JP-SP) 

Berikut Ini Sejumlah Foto Pendakian Puncak Gunung Kerinci 3805 Mdpl Pada Perayaan HUT RI Ke 72 (17 Agustus 2017) yang Dikutip dari Facebook.
Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Andi Hutasoit

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Arief Praditya Suganda

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Arief Praditya Suganda

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Dhani Amannatur

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Dhedi Irawan

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Dhon Juan X

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Enda Mbot

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Rhijhal Margan

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Satya Rahman‎

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 -Photo: Yuri Leppa

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72. Photo Ari Umarsyah

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72. Photo Ari Umarsyah

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 Ari Umarsyah.

Gunung Kerinci  3805 Mdpl. HUT RI 72 Ari Umarsyah.
 

Menteri Desa Rayakan HUT ke-72 RI di Perbatasan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengikuti upacara bendera Hari Kemerdekaan ke-72 di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 17 Agustus 2017. (Istimewa)
BERITAKU-Jakarta- Memeringati Hari Kemerdekaan ke-72 Kamis (17/8/2017), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memilih merayakannya di daerah perbatasan.

Jika tahun lalu dia mengikuti upcara di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, maka tahun ini Menteri Eko melaksanakan upacara di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia, yakni Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Setiap 17 Agustus komitmen saya merayakannya bukan di Jakarta, tapi di daerah. Tahun lalu di Kabupaten Belu, tahun ini di Sebatik Kabupaten Nunukan. Kemarin lebaran haji saya di Pandeglang, di daerah tertinggal. Hari Pancasila saya di Ende,” kata Eko, Kamis (17/8).

Eko mengatakan pilihan lokasinya ini untuk menunjukkan hadirnya negara di tengah masyarakat yang berada di daerah tertinggal dan perbatasan. Menurutnya, upaya membangkitkan semangat dan antusiasme masyarakat desa adalah hal paling penting, selain memberikan program dan dana.

"Tanpa partisipasi masyarakat nggak mungkin efektif. Kita ingin membangunkan semangat mereka, bahwa negara ada untuk mereka yang ingin maju. Selama ada komitmen dari masyarakat desa kita dukung," tegasnya.

Upacara perayaan Kemerdekaan RI di Desa Sei Pancang, Sebatik, diikuti oleh seluruh instansi pemerintah baik sipil maupun militer serta masyarakat desa setempat. Yang unik dari peringatan kali ini adalah jumlah pasukan pengibar bendera (paskibra) yang mencapai 1.478 anggota, dan meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Keikutsertaan anggota paskibra terbanyak tersebut diprakarsai oleh komunitas pemuda sebatik, yakni Gebyar Aku Cinta Indonesia (GACI).

Peserta paskibra terdiri dari beberapa instansi pemerintah baik sipil maupun militer, organisasi pemuda dan organisasi sekolah. Mereka terdiri dari Kodim 0911/Nunukan, Lanal Nunukan, Polres Nunukan, satgas Pamtas, Satgas Ambalat, Pegawai Kecamatan, pegawai kantor desa, Pertahanan Sipil (Hansip), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Gerakan Pemuda(GP) Ansor, Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (FKPPI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Forum Bela Negara (FBN), Gerakan Pemuda Peduli Pemekaran (Gempur).

Juga turut berpartisipasi gerakan muda dari Karang Taruna, Pemuda Panca Marga, Pramuka, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Persatuan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Wira Khartika, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), Palang Merah Indonesia (PMI), Palang Merah Remaja (PMR), Himpunan Pemuda Sebatik (HPS), Himpunan Nelayan Sebatik (HNS), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Sebatik (APKSS), Kelompok Tani Nelayan Indonesia (KTNI), Persatuan Pemuda Sungai Limau (Pepsil), Pecinta Alam Sebatik (PAS), Gowes Sebatik, Komunitas Trabas Sebatik (KTS), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Paguyuban Kerukunan Keluarga Jawa (Pakuwaja), Relawan Merah Putih (RMP), Remaja Gereja, dan Alumni Paskibra Kabupaten Nunukan 2016. (*)




Sumber: Suara Pembaruan

Setelah 12 Upacara Kemerdekaan, SBY dan Mega Satu Tenda

Dua mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri bertemu di sela upacara Hari Kemerdekaan ke-72 RI, 17 Agustus 2017. (Istimewa)
BERITAKU-Jakarta - Merupakan sebuah momen yang langka ketika Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sama-sama hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Kamis (17/8/2017). 

Selama 10 tahun SBY memerintah, Megawati tak pernah mau menghadiri perayaan kemerdekaan di Istana Presiden. Di dua tahun pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 2014, giliran SBY yang tak pernah hadir, sementara Megawati selalu datang. 

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir, Ibu Megawati Soekarnoputri hadir. Ini merupakan hal yang sangat baik dan menunjukkan bahwa kepemimpinan Pak Jokowi adalah kepemimpinan yang menyatukan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. 

Kata Hasto, semangat persatuan itu memang diperlukan. Khususnya bila melihat tantangan aktual yang dihadapi Indonesia saat ini. 

Kehadiran para pemimpin nasional itu menjadi contoh teladan bahwa para pemimpin bangsa berupaya menggelorakan semangat persatuan. 

Hasto juga mengimbau agar peristiwa penting di Istana Kepresidenan itu tak terlalu dipersepsikan sebagai momen politik terkait Pemilu 2019. 

"S‎emua adalah semangat merah putih untuk bergandengan tangan sebagai pemimpin bangsa," kata Hasto.‎ "Kemerdekaan adalah rahmat yang diperoleh dengan perjuangan dan tumpah darah. Sudah selayaknya para pemimpin bangsa bersama-sama bergandengan tangan untuk Indonesia Raya." (JP)




Sumber: BeritaSatu.com

Medali SEA Games 2017: Indonesia Masih di Bawah Malaysia

Medali SEA Games 2017: Indonesia Masih di Bawah Malaysia
Tim beregu panahan putri Indonesia meraih medali perunggu kemarin, Kamis (17/8). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
JakartaCNN Indonesia -- Posisi Indonesia di daftar klasemen sementara perolehan medali SEA Games 2017 masih di bawah tuan rumah Malaysia satu hari jelang upacara pembukaan di Kuala Lumpur, Jumat (18/8).

Hingga pukul 07.00 WIB pagi ini, Indonesia ada di posisi dua dengan koleksi dua emas dan satu perunggu. Malaysia berhasil menggeser Indonesia dengan empat emas, tiga perak dan tiga perunggu.


Myanmar juga mulai mengancam posisi Indonesia. Berada di posisi ketiga, Myanmar sudah mengoleksi dua medali emas, disusul Singapura dengan satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

Dua emas Indonesia sejauh ini datang dari cabang panahan.Dua emas Indonesia sejauh ini datang dari cabang panahan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Juara bertahan Thailand ada di posisi kelima dengan satu emas dan satu perak. Di posisi keenam ada Vietnam dengan dua perak, Filipina dengan satu perak dan dua perunggu, dan Laos dengan satu perak dan satu perunggu.

Brunei Darussalam dan Kamboja sama-sama di posisi sembilan dengan dua perunggu. Sedangkan Timor Leste belum mendapatkan medali.


Kemarin, Kamis (17/8), Indonesia hanya mampu menambah satu medali perunggu melalui cabang panahan nomor compound beregu putri. Tim beregu Indonesia yang terdiri atas Dellie Threesyadinda, Triya Resky Aditya, dan Rona Siska Sari, menang 225-222 atas Thailand.

Upacara pembukaan SEA Games 2017 akan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (19/8).
(har)

72 Penulis Seword Terima Penghargaan "Lomba Penulisan Pencapaian Jokowi"

BERITAKU-Jakarta- Seword media dan Seknas Jokowi menghelat lomba penulisan bertema 'Pencapaian Jokowi' dan dilangsungkan dalam tiga bulan terkahir. Aliffurahman sebagai pemimpin Seword mengatakan inisiasi acara ini awalnya terjadi dari diskusi Seknas Jokowi. 

"Ada 700 penulis berpartisipasi, 300 terseleksi dan 72 yang lolos. Angka ini disesuaikan HUT RI ke-72," kata Alif dalam kata sambutan di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa 15 Agustus 2017.(Tak Masuk Nominasi: Ini Fakta, Jokowi Membangun Infrastruktur Hingga Jauh)

Senada dengan itu, Ketua Panitia Seknas Jokowi, Nazarudin Ibrahim, mengatakan tulisan-tulisan terhimpun mengacu pada kinerja pemerintahan Jokowi-JK dalam potret tiga tahun kepemimpinannya.

"Ini meng-collecting suara sakyat dari Sabang sampai Merauke dan menarasikan dari mata dan hati rakyat yang menjadi potret Indonesia serta menjawab kegundahan hati Jokowi," kata Nazar.

Hadiah dari ajang lomba tulisan bernilai Rp 1 juta dan diagendakan diserahkan oleh Menteri Kominfo Rudiantara. Namun, lantaran satu lain hal menteri karib disapa Chief tersebut tidak hadir. Anggota Wantimpres Sidarta Danusubroto yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Seknas Jokowi tampak hadir di lokasi.

Berikut daftar lengkap pemenangnya:

1.    Mencapai masyarakat berdaya dan sejahtera dengan pariwisata – ALI MUTASOWIFIN
2.    Terima kasih jokowi, 18 tahun riau langganan kabut asap, kini sudah tidak lagi – PALTI HUTABARAT
3.    Generasi Jokowi - DAENG
4.    Pancasila dan revolusi mental: indonesia (kembali) menjadi macan asia – R JUWITA
5.    Prestasi jokowi dalam mewujudkan nawa cita – N S YULIANTO
6.    Kartu sakti jokowi, potensi pembangunan negeri - WAHYUNI
7.    Memahat indonesia dengan cinta – HANNY KARDINATA
8.    Spektakuler! Setelah 72 tahun, Jokow hadirkan ujung aspal di desa terpencil samudera hindia – ASAARO LAHAGU
9.    Presiden “LAUT” sukses bangun tol laut – SOLEMANMONTORI SOLEMAN
10.    Harapan itu (masih) bernama Jokowi – R JUWITA
11.    Luar biasa, hanya di era Jokowi, urus sertifikat hanya butuh Rp 50.000 - SUCI
12.    Inilah bukti bahwa Jokowi layak disebut sebagai sosok pemberani – GUSTI YUSUF
13.    Siapa bapak pembangunan Indonesia? salah! Jawabannya adalah Presiden Joko Widodo - HYSEBASTIAN
14.    Merasakan perbaikan jalan negara setelah hampir 20 tahun terabaikan - LEONARDI
15.    Jokowi: Safari Salat Id Serta Natal Keliling Nusantara - RAHMATIKA
16.    Semua yang sudah berbaiat ke ISIS harus ditendang keluar dari Indonesia – RETHA PUTRI
17.    Jokowi alokasi Rp 234 T untuk bangun rel kereta api Aceh Papua, terbesar sejak zaman Belanda - NAFYS
18.    Jokowinomics: program Jokowi meretas pembangunan Indonesia – RONNY D RONDONUWU
19.    Jalan trans Papua, persembahan Pak Jokowi untuk rakyat Papua – DIDI HADI
20.    Jurus sakti Jokowi pada pencapaian pemerintahan Jokowi-JK - ALIMIN
21.    Proyek tol pertama di kalimantan yang mangkrak 20 tahun akan dituntaskan – NIKKI TIRTA
22.    Yang betul Jokowi plonga-plongo atau diktator? - RAHMATIKA
23.    Pencapaian jokowi mengentaskan kemiskinan – AHMAD KOHAWAN
24.    Jokowi bangun tanjung Priok, wujud nyata poros maritim dunia, ini hasilnya – HYSEBASTIAN
25.    Luar Biasa!! 70% Pembangunan Infrastruktur Oleh Jokowi Tidak Menggunakan APBN – JEMIMA MULYANDARI
26.    12 tahun meminta jadi bandara, pak Jokowi menyelesaikan hanya dalam 2 hari - BANI
27.    Terima kasih pak jokowi atas jasamu menggebuk perusak dan pembakar hutan – SUWANDI POERBA
28.    Gebrakan Jokowi dalam dunia kedokteran – CINDY KESTY
29.    Jokowi dan Kemajuan Gerakan Literasi – MUHAMMAD DARISMAN
30.    Kerja Jokowi merangkul Papua –MUHAMMAD KARIM
31.    Damainya Wamena, cantiknya Skouw, bukti komitmen Jokowi membangun Papua – DINDIN BADINDIN
32.    Dua tahun memimpin, Jokowi buktikan janji –TRIANA ARFIANI
33.    Jenderal poros maritim dunia: merancang strategi dan menggenapkan eksekusi – NIKKI TIRTA
34.    Sampah plastik Indonesia segera berkurang! Hari ini dimulai proyek percontohan jalan aspal plastik di Bali – RETHA PUTRI
35.    Kesuksesan diplomasi ala Jokowi – NANDA PRIANTARA
36.    Revolusi mental membawa perjalanan mewah masa lebaran – RUSKANDI ANGGAWIRIA
37.    Jokowi datang pungli berkurang – ILHAM NUR WICAKSANA
38.    Pendidikan dan infrastruktur: sebuah pencapaian untuk kemajuan bangsa – AMOGA SIDHI TALIAWAN
39.    Jokowi perang melawan narkoba - YAYA
40.    Terima kasih pak Jokowi, harga kebutuhan pokok cenderung stabil – PALTI HUTABARAT
41.    Mengintip rahasia dialog Jokowi dan Kadiman –YULIUS REGANG
42.    Infrastruktur adalah kunci – BONA VENTURA
43.    Sukses swasembada Joko Widodo – DESTIKA CAHYANA
44.    Kartu Indonesia Sehat menyelamatkan nyawa ibuku dan masa depanku – AGUNG WICAKSONO
45.    Berkat dana desa, desaku lebih berwarna – MUNASYAROH FADHILAH
46.    Manunggaling Sabang-merauke ala Jokowi – HENDRO KUSUMA
47.    Bukti nyata pembangunan infrastruktur transportasi sungai di ujung indonesia timur - HERIYANTO RANTELINO
48.    Gercep ala Jokowi - CORRY RAFSYANYANI
49.    Indeks pembangunan manusia indonesia di era Jokowi meningkat – RONNY D RONDONUWU
50.    Pencapaian indonesia bidang pendidikan programmer dan startup teknologi, yang presiden Jokowi (mungkin malah) belum tahu – MERCY SIHOMBING
51.    Cara jokowi menggebuk gerakan radikal di Indonesia – BOGI PERIKLAS
52.    Jokowi mengembalikan kehormatan petani - DIYAH
53.    KIP mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa – HELMYA HILDA
54.    Dana desa untuk reformasi desentralisasi – RAHMANDA MUMAMMAD T
55.    Guru garis depan: kado kemerdekaan dari Jokowi untuk daerah tertinggal – SITI ZAINATUL UMAROH
56.    Jokowi dan kerja bersama gempa Aceh 2016 – MUKHLIS NALADUANA
57.    Menjadi poros maritim dunia bukan impian belaka – EDI WINARNO AS
58.    Putih hitam: pakaian pelamar kerja hingga pejabat istana – ANISATUL FADHILAH
59.    Jokowi untuk indonesia: sang maestro – KOLIK KULIK
60.    Jokowi dan pemerintah mengelola utang dengan baik – MICHAEL SENDOW
61.    Jokowi wujudkan mimpi masyarakat papua – HERMANTO PURBA
62.    Fakta Jokowi layak disebut Bapak Bhineka Tunggal Ika – JEMIMA MULYANDARI
63.    Revolusi mental: elemen vital kebangkitan bangsa - FAHMY ISS WAHYUDY
64.    Langkah jokowi basmi narkoba di Indonesia - FERY PADLI
65.    Bantuan jokowi datang masyarakat senang - EVA OCTAVIA N
66.    Jokowi mengamankan energi masa depan - ADE C.S
67.    Cara PDKT seorang Jokowi - GLEN JOSHUA
68.    Jokowi, pendidik mental sekaligus sniper gagah berani demi listrik dan bensi di pelosok negeri - SEBASTIAN FEDI
69.    Ngapain bikin jalan tapi sepi yang lewat? – GUSTI YUSUF
70.    Wujud nawacita: birokrasi yang melayani – AGUS W
71.    Pemerintah jokowi berhasil mengurangi pencurian ikan – DHENNY CHRISTIAN
72.    Jokowi hadir untuk warga sidoarjo – DHENNY CHRISTIAN.





(Sumber: seword.com)


Basah Berlumpur, Paskibraka Penurunan Bendera Tetap Sukses Bertugas

Hujan lebat yang mengguyur Kota Jambi saat Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017) sore tak menyurutkan semangat Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Provinsi Jambi.
BERITAKU-Jambi-Hujan lebat yang mengguyur Kota Jambi saat Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017) sore tak menyurutkan semangat Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Provinsi Jambi. 

Walau dalam kondisi basah berlumpur, upacara tetap berlangsung khidmat. Paskibraka yang bertugas menurunkan bendera terpaksa basah kuyup dan melewati lapangan becek. Sehingga percikan tanah terpaksa mengenai seragam yang digunakan pasukan. 

Seragam putih merekapun berubah nenjadi coklat, khususnya pada bagian bawah. “Kita sudah tanamkan kepada adek adek ini jiwa ksatria. Kita sudah ajarkan pada mereka walaupun hujan deras badai sekalipun mereka tak kan gentar,” ujar Kepala Dinas Dispora Provinsi Jambi Wahyuddin kepada wartawan di halaman belakang kantor Gubernur Jambi, Kamis (17/8/2017). 

Wahyuddin mengaku sangat bangga dan berterima kasih karena tugas mereka baik dari penaikan Bendera hingga penurunan bendera sore hari berjalan lancar. “Ahamdulilah sukses dari awal sampai akhir tidak ada kendala. Terimakasih kasih kepada adek-adek yang telah percaya diri dalam melaksanakan tugas mulia ini," katanya. 

Wahyuddin juga menambahkan rasa terima kasihnya kepada PPI senior-senior Paskibra yang mana telah memberikan pembinaan kepada Paskibraka Provinsi Jambi. “PPI juga, kita mengucapkan terima kasih. Baik siang maupun malam, mereka selalu membimbing adek-adek paskibraka ini," ujar Wahyudin. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Penurunan Duplikat Bendera Pusaka dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia Tingkat Provinsi Jambi, di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (17/8/2017) sore. 

Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA, Forkopimda Provinsi Jambi, dan para undangan lainnya turut hadir dalam upacara tersebut. 

Gubernur Jambi, H.Zumi Zola ketika upacara selesai, dan para pejabat dan tamu undangan bubar dan bersiap untuk pulang, Zola menemui para pelajar peserta upacara dan juga Paskibraka Provinsi Jambi. Zola memberikan apresiasi yang luarbiasa dengan semangat para pelajar tersebut. 

Zola mengapresiasi semangat para pelajar yang tetap mengikuti upacara dengan hikmat meskipun dalam kondisi cuaca hujan deras. 

Zumi Zola mengucapkan terimakasih kepada Paskibraka Provinsi Jambi dan para pelajar tersebut. Kedatangan Zola pun disambut dengan antusias oleh para pelajar. (JP-Lee)
Hujan lebat yang mengguyur Kota Jambi saat Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017) sore tak menyurutkan semangat Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Provinsi Jambi.
Gubernur Jambi, H.Zumi Zola ketika upacara selesai, dan para pejabat dan tamu undangan bubar dan bersiap untuk pulang, Zola menemui para pelajar peserta upacara dan juga Paskibraka Provinsi Jambi. Zola memberikan apresiasi yang luarbiasa dengan semangat para pelajar tersebut.
Gubernur Jambi, H.Zumi Zola ketika upacara selesai, dan para pejabat dan tamu undangan bubar dan bersiap untuk pulang, Zola menemui para pelajar peserta upacara dan juga Paskibraka Provinsi Jambi. Zola memberikan apresiasi yang luarbiasa dengan semangat para pelajar tersebut.

 

Umar Patek Kembali Kibarkan Merah Putih pada HUT Ke-72 RI

Umar Patek (tengah) (istimewa)
BERITAKU-Sidoarjo– Terpidana kasus terorisme, Umar Patek, kembali menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih dalam upacara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Surabaya, di Porong Sidoarjo, Kamis (17/8/2017) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Kepala Lapas kelas 1 Surabaya, Riyanto.

Umar Patek pun merasa bangga setelah mengajukan diri dan kembali dipercaya oleh pihak lapas menjadi petugas pengibar bendera dalam upacara. Umar sudah empat kali menjadi petugas pengebar Merah Putih.

“Saya tidak ditunjuk, tetapi mengajukan diri. Dan Alhamdulillah saya bersyukur untuk tetap dipercaya kembali menjadi pembawa bendera. Dan ini sudah keempat kalinya bagi saya menjadi pengibar bendera. Pertama kali saat Hari Kebangkitan Nasional tahun 2015, lalu tiga kali berturut-turut di HUT RI tahun 2015, 2016 dan sekarang di HUT RI tahun 2017 ini,” ujar Umar.

Dia mengaku berlatih selama sekitar satu minggu dan mendapatkan pendampingan dari seorang mantan prajurit Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI-AL, Suud Rusli yang kini menjadi terpidana mati dalam kasus pembunuhan bos PT Asaba yaitu, Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Edy Siyep, pada 2003. “Selama ini mas Suud yang melatih. Persiapanya cuma seminggu sebelum upacara perayaan kemerdekaan ini,” ujarmya.

Pria yang pernah memperoleh pendidikan dari Akademi Militer Mujahidin Afghanistan ini berharap kepada kita semua sebagai warga negara Indonesia untuk dapat terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan merawat kebinekaannya juga.

“Karena ini aalah makna atau isensi dari kemerdekaan, yaitu sebuah anugerah yang Allah berikan kepada kita. sebagai bentuk rasa syukur kita diberikan kemerdekaan, maka kita harus menjaga dan merawat negeri ini dengan sebaik-baiknya dengan segala macam kebinekaannya,” pria yang menjadi asisten koordinator lapangan pada peristiwa peledakan Bom Bali tahun 2002 ini.

Terkait dengan prinsip pendirian khilafah yang sudah berseberangan dengan ideologi bangsa Indonesia, menurutnya, hal itu tidak perlu diperjuangkan. Masyarakat diminta untuk lebih merawat persatuan bangsa Indonesia.

“Menurut saya hal seperti itu tidak perlu (khilafah). Yang perlu sekarang adalah rawat saja negeri kita ini dari segala macam gangguan sistem yang lain-lainnya yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Artinya kita jaga yang sudah ada ini dan kita pertahankan,” ujar pria.

Dia berharap kepada para pelaku aksi teror lainnya untuk mau kembali kepada pangkuan Ibu Pertiwi dan meninggalkan jalan teror di negeri ini.

“Saya berharap agar para pelaku teror untuk berhenti melakukan aksinya di Indonesia. Saya ingin masyarakat yang berpikir radikal dan terindikasi melakukan tindak terorisme kembali mencintai Tanah Air. Karena melakukan pengerusakan dan membuat teror itu tidak sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya.

Dirinya berpesan bahwa sebagai warga bangsa harus bisa menunjukkan bahwa sebagai warga negara Indonesia bahwa kita harus mencinta dan menjaga Indonesia di mana kita dilahirkan dan dibesarkan.

“Kita tunjukkan rasa cinta kita, rasa bakti kita kepada negeri ini. Artinya kita jangan banyak menuntut kepada negara, tapi berpikirlah kita bagaimana apa yang bisa kita berikan kepada negara,” ujar pria kelahiran Pekalongan ini.

Seperti diketahui, Umar divonis pidana 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 21 Juni 2012 atas kasus Bom Bali I tahun 2002. Ia juga terlibat dalam bom malam Natal pada 2000. Umar Patek dijerat pasal berlapis. Di antaranya Pasal 15 juncto Pasal 9 Perppu No 1/2002 yang telah diubah menjadi UU No 15/ 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, serta Pasal 266 ayat 1 j.

Upacara tersebut juga diikuti tiga narapidana kasus teror di Ambon yakni Ismail Yamsehu, Asep Jaya dan Samsudin alias Fathur Beberapa staf dari Direktoran Pencegahan dan Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) turut serta hadir dalam upacara tersebut. Sebelumnya pada Selasa (15/8) lalu Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius mengunjungi para napi terorisme di Lapas Porong tersebut.(JP)



Sumber: PR 

Habibie Apresiasi Pertemuan Megawati-SBY

Dari kiri ke kanan: Presiden RI ke-3, BJ Habibie, Ibu Negara, Iriana Jokowi, Presiden Joko Widodo, Presiden RI ke-4, Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Ibu Wapres, Mufidah Kalla, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono berfoto bersama usai upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2017. (Setpres/Agus Suparto)
BERITAKU-Jakarta-Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie mengaku bahagia dapat berkumpul bersama para mantan presiden dan wakil presiden, Kamis (17/8/2017). 

Habibie dapat berkumpul dengan para mantan presiden dan wapres pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta. 

Habibie yang hadir mengenakan baju adat Bugis mengapresiasi semangat persatuan yang dibangun Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengumpulkan para pemimpin bangsa. 

Dia mengatakan selain bersilaturahmi, para pemimpin bangsa juga larut dalam nostalgia masa lalu. Bahkan, katanya, ada pemandangan sangat mengesankan saat Presiden ke-5 RI yang juga ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersalaman dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama ini, amat sulit mempertemukan Megawati dan SBY.

“Aktivitas di Istana Merdeka, selain silaturahmi, ada salam-salaman Ibu Megawati dan Pak SBY,” kata Habibie. 

“Kan, bagus persatuannya,” kata Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8). Selain mengikuti upacara, Habibie juga turut menghadiri acara pemotongan tumpeng dan ramah tamah yang diselenggarakan Presiden Jokowi dan Ibu Negara, dalam rangka peringatan HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. (JP)

 Sumber: Investor Daily

Momentum Bangun Disiplin dan Kerja Sama Civitas Akademika

Peringatan HUT ke-72 RI di Unja 
Rektor Universitas Jambi, Prof Johni Najwan, SH,MH, PhD (kiri) memberikan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah Unja pada peringatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus  Unja, Desa Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017). (JP – RSM)
BERITAKU-Muarojambi-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di sampus “Pinang Masak” Universitas Jambi (Unja) Desa Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017) berlangsung khidmat dan tertib. 

Sekitar 3.000 orang civitas akademika dan mahasiswa Unja mengikuti seluruh rangkaian peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di kampus berbudaya tersebut. 

Semangat kebangsaan cukup terasa pada peringatan HUT ke-72 RI tersebut tatkala kelompok paduan suara dan orkes simphony Unja melantunkan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan, khususnya pada upacara pengibaran bendera sang saka merah putih, hening cipta dan di penghujung upacara. 

Kendati tidak terlalu sempurna, penampilan padua suara dan orkes symphony Unja tetap mendapat aplaus atau sambutan hadirin. Tepuk tangan berkumandang ketika paduan suara dan orkes symphony Unja melantunkan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan. 
Pengibaran sang saka merah putih pada peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di kampus  Unja, Desa Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017). (JP- RSM)
Seusai upacara, Rektor Unja memberikan penghargaan kepada para mahasiswa pemenang lomba karya tulis ilmiah. Para pemenang lomba karya tulis ilmiah tersebut, yakni Ahmad Saparuddin (Juara I), Sofia Wahdini (Juara II), Agung GUnawan (Juara III), Yesi Novianti (Juara Harapan I) dan Pratiwi Sudarsih (Juara Harapan II).
 
Kerja Sama dan Loyalitas

Sementara itu, Rektor Unja, Prof Johni Najwan, SH, MH, PhD pada kesempatan tersebut memberikan sambutan yang cukup tegas mengenai kerja sama, disiplin dan loyalitas seluruh pegawai, civitas akademika dan paramahasiswa. Menurut Johni Najwan, seluruh pegawai, civitas akademika dan mahasiswa Unja harus meningkatkan kerja sama untuk membangun Unja menjadi perguruan tinggi yang besar dan berkualitas. Untuk meningkatkan kerja sama itu, disiplin dan loyalitas sangat dibutuhkan.

“Saya mengingatkan tentang pentingnya bekerja sama di antara civitas akademika, mahasiswa dan seluruh pegawai Unja agar kita bisa mencapai cita cita bersama. Semua yang kita cita-citakan, tidak akan pernah tercapai jika kita tidak saling memebantu, kalau kita tidak bisa saling bekerja sama,”katanya.

Johni Najwan juga berharap adanya kesadaran tinggi civitas akademika, mahasiswa dan seluruh pegawai Unja. Untuk mahasiswa, jadilah mahasiswa yang baik bukan mahasiswa yang oposan, bukan mahasiswa yang mencari perhatian. Tetapi tapi carilah perhatian dalam pandangan akademis. 

Untuk para dosen, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga kontrak, Johni Najwan mengingatkan agar PNS di Unja melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku. Sesuai undang-undang dan peraturan pemerintah di bidang kepegawaian, PNS yang tidak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana yang telah ditentukan  dapat diberhentikan dengan tidak hormat. 

“Tentang disiplin PNS juga telah ditentukan tugas dan pokok sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 . Karena itu saya mengingatkan kembali untuk bisa kita bekerja sama dalam menegakkan aturan ini. Tanpa ada duikungan PNS di Unja, Unja tidak akan bisa besar yang seperti kita harapkan sekarang ini,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pegawai kontrak di Unja, kembali diingatkan bahwa  sebelum menjadi tenaga kontrak, mereka sudah menandatangani surat perjanjian sebuah kontrak antara diri mereka dengan Unja. Karena itu jika tenaga kontrak, termasuk dosen, tidak melaksanakan apa yang sudah dijanjikan dalam kontrak, sanksi sudah ditentukan dan akan diberlakukan.

Karena itu, Rektor Unja meminta Wakil Rektor Unja Bidang Umum dan Keuangan untuk dapat menindaklanjuti mengenai displin PNS, disiplin pegawai kontrak, pegawai kontrak sebagai dosen dan pegawai kontrak sebagai tenaga kependidikan. Disiplin di Unja harus ditegakkan agar upaya menjadikan Unja sebagai perguruan tinggi berkualitas citakan dapat diwujudkan. 

Pemberhentian 31 Dosen

Satu hal yang perlu diklarifikasi, kata Johni Najwan, yakni mengenai berita yang viral saat ini di media sosial yang menyatakan bahwa Rektor Unja telah memecat 31 tenaga kontrak pada Unja. Padahal pemberhentian  31 dosen tersebut semua sudah melalui proses yang panjang dan merupakan pelaksanaan perintah Presiden RI, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Inspektur Jenderal Mensistek Dikti, Surat Wakil Rektor Unja Bidang Umum dan Keuangan mengenai kewajiban PNS dan tenaga kontrak Unja hadir pada 3 Juli 2017 sebagai hari pertama kerja setelah libur panjang Lebaran.

“Karena itu ke-31 orang dosen yang diberhentikan tersebut merupakan orang-orang yang tidak hadir dan ditemukan telah memalsukan absen kehadiran. Bukti-bukti tersebut ditemukan Wakil Rektor Unja pada 3 Juli 2017. Ini penting saya sebutkan supaya tidak ada fitnah. Saya sebagai rektor melaksanakan aturan yang ada , dan saya siap menerima apap pun konsekuensinya ketika saya melaksanakan aturan tersebut,”ujarnya. 

Dijelaskan, dari 31 orang dosen kontrak Unja yang diberhentikan tersebut, ada yang sudah 77 kali memalsukan tanda tangan kehadiran. Datanya lengkap pada Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan. Kemudian ada dosen yang 72 kali memalsukan absen kehadiran.  Perbuatan tersebut suatu hal yang tidak bisa dibiarkan. Bagaimana pun juga, selain ini adalah tindak pidana, perbuatan tercela tersebut harus segera dihentikan. 
Rektor Universitas Jambi, Prof Johni Najwan, SH,MH, PhD (lima dari kanan) bersama para wakil rektor Unja dan pemenang lomba karya tulis ilmiah Unja pada peringatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus  Unja, Desa Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017). (JP – RSM)

Penampilan tim paduan suara dan orkes simphony Universitas Jambi (Unja) membawakan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan pada upacara  peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus  Unja, Desa Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (17/8/2017). (JP – RSM)
“Saya ingatkan sekali lagi, bagi tenaga kontrak maupun PNS, jangan bapa ibu sekali-kali mencoba memalsukan presensi (absen) kehadiran, karena presensi kehadiran adalah salah satu tolak ukur untuk pembayaran tunjangan kerja, tunjangan sertifikasi dan honor. Karena iu presensi kehadiran adalah salah satu bentuk dokumen negara, artinya bagi bapa ibu yangmemalsukan presnei kehadiran berarti bapak dan ibu telah memalsukan dokumen negera. Karena itu cukup yang 31 orang itu yang diberhentikan, jangan ditambah lagi, kecuali ada lagi yang melakukan kecurangan serupa,”tegasnya. (JP - RSM)