.

.
.

Wednesday, 27 April 2011

Pasien Terinveksi HIV Diusir Paksa Warga

Jambi, BATAKPOS



Seorang pengidap terinveksi HIV berinisial R (30) warga Kelurahan Rawasari, Kecamatan Kotabaru, diusir paksa oleh warga setempat. Perlakuan diskriminasi terhadap orang terinfeksi HIV itu juga digalang oleh ketua rukun tetangga (RT) setempat.

Menurut ibu R, Ro (50), Selasa (26/4) salah satu anggota keluarganya dipanggil oleh ketua RT setempat. Kemudian, ketua RT tersebut meminta agar R dan keluarganya pindah dari rumahnya yang ditempati saat ini.

“Kami sangat sedih. Saya harus merawat anak saya, tapi kami diusir dari sini. Anak saya diketahui terinfeksi HIV sekitar setengah tahun lalu. Beberapa minggu lalu R melahirkan anak melalui operasi caesar. Saat ini, kami butuh ketenangan untuk merawat anak kami. Tapi, justru kami diminta pindah,”kata Ro.

Dirinya juga memohon bantuan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. “Kami menaruh harapan besar HBA bisa membela dirinya. Tempat tinggal kami satu kelurahan dengan Pak HBA, kami sama-sama tinggal di Lorong Haji Ibrahim. Semoga hati beliau terketuk mendengar masalah yang kami hadapi,” katanya.

Ketua RT setempat, Hatta menyatakan warga sudah mengetahui R terinfeksi HIV. “Kepada kami mereka minta hati-hati karena HIV sangat berbahaya, mematikan, belum ada obat, dan gampang menular,” ujarnya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Jambi, Erwan Mujiyo, menyatakan prihatin dengan pengusiran terhadap warga terinfeksi HIV.

“Kami sudah mendapat informasinya. Kami juga sudah mengirimkan utusan untuk menemui ketua RT untuk memberikan pemahaman yang benar soal HIV. Kami juga menyampaikan harapan kepada ketua RT untuk tidak mengusir warga yang terinfeksi ini,” katanya.

Menurut Erwan, pihaknya berencana melakukan sosialisasi tentang HIV di RT tempat tinggal R. “Sepertinya warga belum memahami benar apa itu HIV. Kami berencana akan melakukan sosialisasi di sana,” ujarnya.

Walikota Jambi dr Bambang Priyanto meminta warga yang terinfeksi HIV jangan diusir dari tempat tinggalnya. Ia juga meminta orang terinfeksi HIV diperlakukan secara manusiawi. ruk

Jambi Terancam Tak Ikut PON

Musprovlub Koni Jambi Tersendat

Jambi, BATAKPOS

Pelaksana carateker Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jambi dinilai lambat dalam menggelar musyawarah provinsi luar biasa (Musprovlub) untuk memilih pengurus baru yang definitive paska pengunduran Hazrin Nurdin dari Ketua Umum KONI Jambi dabn sejumlah pengurus lainnya.

Jambi juga terancam tak ikut PON karena belum adanya pengurus KONI Jambi yang defenitif. Pengurus Carateker KONI Jambi juga diminta agar secepatnya melakukan Musdalup terswebut.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) meminta carateker yang ditunjuk pusat untuk menggelar Musprovlub secepatnya. HBA menyatakan kecewa pengurus yang tersisa tidak bersedia melaksanakan Musdalub sehingga KONI tidak memiliki ketua dan pengurus defitinif.

“Apalagi, sebentar lagi Pekan Olahraga Nasional (PON) akan dimulai. Kita akan ikut PON, karena itu perlu secepatnya digelar. Selama ini masyarakat memberikan mandat kepada Hazrin Nurdin sebagai Ketua KONI. Namun karena Hazrin sudah mengundurkan diri mandat tersebut harus dialihkan,”katanya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Jambi, Elieser Wettebosi, meminta agar pengurus caretaker KONI Provinsi Jambi memenuhi permintaan Gubernur Jambi.

“Menurut UU Keolahragaan, gubernur merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah, dan menjadi pembina olahraga di daerah, punya kewenangan mengatur dan menata sistem olahraga di daerah,” ujarnya.

KONI pusat telah menerbitkan SK No 29 Tahun 2011 tanggal 31 Maret 2011 yang isinya mengangkat pengurus caretaker KONI Provinsi Jambi. Terpilih sebagai Ketua Umum adalah Nasrullah Hamka, Sekretaris Umum Indra Armendaris, Bendahara Yos Soemarsono, dan sejumlah pengurus lainnya.

Dalam SK ini disebutkan masa jabatan caretaker hingga Juni 2013. Selain itu, juga tidak ada diktum yang mengharuskan pengurus caretaker melaksanakan Musdalub. ruk

Pemekaran Kabupaten Bungo Berbau Suap di DPRD Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Isu suap menyeruak di DPRD Provinsi Jambi terkait dengan disetujuinya serta direkomendasikannya rencana pemekaran Kabupaten Bungo menjadi dua bagian. Sejumlah oknum anggota dewan menerima suap antara Rp 50 juta hingga Rp 70 juta untuk memuluskan rencana pemekaran tersebut.

Rekomendasi pemekaran itu telah disetujui DPRD Provinsi Jambi dalam sidang paripurna yang digelar Senin (25/4) (Batakpos Selasa 26/4). Surat rekomendasi dukungan itu disinyalir telah mendapat upeti dari Pemerintah Kabupaten Bungo.

Demikian keterangan yang diperoleh BATAKPOS dari Presedium LSM Gerakan Anti Korupsi (Garansi) Ir Nasroel Yasir, Selasa (26/4). Konon rencana pemekaran itu digulirkan Bupati Bungo Zulfikar Ahmad yang kini akan mengakhiri masa tugas selama dua periode menjabat Bupati Bungo.

Disebutkan, Zulfikar Achmad juga diduga menggalang dukungan untuk pemekaran tersebut sehingga dirinya mencalaonkan kembali sebagai Walikota Muara Bungo jika pemekaran terlaksana.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Syahbandar membantah informasi suap tersebut. Dirinya menjamin seluruh anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi tidak menerima suap untuk menjebolkan pemekaran Kabupaten Bungo.

“Itu bohong besar, tidak ada. Dalam dunia politik hal ini sudah biasa dihembuskan, bahkan di negara Indonesia diyakininya hal seperti ini sering terjadi. Kalau berkaca dari anggota DPRD yang dulu kita tidak bisa pungkiri, itu saya tidak mengalami. Yang saya alami di tahun kedua ini di Komisi I tidak ada bagi-bagi uang untuk pengesahan,” katanya.

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan juga menyetujui pemekaran Kabupaten Bungo. Pasalnya, kabupaten tersebut dianggapnya sudah sangat layak untuk dimekarkan.

“Kalau saya sangat setuju, tinggal DPRD saja dan pembahasan di Kemendagri. Kabupaten itu memang sudah layak dikembangkan. Kemendagri yang mengatakan hanya 1 kabupaten tahun ini yang akan di mekarkan di Jambi. Ia memperkirakan maksud Mendagri tersebut adalah kabupaten Bungo,”katanya.

Disebutkan, Kabupaten Bungo secara administrasi sudah memenuhi syarat untuk dimekarkan. Syarat fisik paling sedikit 5 kecamatan untuk pembentukan kabupaten dan 4 kecamatan untuk pembentukan kota sudah terpenuhi oleh Kabupaten Bungo.

Nantinya, Kabupaten Bungo akan dibagi dua. Yakni Kota Muara Bungo yang terdiri dari 5 kecamatan yakni Kecamatan Pasar Muara Bungo, Batin Babeko, Batin III, Bungo Dani, Rimbo Tengah.

Sedangkan untuk Kabupaten Bungo terdiri dari 12 kecamatan yakni Tanah Tumbuh, Pelepat, Rantau Panda, Tanah Sepenggal, Jujuhan, Pelepat ilir, Muko-Muko Batin VII, Limbur Lubuk Mengkuang, Batin III Ulu, Batin II Pelayangan, Tanah Sepenggal Lintas, Jujuhan Ilir. ruk

Pemekaran Kabupaten Bungo Berbau Suap di DPRD Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Isu suap menyeruak di DPRD Provinsi Jambi terkait dengan disetujuinya serta direkomendasikannya rencana pemekaran Kabupaten Bungo menjadi dua bagian. Sejumlah oknum anggota dewan menerima suap antara Rp 50 juta hingga Rp 70 juta untuk memuluskan rencana pemekaran tersebut.

Rekomendasi pemekaran itu telah disetujui DPRD Provinsi Jambi dalam sidang paripurna yang digelar Senin (25/4) (Batakpos Selasa 26/4). Surat rekomendasi dukungan itu disinyalir telah mendapat upeti dari Pemerintah Kabupaten Bungo.

Demikian keterangan yang diperoleh BATAKPOS dari Presedium LSM Gerakan Anti Korupsi (Garansi) Ir Nasroel Yasir, Selasa (26/4). Konon rencana pemekaran itu digulirkan Bupati Bungo Zulfikar Ahmad yang kini akan mengakhiri masa tugas selama dua periode menjabat Bupati Bungo.

Disebutkan, Zulfikar Achmad juga diduga menggalang dukungan untuk pemekaran tersebut sehingga dirinya mencalaonkan kembali sebagai Walikota Muara Bungo jika pemekaran terlaksana.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Syahbandar membantah informasi suap tersebut. Dirinya menjamin seluruh anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi tidak menerima suap untuk menjebolkan pemekaran Kabupaten Bungo.

“Itu bohong besar, tidak ada. Dalam dunia politik hal ini sudah biasa dihembuskan, bahkan di negara Indonesia diyakininya hal seperti ini sering terjadi. Kalau berkaca dari anggota DPRD yang dulu kita tidak bisa pungkiri, itu saya tidak mengalami. Yang saya alami di tahun kedua ini di Komisi I tidak ada bagi-bagi uang untuk pengesahan,” katanya.

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan juga menyetujui pemekaran Kabupaten Bungo. Pasalnya, kabupaten tersebut dianggapnya sudah sangat layak untuk dimekarkan.

“Kalau saya sangat setuju, tinggal DPRD saja dan pembahasan di Kemendagri. Kabupaten itu memang sudah layak dikembangkan. Kemendagri yang mengatakan hanya 1 kabupaten tahun ini yang akan di mekarkan di Jambi. Ia memperkirakan maksud Mendagri tersebut adalah kabupaten Bungo,”katanya.

Disebutkan, Kabupaten Bungo secara administrasi sudah memenuhi syarat untuk dimekarkan. Syarat fisik paling sedikit 5 kecamatan untuk pembentukan kabupaten dan 4 kecamatan untuk pembentukan kota sudah terpenuhi oleh Kabupaten Bungo.

Nantinya, Kabupaten Bungo akan dibagi dua. Yakni Kota Muara Bungo yang terdiri dari 5 kecamatan yakni Kecamatan Pasar Muara Bungo, Batin Babeko, Batin III, Bungo Dani, Rimbo Tengah.

Sedangkan untuk Kabupaten Bungo terdiri dari 12 kecamatan yakni Tanah Tumbuh, Pelepat, Rantau Panda, Tanah Sepenggal, Jujuhan, Pelepat ilir, Muko-Muko Batin VII, Limbur Lubuk Mengkuang, Batin III Ulu, Batin II Pelayangan, Tanah Sepenggal Lintas, Jujuhan Ilir. ruk

Gubernur Jambi Minta RT Peka Terhadap Isu Teroris dan Lingkungan

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs H. Hasan Basri Agus meminta seluruh Rukun Tetangga (RT) peka terhadap isu terorisme yang kini tengah marak di Indonesia. Persoalan terorisme serta kebersihan lingkungan permukiman kerap menjadi masalah besar dalam menciptakan kenyamanan warga. Sehingga ketua-ketua RT diminta untuk mengenali warganya.

Kemudian ketua RT juga diharapkan sebagai ujung tombak dan motivator dalam menjaga ketentraman warga serta kebersihan lingkungan.

Hal itu dikatakan Hasan Basri Agus (HBA) saat menerima Pengurus Forum RT Kota Jambi di ruang kerjanya, Selasa (26/4) untuk melakukan dialog. HBA meminta agar ketua-ketua RT lebih aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Banyak pesan-pesan yang saya sampaikan kepada forum RT ini, yang sasarannya kepada ketua-ketua RT. Sebab kita ketahui RT adalah termasuk jajaran organisasi kemasyarakatan yang terdepan betul-betul mengetahui kondisi masyarakatnya,”katanya.

Disebutkan, isu terorisme termasuk terror bom kini tengah melanda Pulau Jawa. Dirinya berharap isu terorisme dan terror bom tidak terjadi di Provinsi Jambi. Peran aktif ketua-ketua RT sangat diharapkan gunan mempersempit ruang gerak pelaku terorisme.

Disisi lain HBA menyatakan, terdapat 34.000 kepala keluarga masyarakat Provinsi Jambi yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan putus sekolah. Provinsi Jambi terus berupaya guna mengentaskan kemiskinan tersebut dengan salah satunya program satu Kecamatan Satu Miliar (Samisake).

Ketua RT, diminta juga untuk membuat peta rumah di lingkungan RTnya yang sangat berguna memberikan pertolongan bila terjadi bencana kebakaran atau lainnya dan juga untuk memudahkan dalam mengenali warganya.

Gubernur Jambi sangat mengharapkan forum RT yang telah dibentuk sewaktu HBA masih menjadi Sekda Kota Jambi ini bisa memfungsikan RT-RTnya yang dapat mendukung program Jambi EMAS sehingga menjadi kenyataan.

Ketua Forum RT Kota Jambi, Mardjani mengatakan, sejak didirikan beberapa tahun yang lalu, sewaktu HBA masih menjabat Sekda Kota Jambi, dalam perjalannya sempat terjadi kepakuman, namun saat ini keberadaan forum RT dicoba kembali untuk dihidupkan.

“Mengingat keberadaan forum ini sangat membantu kelancaran pemerintahan di tingkat RT, karena ketua RT merupakan ujung tombak aparat desa yang memang langsung bersentuhan dengan masyarakat di lingkungannya. Sebanyak 1460 RT di Kota Jambi mendukung penuh apa yang menjadi program Jambi EMAS, karena juga berkaitan dengan program Jambi Bernas Kota Jambi,”katanya. ruk

Gubernur Jambi Minta RT Peka Terhadap Isu Teroris dan Lingkungan

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs H. Hasan Basri Agus meminta seluruh Rukun Tetangga (RT) peka terhadap isu terorisme yang kini tengah marak di Indonesia. Persoalan terorisme serta kebersihan lingkungan permukiman kerap menjadi masalah besar dalam menciptakan kenyamanan warga. Sehingga ketua-ketua RT diminta untuk mengenali warganya.

Kemudian ketua RT juga diharapkan sebagai ujung tombak dan motivator dalam menjaga ketentraman warga serta kebersihan lingkungan.

Hal itu dikatakan Hasan Basri Agus (HBA) saat menerima Pengurus Forum RT Kota Jambi di ruang kerjanya, Selasa (26/4) untuk melakukan dialog. HBA meminta agar ketua-ketua RT lebih aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Banyak pesan-pesan yang saya sampaikan kepada forum RT ini, yang sasarannya kepada ketua-ketua RT. Sebab kita ketahui RT adalah termasuk jajaran organisasi kemasyarakatan yang terdepan betul-betul mengetahui kondisi masyarakatnya,”katanya.

Disebutkan, isu terorisme termasuk terror bom kini tengah melanda Pulau Jawa. Dirinya berharap isu terorisme dan terror bom tidak terjadi di Provinsi Jambi. Peran aktif ketua-ketua RT sangat diharapkan gunan mempersempit ruang gerak pelaku terorisme.

Disisi lain HBA menyatakan, terdapat 34.000 kepala keluarga masyarakat Provinsi Jambi yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan putus sekolah. Provinsi Jambi terus berupaya guna mengentaskan kemiskinan tersebut dengan salah satunya program satu Kecamatan Satu Miliar (Samisake).

Ketua RT, diminta juga untuk membuat peta rumah di lingkungan RTnya yang sangat berguna memberikan pertolongan bila terjadi bencana kebakaran atau lainnya dan juga untuk memudahkan dalam mengenali warganya.

Gubernur Jambi sangat mengharapkan forum RT yang telah dibentuk sewaktu HBA masih menjadi Sekda Kota Jambi ini bisa memfungsikan RT-RTnya yang dapat mendukung program Jambi EMAS sehingga menjadi kenyataan.

Ketua Forum RT Kota Jambi, Mardjani mengatakan, sejak didirikan beberapa tahun yang lalu, sewaktu HBA masih menjabat Sekda Kota Jambi, dalam perjalannya sempat terjadi kepakuman, namun saat ini keberadaan forum RT dicoba kembali untuk dihidupkan.

“Mengingat keberadaan forum ini sangat membantu kelancaran pemerintahan di tingkat RT, karena ketua RT merupakan ujung tombak aparat desa yang memang langsung bersentuhan dengan masyarakat di lingkungannya. Sebanyak 1460 RT di Kota Jambi mendukung penuh apa yang menjadi program Jambi EMAS, karena juga berkaitan dengan program Jambi Bernas Kota Jambi,”katanya. ruk

Ratusan Rumah di Sarolangun Diterjang Banjir

Jambi, BATAKPOS

Ratusan rumah warga di Kecamatan Limun dan Kecamatan Cermin nan Gedang terendam diterjang banjir. Banjir tersebut akibat luapan air Sungai Batang Asai dan Batang Limun yang bermuara di perbatasan dua kecamatan tersebu.

Bupati Sarolangun, Drs H Cek Endra kepada wartawan di Sarolangun, Selasa (26/4) mengatakan, jalan lintas dari Kecamatan Limun Desa Pulau Pandan dan Kecamatan Cermin Nan Gedang Desa Lubuk Resam Hilir terputus dan ratusan rumah terendam.

Disebutkan, desa yang terendam banjir yakni di Kecamatan CNG Desa Tendah 13 rumah, Kecamatan Limun Desa Muara Limun 214 rumah, Desa Pulau Pandan di RT 6 sebanyak 53 rumah dan RT 7 sebanyak 43 rumah, seluruhnya 300 rumah.

Sementara lahan pertanian warga yang terendam banjir yakni di Desa Muara Limun 100 hektare, Desa Mangkadai 5,5 hektare, Tanjung Putus 1,5 hektare dan Desa Kait-Kait 2 hektare.

“Banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun kali ini karena sejak Minggu (24/4) hujan Selasa (26/4) pagi diguyur hujan lebat di daerah hulu Sarolangun seperti Batang Asai dan Bukit Bulan,”katanya.

Bupati dan Sekda menyerahkan bantuan gawat darurat mengatasnamakan Pemkab Sarolangun untuk korban banjir. Bantuan yang diserahkan berupa beras dan makanan ringan seperti mie instan dan susu kaleng. ruk

Ratusan Rumah di Sarolangun Diterjang Banjir

Jambi, BATAKPOS

Ratusan rumah warga di Kecamatan Limun dan Kecamatan Cermin nan Gedang terendam diterjang banjir. Banjir tersebut akibat luapan air Sungai Batang Asai dan Batang Limun yang bermuara di perbatasan dua kecamatan tersebu.

Bupati Sarolangun, Drs H Cek Endra kepada wartawan di Sarolangun, Selasa (26/4) mengatakan, jalan lintas dari Kecamatan Limun Desa Pulau Pandan dan Kecamatan Cermin Nan Gedang Desa Lubuk Resam Hilir terputus dan ratusan rumah terendam.

Disebutkan, desa yang terendam banjir yakni di Kecamatan CNG Desa Tendah 13 rumah, Kecamatan Limun Desa Muara Limun 214 rumah, Desa Pulau Pandan di RT 6 sebanyak 53 rumah dan RT 7 sebanyak 43 rumah, seluruhnya 300 rumah.

Sementara lahan pertanian warga yang terendam banjir yakni di Desa Muara Limun 100 hektare, Desa Mangkadai 5,5 hektare, Tanjung Putus 1,5 hektare dan Desa Kait-Kait 2 hektare.

“Banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun kali ini karena sejak Minggu (24/4) hujan Selasa (26/4) pagi diguyur hujan lebat di daerah hulu Sarolangun seperti Batang Asai dan Bukit Bulan,”katanya.

Bupati dan Sekda menyerahkan bantuan gawat darurat mengatasnamakan Pemkab Sarolangun untuk korban banjir. Bantuan yang diserahkan berupa beras dan makanan ringan seperti mie instan dan susu kaleng. ruk

Tuesday, 26 April 2011

Pelaksanaan UN SMP di Jambi Berjalan Lancar

Hari Pertama

Jambi, BATAKPOS

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama tingkat SMP sederajat, Senin (25/4) berjalan lancer dan tertib. Sebanyak 49.403 siswa di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi melaksanakan UN di 82 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Sementara di Kota Jambi terdapat 9480 siswa setingkat SMP/sederajat sebagai peserta UN.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Kota Jambi, Sukarman, Senin (25/4) mengatakan, peserta UN di Kota Jambi antara lain SMP negeri 5571 siswa, SMP swasta 2153 siswa, MTS negeri 834 siswa dan MTS swasta 902 siswa.

Pelaksanaan UN hari pertama bidang studi Bahasa Indonesia dan UN SMP dilaksanakan selama 4 hari. UN tingkat SMP juga akan diawasi oleh pengawas silang dari tiap sekolah di Kota Jambi. Kemudian juga ada pengawas dari perguruan tinggi.

Soal UN terdiri dari 5 variasi soal, sehingga terjadinya kebocoran soal kemungkinannya sangat kecil sekali. Diharapkannya kepada siswa untuk tak mempercayai bila ada pihak yang memberikan kunci jawaban. Karena bila mempercayai kunci soal, siswa bisa gagal dalam UN. ruk

Polisi Selidiki Pemilik Tiga Hektar Lahan Ganja di Kerinci

Jambi, BATAKPOS

Polres Kerinci hingga kini masih mencari dan menyelidiki siapa pemilik tiga hektar lahan ganja di Desa Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci. Polres Kerinci telah memusnahkan ribuan batang pohon ganja tersebut. Sementara pemilik kebun hingga kini masih dalam pencarian.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Senin (25/4) mengatakan, Kapolres Kerinci, AKBP Hastho Rahardjo memimpin langsung operasi tersebut. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya Polres Kerinci tiba di lokasi dan menemukan ladang ganja.

Disebutkan, jajaran Polres Kerinci menempuh 14 jam perjalanan sampai ke lokasi, dengan melewati 47 lapis bukit. Diketahui luas ladang ganja tersebut mencapai hampir 3 hektar dengan jumlah batang lebih kurang 20 ribu batang.

Sementara tinggi batang mencapai sekitar 2,5 meter. Diperkirakan umur ganja ini sudah mencapai 6 bulan dan siap panen. Polres Kerinci menunrunkan 85 orang personil yang kemudian ditambah dengan 1 pleton Brimob langsung melakukan pemusnahan ganja tersebut Kamis (21/04) sore.

“Setiap personil membawa 4 batang ganja ke bawah, untuk dijadikan barang bukti, selebihnya kita musnahkan di lokasi dengan dibakar. Ladang ganja tersebut milik warga berinisial B, hanya saja identitas lengkap tersangka belum bisa disebutkan. Dari hasil penyelidikan dan informasi dari masyarakat, tersangka B masih dicari,”katanya. ruk

BKOW Diminta Wujudkan Jambi Emas 2015

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs.Hasan Basri Agus, MSi, berharap peningkatan peran organisasi perempuan Provinsi Jambi dalam menyukseskan Jambi Emas 2015. Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) diharapkan menjadi garda terdepan untuk menghimpun kekuatan para perempuan, yang memiliki kedudukan dan peran strategis dalam pembangunan.

Hal itu disampaikan Hasan Basri Agus usai membuka secara resmi seminar Peran Organisasi Perempuan Mensukseskan Milennium Development Goals (MDG’s), Senin (25/4) bertempat di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi. Hadir sebagai narasumber seminar ini ketua Kowani Dr.Dewi Motik,MSi.

“Harapan saya kepada BKOW agar peranan mereka dalam rangka menyukseskan program-program Jambi Emas 2015 mendatang cukup besar terhadap mereka. Karena jumlah mereka yang banyak dan biasanya suara para ibu ini cepat disampaikan dan didengar,” katanya.

Ketua TP PKK yang sekaligus Ketua Penasehat BKOW Hj.Yusniana Hasan Basri menegaskan bahwa acara ini merupakan peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang MDG’s serta untuk mengetahui bagaimana kendala dan hambatan dalam pencapaiannya.

Sementara itu Dr.Dewi Motik Pramono,MSi dalam seminar tersebut menyatakan bahwa untuk mewujudkan MDGs peran organisasi perempuan harus dimulai dari diri sendiri dengan membuat konsep yang rapi dan dapat diimplementasikan dalam program yang sesuai dengan skala prioritas yang dapat distandarisasikan.

“Selain tu setiap program yang telah dilaksanakan harus dievaluasi, setiap apa yang telah direncanakan harus dibarengi dengan aksi yang nyata, dan setiap organisasi harus bekerjasama dan saling mendukung. Kegiatan yang dilakukan untuk dapat berkembang juga harus memperhatikan lingkungan bukan saja sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia,”katanya. ruk

Wagub Jambi : Otonomi Daerah Bukan Kerja Sendiri-sendiri

Jambi, BATAKPOS

Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Fachrori Umar mengatakan era otonomi daerah (Otda) ini pemerintah provinsi dan kabupaten tidak bekerja sendiri sendiri. Otda harus dapat meningkatkan kerjasama yang saling menghargai untuk mencapai berbagai kebijakan yang diperuntukkan bagi kemajuan Provinsi Jambi.

Hal itu diutarakan Fachrori Umar saat memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XV dan sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Satuan Perlindungan Masyarakat, Senin (25/4) bertempat di lapangan kantor Gubernur Jambi.

Disebutkan, dalam pelaksanaan otonomi daerah, sering muncul raja-raja kecil di daerah, sehingga sering terjadi mis komunikasi dalam penerapan program antara kabupaten/kota dan provinsi.

Wagub membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Gamawan Fauzi yang menyatakan bahwa otonomi daerah telah memberikan solusi untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah.

Daerah diberikan kesempatan yang luas mengembangkan kreativitas dan inovasinya. Dalam kurun waktu satu dasawarsa pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih dinamis, ekonomi daerah yang tumbuh berkembang lebih maju, dengan berasiskan potensi sumberdaya, dan kearifan lokal masing-masing daerah. ruk

Kabupaten Bungo Mau Dimekarkan

Jambi, BATAKPOS

DPRD Provinsi Jambi menyetujui usulan pemekaran Kabupaten Muarobungo menjadi dua, Kota Muaro Bungo dan Kabupaten Bungo. Rekemondasi itu telah di bahas dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, enin (25/4). Wakil Gubernur Jambi (Wagub), Drs. H. Fachrori Umar dan Bupati Bungo Zulfikar Achmad turut hadir pada sidang tersebut.

Menurut Zulfikar Achmad, sesuai dengan pasal 5 UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah harus memenuhi syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayahan. Syarat administratif meliputi adanya persetujuan DPRD kabupaten/kota yang bersangkutan, persetujuan DPRD Provinsi dan Gubernur serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri.

Disebutkan, syarat teknis meliputi faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial, budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah, syarat fisik paling sedikit 5 kecamatan untuk pembentukan kabupaten, dan 4 kecamatan untuk pembentukan kota, lokasi, calon ibukota, sarana, dan prasarana.

“Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Pemda Bungo bekerja sama dengan CV. JAFFSINDO bahwa pemekaran Kabupaten Bungo dan Kota Muara Bungo dapat dibentuk sesuai dengan kemampuan dan persyaratan yang ada,”katanya.

Usulan pemekaran Kabupaten Bungo menjadi Kota Muara Bungo dan Kabupaten Bungo yang selanjutnya dituangkan dalam keputusan DPRD Provinsi Jambi yang telah disetujui. ruk

Monday, 25 April 2011

Saut Hilser Sihite Pasrah Divonis Satu Tahun Penjara

Jambi, BATAKPOS

Mantan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Jambi, Ir Saut Hilser Sihite pasrah divonis hukuman satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya, yakni 1,6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta, subsidair 3 bulan kurungan.

Hal yang menjadi pertimbangan bagi majelis, yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa oleh majelis hakim dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tidak pidana korupsi.

Kemudian hal yang meringankan, terdakwa menyesalai perbuatannya, telah mengembalikan kerugian negara, masih mempunyai tanggungan keluarga. Selain itu, dana yang berasal dari SPPD fiktif tersebut, sebagiannya digunakan untuk keperluan kantor. Jika denda Rp 50 juta tidak dibayarkan, maka diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan.

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketui Hidayat Hasyim, Selasa (19/4) menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sesuai dengan dakwaan subsidair jaksa penuntut sebelumnya, melanggar pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, dan telah diubah dan ditamah dengan UU Nomor 20 tahun 2011 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kita sudah berupaya, baik melalui pengembalian kerugian negara maupun penyampaikan pembelaan. Mungkin ini merupakan konsekuensi bagi saya,” kata mantan Calon Wakil Bupati di Humbang Hasundutan tahun 2004 lalu.

Sementara penasehat hukumnya, Naikman Malau,SH, mengatakan vonis dijatuhkan majelis hakim sudah cukup minimal. Sehingga ia belum melihat kemungkinan untuk melakukan upaya hukum banding. ruk

Saut Hilser Sihite Pasrah Divonis Satu Tahun Penjara

Jambi, BATAKPOS

Mantan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Jambi, Ir Saut Hilser Sihite pasrah divonis hukuman satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya, yakni 1,6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta, subsidair 3 bulan kurungan.

Hal yang menjadi pertimbangan bagi majelis, yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa oleh majelis hakim dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tidak pidana korupsi.

Kemudian hal yang meringankan, terdakwa menyesalai perbuatannya, telah mengembalikan kerugian negara, masih mempunyai tanggungan keluarga. Selain itu, dana yang berasal dari SPPD fiktif tersebut, sebagiannya digunakan untuk keperluan kantor. Jika denda Rp 50 juta tidak dibayarkan, maka diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan.

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketui Hidayat Hasyim, Selasa (19/4) menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sesuai dengan dakwaan subsidair jaksa penuntut sebelumnya, melanggar pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, dan telah diubah dan ditamah dengan UU Nomor 20 tahun 2011 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kita sudah berupaya, baik melalui pengembalian kerugian negara maupun penyampaikan pembelaan. Mungkin ini merupakan konsekuensi bagi saya,” kata mantan Calon Wakil Bupati di Humbang Hasundutan tahun 2004 lalu.

Sementara penasehat hukumnya, Naikman Malau,SH, mengatakan vonis dijatuhkan majelis hakim sudah cukup minimal. Sehingga ia belum melihat kemungkinan untuk melakukan upaya hukum banding. ruk

Dana Pemutihan Pajak Kenderaan Capai Rp 18 Miliar

Jambi, BATAKPOS

Dana pemutihan kendaraan bermotor yang sudah masuk ke kas daerah Provinsi Jambi sudah menembus angka Rp 18 miliar. Angka itu tercatat tertanggal hingga 6 April lalu.

Sekretaris Dinas Pendapatan Provinsi Jambi, Masheruddin mengatakan, jumlah tersebut hamper 50 persen dari tunggakan pajak kenderaan yang ada di Provinsi Jambi. Saat ini, tunggakan yang mencapai 500 ribu lebih kendaraan, sementara yang membayar baru mencapai 54.380 ribu kendaraan.

“Hasil ini memang masih jauh dari target yang diinginkan. Karena itu pemutihan pajak kenderaan diperpanjang hingga 6 Juni mendatang. Usai pelaksanaan pemutihan, kami akan melakukan verivikasi ulang tentang data kendaraan di Proivinsi Jambi,”katanya. ruk

Pemilik 8 Ons Sabu-sabu Masih Diperiksa Polisi

Jambi, BATAKPOS

Joni Ruso (42), tersangka pemilik barang bukti sabu sabu seberat 8 ons yang berhasil disita Satuan Narkoba Polresta Jambi hingga Rabu (20/4) masih diperiksa intensif di Mapolda Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah mengatakan sabu-sabu ini milik tersangka Joni Ruso yang telah lama dikenal sebagai bandar sabu-sabu. Joni diamankan di kawasan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Senin (19/4) malam.

Disebutkan, rumah yang menjadi target penggerebakan dilengkapi dengan kamera CCTV. Namun, karena sudah yakin rumah tersebut menjadi tempat jual beli sabu-sabu, aparat pun langsung merangsek masuk.

Sabu-sabu seberat 8 ons yang dibungkus dalam plastik ditemukan di dalam rumah. Polisi juga menyita telepon genggam dan alat hisap sabu atau bong. Aparat juga mengamankan rekaman kamera CCTV.

Harga jual paket sabu-sabu ukuran 1 ons memiliki harga jual Rp 120 juta, sehingga untuk 8 ons ini total harganya mencapai hampir Rp 1 miliar. Ssabu-sabu ini dipasok seorang bandar besar sabu-sabu di Jakarta.

Tangkapan besar ini merupakan kado bagi Dirnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Edi Iswanto yang kemarin dilantik menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi. ruk

Kejati Jambi Didesak Usut Penggelapan Dana Kas Pramuka Sebesar Rp 167 Miliar

Jambi, BATAKPOS

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sembilan Jambi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi untuk segera mengusut penggelapan danma kas Kwarda Pramuka Provinsi Jambi sebesar Rp 167,2 miliar. Dana tersebut bersumber dari usaha perkebunan kelapa sawit yang dikelola Kwarda Provinsi Jambi.

Ketua LMS Sembilan Jambi, Damhuri, Rabu (20/4) mengatakan, kebocoran dana Pramuka yang bersumber dari hasil pengelolaan perkebunan sawit yang dikelola Kwarda Pramuka Provinsi Jambi diduga semakin membesar.

“Angka sebesar Rp 167,2 miliar itu kita hitung sejak perkebunan sawit panen perdana pada tahun 1996. Saat itu perkebunan sudah dikelola Kwarda Pramuka Jambi. Pola perhitungannya, satu batang sawit mampu menghasilkan 100 kg, sementara 1 hektarenya paling sedikit ditanami 100 batang sawit. Artinya, dengan 400 ha lahan sawit setiap bulannya mampu menghasilkan 4 ribu ton sawit,”katanya.

Menurut Damhuri, dalam bukti-bukti yang ditemukan setiap bulannya terjadi kebocoran sekitar Rp 400 jutaan. Kebocoran itu dalam bentuk mark up ataupun ada yang tidak dilengkapi bukti-bukti.

Disebutkan, harga sawit diasumsikan perkilonya hanya Rp 1.000 saja, artinya dalam satu bulan kebun sawit seluar 400 hektare tersebut mampu menghasilkan keuntungan Rp 4 miliar.

Menurut Damhuri, pola pembagian keuntunagn antara Kwarda Pramuka Jambi mendapatkan 40 persen dan PT Inti Indosawit Subur (IIS) sebagai pengelola perkebunan sawit itu mendapatkan keuntungan 60 persennya.

“Setiap bulan Kwarda Jambi mempunyai keuntungan seharusnya, minimal Rp 1,6 miliar. Lantas jika dari tahun 1996 atau sekitar 108 bulan, pemasukan sudah bisa mencapai Rp 172,8 miliar. Tapi setalah kita hitung uang Rp 167,2 yang hilang tidak tahu kemana. Itu yang kita pertanyakan,”katanya.

Selama ini, Kwarda Pramuka Jambi tidak pernah mengeluarkan dana untuk kegiatan. Pasalnya, semua kegiatan Kwarda Pramuka Jambi menggunakan dana APBD Provinsi Jambi. Buktinya, sejumlah inventaris kantor yang ada berlambang asset pemerintah,”ujarnya.

“Kita minta Inspektorat mengaudit keuangan Kwarda yang bersumber dari perkebunan sawit itu sejak panen perdana 1996 dulu. Hasil Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar yang pernah diberitakan media, terlalu kecil untuk ukuran kebun seluar 400 hektare tersebut,”katanya.

Pihak LSM Sembilan Jambi juga agar Pemerintah Provinsi Jambi merekomendasikan penggelapan dana kas Kwarda Pramuka Jambi tersebut ke aparat hokum.

Sementara itu, pihak Inspektorat Provinsi Jambi sudah mempersiapkan data dan rekomendasi ke Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) terkait dugaan penyimpangan dana Pramuka tersebut.

Kepala Inspektorat Provinsi Jambi, Erwan Malik, mengatakan, semua rekomendasi yang akan disampaikan ke Gubernur Jambi sudah selesai dibuat. “Rekomendasinya tinggal diserahkan saja kepada Gubernur Jambi. Hari ini akan diserahkan,”katanya.

Bendahara Kwarda Pramuka Provinsi Jambi, Sepdinal mengatakan, pihaknya menunggu hasil rekomendasi tersebut. Sepdinal menolak memberikan penjelasan kepad wartawan terkait dengan kebocoran dana kas pramuka tersebut. ruk

Jembatan Timbang Kurang Maksimal Atasi Kerusakan Jalan

Jambi, BATAKPOS

Pembangunan Jembatan Timbang dinilai kurang maksimal dalam mengatasi kerusakan jalan di Provinsi Jambi. Kerusakan jalan disebabkan berbagai factor, salah satunya kualitas pekerjaan jalan serta jalan yang tidak memiliki drainase yang memadai.

Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Provinsi Jambi, Ir Bernhard Panjaitan MM kepada BATAKPOS, Rabu (20/4) mengatakan, jembatan timbang bukanlah solusi satu-satunya mengatasi kerusakan jalan di Provinsi Jambi.

“Persoalan kerusakan jalan disebabkan banyak faktor. Selain beban kendaraan, pertama karena genangan air yang ada di jalan. Jika air tergenang, kendaraan biasa saja bisa merusak jalan. Kemudian faktor tersumbatnya drainase juga menjadi penyebab kerusakan jalan,”kata mantan Kabid Bina Marga PU Provinsi Jambi ini.

Disebutkan, jika drainase tersumbat, air akan melimpah ke jalan, sehingga kendaraan yang lalu lalang bisa menyebabkan kerusakan jalan. Faktor lainnya adalah faktor cuaca. Masalahnya, hujan dan panas juga berpengaruh terhadap ketahanan aspal jalan.

“Namun di balik itu semua, yang jelas, faktor perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan menjadi penentu ketahanan jalan. Saat ini banyak perencanaan yang kurang matang dalam pembangunan jalan ditambah lagi dengan kontraktor nakal yang membangun jalan asal-asalan,”katanya.

Menurut Bernhard Panjaitan, banyak jalan yang tidak tahan terhadap beban kendaraan. Kondisi jalan-jalan di Jambi memang sudah banyak yang tidak layak lagi. Dari awal pembangunan pada puluhan tahun silam, hingga saat ini belum ada pembangunan baru.

“Selama ini hanya dana perawatan saja yang ada tiap tahunnya. Kapasitas beban jalan selalu mengalami penyusutan. Karena itu apabila ada kendaraan berat yang melintas, jalan menjadi hancur. Seharusnya, jalan ini setiap 4 tahun sekali ada pembangunan baru, tapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada. Hanya perawatan saja,”ujarnya.

Kondisi jalan saat ini di Provinsi Jambi diperparah dengan banyak kendaraan yang melintas jalan seperti kendaraan pengangkut batubara, CPO dan angkutan berat lainnya yang selalu melanggar aturan.

Sementara 4 jembatan timbang yang ada di Provinsi Jambi, belum bisa difungsikan dengan optimal. Pasalnya, infrastruktur pendukung masih kurang memadai. Contohnya saja, tempat bongkar untuk kendaraan melebihi muatan.

Kabid Binamarga PU Provinsi Jambi, Asmardjani mengatakan, faktor kerusakan jalan karena kendaraan yang melebihi muatan.

“Jalan di Provinsi Jambi hanya berkapasitas 8 ton, tapi yang lewat lebih dari 20 ton. Sekarang 65 persen jalan provinsi rusak, dan 35 persen jalan nasional juga rusak parah,”katanya. ruk

Wednesday, 20 April 2011

Provinsi Jambi Tak Miliki Daftar Perusahaan Pertambangan di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi hingga kini belum memiliki daftar perusahaan pertambangan yang beroperasi di Provinsi Jambi. Bahkan Pemprov Jambi hanya mendapatkan royalti perusahaan pertambangan selama tahun 2010 hanya Rp 10 miliar.

Perusahaan pertambangan batu bara dan emas di Jambi yang beroperasi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi tidak memiliki ijin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Jambi.

Selain itu DPRD Provinsi Jambi juga tak memiliki dana untuk melakukan pengawasan ratusan perusahaan pertambangan di Provinsi Jambi. Pengawasan dari dewan terhadap perusahaan pertambangan di Jambi nyaris tak ada.

Demikian rangkuman pendapat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Ir Syahrasaddin, M.Si dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal pada acara sosialisasi rencana penggunaan kawasan hutan untuk explorasi tambang emas dan batu bara oleh PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Selasa (19/4).

Menurut Syahrasaddin, seluruh instansi terkait untuk menginventarisir jumlah perusahaan pertambangan yang ada di Provinsi Jambi. Mengingat Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Provinsi Jambi, diharapkan pendapatan asli daerah dari royalti perusahaan itu lebih maksimal.

Disebutkan, dengan adanya pertambangan yang dilakukan PT Aneka Tambang di Kabupaten Tebo, Sarolangun dan Merangin, diharapkan dari hasil eksploitasi diharapkan royalti maksimal untuk PAD Jambi.

“Kita berharap PAD dari royalti perusahaan pertambangan di Provinsi Jambi bisa mencapai Rp 50 miliar pertahun. Pihak kita akan melakukan pendataan perusahaan pertambangan di Provinsi Jambi sehingga bisa dipantau omset yang dihasilkan,”katanya.

Sekda Syahrasaddin juga meminta seluruh instansi terkait untuk melakukan tinjauan lapangan sebelum memberikan ijin eksploitasi kepada perusahaan pertambangan. Dirinya juga meminta kewajiban jaminan yang harus diberikan perusahaan terkait dengan reboisasi terhadap lahan yang digarap.

Sementara itu, Devisi Maneger PT Aneka Tambang, Made Surata mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan sosialisasi terkait dengan ijin eksploitasi pertambangan emas dan batu bara di tiga kabupaten di Provinsi Jambi.

Menurutnya, pihaknya telah mendapatkan ijin explorasi tambang emas dan batu bara di tiga kabupaten tersebut. Kini pihaknya tengah melakukan sosialisasi untuk mendapatkan ijin eksploitasi ketiga lokasi pertambangan tersebut kepada pemerintah terkait di Provinsi Jambi. ruk

PT Aneka Tambang Tbk Akan Eksploitasi Hutan di Jambi Seluas 42.447 Hektar

Jambi, BATAKPOS

PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk akan melakukan eksploitasi 23.240 hektar (ha) luas lahan hutan di Provinsi Jambi untuk tambang batu bara dan emas. Total lahan keseluruhan yang telah mendapatkan ijin explorasi yakni total 42.447 ha yang tersebar di Kabupaten Merangin, Tebo dan Sarolangun.

Kini PT Aneka Tambang tengah melakukan sosialisasi kepada instansi terkait di Provinsi Jambi untuk mendapatkan ijin eksploitasi luas lahan tersebut. Luas lahan eksploitasi tambah emas seluas 17.616 ha di Merangin dan Sarolangun.

Demikian dikatakan Devisi Maneger PT Aneka Tambang, Made Surata pada acara sosialisasi rencana penggunaan kawasan hutan untuk explorasi tambang emas dan batu bara oleh PT Aneka Tambang (ANTAM) di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Selasa (19/4).

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Ir Syahrasaddin, M.Si, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal, dan pejabat instansi terkait lainnya.

Made mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan sosialisasi terkait dengan ijin eksploitasi pertambangan emas dan batu bara di tiga kabupaten di Provinsi Jambi.

Menurutnya, pihaknya telah mendapatkan ijin explorasi tambang emas dan batu bara di tiga kabupaten tersebut. Kini pihaknya tengah melakukan sosialisasi untuk mendapatkan ijin eksploitasi ketiga lokasi pertambangan tersebut kepada pemerintah terkait di Provinsi Jambi. ruk

Lokasi explorasi sesuai SK Bupati Merangin No 185/ESDM/2010 tanggal 24 Mei 2010 total luas kurang lebih 22.543 ha dengan tambang emas dan batu bara. Berada dalam kawasan hutan seluas 7.865 ha dan di luar kawasan hutan (APL) seluas 14.678 ha.

Untuk tambang emas seluas 7.633 hektar (Ha). Sesuai dengan fungsinya terdiri dari Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 4.176,77 ha lokasi di (Bukit Lubuk Pekak).

Kemudian Hutan Lindung (HL) seluas 3.456, 23 ha di Bukit Muncung Gunung Gamut yang berada dalam wilayah Kecamatan Sungai Tenang. Untuk tambang batu bara seluas 14.910 ha dan terdapat di Hutan Produksi Tetap (HP) kurang lebih 232 ha di Sungai Manau serta di areal penggunaan lain (APL) seluas kurang lebih 14.678 ha yang berada di wilayah Kecamatan Renah Pembarep, Kab Merangin.

Kemudian di Kabupaten Tebo sesuai SK Bupati No 138 tahun 2010 tanggal 10 Maret 2010 dengan total luas 9.921,74 ha dan berada di kawasan hutan seluas 5.408,06 ha serta di luar kawasan hutan (APL) seluas 4.503, 68 ha dengan rincian masuk dalam kawasan hutan produksi tetap seluas 2.024,21 ha dan dalam areal penggunaan lain (APL) seluas 2.024,21 ha terletak di wilayah Kecamatan Tebo Tengah.

Ijin tambang batu bara milik PT Antam di wilayah Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo memiliki luas 4.975, 29 ha yang terbagi dalam kawasn hutan tetap (HP) seluas 2.477,82 ha dan dalam areal penggunaan lain (APL) seluas 2.479,47 ha.

Menurut Made, di Kabupaten Sarolangun ada dua IUP untuk explorasi tambang emas, total luas 9.983 ha yang berada di Provinsi Jambi seluruhnya dalam kawasan hutan seluas 9.967,91 ha.

Lahan tersebut dengan rincian SK Bupati No 82 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009 seluas kurang lebih 4.983 ha. Sesuai fungsinya yang berada dalam Provinsi Jambi seluas 4.961, 25 ha berada dalam kawasan hutan produksi terbatas di lokasi Kecamatan Batang Asai, Sarolangun.

Kemudian seluas kurang lebih 5.000, 66 ha berada dalam kawasan hutan produksi terbatas di Kecamatan Batang Asai Sarolangun.

PT Aneka Tambang Tbk Akan Eksploitasi Hutan di Jambi Seluas 42.447 Hektar

Jambi, BATAKPOS

PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk akan melakukan eksploitasi 23.240 hektar (ha) luas lahan hutan di Provinsi Jambi untuk tambang batu bara dan emas. Total lahan keseluruhan yang telah mendapatkan ijin explorasi yakni total 42.447 ha yang tersebar di Kabupaten Merangin, Tebo dan Sarolangun.

Kini PT Aneka Tambang tengah melakukan sosialisasi kepada instansi terkait di Provinsi Jambi untuk mendapatkan ijin eksploitasi luas lahan tersebut. Luas lahan eksploitasi tambah emas seluas 17.616 ha di Merangin dan Sarolangun.

Demikian dikatakan Devisi Maneger PT Aneka Tambang, Made Surata pada acara sosialisasi rencana penggunaan kawasan hutan untuk explorasi tambang emas dan batu bara oleh PT Aneka Tambang (ANTAM) di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Selasa (19/4).

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Ir Syahrasaddin, M.Si, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal, dan pejabat instansi terkait lainnya.

Made mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan sosialisasi terkait dengan ijin eksploitasi pertambangan emas dan batu bara di tiga kabupaten di Provinsi Jambi.

Menurutnya, pihaknya telah mendapatkan ijin explorasi tambang emas dan batu bara di tiga kabupaten tersebut. Kini pihaknya tengah melakukan sosialisasi untuk mendapatkan ijin eksploitasi ketiga lokasi pertambangan tersebut kepada pemerintah terkait di Provinsi Jambi. ruk

Lokasi explorasi sesuai SK Bupati Merangin No 185/ESDM/2010 tanggal 24 Mei 2010 total luas kurang lebih 22.543 ha dengan tambang emas dan batu bara. Berada dalam kawasan hutan seluas 7.865 ha dan di luar kawasan hutan (APL) seluas 14.678 ha.

Untuk tambang emas seluas 7.633 hektar (Ha). Sesuai dengan fungsinya terdiri dari Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 4.176,77 ha lokasi di (Bukit Lubuk Pekak).

Kemudian Hutan Lindung (HL) seluas 3.456, 23 ha di Bukit Muncung Gunung Gamut yang berada dalam wilayah Kecamatan Sungai Tenang. Untuk tambang batu bara seluas 14.910 ha dan terdapat di Hutan Produksi Tetap (HP) kurang lebih 232 ha di Sungai Manau serta di areal penggunaan lain (APL) seluas kurang lebih 14.678 ha yang berada di wilayah Kecamatan Renah Pembarep, Kab Merangin.

Kemudian di Kabupaten Tebo sesuai SK Bupati No 138 tahun 2010 tanggal 10 Maret 2010 dengan total luas 9.921,74 ha dan berada di kawasan hutan seluas 5.408,06 ha serta di luar kawasan hutan (APL) seluas 4.503, 68 ha dengan rincian masuk dalam kawasan hutan produksi tetap seluas 2.024,21 ha dan dalam areal penggunaan lain (APL) seluas 2.024,21 ha terletak di wilayah Kecamatan Tebo Tengah.

Ijin tambang batu bara milik PT Antam di wilayah Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo memiliki luas 4.975, 29 ha yang terbagi dalam kawasn hutan tetap (HP) seluas 2.477,82 ha dan dalam areal penggunaan lain (APL) seluas 2.479,47 ha.

Menurut Made, di Kabupaten Sarolangun ada dua IUP untuk explorasi tambang emas, total luas 9.983 ha yang berada di Provinsi Jambi seluruhnya dalam kawasan hutan seluas 9.967,91 ha.

Lahan tersebut dengan rincian SK Bupati No 82 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009 seluas kurang lebih 4.983 ha. Sesuai fungsinya yang berada dalam Provinsi Jambi seluas 4.961, 25 ha berada dalam kawasan hutan produksi terbatas di lokasi Kecamatan Batang Asai, Sarolangun.

Kemudian seluas kurang lebih 5.000, 66 ha berada dalam kawasan hutan produksi terbatas di Kecamatan Batang Asai Sarolangun.

Polda Jambi Lelang 3.000 Metrik Ton Batubara Sitaan

Jambi, BATAKPOS

Polda Jambi akan melelang barang bukti 3.000 metrik ton batubara dan tiga unit eksavator dalam kasus penambangan batubara tanpa izin di kawasan hutan produksi Batang Ule, Desa Leban, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo. Surat permintaan penetapan lelang kepada Pengadilan Negeri (PN) Muarobungo sudah diterima Polda Jambi.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah, kepada wartawan Selasa (19/4). Menurut Almansyah, penyidik Subdit 4 Ditkrimsus Polda Jambi, sejak 8 April lalu, sudah menahan satu orang tersangka, yaitu Acai warga lorong Budiman, Kecamatan Jambitimur.

Sementara yang ditahan masih bos dari perusahaan tersebut, sementara pekerjanya belum jadi tersangka. Saat ini, penyidik juga tengah melengkapi berkas pemeriksaan tersangka. Selain itu, dari dari hasil penghitungan ulang, barang bukti batubara bukan 2.000 metrik ton, melainkan 3.000 metrik ton.

Pengusaha batu bara asal Jambi, Acai ini ditahan karena diduga melakukan penambangan tanpa izin dikawasan hutan produksi Batang Ule, Desa Leban, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Muarobungo.

Acai disangka melakukan kegiatan esploitasi batubara dalam kawasan hutan produksi tanpa izin usaha pertambangan (IUP). Perbuatan tersangka ini dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara dan pasal 50 Ayat 3 g UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Penambangan tanpa izin ini sudah dilakoni Acai sejak Januari hingga Maret 2011 lalu. Dia menyuruh karyawannya melakukan penambangan batubara di kawasan hutan produksi dengan menggunakan tiga unit alat berat jenis eksavator. Dari tiga alat berat itu, salah satunya merupakan milik tersangka sendiri, sedangkan dua unit lagi disewa.

Pihak Polda Jambi juga akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait termasuk Pemerintah Provinsi Jambi terkait dengan jumlah perusahaan tambang batu bara di Provinsi Jambi yang tengah melakukan aktivitas sehingga mudah untuk melakukan penertiban. Disinyalir banyak perushaan tambang batu bara di Jambi liar tanpa ijin. ruk

Polda Jambi Lelang 3.000 Metrik Ton Batubara Sitaan

Jambi, BATAKPOS

Polda Jambi akan melelang barang bukti 3.000 metrik ton batubara dan tiga unit eksavator dalam kasus penambangan batubara tanpa izin di kawasan hutan produksi Batang Ule, Desa Leban, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo. Surat permintaan penetapan lelang kepada Pengadilan Negeri (PN) Muarobungo sudah diterima Polda Jambi.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah, kepada wartawan Selasa (19/4). Menurut Almansyah, penyidik Subdit 4 Ditkrimsus Polda Jambi, sejak 8 April lalu, sudah menahan satu orang tersangka, yaitu Acai warga lorong Budiman, Kecamatan Jambitimur.

Sementara yang ditahan masih bos dari perusahaan tersebut, sementara pekerjanya belum jadi tersangka. Saat ini, penyidik juga tengah melengkapi berkas pemeriksaan tersangka. Selain itu, dari dari hasil penghitungan ulang, barang bukti batubara bukan 2.000 metrik ton, melainkan 3.000 metrik ton.

Pengusaha batu bara asal Jambi, Acai ini ditahan karena diduga melakukan penambangan tanpa izin dikawasan hutan produksi Batang Ule, Desa Leban, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Muarobungo.

Acai disangka melakukan kegiatan esploitasi batubara dalam kawasan hutan produksi tanpa izin usaha pertambangan (IUP). Perbuatan tersangka ini dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara dan pasal 50 Ayat 3 g UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Penambangan tanpa izin ini sudah dilakoni Acai sejak Januari hingga Maret 2011 lalu. Dia menyuruh karyawannya melakukan penambangan batubara di kawasan hutan produksi dengan menggunakan tiga unit alat berat jenis eksavator. Dari tiga alat berat itu, salah satunya merupakan milik tersangka sendiri, sedangkan dua unit lagi disewa.

Pihak Polda Jambi juga akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait termasuk Pemerintah Provinsi Jambi terkait dengan jumlah perusahaan tambang batu bara di Provinsi Jambi yang tengah melakukan aktivitas sehingga mudah untuk melakukan penertiban. Disinyalir banyak perushaan tambang batu bara di Jambi liar tanpa ijin. ruk

DPR dan Wagub Jambi Tinjau Pelaksanaan UN di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Anggota Komosi X DPR, daerah pemilihan Provinsi Jambi, Selina Gita bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Drs. H. Fachrori Umar, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di tiga sekolah di Kota Jambi Senin (18/4). Pelaksanaan UN di Jambi sempat molor akibat hujan mengguyur Jambi sejak Senin subuh.

Tiga sekolah yang ditinjau yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Jambi, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Jambi, dan SMA Negeri 4 Kota Jambi.

Salina Gita dan Fachrori Umar dan rombongan lainnya menyaksikan langsung para siswa/siswi yang sedang mengerjakan soal-soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Wagub Jambi sempat menyapa peserta ujian memberikan dorongan semangat menjalani UN.

Dalam pelaksanaan UN ini, jumlah maksimal siswa/siswi peserta ujian dalam satu ruangan sebanyak 20 orang. Jumlah siswa/siswi peserta UN pada masing-masing sekolah tersbut adalah: 299 orang di SMK N 1 Kota Jambi yang dibagi dalam 16 ruangan, 407 orang di SMA N 5 Kota Jambi, dan 508 orang di SMA N 4 Kota Jambi, yang dibagi dalam 27 lokal.

Fachrori Umar juga meminta PLN Cabang Jambi untuk tidak melakukan pemadaman listrik seperti Minggu malam. Terkait adanya ujian listening/mendengarkan dalam mata pelajaran Bahasa Inggris yang akan dilaksanakan pada Rabu (20/4), Wagub menegaskan ke pihak PLN agar listrik jangan sampai mati pada pelaksanaan ujian listening tersebut.

Selina Gita mengatakan, dari tinjauannya, semua berjalan dengan baik, mulai dari pendistribusian soal maupun sosialisasinya, karena ada perubahan sistem dalam UN kali ini. “Dengan sistem yang ada sekarang ini, siswa merasa lebih nyaman daripada yang ada sebelumnya,”katanya.

Salina Gita mengemukakan sejauh ini tidak atau belum ada kendala-kendala yang ditemukan. Gita mengungkapkan pentingnya meningkatkan koordinasi dengan PLN, khusus kaitannya dengan pelaksanaan UN, yakni untuk menambahkan daya atau agar jangan sampai ada listrik yang mati, terutama selama penyelenggaraan UN.

“ Agenda Komisi X DPR ke Jambi, berkaitan dengan pelaksanaan UN, dimana pengawasan merupakan salah satu fungsi tugas DPR. Apalagi ada perubahan sistem dalam UN tahun ini.Komisi X DPR RI dibagi tiga (turun ke daerah), yakni ke Jambi, NTB, dan Kalimantan Selatan untuk membahas sistem yang baru dalam UN ini,”katanya.

Walikota Jambi Bambang Priyanto juga melakukan kunjungan ke beberapa sekolah melihat proses hari pertama UN. Dirinya berharap UN tahun 2011 bisa lebih baik. Meski soal yang diberikan ke siswa berbeda, namun hal itu bukan masalah. ruk

Kas Kwarda Pramuka Jambi Dikorupsi Rp 10 Miliar

Jambi, BATAKPOS

Pihak Inspektorat Provinsi Jambi menemukan adanya kebocoran kas Kwarda Pramuka Provinsi Jambi sebanyak Rp 10 miliar. Bocornya kas pramuka tersebut juga terkait dengan usaha perkebunan sawit yang dikelola Kwarda Pramuaka Provinsi Jambi yang dikorupsi sekitar Rp 300 juta per bulan.

Bocornya kas pramuka yang diduga dikorupsi oleh pengurus Kwarda Provinsi Jambi, Senin (18/4) dilaporkan ke Gubernur Jambi. Pihak Provinsi Jambi juga akan melaporkan penyimpangan kas tersebut ke aparat hokum.

Kepala Inspektorat Provinsi Jambi, Erwan Malik, Senin (18/4) mengatakan, penghasilan kebun sawit tersebut sudah sampai dua tahun. Jumlahnya mencapai Rp 7 miliar lebih dalam dua tahun.

Sementara jumlah kas pramuka ketika terjadi alih pemangku kepemimpinan dari mantan Sekda Chalik Saleh ke mantan Sekda, AM Firdaus mencapai Rp 8 miliar. Saat ini, yang tersisa hanya Rp 3 miliar lebih saja, artinya terjadi penyusutan senilai Rp 3 - 5 miliar.

Dalam bukti-bukti yang ditemukan, setiap bulan terjadi kebocoran sekitar Rp 400 jutaan, artinya jika dalam dua tahun kebocoran sudah mencapai Rp 8 milliar hingga Rp 10 miliar.

Erwan Malik mengatakan, pihaknya terus melakukan pengumpulan data agar kuat untuk dilaporkan ke rekomendasi gubernur untuk dilaporkan ke aparat hukum.

“Kalau Inspektorat hanya memeriksa dan meminta pengembalian dana. Kalau melaporkan itu sesuai intruksi gubernur,”katanya.

Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Jambi, AM Firdaus belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Ketika dihubungi di kediamannya tidak berada ditempat. Sejak serah terima dari Sekda Provinsi Jambi 21 Maret lalu, AM Firdaus sering tidak di Jambi. ruk

DPRD Jambi Setengah Hati Bahas KPID

Jambi, BATAKPOS

Komisi I dan III DPRD Provinsi Jambi hingga kini belum serius atau masih setengah hati untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang sudah di jadwalkan dilaksanakan pada 27 April mendatang.

Komisi I DPRD Provinsi Jambi tetap menolak keputusan Ketua DPRD Provinsi Jambi untuk bergabung dengan komisi III dalam melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Supriyono, Senin (18/4) mengatakan,hingga kini pihaknya belum mengajukan nama anggota komisi I untuk ikut serta dalam pelaksanaan tes uji kelayakan dan kepatutan KPID.

Keputusan Ketua DPRD Provinsi Jambi yang meminta wakil dari Komisi I dan Komisi III untuk melaksanakan tes pada 9 calon anggota KPID tersebut dianggapnya tidak tepat dan tidak berdasarkan azaz kebersamaan.

“Selama ini, di mana-mana di Indonesia, lumrahnya pelaksanaan tes uji kelayakan dan kepatutan dilaksanakan oleh Komisi I. Namun karena komisi III merasa wajib ikut andil dalam pelaksanaan tes ini dengan didasari oleh aturan tata tertib dewan maka kami tidak ikut serta dalam pelaksanaan tes tersebut,”katanya.

Menurut Supriyono, pihaknya tidak ingin yang dikirimkan dalam pelaksanaan tes ini hanya wakil dari komisi I sebanyak tiga orang saja. Pihaknya menginginkan anggota komisi I seluruhnya melaksakan tes itu dan tanpa disertai komisi III. ruk

Monday, 18 April 2011

Polisi Selidiki Bocornya Soal UN di Muarojambi

Jambi, BATAKPOS

Jajaran Polres Muarojambi kini menyelidiki adanya kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) seharga Rp 20 juta yang bocor di Kabupaten Muarojambi. Namun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi membantah bocornya kunci soal UN tersebut.

Kapolres Muarojambi, AKBP Huda Wahyudi, kepada wartawan, Minggu (17/4) mengatakan, ada isu yang beredar di masyarakat bahwa adanya kunci jawaban UN yang beredar. Informasi tersebut mencuat dari masyarakat, khususnya para siswa di Muarojambi.

Pihaknya kini tengah menelusuri informasi terkait dengan beredarnya kunci jawaban soal UN itu. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh adanya kunci jawaban yang dijual seharga Rp 20 juta tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi, H. Imbang Jayo membantah adanya isu bocornya soal UN di daerahnya. Pendistribusian soal dari provinsi hingga kecamatan sesuai dengan prosedur dan dikawal pihak kepolisian.

“Saya membantah keras adanya isu bocornya soal UN di Muarojambi, apalagi diperjualkan hingga Rp 20 Juta. Pendistribusian soal dari provinsi terus ke kabupaten dan kecamatan. Tahapan-tahapan pendistribusian disaksikan banyak pihak serta dikawal oleh pihak kepolisian,”katanya.

Informasi yang beredar di Muarojambi menyebutkan, bahwa setiap sekolah ditawari kunci jawaban soal UN dengan membayar uang sebesar Rp 20 juta untuk enam mata pelajaran yang di uji. Sekolah bisa mendapat kunci jawaban dengan membayar uang 20 juta kepada Dinas setempat.

Pada UN 2011 ini, mata pelajaran yang diuji adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi dan Fisika untuk Program IPA. Kemudian untuk program IPS, selain Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, ditambah dengan Sosiologi Geografi dan mata pelajaran Ekonomi. UN tingkat SLTA ini akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, Senin (18/4).

UN di Penjara

Sementara itu, Nopriadi (siswa SMKN 3 Jambi) dan Andika (siswa SMA Sembilan Lurah Jambi) terpaksa mengerjakan soal UN di sel Lembaga Pemsyarakatan (LP) Jambi. Menurut Kasubsi Registrasi LP Jambi, Irwan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada sekolah kedua siswa.

“Ada dua siswa kelas III yang ingin mengikuti ujian. Mereka siswa SMK 3 dan SMA Sembilan Lurah. Keduanya akan melaksanakan UN di LP. Keduanya tersandung kasus curanmor dan curat,”katanya.

Kepala SMA Sembilan Lurah, Ramlan, membenarkan salah satu siswanya akan mengikuti UN di LP. Andika mengikuti UN dalam Lapas. Pihak sekolah telah dikabari pihak Lapas, dan suratnya telah diterima.

Menurut Ramlan, pihaknya akan mengirimkan pengawas ke LP untuk memantau Andika mengerjakan soal UN. Pengawas telah ditetapkan. ruk

Pemprov Jambi Kesulitan Cari Guru SMK

Guna Wujudkan 70 Persen SMK

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kini masih kesulitan dalam mencari guru yang berlatar pendidikan teknik guna mewujudkan 70 persen jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dari keseluruhan sekolah lanjutan tingkat atas. Kekurangan tenaga yang menjadi kendala utama, akan terus dicari solusinya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Idham Kholid, Mingu (17/4) mengatakan, usulan pencapaian 70 persen SMK di Provinsi Jambi telah disampaikan ke pusat. Minimnya tenaga pengajar ilmu teknik membuat program tersebut terkendala.

“Program 70 persen sekolah SMK ini berasal dari Kemendiknas. Pihaknya tengah berupaya mewujudkan hal ini. Salah satu rencana yang kita buat, menambah jumlah pengajar. Kita terus berupaya melakukan hal ini, tahun 2012 kita akan mulai menjalankan program pemerintah ini,” katanya.

Diknas Provinsi Jambi mendapatkan bantuan dari pusat dalam menjalankan program tersebut. Namun yang menjadi persoalan adalah tenaga pengajarnya. Sarana dan prasarana semuanya didukung pemerintah pusat.

Untuk menambah jumlah pengajar ini, pihaknya juga masih terkendala. Jika dulu, jelasnya, ada program khusus untuk akta IV, sekarang sudah tidak ada lagi. Dimana sarjana-sarjana diberi tambahan sebanyak dua semester, untuk menjadi guru.

“Tapi kebanyakan yang melamar dari ilmu sosial, baik itu dari Sarjana Hukum, maupun ekonomi. Ini yang jadi kendala. Sementara yang insinyur sendiri jarang yang mendaftar. Jadi mencari guru yang sesuai keinginan itu sulit,” katanya.

Disebutkan, Diknas Provinsi Jambi tetap mendukung program 70 persen SMK dan 30 persen jumlah SMA ini. Pasalnya, program ini dianggapnya tepat untuk melatih anak sebelum memasuki dunia kerja. Kemendiknas mengusulkan membangun Politeknik dengan harapan siswa SMK yang tidak bekerja bisa melanjutkan studynya di Perguruan Tinggi. ruk

Saturday, 16 April 2011

Masyarakat Jambi Tolak Pembangunan Museum Kerinci di Malaysia

Jambi, BATAKPOS

Masyarakat Provinsi Jambi menolak keras rencana pembangunan Museum Kerinci di Negera Malaysia. Pekan ini tersiar berita kalau benda-benda bersejarah Kerinci telah terpajang di salah satu Museum Kerinci di Malaysia. Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus juga meminta Bupati Kerinci Murasman untuk meluruskan berita yang berkembang sepekan terakhir.

Tokoh Budaya dan Adat Jambi, H Junaedi T Noor kepada BATAKPOS, Jumat (15/4) mengatakan, masyarakat Provinsi Jambi secara umum menolak pembangunan Museum Kerinci di Malaysia.
H Junaedi T Noor
Menurutnya, benda bersejarah Kerinci yang disinyalir telah diboyong ke Malaysia, harus segera dibawa ke Kerinci. Bupati Kerinci, Murasman harus menyikapi isu tentang benda bersejarah Kerinci yang telah terpajang di salah satu Museum Kerinci di Malaysia.

Junaedi menduga keberadaan Museum Kerinci di Kuala Lumpur akan diikuti dengan diboyongnya benda-benda pusaka milik Kerinci. Ia juga mengkhawatirkan bakal adanya klaim budaya Kerinci oleh Malaysia.

“Padahal, Kerinci selama ini dikenal memiliki budaya tertua di Jambi, serta memiliki kekayaan peninggalan bersejarah yang cukup lengkap. Salah satu peninggalan tersebut adalah naskah Melayu tertua berupa Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yang membuktikan bahwa peradaban setempat telah memiliki aksara dan sistem hukum sendiri setidaknya mulai abad XIV,”katanya.

Selain itu, Kerinci juga memiliki bentuk budaya lainnya, seperti seni Tale (bersenandung) dan tradisi Kunoun (tutur). Ada juga pertunjukan seni budaya megalitik sastra mantra, pantun, seloko, penno, dan tambo.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengaku telah mendapat telepon langsung dari Menbudpar terkait dengan berita Museum Kerinci di Malaysia tersebut. Gubernur Jambi telah mengumpulkan SKPD terkait seperti Disbudpar dan BP3 untuk menindaklanjuti polemik tersebut.
Gubernur Jambi HBA

Gubernur Jambi juga telah mengakui kalu dirinya telah menelpon Bupati Kerinci Muarsman dan menyampaikan agar Bupati segera berkoordinasi dan berkomunikasi terlebih dahulu dengan dirinya sebagai Gubernur Jambi dan kepada Menteri Budpar di Jakarta.

“Saya khawatir polemik museum sudah jadi isu nasional dan perlu segera diklarifikasi oleh yang bersangkutan secara langsung. Kepergian Bupati harus seizin Gubernur dan Menteri, apalagi dalam misi kebudayaan yang melibatkan benda-benda budaya dan kepurbakalaan, hukumannya 10 tahun penjara kalau terbukti memindahkah barang budaya ke luar negeri, baik asli maupun duplikat atau fotonya,”katanya.

Ketua Dewan Kesenian Jambi (DKJ) Aswan Zahari menyesalkan adanya berita berdirinya gedung museum Kerinci di Malaysia, bukan di Kabupaten Kerinci. Menurut Aswan, banyak naskah kuno maupun peninggalan sejarah di Kabupaten Kerinci yang belum ditempatkan pada satu tempat dan dilindungi. Sehingga dikwatirkan akan diboyong juga ke Malaysia.

“Seperti milik Bapak Iskandar Zakaria, beliau banyak memiliki naskah-naskah kuno dan itu harus dilestarikan dan dijaga oleh pemerintah. Sejauh ini belum ada museum khusus di Kabupaten Kerinci,”katanya.

Disebutkan, sangat dikwatirkan naskah-naskah tersebut pindah tangan. “Reog Ponorogo saja yang sudah jelas milik Indoensia bisa diklaim, apalagi naskah kuno. Mengenai naskah ini diakuinya, sudah banyak berada di negara Malaysia, Belanda maupun Jerman. Seperti di Malaysia, naskah dan dokumen budaya Jambi adalah Cerita Negeri Jambi, Cerita Sebab Jatoh Kuasa Sultan Jambi, Hal di Dalam Negeri Jambi dan Hikayat Negeri Jambi,”katanya.

Aswan juga melihat urgensi Pemkab Kerinci membangun museum dan mengisi museum di Malaysia dengan benda, naskah dan dokumen budaya Jambi. Sebaiknya benda, naskah dan dokumen budaya Jambi perlu disimpan, dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyusun sejarah Jambi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci, Arlis, saat dihubungi dari Jambi, Jumat (15/4) mengatakan, Museum Kerinci dibangun di dalam kompleks Sekolah Kebangsaan di Kuala Lumpur.

Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengirimkan sejumlah benda peninggalan budaya dan sejarah Kerinci untuk dipamerkan, seperti alat musik gong ketuk, rebana sikek, sandu (sejenis seruling), dan gendang kerinci dari kayu surian.

Selain itu, juga beragam jenis alat pertanian, seperti tangkai beliung untuk menebang kayu, luka belut (alat menangkap belut di sungai) dari bambu, dan jangki dari rotan (untuk menyimpan benda bawaan). Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan sejumlah naskah beraksara kuno serta berbagai jenis pakaian adat.

“Barang asli tetap disimpan di Kabupaten Kerinci, sedangkan di museum tersebut nantinya hanya duplikatnya. Dalam peresmian pembukaan Museum Kerinci pekan depan akan ditampilkan sejumlah tarian asli Kabupaten Kerinci, seperti tari Ranggut, tari Pengobatan, dan Ngaji Adat. Museum akan diresmikan Bupati Kerinci Murasman dan disaksikan sejumlah pejabat Pemerintah Malaysia, termasuk Menteri Kebudayaan Malaysia,”katanya.

Menurut Arlis, keberadaan Museum Kerinci akan mempererat hubungan antara Kabupaten Kerinci dan Malaysia. Selama ini banyak warga Kerinci yang telah menjadi warga negara Malaysia rindu menyaksikan budaya khas Kerinci.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik telah mengeluarkan instruksi agar Bupati Kerinci segera ke Jakarta menemui dirinya guna mengklarifikasi soal polemik yang berkembang tentang pendirian Museum Kerinci di Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Ketua DPR RI Nusran Joher yang dipercaya menjebatani komunikasi antara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan Pemkab Kerinci, Kamis, terkait polemik pendirian museum Sko Kerinci di Malaysia seperti yang berkembang di media massa belakangan ini. ruk
==========

Sekilas Wisata Kerinci

Kabupaten Kerinci dikenal sebagai Kabupaten yang memiliki panorama yang terindah di Provinsi Jambi yang keindahannya menjadi terkenal dengan keberadaan Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera, Air Terjun Telun Berasap dan Danau Gunung Tujuh di kaki Gunung Kerinci.
Jalan Menuju Gunung Kerinci

Keberadaan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan paru-paru dunia, dimana hidup bermacam flora dan fauna yang berguna untuk penelitian, Danau Kerinci, Danau Lingkat dan sejumlah peninggalan bersejarah serta banyaknya objek menjadi keindahan Kerinci semakin menarik.

Letak wilayah Kabupaten Kerinci secara geografis adalah di antara 01 41’ sampai 02 26’ lintang selatan dan 101 08’ sampai 101 40’ bujur timur dengan ibu kota Sungai Penuh yang berjarak 418 km dari Kota Jambi.Kabupaten Kerinci secara administratif dibagi dalam 17 (tujuh belas) Kecamatan dengan berbagai perkembangannya masing-masing, baik karena potensi geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun karena pembangunan prasarana pada masing-masing wilayah. Sebagai suatu wilayah Kabupaten Kerinci terbentang di atas wilayah seluas 420.000 Ha dan merupakan kabupaten terkecil kedua diantara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi (± 7,86% dari total Provinsi).
Gunung Kerinci
Dari wilayah Kerinci keseluruhan, 52 % merupakan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, hanya sekitar 48 % yang merupakan kawasan budidaya atau kurang dari 4% dari seluruh wilayah Provinsi Jambi. Dari luas wilayah 205.000 Ha kawasan budidaya, seluas 41.620 Ha (20,56%) adalah kawasan non pertanian dan seluas 163.380 Ha untuk lahan pertanian.

Kabupaten Kerinci adalah wilayah yang subur dengan keterbatasan lahan, harus berupaya menggali potensi alternatif yang dapat digunakan untuk mepercepat proses pembangunan, terutama dengan memanfaatkan potensi alam yang mengandung keindahan dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Ikan Khas Kerinci Ikan Semah.

Jumlah penduduk Kabupaten Kerinci berdasarkan Sensus Penduduk 2010 adalah 229 387 orang yang terdiri dari 154.227 jiwa penduduk laki-laki dan sisanya perempuan.

Berdasarkan Kerinci Dalam Angka Tahun 2005, penduduk Kabupaten Kerinci berjumlah 308.785 jiwa. Ini berarti pertumbuhan penduduk Kabupaten Kerinci bertambah sebesar 0,83 % pertahun. Sedangkan berdasarkan perhitungan sementara per Desember 2006, jumlah penduduk Kabupaten Kerinci Tahun 2006 mencapai 311.354 jiwa.

Sebagian besar bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan menghasilkan beraneka ragam produk seperti, Sayu-sayuran, Palawija Buah-buahan (Alpukat, Pisang, Manggis, Durian, Jeruk, dll).

Pertanian pada sawah merupakan hamparan yang paling luas memberi keindahan alam yang mempesona disaat musim panen tiba. Selai itu produk perkebunan seperti Kayu Manis (Cassiavera), Kopi dan Teh merupakan produk dengan kwalitas ekspor. Tujuan Ekspor meliputi Negara Eropa, Amerika, Arab dan Asia Timur.

Kondisi pertanian dan perkebunan ini merupakan obyek agrowisata yang menarik khas dataran tinggi Kerinci. Sebagian dari daerah Kerinci merupakan daerah berhutan lebat yang alami.

Didalamnya masih tersimpan kekayaan flora dan fauna yang menarik dan terlindung dengan baik. Beberapa diantaranya adalah binatang langka dan dan jenis tumbuhan endemic khas Kerinci, sehingga kawasan hutan Kerinci ditetapkan menjadi bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hutan yang alami serta flora dan fauna yang terlindungi merupakan atraksi objek Ekowisata yang mengagumkan.

Kerinci dengan rentang sejarahnya yang panjang mewarisi benda-benda sejarah seperti Batu Menhir, Nekara perunggu dari zaman Paleometalik, Keramik, Tanduk Bertulis Aksara Incum, Mesjid kuno dan Rumah Adat.

Tari Asyeik, Tari Tahu, Tari Iyo-iyo, Tari Rangguk, Tari Mahligai Kaco, Tari mandi di Taman, Tari Ayu Luci, PencakSilat, Tale dan Tradisi kumun (dongeng) atau Karya sastra lainnya turut mewarnai kekayaan seni dan budaya masyarakat Kerinci.

Kerajinan khas Kerinsi turut pula memeriahkan khasanah seni dan budaya, seperti anyaman rotan, pandan, bamboo, bigau dalam bentuk perhiasan dan perlengkapan rumah tangga dengan spesifik gaya local Kerinci.

Kerajinan lainnya seperti Gerabah, Bordir, Batik Kerinci(motif aksara incung) pandai besi, ukiran kayu, cendra mata kulit kayu manis dan kayu pacat (kayu endemik spesifik daerah Kerinci) dibuat dalam bentuk hiasan rumah tangga dan tongkat. Diantara Gunung Kerinci dan Gunung Raya itulah Kerinci berkembang dan keragamanobyek wisata seperti obyek wisata alam dan objek wisata budaya.

Beberapa keindahan wisata yang terdapat di KERINCI :
1 Taman Nasional Kerinci Seblat
2 Gunung Kerinci
3 Danau Kerinci
4 Air Panas Semurup
5 Danau Gunung Tujuh
6 Air Terjun Telun Berasap
7 Bukit Kayangan
8 Danau Belibis
9 Rawa Ladeh panjang
10 Aroma Pecco
11 Goa Kasah
12 Air Terjun Pauh Tinggi
13 Danau Sati
14 Air Terjun Tiga Tingkat
15 Bendungan Belanda
16 Air Terjun Pancuran Tujuh
17 Air Terjun Desa Pandang
18 Bukit Tapan
19 Air Panas Sungai Marang
20 Pancuran Rayo
21 Gua Belang
22 Gua Kelelawar
23 Goa Mesjid
24 Danau Dua
25 Danau Lingkat
26 Air Panas Grao Rasa
27 Air Terjun Bersisik Emas
28 Air Terjun Nyai Makupah
29 Air Terjun Pauh Sago
30 Danau Nyalo
31 Gunung Belerang
32 Mesjid Agung Pondok Tinggi
33 Rumah Larik Panjang
34 Batu Patah
35 Batu Bergambar
36 Batu Megalitik
37 Batu Meriam
38 Batu Gong
39 Makam Rio Gilang
40 Makan Depati Purbo
41 Perkebunan Teh Kayoe Aro
42 Penggilingan Tebu dan Pembuatan Gula Merah
43 Perkebunan Jeruk
44 Perkebunan Stroberry
46 Perkebunan Kayu Manis
47 Pemancingan Ikan
48 Tari Mahligai
49 Tari Rentak Kudo.

Untuk mengenal lebih jauh tentang objek wisata di kerinci, penulis akan mencoba menguraikan beberapa dari objek wisata diatas yang berpeluang untuk menarik minat para wisatawan baik lokal maupn internasional untuk berkunjung ke provinsi Jambi khususnya ke kabupaten Kerinci.

1. Gunung Kerinci
Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 m dari permukaan laut (dpl), merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung tersebut memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas yang berukuran 600 x 580 meter dan 120x100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah tersebut berisi air yang berwarna hijau kekuning-kuningan.Gunung Kerinci berada pada garis 10°45,50‘ Lintang Selatan dan 1010°160‘ Bujur Timur. Yang membentang di antara dua kabupaten di Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Sulak Deras.

Keistimewaan
Di kawasan Gunung Kerinci, terdapat beberapa jenis hutan yang tumbuh di sepanjang lerengnya. Adapun jenis hutan tersebut adalah Hutan Dipterokarp Bukit, Dipterokarp Atas, Hutan Montane dan Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung. Kawasan Hutan Dipterokarp Bukit berada pada ketinggian 300 - 750 meter dpl dengan spesies utama, seperti Pokok Seraya , Pokok Keruing , Pokok Meranti dan Pokok Damar Minyak .

Kawasan Hutan Dipterokarp Atas berada pada ketinggian 750 - 1,200 meter dpl yang kebanyakan spesiesnya berbentuk sederhana, seperti Pokok Mempening , Pokok Berangan , Pokok Damar Minyak , dan Pokok Podo . Pada lereng yang agak tinggi terdapat Hutan Montane yang berada pada ketinggian 1,200 - 1,500 meter dpl atau yang terdapat di Bukit Fraser dan Tanah Tinggi Cameron. Di hutan jenis ini banyak tumbuh pokok-pokok daun Tirus Konifer seperti Pokok Pain, Sprus dan Gelam Gunung .

Di hutan ini juga terdapat bunga Rafflesia, Periuk Kera dan Pokok Rhododendron. Dengan suhu yang lebih rendah dan tiupan angin yang lebih kencang membuat pohon yang tumbuh di hutan tersebut dengan rata-rata ketinggian antara 1,5 meter sampai 18 meter. Terakhir adalah Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung yang berada pada ketinggian di atas 1,500 meter dpl.

Hutan ini memiliki spesies utama, seperti Pokok Kelat, Pokok Periuk Kera, beraneka jenis belukar, buluh , resam ,paku-pakis dan lumut . Setelah melewati hutan tersebut dan sampai pada puncak gunung yang berada pada ketinggian 3.805 m dpl, para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yang sayang untuk dilewatkan.

Para wisatawan dapat melihat ke segala arah penjuru mata angin untuk melihat panorama pemandangan Gunung Kerinci dengan hamparan hutan yang luas, perkebunan teh yang menghijau yang bergabung menjadi satu kesatuan dalam simfoni keindahan alam Gunung Kerinci.

Lokasi
Gunung Kerinci terletak di antara Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Sulak Deras, Provinsi Jambi, Indonesia.

Tiket
Dalam proses konfirmasi .

Akses
Lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan dua alternatif: pertama, perjalanan dimulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. Kedua, perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Waktu yang dibutuhkan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Akomodasi dan Fasilitas
Belum ada hotel kelas berbintang di Kabupaten Kerinci sampai saat ini, tetapi para wisatawan tidak perlu khawatir karena di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci), terdapat banyak hotel kelas Melati dengan tarif yang cukup murah mulai dari Rp. 50.000,00-Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


2. Danau Kerinci
Danau yang terletak di kaki Gunung Raja ini merupakan danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Luas danau ini kurang lebih 5000 m persegi dengan ketinggian 783 meter di atas permukaan laut.

Keistimewaan
Pemandangan di sekitar danau begitu menawan. Mata tak akan bosan melihat hamparan air yang jernih dilatarbelakangi barisan pegunungan yang anggun. Di tengah danau terlihat perahu-perahu nelayan sedang mengarungi permukaan airnya yang tenang, tempat bersemayam sejumlah jenis ikan yang banyak ditangkap oleh mayarakat setempat.

Di desa-desa sekitar danau, terdapat sejumlah batu berukir yang konon peninggalan manusia megalit yang hidup ribuan tahun silam. Keberadaan batu ukir ini menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Danau Kerinci merupakan daerah yang pernah dihuni manusia purba.Di Danau Kerinci setiap tahun diadakan Fetival Danau Kerinci yang menampilkan berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Jambi. Tujuan dari pestival ini adalah untuk memberikan suguhan terhadap para wisatawan yang datang berkunjung.

Lokasi
Danau Kerinci terletak di Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci, ProvinsiJambi, Indonesia.

Akses
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa alternatif: alternatif pertama: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh. Jarak antara Jambi dengan Sungai Penuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh selama 10 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif yang kedua: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif ketiga: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dengan lama perjalanan kira-kira 5-6 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Tiket
Tarif masuk ke objek wisata sebesar Rp 3000 bagi orang dewasa dan Rp 2000 bagi anak-anak.

Akomodasi dan Fasilitas
Belum ada hotel kelas berbintang di Kerinci sampai saat ini, tetapi pengunjung jangan khawatir karena di kota Sungai Penuh, ibukota Kabupaten Kerinci, terdapat banyak hotel kelas melati dengan tarif mulai Rp. 15.000-Rp.100.000 dengan pelayanan yang cukup baik. Untuk urusan makan dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


3. Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukan laut (dpl). Dengan ketinggian tersebut Danau Gunung Tujuh tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini terbentuk karena letusan Gunung Tujuh pada ratusan tahun silam.

Bekas letusan tersebut membentuk sebuah kawah yang lama-kelamaan penuh terisi oleh air hujan. Air Danau Gunung Tujuh menjadi sumber mata air dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir. Air Terjun Gunung Tujuh dan Air Terjun Telun Berasap ini menjadi bagian lain dari wisata andalan yang terdapat Kabupaten Kerinci. Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Danau Gunung Tujuh merupakan danau sekti (sakti).

Mereka meyakini bahwa danau tersebut dijaga dan dihuni oleh dua makhluk halus menyerupai manusia yang dikawal oleh beberapa pasukan (pengikut) setia menyerupai harimau. Kedua makhluk tersebut oleh masyarakat diberi nama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti”.

Keistimewaan
Kondisi alam Danau Gunung Tujuh masih asri dan belum terusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Suasana alamnya begitu menyejukkan, panoramanya begitu indah dan alami, dan airnya begitu jernih. Kondisi ini memberikan ketentraman dan ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Keindahan Danau Gunung Tujuh bertambah lengkap oleh barisan hamparan tujuh gunung yang mengelilinginya. Ketujuh gunung tersebut meliputi Gunung Hulu Tebo (2.525 m dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 m dpl), Gunung Madura Besi (2.418 m dpl), Gunung Lumut (2.350 m dpl), Gunung Selasih (2.230 m dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 m dpl) dan Gunung Tujuh (2.735 m dpl).Di beberapa titik di pinggir danau ini, terdapat pasir yang terbentang menyerupai pantai.

Tempat tersebut dapat digunakan oleh para wisatawan untuk berkemah sembari menanti terbitnya sang mentari dari ufuk timur. Pada saat matahari menampakkan wajahnya, para wisatawan dapat menikmati keindahan danau yang menakjubkan.

Lokasi

Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.

Akses
Untuk mencapai lokasi ada 3 tahap perjalanan yang mesti dilalui oleh para wisatawan. Pertama, perjalanan bisa ditempuh melalui tiga alternatif. (1) Perjalanan dari Kota Jambi ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dapat ditempuh sekitar 10 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.

(2) Perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km dapat ditempuh sekitar 7 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. (3) Perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh yang dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 211 km dapat ditempuh sekitar 5-6 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.Kedua, perjalanan dilanjutkan dari Sungai Penuh ke Kecamatan Kayu Aro atau tepatnya di Desa Pelompek dengan menggunakan angkutan umum.

Jarak dari Sungai Penuh ke Pelompek sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.Ketiga, dari Desa Pelompek ke lokasi Danau Gunung Tujuh, wisatawan hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai lokasi dengan dua alternatif rute. (1) Dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km dimana kondisi medan tidak begitu sulit dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam. (2) Dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak sekitar 2,5 km dimana kondisi medan agak curam dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam.

Harga Tiket
Dalam proses konfirmasi.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah dan ingin berlama-lama, dapat menginap di beberapa homestay di Desa Kersik Tuo yang tidak begitu jauh dari Desa Pelompek (lokasi danau). Sementara untuk urusan makan dan minum, para wisatawan bisa menikmati aneka masakan khas Kerinci, seperti beras payo, gulai ikan semah, dendeng bateko, kacang tojin, lemang, atau minum kopi kerinci dan teh kayu aro yang ada di Kabupaten Kerinci.

4. Air Terjun Telun Berasap
Air Terjun Telun Berasap merupakan obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Air terjun tersebut bersumber dari sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan ketinggian sekitar 50 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan "kabut air" di sekelilingnya.

Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan gua tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.

Keistimewaan
Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.

Lokasi
Air terjun ini terletak di Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.

Akses
Lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan tiga alternatif. Pertama, perjalanan dimulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, sementara waktu tempuhnya selama sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. Kedua, perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km.

Waktu perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.Ketiga, perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Tiket
Dalam proses konfirmasi.

Akomodasi
Di kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci), terdapat banyak hotel kelas melati dengan tarif mulai Rp. 15.000,00-Rp.100.000,00 (Februari 2008). Hotel-hotel tersebut cukup nyaman sebagai tempat menginap dengan pelayanan yang cukup baik. Untuk urusan makan dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


5. Bukit Bayangan

Pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kami mengunjungi tempat pertama di Kabupaten Kerinci yakni Bukit Khayangan. Letaknya di gugusan Gunung Raya dan berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), ketinggian 2.000 Meter dpl dengan suhu sekitar 20 derajat celcius. Saat berada Di atas bukit, kabut tipis dan mega-mega putih menyelimuti kami, seolah kami sedang berada di khayangan, negeri dongeng. Karena kerap diselimuti halimun itulah, bukit ini dinamakan Bukit Khayangan.

BUKIT Kayangan ter letak di daerah per- bukitan dengan ke tinggian 635 M diatas permukaan laut yang dikelilingi oleh peman dangan pegunungan seperti Gunung Salak Gunung, Gede & Pang-rango Gunung Pancar serta mempunyai panorama permandi-an Air terjun.

BUKIT Kayangan ter letak di daerah per- bukitan dengan ke tinggian 635 M diatas permukaan laut yang dikelilingi oleh peman dangan pegunungan seperti Gunung Salak Gunung, Gede & Pang-rango Gunung Pancar serta mempunyai panorama permandi-an Air terjun.


Ketika kabut mulai tersapu angin, keindahan lembah di bawahnya terkuak jelas. Terlihat hamparan padi yang menguning, Danau Kerinci, dan deretan Bukit Barisan yang diam membisu. Di sebelah Utara tempat kami berdiri terhampar lembah hijau dan jalanan yang berkelok dari kaki bukit menciptakan pemandangan fantastik. Kondisi jalan menuju Bukit Khayangan beraspal dan cukup lebar.


5. Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat

Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan cagar alam Kerinci seperti : Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam cagar alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Kawasan hutan berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai Batanghari dan sungai Musi.

Mengingat peran yang sangat vital dari hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.

Secara geografis Taman Nasional Kerinci Seblat berada pada garis 100°31‘18" - 102°44‘ lintang timur dan 17‘13"-326‘14" Lintang Selatan. Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas 1.368.000 Ha, dengan perincian: seluas 353.780 Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha (30,86%) berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan.

Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat masuk dalam wilayah 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa di empat provinsi tersebut. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah.

Topografi Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada pada ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 meter dpl ini bergelombang, berlereng curam dan tajam. Sedangkan topografi taman yang relatif datar, terdapat pada ketinggian 800 meter dpl atau terdapat di daerah enclave yang berada di Kabupaten Kerinci.

Keistimewaan
Di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan. Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin dan beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan danau. Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan beberapa tipe vegetasi.

Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti: Vegetasi dataran rendah yang berada di atas 200 sampai 600m dari permukaan laut (dpl); hutan dengan Vegetasi pegunungan/bukit yang berada pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl; hutan Vegetasi montana yang berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m dpl; hutan Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada ketinggian 2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang tumbuh pada ketingian 2.300 sampai 3.200m dpl.

Di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat secara umum tumbuh sekitar 4.000 jenis flora dari 63 famili. Jenis flora tersebut banyak terdapat di kawasan hutan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian 500m sampai 2000m dpl, jenis flora yang tumbuh di hutan ini banyak didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron.

Di Taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat jenis vegetasi yang menjadi ciri khasnya, di antaranya adalah: Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh tertinggi) yang dapat dijumpai di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu Pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp.

Pada tahun 1993, Biological Science Club (BScC) melakukan penelitian di daerah buffer zone dan mereka menemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical. Jenis vegetasi ini bisa digunakan untuk keperluan obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga, seperti sering digunakan oleh masyarakat setempat. Sedangkan jenis fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis mamalia, 10 jenis reptil, 6 jenis ampibia, 306 jenis burung dari 49 famili dan 8 jenis burung endemik.

Beberapa jenis mamalia yang bisa dijumpai di antaranya: Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing Emas (Felis termminnckii), Tapir (Tapirus indica), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis).

Jenis amphibia antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa becari), Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk (Otus stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata).

Lokasi
Taman Nasional Kerinci Seblat membentang di 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa yang tersebar dalam 4 wilayah provinsi yaitu Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera SCelatan.

Harga Tiket
Dalam proses konfirmasi

Akses
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa lternatif:
Alternatif pertama, dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Jambi: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif yang kedua dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan, kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km, dengan lama perjalanan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif ketiga dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif Keempat dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Muara Aman, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif kelima dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Argamakmur dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif keenam dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif Ketujuh dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Palembang ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif kedelapan dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalana dimulai dari Lubuk Linggau ke Muara Rupit, kemudian ke Surulangun dan ke Napal Licin, dengan waktu tempuh selama sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif Kesembilan melalui jalur air dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: Dari Muara Rupit ke Napal Licin membutuhkan waktu perjalanan selama sekitar 2 jam dengan menggunakan speed boad. Ongkos menuju lokasi melalui masing-masing rute tersebut masih dalam proses pengumpulan data.

Akomodasi dan Fasilitas

Di kota Sungai Penuh (ibukota Kabupaten Kerinci), banyak hotel yang bisa ditempati oleh para wisatawan untuk menginap. Harga untuk satu kamar relatif murah dengan tarif mulai dari Rp. 50.000,00 sampai Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.

Demikian sedikit dan sekilas objek wisata dari salah satu kabupaten yang ada di Kota Jambi yaitu Kabupaten KERINCI yang memiliki parorama dan keindahan yang funtastic, tak kalah dengan daerah-daerah lain. Saya berharap pemerintah setempat lebih dapat memanfaatkan dan mengelola potensi-potensi wisata yang ada didaerah untuk dikembangkan menjadi daerah wisata tanah air. (Sumber dari Blog Team wisata nusantara. Diposkan oleh Adventure Label: adventure1331, kerinci, sipenjuntai kata)

Pemprov Jambi Jamin Tak Ada Joki di UN

Foto Sekda Provinsi Jambi Ir Syahrasaddin MSi. Foto BATAKPOS/ROSENMAN MANIHURUK

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi menjamin tidak ada praktek per jokian pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 18 April mendatang. Pemprov Jambi juga telah mengingatkan pengawas untuk disiplin dan tegas dalam melakukan pengawasan UN. Pemprov Jambi juga meminimalisasi potensi kebocoran soal saat pendistribusian ke kabupaten/kota.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi (Sekda) Ir Syahrasaddin MSi saat pelepasan distribusi naskah UN ke kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Jum’at (15/4). Pihaknya berharap pelaksanaan UN dapat berjalan tertib, aman dan lancar tidak ada kendala.

Disebutkan, agar semuanya berjalan lancar, tentunya mempunyai kriteria yang bersifat prosedural, sepertti semua komponen pelaku dari UN harus betul-betul disiplin. Kedisiplinan dimaksud dapat meminimalisasi potensi kebocoran soal dan mengikuti Juklak dan Juknis (Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis) yang dibuat Pendidikan Nasional.

“Dalam pelaksnaan UN Provinsi Jambi kali ini pengawalan ketat tetap dilakukan. Sejak pencetakan soal sampai distribusi selalu dikawal pihak kepolisisan dan itu salah satu upaya meminimalisir kemungkinan terjadinya kebocoran. Mengenai adanya joki-joki yang akan mengerjakan soal, sudah diantisipasi dengan baik. Sudah ada standar, mereka tidak boleh membawa alat-alat elektronik dalam ruangan, siapa yang membawa alat elektronik akan ditangkap,” ujar Sekda.

Sementara Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Jambi menjamin soal UN tahun 2011 ini bebas dari kebocoran. Sebab sistem varian yang diterapkan saat ini tidak akan mudah diprediksi, sehingga hasil UN juga bisa dijamin kemurniannya. Selain itu, Diknas Kota Jambi juga menghimbau agar siswa peserta UN tidak mudah percaya dengan soal-soal prediksi UN yang marak diperjual belikan akhir-akhir ini.

Kepala Diknas Kota Jambi, Jumisar mengatakan, UN tahun 2011 terjamin kemurniannya. Tahun ini soal yang diberikan terdiri dari 5 varian, dalam satu mata pelajaran. Sehingga prediksi jawaban yang sama akan sangat sulit didapat dan bisa kita katakan UN tahun 2011 ini akan bebas dari kebocoran soal seperti yang pernah terjadi.

Forum Komunikasi kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat SMU se-Kota Jambi berharap saat Ujian Nasional (UN) para pengawas ujian tidak membuat hal yang dapat mengganggu konsentrasi siswa.

Selain itu, MKKS juga berharap para siswa untuk tidak mudah terpengaruh dengan situasi. “Kita kali pertama melakukan pemantapan persepsi persiapan UN, contohnya adalah penempatan siswa di ruangan, yakni 20 siswa per kelas,”kata Ketua MKKS tingkat SMU se-Kota Jambi, Adi Triyono.

Menurutnya, jika dalam satu ruangan siswanya berlebih, maka akan mengganggu konsentrasi siswa. Selain soal ujian yang akan diberikan secara acak, kita juga mencermati soal pengawasan UN itu sendiri.

Pihak MKKS Kota Jambi, menghimbau pengawas mampu menjaga situasi UN. Para pengawas ini mampu mengikuti aturan dan ketentuan yang ada, tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi siswa. ruk