.

.
.

Monday, 22 September 2014

Pemkab Stop Penyalurkan Konverter Kit

Konverter Kit

KUALATUNGKAL-Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat menghentikan Pilot Project penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kapal nelayan. Padahal, program tersebut sudah diluncurkan Kementerian ESDM RI belum lama ini.

Informasi yang dihimpun, Kementerian ESDM berencana memberikan bantuan 200 konverter kit untuk konversi BBM ke BBG kepada nelayan. Sementara, PT Petrocina Ltd mengupayakan sebanyak 300 unit konverter. Hanya saja, yang telah terealisasi hanya 50 unit dan dioperasikan nelayan sekitar 10 unit. Alat tersebut belum mampu menggerakkan kapal nelayan dengan kecepatan maksimal, lantaran tidak dilengkapi alat pengatur tekanan gas.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Tanjungjabung Barat, Yon Heri kepada wartawan menjelaskan, daya yang dihasilkan dari mesin konverter kit berkisar 6 KV. Daya tersebut dinilai terlalu rendah untuk menggerakkan mesin nelayan.

Kata dia, dari hasi pengujian konsultan di lapangan, mesin yang layak digunakan nelayan di Tanjabbar berkekuatan 28 KV. " Untuk saat ini penyaluran dihentikan sementara. Setelah tender, baru dibagikan lagi dengan kekuatan mesin yang layak," ujarnya.


Dijelaskan, 50 unit konverter kit yang diberikan ke nelayan ternyata tidak berfungsi dengan baik. Kecepatan perahu nelayan sangat lambat, sementara nelayan melaut dengan jarak yang jauh.

Ditambahkan dia, perubahan desain mesin 6 KV menjadi 28 KV diserahkan ke Petrochina. Setelah itu rampung, segera dilakukan tender ulang.


Soal rencana pembagunan Stasiun Pembangkit Bahan Bakar Gas (SPBG), Yon Hery membenarkan. Pemkab Tanjabbar ada rencana membangun satu unit SPBG untuk kapal nelayan yang menggunakan bahan bakar gas.

Sebelum SPBG dibangun, nelayan yang menggunakan konverter kit terpaksa memakai gas ukuran 3 Kg tatkala akan melaut. "Jika nanti sudah banyak yang dioperasikan baru kita akan mengupayakan SPBG. Ini sudah kita bicarakan dengan pusat," kata mantan Kepala Kantor Perizinan Terpadu ini.
Berdasarkan pendataan Kementerian ESDM beberapa waktu lalu, kebutuhan konverter kit untuk nelayan di Tanjabbar mencapai 1.477 unit. Konversi BBM ke BBG ini merupakan program prioritas skala nasional.


Diluncurkannya konversi minyak ke gas, lantaran pemanfaatan energi saat ini masih sangat tergantung kepada minyak bumi. Selain angka ketergantungan dengan minyak bumi terbilang tinggi, harga minyak pun kian meroket. Pemanfaatan minyak bumi juga memberatkan anggaran negara karena besarnya subsidi yang diberikan.(nik/lee)

No comments: