.

.
.

Senin, 11 Desember 2017

Pledoiku Untuk Ahok

Birgaldo Sinaga
BERITAKU-Hari ini dua tahun lalu, dua hari menjelang sidang perdana Ahok pada 13 Desember 2016, saya menulis pledoi untuk Ahok. Begini isinya. Dalam keramaian di ruang tunggu bandara Hang Nadim Batam hari ini pikiranku masih berkutat soal Ahok. Besok lusa Ahok jadi terdakwa. Ahok akan disidang di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pikiranku melayang jauh. Andai saja dulu aku memilih jurusan Hukum tentu aku bisa menyusun pledoi membelanya di depan pengadilan.

Dulu semasa SMA, sejatinya jurusan hukum yang paling aku minati. Aku suka membaca buku buku sejarah, hukum, politik dan sastra. Tapi entah mengapa aku memilih jurusan Fisika. Setamat SMA malah memilih jurusan teknik mesin. Orang bilang gak nyambung.

Aku terpengaruh dengan biographi tokoh tokoh pendiri bangsa seperti Bung Karno. Bung Karno lulusan Sipil ITB. Namun pengetahuannya tentang sejarah, hukum, konsep negara dan dunia internasional luar biasa.

Saat Bung Karno diadili kolonial Hindia Belanda pada 2 Desember 1930 di Landraad Bandung karena dituduh makar, Bung Karno dengan epic menuliskan pledoi paling menggegerkan dunia saat itu. Bung Karno menuliskan pembelaannya sendiri dengan judul "Indonesia Menggugat".

Pledoi Bung Karno "Indonesia Menggugat" membuka cakrawala pembebasan baru dalam episode membebaskan bangsa dari imperialisme, kapitalisme dan kolonialisme pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Pledoi itu menerobos kungkungan kebodohan yang sekian lama memenjarakan pikiran pikiran rakyat. Membodohi rakyat bahwa kaum inlander tidak akan mampu menjadi pemimpin.

86 tahun kemudian, tepatnya 13 Desember 2016, seorang anak bangsa dari Belitung, Basuki Tjahaya Purnama akan diadili oleh bangsanya sendiri.

Ia diadili karena dituduh menista agama Islam. Agama yang begitu dihormatinya sejak orok. Ia lahir dan besar di negeri dimana Islam memberi pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan karakternya.

Basuki kecil sekolah di sekolah Islam. Bersama anak anak Belitung teman temannya, Ia mengenal betul apa itu tauhid, rukun Islam dan Sunnah.

Kemiskinan di tanah kelahirannya Belitung membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat. Menjadi pengusaha sudah dilakoninya sejak muda. Ayahnya pengusaha. Ia anak pengusaha yang berhasil.

Tidak seperti teman temannya yang lain, Basuki berikhtiar mengabdikan sisa hidupnya untuk menolong orang banyak yang notabenenya orang orang muslim sahabat-sahabatnya.

Ikhtiar itu Ia kemukakan pada ayahnya. Menjadi pengusaha mungkin bisa menolong orang. Tapi terbatas. Menjadi pejabat akan banyak menolong orang. Banyak rakyat tertolong dengan kebijakan pejabat yang baik. Itu tekad dan ikhtiarnya. Ayahnya merestui niat Basuki.

Tuhan akhirnya buka jalan. Niat Ahok itu terwujud. Dua tahun Ia menjadi Gubernur Jakarta, warga Jakarta merasakan sentuhannya. Orang miskin pengangguran berubah hidupnya.

Puluhan ribu orang seperti pengamen, anak punk dan gelandangan diangkat martabat hidupnya menjadi pekerja kebersihan, pasukan oranye. Jalanan dan sungai sungai Jakarta menjadi bersih.

Momok menakutkan warga Jakarta yaitu banjir tahunan tiada lagi. Jakarta berubah total menjadi lebih baik. Birokrasi pelayanan warga akan KTP, KK dan akte kelahiran malah bukan hal menjengkelkan lagi. Begitu daftar wushhhh....wushhh..hitungan jam langsung beres.

Warga yang selama ini ketakutan terkena demam berdarah kini bebas demam berdarah. Anak anak kecil selamat dari kematian. Ahok membuat Jakarta semakin manusiawi. Energi dan pikirannya tumpah untuk membawa rakyatnya hidup bermartabat.

Dalam masa masa mendekati pendaftaran cagub lalu, Ahok dibombardir habis oleh lawan lawannya. Ia diserang oleh Hizbut Tahrir Indonesia melalui Mahasiswa Gema Pembebasan yang mengirimkan rekaman video Surat Al Maidah bahwa haram pilih pemimpin kafir Ahok. Ia juga diserang oleh FPI melalui risalah Iqtiqlal haram memilih pemimpin kafir.

Serangan serangan itu memborbardir pertahanan Ahok. Hingga Ia akhirnya bereaksi. Ia berpidato di Kepulauan Seribu tentang Al Maidah.

Dari pidato Ahok di Kepulauan Seribu itulah kisah status terdakwa Ahok bermula. Ia bak domba polos yang akan ditentukan nasibnya. Disembelih atau dibebaskan.

Aku merenungkan betapa kejam dan sadisnya bangsaku ini. Bung Karno diadili oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda karena mereka khawatir aksi gerakan Bung Karno bisa menimbulkan perlawanan.

Lalu, kekhawatiran apa yang kita cemaskan dari ucapan Ahok yang tidak sedikitpun ada niatnya ingin menista agama Islam? Agama yang begitu dihormatinya?

Besok lusa, Ahok akan duduk di kursi pesakitan karena tuduhan menista agama Islam. Sesuatu yang sangat tidak masuk di akal karena dedikasi dan ikhtiar Ahok menjadi pejabat adalah untuk menolong orang dari kemiskinan dan kebodohan.

Lihatlah energi pikiran yang dicurahkan Ahok untuk agama yang dihormatinya itu. Ia bersedekah, membayar zakat, memberi daging qurban. Ia membangun dua mesjid besar di Balai Kota dan Daan Mogot.

Ia memberangkatkan ratusan penjaga mesjid ibadah Umroh. Seorang teman pendeta bilang pada saya, lebih enak di jaman Foke buat umat Kristen. Gereja dan natal selalu di bantu pemerintah provinsi DKI. Jaman Ahok? Air mata saja yang ada. Itu pendapat banyak pemimpin umat Kristen ya Koh Ahok.

Tapi kami tidak peduli karena kami tahu bahwa menolong sesama manusia tanpa pandang agama, suku, ras dan golongan adalah pengabdian iman tertinggi dalam memuliakan nama Tuhan. Selalu bermanfaat bagi sesama manusia terutama mereka orang miskin, orang tertindas, teraniaya dan terpinggirkan.

Koh Ahok...tahukah bagaimana nasib Bung Karno dalam sidang pengadilan Hindia Belanda itu? Bung Karno dihukum 4 tahun penjara. Ia dipenjara karena ingin memerdekakan bangsanya dari kebodohan dan kemiskinan.

Penjajah Belanda ingin membungkam mulut dan pikiran Bung Karno bahwa orang inlander tidak akan bisa menjadi pemimpin.

Kini bangsamu sendiri ingin membungkam dan menyumpal jiwamu agar orang kafir sepertimu tidak boleh lagi mengabdikan diri membangun bangsamu sendiri. Orang kafir tidak boleh menjadi gubernur.

Benar apa yang dinubuatkan Bung Karno bahwa perjuangan kalian lebih berat dari perjuanganku. Karena yang kalian lawan adalah bangsamu sendiri. Besok lusa, bangsamu sendiri yang akan menikam jiwamu jatuh kedalam lembah kenistaan.

Tapi yakinlah bahwa masih banyak anak bangsa yang memiliki hati dan jiwa yang jernih. Sekalipun engkau terduduk sendirian di kursi pesakitan itu, percayalah ada tangan Tuhan yang lebih tahu apa isi hatimu.

Dari hati terdalam perkenankanlah aku menuangkan segelas air putih untuk mengganti keringat dan air matamu dalam melewati masa masa sulit ini.

Tetap teguh dan tegar ya Koh Ahok, karena kebenaran akan mencari jalannya sendiri..

Salam Perjuangan
(FB-Birgaldo Sinaga)

DENNY SIREGAR

Denny Siregar
BERITAKU-Meski sejak 2014 saya telah mengenal sosok Denny Siregar, saya baru bertemu dengannya pada Januari 2017. Kami bertemu di sebuah cafe bilangan Cikini menjelang petang. Sore itu saya tiba lebih dulu. Tidak berapa lama Denny nongol dengan menyandang tas punggung. Celana jeans padu kaos oblong selalu melekat sehari-hari.


"Hei brooo... Udah lama.. Apa kabar?," sapa Denny ramah sambil memeluk hangat saya. Lanjut Cipika-cipiki.

Di pojokan cafe itu saya melihat sosok yang selama ini sering saya pikirkan. Apakah isi tulisannya serupa dengan karakter aslinya?

Mengalirlah cerita kami bak dua sahabat bercerita masa lalu, masa kini dan harapannya akan masa depan. Denny pernah hidup bergelimang materi. Apa yang tidak dia miliki? Semua Ia miliki. Hingga suatu waktu apa yang pernah ia miliki itu habis tak bersisa. Ia jatuh terjerembab ke dasar paling bawah. Terkulai. Tergeletak. Tak berdaya.

"Lalu apa yang membuatmu bangkit bro", tanya saya.

Denny menarik dalam rokoknya. Ia seruput kopi pelan. Matanya menerawang di langit-langit cafe. Lama Ia terdiam.

"Tuhan sayang saya bro. Tuhan dengan caranya mengajar saya untuk mengerti untuk apa saya hidup. Tuhan mengambil materi yang gue miliki agar saya tahu hidayah. Dan kini di sisa hidup ini, saya jadi tahu hidup ini bukan semata soal sukses mengejar materi. Hidup itu soal amal saleh kita bagi kemanusiaan. Manfaat kita bagi bangsa dan negara", ujarnya dengan mimik serius.

Tidak mudah bangkit setelah terpuruk. Ada teman saya pernah sukses dengan karir menjulang, lalu jatuh ke titik nadir. Ia sempoyongan lalu bergaul erat dengan narkoba. Tidak berapa lama saya dengar kematiannya over dosis. Tragis hidupnya.

Sejak kecil saya suka membaca. Membaca apa saja. Pikiran saya dibentuk oleh buku yang saya baca. Saya menyukai dunia detektive karena saya membaca buku Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Dayle.

Saya menyukai petualangan alam bebas karena membaca buku Karl May. Buku itu saya baca saat masih remaja. Buku-buku itu membentuk karakter dan pola pikir saya.

Tulisan itu lebih tajam dari pedang. Begitu kata orang bijak. Melalui tulisan bermutu dan berani, tulisan itu mampu mengiris lapisan kebodohan, lapisan kekolotan, lapisan kebebalan, lapisan kemunafikan, lapisan kejahatan, lapisan tipu muslihat.

Denny Siregar salah satu penulis tajam dan berani itu. Denny bukan saja menelanjangi kaum munafik hingga kejang-kejang, lebih dari itu Denny memberi pengertian kepada banyak orang untuk berani bersuara. Untuk berani melawan radikalisme. Untuk berani mengangkat kepala melawan serbuan propaganda khilafah. Berani membela orang baik seperti Jokowi dan Ahok.

Saya berhutang banyak pada Denny. Jauh sebelum saya turun ke jalanan membela Ahok, saya banyak tercerahkan oleh tulisan Denny.

Saya semakin berani berhadapan dengan mereka yang hendak memenjarakan Ahok. Saya bertemu dijalanan dengan mereka pembenci Ahok. Hadap-hadapan di pengadilan, saya tidak gentar meski getaran suara caci maki sumpah serapah menghunjam telinga saya.

Seminggu menjelang keputusan pengadilan atas Ahok, saya kirim pesan WA kepada Denny. Saya memintanya hadir pada 9 Mei 2017 untuk memberi orasi kepada relawan. Saya membuat aksi 8000 Mawar Merah Putih Untuk Ahok. Juga ada Tugu Keadilan dan Kebebasan. Pendanaan saya cari dari penjualan buku Mengapa Aku Membela Ahok karya saya.

Denny tidak langsung jawab karena agendanya sudah full di tanggal 9 Mei. Saya tidak kehilangan akal. Tanpa persetujuannya, saya buat flyer. Isinya Denny Siregar dan Eko Kuntadhi akan hadir mengisi orasi pada aksi 8000 Mawar Merah Putih Untuk Ahok.

Tidak lama, Denny hubungi saya. Denny menyerah. Ia bersedia hadir di tengah-tengah ribuan relawan untuk memompa semangat.

Selasa lalu, Denny bersama Ustad Abu Janda Permadi Heddy Setya tampil di ILC. Usai tampil yang katanya di bawah harapan, seketika puluhan ribu pendukung HTI, FPI, GNPF MUI membanjiri lapak Denny dengan sejuta cemooh dan caci maki. Mereka mengeroyok FP Denny dengan kata-kata berkelas hewan binatang. Belum lagi meme-meme yang bikin ngilu melihatnya.

"Elo jago di medsos doang, di dunia nyata ayam sayur".

"Elo macam hiu di medsos, di dunia nyata kecebong".

"Elo jago nulis pemberani, giliran ngomong gemetaran kayak kerupuk masuk angin".

Serbuan pendukung Felix ini bikin saya tertawa geli. Benar-benar geli. Para pendukung Ustad Felix ini merasa menang berdebat. Membusung dada karena jagoannya membantai habis Denny dan Abu Janda. Mereka mabuk kepayang mengetahui nyali Denny itu ternyata jauh dibanding tulisannya.

Saya tersenyum kecil membaca ribuan hujatan merendahkan itu. Persis kelakuan banci yang merasa menang melawan Satpol PP saat berhasil kabur dari penggerebekan.

Bagaimana mungkin kamu berpikir nyali Denny kecil jika Denny berani turun menunjukkan batang hidungnya di tengah ribuan orang saat situasi panas pada 9 Mei 2017 di depan pengadilan Ahok?

Denny saat itu tampil menggelegar. Suaranya keras dan kencang. Urat lehernya tampak menegang. Saya berdiri di sampingnya. Saya memberinya mikrophone memintanya agar menaikkan moral relawan yang jatuh usai vonis Ahok.

Denny tampil bak Bung Karno muda. Sorot matanya menatap tajam para relawan yang lunglai meratapi Ahok. Denny terus berteriak lantang. Ia berdiri teguh dengan suara bergetar. Matanya berkaca-kaca. Sementara dihadapannya ribuan relawan menangis. Sebagian meraung-raung.

Ini orasi Denny.

"Saudara-saudaraku sebangsa setanah air. Vonis penjara Ahok bukan kiamat bagi kita. Ini awal perjuangan baru bagi kita. Bangkitlah saudaraku. Tegakkan kepalamu. Angkat dagumu. Kepalkan tanganmu. Berteriaklah keras. Kita akan lawan kezaliman dan intimidasi lebih keras lagi sekalipun langit runtuh".

"Bukan kekalahannya yang harus ditangisi, tapi ketidakmampuan kita untuk membawa tongkat estafet perjuangannya yang layak disesali. Saya muslim dan kita belajar darinya tentang bagaimana seharusnya seorang manusia berdiri tanpa rasa takut ketika kezaliman ada di depan mata".

Sekitar awal November lalu, saya bertemu Denny, Ustad Abu Janda dan Eko Kunthadi dan Kyai Enha. Kami bertemu menjenguk Ahok. Kami pergi ke Mako Brimob beramai-ramai, sekitar 20 orang. Kami kangen sama Ahok.

Pertemuan 30 menit bersama Ahok mempersatukan kami kembali. Ada yang datang dari Surabaya. Saya khusus datang dari Medan. Jarak dan waktu bukan rintangan buat kami untuk bertemu dengan teman2 terlebih bisa berjumpa Ahok yang menginspirasi kami.

Lepas bertemu Ahok, kami singgah di Mall Kota Depok. Mengisi kampung tengah, maklum perut keroncongan.

Di pojokan salah satu restoran mall itu kami ngumpul di meja panjang. Kehangatan begitu kental terasa. Kami yang tidak saling mengenal dipertemukan oleh getaran batin yang sama. Batin menyuarakan kebaikan dan kemanusiaan. Batin menyuarakan pesan kebangsaan yang menghormati kemanusiaan. Batin membela orang orang baik.

Saya duduk berhadapan dengan Denny. Di samping kanan saya duduk Ustad Abu Janda dan Eko Kunthadi. Di samping kiri saya ada Kyai Enha. Wajah Denny tampak terlihat pucat siang itu. Beda dengan penampilannya selama ini. Wajahnya agak sembab pucat.

"Beberapa waktu lalu saya Medical Chec-up. Kata dokter saya terkena jantung. Cukup parah juga bro", ujar Denny tenang setelah saya tanyakan mengapa wajahnya tampak pucat.

Lalu Denny mengeluarkan obat dari tasnya. Ia menunjukkan beberapa macam pil yang harus diteguknya. Sesekali ia menekan dada sebelah kanannya. Sering sakit. Oleh dokter Denny direkomendasikan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi Denny memilih minum obat saja.

Selasa, 5 Desember 2017 Denny tampil di acara ILC. Ia diundang sebagai pegiat medsos. Mungkin karena Denny rutin mengkritik aksi radikalisme, HTI, persekusi FPI dan jargon politisisasi agama untuk merebut kekuasaan.

Saat melihatnya tampil di TV, saya bergumam lirih. Denny tampak pucat. Keringatnya mengalir. Uppsss... Ini berbahaya. Jantungnya masih bermasalah. Ia pasti akan bergetar bicara jika tekanan darahnya naik.

Sebagai sahabat, saya harus mengakui Denny bak Jenderal Soedirman. Berani bertarung meski paru-parunya hanya sebelah yang berfungsi. Jenderal Soedirman keras kepala memimpin gerilya pasukannya di tengah hutan melawan pasukan Belanda.

Denny tahu Ia sedang sakit. Denny tahu dirinya akan gemetar bicara karena jantungnya bermasalah. Tapi semua itu ditepikannya. Baginya lebih penting menyuarakan kebenaran meski bibirnya akan bergetar menyuarakan itu. Ia tidak peduli akan dirinya.

"Apa yang kau pikirkan bro? Kok nampak susah wajahmu?, tanya Denny di lantai 3 kantornya di bilangan Margonda Depok September lalu.

"Gue lagi mikir kasus Jessica bro", balas saya.

"Jangan pernah berhenti berjuang bro untuk orang kecil terpinggirkan. Teruskan perjuanganmu", ucap Denny menyemangati saya.

Hari ini saya dengar Denny berada di Bandung. Bergerak terus menggalang suara dengan teman2nya untuk terus berjuang bagi NKRI, Pancasila, Keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan. Saya iri dengan Denny. Dengan kondisi jantungnya yang tidak begitu baik, Denny terus memompa semangat banyak orang.

Ia meninggalkan keluarganya. Ia menghabiskan waktunya agar banyak orang mengerti bahwa Indonesia tempat lahir kita sedang diracuni oleh HTI dan afiliasinya. Dan karena suara yang terus diteriakkan Denny itu maka pendukung HTI dan genknya terus mencoba membunuh Denny dengan bullyan, hujatan, caci maki, umpatan, cemooh dan meme-meme rendahan itu.

Apakah Denny takut?


Hanya kematian yang akan membungkam Denny bersuara. Denny salah satu orang yang punya nyali tiada lawan tiada banding untuk melawan gerombolan penghembus racun membusukkan NKRI dan Pancasila.

Gue bangga pernah mengenalmu Bro Denny.

Salam perjuangan penuh cinta

(FB-Birgaldo Sinaga)

Rabu, 06 Desember 2017

H Ivan Wirata Terpilih Kembali Secara Aklamasi Sebagai Ketum Depidar SOKSI Prov Jambi

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin menyerahkan Bendera Pataka Soksi kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata terpilih pada Musda V Depidar Soksi V di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: IST
Jambipos Online, Jambi- H Ivan Wirata terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Organisasi Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) Provinsi Jambi pada Musyawarah Daerah V (Musda) Depidar Soksi V Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017) malam.

Musda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, anak pendiri Soksi Suardiman, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Ketua AMPG Prov Jambi Andria, Ketua KNPI Prov Jambi, Sekjen DPD Golkar Provinsi Jambi Supardi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Indra Armandaris, dan Pengurus Cabang Soksi se Provinsi Jambi dan undangan lainnya.

“Alhamdulillah acara Musda Soksi V Provinsi Jambi berjalan dengan khidmat, aman dan tertib. Selamat atas terpilihnya secara aklamasi H.Ivan Wirata,ST,MM,MT menjadi ketua Depidar V Soksi Provinsi Jambi dan langsung dilantik oleh Ketua Umum Depinas SOKSI Dr.H.Ade Komarudin.MHum di Novita Hotel 05 Des 2017. Terimakasih untuk semua panitia, peserta musda, Depicab dan Baladika Karya dan semua yang terlibat dalam musda V Soksi Prov Jambi,” ujar seorang seorang peserta Musda, Selasa malam.

“Terkhusus untuk ketua panitia Ansori Hasan Sopo Jarwo yang telah menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran nya demi kesuksesan acara Musda Soksi ini. Selesai Musda Ketum SOKSI berwisata kuliner dan di lanjutkan makan durian disekitaran Sipin Ujung sembari menikmati keindahan Kota Jambi, Sukses dan tetap Solid untuk SOKSI kedepannya. SOKSI....MAJU TERUS PANTANG MUNDUR,” ujarnya.

H Ivan Wirata mengatakan, SOKSI Provinsi Jambi berkomitmen dalam membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Jambi dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Soksi Jambi juga akan menjalin BUMN agar dapat melakukan kerjasama bidang UMKM di Provinsi Jambi.

“Musda V Depidar Soksi V ini dihadiri peserta dari 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Kita panjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan karunia-nya kita diberi kenikmatan dan kesempatan hadir diacara Musda Soksi ini,” katanya.

Disebutkan, sebenarnya organisasi Soksi ini untuk memperhatikan buruh atau karyawan-karyawati agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan Jambi Tuntas 2021. “Mudah-mudahan Pak Wakil Gubernur Jambi memang betul-betul tuntas. Bahwa ormas Soksi di Provinsi Jambi berkontribusi terhadap UMKM di Provinsi Jambi,” katanya.

Disebutkan, kedepan Soksi Provinsi Jambi punya program khusus yakni membuka lapangan kerja dengan bekerjasama dengan PTPN V Jambi. Hal ini juga didukung oleh Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin.

“Kita juga harapkan rekomendasi dari pak Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin agar Soksi Provinsi Jambi bisa membuka lapangan kerja dengan bermitra dengan PTNPN V Jambi. Soksi juga berkomitmen meningkatkan ekonomi lemah menjadi ekonomi kuat di Provinsi Jambi diberbagai sector,” ujar H Ivan Wirata yang juga akan dipilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Depidar Soksi Provinsi Jambi. (JP-Lee)

Wagub Jambi Minta SOKSI Berkontribusi untuk Pembangunan Jambi

Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar  pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum meminta Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Provinsi Jambi berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Jambi. Soksi juga diharapkan lebih kreatf dalam mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Jambi.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum. saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) V Tahun 2017 di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). 

Musda ini dihadiri Ketua Umum Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, anak pendiri Soksi Suardiman, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Ketua AMPG Prov Jambi Andria, Ketua KNPI Prov Jambi, Sekjen DPD Golkar Provinsi Jambi Supardi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Indra Armandaris, dan Pengurus Cabang Soksi se Provinsi Jambi dan undangan lainnya.  

Musda ini mengusung Tema "Semangat Soksi Now......Solid Bangkit dan Berjaya" Maju Terus Pantang Mundur. Pemerintah Provinsi Jambi untuk terus berkembang serta mencapai tujuan dalam upaya pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan perekonomian serta kemandirian.

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat terbuka dan mendukung setiap usaha yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah yang kita cintai ini," kata Fachrori Umar. 

Wagub Jambi menyampaikan kehadiran SOKSI bukan organisasi yang lahir sebagai organisasi kekuatan politik tapi sebagai organisasi masyarakat yang berorientasi karya dan kekaryaan, juga sebagai organisasi perjuangan dan gerakan.

“Soksi lahir memiliki wawasan ideologi dan memiliki komitmen strategis bersifat senantiasa melahirkan ide, pikiran, gagasan dan konsep baru demi terwujudnya pemahaman terhadap pola dan sistem kehidupan masyarakat," tegasnya. 

Mengenai kehidupan bangsa dan negara dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, Soksi memiliki arah dan tujuan untuk menjadikan masyarakat  sosialis Pancasila atau masyarakat sejahtera lahiriyah dan batiniyah.

“Soksi Provinsi Jambi sendiri dalam perkembangan organisasinya dapat memikirkan capaian yang telah diraih dan tantangan masa depan untuk ditindaklanjuti," harapnya. 

Musyawarah Daerah yang diselenggarakan SOKSI mendapat perhatian Wagub, agar pengurus dan para peserta musyawarah dapat melakukan refleksi tujuan pembentukan dan peran organisasi SOKSI dalam berkontribusi serta memberikan manfaat kepada masyarakat juga terhadap pembangunan khususnya di Provinsi Jambi. "Rumuskanlah program-program kedepan yang lebih baik dan benar-benar berpihak bagi kepentingan anggota SOKSI,  masyarakat dan daerah Jambi,” katanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI, Dr.H.Ade Komaruddin, MH,  menganjurkan sebagai sebuah organisasi diisi manusia yang baik serta terus menyapa masyarakat dengan melakukan gerakan kebaikan. "Jangan sok baik dengan memberikan sumbangan untuk Musholla tapi untuk kepentingan politik, beramal dan beribadah harus ikhlas juga baik," tegas Ade Komaruddin. 

Pengalaman sebagai Anggota Dewan dari Tahun 1997-2019 nanti merupakan perjalanan panjang seorang Ade Komaruddin,  menempuh karir politik dengan kekuatan menyapa dan berbuat baik untuk masyarakat merupakan kunci sukses beliau, "Ada ilmunya jadi Legislatif tidak susah, sapalah rakyat, pasar (keinginan masyarakat) menentukan dan jangan melawan,  jaga nama baik," kata H. Ade Komaruddin. 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah SOKSI Jambi, H.Ivan Wirata,ST,MM,MT  menjelaskan harapan organisasi kedepan menguatkan peranan buruh atau karyawan untuk berkontribusi pada masyarakat. "Kontribusi terhadap UMKM,  bermitra dengan PTPN, kita ciptakan lapangan kerja agar ekonomi lemah dapat meningkat menjadi kuat," ungkap Ivan Wirata. 

SOKSI sebagai wadah bagi karyawan menyalurkan aspirasi dan kontribusi bagi pembangunan daerah termasuk Provinsi  Jambi. "Kita dukung Jambi TUNTAS 2021 dapat terwujud," kata H. Ivan Wirata. 

Pembukaan Musda dihadiri Ketua Kosgoro Provinsi Jambi/Bupati Batanghari, H. Syahirsyah SY,  Anggota DPR RI Bobi (anak Alm. Jend Suhardiman pendiri SOKSI), Anggota DPRD Provinsi Jambi Gusrizal, para tamu dan undangan dari berbagai organisasi masyarakat maupun pemuda di Provinsi Jambi. (JP-Lee)




Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata dan Anaknya Alvie Ridho Wirata (Kader Soksi) disle-sela Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih










Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata (kanan) saat memberikan sal Batik Jambi kepada Ketua Umum Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih



Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata (kiri) saat memberikan Cendramata kepada Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar  pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih


(Kiri ke kanan) Ketua Panitia Musda Ansori Hasan, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata, anak pendiri Soksi Suardiman photo bersama usai pembukaan Musda V Depidar Soksi V di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: Asenk Lee Saragih






Akom Minta H Ivan Wirata Maju di Pileg 2019

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) H Ade Komaruddin (Akom) saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V Depidar Soksi V Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: Asenk Lee Saragih
Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata (kiri) saat memberikan Cendramata kepada Ketua Umum Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

Jambipos Online, Jambi-Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) H Ade Komaruddin (Akom) meminta Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata untuk ikut bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019 mendatang. Akom juga meminta H Ivan Wirata untuk memaksimalkan anggota Soksi menyapa masyarakat.

Hal itu diungkapkan Akom saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V Depidar Soksi V Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Musda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan dihadiri anak pendiri Soksi Suardiman, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Ketua AMPG Prov Jambi Andria, Ketua KNPI Prov Jambi, Sekjen DPD Golkar Provinsi Jambi Supardi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Indra Armandaris, dan Pengurus Cabang Soksi se Provinsi Jambi dan undangan lainnya. 

Akom juga meminta Ivan Wirata untuk melakukan rekonsiliasi, turun kebawah, sapa masyarakat dengan ilmu politik yang santun. Dia juga mengatakan caleg harus berkompetisi dengan sehat.

“Kader Soksi yang mau masuk mencalonkan legislatif harus melakukan konsolidasi semenjak awal 2018. Turunlah ke bawah, sapa rakyat dan pakai limu. Tentunya, jangan nanti melakukan hal-hal yang dibelakang hari. Lakukan training kepada seluruh kader Soksi untuk strategi pemenangan legislative mendatang,” katanya.

Kata Akom yang juga calon Ketum Golkar ini, kalau sedang berpolitik, berpolitik saja dengan baik dan jangan pura-pura baik. Berpolitik sebagai Ibadah harus punya hati yang tulus. Kader Soksi harus mempersiapkan strategi yang baik untuk dapat memenangkan sebagai Calon Legislatif.

Disebutkan, kompetisi pada Caleg dari sesame kader partai harus bertarung dengan sportif dan elegan. “Pada Pileg mendatang ada konsekuensi menang atau kalah dalam pertarungan. Jadi jangan hanya menikmati kemenangan saja, kekalahan juga harus dinikmati dengan baik. Saya sering menang, sering juga kalah. Tidak usah bersedih kalau kita kalah, kita nikmati aja, bisa lebih bebas, lebih santai, lebih sehat,” katanya.
Menanggapi usulan Akom tersebut, Ivan Wirata mengatakan, dirinya siap untuk maju di Pileg DPR RI Dapil Provinsi Jambi. Dia juga mengucupkan termakasih atas dukungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) H Ade Komaruddin (Akom) atas rencana percalonan Caleg pada Pemilu 2019 mendatang.

“Saya akan membangun komunikasi dengan masyarakat. Turun menyapa masyarakat dan menampung aspirasi masyarakat. Seluruh Anggota Soksi Provinsi Jambi juga akan ikut membantu soal pencalonan Pileg 2019 mendatang,” ujar Ivan Wirata yang juga mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi 2011-2014 ini. (JP-Lee)

SOKSI Siap Menangkan Syarif Fasha-Maulana di Pilkada Kota Jambi Juni 2018

Bangkit Berdaya Jadi Solusi 
H Ivan Wirata ST MM MT saat ditanya wartawan disela-sela acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: Asenk Lee Saragih

H Ivan Wirata ST MM MT saat ditanya wartawan disela-sela acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Organisasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Jambi H Ivan Wirata ST MM MT mengatakan organisasi masyarakat Soksi Jambi akan berjuang keras untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) Walikota Jambi H Syarif Fasha-Maulana di Pilkada Kota Jambi Juni 2018 mendatang. Dia juga berharap kepada seluruh pemilih untuk tetap datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) jikalaupun Paslon Syarif Fasha-Maulana melawan kotak kosong. 

Hal itu diungkapkan H Ivan Wirata ST MM MT saat ditanya wartawan disela-sela acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).

Musda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan dihadiri Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, anak pendiri Soksi Suardiman, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Ketua AMPG Prov Jambi Andria, Ketua KNPI Prov Jambi, Sekjen DPD Golkar Provinsi Jambi Supardi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Indra Armandaris, dan Pengurus Cabang Soksi se Provinsi Jambi dan undangan lainnya. 

Menurut Ivan Wirata, Soksi Jambi akan ambil bagian untuk memperjuangkan H Syarif Fasha-Maulana  untuk melanjutkan jabatan Walikota Jambi untuk periode kedua (2018-2023). Dirinya siap dengan kencang menuju “Kota Jambi Terkini”  bersama Syarif Fasya  menuju 2018-2023.

Disebutkan, Kota Jambi yang merupakan ibu kota Provinsi Jambi yang kini sudah masuk dalam level kategorikan kota besar. Karena memiliki penduduk lebih dari 500.000 jiwa. “Kota Jambi menjadi magnet bagi penduduk di 11 kota dan kabupaten di Provinsi Jambi. Bahkan bisa jadi bagi masyarakat di luar Provinsi Jambi. Fenomena ini semakin terlihat dengan semakin tingginya pertambahan penduduk Kota Jambi dari waktu ke waktu,” ujar Ivan Wirata. 

Dalam kurun waktu Januari-September 2016 saja, jumlah penduduk Kota Jambi bertambah 25.978 jiwa.  Setidaknya, itulah yang direkapitulasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jambi. Jika dilihat dari jumlah penduduk total Kota Jambi, pertambahan ini mencapai lebih dari tiga persen.

“Informasi dari Disdukcapil, pertambahan jumlah penduduk ini terjadi lantaran penduduk yang datang ke Kota Jambi (migran) dan tingkat kelahiran yang tergolong tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk yang pergi dan meninggal,” sebutnya.

Selain tingkat kelahiran yang cukup tinggi, ada banyak faktor bagi pertambahan penduduk ini. Seperti faktor lokasi (tempat yang strategis), faktor ekonomi, dan faktor sosial. Sejumlah faktor ini bisa dipenuhi oleh Kota Jambi.

“Saat ini Kota Jambi telah menjelma menjadi Kota yang maju. Sejalan dengan transformasi dari Kota Sedang menjadi Kota Besar, Kota Jambi telah menunjukkan geliat harmoni Kota Besar yang maju, tertib, indah dan nyaman,” ujar Ivan Wirata.

Menurut Ivan Wirata, dipenghujung masa kepemimpinan Walikota Jambi  DR H Syarif Fasha ME yang dilantik pada 4 Nopember 2013 lalu, tidak dapat dipungkiri bahwa telah banyak hal yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Kota Jambi dalam berbagai bidang dan sektor pembangunan, khususnya jalan permukiman. 

“Ditangan Sy Fasha kini wajah  Kota Jambi jauh lebih estetik, sarana prasarana dasar perkotaan semakin optimal dan diperluas akses dan juga cakupannya. Pembangunan lingkungan lebih ditujukan pada peningkatan kapasitas dan kearifan lokal yang berkelanjutan,” kata Ivan Wirata.

Kegiatan perekonomian menggeliat, unit-unit usaha bermunculan dalam berbagai skala, investasi tumbuh untuk merespon trend dan kondisi positif pada berbagai sektor perkotaan dan lapangan pekerjaan bermunculan untuk menyiapkan lowongan-lowongan pekerjaan.

Mengusung semangat Kota Jambi Bangkit, Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Jambi telah meletakkan arah kebijakan dan strategi pembangunan dengan menetapkan visi-misi, target dan indikator yang jelas serta terukur di dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Kota Jambi 2013-2018 yang ditetapkan bersama-sama dengan DPRD Kota Jambi, untuk terus dikawal pelaksanaan dan juga keberlanjutannya.

Tata Kelola Pemerintah

Ivan Wirata menerangkan, komitmen Pengelola Pemerintahan yang baik (Good Government) merupakan pilar penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bangkit. Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan melalui upaya sistimatis dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan SDM dan penguatan peran lembaga. 

Hal itu yang dikakukan Fasha selama kepemimpinannya. Pengukuran kompetensi dan kinerja aparatur secara periodik, memberikan reward termasuk fasilitas dan peningkatan tunjangan aparatur. Selain itu juga diterapkan hukuman (punish) dan pembinaan.

“Upaya mereformasi tata kelola pemerintahan itu juga dilakukan dengan penempatan pegawai yang kapabel dan berintegritas, yang bebas narkoba, merubah paradigma aparatur dari yang dilayani menjadi aparatur pekerja keras yang melayani serta membuka peluang bagi pegawai untuk berkreasi dan berinovasi,” terang Ivan Wirata.

Disebutkan, Walikota Jambi H Syarif Fasha sejak dari awal kepemimpinannya telah meletakkan dasar “Enterpreneur Bureaucratic” dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik guna menghimpun sumber-sumber dan potensi pendapatan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang bertujuan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di berbagai bidang.

Pengelolaan Keuangan Daerah

Lebih lanjut Ivan Wirata menguaraikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi meningkat hampir 2 kali lipat dalam 2 Tahun, pada Tahun 2013 Realisasi PAD Kota Jambi baru mencapai Rp 149,04 Milyar, dan pada Tahun 2015 PAD Kota Jambi mencapai Rp 295 Milyar lebih. Tahun 2016 ini, PAD Kota Jambi di targetkan sebesar Rp 316,6 Milyar.

“Komposisi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung semakin membaik, pada Tahun 2013 Komposisi Belanja Tidak Langsung terhadap Belanja Langsung adalah 58,9 : 41,1. Pada Tahun 2015 Komposisinya menjadi 50,5 : 49,5 ; dan pada Tahun 2016 komposisinya adalah 50,2 : 50,8,” sebutnya.

Dalam penganggaran belanja ini, kebijakan yang ditempuh adalah dengan memastikan dilaksanakannya efisiensi dan efektivitas dalam pengalokasiannya ; dan memprioritaskan anggaran belanja bagi kegiatan-kegiatan yang bersifat pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Tingkat kesejahteraan penduduk secara ekonomi dapat dilihat dari perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. PDRB per kapita Atas Harga Berlaku Kota Jambi Berdasarkan Statistik Kota Jambi Tahun 2015 tercatat sebesar 34,53 juta rupiah per-kapita per-tahun, angka ini meningkat 16,6% persen dibandingkan dengan PDRB per-kapita pada tahun sebelumnya sebesar 29,62 juta rupiah. Indikator ini menunjukkan bahwa secara umum selama setahun terakhir, telah terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi secara relatif,” kata Ivan Wirata.

Disebutkan, kinerja ekonomi Kota Jambi juga menunjukan trend yang cukup baik, meski kemudian terjadi perlambatan pertumbuhan. Laju Pertumbuhan Ekonomi PDRB Kota Jambi pada Tahun 2015 adalah sebesar 5,63 persen. Angka pertumbuhan ini diatas angka Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi yang sebesar 4,21 persen dan juga Nasional sebesar 4,79 persen.

“Untuk mendukung kinerja ekonomi dan meningkatkan aktivitas ekonomi dalam mewujudkan visi Kota Jambi sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, berbagai kebijakan, program dan kegiatan diarahkan untuk peningkatan perekonomian Kota Jambi terus dioptimalkan. Hal ini saya lihat dari pemberitaan berita yang positif,” ujar mantan kadis PU Provinsi Jambi ini.

Kata Ivan Wirata, untuk meningkatkan kenyamanan dan pelayanan terhadap pengguna pasar, pemerintah Kota Jambi telah melaksanakan rehabilitasi dan juga mempercantik unit-unit pasar tradisional milik pemerintah.

“Sejalan dengan itu, pemerintah Kota Jambi juga senantiasa memperhatikan kenyamanan dan estetika kota, diantaranya menyediakan ruang bagi kegiatan PKL. Juga penmbangunan taman kota untuk arena rekreasi warga Kota Jambi,” katanya.

Tiga Kali Raih Government Award

Menurut catatan Ivan Wirata, keberhasilan Syarif Fasya selama menjabat Walikota Jambi patut diapresiasi dan didorong untuk periode berikutnya. Berbagai inovasi dan kreatifitas yang dilakukan Walikota Syarif Fasha telah mengharumkan nama baik Kota Jambi di kancah nasional selama tiga kali. 

Kata Ivan Wirata, Syarif Fasha sudah berhasil masuk 30 besar sebagai kepala daerah berpengaruh lewat inovasi Bangkit Berdaya dari 7000 kabupaten/kota se dunia, kini Fasha dinobatkan lagi sebagai kepala daerah terbaik dengan inovasi Layanan Kesehatan.

Penghargaan itu inovasi Government Award tahun 2017 dari media massa terkemuka Sindo Weekly Magazine (MNC Media Group). Anugerah Government Award 2017 tersebut diserahkan langsung oleh Mendagri RI Tjahjo Kumolo, Menteri KPDT Eko Putro Sandjojo, Ketua DPD RI Mohammad Saleh serta Hary Tanoesoedibjo selaku CEO MNC Group pada tanggal 3 April 2017 lalu di Jakarta.

Kata Ivan Wirata, setahunya penghargaan itu yang kali ke-3 beturut-turut diraih Wali Kota Jambi H Syarif Fasha. Setelah sebelumnya ditahun 2015 Fasha juga meraih penghargaan yang sama untuk kategori Kreatifitas Peningkatan PAD, semantara pada tahun 2016 kita juga berhasil meraih Government Award untuk kategori Tata Kelola Pemerintahan (Good Governance).

Bidang Kesehatan

Kata Ivan Wirata, berbagai inovasi dan kreatifitas Wali Kota Syarif Fasha dalam aspek layanan kesehatan masyarakat diantaranya, pendelegasian kewenangan penerbitan SKTM oleh Ketua RT bagi masyarakat untuk berobat gratis di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Pembenahan sarana dan prasarana serta peningkatan status Puskesmas, peningkatan sarana dan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah H Abdul Manap, layanan kesehatan di rumah (Home Care), Klinik Lansia, Wisuda ibu hamil dan balita, program kursi roda gratis bagi penyandang disabilitas, dan program penanggungan biaya pengobatan lanjutan atau rujukan gratis di luar Provinsi Jambi bagi pasien dan keluarganya, adalah kebijakan yang pro rakyat,” kata Ivan.

Menurut Ivan Wirata, inovasi Wali Kota Jambi Syarif Fasha dalam membangun kotanya dengan "Bangkit Berdaya" kini mendapat apresiasi dan prestasi. Program yang diinisiasinya sejak tahun 2014 lalu akhirnya mendunia.

Bangkit Berdaya merupakan program membangun Kecamatan secara intensif yang berazaskan swadaya. Ini merupakan program percepatan pembangunan sarana prasarana dan utilitas lingkungan yang merata melalui bantuan bahan material dan bangunan yang berbasis partisipasi masyarakat.

Disebutkan, Program Bangkit Berdaya ini, khusus diperuntukkan bagi lingkungan RT yang usulannya belum dapat diakomodir pada Musrenbang Pemkot. Meski begitu, program ini mampu menciptakan pembangunan yang merata berbasis kepada masyarakat di wilayah kecamatan dan kelurahan supaya fokus pada pengembangan sarana atau prasarana dan utilitas masyarakat.

“Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari program ini. Selain memang menumbuhkan semangat kebersamaan pada warga, kegiatan ini juga sekaligus menghemat anggaran. Karena dalam 1 tahun, Pemerintah Kota Jambi hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 7,5 milyar untuk membangun jalan-jalan lingkungan di kawasan RT. Itu karena pengerjaan jalan langsung dilakukan oleh masyarakat secara suka rela dan gotong royong tanpa digaji atau mendapatkan honor dalam jumlah tertentu,” kata Ivan Wirata.

Tekad Bulat

Kata Ivan Wirata, sebagai Ketua Umum Depidar SOKSI Provinsi Jambi, dirinya terpanggil untuk berjuang untuk memenangkan Syarif Fasha untuk melenggangke Periode Ke 2 (2018-2023) pada Pilkada Kota Jambi Juni 2018 mendatang.

Ivan Wirata juga akan mengerahkan Tim Pilkada Muarojambi lalu untuk bergerak di Kota Jambi mensukseskan Syarif Fasha untuk Pilkada Kota Jambi Juni 2018 mendatang.

SOKSI juga akan berbuat untuk kemenangan Syarif Fasha. Karena menurutnya, kepemimpinan Syarif Fasha sebagai Walikota Jambi adalah positif dalam peningkatan pembangunan Kota Jambi dan juga komitmen dalam peningkatan ekonomi warganya. (JP-Asenk Lee)

Soksi Provinsi Jambi Berkomitmen Kembangkan UMKM

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Organisasi Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) Provinsi Jambi berkomitmen dalam membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Jambi dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Soksi Jambi juga akan menjalin BUMN agar dapat melakukan kerjasama bidang UMKM di Provinsi Jambi.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). 

Musda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, anak pendiri Soksi Suardiman, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Ketua AMPG Prov Jambi Andria, Ketua KNPI Prov Jambi, Sekjen DPD Golkar Provinsi Jambi Supardi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Indra Armandaris, dan Pengurus Cabang Soksi se Provinsi Jambi dan undangan lainnya. 

“Musda V Depidar Soksi V ini dihadiri peserta dari 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Kita panjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan karunia-nya kita diberi kenikmatan dan kesempatan hadir diacara Musda Soksi ini,” katanya.

Disebutkan, sebenarnya organisasi Soksi ini untuk memperhatikan buruh atau karyawan-karyawati agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan Jambi Tuntas 2021. “Mudah-mudahan Pak Wakil Gubernur Jambi memang betul-betul tuntas. Bahwa ormas Soksi di Provinsi Jambi berkontribusi terhadap UMKM di Provinsi Jambi,” katanya.

Disebutkan, kedepan Soksi Provinsi Jambi punya program khusus yakni membuka lapangan kerja dengan bekerjasama dengan PTPN V Jambi. Hal ini juga didukung oleh Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin.

“Kita juga harapkan rekomendasi dari pak Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin agar Soksi Provinsi Jambi bisa membuka lapangan kerja dengan bermitra dengan PTNPN V Jambi. Soksi juga berkomitmen meningkatkan ekonomi lemah menjadi ekonomi kuat di Provinsi Jambi diberbagai sector,” ujar H Ivan Wirata yang juga akan dipilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Depidar Soksi Provinsi Jambi. (JP-Lee)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata dan Anaknya Alvie Ridho Wirata (Kader Soksi) disle-sela Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata (kanan) saat memberikan sal Batik Jambi kepada Ketua Umum Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata memukol Gong saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata (kiri) saat memberikan Cendramata kepada Ketua Umum Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata (kiri) saat memberikan Cendramata kepada Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar  pada Musyawarah Daerah (Musda) Depidar Soksi Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017).  Photo: Asenk Lee Saragih

(Kiri ke kanan) Ketua Panitia Musda Ansori Hasan, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata, anak pendiri Soksi Suardiman photo bersama usai pembukaan Musda V Depidar Soksi V di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: Asenk Lee Saragih
  
(Kiri ke kanan) Ketua Panitia Musda Ansori Hasan, Ketua Kosgoro Provinsi Jambi Syahirsyah (Bupati Batanghari), Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI H Ade Komaruddin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Provinsi Jambi H Ivan Wirata, anak pendiri Soksi Suardiman photo bersama usai pembukaan Musda V Depidar Soksi V di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017). Photo: Asenk Lee Saragih