Jumat, 16 Agustus 2019

Mohon Bantuan Dermawan (Maaf BPJS Kesehatan)

Ezer Twopama Manihuruk saat dirawat di UGD RS Theresia Kota Jambi, September  2016 lalu. Foto Asenk Lee Saragih
Jambi-Pada Kamis 15 Agustus 2019 Saya Rosenman Manihuruk menerima pemberitahuan lewat pesan singkat dari BPJS Kesehatan. Menyebutkan kalau Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 561.000/ Jiwa (5 Orang) (Total Rp 2.805.000) selama setahun. Mohon maaf Saya Sebagai Kepala Rumah Tangga sadar akan pentingnya BPJS ini.

Sebab Kami sudah merasakan betapa Baiknya Pelayanan Rumah Sakit Kepada Kami sebagai Peserta BPJS Kesehatan. Penggabungan Nomor Rekening Pembayaran 5 Nama Satu Keluarga, terasa berat bagi saya dibandingkan dengan sebelumnya yang bisa dibayar masing-masing anggota keluarga. 

Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Sekeluarga Rp 57.000X 5 Orang cukup terasa bagi Saya mengingat penghasilan yang paspasan dan biaya sekolah Anak 3. Namun saya sadar akan aberusaha melunasi Tunggakan BPJS Kesehatan yang sudah mencapai Total Rp 2.805.000.

 
Saya juga memohon kepada Pembaca Setia Blog Saya Ini, Untuk Bisa Meringankan Beban Saya untuk melunasi Tunggakan BPJS Kesehatan tersebut. Mohon Maaf Saya beranikan Diri memohon Bantuan lewat Tulisan di Blog Saya ini.   

Bantuan Bisa Disalurkan ke Rekening Saya AN Rosenman Manihuruk Bank Mandiri Jl Gatot Subroto Jambi No Rekening: 110-00-0547559-2.

BPJS KESEHATAN DATA KELUARGA

1.0001386794103-ROSENMAN MANIHURUK
2.0001386794788-LISBET SINAGA
3.0001386795622-MOSES JUNERI MANIHURUK
4.0001386796476-EZER TWOPAMA MANIHURUK
5.0002075389525-TRIONEL AGUERO MANIHURUK.

Terimakasih Atas Bantuannya. Tuhan Yesus Memberkati.
 

Kamis, 08 Agustus 2019

Dr Cosmas Batubara Tutup Usia

Dr Cosmas Batubara dalam satu seminar "Simalungun Tbe Besst" di Kantor Bina Manajemen Jalan Menteng Raya No 9 Jakarta Pusat, Selasa 26 Januari 2016. Foto Dok
Beritasimalungun-Drs Cosmas Batubara, Menteri Perumahan Rakyat era Presiden Soeharto (Orde Baru) selama 4 periode, tutup usia di RSCM Kencana Jakarta, Kamis 8 Agustus 2019 Pukul 03.27 WIB karena sakit. 

Kabar Dukacita ini disampaikan oleh anak Almarhum yang diteruskan Jefri Purba digroup WA “Sambung Rasa Haranggaol” Kamis (8/8/2019) Pukul 05.17 WIB.

“Berita Duka: Telah meninggal dunia dengan tenang Bapak Dr Cosmas Batubara pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 pukul 03.27 di RSCM Kencana. Kami yang berduka, Cypriana Pudyati Hadiwidjana, Artur & Rika Batubara, Robert dan Prisca Andriessen, Heber dan Elfrida Batubara, Hendra Batubara,” tulis pesan di WA tersebut.

“Keluarga Besar  Haranggaol Horisan Se Jabodetabek Mengucapkan Turut Berduka cita atas di anggilnya Bapak Dr Cosmas Batubara ke Rumah Bapak di Surga, semoga Keluarga yang di tinggal diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Amen, “ tulis Samuel Purba, Ketua Keluarga Besar  Haranggaol Horisan Se Jabodetabek.

Dr Cosmas Batubara adalah Putra Simalungun yang lahir di Desa Purba Saribu, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Sumut. Belakangan Dr Cosmas Batubara sakit dan dirawat intensif. 


Baca: "Sinden" Simalungun Disawer Dr Cosmas Batubara Dengan Dolar
Baca: Dr Cosmas Batubara Seminar "Simalungun The Best"
Dr Cosmas Batubara dalam satu seminar "Simalungun Tbe Besst" di Kantor Bina Manajemen Jalan Menteng Raya No 9 Jakarta Pusat, Selasa 26 Januari 2016. Foto Dok

Biografi Dr Cosmas Batubara
Dr Cosmas Batubara. Foto Wikipedia
Mengutip dari https://id.wikipedia.org, Cosmas Batubara lahir di Purbasaribu, Simalungun, Sumatera Utara, 19 September 1938, adalah seorang politikus Indonesia. Di masa Mahasiswanya dia adalah Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Ketua Presidium KAMI Pusat. 

Dia adalah Pelopor Gerakan Mahasiswa Angkatan 66 yang disegani. Ia pernah menjabat Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat, Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Menteri Tenaga Kerja, ketiganya dalam masa pemerintahan presiden Soeharto. 

Ia menikah dengan R.A. Cypriana Hadiwijono dan dikaruniai 2 putra dan 2 putri. Ia telah memiliki sebuah otobiografi politik yang berjudul Cosmas Batubara: Sebuah Otobiografi Politik yang diterbitkan dibawah Penerbit Buku Kompas di Jakarta, Maret 2007.
(Asenk Lee Saragih)

 

Jumat, 02 Agustus 2019

Dewan Pers Minta Polisi Jangan “Asal” Pidanakan Jurnalis

Hendry Chairudin Bangun pada acara Workshop (diskusi-red) Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, di Aston Hotel Jambi, Kamis (1/8/2019). Nara sumber pada Workshop ini adalah Hendry Chairudin Bangun, Hassanein Rais (Anggota Dewan Pers), Asnawi R MPd (Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Moderator Saman SPt. Sementara peserta Workshop para Jurnalis Cetak, Televisi, Radio, Siber dari berbagai organisasi Pers di Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Pahamani Mou Denwan Pers dengan Polri  

Jambipos, Jambi-Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun meminta Polisi di daerah untuk memahami  Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) antara Dewan Pers dengan Kepolisian Republik Indonesia yang membedakan penanganan perkara pers dengan perkara lain. 

Polisi juga diminta tidak asal memperkarakan wartawan terkait dengan delik pers (hasil karya Jurnalistik) dengan undang-undang Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

MoU Dewan Pers dengan Polri dalam upaya memperkuat jalinan kerjasama antara Pers dengan Polri ini ditandatangani pada hari Kamis 9 Februari 2012 bertepatan dengan Hari Pers Nasional Tahun 2012 di Jambi, antara pihak Dewan Pers diwakili oleh Ketua Dewan Pers, Prof Dr Bagir Manan SH MCL  sedangkan dari Polri oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs Timur Pradopo. 

Hal itu diungkapkan Hendry Chairudin Bangun pada acara Workshop (diskusi-red) Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, di Aston Hotel Jambi, Kamis (1/8/2019). 

Nara sumber pada Workshop ini adalah Hendry Chairudin Bangun, Hassanein Rais (Anggota Dewan Pers), Asnawi R MPd (Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Moderator Saman SPt. Sementara peserta Workshop para Jurnalis Cetak, Televisi, Radio, Siber dari berbagai organisasi Pers di Jambi. 



Menurut Hendry Chairudin Bangun, banyak wartawan di daerah diadukan ke polisi karena karya jurnalistik oleh yang merasa dirugikan berita tersebut. Sehingga polisi mem-BAP wartawan dengan membawa UU ITE. 

“Jika penyidik Polisi paham dengan MoU Dewan Pers dengan Polri tersebut, polisi sebelumnya menayakan delik pers ini ke Dewan Pers, tidak main BAP dengan menyeret wartawan ke UU ITE. Hal inilah yang banyak terjadi di daerah,” kata Hendry Chairudin Bangun. 

Disebutkan, sebagai perpanjangan tangan Dewan Pers di daerah, Dewan Pers telah mengangkat satu orang Ahli Pers sebagai konsultan pihak yang bersengketa dengan delik pers di daerah. 

Untuk di Provinsi Jambi, Dewan Pers telah menunjuk Saman SPt sebagai Ahli Pers sebagai konsultan bagi pihak yang bersengketa dengan delik pers di daerah. “Ahli Pers ini merupakan konsultan Dewan Pers di daerah bagi yang bersengketa dengan pemberitaan media,” kata Hendry Chairudin Bangun.
   

MoU Dewan Pers dengan Polri 

Seperti dilansir dari Facebook Divisi Humas Mabes Polri, MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelidikan, penyidikan dan penyelesaian dugaan terjadi tindak pidana akibat pemberitaan pers, serta memperjelas mekanisme pemberian bantuan Dewan Pers kepada Polri terkait dengan memberikan keterangan sebagai ahli.  

Adapun substansi MoU Polri dengan Dewan Pers, diantaranya sebagai berikut : Apabila ada dugaan terjadi tindak pidana yang berkaitan dengan pemberitaan pers, maka penyelesainnya mendahulukan UU RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers sebelum menerapkan peraturan perundang-undangan lain. 

Apabila Polri menerima laporan dan atau pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan pers, dalam proses penyelidikan dan penyidikan berkonsultasi dengan Dewan Pers. Dewan Pers memberikan kajian dan saran pendapat secara tertulis kepada Polri bahwa pemberitaan semata-mata melanggar Kode Etik Jurnalistik atau tidak. 

Untuk melaksanakan MoU tersebut akan dibentuk forum koordinasi antara Polri dengan Dewan Pers yang akan bertemu secara berkala  sesuai dengan kebutuhan. Maka dengan telah ditandatanganinya MoU Polri dengan Pers, penyelesaian kasus yang melibatkan pers menjadi lebih jelas. 

Polisi di Daerah Belum Paham 

Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Dewan Pers dengan Kepolisian Republik Indonesia yang membedakan penanganan perkara pers dengan perkara lain dianggap belum banyak diketahui polisi di berbagai daerah. 

Mengutip dari https://www.cnnindonesia.com, ketidaktahuan aparat kepolisian terhadap MoU tersebut menimbulkan dampak negatif bagi kegiatan wartawan. LBH Pers menilai, hal itu menjadi penyebab banyaknya perkara bidang jurnalisme yang justru ditangani berdasarkan pasal-pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). 

"Kepolisian tidak terlalu menepati MoU antara Dewan Pers dengan Polri. Beberapa kasus ada yang ditangani Polri walaupun berkaitan dengan ranah pers. Bahkan banyak polisi di daerah itu sebenarnya tidak tahu keberadaan MoU itu sampai sekarang," ujar Kepala Divisi Riset dan Jaringan LBH Pers Asep Komarudin di Cikini, Jakarta, Selasa (22/12/2018) lalu. 

MoU antara Dewan Pers dengan Polri telah disepakati sejak Februari 2012. Dalam MoU itu disebutkan, penanganan perkara berkaitan dengan dunia jurnalisme akan dilakukan oleh Dewan Pers mengacu pada kode etik jurnalisme yang berlaku. 

Lembaga kepolisian dapat membantu penanganan perkara jurnalisme jika dibutuhkan. Namun, jika terdapat dugaan perkara di bidang pers, maka proses penyidikan harus berpedoman pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

Sepanjang tahun ini tercatat ada beberapa perkara terkait dunia jurnalisme yang diadukan masyarakat kepada lembaga kepolisian. Beberapa minggu lalu contohnya, saat televisi berita nasional Metro TV diadukan karena konten tayangan yang dianggap tak seimbang oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto. 

Sebelumnya, aparat kepolisian juga melakukan penarikan terhadap majalah pers mahasiswa di Salatiga, Jawa Tengah. Majalah Lentera edisi "Salatiga Kota Merah" yang diterbitkan Universitas Kristen Satya Wacana pada 9 Oktober itu ditarik dari peredaran karena mempublikasikan karya jurnalistik terkait dampak peristiwa Gerakan 30 September 1965 bagi Kota Salatiga. 

"Karena mungkin di level bawah, tidak semua bisa menerima (majalah ini). Ada pro dan kontra," kata Staf Humas Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Achmad Sabri memberikan penjelasan terkait penarikan majalah tersebut, pada 25 Oktober lalu.  

Biodata Hendry Chairudin (CH) Bangun 

Dikutip dari https://dewanpers.or.id, Hendry Chairudin (CH) Bangun menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022. 

Hendry CH Bangun, Anggota Dewan Pers dari unsur wartawan ini mengawali karirnya sebagai wartawan  Majalah Sportif Jakarta pada tahun 1982 sampai tahun 1984. Berkarir di Harian Kompas mulai tahun 1984 sampai sekarang. 

Menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Harian Warta Kota mulai tahun 1999 sampai dengan 2013. Selain itu, ia juga aktif di organisasi kewartawanan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), mulai tahun 1987 sampai dengan 2018 sebagai Sekjen PWI Pusat (Periode tahun 2008 sampai dengan 2018). 

Aktif mengajar bidang Manajemen Media di Sekolah Jurnalisme Indonesia PWI Pusat (sejak 2010) dan menjadi  penguji di Lembaga Penguji UKW PWI Pusat sejak 2012. 

Selain penulisan berita, ia juga menerbitkan beberapa buku antara lain, “Wajah Bangsa Dalam Olahraga: 100 tahun Berita Olahraga Indonesia” (2007), “Meliput dan Menulis Olahraga” (2007), “Kumpulan Esai Olahraga Hendry Ch Bangun” (2012). Surel: bangunh@yahoo.com. (JP-Asenk Lee Saragih)


























Selasa, 23 Juli 2019

Halal Bihalal dan Reuni Alumni Fakultas Publisistik Unpad Angkatan 1960-1981

Bandung-Entah mengapa, tanpa ada yang menyuruh, koq aku dengan spontan menjadi penyambut para peserta Halal Bihalal dan Reuni Alumni Fakultas Publisistik Unpad angkatan 1960-1981, di gerbang rumah Pak Didi (angkatan 1962, paling senior dalam acara hangat itu), Jl. Pacuan Kuda 145 Arcamanik, Bandung, Sabtu siang, 20 Juli 2019. 

Padahal, aku bukan penyelenggara. Di tengah-tengah para senior tersebut aku (angkatan 1973) merasa muda kembali, bahkan merasa paling muda. Padahal, ada juga angkatan 1975 (Roy Rogers Rondonuwu), 1976 (Deddy Mulyana), dan 1977 (Dedy Djamaludin Malik). Tentu saja sebagian angkatan tahun 1960-an tsb tak kukenal, dan merekapun tak mengenalku. 

Akan tetapi setelah kusebut nama abangku angkatan 1969 (Warman) dan angkatan 1971 (Amin), mereka langsung tanya kabar mereka. 

Dalam acara makan siang aku lakukan apa saja yang bisa kulakukan, melayani sahabat-sahabatku. Akhirnya mereka akrab menyapaku: La atau Sahala, tolong ambilkan aqua! 

Pertemuan siang itu sungguh berkesan dan sangat mesra. Semoga kami (para kakek dan nenek) yang tepang sonoan Sabtu lalu diizinkan Tuhan untuk bertemu kembali dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dalam reuni besar nian (bukan akbar) tahun depan dalam rangka merayakan ultah ke-60 (Lustrum ke-12) Fikom Unpad (18 September 2020). 

Ini beberapa foto alumni yang kusambut di gerbang itu: Deddy Mulyana, Pak S.A. Yussac (L63), Pak Achmad Saelan (L63), Kang Hasan Syukur (L67), dan Pak Didi (tuan rumah, L62).(*)

Sumber: FB Sahala Tua Saragih 







Jumat, 19 Juli 2019

Dibuang Sayang, Foto Ikut Lomba Foto Astra 2017

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).
Beritaku-
Lomba Foto Astra adalah sebuah program dalam upaya mengapresiasi hasil karya foto, baik dari kalangan wartawan maupun umum. PT Astra International Tbk kembali mengadakan Lomba Foto Astra pada tahun 2017 lalu, kali ini dengan tema: "Perjalanan Penuh Inspirasi. 

Astra mengajak masyarakat umum dan pewarta foto untuk mengabadikan momen traveling menikmati keindahan Indonesia. Foto yang diikutsertakan dalam lomba diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh mata yang memandang.
Air Terjun Sipisopiso: Panorama Air Terjun Sipisopiso, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Obyek wisata ini menjadi salah satu abjek wisata andalan di Kabupaten Karo selain Tongging Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Berikut Ini Sejumlah Foto karya Saya yang Ikut Pada Lomba Itu, Namun Belum Beruntung. Jadi Disimpan di Blog Ini Saja. (Asenk Lee Saragih)

Air Terjun Sipisopiso: Panorama Air Terjun Sipisopiso, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Obyek wisata ini menjadi salah satu abjek wisata andalan di Kabupaten Karo selain Tongging Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).


Air Terjun Sipisopiso: Panorama Air Terjun Sipisopiso, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Obyek wisata ini menjadi salah satu abjek wisata andalan di Kabupaten Karo selain Tongging Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Butuh Dermaga: Sejumlah Kapal Kayu Motor tampak sandar dipinggir Danau Toba di Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kapal-kapal kecil di Haranggaol  butuh dermaga yang representative untuk kenyamanan penumpang. Kini sudah saatnya dana corporate social responsibility (CSR) PT Astra Internasional menjangkau Danau Toba seiring dengan Program Presiden Joko Widodo mewujudkan Danau Toba sebagai Monaco Of Asia di Indonesia. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Butuh CSR Astra: Sejumlah Kapal Kayu Motor tampak sandar dipinggir Danau Toba di Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kapal-kapal kecil di Haranggaol  butuh dermaga yang representative untuk kenyamanan penumpang. Kini sudah saatnya dana corporate social responsibility (CSR) PT Astra Internasional menjangkau Danau Toba seiring dengan Program Presiden Joko Widodo mewujudkan Danau Toba sebagai Monaco Of Asia di Indonesia. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Dusun Soping, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Dusun Soping, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Jalan Lingkar Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Desa Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia, Benua Asia. Hingga Juli 2019 kondisinya masih rusak berat. Foto Asenk Lee Saragih.

Jalan Lingkar Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Desa Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia, Benua Asia. Hingga Juli 2019 kondisinya masih rusak berat. Foto Asenk Lee Saragih.

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Nagori Purba, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Jalan Lingkar Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Desa Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia, Benua Asia. Hingga Juli 2019 kondisinya masih rusak berat. Foto Asenk Lee Saragih.

Jalan Lingkar Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Desa Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia, Benua Asia. Hingga Juli 2019 kondisinya masih rusak berat. Foto Asenk Lee Saragih.

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Nagori Bage, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Jembatan Pedistrian Sungai Batanghari, Kota Jambi. Kini Jembatan Pedistrian Batanghari ini menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kota Jambi. Setiap sore masyarakat setempat dan pengunjung menghabiskan waktu menikmati lekukan jembatan seiring derasnya aliran Sungai Batanghari sembari menikmati kuliner Jagung Bakar Es Tebu. Belum sah rasanya jika anda berkunjung ke Jambi tanpa menikmati pesona Sungai Batanghari kala sore hari. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Mangga Danau Toba. Pohon Mangga Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Nagori Sibangun Mariah,  Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba dan menikmati Mangga Danau Toba yang harum manis. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Mangga Danau Toba. Pohon Mangga Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Nagori Sibangun Mariah,  Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba dan menikmati Mangga Danau Toba yang harum manis. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Mangga Danau Toba. Pohon Mangga Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Nagori Sibangun Mariah,  Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba dan menikmati Mangga Danau Toba yang harum manis. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Mangga Danau Toba. Pohon Mangga Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Nagori Sibangun Mariah,  Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba dan menikmati Mangga Danau Toba yang harum manis. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Mangga Danau Toba. Pohon Mangga Danau Toba di Dusun Hutaimbaru, Nagori Sibangun Mariah,  Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba dan menikmati Mangga Danau Toba yang harum manis. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Teluk Desaku Danau Toba. Panorama Teluk Desa Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Saatnya wisata desa di Keliling Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Jembatan Pedistrian Sungai Batanghari, Kota Jambi. Kini Jembatan Pedistrian Batanghari ini menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kota Jambi. Setiap sore masyarakat setempat dan pengunjung menghabiskan waktu menikmati lekukan jembatan seiring derasnya aliran Sungai Batanghari sembari menikmati kuliner Jagung Bakar Es Tebu. Belum sah rasanya jika anda berkunjung ke Jambi tanpa menikmati pesona Sungai Batanghari kala sore hari. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Jembatan Pedistrian Sungai Batanghari, Kota Jambi. Kini Jembatan Pedistrian Batanghari ini menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kota Jambi. Setiap sore masyarakat setempat dan pengunjung menghabiskan waktu menikmati lekukan jembatan seiring derasnya aliran Sungai Batanghari sembari menikmati kuliner Jagung Bakar Es Tebu. Belum sah rasanya jika anda berkunjung ke Jambi tanpa menikmati pesona Sungai Batanghari kala sore hari. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Memadu Kasih di Bawah Jembatan Pedistrian: Sepasang kekasih tampak mesra di bawah Jembatan Pedistrian Sungai Batanghari, Kota Jambi. Kini Jembatan Pedistrian Batanghari ini menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kota Jambi. Setiap sore masyarakat setempat dan pengunjung menghabiskan waktu menikmati lekukan jembatan seiring derasnya aliran Sungai Batanghari sembari menikmati kuliner Jagung Bakar Es Tebu. Belum sah rasanya jika anda berkunjung ke Jambi tanpa menikmati pesona Sungai Batanghari kala sore hari. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Pinggiran Danau Toba. Panorama Pinggiran Danau Toba di Teluk Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Seorang warga memancing sembari menikmati Panorama Danau Toba. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).

Pulang Sekolah: Sekelompok ( 8 Orang) Murid Sekolah Dasar (SD) asal Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pulang sekolah dari SD Soping, Kecamatan Pamatang Silimakuta, dengan menggunakan perahu motor kayu kecil. Setiap harinya mereka harus melintasi Danau Toba 10 KM untuk berangkat dan pulang sekolah paska ditutupnya Sekolah Dasar Inpres Hutaimbaru 15 tahun silam. Foto  Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih).