DIREKTORI TOKOH JAMBI

DIREKTORI TOKOH JAMBI
SELENGKAPNYA KLIK BENNER

LBBJ

LBBJ
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Wednesday, 25 March 2015

HBA DAN HJ.YUSNIANA DIANUGERAHI GELAR ADAT MINANGKABAU





HBA Dianugerahi Gelar Adat Minangkabau

HBA "Yang Dipertuan Maharaja Tribuana Alam Sakti"
Hj.Yusniana "Tuan Puti Mayang Taurai"

Sumatera Barat-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) dan istri, Hj.Yusniana Hasan Basri dianugerahi gelar adat Minangkabau oleh Kerajaan Pagaruyung, yang diberikan oleh Daulat yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung, Tuanku Muda Mahkota Alam, bertempat di Istana Silinduang Bulan, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (21/3) siang.

Gelar yang dianugerahkan kepada HBA adalah Sangsako Adat, dengan gelar kekerabatan Yang Dipertuan Maharaja Tribuana Alam Sakti, gelar kekerabatan yang dianugerahkan kepada Hj.Yusniana adalah Tuan Puti Mayang Taurai.

Pertumbuhan Utang Luar Negeri Sektor Swasta Melambat

ULN_0115.jpg
IST BI
JAMBI-Pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) sektor swasta pada Januari 2015 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Desember 2014, ULN sektor swasta tumbuh sebesar 14,2% (yoy), sementara pertumbuhan Januari 2015 sebesar 13,6% (yoy). Dengan pertumbuhan tersebut, posisi ULN sektor swasta pada akhir Januari 2015 mencapai USD162,9 miliar (54,6% dari total ULN). Sementara itu, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar USD135,7 miliar (45,4% dari total ULN). 

Posisi ULN sektor publik tersebut tumbuh 6,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,0% (yoy), terutama dipengaruhi oleh penerbitan Global Bond Pemerintah sebesar USD4,0 miliar. Secara keseluruhan, posisi ULN Indonesia pada akhir Januari 2015 mencapai USD298,6 miliar, atau tumbuh 10,1% (yoy). 

Sekda Harap Kepala SKPD Kabupaten/kota Terus Berkoordinasi Tingkatkan Pembangunan

Displaying DSC_0044.JPG
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi H. Ridham Priskap
Jambi-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi H. Ridham Priskap berharap kepada seluruh SKPD Kabupaten/kota untuk terus berkoordinasi dan konsultasi bersama para Kepala SKPD Provinsi Jambi untuk mencari solusi dan sinkronisasi suatu permasalahan demi pembangunan serta untuk meningkatkan daya saing daerah diprovinsi jambi harapan demikian disampaikannya, saat Pembukaan Rapat Pra Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jambi Tahun 2016, bertempat diruang Mayang Mangurai Bappeda Provinsi Jambi, Selasa (24/03/2015).

Dalam sambutan dan arahannya Sekda menyampaikan, kegiatan pra musrenbang ini merupakan dasar persiapan dan pemantapan pada pelaksanaan, baik untuk musrembang provinsi maupun musrembang nasional yang akan datang. " melalui forum ini saya harapkan kepada pemerintah Kabupaten/kota agar dalam menyampaikan usulan program dan kegiatan tetap memacu pada kewenangan pada masing-masing tingkatan pemerintahan sesuai amanat Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. SE.MDN No. 120/253/SJ-16/1.2015 " jelas sekda.

Sekda Tegaskan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tidak Dikaitkan Dengan Politik

Displaying DSC_0016.JPG
Jambi- Sekretaris Daerah Provinsi Jambi H.Ridham Priskap, SH,MH,MM menegaskan bahwa kerja keras dan keseriusan untuk meningkatkan peringkat dalam laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tidak dikaitkan dengan kepentingan politik tetapi semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab dalam melaksanakan amanah UU nomor 23 tahun 2014. 

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka secara resmi Rapat Review Data LPPD. Hadir pada kegiatan ini Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, dan Peserta dari Kabupaten/Kota, Rabu (24/3) bertempat di ruang pola kantor Gubernur Jambi.

Gubernur Jelaskan Program Samisake Kepada Guru Besar Unpad

HBA SAAT BERBINCANG DENGAN PEDAGANG DI PASAR ANGSO DUA JAMBI, RABU 25 MARET 2015.
HARIANJAMBI.COM, Jambi-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) membuka Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanan Program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) oleh Pemerintah Provinsi Jambi dengan beberapa orang Guru Besar Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu 25 Maret 2015. FGD itu dilaksanakan di  Ruang Dharma Wanita Kantor Bappeda Provinsi Jambi.

Pada kesempatan itu, HBA menjelaskan dasar pemikiran dirumuskannya program Samisake Pemerintah Provinsi Jambi. “Waktu sosialisasi menjadi gubernur, saya menanyakan langsung apa kebutuhan masyarakat. Secara umum masyarakat butuh jalan. Makanya pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu misi pembangunan Pemerintah Provinsi Jambi. Selanjutnya, dipikirkan lagi program prioritas, maka muncullah Program Samisake,” ujar HBA.

Jaringan Komunikasi Data Sistem Pembayaran BI Kini Berjalan Normal

HARIANJAMBI.COM, Jambi-Sehubungan dengan terjadinya gangguan pada jaringan komunikasi data sistem pembayaran Bank Indonesia Selasa 24, pihak BI Perwakilan Provinsi Jambi menginformasikan bahwa sejak Rabu (25/3/15) pagi jaringan komunikasi data tersebut telah kembali berjalan normal.

Gubernur Jambi Janji Pasar Angso Duo Jadi Pasar Modern

HBA saat meninjau pembangunan Pasar Angso Duo Jambi, Rabu (25/3/15) siang.
HARIANJAMBI.COM, Jambi-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) berjanji dan terus mendorong dan memantau supaya Pasar Angso Duo Jambi jadi pasar baru yang modern, bersih, dan nyaman. Pasar Angso Duo Jambi itu akan diwujudkan secara baik untuk masyarakat umum maupun untuk para pedagang di Pasar Angsoduo Modern tersebut. 

Hal itu ditegaskan HBA saat meninjau pembangunan Pasar Angso Duo Jambi, Rabu (25/3/15) siang. HBA didampingi perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi dan Kepala Dinas Pasar Kota Jambi.

“Hari ini saya meninjau pembangunan Pasar Angso Duo Jambi. Pasar yang selama ini diidam-idamkan oleh masyarakat kita. Termasuk juga para pedagang. Kita harapkan nanti kedepan, konsepnya pasar ini nanti bersih, walaupun pasar basah tetapi tetap bersih. Itu sebabnya, kita sudah sepakat dengan kontraktor bahwa mulai dari pembangunan jalan nanti rigid beton. Drainase harus bagus dan besar. Kekuatannya juga harus bagus. Sehingga pasar ini betul-betul pasar yang kita banggakan dan bersih, itu yang kita harapkan,” ujar HBA.

Trio Hutagalung Kids Penghibur Baru di Pesta Bona Taon Marga Batak di Jambi


“Trio Hutagulung Kids” Oloan Hutagalung, Hezekiel Hutagalung, Ruben Hutagalung. Foto Asenk Lee Saragih

Jambi-Dengan bermodalkan percaya diri dan suara yang lumayan, tiga kakak beradik “Trio Hutagulung Kids”  yang bernama Oloan Hutagalung ( Kelas 5 SD), Ruben Hutagalung (Kelas 4 SD) dan Hezekiel Hutagalung (Usia 5,5 tahun) kini menghiasi hiburan Pesta Bona Taon (Pesta Awal tahun) Marga Batak di Jambi.
“Trio Hutagulung Kids”  yang diketahui bernama Oloan Hutagalung ( Kelas 5 SD), Ruben Hutagalung (Kelas 4 SD) dan Hezekiel Hutagalung (Usia 5,5 tahun) ini membuat GOR Kotabaru bergema, Senin 29 Desember 2014. Foto Asenk Lee Saragih
Mereka bersama abang dan orangtuanya kerap diundang pada Pesta Bona Taon Marga batak di Jambi. Seperti Humpulan Marga Damanik, Boru Panagolan se Kota Jambi, Minggu 22 Maret 2015. Trio Hutagalung Kids mampu menghidupkan suasana Pesta setelah mereka melantunkan lagu-lagu Batak dan Pop Indonesia.(Berita Terkait TRIO HUTAGALUNG KIDS di Natal Oikumene Jambi)

Sebelumnya, di perayaan Natal Oikumene Provinsi Jambi  di GOR Kotabaru Kota Jambi Senin (29/12/2014) malam lalu mereka juga tampil memukau. Tampilnya tiga kakak beradik “Trio Hutagulung Kids”  yang bernama Oloan Hutagalung ( Kelas 5 SD), Ruben Hutagalung (Kelas 4 SD) dan Hezekiel Hutagalung (Usia 5,5 tahun) ini membuat GOR Kotabaru bergema.

Monday, 23 March 2015

Merindukan Jurnalis Penyuara Kebenaran

Keluarga Bp St Jannerson Girsang. IST FB
Oleh: Jannerson Girsang

Peran jurnalis sungguh sangat besar dalam menegakkan kebenaran, seba­gai salah satu dari empat pilar demo­krasi. Me­reka adalah pe­nyuara kebe­naran, pembela orang-orang lemah, sehingga masyarakat lemah terlindu­ngi, merasa aman dan tercerdaskan.

Jurnalis adalah orang yang istimewa. Mereka memiliki informasi yang tak dimiliki kebanyakan manusia biasa; memiliki akses ke segala lapisan ma­syarakat dan segala tingkatan sumber informasi, mulai dari informasi umum, hingga informasi yang off the record.

Pagi-pagi mereka bisa mewawan­carai seorang tukang becak, malamnya diundang makan malam di hotel ber­bintang dan bertemu dengan seorang Panglima berpangkat Jenderal. Besok­nya, bertemu dengan tamu negara, Kepala Badan Intelijen negara asing. Malam besoknya, mendengar curhat se­orang mantan pejabat tinggi, yang sakit hati kepada pemerintah yang berkuasa.Jurnalis memiliki cerita di balik berita yang sangat berharga dalam menegakkan kebenaran.

Jurnalis adalah Orang-orang Terhor­mat

Memaknai Pemberian Rokok Kepada Orang Rimba Oleh Mensos

Oleh Musri Nauli
Serah Terima Jabatan Menteri Sosial
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa
Pada tanggal 13 Maret pukul 06.00 wib saya meninggalkan Jakarta dengan menggunakan maskapai Garuda Airways (Garuda). Setelah memasuki pesawat (boarding), di belakang saya diikuti seorang pejabat dan dua orang. Setelah saya duduk, saya cermati siapakah gerangan pejabat dan diikuti dua orang tersebut. Saya kemudian tersadar. Diaadalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Gaya sederhana seorang Menteri yang rela antri menuju tempat duduk. Mengambil bangku ekonomi dua baris didepan saya. Saya memilh bangku“emergency”. Bangku favorit saya selain karena alasan tungkai kaki yang panjang, bangku emergency merupakan tempat yang cukup lapang untuk keluar masuk duduk di bangku.

Saya teringat dengan photo-photo yang beredar Jokowi yang mengambil bangkuekonomi ketika menghadiri (urusan pribadi) wisuda putranya diSingapura. Ternyata semangat kesederhanaan, meninggalkan protokoler,rela antri memasuki pesawat merupakan sikap keteladanan kepemimpinan.
Hmm. Pasti ada agenda penting kedatangan seorang Menteri ke Jambi.

Saya kemudian tidak mengikuti dan mengetahui agenda Menteri Khofifah .Selain ada acara yang mesti dikejar, pertemuan yang saya hadiri juga memaksa saya tidak mengikuti berita-berita online dan media cetakselama satu hari penuh.

Saya kemudian baru mengetahui ketika keesokan harinya berita memuat tentang kedatangan Menteri Sosial menemui warga Rimba di Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun-Batanghari, Jambi. Bantuan ini diberikan menyusul kasus meninggalnya 11 orang Rimba.

Tidak ada yang istimewa dari peristiwa. Selain bentuk dukungan dari Pemerintah terhadap persoalan yang menimpa rakyatnya.

Namun saya kemudian kaget ketika sebuah mediaonline yang memuat berita yangcukup menarik perhatian saya. “Mensos Bagikan Rokok Gratis ke Orang Rimba, YLKI: Tragis Sekali”. Didalam berita disebutkan“Mensos Khofifah Indar Parawansa memberi bantuan seperti bajukaos sebanyak 180 potong, rokok segala jenis merek sebanyak 15 slof,dan kebutuhan pokok lain kepada orang Rimba di Provinsi Jambi.

Dengan panjang lebar, YLKI mengomentari dan menyesalkan sikap Mensos yang memberikan bantuan rokok kepada orang rimba. Tentu saja lengkapanalisis berbagai peraturan yang mengatur tentang larangan untuk memberikan rokok gratis.

Saya kemudian kaget. Mengapa YLKI tidak memahami peristiwa sebenarnya dan “makna” pemberian rokok dilihat dari konteks peristiwa ituterjadi. Tanpa bermaksud menyalahkan sikap YLKI ada beberapa pointuntuk melihat peristiwa ini lebih utuh. Sehingga pernyataan harusdipahami dari konteks peristiwa dengan melihat keadaan yangmelatarbelakangi.

Pertentangan Norma

Menggunakan norma hukum dengna bersandarkan kepada peraturan seperti PP 109 Tahun2012 adalah salah kaprah. Bahkan terkesan “menghakimi”pemberian rokok atau perokok adalah “kejahatan” yang harus dimusuhi.

Dalam konteks masyarakat adat, Seloko “Sirih nan sekapur, rokok nan sebatang” melambangkan Salam dan tanda persahabatan.

“Sirih” yang dicicipi dan “rokok” yang dihisap merupakan persahabatan danpersaudaran mulai ditautkan.

Dalam tradisi Melayu Jambi, setiap pengundang yang menghampiri tuan rumah selalu membawa Bokor yang berisikan “sirih, pinang, rokok” untuk diberikan kepada tuan rumah. Tuan Rumah akan menentukan apakah “sirih akan cicipi” dan rokok akan dihisapi atau tidak. Tidak mencicipi sirih dan menghisap rokok, maka tawaran dari yang datang maka undangan tidak dapat dihadiri.

Dalam setiap peristiwa adat seperti perkawinan, mengantar sang mempelai laki-laki oleh keluarga laki-laki kepada Keluarga perempuan selalu dimulai dengna menyodorkan “sirih dan rokok”. Setelah diterima sirih dan rokok maka dimulai percakapan.

Pihak Laki-laki : Lah, kami antarkan “sirih dan rokok” kepada tuanrumah.

Pihak Perempuan : Pihak jantan ke betino butandang, lah dicicipi sirihnan sekapur. lah tehisap rokok nan sebatang, lah tehirup kupi nansecawan. Boleh tahu maksud kedatangan kawan?

Pihak Laki-laki : Raso-rasonyo ado anak gadis sikok dalam kamar, bolehsuruh keluar biak anak daripado sayo biso lamar.

Pihak Perempuan : Dak semudah itu kawan biso petik anak gadis kami,takut kalu-kalu dio kagi betilam di jerami.

Pihak Laki-laki : Kami ko tahu anak gadis kawan intan nan berlian, dakakan pulak kami taruh di pundaknyo sebongkah bulian.

Pihak Perempuan : Kalu memang lah tesebut janji, anak kami nan gadis lahsiap di mahligai, elok rupo bebalut cindai. Dan seterusnya.

Dengan melihat “sirih dan rokok” dalam penempatannya, maka sirih nan sekapur dan rokok nan sebatang merupakan adat yang diistiadatkan.Adat nan sepanjang jalan. Cupak yang sepanjang batang. Adat lamopusako usang, yang terpahat di tiang panjang yang terlukis di benduljati.

Adat yang diatur “luak nan bepenghulu, kampung nan tuo, alam berajo,negeri bebathin, Rantau bejenang. Dimana bumi dipijak. Disitu Langitdijunjung. Dimana tembilang tecacak. Disitu tanaman tumbuh.

Dengan melihat “sirih dan rokok” dalam seloko masyarakat Melayu Jambi, sehingga pemberian rokok atau perokok tidaklah bisa dilihat dari konteks PP 109 Tahun 2012. Peristiwa pemberian rokok dari Mensos Khofifah merupakan manifestasi tawaran persahabatan dari tamu (MensosKhofifah) yang ingin menjalin persahabatan dengan tuan rumah (warga Rimba di Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun-Batanghari, Jambi).

Sudah saatnya kita “sejenak” mau memahami peristiwa sebenarnya tanpa berpretensi “meracuni” peristiwa itu. Meninggalkan keegoan dari rasa sebagai orang terpelajar tanpa memahami “dunia” yang justru menghormati nilai-nilai yang mereka anut.(Musri Nauli: Ketua Walhi Jambi)