.

.
.

Jumat, 22 September 2017

Kisah Malam Pertama dan Bulan Madu yang Tertunda

Penipu Calon Pengantin Itu Bernama “Wedding Organizer Rumah Pengantin Sidiq”

WO Rumah Pengantin Sidiq yang berlokasi di Jalan Sunan Giri, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Istimewa
Bulan Madu Calon Pengantin Itu Terpaksa Ditunda 

BERITAKU--Pemakaian Jasa Wedding Organizer (WO) kini semakin tren saja untuk keluarga calon pengantin. Ada slogan kalau pernikahan tanpa WO kurang gaul dan kurang tren. Kini sudah banyak melupakan kerjasama antar keluarga dalam kepanitiaan dalam suatu pernikahan. Bahkan ada pihak calon pengantin yang menyerahkan seluruhnya persiapan resepsi pernikahan kepada WO. 

Namun tak semuanya order yang diterima WO berlangsung mulus. Toh ada saja modus untuk menipu konsumennya. Bahkan publikasi mereka WO yang jorjoran dengan memberikan harga yang relative terjangkau, membuat WO jadi incaran calon pengantin.

Tapi kini melakukan kerjasama dengan WO harus lebih hati-hati agar tidak jadi korban penipuan dari oknum WO itu sendiri. Baru-baru ini, kasus penipuan oleh salah satu WO di Kota Jambi mencuat dan merugikan puluhan konsumen. Bahkan pemilik WO “Rumah Pengantin Sidiq” kini jadi buron polisi setelah menipu konsumennya.

Suasana Polresta Jambi di kawasan Talangbanjar, Kota Jambi, Rabu 20 September 2017 siang mendadak ramai didatangi puluhan pasang calon pengantin yang ditipu WO “Rumah Pengantin Sidiq”.

Para pasangan calon pengantin baru ini ingin membuat laporan polisi atas kerugian yang diderita mereka. Mereka tidak terima perlakuan salah satu tempat WO bernama Rumah Pengantin Sidiq, lantaran uang jutaan rupiah untuk keperluan paket nikahnya ditilep dan dibawa kabur pemiliknya.

Bainal, salah satu keluarga dari calon pengantin mengaku adiknya tidak dapat menjalani resepsi pernikahan lantaran sang pemilik WO tidak dapat lagi dihubungi.

“Sangat kesal sekali bang, keluarga saya ditipu sama Rumah Pengantin Sidiq yang mencapai puluhan juta rupiah, sehingga resepsi pernikahan batal. Akibat kejadian ini adiknya mengalami shock saat mendapatkan informasi jika pemilik wedding telah kabur membawa uang paket pernikahannya.  Padahal adik saya tersebut akan melangsungkan pernikahan pada bulan Oktober dengan harapan agar pelaksanaan pernikahannya berjalan mulus dengan dekorasi oleh wedding organizer yang dipesannya,” ujar Bainal yang juga berprofesi sebagai Jurnalis ini.

Kata Bainal, uang sebesar Rp30 juta yang telah dikumpulkan oleh adiknya beserta pasangan pengantinnya itu telah dibayar lunas. Namun, kini harus hilang begitu saja.

“Bukannya mendapatkan keindahan dan kabar kebahagiaan saat akan melangsungkan pernikahan, adik saya malah mendapatkan kabar buruk, jika pemilik WO telah kabur membawa uang ratusan juta rupiah milik puluhan pasangan pengantin lainnya,” katanya.

Hal senada juga diceritakan Cici yang merupakan rekanan dari Rumah Pengantin milik Sidiq. Dia mengaku telah dirugikan oleh pemilik wedding lantaran uang yang dipinjam untuk usaha wedding tidak dikembalikan.

“Padahal sebelumnya pemilik wedding ini telah berjanji dalam pinjaman uang itu. Saya dijanjikan akan mendapatkan keuntungan dalam satu minggu setiap ada acara pernikahan dari pelanggannya. Akibat kejadian ini, saya rugi modal sebesar Rp30 juta,” aku Cici.

Para korban peniuan WO ini berharap pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku penipu bernama Sidiq dan menyeretnya ke meja hijau. Ada juga informasi yang menyebutkan kalau pemilik WO itu kabur ke Jakarta.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe berjanji akan mengungkap kasus penipuan WO ini. Sejumlah korban sudah dimintai keterangan di Mapolresta Jambi guna pengungkapan penipuan WO ini.

Kabur Ke Jakarta

Sejak digeruduk puluhan calon pasangan pengantin baru, Pemilik WO Jasa Dekorasi Rumah Pengantin Sidik yang diduga membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik pelanggan dan Investor tempat usahanya, sepertinya kabur ke Jakarta.
Kaburnya Bos WO bernama Sidik Surya Bayupati ini, diperkuat dengan adanya data dari tiket pesawat Lion Air, bernama Sidik Surya Bayupati, pada tanggal 18 September 2017 lalu, sekitar pukul 16:00 WIB. Larinya Bos WO ini tidak sendirian, dirinya juga ditemani oleh pelaku lainnya yakni Shirot Alhidayat. IST
Kaburnya Bos WO bernama Sidik Surya Bayupati ini, diperkuat dengan adanya data dari tiket pesawat Lion Air, bernama Sidik Surya Bayupati, pada tanggal 18 September 2017 lalu, sekitar pukul 16:00 WIB. Larinya Bos WO ini tidak sendirian, dirinya juga ditemani oleh pelaku lainnya yakni Shirot Alhidayat.

Yusdam merupakan salah satu korban investasi mengatakan, dirinya mendapat data pelaku, berdasarkan bantuan dari pegawai Tiket Lion Air di Bandara Sulthan Thaha Jambi, dimana pada data tersebut menunjukkan bahwa Sidik telah tiga hari meninggalkan Kota Jambi bersama dengan temannya bernama Shirot menggunakam pesawat Lion Air menuju Jakarta.

“Itu dari petugas tiket bandara mas, dia (Sidik,red) berangkat tanggal 18 September 2017, pukul 06.00 WIB, pakek Lion Air,” kata Yusdam kepada wartawan, Kamis (21/9/2017).

Yusdam mengatakan, petugas bandara menyebutkan bahwa Sidik dengan temannya membawa barang sangat banyak menuju Jakarta. “Dari petugas tiket bilang Sidik berangkat banyak bawa barang banyak,” kata Yusdam.

Yusdam mengaku telah menanam modal ditempat usaha Sidik sedikitnya mencapi puluhan juta rupiah. “Saya bukan korban calon manten, tapi saya korban nanam modal mas, sekitar Rp 50 Juta,” katanya.

Tetap Menikah

Walau telah jadi korban penipuan “WO Rumah Pengantin Sidiq”, salah calen pengantin Syarifah Usadiah Al-Kaf warga Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, gadis berparas cantik ini mengaku akan melangsungkan pernikahan awal Oktober 2017. Saat ini ia hanya bisa pasrah setelah pemilik WO kabur membawa uang yang sudah ia serahkan.
Syarifah Usadiah Al-Kaf warga Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, gadis berparas cantik ini mengaku akan melangsungkan pernikahan awal Oktober 2017. IST
“Untuk pernikahan saya, pemilik WO minta bayaran Rp 17 juta, dan saya sudah memberikan uang muka Rp 12 juta. Namun saat ini saya hanya bisa pasrah setelah dia kabur," ujar Syarifah sembari mengatakan jika ia sudah membuat laporan ke Polresta Jambi.

Walau jadi korban penipuan, namun Syarifah tetap akan melangsungkan pernikahan sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Ini mengingat undangan pernikahan sudah banyak yang disebar.

"Akad nikah saya tanggal 5 Oktober, dan resepsi tanggal 8 Oktober 2017. Ratusan undangan juga sudah tersebar," ucapnya.

Modus Kasus

Terungkapnya kasus penipuan WO Rumah Pengantin Sidiq yang berlokasi di Jalan Sunan Giri, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, ini, berawal pada Selasa (19/9.2017) lalu, puluhan calon pengantin mendatangi tempat WO tersebut.

 Mereka mengaku telah ditipu oleh pemilik WO Rumah Pengantin by Sidiq. Kebanyakan yang datang adalah calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan dengan menyewa WO Rumah Pengantin by Sidiq. Merekapun terancam batal menikah karena uang yang telah diserahkan dibawa kabur oleh pemilik WO. 

Billy, yang mengaku akan melangsungkan pernikanan pada Oktober 2017 nanti mengatakan, dirinya sudah bayar uang muka Rp 12 juta. Tapi saat akan konfirmasi ulang pihak WO tidak bisa dihubungi lagi, bahkan instagramnya pemilik WO pun hilang.

Korban lain bernama Putri juga mengaku akan menikah pada Desember 2017 nanti. Sambil menangis Putri mengatakan jika ia sudah membayar lunas kepada pihak WO, yang saat ini tidak bisa dihubungi lagi. “Saya sudah bayar Rp 60 juta. Saya sekarang bingung,” ungkap Putri.

Sejumlah rekan bisnis WO Sidiq juga mengaku telah ditipu. Ini seperti diungkapkan Hengki dari Sinar Tenda. Menurut Hengki, pihaknya sudah menyelesaikan pekerjaan, namun belum menerima bayaran. “Sudah sekitar tiga minggu saya belum dibayar. Totalnya sekitar Rp 50 juta,” ujar Hengki kepada wartawan.

Kericuhan sempat terjadi ketika sejumlah orang berusaha mengambil barang-barang yang masih tertinggal di Rumah Pengantin Sidiq tersebut. Namun kericuhan berhasil diatasi Babinkamtibmas Bripka M Hafit.

Oleh Hafit, orang-orang yang mengaku menjadi korban WO Rumah Pengantin by Sidiq diminta untuk membuat laporan resmi ke Polresta Jambi. “Saya meminta bapak-bapak dan ibu-ibu untuk melapor dengan membawa bukti pembayaran ke Polresta Jambi,” ujar Hafit, yang kemudian menyegel rumah tersebut.

“Saya jamin barang-barang di sini tidak ada yang keluar sampai proses hukum berjalan, jadi tidak ada yang bermain curang dengan membawa barang,” ujarnya.

Sementara Ketua RT setempay, Hamzah mengaku kaget dengan aksi warga tersebut. Kata Hamzah, pemilik Rumah Pengantin by Sidiq bukan merupakan warganya, melainkan hanya mengontrak. Sidiq hanya mengontrak, bukan warga Jalan Sunan Giri, Kelurahan Simpang III Sipin. Sudah sebelum membuka usaha juga sempat melapor kepada Ketua RT setempat. (JP-Asenk Lee/Berbagai Sumber)
 

Sumber: http://www.jambipos-online.com

Gitaris Dunia Canon Rock - Jerry C Cover By Laura

BERITAKU-Mari melihat Video Aksi Gitaris Dunia yang luar biasa. Berikut ini sejumlah Video yang dikutip dari Yuotube untuk kita nikmati bersama. Selamat Menyaksikan. 

Canon Rock - Jerry C cover by Laura
Wanita Jepang ini Kalahkan Para Master Gitar Dunia HD

 Gitaris TERCEPAT DI DUNIA, 1300 BPM. Pecahkan rekor dunia.
 Dewa Gitar Menyamar Dijalanan!! Seperti Apa Yang Respon Penontonya

Despacito Harpa Women Latin



Video Ini Diambil Dari Group WA. Ijin Kepada Perekam Video Ini. Dengan Tidak untuk Melanggar hak Cipta, Saya Mohon Maaf Untuk Memposting Video Ini di Youtube Ini. Salut Buat Pemain Harpa Elektrinya )Latin) Ini. Salam.

DESPACITO adu skill jari, nathan fingerstyle vs igor

 Farel Nusa : Despacito versi Pengamen Jalanan

 Despacito Live - Street Singer - Amazing Voice - Dancers

 Farel Nusa Musisi Jalanan Nyanyi Despacito, Shaheer Sheikh & Dewi Persik Menari Bersama

 Tentara Cantik Nyanyi Despacito Keren Banget
AKHIRNYA FAREL NUSA PENGAMEN DESPASITO MASUK DAPUR REKAMAN | SUARANYA BENING TPI BUKAN EMAS
Junaidi Karo Karo Published on Jul 13, 2017 ini dia Farel Nusa Pengamen jalanan yang sempat Viral Beberapa hari lalu di youtube, karena banyak permintaan dari teman teman untuk melakukan Recording di studio Rekaman maka cobalah saya kontek bang Adam untuk melakukan Rekaman ini, dan ternyata di buktikan di sini, suaranya memang benar benar bagus, silahkan di dengarkan kawan kawan Spesial Thanks to Adam Studio yang Beralamat di Jalan Baret Biru III Dalam No. 4, Kalisari, Pasar Rebo, RT.7/RW.3, Baru, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13710, Indonesia jangan lupa juga ya, kita punya sosmed tambahan instagram junaidi karo karo https://www.instagram.com/junaidikaro... Farel Nusa https://www.instagram.com/farelnusa/

Rabu, 20 September 2017

Jurus Sakti KPK (OTT ) Signifikan Tangkap Para Koruptor

Sejak Juni-16 September 2017, KPK 9 Kali Gelar OTT 

Barang Bukti OTT KPK di Kabupaten Batubara, Sumut 13 Sept 2017 lalu. IST


BERITAKU-Pemberantasan praktik korupsi kini semakin gencar dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meski “digembosi” terus oleh DPR RI. Kini KPK lebih agresif dalam penggrebekan kasus korupsi dengan jurus sakti pamungkasnya yakni Operasi Tangkat Tangan (OTT). Jurus sakti bernama OTT kini semakin nyata dilakukan KPK untuk membuka mata publik kalau oknum pejabat dan sengkuninya masih saja rakus untuk melakukan korupsi.

Dengan tidak mengesampingkan laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau penggiat aktivis anti korupsi soal dugaan korupsi, KPK kini lebih menfokuskan diri untuk melakukan gerakan bawah tanah dengan nama OTT dalam memberangus  oknum-oknum koruptor di Negeri Indonesia tercinta ini.

Jurus pamungkas KPK dengan nama OTT ini semakin menancapkan taringnya dalam menjerat para koruptor-koruptor yang tamak itu. Bahkan operasi OTT sudah menjadi senjata dan jurus pamungkas dalam menjaring satu persatu para koruptor dan kroninya.

Dari data yang dirangkum, dalam empat bulan terakhir ini saja, KPK menggelar sembilan kali OTT. Terhitung dari Juni 2017 hingga 16 September 2017, operasi tersebut digelar di sejumlah daerah.

Pada 9 Juni 2016, KPK menangkap Kasie III Intel Kejati Bengkulu, Parlin Purba (PP), pejabat pembuat komitmen di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu, Amin Anwari (AAN) dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, Murni Suhardi (MSU).

Dalam OTT, uang suap yang diamankan dari tangan mereka bertiga sebesar Rp 10 juta. Namun menurut Komisioner KPK Basaria Panjaitan, sudah ada pemberian yang dilakukan AAN dan MSU kepada PP sebesar Rp150 juta.

Adapun dugaan suap ini terkait dengan pengumpulan bukti dan keterangan dalam sejumlah proyek yang ada di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu. AAN dan MSU disangka sebagai pemberi suap. Sementara itu, PP disangka sebagai pihak yang menerima suap tersebut.

Lalu, pada Selasa pagi, 20 Juni 2017, tim Satgas KPK meringkus Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari istrinya, dan tiga pihak lain yang kedapatan melakukan transaksi suap menyuap terkait fee proyek di wilayah tersebut.

Atas perbuatannya, Ridwan, Lily Martiani Maddari dan Rico Dian Sari (bendahara DPD Partai Golkar Bengkulu) sebagai tersangka penerima suap. Selain itu, penyidik juga menetapkan satu pihak lain sebagai pihak pemberi suap, yakni Jhoni Wijaya selaku direktur PT SMS.

Dilanjutkan pada 2 Agustus 2017, tim Satgas KPK menggelar OTT di Pamekasan, Madura. Dalam aksi tersebut, KPK menangkap Bupati Ahmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Indra Prasetya. Mereka dijadikan tersangka suap dalam kasus penyelewengan pengelolaan dana Desa Dasok. Besarnya Rp 250 juta.

Kasus berawal dari dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa oleh Kades Dasok Agus Mulyadi. Kejari mengumpulkan bukti dan keterangan. Karena takut masuk penjara, Agus melapor ke Inspektur Inspektorat Pamekasan Sutjipto. 

Akhirnya, dengan restu Bupati Ahmad Syafii, mereka menyuap Kajari Rudy Indra Prasetya.
Pada 21 Agustus 2017, KPK juga mendapati panitera pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi menerima suap terkait perkara yang disidangkan. Dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Tarmizi, KPK menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka yakni Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection Yunus Nafik dan pengacara bernama Akhmad Zaini.

Akhmad Zaini merupakan penasehat hukum PT Aquamarine Divindo Inspection. Tarmizi diduga menerima suap total Rp 425 juta untuk menolak gugatan perdata yang diajukan Eastern Jason Fabrication Service Pte Ltd terhadap PT Aqua Marine Divindo Inspection.

Dalam perkara tersebut, Eastern Jason mengalami kerugian dan menuntut PT Aqua Marine membayar ganti rugi 7,6 juta dollar AS dan 131.000 dollar Singapura.

Adapula OTT di Jakarta, Tegal, dan Balikpapan pada 29 Agustus 2017. Salah satunya Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno. Selain Siti Masitha, KPK mencokok pengusaha Amir Mirza Hutagalung dan Wakil Direktur RSUD Kardinah Tegal Cahyo Supriadi.

Selain itu, mereka yang turut ditangkap adalah mantan Kasubag Pendapatan dan Belanja RSUD Kardinah, Tegal, Agus Jaya, Kepala Bagian Keuangan RSUD Kardinah Tegal Umi, sopir Amir Mirza bernama Monez dan Imam Mahrodi. Kemudian ajudan Amir yaitu Akhbari Chintya Berlian. Dalam kasus ini, Siti Mashita dan Amir diduga sebagai penerima suap, sementara Cahyo diduga selaku pemberi suap.

Lagi-lagi, KPK kembali melakukan  OTT di Bengkulu pada 7 September 2017. KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait putusan perkara korupsi Kegiatan Rutin di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu tahun anggaran 2013, dengan terdakwa Wilson SE.

Penetapan itu setelah pihak lembaga antirasuah itu menggelar OTT di Bengkulu dan Bogor. Adapun yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu Dewi Suryana (DSU), Panitera Pengganti PN Bengkulu Hendra Kurniawan (HKU), dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) keluarga dari terdakwa Wilson bernama Syuhadutal Islamy.

Dewi dan Hendra diduga menerima suap dengan kesepakatan Rp 125 Juta dari Syuhadatul agar Pengadilan Tipikor Bengkulu meringankan hukuman terhadap Wilson yang merupakan Plt Kepala BPKAD Pemkot Bengkulu.

Dimana Wilson telah divonis Pengadilan Tipikor Bengkulu dengan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara oleh pengadilan pada 14 Agustus 2017.

Rabu 13 September 2017, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain juga diringkus KPK dalam OTT dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Tak sendiri, empat orang lainnya yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dinas Batubara Helman Hendardi (HH), Sujendi Tarsono (STR) selaku pihak swasta, kontraktor proyek Syaiful Azhar (SAZ) dan Maringan Situmorang (MAS) juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, OK Arya, Sujendi, dan Hendardi diduga sebagai penerima suap terkait sejumlah proyek di wilayah tersebut. Kemudian Maringan dan Syaiful yang notabene kontraktor diduga sebagai pemberi suap.

OK Arya disinyalir dijanjikan fee dalam tiga proyek infrastruktur senilai Rp 4,4 miliar oleh Syaiful dan Maringan. Diketahui Maringan menjanjikan fee sebesar Rp 4 miliar untuk pembangunan Jembatan Sentang dengan total proyek Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMJ dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T.

Sementara itu, Syaiful menjanjikan fee sebesar Rp 400 juta atas proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar. "Total KPK amankan uang tunai total 346 juta. Uang tersebut diduga bagian dari fee proyek senilai total 4,4 miliar," ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Usai dari di Kabupaten Batubara, KPK juga melakukan OTT di Banjarmasin kemarin, Kamis (14/9/2017). Dalam OTT ini KPK mengamankan sejumlah orang yang kedapatan menjalankan transaksi terkait peraturan daerah di Banjarmasin.

Dari lima orang, dua diantaranya Ketua DPRD Banjarmasin berinisial IR dan Direktur Utama Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin berinisial M. Saat itu, kelima orang yang terjaring OTT tersebut telah diamankan dan dibawa ke Polda Kalsel. Usai diperiksa, para pihak tersebut telah diterbangkan ke Jakarta, dan telah sampai di kantor KPK.

Tak hanya di Banjarmasin, KPK dikabarkan juga kembali melakukan OTT kepada Wali Kota Batu, Malang, Jatim, berinisial ER pada Sabtu(16/9/2017) sore. Kali ini dalam operasi senyap yang digelar di Jawa Timur, tim Satgas Penindakan KPK berhasil membekuk ER.

Berdasarkan informasi yang dilansir JawaPos.com, ER ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap menyuap untuk mengegolkan proyek senilai miliaran rupiah. 

Selain ER, tim juga berhasil menangkap sejumlah pihak lain yang diduga sebagai pihak penyuap. Hingga saat ini, kegiatan penindakan masih dilakukan oleh KPK, sehingga belum bisa terkonfirmasi secara detail, siapa saja pihak yang ditangkap, berapa barang bukti uang suap, serta motif kasus dugaan suap menyuap ini. 

Sementara juru bicara KPK Febri Diansyah, belum mengangkat telefon maupun membalas pesan konfirmasi melalui aplikasi whatsapp saat dikonfirmasi wartawan terkait OTT Wali Kota Batu, Malang, Jatim, berinisial ER pada Sabtu(16/9/2017) sore. (
Asenk Lee Saragih )

 

Sukses Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Eni Rista Br Girsang

Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk ddengan dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. Photo St Sahala Tua Saragih. 
BERITAKU-Raya-Pesta Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk putra kedua dari ‪St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH-Br Simanjuntak (Bandung) dengan Eni Rista Br Girsang putri dari Keluarga Johansen Girsang-Santauli Br Saragih Turnip (Tambahan Pematang Raya-Simalungun), di Pematangraya, Selasa 19 September 2017 berjalan sukses dan boleh menjadi satu moment berharga dalam mengabadikan Adat Simalungun sesungguhnya. 

Kedua mempelai diberkati di GKPS 1903 Pematangraya oleh Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II) dan Pesta Adat Simalungun dilaksakan di Gedung Pertemuan Pematangraya. Ratusan undangan dari Pihak Mempelai Pria dan Wanita hadir pada Pesta Pemberkatan Pernikahan tersebut. 

Seperti (Bapatua Abednego) St Berlin Manihuruk/ Anta Br Damanik dan (Abang Abednego), Lamhot P Manihuruk/ Br Girsang dari Hutaimbaru. Demikian juga keluarga Manihuruk dari Haranggaol, Purba Saribu, Urung Panei, Pematang Raya, Tigarunggu, Pematangsiantar, Saribudolok dan keluarga kandung St Bonarsius Saragih dari Bandung.  ‪

St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH merupakan anak bungsu laki-laki dari 11 bersaudara dari pasangan (Alm) St Efraim Moradim Saragih Manihuruk – (Alm) R Porman br Haloho asal Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. 

Unik, Namarsanina Bapa, Satu Simatua 

Ada yang unik dalam Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Eni Rista Br Girsang ini. 

Mempelai wanita merupakan kakak kandung dari Ustika Rahayu Girsang S S. Ustika yang akrab disama Oci ini menikah dengan Rezeki Hotdo Gamaliel Saragih Manihuruk S Sn putra kedua dari St R Hamonangan (Monang) Saragih Manihuruk SH-St Adriani Heriaty Sinaga MH (Bandung) di GKPS Bandung PDAM dan Resepsi Pernikahan di Gedung Cimahi Convention Haal, Sabtu 13 Agustus 2016. 

Uniknya adalah, Ayah dari Frans Abednego Saragih Manihuruk (‪St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH) adalah adik kandung dari St R Hamonangan (Monang) Saragih Manihuruk SH. 

Ternyata cinta (Holong) Abadi menyatukan kedua Pria ini (Rezeki Hotdo Gamaliel Saragih Manihuruk S Sn dan Frans Abednego Saragih Manihuruk) dan mereka satu mertua yakni Johansen Girsang-Santauli Br Saragih Turnip (Tambahan Pematang Raya-Simalungun). 

Pergaulan di lingkungan Pemuda GKPS Bandung, mempertemukan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Erni Br Girsang dan begitu juga Rezeki Hotdo Gamaliel Saragih Manihuruk S Sn dengan Ustika Rahayu Girsang S S. 

Kedua Pengantin ini menjalankan Adat Simalungun secara utuh di tanah perantauan dan juga di Kabupaten Simalungun. Namun bagi ‪St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH-Br Simanjuntak dan keluarga St R Hamonangan (Monang) Saragih Manihuruk SH-St Adriani Heriaty Sinaga MH itu menjadi suatu penghargaan untuk mewariskan Adat Istiadat Simalungun kepada generasi berikutnya. Selamat Membina Keluarga Baru dan Bahagia. (Asenk Lee Saragih)

(KLIK Photo2: Pernikahan Sy Josimar Saragih Manihuruk M.Psi dengan Eva Oktafryda Simanjuntak S.Psi)

(Baca Juga: Melirik Pesta Adat Simalungun di Pesta Pernikahan Kiki Saragih dan Oci Girsang)
Josimar Saragih, Grubert KD Manihuruk, Leonita Br Manihuruk St Sahala Tua Saragih mengabadikan moment Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Eni Lista Br Girsang di Balai Pertemuan Pematang Raya. Berikut ini photo-photonya yang dikutip dari Sosial Media (FB). 
‪St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH-Br Simanjuntak di Haranggaol. Photo Darma Purba

Keluarga Mempelai Pria (Kiri ke Kanan) ‪St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH, Rinus Saragih Manihuruk, Franz Saragih, Eni Rista Br Girsang, Ny St Bonarsius Saragih Br Simanjuntak, Mama Gabriano Br Simanjuntak, Josimar Saragih Manihuruk.

Keluarga  Josimar Saragih Manihuruk dan Mama Gabriano Br Simanjuntak.

Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk ddengan dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. Photo Josimar Saragih. 

Keluarga  Josimar Saragih Manihuruk (Abang Mempelai Pria) dan Mama Gabriano Br Simanjuntak.

Pengantin Wanita dan Keluarga Besar Keluarga Johansen Girsang-Santauli Br Saragih Turnip (Tambahan Pematang Raya-Simalungun).

Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk ddengan dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. Photo St Sahala Tua Saragih.

Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk ddengan dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. Photo St Sahala Tua Saragih. 

Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk ddengan dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. Photo St Sahala Tua Saragih. 



Keluarga Mempelai Pria (Kiri ke Kanan) ‪St ‎Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH, Rinus Saragih Manihuruk, Ffanz Saragih, Eni Rista Br Girsang, Ny St Bonarsius Saragih Br Simanjuntak, Mama Gabriano Br Simanjuntak, Josimar Saragih Manihuruk.

Kiri ke Kanan : St Berlin Manihuruk, Lamhot Manihuruk, Mora Parna Saragih Manihuruk, Pdt Grubert Manihuruk, St Drs Kol Purn WM Manihuruk, St Monang Saragih Manihuruk,  St Dr Bonarsius Saragih Manihuruk, Sy Josimar Saragih Manihuruk, Franz Saragih, Eni Rista Br Girsang, Inanggi Josimar. 

Kiri ke Kanan : St Berlin Manihuruk, Lamhot Manihuruk, Mora Parna Saragih Manihuruk, Pdt Grubert Manihuruk, St Drs Kol Purn WM Manihuruk, St Monang Saragih Manihuruk,  St Dr Bonarsius Saragih Manihuruk, Sy Josimar Saragih Manihuruk, Franz Saragih, Eni Rista Br Girsang, Inanggi Josimar (Inang Gabriano)  . 

Manihuruk Haranggaol.

Kiri ke Kanan : St Monang Saragih Manihuruk, St Berlin Manihuruk, St Drs Kol Purn WM Manihuruk, Sy Josimar Saragih Manihuruk, St Dr Bonarsius Saragih Manihuruk, FRaz Saragih, Inanggi Josimar, Inang Tongah Tardo, Inang Pdt Grubert Manihuruk Boru Purba. 

Manihuruk Haranggaol.




Reuni Undangan Dari Bandung yang kini Berdomisili di Simalungun.

Boru Manihuruk (Leonita) dari Haranggaol moment di Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. 


Boru Manihuruk (Leonita) dari Haranggaol moment di Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. 

Ny St Sudirman Manihuruk Boru Haloho, Ibunda Pdt Grubert KD Manihuruk.




Boru Manihuruk (Kuteng) dari Haranggaol moment di Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. 




Marga Sinurat dan Boru Manihuruk (Kuteng) dari Haranggaol moment di Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan  Eni Rista Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. 

Boru Manihuruk (Kuteng) dari Haranggaol moment di Pemberkatan Pernikahan Frans Abednego Saragih Manihuruk dengan Erni Br Girsang oleh  Pdt Vivia Br Purba STh (Praeses GKPS Distrik II)  di GKPS 1903 Pematangraya, Selasa 19 September 2017. 

Rabu, 06 September 2017

Ezer Twopama dan Athalia Wakil SD Xaverius 2 Jambi Pada Lomba Bercerita Tingkat SD Se Kota Jambi

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) pada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih
BERITAKU-Jambi-Sekolah Dasar (SD) Xaverius 2 Kota Jambi mengirimkan dua muridnya yakni Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) pada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi. Lomba yang selenggarakan Dinas Kebudayaan dan Parawisata Provinsi Jambi itu dilaksanakan di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017).

Pada lomba  Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi diikuti sebanyak 27 peserta dari Kelas II hingga Kelas VI. Pada lomba ini Ezer Twopama Manihuruk dan Athalia Br Tarigan didampingi guru pendamping SD Xaverius 2 Jambi, Anwar.

Pengamatan menunjukkan, Ezer Twopama Manihuruk yang mendapat undian nomor 04 dan Athalia Br Tarigan no undi 20 tampil bagus dengan tidak luma pada hafalan naskah cerita. Cerita Ezer dengan Judul “Pertempuran Durian Luncuk” dan Atahlia judul ceritanya “Keris Siginjai”. 

“Penampilan Ezer dan Athalia sudah bagus dan tidak luma pada teks alur cerita. Mereka bisa menghafal naskah begitu lumayan panjang walau dalam persiapan seminggu. Ini sungguh luar biasa. Peran orang tua sangat mendukung pada kegiatan seperti ini. Peserta lain banyak juga yang lupa teks cerita dan bahkan ada yang sengaja membaca teks cerita. Namun Ezer dan Athalia bisa hafal narasi cerita,” ujar Anwar yang melatih Ezer dan Athalia selama sepekan ini.

Menurut Anwar, Ezer Twopama Manihuruk merupakan peserta paling kecil dari Kelas II SD. Sementara peserta lainnya rata-rata kelas IV hingga Kelas VI. 

“Kita mengirimkan peserta dari kelas II dan III SD, ini modal kita untuk lomba-lomba berikutnya. Kalau waktu persiapan lumayan, bisa lebih bagus lagi penampilan mereka dengan konsep yang menarik. Kita dapat informasi lomba ini terkesan mendadak, jadi persiapannya masih minim,” ujar Anwar.

Namun demikian, kata Anwar, penampilan Ezer dan Athalia sudah bagus. Walaupun nantinya tidak juara, setidaknya Ezer dan Athalia merupakan anak yang bertalenta untuk bisa diasah lagi untuk lomba-lomba sejenisnya.

Lomba bercerita ini dalam rangka “Pekan Kejuangan Rakyat Jambi 2017” dengan Tema: Merajut Sejarah Perjuangan Rakyat Jambi Dalam Bingkai NKRI”.

Pekan Kejuangan Rakyat Jambi 2017 ini memperlombakan empat kegiatan yakni Lomba Mewarnai Poster Perjuangan Tingkat TK se Kota Jambi, Lomba Drama Musikalisasi Perjuangan Tingkat SLTA Se Kota Jambi yang dilaksanakan Selasa (5/9/2017),  Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi (6/9/2017) dan Lomba Musikalisasi Puisi Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SLTP Se Kota Jambi dilaksnakan Kamis (7/9/2017). 

Juri pada lomba bercerita anak tingkat SD ini terdiri dari tiga juri dari Pejabat dari Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Perpustakaan Kota Jambi dan seorang Jurnalis dari Harian Tribun Jambi. Sementara para pemanang dari empat lomba itu akan diumumkan pada Kamis (7/9/2017). (Asenk Lee Saragih)
   
Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"



Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) saat tampil dengan Judul Cerita "Pertempuran Durian Luncuk"


Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) dpada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) dan Guru Pendamping Anwar pada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) dan Guru Pendamping Anwar pada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) dan Guru Pendamping Anwar pada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih

Ezer Twopama Manihuruk (Kelas IIB) dan Athalia Br Tarigan (Kelas III) dan Guru Pendamping Anwar pada Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih

Athalia Br Tarigan (Kelas III) saat tampil dengan Judul Cerita "Keris Siginjai"


Athalia Br Tarigan (Kelas III) saat tampil dengan Judul Cerita "Keris Siginjai"














Lomba Bercerita Perjuangan Rakyat Jambi Tingkat SD Se Kota Jambi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Rabu (6/9/2017). Photo2: Asenk Lee Saragih