Kamis, 12 September 2019

Dua Bocah Ini Mengheningkan Cipta Di Depan Bendera Setengah Tiang Untuk Penghormatan Kepada Presiden RI Ke 3 Bapak BJ Habibie

Usai sarapan pagi dan lengkap berpakaian sekolah setelah libur tiga hari (Senin-Rabu) akibat kabut asap menyelimuti udara Kota Jambi dan udara status berbahaya, Moses dan Ezer bergegas menuju depan bendera setengah tiang dan menundukkan kepala mengheningkan cipta, Kamis (12/9/2019) Pukul 06.30 WIB. Foto Asenk Lee Saragih
BJ Habibie Dimakamkan Kamis 12 September 2019

Jambi-Pagi itu menunjukkan Pukul 06.30 WIB. Dua anak ini bergegas menuju keluar rumah yang telah lengkap berpakaian sekolah. Mereka berdiri di depan Bendera Merah Putih setengah tiang dan menunduk mengheningkan cipta untuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie.

Adalah Moses Juneri Manihuruk (Murid SMPN 14 Kota Jambi Kelas VII A) dan Ezer Twopama Manihuruk (Murid SD Xaverius 2 Kota Jambi Kelas IV). Mengetahui lewat berita, wafatnya  Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, kedua anak ini mengingatkan Ayahnya Rosenman Manihuruk untuk memasang bendera setengah tiang sesuai dengan himbauan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari berturut-turut.

“Ayah pasanglah Bendera Merah Putih setengah tiang. Biar kami berdiri didepannya untuk mengheningkan cipta untuk Bapak Presiden RI Ke 3 BJ Habibie. Inikah Presiden pencipta Pesawat Indonesia itu kan Ayah?,” ujar Ezer Twopama.

Usai sarapan pagi dan lengkap berpakaian sekolah setelah libur tiga hari (Senin-Rabu) akibat kabut asap menyelimuti udara Kota Jambi dan udara status berbahaya, Moses dan Ezer bergegas menuju depan bendera setengah tiang dan menundukkan kepala mengheningkan cipta, Kamis (12/9/2019) Pukul 06.30 WIB. 

“Sejak usia dini kita harus tanamkan jiwa menghargai Pemimpin dan loyalitas kepada Bangsanya kepada anak kita. Agar dewasa kelak mereka jadi warga Negara yang baik dan cinta NKRI serta mengikuti sifat juang pendahulunya,” kata Rosenman Manihuruk, ayah kedua anak ini berpesan.

Sementara pengamatan Penulis Kamis (12/9/2019) menunjukkan, RT 15 Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi warga masih jarang memasang bendera setengah tiang di depan rumah mereka. Ketua RT setempat-pun tidak ada mengintruksikan warganya untuk memasang bendera setengah tiang.  
  
Seperti diberitakan, Bapak Presiden RI Ke 3 BJ Habibie wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Rabu Pukul 18.05 WIB, kata putra kedua Habibie Thareq Kemal Habibie. Tim dokter kepresidenan, menurut Thareq, sudah bekerja dengan baik selama Habibie dirawat mulai 1 September.

BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019) petang setelah menjalani perawatan intensif dalam beberapa hari terakhir. Menurut keluarga, Habibie menghembuskan nafas terakhirnya pada Pukul 18.05 WIB setelah kondisinya melemah sekitar Pukul 17.00 WIB. Habibie meninggal dunia dikelilingi segenap keluarga besarnya. Habibie berbaring lantaran sakit tua.

BJ Habibie disemayamkan di rumah duka, Patra Kuningan, Jaksel setelah dimandikan dari RSPAD Gatot Soebroto. Jenazah teknokrat andal Indonesia itu dimakamkan, Kamis (12/9/2019), di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, tepat berdampingan dengan pusara isteri tercinta, Ainun Habibie.

BJ Habibie memimpin Indonesia pada masa krisis dan transisi dari orde baru ke reformasi. Habibie berjasa dalam demokrasi setidaknya membebaskan banyak tahanan politik dan menjamin kebebasan pers. Dia pula yang menggelar referendum di Timor Timur yang sekarang menjadi negara merdeka, Timor Leste.

Hari Berkabung Nasional

Sementara Menteri Sekretaris Negara Pratikno menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari berturut-turut atas wafatnya presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari berturut-turut atas wafatnya presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di Jakarta, Rabu (11/9/2019). Foto Asenk Lee Saragih
Instruksi yang disampaikan dalam surat edaran bernomor B- 1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019 itu juga menetapkan tanggal 12 sampai 14 September 2019 sebagai hari berkabung nasional.

"Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie, yang wafat pada tanggal 11 September 2019 di Jakarta," tulis Mensesneg dalam surat edaran yang diterima di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Sesuai dengan Pasal 12 ayat 4, 5, dan 6 Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, Mensesneg memohon agar seluruh pimpinan Lembaga Negara, Gubernur Bank Indonesia, para menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, pimpinan lembaga nonstruktural, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan BUMN atau BUMD, serta Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri beserta jajarannya untuk mematuhi instruksi tersebut.

Selanjutnya, Mensesneg meminta kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyampaikan instruksi tersebut kepada masyarakat luas. “Selamat Jalan Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia. Nama dan Jasamu Akan Tetap Dikenang Generasi Penerus Bangsa Ini”. (Asenk Lee Saragih)
Moses Juneri Manihuruk (Murid SMPN 14 Kota Jambi Kelas VII A) dan Ezer Twopama Manihuruk (Murid SD Xaverius 2 Kota Jambi Kelas IV). Mengetahui lewat berita, wafatnya  Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, kedua anak ini mengingatkan Ayahnya Rosenman Manihuruk untuk memasang bendera setengah tiang sesuai dengan himbauan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari berturut-turut. Foto Asenk Lee Saragih

Adalah Moses Juneri Manihuruk (Murid SMPN 14 Kota Jambi Kelas VII A) dan Ezer Twopama Manihuruk (Murid SD Xaverius 2 Kota Jambi Kelas IV). Mengetahui lewat berita, wafatnya  Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, kedua anak ini mengingatkan Ayahnya Rosenman Manihuruk untuk memasang bendera setengah tiang sesuai dengan himbauan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari berturut-turut. Foto Asenk Lee Saragih









 
Hari Berkabung Nasional

 

Jumat, 30 Agustus 2019

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH. Foto FB
Beritasimalungun- St Adriani Heriaty Sinaga SH MH, Srikandi Boru Simalungun yang mengabdi di Satria Biru Damkar Kota Bandung itu telah 31 tahun mengandi sebagai PNS/ASN. Lalu bagaimana pengalaman Adriani Heriaty Sinaga sebagai ASN di Pemerintahan Kota Bandung selama 31 tahun lamanya? Lewat linimasa sosial media (FB) Adriani Heriaty Sinaga mengisahkannya.

Adriani Heriaty Sinaga: Tuhaaaan, malam ini (Kamis 29 Agustus 2019) hati ku sedih, air mata berjatuhan, karena malam ini tinggal menghitung jam untuk meninggalkan tugas saya sebagai pelayan masyarakat pada Dinas Kebakaran Dan PB Kota Bandung yang sudah mengabdi bersama teman-teman kurang lebih 10 tahun.

Pengabdian sebagai PNS/ASN 31 tahun lamanya. Suka duka selama bertugas yang saya alami dengan senyum, jeritan dan air mata. Bahkan gelombang yang dasyat sekalipun harus diterjang untuk mencapai tujuan kesuksesan dalam tugas yang gemilang, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan bersama teman-teman seperjuangan. 


Disiplin dan cita-cita, keinginan tinggi dapat diraih bersama doa-doa orang tua saya ( Mamak ku Sanni Br Purba) yang begitu setia melipat tangannya menyerahkan saya kedalam tangan Tuhan.

Begitu juga dukungan suami tercinta (St Monang Saragih SH) yang begitu setia mendukung karir saya dengan penuh pengorbanan moril maupun materi. Terlebih mendukung saya dalam doa-doanya.

Doa anak-anak, doa-doa menantu serta doa cucu-cucu yang menyertai tugas-tugas saya. Pada akhirnya mencapai finis terakhir sampai Purna Bakti Jumat 30 Agustus 2019 dalam keadaan sehat dan suka cita.

Akhirnya berakhirlah semua melepaskan status kepegawaian saya sebagai PNS/ ASN KOTA BANDUNG PADA DINAS KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA KOTA BANDUNG PADA HARI JUMAT 30 AGUSTUS 2019.

Patut saya syukuri dan berlutut dihadapan MU Tuhan, serta mengucap syukur atas kebaikan Nya yang begitu setia memberkati saya dalam tugas pelayanan sebagai istri/ibu rumah tangga dan tugas pelayanan dimasyarakat dan melayani Tuhan, walupun sering absen dan bolong-bolong melayani Tuhan.

Terpujiujilah Tuhan, yang akhirnya dengan suka cita dan air mata bahagia, menurut aturan, bahwa umur 58 tahun berhenti, dengan SK PENSIUN ! Terimakasih pak Kadiskar, pak Sekdis, para Kabid-Kabid dan Kasi-kasi serta Kasubag-Kasubag dan seluruh staf.

Juga tak lupa Satria-Satria Biru kuuuu di Diskar PB Kota Bandung. Saya pamit serta mengucapkan, mohon maaf, lahir batin atas kesalahan saya selama saya bertugas di Diskar PB Kota Bandung. Doa saya yang terbaik untuk semuanya dan mohon dukungan doanya juga untuk saya. Tuhan memberkati kita semuanya.

Wanita berdarah Batak Simalungun kelahiran Medan 23 Agustus 1961 ini, dalam menjalankan jabatan di Diskar PB Kota Bandung banyak suka duka yang dihadapi. Mulai dari memperhatikan dan menyaksikan Pasukan Satria Biru (Damkar Kota Bandung) saat bergerak cepat memadamkan kobaran api. Selamat Pensiun Inang Tongah, Kembalilah Jadi Pelayan Tuhan Dalam Sukacita Hingga Akhir Hayat. (Asenk Lee Saragih)


Gallery Foto Kegiatan Adriani Heriaty Sinaga SH MH Saat Menjalankan Tugas. (Foto-Foto FB Adriani Heriaty Sinaga)





























St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti, Jumat 30 Agustus 2019.

Selasa, 27 Agustus 2019

Inmemoriam Donny Pasaribu SP

Jenazah Donny Pasaribu SP Diusung Ke Tarutung Untuk Dimakamkan
Punguan (Kumpulan) Marga Raja Silitonga dan Marga Raja Pasaribu Se Kota Jambi memberangkatkan Jenazah Donny Pasaribu SP lewat acara Adat Batak di Rumah Duka di Jalan Patimura Lorong Nusa Indah 2 No. 86 Rt 12 Simpang IV Sipin Kota Jambi, Selasa (27/8/2019). Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPk) Provinsi Jambi Donny Pasaribu SP meninggal dunia pada Senin (26/8/2019) sekira Pukul 14.45 WIB di Rumah Sakit Mayang Medika Center Kota Jambi akibat sakit mendadak. Foto Asenk Lee Saragih
BERITAKU, Jambi-Punguan (Kumpulan) Marga Raja Pasaribu Se Kota Jambi memberangkatkan Jenazah Donny Pasaribu SP lewat acara Adat Batak di Rumah Duka di Jalan Patimura Lorong Nusa Indah 2 No. 86 Rt 12 Simpang IV Sipin Kota Jambi, Selasa (27/8/2019). Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPk) Provinsi Jambi Donny Pasaribu SP meninggal dunia pada Senin (26/8/2019) sekira Pukul 14.45 WIB di Rumah Sakit Mayang Medika Center Kota Jambi akibat sakit mendadak.

Tampak Pengurus, Penasehat dan Keluarga Punguan Marga Raja Pasaribu Se Kota Jambi memberikan penghormatan terakhir kepada Donny Pasaribu sebelum diusung ke Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara menggunakan Ambulance.

Diantaranya Pengurus dan Penasehat Marga Pasaribu yang hadir seperti PF Pasaribu/ Br Siahaan, Lipan Pasaribu SH (Penasehat), A Pasaribu/br Hutabarat, Robert Pasaribu /br Naibaho, J Pasaribu/br Manurung.

Usai acara Adat Batak Dukacita oleh Pasaribu dan Silitonga, dilanjutkan acara kepada Parhalado (Majelis Gereja) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kotabaru Jambi. Tampak hadir Pdt. Dr. Samsir Deli Sinaga, D Min (HKBP Jambi) dan St R Manullang/Br Sinaga.

Sebelumnya, rekan sejawat Aktivis Almarhum Donny Pasaribu juga menyampaikan kata penghormatan terakhir dan ucapan dukacita kepada keluarga yang ditinggal. Seperti kata ucapan dukacita dari Edi Purwanto (Ketua DPD PDI Perjuangan), Topan, Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Jambi, Ritas Mairi Yanto (Pemuda Panca Marga).






Tampak hadir rekan seperjuangan dan sahabat almarhum seperti Leonardo Sigalingging, Ali Sadikin, Roida Pane, Dr. Asad Isma, Pery Monjuli, AKBP (P) Basoka Sagala, Samuel Pardosi, Yul Ilman, Jeffy Bintara Pardede, Cecep, Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jambi dan lainnya.

Ritas Mairi Yanto menyampaikan ucapan Dukacita yang mendalam atar Berpulangnya Sahabat seperjuangan Donny Pasaribu.

“Selama ini kita berkumpul dengan Beliau. Seperti kita ketahui, sahabat Donny Pasaribu adalah sahabat baik bagi kami. Loyalitas tanpa batas. Sahabat yang kami kenal adalah sahabat yang paling baik. Mudah-mudahan sahabat baik kami ini berbahagia disana. Kawan-kawan sekalian atas nama keluarga besar mohon maaf apabila kami selama ini ada kesalahan mohon dimaafkan,” ujar  Ritas Mairi Yanto yang ikut mengantarkan Jenazah Donny Pasaribu ke Tarutung.

Pada kesempatan yang sama Edi Purwanto juga menyampaikan Belasungkawan yang dalam atas meninggalnya sahabatnya sesama aktivis Donny Pasaribu. 

“Secara pribadi saya adalah sahabat beliau. Saya turut berdukacita atas kepergian sahabat seperjuangan yang baik ini. Kami akan menjaga dan tetap menjalankan gerakan-gerekan yang baik dalam membela Bangsa  dan Rakyat Provinsi Jambi. Kepada keluarga besar semoga tabah dan tegar. Selamat jalan Sahabat,” ujar Edi Purwanto.
Punguan (Kumpulan) Marga Raja Pasaribu Se Kota Jambi memberangkatkan Jenazah Donny Pasaribu SP lewat acara Adat Batak di Rumah Duka di Jalan Patimura Lorong Nusa Indah 2 No. 86 Rt 12 Simpang IV Sipin Kota Jambi, Selasa (27/8/2019). Foto Asenk Lee Saragih
“Memang kami tak se Iman, tapi kami satu perjuangan. Perjuangan untuk menegakkan keadilan. Bersama menindas-nindas musuh rakyat. 21 tahun yang lalu bahkan disebuah hotel di kota Dewata, kita pernah bersama disebuah kamar dipertemuan “Pena Aktivis 98”. Selamat jalan Sahabat seperjuangan yang baik,” ujar Topan.

“Berbicara denganmu untuk yang terakhir kalinya sahabatku hasian Donny Pasaribu. Sudah kucoba sekuatnya tapi tidak mampu kutahan tangisku melihatmu terbaring disana. Namun tanpa kehadiran tawamu seperti biasa. Perjuanganmu telah kau selesaikan dengan baik. Lancar perjalananmu sampai di bona pasogit ya.Till we meet again on the other side. GBU,” ujar Leonardo Sigalingging.

Tepat pukul 13.00 WIB, Selasa (27/9/2019) keluarga menyerahkan Jenazah Donny Pasaribu SP kepada keluarga besar Ikatan Pemuda Karya (IPK) untuk diusung ke Tarutung, Tapanuli Utara, Sumut dengan Ambulance lewat Jalan Lintas Timur Sumatera. 

Ucapan Duka Gubernur Jambi

Sementara Gubernur Jambi H Fachrori Umar menyampaikan rasa bela sungkawa dan ikut berduka cita atas wafatnya Tokoh Pemuda Jambi sekaligus Aktivis Reformasi Jambi Donnny Pasaribu SP. 

Menurut Fachrori, Donny Pasaribu selama ini dikenal sebagai tokoh Pemuda yang terus menyuarakan kepentingan masyarakat. Semasa hidupnya Donny Pasaribu juga dikenal sebagai pemuda yang pekerja keras dan terus memberikan masukan yang positif kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk lebih baik lagi dalam mengolah tata kelola pemerintahan.

Fachrori mengatakan, Jambi kehilangan sosok aktivis sekaligus  tokoh pemuda yang selama ini banyak memberi masukan kepada Pemerintah Provinsi Jambi. Donnny Pasaribu juga merupakan Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi Fachrori mengatakan banyak kenangan dirinya dengan Donny Pasaribu sejak menjabat Wakil Gubernur Jambi mendampingi HBA. Untuk itu Fachrori mengajak masyarakat untuk Ikut mendoakan beliau.

Aktivis Berduka

Mengetahui kabar Dukacita itu, aktivis Jambi langsung menyampaikan Turut Berdukacita lewat linimasa sosial media atas berpulangnya Donny Pasaribu.

Roy Benjamin Situmorang: Donny Pasaribu Dalam Kenangan. Dalam 1 tahun terakhir ini kita intens berkomunikasi dan bertemu, karena kita bergabung dalam Lintas Relawan Jambi Jokowi Ma’rif Amin.


Jauh sebelum itu aku mengenalmu disekolah karena kita satu Alumni SMA Xaverius Jambi. Suatu ketika saya melihat penampilananmu bersama Group Band SMA diacara Festival Musik Kampus di Universitas Jambi. Aku masih ingat kalian membawakan 2 lagu dari group band rock yang ternama Gun’s n Roses, Sweet Child o Mine dan November Rain begitu apik kalian bawa. Semua yang hadir menyaksikan terpesona. Sampai-sampai ada mahasiswi yang memberikan bunga mawar.

Setelah itu saya tidak banyak berinteraksi, yang aku tau kamu menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian. Aku pernah ketemu kamu aktiv di Kepramukaan. Kita ketemu lagi saat demo 98. Setelah itu kita jarang ketemu karena sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Donny, entah bagaimana Allah mempertemukan kita lagi pada tahun 2000 an, tetapi kali ini pertemuan itu berbeda. Kita berhadap-hadapan dalam konflik KBH YPBHI Jambi. Aku bersama (Alm) Herry Simanjuntak dan kamu bersama Alm Fahrin Siregar. Jujur pada saat itu saya sakit hati. 

Tetapi akhirnya waktu yang membuat konflik tersebut redah. Kita tidak lagi mempersoalkan itu, kita berjalan dengan aktivitas masing-masing. Kita ketemu dan tertawa bersama. Tidak ada kata maaf, karena tidak ada yang salah.

Selamat Jalan Kawan, selesai sudah tugasmu didunia ini. Titip salamku buat Fahrin, Hasan, Hery Simanjuntak. Kalian orang-orang hebat.
 
Helmi Ganta: Selamat jalan Adinda Donny Pasaribu, sahabat yang sangat hormat dengan senior dan sayang sama Juniormya. "Gimana kabar Bang, apa yang bisa dibantu,” kalimat ini yang pertama dia sampaikan jika saya telepon.
Dynan Eugene Anderson: Selamat jalan sahabat ku sejak dari kami SD, SMP, SMA dan sampai detik ini. Banyak hal yang kami lewati sejak masa kami sama-sama tas colak president, sampai kami sama-sama  naksir cewek, dan sampai kami dewasa. Mengejutkan kepergian mu yang tiba-tiba sahabatku Donny Pasaribu. Lelah mu sudah usai kawan. Sampai bertemu lagi ya bro di atas sana. Tunggu aku ya bro. dirimu sudah tenang di Surga, Jesus Love You Always my bro.

Iman Kurnia: Satu persatu aktivis 98 yang tetap waras dan konsisten dipanggil pulang dalam usia relatif muda. Kebetulankah? Saya ngak mau berspekulasi. Karena umur gak bisa dipanjang pendekkan. Yang terpenting dalam hidup yang sekali ini saya ingin jadi bermanfaat bagi orang banyak. Alangkah malunya kalo saya dikenang sebagai manusia tak berguna. Secara pribadi saya kenal Bang Donny Pasaribu. Sangat banyak jasa beliau pada saya. Dari beliau saya memahami kesetiakawanan dan solidaritas serta menolong tanpa pamrih ataupun embel-embel pesan sponsor. Walaupun jarang ketemuan atau bertegur sapa di medsos, tapi kami tetap menjunjung korps 98 secara silent warrior. Selamat jalan senior kami, halak kita lae Donny Pasaribu.

Marnaek Saragih: Selamat jalan sahabatku, saudaraku, rekanku, adikku Donny Pasaribu. Tuhan telah siapkan surga untukmu. Semoga keluarga kuat dan tabah.

Joni Ismed: Aku kenal dia, tahun 1997 sewaktu kuliah. Bertemu di Sekretariat HMI Cabang Jambi. Dia Aktiv di Kampus Unja dan saya Aktiv di SMPT Unbari. Kami berdiskusi tentang banyak hal tentang kebangsaan dan suksesi kepemimpinan nasional. Di 98 awal reformasi dia Aktiv bergerak dengan kawan kawan yang lain. Waktu terus berjalan dan kami tetap bersua dan berdiskusi, tapi hari ini dia Telah berpulang ke Tuhan Nya. Banyak kenangan bersamanya. Setahu ku, dia orang baik dan sahabat yang setia. Punya prinsip dalam berjuang dan konsisten degan prinsip. Selamat Jalan Sahabat. Kembalilah kau ke pada Tuhan mu dengan penuh damai. #DonnyPasaribuKauOrangBaik.

Mulyadi Afrinal Tanjungbajuree: Kepergian mu disertai rintik hujan di musim kering yang berasap. Selamat jalan kawan juang, adek kami Guru Donny Pasaribu. Keluarga Besar Pelindung Kehidupan dan Keluarga Ikatan Pemuda Karya Jambi. Semoga amal dan kebaikan mu diterima oleh YMK.

Ritas Mairi Yanto: Hujan Mengiringi kepergian Mu kawan.

Jhon V. Haloho: Rest in Peace brother. "DONNY P. Kau pernah ajarkan aku kesetiakawanan. Bahwa air tidak akan bersatu dengan minyak. Selamat Jalan Kawan.

Chudori Bae II: Selamat jalan kawan. Adik dan sahabat kami Donny Pasaribu. Baru seminggu lalu kita diskusi soal HUT Emas IPK Jambi. Situasi politik jelang Pilgub Jambi dan lain-lain. Kini kau telah mendahului kami. Keberanian dan narasimu yang amat bagus di banyak forum tetap menjadi kenangan kami. Terima kasih atas segala pengabdianmu selama ini. 

“Kenangan Waktu Pelantikan Terpilihnya Kembali Adek Saya Donny Pasaribu Menjadi Ketua IPK Propinsi. Sekarang Sdh dipanggil Oleh Bapa di Sorga, Tenanglah Kau Don bersama Bapa yg Kekal..!!! Selamat Jalan Adekku Donny Pasaribu,” Robert Pasaribu.

Sakti Alam Watir: SELAMAT JALAN BANG Donny Pasaribu. Foto pada Perayaan Hari Puisi Indonesia tahun 2017 turut berpartisiipasi di Tempoa Art. Galery. Masih ingat tahun 2001 bersama beliau menjadi pimpinan sidang Dewan Kesenian Jambi (DKJ) Provinsi Jambi. Terimakasih Bang Donny. Semoga tenang disisiNya.

Willy Azan: Bersama tuan Riki Doger, Ketua Jefri, om Boy, Jen Yun, Om Ritas, membantu memasang jas dan tali persahabatan. SELAMAT JaLaN KETUA!

In Memoriam Donny Pasaribu

Semasa hidupnya, Donny Pasaribu SP dikenal sebagai aktivis muda yang selalu memperjuangkan keadilan bagi kaum miskin atau rakyat tertindas. Juga berkomitmen bagi komunitasnya jika menghadapi ketidak adilan.

Pria Berdarah Batak kelahiran Jambi 20 Agustus 1974 ini merupakan aktivis muda di Jambi yang getol menyuarakan gerakan pemberantasan korupsi dan segala penindasan rakyat miskin. Berkecimpung di lembaga swadaya masyarakat (LSM) membuat dirinya tajam dalam menganalisa permasalahan khususnya ketidak adilan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat.

Berjuang demi rakyat, prinsip yang dipegang teguh anak pertama dari dua bersaudara pasangan (Alm) J Pasaribu/ M br Silitongan (Alm) ini. Membawa aspirasi masyarakat tertindas dengan LSM National Park Safety Foundation (NP-SAND), sudah diwujudkannya dalam berbagai gerakan yang mengkritisi kasus korupsi dan pembalakan liar di Jambi semasa hidupnya.

Semasa hidupnya, Donny Pasaribu pernah mencoba masuk di Partai Politik di Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dengan salah satu jabatan strategis. Tiga isu prioritas saat dirinya Caleg  adalah peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan lebih baik. Kedua menciptakan iklim bisnis yang sehat, adil dan aman sebagai Kota Jambi menjadi pusat perdangan dan bisnis, jaminan standar pelayanan publik yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Jambi. 

Donny Pasaribu juga pernah menjabat Sekretaris Bidang Ikatan Alumni Universitas Jambi (IKA-Universitas Jambi) 2004-2008.

Donny Pasaribu juga lulusan SMA Xaverius 2 Kota Jambi. Almarhum Donny Pasaribu merupakan lulusan Sarjana Pertanian Universitas Jambi tahun 1999 ini, LSM yang pernah digelutinya antara lain Forum Penyelamat Hutan Jambi (FPHI), Aliansi LSM Jambi untuk Karet Rakyat, Aliansi LSM Jambi Anti Korupsi dan juga pernah menjabat Sekretaris Pemuda HKTI Provinsi Jambi.

Pendidikan Donny Pasaribu yakni SD Nas. Sariputra Jambi 1987, SMP Xaverius 2 Jambi 1990, SMA Xaverius 2 Jambi 1993,  Fakultas Pertanian Univ. Jambi (Strata I) 1999.

Pengalaman Organisasi Almarhum BPMF Pertanian Universitas Jambi Wakil Ketua 1995-1996, GMKI Cab Jambi. Wk Sekretaris Bid Organisasi 1996-1998, Local Committee International of Agriculture Students (IAAS) Public Relation 1995-1996, National Park Safety Foundation (NP-SAND) Direktur Eksekutif 2002-2006, Dewan Kesenian Jambi (DKJ) Anggota Komite Musik 2004-2005.

Kemudian Forum Penyelamat Hutan Jambi (FPHJ) Koordinator 2002-2004, Persyarikatan Rakyat Wk. Sekretaris 2004-2006, Ikatan Alumni Universitas Jambi (IKA-UNJA) Sekretaris Bidang 2004-2008,  Badan Khusus Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesi (HKTI) Prov Jambi Sekretaris 2003-2008, Dewan Pimpinan Daerah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) Provinsi Jambi Sekretaris 2003-2006.

Pengalaman Kerja Donny Pasaribu yakni Project Officer Pelestarian "Mentok Rimba" di Taman Nasional Berbak Balai Taman Nasional Berbak 2002, Koordinator Pelaksana Lomba Pembuatan Modul Pendidikan se-provinsi Jambi Yayasan KEHATI 2001, Humas Advokasi (Investigasi dan kampanye ) Illegall Logging di Provinsi Jambi, Forum Penyelamat Hutan Jambi (FPHJ) 2004-2008, Fasilitator Program Pemetaan Partisipatif di 5 desa Ex. HPH Silva Gama Kabupaten Tebo. 

Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) 2001-2002, Jaringan Badan Warisan Sumatra . BWS- Medan 2000-2008,  Assistan specialist training, media and Advocacy programme Good Governance dan Anti Korupsi di PDKP KBH- YPBHI Jambi. 

Yayasan Pendidikan dan Bantuan Hukum Indonesia (YPBHI), Friederic Nauman Stiftung (FNSt) dan Uni Eropa 2002-20047. Wakil Direktur CV Kencana Abadi. - 2005-2008, Koordinator Survey Sosial Ekonomi Masyarakat sekitar PT. IFA Fakultas Pertanian Universitas Jambi 2001. Tim Konsultan dan Advokasi Resolusi Konflik di Perkebunan Sawit PT. Asiatic Persada. 



Kantor Pengacara IMSA & Associates Jambi dan PT. Asiatic Persada 2005, Fasilitator Program Pembelajaran Bersama Pengelolaan Sumberdaya Alam Oleh Masyarakat Lokal Yayasan Prakarsa Madani dan Yayasan KEMALA 2002, Wakil Direktur CV Kencana Abadi 2004 – 2008, Comanditer Cv Ghalindo 2006 – 2008.

Pengalaman Pelatihan/Kursus almarhum Donny Pasaribu yakni Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) GMKI Cabang Jambi 1995, Diklat Pelacakan Mikoriza Universitas Bengkulu 1996, TOEFL Lembaga Kebahasaan Institute Pertanian Bogor (IPB) 1998, Pelatihan Pembangunan Hutan Kemasyarakatan BRLKT Jambi dan OECF 1999, Training of Decentralization on Natural Resources Management and conflict resolution in Indonesia World Bank Institute and FASID 2001, Training Media FNSt – Indonesia 2004, Pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA) Institute Pertanian Bogor (IPB) 1998. Banyak kenangan pengamalan dan perjuanganmu akan selalu dikenang sahabatmu dan yang mengenalmu. Selamat Jalan Sahabat Donny Pasaribu. (Asenk Lee Saragih)