SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
NUR-POSMA MENUJU BUPATI SIMALUNGUN

Thursday, 27 August 2015

Asap Lumpuhkan Pelayaran dan Penerbangan di Jambi

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/141440469934.jpg
Asap tebal menyelimuti sebagian besar wilayah kota Jambi, 25 Agustus 2015. Asap yang diduga bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Jambi tidak hanya menyebabkan tingginya kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan terganggunya penerbangan di Kota Jambi akan tetapi juga menyebabkan transportasi air di Kota Jambi nyaris lumpuh. Asap tebal yang membatasi jarak pandang sekitar 500 meter di Sungai Batanghari, Kota Jambi juga membuat kapal - kapal motor di Sungai Batanghari berhenti berlayar. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)
Jambi - Asap kebakaran hutan dan lahan yang semakin tebal di Provinsi Jambi melumpuhkan pelayaran dan penerbangan. Kapal-kapal nelayan di perairan pantai timur Jambi dan di Sungai Batanghari tidak berani berlayar, akibat asap tebal membatasi jarak pandang hingga hanya ratusan meter (m) saja. 

Selain itu, penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi juga nyaris lumpuh akibat asap tebal. Pesawat tidak bisa mendarat di Bandara STS Kota Jambi, Kamis (27/8) pagi, akibat jarak pandang di bawah satu kilometer (km).

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Hadi Firdaus di Jambi, menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh nelayan dan kapal motor untuk menghentikan pelayaran, terkait semakin tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Tanjabtim.

“Kami meminta para nelayan berhenti melaut, mengindari kecelakaan di laut akibat tebalnya asap. Sedangkan kapal-kapal motor pengangkut penumpang, kami imbau berhenti berlayar, khususnya pagi dan malam hari, karena asap tebal pagi dan malam hari bisa menimbulkan kecelakaan di laut. Kapal diizinkan berlayar bila jarak pandang di atas 500 m,” katanya, Jambi, Kamis (27/8).

Sementara itu, Kepala Operasional Bandara STS Kota Jambi, Parolan Simanjuntak mengatakan, walaupun pesawat tidak bisa mendarat di bandara pagi ini, namun pesawat yang berangkat dari Bandara STS Jambi tetap sesuai jadwal, karena jarak pandang sekitar 700-900 m masih layak untuk take off.

Gangguan asap terhadap penerbangan di bandara kota itu sudah terjadi beberapa pekan terakhir, khususnya di pagi dan sore hari. Jumlah pesawat yang gagal dan tertunda mendaratdi bandara kota itu mencapai 25 kali.

“Pesawat baru bisa mendarat di Bandara STS Jambi siang hari, ketika asap berangsur tipis dan jarak pandang mencapai dua km. Kalau pagi hari, asap tebal dan jarak pandang hanya di bawah satu km, pesawat tidak kami izinkan mendarat,” katanya.

Semakin tebalnya asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti wilayah Kota Jambi membuat warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Secara terpisah, Koordinator Pokso Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Donny mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Jambi masih terus terjadi.

Berdasarkan pantauan satelit National Ocenaic Atmospehric Administration (NOAA), jumlah hot spots (titik api) di Provinsi Jambi pagi ini mencapai 100 titik. Titik api tersebar di Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Timur dan Sarolangun. (Sumber: Beritasatu.com/Radesman Saragih/FAB/Suara Pembaruan)

Survei Pilkada Jambi: Pasangan Selebritis Ungguli Birokrat

PASLON NO URUT 1 HBA-EP

PASLON NO URUT 2 ZZ-FU
Jambi - Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika Indonesia masyarakat Jambi lebih banyak mendukung pasangan cagub mantan selebritis, Zumi Zola, dibandingkan cagub incumbent dari kalangan birokrat, Hasan Basri Agus.

“Hasil lima kali survei kami menunjukkan, pasangan cagub dan cawagub Jambi, Zumi Zola–Fachrori Umar meraih dukungan masyarakat sekitar 49,7%. Sedangkan pasangan Hasan Basri Agus-Edi Purwanto meraih dukungan sekitar 36%," jelas Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, di hotel Abadi Suite Rabu (26/8).

Menurut, pihaknya telah melakukan survei Pilkada Gubernur Jambi sejak September 2014. Hasil survei pertama September 2014 menunjukkan, mantan artis sinetron Zumi Zola yang saat itu menjabat Bupati Tanjungjabung Timur memperoleh dukungan lebih tinggi dibanding Hasan Basri Agus yang menjabat Gubernur Jambi.

Keunggulan Zumi Zola tersebut, lanjut Yunarto tetap bertahan selama lima kali survei dilakukan hingga Juli lalu. Hasil survei tersebut diperkirakan akan tetap bertahan hingga memasuki masa kampanye pilkada serentak nanti.

Yunarto mengatakan, hasil survei mereka menunjukkan, Zumi Zola–Fachrori Umar memiliki basis dukungan kuat di tujuh kabupaten, yakni Kabupaten Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, Muarojambi, Tebo, Bungo, Merangin dan Kerinci. Sedangkan Hasan Basri Agus–Edi Purwanto memiliki basis dukungan kuat di Kabupaten Sarolangun dan Kota Sungaipenuh. Kemudian basis pendukung cagub dan cawagub di Kota Jambi dan Kabupaten Batanghari belum bisa diperhitungkan.

"Untuk meraih kemenangan, kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi perlu bekerja keras meraih dukungan pemilih di Kota Jambi dan Batanghari. Pemilih di kedua daerah ini termasuk golongan pemilih yang cerdas memilih calon kepala daerah. Pemilih di kedua daerah tersebut tidak banyak pemilih fanatik,” katanya.(Sumber: Beritasatu.com/Radesman Saragih/AF/Suara Pembaruan)

Megawati Serukan Kader PDIP Jaga Stabilitas Politik Jelang Pilkada Serentak

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/491440662333.jpg
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan arahannya usai melantik pengurus Badan Pemenangan Pemilu dan Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, 27 Agustus 2015. (Antara/Widodo S Jusuf)
Jakarta - Presiden RI Kelima dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyerukan kepada seluruh kadernya agar menjaga stabilitas politik dan keamanan, apalagi menjelang pilkada serentak tahap pertama.

"Yang paling penting bagaimana stabilitas politik dipertahankan. Kita partai pemerintah, harus terus menerus menjaga situasi keamanan supaya bisa stabil," kata Megawati dalam pidatonya saat melantik Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Kamis (27/6).

Kata dia, tentu saja selalu ada kemungkinan gesekan ataupun konflik mengenai pilkada. Tetap, dia menegaskan instruksinya kepada seluruh jajaran PDIP dimanapun berada, agar teguh menjaga stabilitas di daerah masing-masing.

Megawati mengatakan, dengan segala kelemahan dan kelebihannya, pilkada serentak yang baru pertama kali dilaksanakan haruslah berjalan suskses dan dapat dilalui dengan baik.
"Pada kita sendirilah tanggung jawab ini ada," kata dia.

Pada kesempatan itu, Megawati menegaskan dengan sistem pilkada serentak yang ada, apapun kelemahannya, harus dilaksanakan. Ke depan, bila memang ada kekurangan, bisa diperbaiki lagi aturannya.

"Kalau belum berjalan maksimal, tentu akan dievaluasi. Pilkada serentak katanya lebih murah, lebih efisien. Ternyata hal itu tidak seperti apa yang diinginkan. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki kalau sistem Pilkada Serentak ingin terus dilakukan," jelas Megawati. (Beritasatu.com/Markus Junianto Sihaloho/FQ)

Kampanye Damai Pilgub Jambi, Redam Kampanye Hitam

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/951440661548.jpg
Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 2, Zumi Zola - Fachrori Umar beserta isteri mengikuti pawai kampanye damai menggunakan kendaraan hias di Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2015. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)
Jambi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi meminta dua pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jambi yang bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2015 meredam praktik – praktik kampanye tidak sehat, termasuk kampanye hitam. 

Pasangan cagub dan cawagub Jambi juga perlu mengendalikan tim sukses dan pendukung agar tidak terlibat konflik selama kampanye.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua KPU Provinsi Jambi, M Subhan pada deklarasi kampanye damai Pilkada Gubernur (Pilgub) Jambi di lapangan Radio Republik Indonesia (RRI), Jalan A Yani, Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (27/8) siang.

Deklarasi kampanye damai pilgub tersebut dihadiri kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) - Edi Purwanto (EP) dan Zumi Zola (ZZ) - Fachrori Umar (FU).

Seusai deklarasi tersebut, kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi mengadakan pawai kampanye damai pilgub Jambi keliling Kota Jambi. Kampanye damai pilgub tersebut diikuti ribuan pendukung kedua cagub dan cawagub.

M Subhan mengatakan, untuk melaksanakan Pilgub Jambi secara fair dan damai, kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi juga diharapkan segera menertibkan seluruh alat peraga kampanye (APK) yang selama ini terpasang di tempat-tempat umum.

Cagub dan cawagub Jambi juga diminta tidak memproduksi atau membuat APK sendiri karena sudah ada APK pasangan cagub Jambi yang disediakan KPU Jambi.

Sementara itu, kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi, HBA – EP dan ZZ – FU sepakat melaksanakan kampanye pilgub Jambi yang damai dan fair.

HBA – EP dan ZZ – FU pada kesempatan tersebut membacakan tujuh butir kesepakatan kampanye dan pilgub damai. Kesepakatan tersebut antara lain, tidak menghujat, memfitnah, menghina baik antarpasangan calon mapun antartim kampanye serta peserta kampanye lain.

Kemudian kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi juga berjanji saling menghargai dan menghormati antar pasangan calon maupun antar tim kampanye, tetap menjaga stabilitas politik, keamanan dan ketertiban umum masyarakat Provinsi Jambi dan mematuhi jadwal, tempat, waktu serta prosedur pelaksanaan kampanye sesuai peraturan dan kesepakatan bersama.

“Kami juga berjanji menghindari politik uang, atau pemberian imbalan lainnya yang sifatnya dapat mempengaruhi pemilih, menghormati hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jambi, siap terpilih ataupun tidak terpilih serta mlaksanakan kampenye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bersedia menerima sanksi apabila melakukan pelanggaran,” kata HBA – EP dan ZZ – FU.

Adu Kreasi

Sementara itu pawai kampanye damai Pilgub Jambi tersebut ditandai dengan adu kreasi kendaraan hias antarkedua pasangan cagub Jambi.

Pasangan HBA – EP mengerahkan beberapa kendaraan hias yang dengan kreasi seni – budaya Jambi. Sedangkan pasangan ZZ – FU mengerahkan kendaraan hias yang menonjolkan potensi wisata, ekonomi dan sumber daya alam Jambi. Jumlah mobil hias yang dikerahkan ZZ – FU lebih banyak dibandingkan mobil hias HBA – EP.

Arak-arakan atau pawai kampanye damai Pilgub Jambi tersebut mendapat sambutan antusias warga Kota Jambi. Warga Kota Jambi di sepanjang jalur kampanye damai tersebut kedua pasangan cagub dan cawagub Jambi tersebut.

Sedangkan tim kampanye kedua pasangan cagub dan cawagub menyanyikan yel-yel mereka. Tim kampanye HBA – ED menyanyikan yel-yel salam satu jiwa sesuai nomor urut pasangan HBA – EP.
Sedangkan tim kampanye ZZ – FU menyanyikan yel-yel salam dua jari dengan nada lagu kampanye salam dua jari milik Jokowi – Jusuf Kalla pada pemilihan presiden tahun lalu.

Pilkada serentak untuk pemilihan Gubernur Jambi periode 2016 – 2021 hanya diikuti dua pasangan cagub dan cawagub. Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 1, yakni HBA – EP. Sedangkan pasangan nomor urut 2, ZZ – FU.

Pasangan HBA – EP didukung koalisi tujuh partai politik, yakni Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Gerindra, PKS, Golkar kubu Aburizal Bakri dan PKP.

Sedangkan pasangan ZZ – FU didukung koalisi enam partai politik, yakni PAN, PKB, PBB, PPP, Nasdem, Hanura dan Golkar kubu Agung Laksono. (Sumber:  Radesman Saragih/FQ

Suara Pembaruan.com)

Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 2, Zumi Zola - Fachrori Umar beserta isteri mengikuti pawai kampanye damai menggunakan kendaraan hias di Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2015.

Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 2, Zumi Zola - Fachrori Umar beserta isteri mengikuti pawai kampanye damai menggunakan kendaraan hias di Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2015.

Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 2, Zumi Zola - Fachrori Umar beserta isteri mengikuti pawai kampanye damai menggunakan kendaraan hias di Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2015.

Bagi "Uang Tegak", Tim HBA Ajak Warga Berdiri Dipinggir Jalan Angkat Bendera dan Serukan Yelyel Nomor 1

WARGA DENGAN EKSPRESI BENDERA DAN "UANG TEGAK"

BERITAKU-Jambi, Ada yang menarik untuk diperhatikan pada kampanye damai Pilkada Gubernur Jambi Periode 2015-2020 yang diadakan KPUD Provinsi Jambi, Kamis (27/8/2015). Usai deklarasi Pilkada Damai di RRI Telanaipura Jambi, masing-masing Pasangan Calon (Paslon) bersama simpatisan dan tim pemenangan melakukan konvoi di jalan Kota Jambi.

Konvoi pertama adalah massa Paslon Nomor Urut 1 HBA-Edi Purwanto. Kemudian disusul nomor urut 2 Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar. Dalam perjalanan konvoi itu, tim HBA menyisir pinggir jalan dengan mengajak warga untuk tegak dijalan sembari memegang bendera HBA-EP yang diberikan oleh tim tersebut.

"Kreatifitas" Tim HBA itu tidak hanya membagikan bendera, namun juga "sekedar uang tegak" kepada warga yang bersedia mengangkat bendera dan menyuarakan yel-yel HBA-EDI Nomor Urut 1. "Tim Kretif" HBA-EP itu ada yang menggunakan mobil pribadi dan ada juga menggunakan sepeda motor.

Saat penulis ikut dalam konvoi tersebut, melihat dengan kasat mata, begitu gesitnya "Tim Kreatif" HBA mengajak warga dan tukang ojek berdiri di pinggir jalan saat konvoi massa HBA melintas. "Pemberian Uang Tegak" tersebut memang begitu cepat, hampir-hampir tak tercium oleh pers. 

Cara-cara yang dilakukan oleh "Tim Kreatif" HBA-EP kurang mendidik, dan hanya terkesan "ABS" (Asal Bapak Senang). Warga yang berdiri di jalanan saat melihat konvoi massa HBA, bukan dari niat warga sendiri, tapi ajakan oleh "Tim Kretif" dan memberikan uang "tegak". Hal ini kurang mendidik bagi pemilih. 

Semoga kampanye damai yang dilakukan KPUD Provinsi Jambi menjadi sosialisasi yang menyeluruh agar pemilih di Provinsi Jambi bisa memilih dengan nurani, bukan karena paksaan atau intimidasi atau karena bayaran. Semoga. (Asenk Lee Saragih)  
Salah satu mobil "Tim Kretif" HBA-EP yang tertangkap HP saat memberikan "uang tegak" dan bendera.






Warga yang mendapat "uang tegak".

TIM PRIBADI HBA-EP

Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 2, Zumi Zola - Fachrori Umar beserta isteri mengikuti pawai kampanye damai menggunakan kendaraan hias di Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2015. Foto Usman M


 
 


Pasangan cagub dan cawagub Jambi nomor urut 2, Zumi Zola - Fachrori Umar beserta isteri mengikuti pawai kampanye damai menggunakan kendaraan hias di Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2015. Foto Usman M


Asap Makin Tebal, Kualitas Udara di Jambi Memburuk

 
Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Jambi sudah mencemaskan warga Jambi. Tampak kabut asap Kamis (27/8/2015) pagi saat anak sekolah berangkat ke sekolah. gambar diabadikan di Komplek Kodim batanghari, Jelutung Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Jambi sudah mencemaskan warga Jambi. Tampak kabut asap Kamis (27/8/2015) pagi saat anak sekolah berangkat ke sekolah. gambar diabadikan di Komplek Kodim batanghari, Jelutung Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Jambi, MR-Kualitas udara di Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi memburuk. Hal itu menyusul kian tebalnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti daerah itu. Asap kebakaran hutan yang bercampur dengan partikel debu kemarau membuat pencemaran udara di daerah itu meningkat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Arief Munandar membenarkan, memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan kemarau di daerah itu. Kualitas udara yang memburuk itu, terutama terjadi di daerah yang sudah hampir tiga bulan dilanda bencana asap, antara lain Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur dan Batanghari.

Menurut Arief, memburuknya kualitas udara itu membuat beberapa kabupaten di Jambi memberlakukan siaga darurat bencana kebakaran hutan dan asap. Ketiga daerah yang memberlakukan siaga darurat  tersebut yaitu, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur dan Muarojambi. Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di tiga kabupaten tersebut hingga Kamis (27/8).

Sementara itu Wakil Wali Kota Jambi Abdullah Sani mengatakan, pihaknya sudah membagikan sekitar 1.000 masker kepada warga Kota Jambi mengantispasi memburuknya kualitas udara akibat asap. Pembagian masker tersebut diprioritaskan untuk anak- anak sekolah.

Selain membagikan masker, Abdullah juga mengimbau warga Kota Jambi mengurangi kegiatan di luar rumah, khususnya pagi dan sore hari ketika asap tebal. 

“Kualitas udara di Kota Jambi semakin memburuk akibat asap dan kemarau. Namun kondisi udara belum sampai berbahaya. Karena itu Pemerintah Kota Jambi belum mengeluarkan imbauan libur sekolah," ujarnya.

"Kami hanya mengimbau agar anak sekolah dan warga mengurangi kegiatan di luar kelas dan rumah. Jika kualitas udara berbahaya dengan tingkat pencemaran di atas 100 partikel per millimeter (ppm), maka sekolah akan diliburkan,” Abdullah menambahkan.

Pantauan Media Regional di Kota Jambi, Kamis (27/8) pagi, asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti kota itu cukup tebal. Asap membuat pernafasan terganggu dan mata pedih. Banyak pengendara sepeda motor menggunakan masker. Warga yang terkena ISPA akibat asap di Kota Jambi juga meningkat.

Di Puskesmas Tungkal Ilir, Kualatungkal, misalnya. Menurut dr Rizki, dokter di puskesmas tersebut, jumlah pasien penderita ISPA yang berobat ke puskesmas setempat sepekan terakhir rata-rata lima orang setiap hari. Sebelum bencana asap melanda daerah itu, warga yang berobat akibat ISPA ke Puskesmas Tungkal Ilir sangat jarang. (Lee)

Wednesday, 26 August 2015

Dewan Terima Nota Keuangan RAPBD Perubahan TA 2015

Penjabat (Pj) Gubernur Jambi, Dr.H.Irman,M.Si
BERITAKU-JAMBI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menerima nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2015. Target Pendapatan pada Perubahan APBD Tahun 2015 berkurang Rp33,742 miliar atau menurun 1,02 persen dari target pendapatan pada APBD Tahun 2015 sejumlah Rp 3,293 triliun menjadi Rp 3,259 triliun pada perubahan APBD Tahun 2015.

Hal itu terungkap saat Penjabat (Pj) Gubernur Jambi, Dr.H.Irman,M.Si menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBD Perubahan Tahun 2015 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi dalam rangka Penyampaian Nota Keuangan dan RAPBD Perubahan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2015, bertempat di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (26/8) sore.

Irman mengatakan, berdasarkan pasal 172 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan perubahannya tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang menyatakan bahwa kepala daerah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD beserta lampirannya kepada DPRD paling lambat pada minggu kedua bulan September tahun anggaran berjalan.

Hal itu guna mendapatkan persetujuan bersama, disertai dengan nota keuangan, dan untuk tahun 2015 disampaikan lebih awal, dengan harapan program dan kegiatan yang disusun dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Irman mengemukakan, rancangan perubahan APBD Tahun 2015 disusun melalui proses dan mekanisme penyiapan, penyusunan, dan pembahasan berdasarkan Permendagri Nomor 37 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2015 dan Permendagri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015, sehingga diharapkan ada sinkronisasi antar dokumen perencanaan dengan inplementasi.

Disebutkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan APBD Tahun 2015 melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014, penetapan tersebut lebih cepat dari Peraturan Presiden RI Nomor 162 Tahun 2014 tentang Rincian APBN Tahun 2015, oleh karenanya target pendapatan yang ditetapkan pada APBD Tahun 2015 berdasarkan pada asumsi makro ekonomi dan realisasi pendapatan tahun sebelumnya.

“Disisi lain, dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2015 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2015 yang memuat alokasi dan transfer ke daerah, dimana alokasi dana bagi hasil dari pertambangan gas bumi dan bagi hasil dari pertambangan minyak bumi mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Atas dasar tersenut, sesuai dengan mekanisme, maka perlu dilakukan penyesuaian atas target-target pendapatan dan alokasi belanja daerah pada Perubahan APBD Tahun 2015," ujar Irman.

Irman menyatakan, secara keseluruhan, target Pendapatan pada Perubahan APBD Tahun 2015 berkurang Rp33,742 miliar atau menurun 1,02 persen dari target pendapatan pada APBD Tahun 2015 sejumlah Rp3,293 triliun menjadi Rp3,259 triliun pada perubahan APBD Tahun 2015.

Dikatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada perubahan APBD Tahun 2015 meningkat Rp35,590 miliar dari target sebelumnya sejumlah Rp1,218 triliun menjadi Rp1,253 triliun atau meningkat sebesar 2,92 persen.

“Peningkatan pendapatan tersebut terjadi pada Pendapatan Pajak Daerah, retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah sejumlah Rp52,407 miiar atau meningkat 4,30 persen. Sedangkan penurunan terjadi pada hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berkurang Rp16,816 miliar atau menurun 33,62 persen," tutur Irman.

“Pendapatan dana perimbangan mengalami pengurangan target sejumlah Rp185,468 miliar atau menurun 10,83 persen dari target APBD Tahun 2015 sejumlah Rp1,713 triliun menjadi Rp1,527 triliun pada Perubahan APBD Tahun 2015, dengan rincian terjadi pengurangan target Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak sejumlah Rp205 miliar, atau menurun 30,81 persen. Sedangkan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus mengalami penambahan target sejumlah Rp19,532 miliar atau meningkat 1,14 persen," lanjut Irman.

Irman mengatakan, untuk lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah bertambah sejumlah Rp116,135 miliar atau meningkat 32,07 persen dari APBD Tahun 2015 sejumlah Rp362,105 miliar menjadi Rp478.241 miliar, penambahan tersebut bersumber dari Pendapatan hibah, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Proyek Pemerintah Daerah dan Desentralisasi (DP2D2). 

“Komposisi anggaran belanja daerah kita pada Perubahan APBD masih didominasi oleh belanja mengikat yang bersifat wajib, yang termuat dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung, diantaranya digunakan untuk belanja hibah dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2015. Belanja bagi hasil kepada kabupaten dan kota, belanja atas hasil pendapatan pengelolaan BLUD, serta belanja bersifat mengikat lainnya, yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, sehingga anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan lainnya yang lebih produktif menjadi terbatas,” kata Irman.

Irman menerangkan, dari sisi belanja daerah pada Perubahan APBD Tahun 2015 dengan mempertimbangkan perubahan pendapatan dan pemanfaatan SiLPA Tahun 2014, direncanakan penambahan belanja daerah pada Perubahan APBD Tahun 2015 sebesar Rp220,837 miliar, yang dialokasikan untuk Belanja Tidak Langsung sejumlah Rp128,164 miliar, dan untuk Belanja Langsung sejumlah Rp92,708 miliar.

Dikatakan, bahwa dari alokasi belanja tidak  langsung tersebut, terdapat beberapa peningkatan belanja, yaitu Belanja Hibah Rp136,396 miliar, yang didalamnya termasuk belanja hibah BOS Rp108,564 miliar dan dana hibah untuk penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sejumlah Rp23,032 miliar, Belanja Bagi Hasil kepada Kabupaten/Koya dan Pemerintah Desa Rp10,271 miliar, dan Belanja Bantuan Sosial Rp2,490 miliar, sementara untuk Belanja Pegawai dirasionalisasi Rp13,769 miliar dan Belanja Bantuan Keuangan berkurang Rp7,224 miliar.

“Alokasi untuk Belanja Langsung Rp92,708 miliar atau bertambah 5,32 persen dari APBD Tahun 2015 sejumlah Rp1,741 triliun menjadi Rp1,834 triliun pada Perubahan APBD Tahun 2015. Penambahan tersebut didistribusikan untuk Belanja Pegawai bertambah Rp17,215 miliar atau meningkat Rp15,65 persen, Belanja Barang dan Jasa bertambah Rp69,415 miliar atau meningkat 8,32 persen dan Belanja Modal bertambah Rp6,077 miliar atau meningkat 0,76 persen, dimana peningkatan alokasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa tersebut sebagian besar bersumber dari pengelolaan BLUD,” sebutnya.

Irman menyatakan, pendapatan yang ditargetkan relatif terbatas jika dibandingkan kebutuhan belanja daerah dan terjadi defisit anggaran Rp254,616 miliar, yang ditutupi oleh penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari SiLPA Tahun Anggaran 2014, sehingga dengan keterbatasan tersebut, alokasi belanja pada Perubahan APBD Tahun 2015 diarahkan untuk meningkatkan pelayanan publik, baik pada bidang pendidikan maupun bidang infrastruktur.

Irman juga mengajak seluruh anggota Dewan, para Kepala SKPD, dan segenap komponen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Perubahan APBD Tahun 2015 sesuai dengan kapasitas masing-masing, sehingga tujuan pelaksanaan pembangunan berhasil guna dan berdaya guna, sesuai dengan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan daerah.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, H.Cornelis Buston tersebut, dari 55 orang anggota DPRD Provinsi Jambi, 30 orang hadir, 25 orang tidak hadir. (Asenk Lee)

Tuesday, 25 August 2015

Penetapan Paslon Gubernur Jambi Pilkada 9 Desember 2015

Selasa 25 Agustus 2015
 KPU : Pengundian Nomor Ini Merupakan Tahap Akhir Pencalonan Pilgub Jambi
Paslon Hasan Basri Agus-Edi Purwanto Nomor Urut 1 dan Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2
BERITAKU, Jambi-KPUD Provinsi Jambi telah menetapkan nomor urut Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Jambi Periode 2016-2010 untuk Pilkada Serentak 9 Desember 2015. Paslon Hasan Basri Agus-Edi Purwanto Nomor Urut 1 dan Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2. Berikut ini Sejumlah Foto Penetapan paslon Tersebut Dikutip dari Berbagai Sumber, Selasa 25 Agustus 2015.
Paslon Hasan Basri Agus-Edi Purwanto Nomor Urut 1
Paslon Hasan Basri Agus-Edi Purwanto Nomor Urut 1


Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2
Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2
Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2

Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2
Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2

Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2

Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar Nomor Urut 2

Seluas 500 Hektare Lahan Gambut di Jambi Ludes Terbakar


SAWIT: Kebakaran perkebunan kelapa sawit di areal gambut, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi sepekan terakhir mencapai ratusan hektare. Kebakaran perkebunan kelapa sawit tersebut berawal dari pembakaran hutan dan lahan gambut di sekitar areal perkebunan. FOTO ist bsc


Petugah Kewalahan Memadamkan Api

Jambi, MR-Kebakaran hutan dan lahan di Jambi hingga kini menyebabkan sekitar 500 hektare (ha) hutan dan lahan gambut hangus terbakar. Kebakaran hutan gambut tersebut terdapat di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur dan Muarojambi. Sebagian di antaranya bahkan terjadi di kawasan hutan Taman Nasional Berak (TNB).

Demikian dikatakan Koordinator Pengawasan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi) Jambi Kurniawan kepada wartawan, Sabtu (22/8). Menurutnya, pantauan KKI Warsi di lapangan beberapa pekan terakhir, luas kebakaran hutan dan lahan gambut di tiga kabupaten mencapai 500 ha. 

“Selain kawasan TNB, perkebunan kelapa sawit di lahan gambut juga terbakar. Di antaranya perkebunan sawit beberapa perusahaan di Kecamatan Dendang, Tanjungjabung Timur," ujarnya.

Menurut Kurniawan, kawasan hutan tanaman industri (HTI) yang berada di hutan gambut di Jambi juga banyak yang terbakar selama kemarau melanda Jambi. Kebakaran hutan gambut di areal HTI tersebut mencapai 200 ha. Kebakaran hutan gambut itu terjadi di areal perusahaan HTI PT Dyera Hutan Lestari dan PT Wirakarya Sakti, Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Dia menyesalkan kelambanan pemerintah dan perusahaan perkebunan swasta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, dalam tiga bulan terakhir ini. Akibanya kebakaran tersebut menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan gambut.

Kurniawan mengatakan, kebakaran gambut yang terjadi di Provinsi Jambi tidak bisa dicegah dan sulit dipadamkan akibat kanalisasi atau pembangunan kanal- kanal di areal perkebunan sawit dan HTI. Untuk itu, pembangunan kanal di lahan gambut perlu dikendalikan. Pembuatan kanal di lahan gambut semestinya tidak bisa mencapai kedalaman di atas 40 sentimeter (cm) dari permukaan lahan. Ketentuan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Saat ini, kata dia, kawasan gambut di Jambi terdapat 670.413 ha. Sekitar 86.442 ha hutan gambut tersebut telah dikonversi menjadi HTI dan 136.396 ha dikonversi menjadi perkebunan sawit. Bahkan sekitar 29.701 ha hutan gambut yang dikonversi tersebut merupakan areal konservasi gambut. 

Personel Mengaku Kewalahan

Kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi, hingga Sabtu (22/8) masih membara. Personel pemadam kebakaran hutan dan lahan, Brigade Manggala Agni dibantu aparat TNI dikerahkan memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Namun, karena luasnya lahan yang terbakar, personel kewalahan.

"Kami kewalahan memadamkan kebakaran hutan dan lahan, akibat luasnya areal hutan dan lahan yang terbakar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar.

Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, jumlah titik api (hot spots) di Jambi Kamis (20/8) hingga Jumat mencapai 299 titik. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Muarojambi, yakni sekitar 132 titik, di Kabupaten Tanjungjabung Timur sebanyak 73 titik, Tanjungjabung Barat (34 titik), Batanghari (14 titik), Sarolangun (12 titik), Tebo (11 titik), Merangin ( 9 titik), Bungo (7 titik), Kerinci dan Kota Jambi masing-masing satu titik.

“Kebakaran hutan dan lahan di Jambi saat ini tidak bisa dipadamkan kalau hanya mengandalkan pemadaman lewat darat. Satu-satunya cara harus melalui udara atau hujan buatan,” katanya.

Sementara itu, pantauan di Kota Jambi, hari ini, asap tebal telah menyelimuti wilayah Kota Jambi tampak cukup tebal, yang menyebabkan jarak pandang terbatas, yaitu di bawah satu kilometer (km) pada pukul 05.00 - 06.00 WIB. Namun asap berangsur menipis pada pukul 07.00 WIB, sehingga penerbangan pagi dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jawa Barat tidak sampai terganggu.

“Kebakaran hutan dan lahan di Jambi harus dipadamkan secara total, supaya tidak sampai melumpuhkan penerbangan,” kata Arief.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Jambi, Teguh Wiyono mengatakan, kemarau panjang yang melanda Jambi tiga bulan terakhir mengakibatkan usaha pertanian dan perikanan di kota itu terpuruk. Areal pertanian puso akibat kekeringan di Kota Jambi mencapai 365 hektare (ha). Sedangkan usaha perikanan yang rusak akibat kemarau di Kota Jambi mencapai puluhan ha. Penggunaan pompa air di Kota Jambi tidak seluruhnya mampu mengatasi kekeringan lahan pertanian dan kolam ikan, akibat sulitnya sumber air. (Lee)