KOLAM PANCING GALATAMA TELAGA JATI JAMBI

KOLAM PANCING GALATAMA TELAGA JATI JAMBI
KOLAM PANCING GALATAMA TELAGA JATI JAMBI. KLIK BENNER UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

Monday, 27 July 2015

Moses Juneri dan Ezer Twopama Manihuruk Memasuki Tahun Ajaran Baru 2015/2016 di SD-TK Xaverius 2 Kota Jambi





Moses Juneri Hari Pertama Masuk Sekolah Kelas 3 di SD Xaverius 2 Jambi. Kembali jadi "Tukang Ojek" untuk Jagoanku." Tetap Semangat Ya Bang Moses!




Hari Ini Senin 27 Juli (Masuk Jam 9) Ezer Twopama Mulai Masuk TK B di Xaverius 2 Jambi."Semangatnya Sekolah Membuat Ayahnya Harus Extra Cari Rezeki, Tetap Semangat dan Meraih Citacita ya Ezer. Dan Tetap Pertahankan Juara 1 ya!"

Saturday, 25 July 2015

Menempah Pelayanan yang Bertanggungjawab


Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing



Pdt JP Tamsar STh 


Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing


Usai Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing menyampaikan makalahnya, peserta melakukan foto bersama dengan Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing dan Pengurus GKPS Resort Jambi. Foto-foto Asenk Lee Saragih.

Pembinaan Majelis GKPS Se Resort Jambi


Jambi-Pengurus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Jambi melakukan Pembinaan Majelis GKPS Se Resort Jambi di GKPS Jambi, Jumat 24 Juli 2015 mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Tampil sebagai pembicara pada pembinaan itu yakni Pendeta GKPS Resort Jambi Pdt JP Tamsar STh dan Pendeta HKBP Resort Jambi Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing.


Majelis GKPS se Resort Jambi yang hadir pada pembinaan itu mencapai 50 orang dari GKPS Jambi dan GKPS Persiapan Tanah Kanaan Jambi. Acara pembinaan diawali dengan ibadah pembuka yang dibawakan oleh Pdt Kurnia CD br Girsang STh.

Pada pembicara pertama yakni Pdt JP Tamsar STh membawakan makalah bidang “Unsur-Unsur Liturgi GKPS”. Pada bidang ini Pdt JP Tamsar STh membahas dan menjelaskan soal pelaksanaan model Liturgi GKPS. Misalnya soal arti Liturgi, Unsur-Unsur Liturgi, Votum/Introitus, Doding, Titah, Hasasapanni Dousa, Sibasaon, Manaksihon Haporsayaon, Ambilan, Galangan, Tonggo Pasu-Pasu serta tambahan soal Warna Liturgi.

Pdt JP Tamsar STh pada pembahasan itu menekankan soal teknis pelaksanaan yang ada pada Liturgi GKPS serta cara-cara pengambilan Teks Votum, Doding, dan sikap pelayanan saat membawakan ibadah. Pada kesempatan itu juga Pdt JP Tamsar STh memberikan tips dan cara-cara membawakan ibadah yang baik pada Ibadah Minggu dan lainnya serta penggunaan intonasi suara bagi para pelayanan.

Pada pembahasan ini juga ada tannya jawab soal penggunaan Liturgi GKPS. Lewat mediator St Meslan Saragih SH dan St GM Saragih MSi tanya jawab peserta pembinaan dengan Pdt JP Tamsar STh berjalan dengan baik. Dari pemaparan Pdt JP Tamsar STh, masih banyak ditemukan kekurangan majelis dalam membawakan ibadah, baik di Gereja maupun pada kebaktian rumah tangga (Partonggoan).

Menurut Pdt JP Tamsar STh, pembinaan Majelis GKPS Se Resort Jambi ini dilakukan untuk membekali lebih dalam para pelayanan (Majelis) khususnya yang baru terpilih jadi Syamas Periode 2015-2020. Diharapkan melalui pembinaan ini, Majelis GKPS Se Resort Jambi melayani lebih sungguh-sungguh dan berkualitas.

Pelayan yang Bertanggungjawab

Pada tahap kedua, pembicara Pendeta HKBP Resort Jambi Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing memaparkan makalah yang berjudul “Posisi, Tugas dan Spiritualitas Penatua”. Pembahasan makalah itu berjalan mengalir selama 4 jam. Antusiasme peserta mengikuti pembinaan itu sungguh tinggi.

Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing mengatakan, siapakan Penatua itu? Penatua itu adalah anggota jemaat, menyerahkan diri menjadi pelayan, rajin kebaktian, rajin mengunjungi pertemuan jemaat, rajin ke perjamuan kudus dan tidak bercela ( 1 Tim 3: 1-10).

Sementara Spiritualitas Penatua dalam Alkitab yakni Spiritualitas tanggung dan konsisten, berakar, bertumbuh dan dibangun di atas firman Tuhan, mempertimbangkan hikmat dan konteks masa kini, tampak dalam sikap dan gaya hidup.

Menurut Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing, Penatua dalam Alkitabiah secara konkrit yakni tidak bercacat, satu istri, anaknya beriman, tertib, tidak angkuh, tidak pemberang, tidak peminum, tidak pemarah, tidak serakah, pemberi tumpangan, suka yang baik, bijaksana, adil, saleh, menguasai diri, berkata benar, penyemangat (bukan membuat stress) dan berlaku bagi seluruh warga jemaat.

Disebutkan, dalam pelayanan di Gereja jangan membawa “Partondion” bisnis dan usaha. Pelayanan di Gereja tidak ada untung rugi, namun pelayanan yang tulus dalam member. Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing menyebutkan kalau tantangan jemaat kini semakin jahat. Namun pelayanan di gereja masih seperti yang dulu-dulu.

Pelayan itu adalah PELAYAN YANG MAU BEKERJA yang mau melaksanakan tugas pelayanan. Penatua atau syamas harus menjadi pelayan yang tulus dan mendukung program gereja serta membantu Pendeta Resort dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas serta dibutuhkan jemaat.

“Jangan gara-gara perbedaan pendapat, pelayanan terhambat. Warga jemaat kini membutuhkan kesejahteraan bidang Rohani, Sosial, Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan. Gereja harus ambil bagian dengan serius soal kebutuhan jemaat itu,” ujarnya.

Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing dalam pemaparannya banyak menekankan soal Pelayan yang memiliki Spiritualitas yang tinggi dalam pelayanan. Termasuk soal karakter pribadi dalam pelayanan sehingga Penatua/Syamas menjalankan “Tohonan” Hasintuaon/ Syamas itu dengan spiritualitas yang mumpuni.

Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing juga menjelaskan arti Gereja itu sendiri. Selama ini banyak umat Kristiani salah dalam mengartikan Gereja. Menurutnya GEREJA adalah Persekutuan orang Percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus oleh Kuasa Roh Kudus. (Kristus: Dasar Gereja, Kristen : Pengikut Kristus).

Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing juga menekankan soal cara berdoa orang Kristen yang banyak menyimpang. Berdoa itu seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Berdoa Kepada Allah, Melalui Yesus Kristus dengan Kuasa Roh Kudus. Pemaparan materi “Posisi, Tugas dan Spiritualitas Penatua” oleh Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing yang juga disebut-sebut Calon Kuat Sekjen HKBP ini, mendapat respon yang baik oleh peserta pembinaan.

Dia juga mengajak seluruh pelayan untuk bahu-membahu dalam menjalankan pelayanan yang baik kepada jemaat. Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing juga megajak Penatua, Syamas di GKPS Resort Jambi untuk membantu Pimpinan Majelis dan Pendeta Resort dalam menjalankan program yang telah disusun. Sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik.

Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing menyebutkan Tugas Pelayanan Penatua/Syamas itu yakni mengamati anggota jemaat, meneliti perilakunya, menegor jemaat, menginformasikan kepada Pendeta, mengajak anggota beribadah dan meneliti alasan ketidakhadiran, mengajak (mendorong) ana agar rajin belajar (sekolah), mengunjungi orang sakit dan memberikan bantuan. Terpenting: mengingatkan akan Firman Allah dan mendoakan.

Kemudian menghibur orang berduka, merawat orang yang susah dan orang yang miskin. Membimbing penyembahan berhala dan orang sesat agar hidup dalam Yesus Kristus. (Pluralisme: Penganut Agama Lain). Pengumpulan dana untuk tugas pelayanan Kerajaan Allah (Finansial dan Manajemen).  

“Pelayan jangan ikut gaya hidup masyarakat. Tanggungjawab sebagai Pelayan juga harus ditunjukkan. Pelayan harus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Jangan membawa embel-embel jabatan Pelayanan dalam urusan pribadi yang tidak sejalan dengan “Tohonan Pelayanan”. Penatua, Syamas adalah teman dari Pendeta. Pertemanan itu dalam membahas Firman Tuhan, Membicarakan Pelayanan di Jemaat dan Membicarakan Tata Ibadah Pelayanan. Melalui pembinaan ini Pelayan di GKPS Resort Jambi lebih sungguh-sungguh dalam pelayanan. Sehingga Pelayan itu adalah Pelayan yang mau Bertugas dalam Pelayanan,” kata Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing mengakhiri.

Usai Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing menyampaikan makalahnya, peserta melakukan foto bersama dengan Pdt Dr Ir Fridz P Sihombing dan Pengurus GKPS Resort Jambi. Usai pembinaan itu dilanjutkan Pemilihan Panitia Pesta Olobolob GKPS Resort Jambi 2015. Ketua Pelaksana St GM Saragih, Wakil Ketua Sy Roni Damanik, Sekretaris St JH Karokaro, Wakil Sekretrais Sy Diego Tondang SE MH. (Asenk Lee Saragih-HP-0812 7477587).


   

Thursday, 23 July 2015

Ketua GP Ansor : Banyak Masjid Tidak Memiliki IMB, Termasuk Masjid Di Kampus Saya di Kudus

20140529_180056_20140529_nusron-wahid
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid
Kekerasan atas nama agama di Indonesia tidak akan pernah berhenti selama polisi tidak pernah tegas. "Jadi intinya polisi sebagai satu-satunya state aparatus yang berhak membubarkan atau melarang sesuatu bertindak tegas," kata Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid.

Di sisi lain, kata Nusron, dalam acaratalkshow di salah satu televisi swasta Metro TV Senin malam ini (7/5), warga negara pun tidak boleh "memusyrikan" polisi. Artinya, tidak boleh ada sekelompok masyarakat di luar polisi yang bertindak sewenang-wenang kepada warga negara lain.

Dalam hal membubarkan satu acara, seperti dalam kasus diskusi Irsyad Manji di Salihara, ungkap Nusron, polisi juga tidak boleh melakukannya atas desakan dari kelompok lain. Polisi baru boleh membubarkan satu acara kalau nyata-nyata acara tersebut menggangu keamanan negara maupun mengancan disintegrasi bangsa.

Terkait dengan kasus tempat ibadah yang dibangun dan tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Nusron menegaskan bahwa aturan soal IMB itu terkait dengan tata administratif negara yang bersifat normatif. Dan faktanya, banyak sekali tempat ibadah yang memang tidak memiliki IMB. (Sumber: ISLAMTOLERAN.COM-)


HBA-EP Untuk Jambi Lebih Maju dan Hebat



HBA-EP Untuk Jambi Lebih Maju dan Hebat

Calon Gubernur Jambi Pertahana Hasan Basri Agus (HBA) akan melakukan deklarasi pasangan. Ia mengatakan bahwa moment deklarasi dilakukan setelah pendaftaran sebagai Calon Gubernur Jambi pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi.
 
" 27 (27 Juli 2015,red) siang, rencana jam 2 pendaftaran. Dan nanti deklarasi setelah itu," ucap HBA dihadapan para wartawan, Rabu (22/07) siang. Lebih dalam, suami dari Hj Yusniana HBA ini menjelaskan bahwa hal tersebut dipilih karna merupakan proses dari tahapan-tahapan yang akan dilalui. " Ada tahapan-tahapan," ujarnya singkat.
HBA-EP Untuk Jambi Lebih Maju dan Hebat

Brigjen Pol BASARIA Br Panjaitan, Calon Pimpinan KPK



Brigjen Basaria Panjaitan
Brigjen Basaria Panjaitan
"SOSOK MURAH SENYUM, TAPI TEGAS MENINDAK YANG NAKAL"

Brigjen Basaria Panjaitan mendaftar ke Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana pandangan pengusaha Kepri terhadap sosok dia? Setiap ada pergantian kepala kepolisian di daerah, termasuk pergantian bagian Reserse Kriminal, sudah jamak diketahui kalau oknum-oknum pengusaha menjadi orang pertama yang merapat ke petinggi kepolisian tersebut. Termasuk pengusaha-pengusaha yang bisnisnya “abu-abu” dan “hitam”. Tujuan mereka tentu berharap bisa berteman, agar bisnis mereka bisa langgeng, tidak diusik. KLIK ( 6 Orang Batak Masuk Tahap Berikutnya Seleksi Pimpinan KPK)

Nah, ketika Basaria bertugas sebagai Direskrim Polda Kepri tahun 2007, ada juga beberapa pengusaha hitam yang merapat. Namun, sebelum ditempatkan di Kepri, Basaria sudah memiliki data tentang pengusaha di Batam. Termasuk yang diduga bisnisnya “abu-abu” dan “hitam”, sehingga tidak mudah dilobi untuk kepentingan bisnis mereka.

Bagi Basaria, sebagai seorang anggota kepolisian, bersahabat dengan kalangan mana saja itu penting. Termasuk pengusaha. Apalagi sudah menjadi kewajiban kepolisian menjaga keamanan di wilayahnya, agar kehidupan bermasyarakat dan dunia usaha berjalan dengan aman.

“Semua kita lindungi dan ayomi, sepanjang tidak menggangu keamanan dan tidak melakukan tindakan kriminal. Kalau melanggar aturan atau melakukan kejahatan siapapu saya sikat,” tegas Basaria dalam beberapa kesempatan kala itu di Mapolda Kepri yang saat itu masih berkantor di Bida Anex BP Batam di Batam Centre.

Basaria membuktikan saat ia bertugas. Pengusaha nakal yang melakukan pelanggaran hukum ia tindak. Antara lain oknum pengusaha yang terlibat penyelundupan mobil mewah yang sebagian mobilnya hasil curian dari luar negeri ke Batam. Pelakunya sampai diseret ke meja hijau hingga vonis. Begitupun para pelaku pembalakan hutan, penambang bauksit ilegal, pelaku pencurian ikan, pelaku human trafficking, perjudian, narkoba, dan tindakan kriminal lainnya.

Menariknya, Basaria tak memberikan kesempatan lobi-lobi pada pengusaha nakal yang melakukan tindakan kejahatan. Baginya, tidak ada negosiasi bagi para penjahat, apalagi tujuannya agar bisa terbebas dari kasus hukum yang menjeratnya.

Lalu, apakah pengusaha di Batam dan wilayah lainnya di Kepri pernah diperas?

Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam Abidin Hasibuan mengatakan, selama Basaria bertugas di Kepri, tidak ada laporan pengusaha diperas.

“Kebetulan saat Basaria jadi Direskrim Polda Kepri, saya masih menjabat Ketua Apindo, tidak ada satupun pengusaha yang mengeluh ke Apindo kalau mereka diperas. Tapi kalau oknum pengusaha yang ditindak tegas karena melakukan kejahatan ya ada dan kami menghargai dan mendukung sikap tegas Ibu Basaria itu,” ujar Abidin, saat dihubungi pekan lalu.

Abidin mengungkapkan, sebenarnya Basaria bersahabat dengan pengusaha manapun di Batam maupun di kota/kabupaten lainnya di Kepri. Bahkan, Abidin menyebut pengusaha yang benar-benar menjalankan bisnis secara benar merasa aman dan nyaman.

“Saya kenal betul Ibu Basaria, dia bersih dan tidak kenal takut. Dia benar-benar tegas dan tak kenal kompromi pada pelaku kejahatan, siapapun dia,” tegas Abidin.

Pengusaha elektronik yang vokal ini menilai, Basaria cocok untuk menjadi salah satu unsur pimpinan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, KPK membutuhkan sosok seperti Basaria yang selain tegas dan tak kenal kompromi pada pelaku kejahatan, juga tegas terhadap siapapun yang melanggar di internal institusinya. “Dia sosok yang dibutuhkan untuk KPK,” tegasnya, lagi.

Sekadar diketahui, setelah sukses di Batam, Basaria ditarik ke Mabes Polri. Dia menjadi penyidik utama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim. Lalu, Basaria dipercaya sebagai kepala Pusat Provos Polri yang dikenal sebagai satuan angker karena punya kewenangan menindak polisi “nakal”.

Saat menjabat sebagai Kapusprovos, Basaria mempunyai tugas yang tidak ringan. Yakni, memeriksa tindakan tidak disiplin kerja yang kalau itu diduga dilakukan Komjen Susno Duadji.

Setelah itu, dia menjadi kepala Biro Logistik Polri dan sekarang menjadi pengajar di Sespim, Lembang, Jawa Barat. “Prinsip saya, di mana pun ditempatkan harus sungguh-sungguh. Menjadi wanita itu bukan halangan untuk meraih puncak prestasi,” tuturnya.

Awal karir perempuan kelahiran 1957 itu dimulai ketika dia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Jayabaya pada 1984. Saat itu tak ada di benaknya akan menjadi seorang polisi. Orang tuanya serta tujuh saudaranya juga tidak menjadi polisi.

“Saya ini orangnya tipe pekerja. Saat itu saya hanya berpikir, selesai kuliah harus bekerja,” kata bungsu di antara delapan bersaudara tersebut.

Ketika Polri mengumumkan penerimaan Polwan dari sarjana, pada saat itulah Basaria mendaftar Sekolah Calon Perwira (Sepa) Polri di Sukabumi dan diterima. Lulus sebagai Polwan berpangkat Ipda, Basaria langsung ditugaskan di reserse narkoba Polda Bali. “Kalau dihitung-hitung, memang saya banyak di reserse narkoba,” katanya. (Humas Mabes Polri)


Sunday, 19 July 2015

PGI Sesalkan Peristiwa di Tolikara Papua


JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyesalkan peristiwa pada Jumat (17/7)  di Tolikara, PGI mengecam keras terjadinya pembubaran Sholat Ied dan pembakaran rumah badah, dalam hal ini mesjid. 

Dalam siaran pers yang dilaksanakan bersama-sama dengan Bimas Kristen dan Ketua Umum PGLII, PGI menilai peristiwa ini amat memprihatinkan karena tidak mencerminkan semangat kerukunan yang terus kita tumbuh kembangkan bersama di tanah air yang kita cintai ini.

Berikut pernyataan lengkap PGI terkait dengan Peristiwa Tolikara 17 Juli 2015:

Siaran Pers:
Jakarta, 18 Juli 2015
Pertama-tama, PGI menyampaikan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H” kepada Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang beragama Islam. Mohon maaf lahir dan batin.

Sehubungan dengan peristiwa kekerasan yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2015 saat Sholat Ied sedang berlangsung di Tolikara serta pembakaran mesjid dan beberapa kios milik penduduk oleh sekelompok orang serta beberapa orang yang menderita luka tembak, maka PGI ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Menyesalkan terjadinya peristiwa Tolikara. Peristiwa tersebut telah menodai ketenangan dan kekhusukan serta kegembiraan umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri. Karena itu PGI mengecam keras terjadinya pembubaran Sholat Ied dan pembakaran rumah badah, dalam hal ini mesjid. Peristiwa ini amat memprihatinkan karena tidak mencerminkan semangat kerukunan yang terus kita tumbuh kembangkan bersama di tanah air yang kita cintai ini.

2. Tindakan kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan karena melukai keutuhan kita sebagai bangsa dan tidak mencerminkan sikap mengasihi semua orang yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Terutama jika hal ini dilakukan ketika umat sedang menjalankan ibadah.

3. Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berdasarkan hukum. Karena itu untuk memelihara keutuhan tersebut, tidak ada satu kelompok berdasarkan latar belakang apapun yang dapat mengkapling satu daerah tertentu sebagai daerahnya. Setiap warganegara Indonesia apapun latar belakangnya, mempunyai hak untuk hidup di wilayah manapun dalam Negara kesatuan Republik Indonesia, dan bebas menjalankan ibadahnya.

4. Meminta agar pemerintah segera mengusut tuntas siapapun pelaku peristiwa ini dan segera melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan hukum. PGI juga berharap agar aparat kepolisian dan keamanan bisa bertindak cepat untuk memulihkan rasa aman masyarakat Tolikara dan sekitarnya. PGI menyesalkan bahwa pemerintah termasuk aparat keamanan kurang tanggap mengantisipasi terjadi peristiwa ini.

5. Menghimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing oleh provokasi-provokasi yang dapat memperkeruh situasi.

6. PGI meminta kepada pemerintah untuk mengusut akar masalah dari berbagai peristiwa konflik di Papua dan terus mengupayakan dialog dengan masyarakat Papua agar Papua damai sungguh dapat terwujud. Dalam proses ini hendaknya pemerintah mengedepankan pendekatan sosio-kultural ketimbang hanya pendekatan keamanan.

7. Mengingat informasi yang masih simpang siur, PGI meminta kepada KOMNAS HAM untuk segera mengirim tim untuk menginvestigasi peristiwa tersebut secara objektif dan transparan.

8. PGI mendoakan semua korban dari peristiwa ini dan semoga situasi damai di Tolikara cepat pulih kembali.
Semoga Allah menolongkita!

Atas nama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang
Ketua Umum

Menikmati Liburan di Word Water Citra Raya City Mendalo Muarojambi

Menikmati Liburan di Word Water Citra Raya City Mendalo Muarojambi, Sabtu 18 Juli 2015. Foto-Foto Asenk Lee Saragih.


MOSES JUNERI

EZER TWOPAMA DIGENDONG TULANG FRISTON SINAGA

MENIKMATI MAKAN SIANG
JAMBI-Mengisi liburan Idul Fitri 1436 H/ 2015 dan libur sekolah, masyarakat di Provinsi Jambi memburu obyek wisata modern. Salah satunya yang banyak diserbu pengunjung adalah World Water Citra Raya City Mendalo, Muarojambi. Lokasi yang berada di pinggiran Kota Jambi ini menjadi obyek wisata alternatif di Jambi menyusul minimnya obyek wisata yang dikelola pemerintah. Berikut ini rekaman foto Keluarga Friston R Sinaga/ J br Munthe, Kel Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih/ Lisbet br Sinaga), Kel Nainggolan/ br dari Kota Jambi saat menikmati obyek wisata tersebut Sabtu 18 Juli 2015. (Asenk Lee Saragih-0812 7477587).