Selasa, 14 Januari 2020

Roti Bulan, Roti Khas Batak yang Eksis Hingga Tahun 2020

Roti Bulan dan Teh Manis, Selasa (14/1/2020) Pagi. Foto Asenk Lee Saragih
Jambi-Jika Anda pernah atau mendengar cerita masa lampau saat penjajahan Belanda, Roti yang satu ini merupakan roti istimewa dijamannya. Roti yang sudah ankrab dengan lidah masyarakat Batak di Sumatera Utara, hingga pelosok desa sekalipun. 

Roti yang satu ini adalah menu istimewa di warung-warung kopi pada jaman itu di Sumut. Bahkan hingga Presiden RI Jokowi jalan dua Periode, roti ini masih tetap diproduksi. 

Usaha rumahan yang turun temurun tak tenggelam ditengah "serangan" roti produksi jaman sekarang. Salah satunya yang bertahan produksi adalah merek "Sinar Sembiring" Pabrik Roti Mulia Rayat-Dinkes P-IRT No.2.06.12.11.122.0139.19 di Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.

Roti "Bulan" ini adalah produk Halal dan Gigienis. Roti Bulan adalah roti yang merakyat di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Simalungun, Samosir, Karo, Dairi, Tobasa, Kota Pematangsiantar.

Pagi ini Selasa 14 Januari 2020, Penulis masih bisa menikmati Roti Bulan ini dengan rasa yang sama sejak masa anak-anak di kampung halaman Desa Hutaimbaru, Simalungun hingga di Kota Jambi.
Roti Bulan dan Teh Manis, Selasa (14/1/2020) Pagi. Foto Asenk Lee Saragih

Berikut Testimoni Warganet Soal Roti Bulan Ini




  • Asenk Lee Saragih Lang adong iboan Kak

  • Johana Luis Anggo au Hu Saribudolok pasti manorihi Roti Bulan pakon tes manis. .. sodaappp. .
    Martimus baba ibaen. ... hahahahhaha

  • Sehat Purba Enakdo Roti Bulan Lae.. Roti in do safari sarapan tong laho huparsikolahan

  • Sofia Agustina hahaha ..disetiap kode siantar ada menjual roti bulan ni...harga terjangkau mutu terjamin..tdk buat sakit perut..

    • (Asenk Lee Saragih)
      

    Minggu, 12 Januari 2020

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar Hadiri Pesta “Bona Taon” Marga Manihuruk Jambi

    Sukses Pesta “Bona Taon Punguan” Marga Manihuruk Jambi 2020
    Ketua Punguan Raja Manihuruk Jambi Ap Redy Manihuruk/ Br Sinaga dan Wakil Ketua IPTU Martinus Saragih Manihuruk/ Br Nababan (kanan) saat menyambut kedatangan Gubernur Jambi H Fachrori Umar di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk






    BERITAKU-Gubernur Jambi H Fachrori Umar menghadiri Pesta "Bona Taon" atau biasa disebut pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020).

    Gubernur Jambi Fachrori Umar saat memberikan kata sambutan mengatakan, sejalan dengan Tema Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 63 Provinsi Jambi “Rumah Bagi Keberagaman” mensyaratkan akan pentingnya keakraban dan kekeluargaan dalam keberagaman Suku, Agama dan tradisi dalam proses perjalanan kebangsaan dan kenegaraan kita.

    “Ini kemudian menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan dikembangkannya silaturahmi yang bersinergi dalam keberagaman sesuai dengan nilai luhur bangsa, maka bangsa ini akan maju, rakyatnya sejahtera, ramah terhadap sesame, toleran, damai. Tidak ada kekerasan dan bersopan santun dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fachrori Umar.

    Menurut Fachrori, setiap tindakan yang dilakukan harus senantiasa dilandasi dengan niat yang luhur sehingga tetap terjalin keakraban bersama, saling tolong menolong dalam suka maupun duka. Seluruh anak bangsa menjunjung tinggi kebebasan untuk bertindak yang bersandar pada akhlak yang baik.

    “Perayaan  pesta syukuran awal tahun kerabat marga Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi selalu mengirim pesan bagi semua orang agar menjadi cahaya ditengah kehidupannya. Kita semua meski menjadi cahaya satu sama lain dalam kehidupan ini. Dan dalam kedamaian kita jadi lebih baik dari waktu ke waktu. Mari kita resapi apa yang telah dilaksanakan tahun lalu dan berbaki berkah dan kasih senantiasa kita perbaharui ditahun 2020 ini,” ujarnya. 


    Pada kesempatan itu Fachrori Umar yang juga didampingi Jefri Bintara Pardede (Politisi Golkar) juga ikut “manortor” bersama keluarga Besar Manihuruk Jambi. 

    Gubernur Jambi Fachrori Umar juga melantunkan dua lagu Melayu Jambi “Batanghari dan Cik Minah” yang membuat kerabat marga Manihuruk Jambi ikut bergoyang. Suasana meriah tampak menyambut Gubernur Jambi  pada pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi ini.

    Sementara Penasehat Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk Jambi Op Justine Manihuruk mengatakan, terimakasih banyak atas kehadiran Gubernur Jambi H Fachrori Umar di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi.

    “Kami sangat bangga, Bapak Gubernur Jambi hadir diacara kami ini. Semoga dimasa kepemimpinan Bapak Gubernur, Provinsi Jambi semakin maju dan rakyatnya sejahtera. Kami juga bangga dengan Tema HUT Ke 63 Provinsi Jambi  “Rumah Bagi Keberagaman”, karena masyarakat Provinsi Jambi masyarakat yang majemuk yang hidup damai berdampingan dengan suku, agama latar sosial ekonomi yang berbeda-beda,” ujarnya.

    Kerabat Marga Manihuruk Jambi juga mendoakan semoga Gubernur Jambi H Fachrori Umar sehat walafiat dalam memimpin Provinsi Jambi dan juga yang akan datang. 

    Tradisi Adat Budaya

    Pesta "bona taon" atau biasa disebut pesta awal tahun merupakan acara rutin setiap awal tahun yang diselenggarakan perkumpulan marga suku Batak atau perkumpulan warga (suku Batak) di perantauan. Pesta Bona Taon ini adalah pesta sukacita dan penuh kegembiraan kepada seluruh anggota kumpulan yang juga merupakan tradisi Adat Budaya Batak.


    Biasanya, acara pesta “Bona Taon” diawali dengan ibadah singkat dilanjutkan makan siang bersama. Kemudian laporan pertanggung jawaban panitia pesta dan tentu saja pengurus perkumpulan marga berkaitan program kerja serta kondisi keuangan yang sudah berjalan dalam setahun penuh.  

    Akhirnya, acara paling ditunggu-tunggu adalah “manortor” menari bersama yang diatur secara berkelompok dan bergiliran. Tentunya “manortor” ini diiringi musik yang membuat suasana semarak dan meriah sambil mengumpulkan uang melalui sawer-menyawer. Adapun uang yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai pesta sekaligus mengisi kas keuangan kumpulan marga.

    Pesta “Bona Taon” ini adalah tradisi tahunan yang memang rutin dilaksanakan di awal tahun. Tidak heran bila sepanjang bulan Januari-Februari-Maret bahkan hingga April ratusan perkumpulan Marga Suku Batak di Jambi secara khusus saat weekend (Jumat-Minggu), gedung-gedung pertemuan biasanya akan ramai dengan acara pesta "bona taon".

    Sukses Bersama

    Suasana itu juga yang tampak pada Pesta Bona Taon (pesta syukuran awal tahun) Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Jambi yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Pesta ini berlangsung sukses dalam penuh keakraban dan kekeluargaan. Sekitar 400 jiwa dari dari 191 KK kumpulan kerebat marga Manihuruk hadir pada pesta Bona Taon ini.

    Acara Pesta Bona Taon diawali dengan ibadah yang Firman Tuhan dibawakan Inang Diakones HKBP Shalom Jambi, Yusrids Br Harahap MLt. Usai kebaktian dilanjutkan dengan makan bersama. 

    Kemudian acara hiburan Tor-tor Panitia Pesta Pengurus Parsadaan Manihuruk Kota Jambi sekitarnya, Tortor Panitia dan Pengurus, Penasehat, Tortor Menyambut Gubernur Jambi, diselingi penarikan undian, Tor-Tor Anak Manihuruk, Boru Manihuruk, Bere-Ibebere Manihuruk, dan anak-anak Tumpuan Manihuruk. 

    Ketua Panitia Pesta Bona Taon Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere Jambi, A. Uli Simanihuruk/ Br Siahaan ddampingi Sekretaris Panitia A.Evano Malau/ Br Sinurat mengatakan, pesta bona tahun itu merupakan bagian dari tradisi orang Batak di Perantauan. Tradisi ini sebagai ajang silaturahmi antara anggota kumpulan marga untuk saling penduli dalam sukacita dan dukacita.

    Menurutnya, pada suasana Natal Desember 2019 lalu, Pengurus PRSBB Jambi juga melakukan aksi sosial dilingkungan Kumpulan PRSBB Jambi berupa memberikan bingkisan Natal kepada orang tua Lansia dan  yang sakit dan pemulihan dari skait. Bingkisan itu langsung diantar oleh panitia dan Pengurus PRSBB Jambi kerumah masing-masing yang menerima.  

    “Terimakasih kepada selurung Anggota kumpulan raja Manihuruk yang sudah berpartisipasi dalam pesta bona tahun ini. Suksesnya acara ini berkat keterlibatan semua pihak dan saling tolong menolong. Panitia juga mohon maaf jika ada kekurangan dalam kepanitiaan ini,” katanya.

    Pada Pesta Bona Taon ini, konsumsi dikerjakan dengan gotong royong di rumah Keluarga Ompung Agung manihuruk/ Br Purba Pakpak. Kerjasama dalam kekeluargaan terjalin dalam hal ini. 

    Sedangkan suasana Pesta Bona Taon Kumpulan Marga Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere se Kota Jambi tampak meriah dengan Tor-Tor serta lagu-lagu Batak dari JKR Trio (Si Haloho Cs). Undian doorprize juga membuat suasana pesta bona tahun tambah berwarna.

    Ketua Punguan Raja Manihuruk Jambi Ap Redy Manihuruk/ Br Sinaga didampingi Sekretaris Ap Bornok Manihuruk/br Tondang mengatakan, agar seluruh anggota kumpulan Raja Manihuruk tetap kompak dan saling peduli dalam sukacita maupun dukacita. 
    Gubernur Jambi H Fachrori melantunkan Lagu Melayu Jambi. 
    Sementara Kumpulan Marga Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere se Kota Jambi dibagi dalam lima (5) Komisaris (Wilayah) yakni Komisaris Ap Bastian Situngkir/br Manihuruk (Wilayah Paal Merah-Kotabaru-Jelutung-Lorong Jatayu), Komisaris Ap Wahyu Sitinjak/br Manihuruk (Wilayah Kasang Pudak-Talang Banjar-Talang Bakung), Komisaris Frengky (Ap Anisa) Sipayung/br Sitanggang (Wilayah Mayang Puskes-Mutiara-Kenali-Telanaipura).

    Kemudian Komisaris Ap Mawar Sinurat/br Manihuruk (Wilayah Mutiatra Hijau-Garuda III-Lingkar Barat-Mayang Ujung), Komisaris Ap Harapan/br Manihuruk (Wilayah SMA 11-Masurai 5-Pinang Merah-Simpang Rimbo-Banjar Toba, Aur Duri). Pada kesempatan itu Ketua Panitia AKP Martinus Saragih Manihuruk/Br Nababan juga memberikan uang penghargaan kepada pengurus dan komisaris Manihuruk.

    Pesta Bona Taon itu juga diselingi dengan penarikan undian kupon serta undian hadiah daftar kehadiran. Lima hadiah utama berupa karpet daftar hadir diserahkan oleh Ketua Kumpulan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere se Kota Jambi kepada masing-masing penerima hadiah. 

    Pada acara tortor, lelang lagu dan penjualan kupon, iuran anggota  terkumpul dana sekitar Rp 40.800.000. Sedangkan biaya Pesta Bona Taon Manihuruk Jambi, 12 Januari 2020 sebanyak Rp 23 Juta.

    Ketua Punguan Raja Manihuruk Jambi Ap Redy Manihuruk/ Br Sinaga mengatakan, jumlah anggota kumpulan marga Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere se Kota Jambi sekitarnya berjumlah 191 KK yang sudah masuk dalam buku Anggaran Dasar Rumah Tangga yang dibagikan Minggu, 12 Januari 2020. Dan anggota baru sebanyak 8 KK yang mendaftar Minggu (12/1/2020). (JP-Asenk Lee)
    Foto dan Video Lengkap KLIK Link FB dan Youtube:

    Video Youtube

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar menyanyi Lagu Melayu Jambi di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar "manortor" di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar di pesta syukuran awal tahun Tumpuan Marga (kerabat marga) Raja Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (PRSBB) Se Kota Jambi sekitarnya yang dilaksanakan di Gedung Budi Mulia Mayang Kota Jambi, Minggu (12/1/2020). Foto-Foto Ezer Twopama Manihuruk

    Kopi Jambi Tersaji di Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta



    Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto saat mendampingi Wamen PUPR Menyeduh Kopi di Stan PDIP Jambi
    Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto saat mendampingi Wamen PUPR Menyeduh Kopi di Stan PDIP Jambi / istimewa
     JAKARTA – Untuk memeriahkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Jakarta, PDI Perjuangan Provinsi Jambi bekerja sama dengan Hellosapa mendirikan stan pameran dengan tema Warung Kopi Jambi.

    Banyak dari fungsionaris maupun kader dari parpol berlogo banteng moncong putih ini sampai pejabat negara yang mengunjungi Stand Jambi, Sabtu (11/1/2020).

    Mulai dari Puan Maharani dan Mindo Sianipar yang merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan sampai Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo.

    Didampingi Edi Purwanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Jhon Wempi mencoba menyeduh Kopi di Stand Jambi. Jhon terlihat menikmati proses tersebut.

    “Kopi kita aman di lambung kan pak ?” tanya Edi Purwanto kepada pemilik Hellosapa.

    “O, nggak masalah pak, kalo lambung sakit itu karena kopinya, bukan salah lambungnya, kita pakai Kopi Jambi kualitas terbaik,” terang Cecep Suryana.

    “Kopi Jambi Hebat,” balas Edi sambil mengacungkan jempol.

    “Kopi Jambi harus go internasional, dan itu harus berbanding lurus dengan kesejahteraan petani,” pungkas Edi.

    Rosenman Manihuruk dan Ezer Twopama Manihuruk Bersama Gubernur Jambi

     ( Foto Oleh Ady Humas).
    BERITAKU-Bersama Gubenur Jambi H Fachrori Umar di Pesta Bona Taon PRSBB (Manihuruk) Jambi, Minggu 12 Januari 2020. Puji Tuhan Dapat Tip Rp 100.000 dan Ezer Rp 50.000. Sukses Pak FU. Meski Belum Bisa Jalan Normal Tetap Semangat Hadir dan Meliput Pesta Bona Taon Manihuruk. ( Foto Oleh Ady Humas).

    Gubernur Jambi H Fachrori Umar Hadiri Pesta “Bona Taon” Marga Manihuruk Jambi

    ( Foto Oleh Ady Humas).

    Kamis, 09 Januari 2020

    Babi Hadiah Terindah

    Peternak babi Tradisional di Sumatera Utara. Dok Matra
    Oleh: Dr Sortaman Saragih SH MARS

    (Matra, Jakarta)-Bagi banyak komunitas di Indonesia bicara soal babi, rasanya begitu haram dan menjijikkan. Berbagai upaya dan teori telah didaulat untuk mengharamkan dan menghanguskan komunitas babi.

    Jadi muncul pertanyaan apakah babi ini produk gagal dari Tuhan sang pencipta? Atau ini hanyalah politisasi (inklusifitas) manusia yang mengatas namakan agama?

    Kali ini saya tidak mau melihat dari teori para ahli surga dari agama apapun. Saya coba mengungkap manfaat babi dan saya yakin bahwa babi adalah binatang yang penting dan bermanfaat besar bagi manusia. 


    Babi bukan produk gagal dari sang pencipta. Soal ada komunitas yang mengharamkannya, saya kira itu bukan urusan saya. Itu urusan masing masing.

    Secara komponen kimiawi, sel-sel tubuh manusia memiliki kemiripan dengan sel-sel tubuh babi. Dari antara banyak hewan, kemiripan kompenen kimiawi sel babi yang paling dekat dan menyerupai sel tubuh manusia. Ini akan banyak memberi manfaat untuk manusia karena sel-sel tersebut bisa dipakai untuk menolong sel-sel manusia yang sakit.

    Jika anda pernah menjalani operasi dalam seperti seksio kelahiran, usus buntu dan lain-lain. Tentu ada benang operasi yang dipakai untuk menjahit lukanya dan benang ini tidak perlu dicabut karena akan bersatu dan menjadi daging. 

    Hampir semua komunitas manusia di dunia pernah mengalami operasi dalam. Tahukah anda benang apa yang dipakai? Itu adalah serat berbahan baku dari usus babi. Karena persamaan kimiawi dengan manusia, usus babi itu menyatu dengan tubuh manusia. Berapa banyak manusia yang tertolong melalui benang operasi?

    Ada lagi vaksin, untuk pencegahan penyakit tertentu. Sumbernya juga dari babi, babi dan babi lagi. Berapa banyak anak-anak bisa hidup sehat dan normal karena adanya vaksin dari babi.

    Selanjutnya baru-baru ini sudah diujicoba, retina (bagian dari mata) babi dicangkok kepada pasien buta, dan terbukti bisa dan mampu melihat. Luar biasa.......Babi memang hadiah terindah buat manusia.

    Dapatkah anda hitung begitu banyak manusia tertolong karena babi? Berlombalah meneliti (riset) tentang babi demi kesejahteraan manusia. Saya yakin masih banyak manfaat babi bagi manusia di masa yang akan datang.(Penulis Adalah Aktivis Kesehatan dan Motivator)

    Ini Sikap Ketum DPP HBB Lamsiang Sitompul Soal Wacana Gubsu Memusnahan Babi di Sumut

    Lamsiang Sitompul SH MH-Pada Pelantikan Pengurus DPD HBB Provinsi Jambi Periode 2019-2024-Gedung Asiniroha Jambi-Minggu 24 November 2019. (Foto Ezer Twopama Manihuruk).
    Jambipos, Medan-Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH memberikan tanggapan soal wacana Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk memusnahkan ternak babi di Sumatera Utara menyusul mewabahnya virus flu babi Afrika atau African Swine dan Fever (ASF) di Sumut.

    Sebelumnya Gubsu Edy Rahmayadi menyebutkan hingga awal Januari 2020 ini, tercatat sudah 42.000 ekor lebih babi mati di Sumatra Utara karena serangan virus ASF. Agar virus ASF itu hilang dari Sumut, kata Gubsu satu-satunya cara adalah dengan memusnahkan seluruh babi, baik yang terjangkit virus ASF maupun babi yang masih hidup.

    “Horas, menyikapi wacana Gubsu untuk memusnahkan babi di Sumut, saya selaku ketua DPP HBB keberatan. Karena wacana itu adalah jalan pintas, bukan solusi yang tepat. Pasalnya dampak ekonomi, dampak sosial akan berimbas kepada masyarakat Sumut,” ujar Lamsiang Sitorus, Rabu (8/1/2020).

    Menurutnya, seharusnya yang dilakukan Pemerintah Sumatera Utara adalah pengobatan virus itu dan pencegahan agar tidak mewabah. Lamsiang juga sangat kecewa karena sangat minim, bahkan tidak ada tindakan untuk pengobatan dan pencegahan.

    “Saya tidak pernah baca ada tindakan pencegahan dan pengobatan, baik oleh pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Sumut dan Pemerintah Pusat untuk mengobati virus yang terjangkit itu. Tidak ada turun tim untuk itu. Yang ada tim hanya untuk mengubur. Pengobatannya apa, pencegahannya bagaimana,” Tanya Lamsiang Sitompul.

    “Yang tidak kalah penting juga, ada kecurigaan masyarakat ini. Kenapa hanya di Sumatera Utara itu babi terjangkit penyakit. Kenapa tidak ada di provinsi lain seperti di Riau, Aceh yang juga banyak memelihari babi. Jangan-jangan ini ada upaya-upaya yang lain,” ujar Lamsing mencurigai.

    Menurut Lamsing Sitompul, yang paling mengecewakan, sebelumnya hal ini diumumkan adalah penyakit kolera babi, ternyata sekarang menurut surat dari Kementan RI itu adalah virus ASF.

    “Ini menurut saya aneh, tolong dipastikan, sumbernya apa dan dari mana? Mengobatinya seperti apa? Mencegahnya seperti apa? Itu yang penting bukan langsung memusnahkan,” tanya Lamsiang Sitompul.  

    Kata Lamsiang Sitompul, anggaran yang ada hanya untuk memantau masuknya babi di Sumut, bukan anggaran untuk mengobati babi atau mencegah dengan memberikan vaksin kepada babi. 

    “Kita minta Gubernur Sumut meninjau ulang kebijakan itu, karena hal itu bisa memicu aksi unjukrasa peternak babi dan juga masyarakat. Tolong ditinjau ulang kebijakan itu, berika solusi yang baik,” kata Lamsiang Sitorus.    

    Butuh 20 Tahun

    Sebelumnya Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, China sudah pernah memusnahkan seluruh babi untuk menghentikan perkembangan wabah ASF. Namun butuh waktu 20 tahun berikutnya untuk bisa kembali beternak babi.

    Kata Edy, begitupun dengan memusnahkan babi, tidak semudah yang dibayangkan. Selain butuh biaya besar untuk mengganti rugi babi milik masyarakat maupun perusahaan, juga karena dampak sosialnya di masyarakat. Sebagaimana diketahui, ada sekitar 3 juta ekor populasi babi di Sumut.
    Pemusnahan Ternak Babi secara massal di Sumut Desember 2019 lalu. (Istimewa)
    Namun di sisi lain jika seluruh babi tidak dimusnahkan, jumlah babi yang mati di Sumut cepat atau lambat dipastikan semakin banyak lagi sebab hingga sejauh ini, belum ada ditemukan obat virus ASF.

    Namun demikian hal ini menjadi dilema bagi Gubernur Sumut Edy karena hingga sejauh ini pula, Edy belum mau menyatakan wabah ASF di Sumut sebagai bencana. Butuh waktu 1 bulan baginya sebelum nantinya mengambil keputusan musnahkan atau tidak.

    "Ada dilema di situ, kalau saya iyakan ini bilang bencana, semua babi ini harus dimusnahkan. Kasih saya waktu satu bulan," kata Edy Rahmayadi menjawab wartawan di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Senin (06/01/2020) sore.

    Sebelumnya, Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan 16 daerah di Provinsi Sumut positif terjangkit penyakit ASF babi. 

    Hal itu diumumkan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, dalam Surat Keputusan Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang pernyataan wabah penyakit demam babi afrika (African Swine Fever) tertanggal 12 Desember 2019.

    Adapun16 daerah itu adalah Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, dan Medan.

    Terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan jajarannya akan mengisolasi daerah yang terjangkit demam babi Afrika untuk mencegah virus tersebut menyebar dan menjangkiti ternak babi lainnya.

    “Salah satunya dengan mengisolasi daerah yang terjangkit sangat total, kemudian daerah lain harus secara rutin, tiap hari harus cek apakah ada virus yang menyangkut," kata Syahrul Yasin Limpo di Jakarta.

    Syahrul mengatakan isolasi memang langkah yang paling penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. “Isolasi untuk dia ke luar wilayah, itu yang kita perketat, oleh pemerintah daerah," katanya.

    Peternakan babi tidak dikembangkan secara menyeluruh di Indonesia tapi terpusat di satu titik. Kabupaten yang terjangkit juga tidak lebih dari dua atau tiga wilayah. Oleh karena itu, pengendalian secara maksimal sesuai prosedur, yakni dengan pemusnahan, masih dalam proses dilakukan.

    "Kami sudah lakukan pengendalian secara maksimal dilakukan oleh para gubernur, bupati dan jajaran pengamanan yang ada, tentu saja penanganan sesuai prosedur yang ada, memang harus musnahkan di sana dan itu dalam proses," katanya.

    Terkait sikap Malaysia yang melarang impor babi dari kawasan yang terjangkit, termasuk Indonesia, menurut Syahrul hal itu memang jadi risiko yang harus diterima.

    “Itulah salah satu risiko kalau kita terjangkit, makanya saya juga tetapkan daerah khusus saja yang terjangkit itu yang harus jawab. Pengalaman kita tentang flu burung kemarin. Begitu bilang ada yang terjangkit, tidak masuk (impornya)," katanya.

    Kementerian Pertanian telah mengumumkan adanya kasus Demam Babi Afrika atau lebih dikenal dengan African Swine Fever (ASF) di Sumatera Utara.

    Hal itu ditegaskan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 820/Kpts/PK.32/M/12/2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ ASF) pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara pada12 Desember 2019.

    Penyakit ASF telah terjadi di 16 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS), sampai minggu ke-2 Desember 2019, total kematian ternak babi yang terjadi di Sumut dilaporkan mencapai 28.136 ekor.(JP-Asenk Lee Saragih)

    Rabu, 08 Januari 2020

    Mengungkap Fakta Terbaru Persidangan Kasus Ketok Palu DPRD Provinsi Jambi

    13 Oknum Anggota Dewan Bantah Terima Suap Ketok Palu
    Suasana sidang tiga terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah dengan agenda mendengarkan keterangan 13 saksi di Sidang Tipikor Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (7/1/2020). Sidang lanjutan akan digelar 14 Januari 2020 dengan menghadirkan saksi Zumi Zola. (Istimewa)
    Jambipos, Jambi-Sidang lanjutan kasus ketok palu pengesahan APBD Provinsi Jambi 2017 dan 2018 yang menyeret puluhan nama anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2014-2019 terus bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jambi.

    Setelah Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Jambi menvonis pengusaha Joe Fandy Yoesman alias Asiang divonis 2,5 tahun penjara dalam kasus 'uang ketok' bagi anggota DPRD Jambi, Selasa (10/12/2019) lalu, terbaru sidang lanjutan kembali digelar mendengarkan keterangan saksi-saksi, Selasa (7/1/2020).

    Sidang terbaru yang diketuai Majelis Hakim Yandri Roni dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi terhadap terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah. Setidaknya ada 13 saksi yang hadir pada sidang kali ini.

    Adapun 13 saksi yang dihadirkan dari Fraksi Bintang Keadilan DPRD Provinsi Jambi yakni Ketua DPW PKS Provinsi Jambi, Rudi Wijaya dan Sekretaris nya Supriyanto. Kemudian A Rakhmat Eka Putra dan Nasrullah Hamka, mantan Ketua DPW PBB Provinsi Jambi.

    Selanjutnya dari Fraksi Gerindra yakni Bustami Yahya, Budiyako, M Khairil yang semuanya masih aktif sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2019-2024. Selain itu ada Yanti Maria yang merupakan istri Mantan Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin.

    Kemudian Fraksi PAN anggota DPRD Provinsi Jambi aktif yaitu Hasyim Ayub dan Agus Rama. Selain itu juga dihadirkan Ketua DPD PAN Kota Jambi, Wiwid Ishwara. Dari Fraksi Demokrat hadir istri Mantan Asisten III Pemprov Jambi, Nurhayati dan Suliyanti, istri Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Burhanuddin Mahir.

    Bantah Terima Uang

    Dalam sidang ini banyak saksi membantah kalau mereka menerima uang “ketok palu”. Namun terdakwa Zainal Abidin memberikan pernyataan soal keterangan saksi yang disampaikan dalam persidangan.

    Zainal Abidin menyakinkan hakim bahwa dirinya mengantarkan langsung uang ketuk palu di halaman rumah dinas. Selain itu untuk Suliyanti memang tidak menerima uang ketok palu, namun Suliyanti pernah mempertanyakan jatah uang itu kepada Zainal Abidin.

    “Untuk Komisi III DPRD Provinsi Jambi semuanya menerima uang khusus tersebut dan uang yang diserahkan Rp 175 juta tidak ada yang dipotong,” kata Zainal Abidin dari Politisi Demokrat ini.

    Kemudian terdakwa Effendi Hatta (Politisi Demokrat) juga memberikan peryataan soal Yanti Maria Susanti yang pernah menanyakan uang ketuk palu padanya.

    Effendi Hatta tidak percaya jumlah uang yang diterima para anggota Komisi III sebesar Rp 125 juta. “Ini karena semuanya sudah tahu bahwa jatah mereka setiap orang adalah Rp 175 juta,” kata Effendi Hatta.

    Muhammadiyah (Politisi Gerindra) saat ditanya majelis hakim, apakah ada yang ingin disampaikan, namun Muhammadiyah tidak menyampaikan apapun. "Cukup yang mulia,” ucapnya singkat.

    Pada sidang ini, Hakim Ketua, Yandri Roni juga sempat emosi saat mendengarkan kesaksian Budiyako. Nada emosi Hakim Yandri Roni karena Budiyako yang bertindak sebagai saksi selalu memotong pembicaraan hakim.

    “Kamu mungkin anggota dewan terhormat, tetapi disini saya yang berkuasa. Jadi dengarkan dulu, saya tidak peduli ini dilakukan atau tidak, saya hanya memberikan nasihat. Ketika kamu memang menyebutkan itu hutang, buktikan. Karena disidang tipikor kamu yang harus membuktikan tidak yang menuntut," kata  Hakim Ketua, Yandri Roni.

    Kalau soal masalah pinjaman, Hakim Ketua, Yandri Roni sendiri menyebutkan kepada Budiyako (Politisi Gerindra) untuk buktikan bahwa uang yang ia terima merupakan pembayaran hutang dengan menunjukkan bukti pinjaman. Karena menurutnya itu adalah logika hukumnya.

    Dari 13 saksi yang dihadirkan pada Sidang Tipikor Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (7/1/2020) yakni Bustami Yahya, Suliyanti, Yanti Maria Susanti, Wiwid Ishwara, Nurhayati, Muhammad Khairil, dan Hasim Ayub membantah menerima uang ketok palu.

    Seperti Bustami Yahya membantah pernah menerima uang ketuk palu, karena didalam fraksi tidak pernah dibahas dan dibicarakan mengenai uang tersebut.

    “Kami malah tahunya ketika OTT terjadi oleh KPK. Kami tidak ada urusan dengan yang namanya uang ketuk palu," kata Bustami Yahya.

    Suliyanti juga mengatakan bahwa dirinya tidak menerima uang ketuk palu. Juga tidak pernah bertemu ataupun ditemui untuk menyerahkan uang tersebut.

    Demikian juga dengan Yanti Maria Susanti. Yanti menyebutkan dirinya tidak pernah terima uang ketuk palu. Pernah dirinya tanyakan kepada teman-teman dewan mengenai hal itu, namun tidak ada yang mengaku. Termasuk juga mengenai masalah uang Komisi III, Yanti Maria Susanti  juga membantahnya.

    Sedangkan saksi Wiwid Ishwara juga membantah menerima uang ketok palu. Wiwid membantah tuduhan terdakwa dalam persidangan yang menyebut dirinya menerima uang ketuk palu. Juga tidak ada menerima uang khusus Komisi III ataupun uang Banggar.

    Kemudian keterangan Nurhayati mengakui bahwa dirinya tahu untuk uang ketuk palu 2018 karena suaminya yang bertindak sebagai distributor. Tetapi untuk 2017, dirinya tidak menerima uang ketuk palu sepeserpun.

    Selanjutnya saksi Muhammad Khairil juga tidak mengakui menerima uang ketuk palu. Karena Muhammad Khairil mengaku tidak ada urusan apapun dengan uang ketuk palu. Dia mengaku hal itu setelah pemberitaan di media saat OTT, dan pihaknya pun sedang berada dalam perjalanan dinas.

    Saksi Hasim Ayub sendiri juga mengakui tidak terima uang ketuk palu. Hasim beralasan karena dirinya sibuk dalam proses pengobatan penyakit stroke yang dia alami sehingga rentang waktu itu keluar masuk rumah sakit.

    Fakta persidangan kali ini, Rudi Wijaya yang juga dihadirkan dalam persidangan terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah mengakui bahwa memang ada Arakhmat Eka Putra menghubunginya untuk  memberitahukan bahwa ada uang ketok palu. Namun pihaknya memerintahkan uang tersebut disimpan saja.

    "Uang sebanyak Rp 300 juta untuk 3 orang, itu yang diberi tahu. Makanya kami suruh untuk simpan saja uang tersebut. Tetapi setelah itu kami tidak tahu apakah disimpan secara pribadi atau dititipkan," katanya.

    Rudi Wijaya mengatakan, bahwa partainya sebenarnya melarang menerima uang yang seperti itu. Makanya dirinya meminta uang tersebut untuk dikembalikan.

    Sidang lanjutkan kasus ketok palu 2017-2018 APRD Provinsi Jambi akan digelar 14 Januari 2020 mendatang dengan agenda menghadirkan Zumi Zola (bekas Gubernur Jambi).

    Usai para saksi melihat bukti yang ditunjukkan oleh jaksa dan dipersilahkan oleh hakim meninggalkan ruangan sidang. Jaksa KPK menyebut akan kembali hadirkan 13 saksi dalam persidangan selanjutnya.

    "Ada13 orang yang akan dihadirkan nanti akan dilihat dahulu yang jelas anggota DPRD kemungkinan tidak dihadirkan sebagai saksi. Zumi Zola dan Asiang kemungkinan akan kita hadirkan," ujar Jaksa KPK Iskandar Marwoto.

    Hakim Ketua memutuskan sidang lanjutan akan dilaksanakan pada 14 Januari 2020 mendatang. "Silakan kembali dihadirkan dan jaga kesehatan kepada para terdakwa,” katanya.

    Dalam kasus ketok palu ini, mereka yang sudah dipenjara yakni Zumi Zola, Erwan Malik (mantan Plt Sekda Provinsi Jambi), Saipuddin (mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi),H Arfan (mantan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi), Supriyono (mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi) dan terakhir Joe Fandy Yoesman alias Asiang (Pengusaha). (JP-Tim)

    Selasa, 07 Januari 2020

    Rencana Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Kado Istimewa HUT Provinsi Jambi Ke 63

    Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 63 Provinsi Jambi berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jambi Tahun 2020 membawa harapan progres pembangunan Pelabuhan Samudra Ujung Jabung dengan ditandatangani Surat Pernyataan Kesepakatan Percepatan Pembangunan Kawasan Ujung Jabung antara Komisi V DPR RI Dapil Jambi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi, Senin (6/1/2020).(Humas)
    Jambipos, Jambi-Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 63 Provinsi Jambi berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jambi Tahun 2020 membawa harapan progres pembangunan Pelabuhan Samudra Ujung Jabung dengan ditandatangani Surat Pernyataan Kesepakatan Percepatan Pembangunan Kawasan Ujung Jabung antara Komisi V DPR RI Dapil Jambi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi, Senin (6/1/2020).

    Tema HUT Provinsi Jambi Ke 63 "Kita Tingkatkan Daya Saing Daerah Dengan Memacu Kualitas Produk Unggulan Daerah Menuju Jambi Tuntas 2021" tentunya membutuhkan infrastruktur yang memadai utamanya keberadaan pelabuhan sebagai pintu gerbang eksport komoditi maupun hasil produksi dari Provinsi Jambi yang menjadi harapan besar meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang saat ini lebih didominasi pada sektor kelapa sawit, karet, kulit manis,kopi, batubara, serta hasil lainnya.


    Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, menerangkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi pada pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2019 diperkirakan pada kisaran 4,70% hingga 5,10% dan kenaikan tersebut didorong oleh perbaikan kinerja komoditi kelapa sawit dan pertambangan.

    Baca Juga: Dorong Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung 

    “Permintaan minyak mentah dan batubara menguat dan permintaan kelapa sawit juga meningkat dengan adanya kebijakan biodiesel didalam negeri serta Malaysia," ungkap Gubernur Jambi.

    Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi H.Hasan Basri Agus menjelaskan usulan pembangunan Kawasan dan Pelabuhan Ujung Jabung tidak ada alasan untuk ditolak oleh Pemerintah Pusat karena pembangunannya sudah dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya,"Sudah diawali dari dulu dan banyak uang yang ditempati disitu dan melalui kesepakatan ini modal besar melanjutkan pekerjaan," ujar HBA.

    HBA menerangkan adanya kesepakatan tersebut merupakan lompatan baik untuk mempercepat proses pembangunan Ujung Jabung yang dilanjutkan dengan Gubernur Jambi bersama Ketua DPRD dan Bupati untuk menghadap Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR terkait dengan kebutuhan pembangunan jalan maupun infrastruktur yang dibutuhkan.

    “Yang penting dilanjutkan setiap tahun dan proses pelabuhan membutuhkan dana cukup besar," kata HBA.

    Membaiknya harga kelapa sawit yang menjadi sektor dominan dalam perekonomian masyarakat di Provinsi Jambi membutuhkan pelabuhan yang mampu mengeksport ketersediaan minyak kelapa sawit serta komoditi unggulan lainnya seperti karet,kulit manis, pinang, kopra atau produk olahan yang mampu menembus pasar luar negeri.

    “Kerjasama kita dengan pemerintah provinsi dan disini ada kulit manis,kopi,karet,sawit sebagai sektor potensial yang bisa berkembang cepat," ujar Wamen Perdagangan.

    Harapan Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga untuk Provinsi Jambi dengan melakukan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dapat menjadikan kondisi perekonomian semakin baik untuk Jambi semakin sukses kedepannya.


    "Peningkatan SDM, pelatihan eksport serta meningkatkan UMKM untuk pasar luar yang sedang dan sudah kita lakukan perjanjian dagang termasuk bidang sawit," jelas Wamen Perdagangan.

    Sidang Paripurna Istimewa Peringatan HUT Provinsi Jambi Ke 63 dihadiri Anggota DPR RI Dapil Jambi serta para Bupati dan Walikota, Forkopimda, Tokoh Jambi serta para tamu dan undangan lainnya.(JP-Hms/Lee)

    Berita Terkait


    Anggota DPD RI M Sum Indra, Mayang sari, Hj Elviana MSi.


    Gubernur Jambi H Fachrori Umar