MENUJU SAMOSIR SATU

MENUJU SAMOSIR SATU
NELSON SITANGGANG MENUJU SAMOSIR SATU

LBBJ

LBBJ
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Thursday, 30 October 2014

Napi Kabur Dengan Gunting Gembok, Kapolres Perintahkan Tembak Ditempat Akra Dinata

Semua Anggota Penjagaan Jalani Pemeriksaan

MUARABULIAN-Narapidana LP Kelas II B Muara Bulian yang berhasil kabur dari sel tahanan Polres Batanghari bukan dua orang seperti yang diberitakan sebelumnya.

Kapolres Batanghari AKBP Robert Antoni Sormin, akhirnya memberikan keterangan resmi terkait kaburnya Napi pada Rabu (29/10) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Kepada wartawan, Kapolres menjelaskan tahanan kabur dengan cara menggunting dua gembok, hanya seorang atas nama Akra Dinata. Ia keluar dari sel tahanan diduga dengan cara memotong gembok menggunakan gunting pemotong baja.

Kejamnya Ibu Tiri, Ela Menderita Busung Lapar, Hingga Akhirnya Meninggal Dunia


Ela Jarang Diberi Makan Nasi

Kekerasan seorang ibu terhadap anak seharusnya sudah tak jamannya lagi. Namun kekerasan dengan tak memberikan makan anak dan menelantarkannya sungguh perbuatan tak manusiawi. Kasih seorang ibu terhadap anaknya harusnya sepanjang masa. Namun hal itu tak berlaku bagi seorang ibu ini yang tega menyiksa anak tirinya dengan tak memberikan makan hingga akhirnya meninggal dunia.

Seorang anak bernama Ela Hartati (17), warga RT 18, Sekernan, Kabupaten Muarojambi diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu angkatnya berinisial HRT.

Gadis berusia 17 tahun itu, kabarnya, disiksa oleh HRT, dari setahun lalu. Kini, korban terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Kabupaten Muarojambi Ahmad Rifin. Sejak seminggu belakangan ini atau tepatnya Jumat pagi pekan lalu.

Waktu itu, korban dijemput ayah kandungnya Safaruddin. Kemudian di bawa kerumah sakit, yang mana saat itu, HRT tak ada dirumahnya.

“Saya tak tahu persis selama ini dia disiksa. Malah setelah kejadian ini saya tahu barulah Ela bercerita jika dia kerap disiksa oleh HRT,” bebernya.

Perusahaan Perkebunan "Musuh" Orang Rimba

TAK BERPENGHUNI: Inilah 50 unit rumah dari Departemen Sosial untuk Orang Rimba yang sudah dua tahun terbengkalai. Tapi perumahan tersebut tak lama ditinggalkan karena dibangun di Desa Padang Kelapo yang secara geografis bukan wilayah pemanfaatan mereka. FOTO IST Willy Marlupi

Keberadaan Suku Rimba di Sarolangun Masih Dilema


Ada sepuluh dari dua belas ke-tumenggungan orang rimba kini hidup diluar rumahnya “Bukit 12”. Mereka terpaksa hidup dipinggir-pinggir desa, disepanjang jalan lintas, dan di areal-areal kerja perusahaan-perusahaan.

R MANIHURUK, Jambi

Orang rimba ini ada yang mengemis dijalan raya. Ada yang ke kabupaten-kota menjadi peminta-minta. Ada yang ke areal perusahaan yang kemudian ‘memajak’ kendaraaan yang sedang lewat dengan alasan yang terkadang menurut orang luar susah untuk dimengerti.

Orang Rimba yang selama ini dikenal dengan kearifan lokal dan berpegang teguh pada adat istiadat seolah-olah memudar, resistensinya kemudian muncul. Mereka kerap bentrok dengan masyarakat desa dan kerap menjadi korban karena berhadapan dengan kelompok masyarakat yang lebih dominan. Pelaku usaha yang tempatnya diduduki orang rimba menjadi serba salah, karena orang rimba diangap sesuatu yang punya ‘imunitas dan sangat sensitif’.

Hal tersebut diungkapkan Willy Marlupi, Pendiri Sokola Rimba Jambi kepada Harian Jambi baru-baru ini. Menurutnya, jika dilihat dari keadaatannya, berpindahnya orang rimba disebabkan oleh beberapa hal Pertama, karena masih menjalani tradisi ‘melangun’ yaitu untuk menghilangkan rasa sedih akibat anggota keluarga meninggal dunia. Kedua, menghindari penyakit yang sedang mewabah Ketiga, kepentingan berladang dan mencari hasil hutan non kayu dan Keempat, menghindari perselisihan atau musuh.

Tuesday, 28 October 2014

Pertajam Pengetahuan Teknologi, IAIN Adakan Pelatihan Internet untuk Dosen

Peserta Pelatihan. Foto Anita
Perkembangan teknologi yang begitu pesat pastinya memaksa setiap orang untuk memperlajarinya. Hal ini menggugah IAIN untuk melakukan pelatihan internet untuk kalangan dosen yang diharapkan mampu memberi pengaruh bagi akselerasi pembelajaran di perguruan tinggi.

Anita, JAMBI 

Dibuka langsung oleh wakil rektor IAIN STS Jambi Dr. S. Sagap. M. Ag. Acara yang berlangsung selama 2 hari (25-26 Oktober 2014) ini bertempat di Aula Rektorat Lantai III  Sultan Thaha Saifudin Jambi dengan mengangkat tema “Melalui Pelatihan Internet, Kita Wujudkan Budaya Digital dilingkungan IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi”.

Pelatihan ini sendiri dihadiri sekitar 40 Dosen perwakilan dari 4 fakultas Lingkungan IAIN STS Jambi. Bertujuan untuk pengembangan TIK untuk pendidikan tinggi diarahkan pada pengembangan Aplikasi pembelajaran online untuk bisa dimanfaatkan agar akses pembelajaran dosen dapat diterima dengan cepat, lintas batas dan paperless kepada mahasiswa. Pelatihan ini langsung menghadirkan pemateri berpengalaman Setiawan Assegaff, Ph.D sebagai salah satu dosen STIKOM Jambi sekaligus kepala Badan Penjaminan Mutu Stikom Dinamika Bangsa. 

Kabinet Kerja Jokowi Berbatik Saat Dilantik

Kabinet Kerja Jokowi-JK. Foto Antara
Ini Kata Desainer Indonesia

Jakarta-Setelah mengumumkan susunan menteri dalam pemerintahannya yang bernama Kabinet Kerja, Senin (27/10) Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi melantik ke-34 menteri tersebut di Istana Negara, Jakarta Pusat. Pelantikan anggota kabinet yang biasanya identik dengan setelan formal kemeja, dasi, dan jas itu kini telah tergantikan dengan kehadiran batik sebagai dress code.

Era Soekamto yang merupakan desainer kenamaan Indonesia menyambut baik ide Jokowi dalam penggunaan batik untuk foto resmi para menteri tersebut. Wanita yang sudah berkecimpung di dunia fashion selama lebih dari 15 tahun ini mengatakan memang sudah sepatutnya seorang presiden mempunyai visi misi yang jauh ke depan dalam membawa batik agar lebih dikenal lagi hinggal bahkan di dunia internasional.

“Jadi saya rasa Presiden Joko Widodo ingin memberdayakan apa yang Indonesia miliki tanpa bergantung kepada aset-aset yang dimiliki oleh negara lain. Dalam hal ini adalah batik yang memang merupakan hasil karya orang Indonesia," tutur desainer dari rumah mode Iwan Tirta  Senin (27/10).

Tiga Menteri Ikuti Jejak Sang Ayah



Lukman Hakim

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro
Indroyono Soesilo
Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 34 menteri yang duduk di Kabinet Kerja periode 2014-2019, Senin (27/10). Ada tiga orang yang merupakan anak dari mantan menteri. Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, dan Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Lukman Hakim adalah putra KH Saifuddin Zuhri, yang merupakan menteri agama ke-9 Indonesia. Dia menjabat pada tahun 1962-1968 di era pemerintahan Presiden Sukarno.

Pria kelahiran 25 November 1962 itu merupakan lulusan Universitas Islam As-Syafi'iyah Jakarta. Ia memiliki karier yang panjang di legislatif. Lukman telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat sejak 1997 dan juga pernah menjadi Ketua Fraksi PPP serta anggota Tim Kuasa Hukum DPR.

Sementara Indroyono Soesilo adalah anak mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Soesilo Soedarman. Indroyono dipanggil kembali ke Indonesia oleh Presiden Jokowi.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Dirjen FAO PBB di Roma. Indroyono merupakan satu-satunya orang Indonesia di top executive FAO (Badan Pangan Dunia) PBB di Roma, Italia. Pria kelahiran 27 Maret 1955 ini sebelumnya juga berkarier di bidang kelautan dan perikanan.

Konflik Pesantren, Kapolda Perintakan Personil Siaga

Selamat Datang Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman
Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Sudarisman (kiri)
JAMBI-Konflik antara Ninik Mamak dengan pihak Pesantren Nurul Haq, Desa Lubuk Mayan Kecamatan Rantau Pandan, Kabupatem Muaro Bungo, Minggu (26/10) pukul 19.000 Wib mencekam. Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman meminta aparat kepolisian untuk siaga di lokasi. 

Konflik ninik mamak Desa Lubuk Mayan yang meminta salah satu pengajar untuk meninggalkan pondok pesantren, diduga dipicuh persoalan salah seorang ustad salah mendidik para santri. Guna mengantisipasi konflik tersebut, Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman memerintahkan aparat Polres setempat untuk berjaga ekstara ketat agar konflik tidak terulang.

Pemicu yang dipersoalkan para Ninik Mamak Desa Lubuk Mayan tersebut diduga Ustadz Rasyid, yang diminta untuk keluar dari Ponpes tersebut. Tidak menjalankan tugas sebagai pendidik dalam agama Islam yaitu saat belajar di Bulan Ramadhan, santri cuma dua kali melaksanakan sholat tarawih.

Samad akan Buka Calon Menteri Jokowi yang Diberi Catatan KPK

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Presiden Joko Widodo (kelima kiri bawah), Wakil Presiden Jusuf Kalla (keenam kanan bawah), Ibu Negara Ny. Iriana Widodo (keenam kiri bawah) dan Ibu Mufidah Kalla (kelima kanan bawah) bergegas usai berfoto bersama dengan Menteri Kabinet Kerja beserta pendampingnya usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10). Kabinet Kerja terdiri dari 34 orang menteri.
Abraham Samad: Tak Mungkin Saya Dipilih Jadi Jaksa Agung

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta bantuan KPK untuk melacak rekam jejak para menteri yang dipilih untuk membantunya. KPK pun mengantongi rekam jejak semua menteri Jokowi. Ketua KPK Abraham Samad berjanji akan membuka rekam jejak menteri-menteri itu dua hari lagi.

IKHWANUL K, Jakarta

“‎Yang perlu saya perjelas biar clear bahwa ada 80 nama yang dikirim ke KPK dan lebih dari 10 yang diberi catatan. Oleh karena itu saya nggak bisa mengingatnya. ‎Tapi kalau anda memberi saya waktu satu dua hari untuk membuka filenya lagi, Insya Allah akan saya buka dan saya beri tahu kepada anda (media)," kata Ketua KPK, Abraham Samad usai melantik Sekjen baru di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (27/10).

Kasus Guru Tampar Siswa SD 18 Kota Jambi

Tindak Tegas Guru Penganiaya Murid


JAMBI-Seorang guru seharusnya panutan bagi muridnya. Seorang guru juga selayaknya memberikan contoh yang baik dalam segala hal. Termasuk etika dalam menghadapi permasalahan yang bisa menyulut emosi. Kasus guru menampar murid ini terungkap saat Yeni (31) warga RT 19 Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Jumat (24/10) lalu melaporkan oknum guru SD 18 Kota Jambi ke Mapolresta Jambi kerana anaknya AF (6) ditampar oleh oknum guru tersebut.

‎Menanggapi kasus itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Rifai meminta guru untuk lebih bisa menahan emosinya terhadap siswa. ‎Menurutnya, kasus guru yang menampar siswa di SD 18 adalah karena faktor kekhilafan semata.

“Namanya manusia punya kekhilafan. Tapi saya yakin niatnya baik. Tapi karena emosi tanpa disadari itu terjadi. Setiap ada pertemuan selalu saya sampaikan pada guru bahwa dunia pendidikan sekarang sudah berbeda dengan pada zaman dulu.‎ Dulu salah sedikit jewer. Sekarang kan terbawa-bawa. Jadi guru mohon setiap emosional jangan menyentuh anak didik kita. Apakah dengan teguran. Dak usah lagi dengan fisik," tegas Rifai, Senin (27/10).

Terkait guru yang dilaporkan ke Polsek Jelutung itu ia mengaku akan segera memanggilnya dan mendengar ceritanya langsung dari guru yang bersangkutan.

Susi Pudjiastuti, Kisah Menteri Penyandang Cuma Ijazah SMP

Susi Pudjiastuti
Memulai Karier Sebagai Pengepul Ikan di Pangandaran

Susi Pudjiastuti kini menjadi buah bibir media. Dia menjadi satu-satunya menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ini tidak lulus SMA, alias cuma berijazah SMP.

Rosenman MANIHURUK, Jambi

Seperti dilansir salah satu media online, Susi Pudjiastuti bukan tanpa sebab kenapa hanya berijazah SMP. Dia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2 di SMAN I Yogyakarta setelah dikeluarkan oleh sekolah karena aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Pada tahun 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput adalah hal yang terlarang.

Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memulai profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Dengan modal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi memulai bisnisnya. Pada 1996 dia kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand".

Susi Pudjiastuti
Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Walaupun hanya lulusan SMP, Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.