Senin, 07 September 2020

St Berlin Manihuruk (TKG) Sang Pemburu Babi Hutan Menjadi “Pemburu” Manusia

St Berlin Manihuruk (TKG)-HUT KE 77 -Senin 7 September 2020.

Hutaimbaru-Seorang pemburu babi hutan dengan alat tombak serta dikawani oleh sejumlah anjing terlatih, merupakan suatu hobi profesi yang cukup unik. Namun hal itu dilakukan karena hobi yang mendarah daging dan juga untuk mata pencaharian. Namun seorang pemburu babi hutan itu, beralih telah lama menjadi “pemburu” manusia untuk diajak mengenal Injil di Kampung Halaman.

Adalah St Berlin Manihuruk, atau akbrab dengan sebutan gelar (TKG-Tukang Gambar/Tukang Gimbal) di Haranggaol sekitarnya. Masa mudanya penuh dengan dunia pasaran, preman dan mudah bergaul dengan siapa saja. 

Bahkan sampai-sampai gelar TKG (Tukang Gimbal) melekat padanya karena tak segan-segan melumpuhkan preman-preman saat Haranggaol masih jadi pusat perdagangan di seputaran Danau Toba. Bahkan preman menggunakan senjata tajampun sekejab lumpuh dibuatnya. Juga Polisi enggan melerainya jika TKG sudah beraksi melumpuhkan preman-preman di Haranggaol kala itu. 

Sebutan TKGpun melekat pada St Berlin Manihuruk hingga kini. Padahal gelar TKG itu awalnya Tukang Gambar, karena St Berlin Manihuruk merupakan seorang fotografers cetak hitam putih keliling dan satu-satunya fotografers yang membuka studio foto di Haranggaol pada medio 19600an-1970an.

Suatu profesi yang dipelajari secara otodidak saat berada di Kota Bandung selama beberapa tahun kala itu. Pernah jadi fotografers, kernek angkutan kota, pemburu babi hutan, tukang, nelayan, peternak ayam, bertani bahkan jadi preman. Tak kalah ketinggalan suka main kartu soki dan catur di kedai.

Namun pada 1967-1970 St Berlin Manihuruk, putra sulung dari pasangan (Alm) St Efraim Moradim Manihuruk/ (Alm) Ronta Porman Br Haloho ini  terpanggil jadi Guru Sekolah Minggu di GKPS Hutaimbaru dan mengikuti jejak pelayanan injil sang Ayah St Efraim Moradim Manihuruk yang membawa Injil ke Haranggaol, Sihalpe dan Hutaimbaru.

Kemudian putra sulung dari 11 bersaudara inipun aktif dalam pelayanan di GKPS Hutaimbaru. Terpilih jadi Syamas, Sintua, Jadi Pengantar Jemaat dan Perutusan Sinode Bolon GKPS. 

St Berlin Manihuruk, yang tamatan Sekolah Rakyat (SR) ini, jika dalam Sidang Sinode Bolon, tak segan-segan bersuara diforum terhormat GKPS ini. Bahkan St Berlin Manihuruk terkenal sebagai Porhanger GKPS yang vocal dan kritis.   

St Berlin Manihuruk juga dikenal sebagai Porhanger GKPS yang kontraversial. Pasalnya jika ada Pendeta GKPS Resort Tongging yang berhalangan hadir untuk melayani Pembaptisan Kudus, Angkat Sidi dan bahkan Pernikahan di GKPS Hutaimbaru, St Berlin Manihuruk tak segan-segan untuk menggantikan tugas dari Pendeta tersebut. 
“Pendeta juga ini yang dibacakan dalam Pembaptisan, Angkat Sidi, dan Pernikahan. Jika yang bersangkutan bersedia, saya mengambil alih tugas Pendeta yang berhalangan tersebut,” ujar St Berlin Manihuruk saat pernah bercerita kepada Penulis.

Menurutnya, sulit mengajak orang untuk bergereja apalagi di kampung-kampung. Dengan memudahkan pelayanan bagi mereka. Sehingga kemudahan pelayanan gereja menimbulkan kerinduan untuk bergereja.

Aktif sebagai “Siparambilan” di GKPS Hutaimbaru masih dilakukan St Berlin Manihuruk meski sudah memasuki usia 77 Tahun pada Senin 7 September 2020 ini. Kotbahnya selalu berapi-api dengan suara yang lantang. 

Seorang pemburu babi hutan yang selalu bersama dengan Lawei Kandungnya (Alm) St Jahudi Damanik-Urung Bayu) saat berburu babi hutan kala itu, kini sudah puluhan tahun sebagai “pemburu” manusia untuk mengenalkan Iljil kepada masyarakat se kampung.

St Berlin Manihuruk, seorang Ayah yang hebat yang kerap memberikan kepercayaanm diri kepada 9 anaknya sejak dari kecil hingga berani merantau dan berjibaku dalam hidup. Sosok St Berlin Manihuruk bagi-anak-anaknya, sebagai Ayah yang menanamkan sifat Kejujuran sejak anaknya kecil.

Seorang Ayah yang tak pernah memukul 9 (St Radesman Saragih Manihuru S Sos, Dormantuah Saragih Manihuruk, St Fujidearman Saragih Manihuruk, Vindariana Br Saragih Manihuruk, Sy Rosenman Saragih Manihuruk, Sy Lamhot P Manihuruk, Okto Tako Budijaya Saragih Manihuruk, Rodo Timbul Saragih Manihuruk, Marolob Hasiholan Manihuruk) anaknya dengan telapak tangan sendiri.

Hingga usia 77 tahun, suami dari Anta Br Damanik (78) ini, masih sehat-sehat dan tetap melayani di GKPS Hutaimbaru. Bahkan ingin pensiun dari “siparambilan” di GKPS Hutaimbaru, namun Majelis GKPS Hutaimbaru tak mengijinkannya.

St Berlin Manihuruk kini diKaruniai 17 Pahompu (cucu), 10 cucu laki-laki, 7 cucu perempuan. Pada 27 Desember 2018 lalu, St Berlin Manihuruk/ Anta Br Damanik telah mendapat “Panganan Namalum” dari anak-anaknya. 

Suatu berkat Tuhan yang luar biasa, jika hingga Usia 77 tahun ( 7 September 2020) St Berlin Manihuruk diberikan kesehatan yang luara biasa oleh Tuhan Maha Pengasih. 

Selamat Ulang Tahun Ayah Kami Tercinta St Berlin Manihuruk. Sosok Ayah yang Kami Kagumi Yang Menanamkan Kami Kejujuran dan Semangat Perjuangan Hidup dan Kesetiaan Dalam Pelayanan.     
Pernah Masuk Buletin AB GKPS Mei 2015 Dalam Rubrik “Hanima do Saksing Ku”.
Goran             : St Berlin Manihuruk
Tubuh             : Haranggaol, 7 September 1943
Jemaat            : GKPS Hutaimbaru, Resort Tongging, Distrik III
Ayat Omas     : Roma 12: 12
Doding Harosuh: Haleluya No 355: 1+4
Pangidagion   : -1967-1970 Guru Sekolah Minggu
                        -1967-1970 Guru Sekolah Minggu
                        -1983-1987 Tarpillit Jadi Syamas
                        -1983-1987 Guru Sekolah Minggu
                        -1987          Tarpillit Jadi Sintua
                        -1990-1995 Pengurus GKPS Resort Tongging
                        -1995- Ipasupasu Jadi Sintua
                        -1995-2000-2005 Tarpillit Jadi Pengantar Jemaat GKPS Hutaimbaru
                        -1995-2000 Perutusan Sinode Bolon
                        ¬-2005-2010-Tarpillit Use Perutusan Sinode Bolon
 
Motto Hidup  : “Maju Tak Gentar, Membela yang Benar”.  

(Penulis Asenk Lee Saragih, Anak Kelima Dari 9 Bersaudara)


Kamis, 27 Agustus 2020

Harapan Orang Simalungun Perantau Terhadap Pilkada Simalungun 2020

Dr Amin Sararagih Manihuruk Drs,  MS.(Dok)

Jakarta, BS
-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, termasuk Pilkada Simalungun tak lama lagi yakni 9 Desember 2020. Setidaknya sudah empat pasangan calon Bupati Simalungun sudah mendeklarasikan diri. Orang Simalungun perantauan berharap proses Pilkada Simalungun berjalan dengan demokratis dan jauh dari unsure politik uang. Sehingga calon pasangan Bupati Simalungun nantinya yang terpilih fokus untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. 

Lalu bagaimana harapan Orang Simalungun perantauan terhadap pelaksanaan Pilkada Simalungun! Berikut ini wawancara khusus Penulis dengan Dr Amin Sar Manihuruk Drs, MS, mantan pejabat Kementerian Kominfo RI, Kamis (27/8/2020).

“Pilkada itu apa dan untuk siapa? Pertanyaan itu tetap penting dikumandangkan dan tentunya tidak hanya diperyanyakan tapi yang lebih penting harus dijawab secara benar dan jujur. Pilkada diadakan lima tahun sekali sebagai perwujudan negara demokrasi, dimana sebagaimana diatur dalam konstitusi NKRI bahwa kedaulatan sepenuhnya di tangan rakyat,” demikian kata Dr Amin Sar Manihuruk Drs,  MS.

Menurut  Doktor Lulusan Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran Bandung ini, dengan demikian, maka kekuatan yang besar itu ada di tangan rakyat. Dengan posisi rakyat yang penting dan tinggi itu, maka pada masa-masa Pilkada, rakyat didekati oleh Partai Politik (Paslon-Paslon) dengsn berbagai cara.

“Ada yang menggunakan cara terhormat (persuasive, edukatif). Tapi tidak sedikit yang menggunakan cara-cara yang tidak mendidik (menghalalkan segala cara demi tujuan). Misalnya dengan mendekati rakyat atau pemilih dengan memberikan  imbalan tertentu atau janji-janji palsu,” ujar pria perantau asal Dusun Hutaimbaru, Desa Sibangun Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun ini.

Menurut suami dari Dr Sally Astuty W Br Purba Pakpak ini, cara-cara yang terakhir itu, adalah dosa yang tidak terampunkan. Andaikan-pun menang dalam Pilkada, besar kecenderungannya tidak akan bisa mensejahterakan rakyatnya, karena hukum ekonomi berlaku. 

“Mengeluarkan modal berapa dan modal yang dikeluarkan harus kembali. Nah bagaimana dengan Pilkada di kampung halamanku di Kabupaten Simalungun kali ini? Kami orang-orang Simalungun di perantauan sangat mengharapkan, baik proses maupun hasil Pilkada nanti haruslah bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, maju,” terangnya. 

“Silahkan yang berniat mau memimpin Kabupaten Simalungun, siapa saja yang mempunyai kompetensi kepemimpinan modern yang respek dengan hasil penelitian ilmiah dan paham betul tentang kondisi mayoritas masyarakat Simalungun. Yang paham betul dengan akar budaya Simalungun (respek dengan kedamaian, tidak suka grasa-grusu),” katanya.

Menurut Dr Amin Sar Manihuruk, yang harus diingat oleh para Paslon Pilkada di Simalungun adalah bahwa sekarang ini adalah "Era Keterbukaan" (baca UU Nomor 14 tahun 2008) tentang Keterbukaan Informasi Publik. Masyarakat harus diberikan Informasi secara terbuka mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada distribusi hasil pembangunan. Informasi-informasi itu adalah hak masyarakat dan pejabat publik wajib menyebarluaskannya kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi, itu antara lain yang diatur dalam UU tentang Keterbukaan informasi Publik (KIP) tersebut. 

“Jika pejabat publik tidak bisa menjelaskan perencanaan pembangunan dan proses pelaksanaan pembangunan, maka bisa dipidana. Kepada bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sangat berniat memimpin Kabupaten Simalungun kami mengucapkan selamat berjuang. Siapapun pemenangnya jadilah pemenang dengan cara yang terhormat. Dan kepada masyarakat Simalungun pilihlah Paslon yang punya tract record yang baik. Tidak ada cacat hukum dan cacat sosial (tidak dikenal masyarakat Simalungun),” pungkas  Amin Saragih Manihuruk yang tinggal di Ulujami, Jakarta Selatan ini.

Seperti diketahui, pada Pilkada Simalungun 9 Desember 2020 mendatang, setidaknya sudah ada empat bakal pasangan calon (Bapslon) mereka adalah Irjen Pol (Purn) Wagner Damanik-Abidinsyah Saragih (Jalur Independen), St Radiapoh Hasiholan Sinaga SH-Zonny Waldi (Golkar-Hanura-Berkarya), Bapaslon H Anton Saragih-Ir Rospita Sitorus (PDIP-PAN), Kemudian Bapaslon H Mujahidin Nur Hasim-Tumpak Siregar (Demokrat-Gerindra).(Asenk Lee Saragih)

Senin, 24 Agustus 2020

Selamat Ulang Tahun Ke 6 Trionel Aguero Manihuruk

Selamat Ulang Tahun Adek Onel, Sehat Sehat, Panjang Umur, Tetap Jadi Anak Berkarakter Baik. Syukuran Seserhana Menikmati Berkat Tuhan Maha Pengasih. Senin, 24 Agustus 2020.


 

Selasa, 18 Agustus 2020

Trionel Aguero Manihuruk Ikut Hormat Bendera di HUT RI Ke 75

 

Merdeka Menjaga Keberagaman.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan tengkuluk, pakaian adat Jambi, saat mengikuti upacara peringatan detik-detik hari ulang tahun ke-75 RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020).(IST)


Puan Maharani Kenakan Tekuluk, Gubernur Jambi dan Ketua DPRD Beri Apresiasi

BERITAKU-Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan tengkuluk, pakaian adat Jambi, saat mengikuti upacara peringatan detik-detik hari ulang tahun ke-75 RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020).

Tengkuluk berarti penutup kepala dan sering disebut takuluk atau kuluk. Selain berfungsi sebagai salah satu pelengkap busana tradisional, tengkuluk juga bisa digunakan saat acara formal, pesta adat serta pelindung kepala saat di ladang.

Seiring bergulirnya waktu, fungsi tengkuluk tidak sekadar penutup kepala saja, tetapi sebagai alat atau penunjuk agama dan status sosial. Hingga kini, tengkuluk masih tetap setia menjadi simbol kecantikan dan keluhuran budi wanita Melayu Jambi.

Mengetahui hal itu, Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto (PDIP) memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang mengenakan tengkuluk, pakaian adat Jambi, saat mengikuti upacara peringatan detik-detik hari ulang tahun ke-75 RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020).

“Kita bangga lewat pakaian adat yang dikenakan Ketua DPR RI, Provinsi Jambi bisa dikenal luas secara nasional dan juga suatu kebanggan Provinsi Jambi yang memiliki pakaian adat yang beragam dan indah,” ujar Gubernur Jambi H Fachrori Umar didampingi Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto usai mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 75 di lapangan Kantor Gubernur Jambi, Senin (17/8/2020).

Sementara itu, pemandangan menarik dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Istana Merdeka, Jakarta, Ketua DPR Puan Maharaniterlihat dengan tampil indah dan cantik mengenakan Tekuluk Bai Bai, pakaian adat dari Jambi.

Dalam busana adat Jambi yang dikenakan, Puan memilih perpaduan warna merah, hitam, dan emas. Penampilan Putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini sontak mengundang perhatian warganet.

"Kami sangat mengapresiasi pilihan Puan mengenakan pakaian adat Jambi dalam acara sakral kenegaraan seperti saat ini. Karena apa yang dilakukan oleh cucu dari pendiri bangsa Bung Karno tersebut telah mengangkat nama Jambi di mata nasional," tutur Ketua Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Jakarta, Muslimin Tanja, Senin (17/8/2020) seperti dilansin SindoNews.com.

Sebagai warga Jambi, Muslimin sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kesediaan Puan memakai pakaian adat Jambi.

Dia menjelaskan, Tekuluk merupakan salah satu warisan tradisi kebudayaan sekaligus bukti sejarah Bangsa Melayu di Jambi. Tekuluk yang berfungsi sebagai penutup kepala bagi kaum wanita ini merupakan pakaian tradisional yang dulu dikenakan dalam keseharian seprti mengurus rumah, ke ladang, kenduri, acara keluarga, dan lain sebagainya.

Memang setiap wilayah di Jambi memiliki model Tekuluk yang berbeda. Setiap model Tekuluk juga memiliki makna filosofis dan ada nilai tersendiri.

 "Sebenarnya banyak hal dari Jambi seperti khasanah kebudayaan, adat istiadat dan potensi alam serta wisata yang layak diketahui orang luar Jambi. Kami berharap potensi Jambi ini bisa diangkat dan dilihat oleh publik luas hingga mancanegara," tutur Muslimin. (JP-Asenk Lee)


Rabu, 22 Juli 2020

Ibuku Jadi Guruku Selama Pandemi Covid 19, Belajar di Rumah

Trionel Aguero Manihuruk Belajar di Rumah.
BERITAKU-Ditengah masih pandemi Covid-19 dan Kota Jambi masih zona kuning, sehingga memaksa proses belajar mengajar bagi Peserta Anak Didik Baru SD (Sekolah Dasar) dilakukan secara daring (dalam jaringan) di rumah masing-masing anak didik. 

Seperti Trionel Aguero Manihuruk saat memasuki SD Kelas I di SD Xaverius 2 Kota Jambi pada 16 Juli 2020. Perkenalan anak didik baru dilakukan dengan daring, juga belajar mengajar dilakukan di rumah. 

Petunjuk belajar dikirimkan oleh guru lewat group WhatsApp dan orang tua murid mendampingi anak mereka belajar di rumah. Kemudian video dan voto dikirimkan ke guru masing-masing. hal inilah yang dilakukan Trionel bersama Mamaknya Lisbet Sinaga setiap hari. 

Semoga Covid-19 segera berlalu, agar proses belajar mengajar dilakukan di sekolah. Kerinduan murid juga sangat ingin berkumpul dan berkenalan dengan teman-teman sekolahnya. Semoga. (Asenk Lee Saragih)


Daftar Lagu Ciptaan St Radesman Saragih S Sos

Sabarma Ham Inang (Corona)
BERITAKU, Jambi-Selain jago menulis aktif sebagai Jurnalis Harian Suarapembaruan (Berita Satu Holding) di Jambi, ternyata St Radesman Saragih Manihuruk S Sos juga memiliki bakat lain yakni mencipta lagu. 

Setidaknya St Radesman Saragih S Sos, putra sulung dari 9 bersaudara anaknya St Berlin Manihuruk/ Anta Br Damanik ini sudah menciptakan 5 lagu Pop Rohani Simalungun dan Pop Simalungun. 

Seperti Lagu "Pesta Kuria" dinyanyikan Ramawati Saragih, Musik Beldi Sinaga, "Pangindoan", dinyayikan oleh Medio Purba, Musik Medio Purba.

Juga Lagu berjudul "Sabarma Ham Inang" dinyanyikan Landur Voice Trio (Putra Girsang-Brandy Siboro-Anggiat Silalahi) dengan musik Fahmi Sigumonrong, "Siholan Bani Inang" dinyayikan oleh Nuriati Br Girsang (Nunung) dengan musik Fahmi Sigumonrong.

Kemudian ada Lagu "Sabah Ham Inang (Corona)" yang dinyanyikan oleh St Radesman Saragih, Juga Asenk Lee Saragih dalam bentuk video YouTube. 
    

Rabu, 24 Juni 2020

Trionel Aguero Manihuruk Lulus Dari TK Methodist Jambi









Upload Video ke YouTube Bisa Melanggar Hak Cipta

Kolase Dari Channel Asenk Lee Saragih Manihuruk
Jambi-Merekam dan mempublikasikan video yang terkait orang lain harus mengantongi izin sekalipun video tersebut tidak memiliki manfaat ekonomi. Hati-hati jika anda ingin mengupload video ke Youtube. Jika video tersebut terkait dengan orang lain, maka anda bisa saja melanggar hak cipta. 

Menurut UU No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

YouTube adalan platform digital berbasis internet yang menyajikan berbagai kemudahan kepada publik untuk menikmati konten video secara gratis. Tak hanya menjadi penikmat video yang tersaji di dalamnya, situs web ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video secara praktis.

Kehadiran YouTube juga menghadirkan konten kreatif yang dihasilkan oleh pengguna atau yang dikenal dengan YouTuber. Istilah ini tak muncul begitu saja. Youtuber lahir dari pengguna Youtube yang giat membagikan video ke channel pribadi yang sudah disediakan. Adapun isi videonya bervariasi, sesuai dengan hobi dan kepentingan dari si pengguna.

Saat ini, YouTuber bisa disebut sebagai salah satu profesi yang cukup menggiurkan. Youtube kini menjadi lahan industri sendiri yang memungkinkan penggunanya untuk menadapatkan income atau disebut dengan monetizing. 

Lewat skema ini, Youtube mendapatkan izin untuk menyelipkan iklan di video yang anda upload, dan pengguna akan mendapatkan bagian 45 persen dari iklan, sementara 55 persen sisanya untuk Youtube.

Namun persoalan mencari income tentunya tak boleh melanggar aturan yang sudah ada. Maksudnya, jika kontent atau video yang diupload oleh si Youtuber adalah hasil dari kreatifitas pribadi, maka hal itu tentu tak menjadi persoalan. 

Tapi bagaimana jika konten yang di upload melibatkan orang atau hasil karya orang lain? Apakah ada konsekuensinya? Jawabnya, ada!

Contoh sederhananya adalah ketika anda merekam sebuah performance musik. Kemudian hasil rekaman itu diupload ke channel Youtube milik pribadi (reproduksi). Pada kasus seperti ini, si pengguna melanggar tiga poin sekaligus terkait hak cipta.

Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Irfan Aulia, mengatakan rekaman yang sudah terbuka ke ranah publik menimbulkan konsekuensi. 

Dalam contoh kasus tersebut, hak reproduksi menjadi bagian dari hak cipta. Sehingga si pengguna Youtube harus bertanggung jawab atas seluruh video yang telah di publish, apalagi ketika hasil rekaman tersebut menghasilkan pundi-pundi uang dari monetizing.

Tiga pelanggaran yang sudah pasti dilakukan dalam contoh kasus tersebut adalah terkait hak pemilik acara, hak pemilik lagu, dan hak performance.

“Jadi sebetulnya ada tiga pelanggaran, satu hak pemilik lagu, dua hak penyelenggara, tiga hak performance karena tidak ada izin,” kata Irfan, dalam sebuah acara diskusi.

Maka, agar terhindar dari pelanggaran mengenai hak cipta, pengguna youtube sebaiknya membuat clearance atau izin kepada pemilik hak sebelum melakukan publikasi. 

“Kalau konten video itu tidak menimbulkan manfaat ekonomi, apakah tetap melanggar hak cipta? Sebenarnya enggak begitu, kecuali si perekam punya izin, nah ini ceritanya beda. Kalau merekam enggak punya izin dan cuma keperluan pribadi, ya artinya enggak perlu di publis ke konten atau platform yang bisa di akses pulbik,” tambahnya.

Sementara IP and Entertainment Lawyer, Riyo Hanggoro Prasetyo, mengatakan ketika seseorang melakukan fiksasi atau perekaman suara yang dapat didengar, perekaman gambar atau keduanya, yang dapat dilihat, didengar, digandakan, atau dikomunikasikan melalui perangkat apapun, maka selayaknya yang bersangkutan harus mengantongi izin atau persetujuan dari pihak yang menjadi objek di dalam video.

“Apalagi jika ingin dipublish di platform seperti Youtube dan ada monetizing dari sana, maka itu akan dipertanyakan clearance-nya seperti apa,” kata Riyo pada acara yang sama.

Riyo menegaskan, sekalipun publikasi atas video tersebut tidak bersifat komersil, hal itu tidak melegalkan seseorang melakukan rekaman yang terkait dengan orang lain dan mempublikasinnya. Pasalnya, UU Hak Cipta sendiri mengatur bahwa setiap pribadi memiliki hak untuk melarang orang lain untuk tidak mempublikasikan konten yang terkait dengan dirinya.

“Sekalipun itu tidak komersil. Enggak komersil itu dari mana? Kalau enggak komersil itu, kita pake logika, kamu rekam dan ditaruh ke hp sendiri itu enggak komersil. Cuma kalau kita bilang enggak komersil tapi itu kita taruh di youtube terus tiba-tiba kita mendapatkan followers apakah itu tidak komersil?” ungkapnya.

Riyo menegaskan, ada atau tidak monetizasi atau manfaat ekonomis dari suatu video yang di-upload ke Youtube, hal itu tidak menghilangkan hak ekonomi terhadap penggunaan video itu sehingga tetap diperlukan clearance. 

Pemahaman ini, lanjutnya, membuat banyaknya pelanggaran hak cipta yang terjadi. Untuk meminimalisir hal tersebut, diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelanggaran hak cipta, terutama dalam publikasi video ke Youtube.

“Ini semacam, akan sulit jika kita melakukan penegakan hukum untuk begitu banyak pelanggaran. Makanya kita perlu banyak mensosialisasikan ini supaya orang bisa aware ini sebenarnya dilarang. Letak masalahnya karena sudah sering dilakukan pembiaran sehingga orang berkali-kali jadi seperti itu enggak masalah karena dianggap enggak melanggar hukum, padahal sebenarnya melanggar. Jadi ini tugas kita bersama untuk saling mengingatkan,” jelasnya.

Kasubdit Pelayanan Hukum dan Lembaga Manajemen Kolektif Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Agung Darmasasongko, mengatakan bahwa kegiatan merekam suatu pertunjukan diatur dalam Pasal 23 UU Hak Cipta. Dalam pasal itu disebutkan bahwa orang yang direkam memiliki hak untuk melarang proses rekaman tersebut. Intinya, jika ingin tetap merekam, maka harus mengantongi izin meski video itu pada akhirnya tidak bernilai ekonomi.

Jika perekaman video itu diperuntukkan demi kepentingan komersil, maka jelas si perekam melakukan pelanggaran hak cipta. Hal tersebut diatur dalam Pasal 9 ayat (2) UU Hak Cipta. Selain harus meminta izin, si perekam dan pengupload video harus membayar royalti sesuai dengan aturan.

Pasal 9:
Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta.

Pasal 23:
Pelaku Pertunjukan memiliki hak ekonomi.
Hak ekonomi Pelaku Pertunjukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi hak melaksanakan sendiri, memberikan izin, atau melarang pihak lain untuk melakukan:

Penyiaran atau Komunikasi atas pertunjukan Pelaku Pertunjukan;
Fiksasi dari pertunjukannya yang belum difiksasi;

Penggandaan atas Fiksasi pertunjukannya dengan cara atau bentuk apapun;

Pendistribusian atas Fiksasi pertunjukan atau salinannya; penyewaan atas Fiksasi pertunjukan atau salinannya kepada publik; dan penyediaan atas Fiksasi pertunjukan yang dapat diakses publik.
Penyiaran atau Komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a tidak berlaku terhadap: hasil Fiksasi pertunjukan yang telah diberi izin oleh Pelaku Pertunjukan; atau Penyiaran atau Komunikasi kembali yang telah diberi izin oleh Lembaga Penyiaran yang pertama kali mendapatkan izin pertunjukan.

Pendistribusian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d tidak berlaku terhadap karya pertunjukan yang telah difiksasi, dijual atau dialihkan.

Setiap Orang dapat melakukan Penggunaan Secara Komersial Ciptaan dalam suatu pertunjukan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Pencipta dengan membayar imbalan kepada Pencipta melalui Lembaga Manajemen Kolektif.

“Kalau sudah merekam secara diam-diam, itu bisa komplain tidak boleh ditayangkan, jadi tetap harus minta izin sebetulnya. Kalau dia sudah ada keuntungan secara komersial itu sudah harus minta izin dan membayar royalti sesuai dengan perjanjian yang berlaku,” pungkasnya.(Sumber: www.hukumonline.com)

Jumat, 19 Juni 2020

In Memoriam 1 Tahun St RK Purba Pakpak, Bapak Pembangunan dan Misionaris GKPS dari Jambi



Bapak Pembangunan dan Misionaris GKPS dari Jambi

Jambipos, Jambi-Dia berusaha jongkok dan membungkuk dalam kondisi fisik yang sudah tua dan sakit, lalu menaruh batu-bata di galian berbentuk salib di depannya. Sebelum menaruh semen di atas batu-bata tersebut, sejenak Dia menutup mata dengan tangan kiri sembari menangis. Kemudian Dia mengambil semen menggunakan sendok semen dan menaruhnya di atas batu-bata yang terletak di dalam galian berbentuk salib tersebut. Polesan semen yang ditaruhnya di atas batu-bata tersebut pun tampak cukup rapi.


Demikianlah St Raja Kumpul (RK) Purba Pakpak melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Jambi di komplek gereja Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (16/06/2019) siang yang juga bertepatan dengan HUT Ke 69 Istri tercinta Inang P Sitepu.


St RK Purba yang merupakan mantan Pengantar Jemaat (Ketua Majelis Jemaat) GKPS Jambi selama 13 tahun turut melakukan peletakan batu pertama gedung gereja GBKP Jambi tersebut mewakili undangan dan penatua senior yang selama ini juga turut mendukung pelayanan dan pembangunan GBKP di Jambi.


Kehadiran St RK Purba pada peletakan batu pertama pembangunan GBKP Jambi tersebut ternyata menjadi pengabdian terakhirnya  dalam pelayanan gereja. Pada hari Senin (17/06/2019) Pukul 18.20 WIB di RS Siloam Kota Jambi, St RK Purba yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan GKPS di Jambi pergi untuk selamanya. 

“Ompung” orang Jambi tersebut meninggalkan isteri (inang), P Br Sitepu, lima orang anak (satu putra, empat putrid), seorang parumain dan empat orang hela dan 12 orang cucu.

In Memoriam 1 Tahun St RK Purba Pakpak (Senin 17 Juni 2019 Pukul 18.20 WIB-Rabu 17 Juni 2020). Ketokohannya selalu dikenang bagi yang mengenalnya. St RK Purba Pakpak salah satu tokoh Putra Simalungun Pekabaran Injil di Tanah Melayu Jambi.


Sangat Melekat


Sosok St RK Purba memang sangat melekat dalam perkembangan GKPS dan beberapa gereja di Jambi. Kiprah dan kontribusinya dalam pembangunan dan pengembangan pelayanan GKPS di Jambi cukup banyak. 


St RK Purba yang lahir di Desa Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, 12 Februari 1939 termasuk seorang dari tujuh tokoh Simalungun Kristen di Jambi yang turut mendirikan GKPS Persiapan Jambi di Kota Jambi Maret - April 1983.


Peranan St RK Purba dalam pembangunan gedung Gereja GKPS Jambi sangat besar ketika Dia diangkat menjadi Seksi Dana Panitia Pembangunan Gedung GKPS Jambi 1984 – 1986. St RK Purba yang menikah dengan Inang P Br Sitepu asal Kabanjahe, Karo, Sumut menjadi penopang utama kebutuhan dana pembangunan GKPS Jambi.


Setelah gedung Gereja GKPS Jambi di Kotabaru, Kota Jambi diresmikan Minggu, 27 April 1986 bersamaan dengan persemian GKPS Persiapan Jambi menjadi GKPS Jambi, St RK Purba tetap konsisten berkiprah atau berkontribusi dalam pembangunan gereja di Jambi, khususnya GKPS Jambi.


Tidak hanya itu. Pengembangan Pekabaran Injil (PI) GKPS di Jambi dan Sumatera Selatan pun terus diperluas setelah St RK Purba masuk jajaran Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Jambi. Ketika St RK Purba menjadi Wakil Pengantar Jemaat GKPS Jambi periode 1990 – 1995 mendampingi Pengantar Jemaat GKPS Jambi periode tersebut, St Ir Karesman (K) Saragih, pendirian GKPS Persiapan di wilayah Kabupaten Bungo – Tebo dan Sarolangun – Bangko pun dijajaki. Akhirnya GKPS Persiapan Muarabungo, Kabupaten Bungo pun berdiri tahun 1990.


Selanjutnya setelah St RK Purba menjadi Pengantar Jemaat GKPS Jambi 1992 – 1995 pergantian antar waktu (PAW) menggantikan St K Saragih yang pindah ke Bogor, Jawa Barat, beberapa gereja GKPS di Kabupaten Bungo – Tebo, Sarolangun – Bangko dan Sumatera Selatan pun pun berdiri. Di Kabupaten Tebo berdiri GKPS Persiapan Sukmakmur, GKPS Persiapan Sumbersari, GKPS Persiapan Bangko, Kabupaten Sarolangun – Bangko dan GKPS Palembang, Sumatera Selatan.


Pada masa tugas St RK Purba sebagai Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Jambi 1990 – 1995, GKPS Resort Jambi pun berdiri. GKPS Resort Jambi pun diresmikan pada hari Minggu, 13 Oktober 1991 oleh Ephorus GKPS Pdt Jas Damanik, STh. St RK Purba kala itu pun menjadi Perutusan Synode Bolon GKPS Resort Jambi.


Hingga St RK Purba mengakhiri masa tugas sebagai Pengantar Jemaat GKPS Jambi dan Perutusan Synode Bolon GKPS Jambi tahun 2005, perkembangan pembangunan dan PI di Jambi dan Sumatera Selatan cukup pesat. 

Dukungan St RK Purba dan keluarga dalam pembangunan GKPS di Jambi hingga ke GKPS Resort Palembang selama mengemban tanggung jawab sebagai Pengantar Jemaat GKPS Jambi dan Perutusan Synode Bolon GKPS Resort Jambi cukup besar.


Setelah mengakhiri masa tugas sebagai Pengantar Jemaat GKPS Jambi dan Perutusan Synode Bolon GKPS Jambi Februari 2005 dan memasuki masa purna bakti sebagai Sintua (St) GKPS, Minggu, 24 April 2005, St RK Purba tetap konsisten memberikan sumbangan dana dan pemikiran dalam pembangunan GKPS Jambi.


St RK Purba memberikan kontribusi besar dalam pembangunan rumah Pendeta GKPS Jambi, Gedung Sekolah Minggu GKPS Jambi dan GKPS Tanah Kanaan. 

Bertepatan dengan HUT ke-30 GKPS Jambi, 28 April 2013, Keluarga St RK Purba/P Br Sitepu menyumbangkan satu unit kendaraan (mobil) inventaris GKPS Resort Jambi dan dana pembangunan Gedung Sekolah Minggu GKPS Jambi. 


Kemudian bertepatan dengan HUT ke-75 St RK Purba, 12 Februari 2014, Keluarga mereka juga menyumbangkon buku tata ibadah sekitar 600 eksemplar untuk GKPS Jambi dan GKPS Tanah Kanaan Jambi.


Sedangkan bertepatan dengan HUT ke-80, 12 Februari 2019, Keluarga St RK Purba/P Br Sitepu menyumbangkan dana pembangunan gedung Sekolah Minggu GKPS Jambi sebesar Rp 60 juta. 

Padahal kala itu St RK Purba sudah dalam kondisi sakit dan berobat intensif. Dalam rangka syukuran HUT ke-80 tersebut juga, Keluarga St RK Purba mengadakan ibadah khusus secara oikumenis di Hotel Aston Jambi, Sabtu (16/02/2019) malam.


Pada kesempatan tersebut turut diundang warga jemaat GKPS Jambi, GKPS Tanah Kanaan, GBKP Jambi, warga jemaat beberapa gereja di Jambi dan para rohaniawan (Pendeta dan Diaken) berbagai gereja. 

Tak ketinggalan, Keluarga St RK Purba juga kala itu menyuguhkan hiburan kepada warga Kristen yang hadir dengan menghadirkan grup artis Batak Jakarta, Erick Sihotang dan Tio Fanta Pinem.


Beberapa hari sebelum tutup usia, St RK Purba yang sudah setahun lebih sakit juga masih menyempatkan diri mengantarkan berkas pengurusan izin pembangunan GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi ke rumah Wali Kota Jambi, Syarif Fasha awal Mei 2019.


Pada masa hidupnya, St RK Purba juga tak lupa membangun gereja GKPS di kampung halamannya, Hinalang. GKPS Hinalang yang dibangun St RK Purba diresmikan hari Minggu, 7 September 2008 bertepatan dengan Jubileum 100 Tahun GKPS Hinalang. 

Jenazah St RK Purba pun terakhir disemayamkan (mendapatkan paragendaon) di GKPS Hinalang, Kamis (20/06/2019) sebelum dimakamkan di Desa Hinalang.


Kesan Mendalam


Besarnya kiprah dan kontribusi St RK Purba dalam pembangunan Gereja, pembangunan seni – budaya Batak, khususnya Simalungun serta pembangunan di Kota Jambi meninggalkan banyak kesan mendalam bagi berbagai kalangan.


Mantan Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt John Ricky R Purba, STh, MSi pada ibadah dan upacara adat Sayur Matua St RK Purba di Karya, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (19/06/2019) mengatakan, St RK Purba termasuk sosok pelayan gereja dan pengusaha yang rendah hati. Dia senantiasa ramah, terbuka dan tidak pernah berat hati menolong warga gereja dan para rohaniawan dari berbagai gereja.


“Kiprah dan bantuan St RK Purba dalam pembangunan GKPS Jambi selama saya bertugas di Jambi 2006 – 2012 sangat besar. Pak St RK Purba benar-benar sosok warga gereja, pelayan dan pengusaha yang rendah hati,”katanya.


Hal senada juga diakui Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Riando Tondang, STh. Menurut Pdt Riando Tondang, STh yang juga putra Hinalang, perhatian St RK Purba terhadap dirinya sejak datang ke Jambi cukup besar. Perhatian tersebut bukan hanya dalam bentuk sibere-bere (pemberian), tetapi juga dalam tegur sapa.


“Ketika saya berobat di Jakarta selama satu bulan, Mei – Juni, Pak St RK Purba lah yang paling sering menelepon, menanyakan kondisi kesehatan saya. Padahal Dia pun dalam kondisi sakit juga. Luar biasa perhatian Pak St RK Purba terhadap para pelayan gereja, bukan hanya pendeta GKPS, tetapi juga pendeta gereja lain,”katanya.


Wali Kota Jambi, Syarif Fasha sendiri pun memiliki kesan mendalam terhadap St RK Purba. Ketika menyampaikan sambutan pada acara adat Sayur Matua St RK Purba tersebut, Syarif Fasha mengatakan, St RK Purba merupakan sosok orang tua dan pengusaha yang rendah hati dan peduli terhadap generasi muda.


St RK Purba, katanya, selalu memberikan nasehat kepada orang-orang muda, termasuk Syarif Fasha agar bekerja keras, optimis, rendah hati, peduli sesama dan jujur. 

St RK Purba termasuk salah satu putra terbaik Jambi yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kota Jambi. St RK Purba tidak hanya peduli terhadap Simalungun dan GKPS, tetapi juga peduli terhadap umat Muslim, Toba, Karo, Batak dan etnis lainnya.


“Sebagai seorang pengusaha minyak dan gas yang sukses, St RK Purba cukup banyak membantu Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi. 

Selain memberikan kontribusi pajak yang cukup besar, perusahaan St RK Purba juga memberikan sumbangan bagi pembangunan Jambi dengan menampung cukup banyak pekerja putra daerah Jambi,”ujarnya.


Menurut Syarif Fasha, kedekatan Dia dengan St RK Purba membuatnya sangat hormat terhadap St RK Purba. Karena itu Syarif Fasha selalu memanggil St RK Purba, Ompung.


“Hanya St RK Purba yang saya panggil Ompung dari kalangan warga Batak di Jambi. Itu karena sosok St RK Purba memang sangat arif, peduli dan rendah hati. St RK Purba menjadi salah satu soko guru bagi saya dalam berkiprah di dunia usaha dan biroraksi saat ini,”katanya.


Syarif Fasha mengatakan masih punya “hutang” terhadap St RK Purba. Beberapa hari sebelum meninggal,  Ompung St RK Purba datang ke rumah mengantarkan berkas pengurusan izin Gereja GKPS Tanah Kanaan Jambi.


“Saya berjanji pengurusan izin tersebut akan saya tuntaskan palinglambat satu bulan ini,”katanya. Selamat jalan Ompung St RK Purba. Jasa-jasa mu tidak akan kami lupakan.


Puji Tuhan, Wali Kota Jambi H DR Syarif Fasha ME menyerahkan secara simbolis Surat Ijin Beribadah dari Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi dan Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Tanah Kanaan Jambi, Lorong Penerangan, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. 

Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Jambi kepada Keluarga Besar (Alm) St RK Purba Pakpak yang diterima oleh P Br Sitepu (Istri Almarhum), Minggu (15/9/2019).


Penyerahan Surat Ijin Beribadah dari FKUB Kota Jambi dan Surat IMB GKPS Tanah Kanaan Jambi juga disaksikan anaknya (Alm) St RK Purba yakni Petrus H Purba, Shinta Br Haloho, Maria Purba, Christine Purba, Pdt Riando Tondang STh.


Kemudian Pendeta GKPS Resort Jambi Pdt Riando Tondang STh didampingi Pdt Franky D Malau STh dan Pengurus GKPS Resort Jambi memimpin ibadah sederhana peletakan batu pertama pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi, Sabtu (28/3/2020). 


Acara peletakan batu pertama ini hanya dilaksanakan sederhana dan hanya dihadiri beberapa Majelis Gereja, karena dalam masa darurat Covid-19.

Besarnya kepedulian St RK Purba terhadap pelayanan dan pembangunan GKPS hingga di usianya yang sudah tua menunjukkan komitmen hidupnya, yaitu “Hari ini tetap bekerja keras dan melayani kendati tahu esok akan mati,”. In Memoriam 1 Tahun St RK Purba Pakpak. Kami Selalu Mengenangmu. (St R Saragih/Asenk Lee Saragih)

Rabu, 17 Juni 2020

Sartika Sinaga “Channel” Mencari Jodoh

Pedagang Pasar Nyambi Youtuber, 3 Bulan Tembus 39,3 Ribu Subscriber
Keseharian Sartika Sinaga adalah  seorang pedagang di Pasar Tradisional Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat.(Foto Kolase YouTube)
Jambi, BS-Bagi yang jomblo bisa melamar ya gaes. Cuma satu yang saya terima ya gaes. Tetap semangat ya gaess. Sekedar hiburan ya gaess, jangan ada yang marah ya gaess. Tetap bersyukur ya gaess dan jangan lupa skrebb yutubeku ya gaess tetap semangat. 

Jangan bosan ya gaes mendengar suaraku yang paspasan ini. Dan jangan pernah lupa ya gaes, lupa skrebb yutubeku, Sartika Sinaga Channel. Terimakasih kucapkan kepada semua kawan-kawan yang sudah sukreb sukreb, semoga kita selalu sukses dimanapun berada.

Begitulah kutipan komentar Sartika Sinaga pada salah satu video postingan di Chanelnya “Sartika Sinaga Channel) saat memposting berduet dengan adek bungsunya May Br Sinaga

Ternyata profesi sehari-hari Sartika Sinaga adalah  seorang pedagang di Pasar Tradisional Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelum jualan, Sartika Sinaga belanja dulu di Pasar Besar Flamboyan Pontianak. Dia berangkat Pukul 03.00 WIB subuh setiap harinya. Selanjutnya Sartika Sinaga berjualan di Pasar Nipah Kuning.


Keseharian Sartika Sinaga sebagai seorang pedagang di pasar, biasa saja, meski terkenal karena viral dengan video-vediaonya di sosial media. Bahkan dari 59 video postingan di YouTube Sartika Sinaga Channel sudah mencapai 39,3 Ribu Subscriber sejak postingan pertama di YouTube pada Cover Lagu "Nunga Hudok Tu Ho Da Hasian" 4 April 2020 hingga 17 Juni 2020.

Setidaknya sudah 59 video postingan di YouTube Sartika Sinaga Channel hingga Rabu 17 Juni 2020 dengan jam tayang sudah 7000 jam ditonton. 

Sartika Sinaga merupakan anak sulung dari 6 bersaudara dan pernah tinggal di Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kemudian pindah ke Pontianak untuk menguji nasib. Wanita lajang kelahiran Lubuk Pakam, Sumut 4 Januari 1989 silam ini, hingga kini masih merindukan pendamping hidup.

Sartika Sinaga jadi YouTuber berkat bantuan adeknya May Br Sinaga, yang juga seorang YouTuber. Awalnya Sartika Sinaga hanya merekam video dan mempostingnya di Facebook (Akun FB Sartika Sinaga) Februari 2020 lalu.

Videonya langsung viral di Facebook dan Gropu WhatsApp. Hanya bermodalkan handphone, Sartika Sinaga mampu menghebohkan jagad maya dalam 3 bulan terakhir. Kemudian adeknya May Sinaga membantu membuat akun YouTube (Sartika Sinaga Channel) pada 4 April 2020 lalu.

Konten berbagi video kesehariannya saat berjualan aneka sayur dan bumbu di Pasar Tradisional Sungai Nipah, Kota Pontianak. Dia juga kerap bernyanyi di kala malam yang diupload secara natural tanpa banyak editan membuat banyak warganet merasa terhibur.

Kesehariannya yang bersahaja dan ceria, membuat wanita bernama asli Sartika Ayu Kelana Sinaga itu terkenal di seluruh pasar di Pasar Nipah Kuning.

Terlebih dengan hobbinya mengupload video di Chanel YouTube dan Facebooknya membuatnya mudah diingat oleh pedagang di pasar tersebut.

Sartika Sinaga mengaku bahwa dirinya bersama keluarga baru setahun belakangan tinggal di Kota Pontianak. Juga baru 4 bulan berjualan di Pasar Nipah Kuning, Pontianak.

Sartika Sinaga juga mengaku tak menyangka bahwa banyak orang yang menyukai video-video yang dibuatnya. Padahal sebelumnya dia hanya sekedar iseng dan untuk menghibur diri saja mengabadikan berbagai aktivitas kesehariannya.

“Ini kayak mimpilah kurasakan. Ngak nyangka aku kalau banyak yang suka dengan videoku. Buat channel yutubeku baru dua bulan kemarin. Buat Chanel YouTube ini cuman buat menenangkan pikiran awalnya, buat lucu-lucuan aja. Isinya ya tentang cerita saya di pasar sama nyanyi-nyanyi lagu Batak aja,” kata Sartika Sinaga.

Katanya, lagu-lagu berbahasa Batak yang kerab dinyanyikan Sartika Sinaga, tidak ada alasan tertentu akan hal itu, kerena hanya lagu-lagu itulah yang ia banyak hafal.

“Saya banyak menyanyikan lagu-lagu Batak dengan suara paspasan karena hanya itu yang diingat, itupun hanya setengah-setengah. Awalnya saya kerap mengupload video kesehariannya di facebook miliknya. Namun berkat adik saya yang bungsu, saya dibuatkan Channel YouTube. Saya tak menyangka bahwa banyak temannya didunia maya yang menyukai video saya,” ujar Sartika Sinaga.

Sartika Sinaga dengan polosnya, bahwa dalam mengupload video, dia hanya mengandalkan paket internet yang dibelinya. “Tergantung paketku itu, kalau ada paketku ku buat kalau gak ada ya gak lah,’’ ujarya sambil tertawa.

Dengan jumlah 39,3 Ribu Subscriber dalam waktu 3 bulan, Channel YouTube miliknya sudah di-Moneytesasi oleh YouTube dengan dibantu oleh sang adik bungsu May Sinaga.

“Jangan pernah bosan ya gaes mendengarkan suaraku yang jelek ini. Hanya inilah yang bisa ku persembahkan untuk kita semuanya. Jangan pernah lupa ya subkreb youtubeku ya, Sartika Sinaga Canel. Tetap semangat dan berkarya ya gaes, jangan luma sekreb yutubeku Sartika Sinaga Canel, sartika Sinaga Canel,” kata Sartika Sinaga. Semoga Sartika Sinaga mendapat pendamping hidupnya yang mencintainya apa adanya. Semoga. (Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)