DIREKTORI TOKOH JAMBI

DIREKTORI TOKOH JAMBI
SELENGKAPNYA KLIK BENNER

GELAR ADAT BATAK "JAIUTAN MANGARAJA NAMARSAHALA"

GELAR ADAT BATAK "JAIUTAN MANGARAJA NAMARSAHALA"
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Friday, 24 April 2015

HBA Harap Satpol PP Semakin Humanis

LSM JAMBI DEMO DI GEDUNG KPK JAKARTA.IST
Muarabungo-Peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  ke 65 dan Satuan Perlindungan Masyarakat ke 53 berlangsung di Kantor Bupati Bungo, Kamis (23/4).

HBA selaku Inspektur Upacara menegaskan peringatan HUT Pol PP dapat meningkatkan kemampuan profesional anggota dalam penegakan Perda, Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta pemberian pertolongan kepada masyarakat.  "Lebih mengedepankan humanisme (Kemanusian)," ujar HBA.

Banyak hal yang perlu diperhatikan anggota Satpol PP dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pamong yang melekat dalam diri setiap anggota menuju pembangunan masyarakat yang tertib, aman  dan terlaksananya setiap penegakan peraturan daerah. "Kedepan jadi evaluasi beban tugas pelayanan masyarakat," lanjut HBA.

Mengedepankan komunikasi dan tugas kemanusiaan menjadi harapan besar yang bisa dilakukan Satpol PP sesuai dengan harapan Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus,"Orang sakit jiwa/gila, bantuan kemanusiaan lain, termasuk fungsi intelijen mengetahui situasi dan kondisi masyarakat," tegas HBA.

Menjalankan tugas sebagai Satpol PP seringkali mengalami benturan dengan masyarakat, HBA mengingatkan penggunaan bahasa yang humanis dan menyentuh dapat menggerakkan masyarakat untuk secara sadar mengikuti aturan atau peraturan yang berlaku.

Peringatan HUT Satpol PP dan SPM dihadiri Kasat Pol PP Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi juga dihadiri para Bupati dan Ketua TP PKK Provinsi Jambi serta para tamu dan undangan lainnya.  Penampilan Drum Band menyemarakkan HUT Satpol PP yang pada tahun ini Kabupaten Bungo menjadi tuan rumah. (Lee)

Thursday, 23 April 2015

Anak Desa Hutaimbaru Itu Kini Meraih Gelar Doktor


Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH. Foto Josimar Sar Manihuruk.
Selamat Kepada Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH

JAMBI-Sungguh luar biasa perjuangan pendidikan bagi Bonarsius Saragih Manihuruk, putra kelahiran Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara ini. Anak bungsu laki-laki dari pasangan St Efraim Moradim Saragih Manihuruk dengan R Porman br Haloho ini kini mendapat gelar Doktor (Dr). Kini gelar Dr melekat pada namanya (Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH).

“Selamat yah pak sudah lulus doktornya dengan judisium sangat memuaskan. Selamat berkarya dengan gelar yang baru. We proud of u dad #Dr.Bonarsius Saragih Manihuruk,SH,MH,” demikian ucapan Josimar Saragih Manihuruk, anak paling sulung Dr Bonarsius Sar Manihuruk pada akun FBnya, 19 jam lalu terhitung Kamis 23 April 2015.



"Saat dibacakan riwayat pekerjaan oleh promotor beliau, membacakan bahwa awalnya bapak adala seorang penjual minyak di Dayeuhkolot, Bandung saat kuliah  dan berjuang melawan kerasnya arus kehidupan. Tapi semangatnya untuk belajar tidak pernah putus,"  ujar Josimar Saragih Manihuruk .
 
Gelar Dr ini berhasil diraih dengan perjuangan yang luar biasa. Tak terbayangkan, Bonarsius Saragih hanya anak seorang petani dari desa yang berjibaku meraih pendidikan di Bandung dengan berbagai tantangan dan kendala yang luar biasa. Berkat keuletan dan kegigihan untuk meraih prestasi bidang pendidikan, Dr Bonarsius Sar Manihuruk meraih gelar yang cukup membanggakan tersebut.

“Selamat kepada Dr Bonarsius Sar Manihuruk SH MH yang telah meraih gelar Doktor. Luar biasa perjuangannya. Ini gelar Doktor kedua yang diraih oleh dua adek saya. Sebelumnya adek saya Dr Amin Sar Manihuruk. Luarbiasa perjuangan adek-adekku ini soal pendidikan. Saya bangga dengan gelar adek saya ini. Meski saya sebagai anak paling besar hanya tamatan SR, tapi kini saya bangga sekali,” ujar St Berlin Sar Manihuruk, kakak paling sulung Dr Bonarsius Sar Manihuruk yang kini menetap di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kabuaten Simalungun sebagai seorang petani.

Gelar Doktor yang diraih St Bonarsius Saragih Manihuruk, merupakan begitu pentingnya pendidikan bagi generasi masa kini. Hal itu sebagai motivasi bagi generasi muda untuk meraih cita-cita pendidikan setinggi-tingginya. 

“Selamat Kepada Bapanggi Kami Dr Bonarsius Saragih Manihuruk SH MH atas gelar barunya. Luarbisa dan menjadi motivasi bagi kami untuk lebih baik lagi dalam menimba ilmu, khususnya bagi anak-anak kami kelak. Anak Desa Hutaimbaru itu kini sudah ada dua meraih gelar Doktor. Cita-cita yang diinginkan  St Efraim Moradim Saragih Manihuruk dengan R Porman br Haloho semasa hidupnya yang getol dan gigih untuk menyekolahkan seluruh anaknya. Sekali lagi selamat,” ujar Rosenman Saragih Manihuruk. 

Semoga tiga putra dari Dr Bonarsius Sar Manihuruk (Josimar, Frans, Rinus) bisa mengikuti jejak dari ayah mereka tersebut yang begitu getol dalam meraih cita-cita khususnya pendidikan. Sosok Dr Bonarsius Sar Manihuruk SH MH adalah kepala keluarga yang baik dan juga mengutakaman "Holong" dalam setiap perbuatannya. 

Suami dari br Simanjuntak ini juga merupakan Orang Tua yang peduli kepada kaum muda. Hal itu sudah dibuktikannya saat menjabat sebagai Ketua Majelis GKPS Bandung PDAM dan Perutusan Sinode Bolon GKPS Resort Bandung. Peduli keluarga, adalah sikap yang tak lekang dari jiwa Dr Bonarsius Sar Manihuruk SH MH hingga sekarang. (Asenk Lee Saragih)


Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Terkendala Kerusakan Hutan Jambi


Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar (paling kanan), Kadis Kehutanan Jambi Irmansyah R (tengah) dan Pihak REDD Jambi usai acara pertemuan di Hotel Aston, Kamis 16 April 2015. foto Asenk Lee Saragih

Gubernur Jambi HBA (paling kanan) mendampingi PM Norwegia Erna Solberg (paling kiri) dan Menteri Kehutanan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya saat kunjungan kerja di Hutan Adat Desa Senamat Ulu, Kabupaten Bungo, Rabu 15 April 2015. Fotofoto Rosenman Manihuruk/Harian Jambi

JAMBI-Provinsi Jambi yang secara definitif memiliki kawasan hutan sekitar 2,1 juta hektare (ha) tidak akan mampu memberikan kontribusi maksimal tehadap program pengurangan emisi gas rumah kaca karena kerusakan hutan di Provinsi Jambi saat ini masih cukup luas. Lantaran itu, percepatan perbaikan kerusakan hutan di Jambi perlu ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman kepada wartawan terkait dengan peringatan Hari Bumi Sedunia, di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Rabu (22/4).

Menurut Irmansyah, kerusakan hutan di Provinsi Jambi saat ini mencapai 934.000 ha atau sekitar 44 persen dari total luas hutan di daerah itu sekitar 2,1 juta ha. Kerusakan hutan tersebut disebabkan pembalakan liar, konversi atau alih fungsi hutan, kebakaran hutan dan perambahan hutan dalam waktu yang cukup lama. Perbaikan kerusakan hutan di daerah itu relatif lambat karena minimnya anggaran rehabilitasi hutan dan program penghijauan yang dimiliki pemerintah daerah.

Perusahaan HTI Wajib Tanggulangi Kebakaran Hutan

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman (TENGAH). FT ASENK LEE SARAGIH

JAMBI-Perusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta di Provinsi Jambi diwajibkan menyiapkan tenaga maupun sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Perusahaan HTI dan sawit di daerah itu diharapkan tidak lepas tangan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, karena perusahaan merupakan pihak yang paling dekat dengan lokasi-lokasi kebakaran hutan dan lahan.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi mengenai antisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan para pengusaha HTI dan perkebunan kelapa sawit se-Provinsi Jambi,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman, kepada wartawan seusai menggelar rapat persiapan apel siaga kebakaran hutan di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Rabu (22/4/2015).

Menurut Irmansyah, pihaknya sudah membuat peta rawan kebakaran hutan dan lahan di daerah itu untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau Juni nanti. Sedangkan apel siaga kebakaran hutan dan lahan di daerah itu dilaksanakan pertengahan Mei mendatang.

HBA Ingatkan Konsultan Harus Profesional



JAMBI-Tantangan pembangunan yang memerlukan kreatifitas serta kualitas yang baik kini sangat diwajibkan. Kualitas dan inovasi pembangunan menjadi tantangan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jambi. Inkindo merupakan wadah konsultan yang bergerak diberbagai bidang. Banyak hal yang mampu dilakukan Inkindo membantu menciptakan pembangunan yang efisien, berdaya guna dan berhasil guna.

Hal itu dikatakan Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) saat meresmikan penggunaan Kantor Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jambi di Simpang DB Jelutung Kota Jambi, Rabu (22/4). Kata HBA, tahun mendatang dengan adanya rencana pembangunan jalur rel kereta api Trans Sumatera Railways yang saat ini telah dilakukan pra desain dan rencana penentuan trase dengan itu HBA mengharapkan Inkindo mengambil langkah merumuskan serta mengkaji dampak dari pembangunan.

Sungai Gelam Akan Jadi Pusat Perkembangan Jambi

PM NORWEGIA LENA, MENTERI LHK SITI NURBAYA, GUB JAMBI HBA

JAMBI-Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) menyatakan bahwa Sungai Gelam kedepannya akan menjadi pusat perkembangan ekonomi Jambi. Hal ini dikarenakan banyaknya rencana pembangunan di Kabupaten Muarojambi terutama pembangunan Gedung Sport Center serta lintasan kereta api serta banyak lagi pembangunan lainnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Jambi saat menghadiri Tabligh Akbar dan Pengajian (Badan Kontak Majelis Taklim) BKMT yang diselenggarakan di Mesjid Sabilil Muttaqin Desa Sido Mukti Petaling Kecamatan. Sei Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (22/4/2015) sore. 

Melalui TMMD 2015, Sepanjang 2600 M Jalan Baru Akan Dibuka

Danrem Gapu 042 Jambi Kol Inf TNI Haryanto.

JAMBI-Dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-94 Semester Pertama Tahun 2015 di Provinsi Jambi yang akan diselenggarakan di Kota Sungai Penuh, akan membuka akses jalan baru sepanjang 2600 meter x 5 meter. Jalan baru itu ditargetkan akan dibuka di Kota Sungai Penuh.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H.Ridham Priskap dalam Pembukaan Ekspose Kesiapan Pelaksanaan TMMD ke-94 Tahun Anggaran 2015, bertempat di Ruang Mayang Mangurai Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Rabu (22/4) siang.

Menurut Ridham Priskap, bahwa TMMD adalah wujud sinergitas TNI dengan Pemerintah Daerah dalam akselerasi pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tegolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaaan, serta daerah lain yang terkena akibat bencana.

Perlu Komitmen Wujudkan Akuntansi Berbasis Akrual

IMCJ
JAMBI-Standar Akuntansi Publik Berbasis Akrual diseluruh daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan harapan statistika keuangan didaerah dengan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang secara umum punya satu kesatuan pengelolaan keuangan negara.

“Perlu komitmen dari pemangku kepentingan mewujudkan standar akuntansi berbasis akrual," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H.Ridham Priskap saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Aset Berbasis Akrual yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Jamb, Rabu (22/4). Sekda juga menekankan akuntansi berbasis akruar  mampu mendukung terlaksananya perhitungan berbagai macam biaya pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah dengan wajar.

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2015 Meningkat

Displaying BI Neraca Perdagangan.jpg
BI

JAMBI-Neraca perdagangan Indonesia pada periode Maret 2015 mencatat peningkatan surplus menjadi 1,13 miliar dolar AS dari surplus 0,66 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Pencapaian tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya surplus pada neraca nonmigas, sementara neraca migas kembali mengalami defisit.

Demikian dijelaskan Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Aya Sophia kepada wartawan, Rabu (22/4). Menurutnya, Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar 1,41 miliar dolar AS, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mencatat surplus 0,63 miliar dolar AS.

Dilematis Penyelamatan Orang Rimba di Jambi

ANAK ORANG RIMBA JAMBI SAAT BERMAIN DENGAN ULAR. FT ASENK LEE SARAGIH

Jambi-Upaya penyelamatan Orang Rimba di Provinsi Jambi hingga kini masih dilema. Program-program pembangunan permukiman untuk Orang Rimba yang selama ini dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan komunitas adat terpencil tersebut jarang berhasil. Masalahnya Orang Rimba yang terbiasa hidup secara nomaden atau berpindah-pindah di hutan tidak mau tinggal menetap di rumah-rumah yang dibangun pemerintah.

“Pilihan Orang Rimba untuk hidup nomaden di hutan membuat kehidupan mereka belakangan ini semakin terancam. Orang Rimba di daerah itu sering banyak yang sakit dan meninggal di hutan akibat krisis pangan, air bersih dan sulit tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Krisis kehidupan yang mengancam Orang Rimba tak bisa dihindari seiring dengan sulitnya Orang Rimba mendapatkan sumber makanan dan air bersih di hutan akibat kerusakan hutan dan meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI),” kata Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus kepada wartawan baru-baru ini.