MENUJU SAMOSIR SATU

MENUJU SAMOSIR SATU
NELSON SITANGGANG MENUJU SAMOSIR SATU

LBBJ

LBBJ
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Wednesday, 17 September 2014

Bank Mandiri Jambi Didemo

UNJUK RASA: Sekelompok LSM yang tergabung dalam Masyarakat Korban Kejahatan Axa/Bank Mandiri Jambi melakukan unjuk rasa di depan Bank Mandiri Jalan Gatot Subroto Kota Jambi Rabu (17/9) pagi. Unjuk rasa itu terkait dugaan kejahatan perbankan yang berkedok Asuransi Kesehatan dan Pendidikan dari Asuransi Axa Mandiri. FOTO ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI

Terkait Dugaan Kejahatan Asuransi Axa Mandiri

Bank Mandiri di Jalan Gatot Subroto Kota Jambi kedatangan tamu tak diundang atau sekelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Masyarakat Korban Kejahatan Axa/Bank Mandiri Jambi, Rabu (17/9) pagi. Kelompok LSM ini melakukan unjuk rasa terkait dugaan kejahatan perbankan yang berkedok Asuransi Kesehatan dan Pendidikan dari Asuransi Axa Mandiri.

R MANIHURUK, Jambi   

“Kami yang tergabung dalam masyarakat korban kejahatan Asuransi Axa Mandiri pada hari ini dan seterusnya merasa telah dirugikan dengan adanya indikasi dan dugaan kejahatan perbankan yang berkedok produk Asuransi Kesehatan dan Pendidikan,” demikian Jamhuri salah satu anggota kelompok LSM yang berunjuk rasa.

Menurut Jamhuri, berdasarkan ketentuan undang-undang yang telah diatur mengenai kerahasiaan bank dalam menyangkut simpanan nasabah (identitas) nasabah penyimpan, yang mana diatur dalam Pasal 40 Ayat (1) Undang-Undang No 10 Tahun 1998.

Dalam ketentuan pasal 9 ayat (1) PBI No 7/6/PBI/2005, bank diwajibkan untuk meminta persetujuan tertulis dari nasabah dulu, apabila akan menggunakan data pribadi nasabah tersebut untuk tujuan komersil, tentunya dalam permintaan persetujuan tersebut, bank wajib menjelaskan tujuan dan konsekuensi dari pemberi dan atau penyebar luasan data pribadi nasabahnya kepada pihak lain sesuai dengan pasal 9 ayat (2) PBI No.7/6/PBI/2005.

Bioskop Sumatera Ludes Terbakar


BIOSKOP SUMATERA JL HALIM PERDANA KUSUMA PASAR JAMBI. FOTO ADRIANUS/HARIAN JAMBI

Trafo Meledak, Toko Buku Tropi Nyaris Terbakar

JAMBI-Peristiwa kebakaran yang menghanguskan seluruh ruangan teater bioskop Sumatra terjadi kemarin (15/9) pukul 11.00 yang terletak di ruas jalan Halim Perdana Kusuma, tepatnya di depan Tri Lomba Juang KONI Jambi. Api dengan cepat membesar membakar seluruh ruangan teater bioskop yang belum diketahui apa penyebab kebakaran.

ADRIANUS SUSANDRA, Jambi

DARI pantauan di lapangan, api dengan cepat membesar, menghanguskan seluruh bangunan bioskop yang sejak beberapa bulan terakhir tak beroperasi. Beruntung bioskop dalam kondisi kosong tersebut tidak memakan korban jiwa.

Sedikitnya sembilan unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi. Selain dari mobil pemadam kebakaran, water canon milik Polda Jambi juga diperbantukan untuk memadamkan api. Yoyok, warga sekitar Bioskop Sumatera mengatakan, saat kejadian dirinya sedang duduk di depan toko di tempat ia bekerja lalu melihat api sudah membesar dengan cepat. “Aku lagi duduk sambil nyantai. Tibo nengok api sudah membesar membakar gedung yang dalam kondisi kosong,” ceritanya kepada wartawan.

Sungaipenuh Membara

FOTO-FOTO RIKO PIRMANDO, Sungaipenuh






39 Rumah Terbakar, 162 Jiwa Mengungsi, Kerugian Ditaksir Rp 3 Miliar

Kebakaran besar melanda Kota Sungaipenuh. Peristiwa tersebut terjadi kemarin (16/9) sekitar pukul 08.15 di Jalan Wahid Hasyim RT 1 Kelurahan Sungaipenuh. Tampak di lapangan, beberapa kendaraan pemadam kebakaran yang turun ke lokasi. Tak hanya itu, warga juga terlihat padat melihat kondisi kebakaran tersebut.

RIKO PIRMANDO, Sungaipenuh

DARI data dan informasi, ada 39 unit rumah yang terbakar dengan rincian, ada 8 rumah permanen rusak total, 15 rumah rusak ringan dan 35 rumah rusak ringan. Hal tersebut diungkapkan Hendripal, Lurah Sungaipenuh, Kecamatan Sungaipenuh.

“Sekarang warga yang rumahnya terbakar mengungsi di rumah tetangga. Ada juga mengungsi di posko sementara yaitu Posko 1 di RT 1 dan Posko 2 di RT 2 Kelurahan Sungaipenuh," jelasnya.
Ditanya soal bantuan sembako dan makanan, menurut dia saat ini warga masih menunggu bantuan dari pemerintah. “Sementara Pak Walikota sudah meninjau korban. Setelah itu tadi siang pemerintah rapat soal bantuan," katanya.

PELABUHAN ILEGAL MARAK

Salah satu Pelabuhan Kapal Darurat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Foto DOK Harian Jambi

Restribusi Pelabuhan di Tanjabtim Masih Minim

Banyaknya pelabuhan milik warga (pribadi,red) atau pun ilegal membuat hasil restribusi untuk kepelabuhan khususnya di wilayah Kabupaten Tanjab Timur minim. Pelabuhan pribadi tersebut kini meresahkan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur karena tak memberikan retribusi kepada pemerintah daerah.

M THAWAF, Muarasabak

Hingga kini maraknya pelabuhan darurat milik pribadi di Kabupaten Tanjabtim membuat Dinas Perhubungan Tanjabtim kewalahan. Bahkan instansi ini tak mampu untuk menertibkan pelabuhan-pelabuhan darurat milik warga tersebut.

Hal ini diakui Kadis Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Abdul Rasid melalui Kasi Lalu Lintas,  Syargawi.

“Maraknya pelabuhan milik pribadi yang dibangun sendiri oleh warga menjadi salah satu minimnya restrebusi untuk ke pelabuhan," kata Syargawi.

DANA DESA, Belum Ada Juklak, Bantuan Desa Belum Turun

MUARASABAK -Bantuan Rp 1 milyar yang diperuntukan bagi seluruh desa di Indonesia dari Pemerintah Pusat, hingga saat ini masih belum turun. Turunnya bantuan desa itu menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pusat.

Kepala Badan  BPMPDK Tanjab Timur, Junaidi Rahmat kepada Harian Jambi, Selasa (16/9) mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui tentang apa-apa saja penggunaan bantuan itu.
Sebelum diturunkan bantuan ini, pihaknya juga meminta ada pendampingan di setiap desa, sebelum dana dicairkan.  

“Jadi belum diketahui dana untuk apa saja, untuk pelaksanaan di lapangan seperti apa?," jelasnya.

Dia menambahkan, pendamping atau fasilitator ini berasal dari pendidikan sarjana. Terlebih dengan pendamping dari sarjana, bisa mengurangi angka pengangguran yang berasal dari tingkat sarjana.

PELEPASAN CJH Hisak Tangis Keluarga Tak Terbendung

KUALATUNGKAL – Pemberangkatan 318 Calon Jemaah Haji (CJH) di Pelabuhan Marina diwarnai hisak tangis keluarga. Dua kapal yang bertengger di tepi dermaga akhirnya berangkat membawa CJH menuju Embarkasi Batam, kemarin.

Begitulah suasana pemberangkatan calon haji asal Tanjabbar kemarin. Pelepasan langsung dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjabbar, Mukhlis M Si.

Salah seorang jamaah haji asal Kota Kualatungkal Muhammadiah, mengaku merasa senang bisa pergi menjalankan rukun islam yang kelima. "Alhamdulillah, saya bisa berangkat dan minta doanya," tandasnya.

Sekda Buka Sosialisasi Pelatihan P3BM

Peserta Pelatihan P3BM

Sekda Tanjabbar Menyampaikan Kata Sambutan
Percepatan Pencapaian Target MDGS

KUALATUNGKAL–Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjabbar, Drs H Mukhlis M Si membuka secara resmi acara sosialisasi dan pelatihan Pro Poor Planning, Budgetting and monitoring (P3BM) di ruang Pola Dinas Pendapatan Daerah, Selasa (16/9).

Hadir pada acara ini sejumlah Kepala SKPD di Lingkup Pemkab Tanjabbar diantaranya , Kepala Bapeda dan Penanaman Modal, serta Narasumber dari Kementerian PPN/Bapenas RI yang diketuai Moris Nuami, SE MT MA selaku Kepala Sub bidang Analisis Kebijakan Pengurangan Kemiskinan.

Dalam laporan yang disampaikan Sekretaris Bappeda Tanjabbar, Suprapto SH, mengatakan tujuan sosialisasi dan pelatihan P3BM adalah untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, pengalokasian anggaran, pemantauan yang lebih fokus pada penyelesaian masalah kemiskinan multidimensi dengan menggunakan indikator MDGS. Tujuan akhirnya adalah percepatan pencapaian target MDGS.

Penggunaan IT Bisa Tingkatkan Simpanan di Bank Sampai Rp 200 Triliun

Kantor OJK Pusat di Jakarta

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi (IT) dalam setiap transaksinya, bukan lagi mengandalkan kantor cabang. Ini dilakukan untuk menyebarkan akses keuangan (financial inclusion) hingga ke pelosok wilayah di Indonesia. Pasalnya, selama ini akses sektor keuangan bagi masyarakat pelosok sulit dicapai. Akibatnya potensi pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) tidak optimal.

Kepala Departeman Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Gandjar Mustika menyebutkan, IT memungkinkan memobilisasi dana yang lebih besar. Dia mencontohkan, dalam lima tahun saja dengan perkiraan 100 juta orang menaruh uang sedikitnya Rp 2 juta bisa terkumpul dana hingga Rp 200 triliun.


“Saya optimistis Rp 200 triliun bisa terkumpulkan kalau 100 juta orang masing-masing menabung Rp 2 juta. Itu kan sebagai tabungan awal," kata Gandjar di acara IDC Financial Insights Financial Services Summit 2014, di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Selasa.


Selain mengoptimalkan potensi dana, lanjut Gandjar, penggunaan IT juga lebih efisen. Bank tidak perlu membuka banyak cabang, karena calon nasabah bisa terjaring dengan IT.

Alasan Rusunami Banyak Ditinggali Orang Kaya

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), tahun ini akan membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) sebanyak 25 tower.FOTO IST

JAKARTA-Wajah penghuni rusunami yang sering identik dengan sederhana dan seadanya kini sudah berubah menjadi glamor dan modern. detikFinance mencoba mengurai sisi lain rusunami yang sampai sekarang masih menggunakan anggaran uang negara (subsidi) dan dinilai tidak tepat sasaran. Berikut uraiannya.

Beribu pertanyaan menggantung, kok bisa Rumah Susun Sederhana Hak Milik (Rusunami) yang seharusnya dihuni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) justru banyak ditinggali orang kaya dan berduit. Ketua Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (Aperssi) Ibnu Tadji punya alasan penyebab terjadinya fenomena ini.

Fenomena Rusun Subsidi Dikuasai Orang Berduit


Rusunami, Tempat Tinggal Orang Berduit

Siapa yang tidak mengenal istilah Rumah Susun Sederhana Hak Milik atau biasa disebut rusunami? Semua orang tentu sangat mengenal dengan istilah itu. Rusunami adalah sebuah program dan gagasan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu di tahun 2007 untuk memfasilitasi kepemilikan hunian dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

WIJI NURHAYAT, Jakarta 


Tetapi siapa sangka, program yang dibuat dengan tujuan mulia ini justru harus berubah fungsi menjadi alat pencari keuntungan semata sebagian pihak. Rusunami telah menjadi komoditas bisnis yang menggiurkan dengan keuntungan yang tidak sedikit.


Wajah penghuni rusunami yang sering identik dengan sederhana dan seadanya kini sudah berubah menjadi glamor dan modern. detikFinance mencoba mengurai sisi lain rusunami yang sampai sekarang masih menggunakan anggaran uang negara (subsidi) dan dinilai tidak tepat sasaran. Berikut uraiannya.