.

.
.

Monday, 31 January 2011

Pantai Hutaimbaru Simalungun Danau Toba

Moses Juneri Manihuruk bermain di Pantai Danau Toba Hutaimbaru Simalungun, Selasa 4 Januari 2011. Video Asenk Lee Saragih. video

Sunday, 30 January 2011

Moses Juneri Manihuruk di Pantai Hutaimbaru, Simalungun Danau Toba


Kejati Jambi Segera Periksa 23 Anggota DPRD Kota Jambi

Kasus Gratifikasi Rekanan

Jambi, BATAKPOS

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dalam waktu dekat akan melakukan penyidikan terhadap 23 Anggota DPRD Kota Jambi yang menerima uang gratifikasi dari rekanan. Hal itu dilakukan menyusul adanya pernyataan Zulkifli Somad, terdakwa kasus dugaan korupsi dan pemerasan terhadap pimpinan CV Usaha Sehat Bersama (USB).

Menurut Zulkifli Somadm semua anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Kota Jambi menerima uang dari rekanan. Dalam waktu dekat 23 dewan itu akan dimintai keterangan.

Demikian dikatakan Kejati Jambi BD Nainggolan melalui Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Jambi, Andi Azhari, Jumat (28/1). Menurutnya, pihaknya akan menindaklanjuti pernyataan Zulsomad usai proses persidangan selesai.

Pernyataan Zulsomad muncul setelah mendengarkan keterangan dua orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa, dalam persidangan. Dua saksi itu adalah mantan anggota panggar Arman Safaat dan Arbeng Masni.

Dalam persidangan, kedua saksi ini mengaku tidak ikut pertemuan di Hotel Abadi, dan tidak pernah berhubungan dengan pimpinan USB Syarpuddin. Selain itu, keduanya juga mengaku tidak pernah menerima uang dari terdakwa Zulsomad dan Ridwan Wahab.

Namun keterangan kedua saksi ini dibantah keras oleh Zul. Menurutnya, kedua saksi ini menerima uang darinya. Bahkan ia menyebutkan, semua anggota panggar berjumlah 23 orang menerima menerima uang darinya. Tidak hanya itu Zul, juga mengaku memiliki cukup bukti terkait hal tersebut. ruk

Anggaran Tiket Pesawat PP Pejabat Jambi ke Jakarta Rp 4 Juta


Jambi, BATAKPOS

Anggaran biaya tiket pesawat pejabat Pemerintah Provinsi Jambi sejak tanggal 3 Januari 2011 menjadi Rp 4 juta dari Rp 2 juta sebelumnya. Pemprov Jambi mengambil kebijakan itu guna menambah anggaran biaya keberangkatan pergi-pulang (PP) untuk sejumlah pejabat teras di Provinsi Jambi.

Kebijakan ini terhitung sejak tanggal 3 Januari 2011 lalu. Sebelumnya untuk PP Jambi-Jakarta dan Jakarta-Jambi sebelumnya hanya Rp 2 juta. Namun terhitung mulai awal tahun ini besarannya mengalami kenaikan menjadi Rp 4 juta atau naik menjadi 100 persen.

Keberangkatan pejabat ke Jakarta akan ditanggung dengan menggunakan maskapai kelas bisnis. Penjabat yang akan menikmati fasilitas tersebut adalah gubernur dan isteri, wakil gubernur dan isteri, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, serta pejabat eselon I, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi.

Demikian dikatakan Kepala Bagian Anggaran di Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi, Budiono, Jumat (28/1). Disebutkan, berlakunya kenaikan biaya keberangkatan sejumlah pejabat ini setelah dikeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2011.

Menurut Budiono, kenaikan jatah tiket pesawat bagi pejabat teras ini tidak menyalahi peraturan yang ada. Ini karena pihaknya terlebih dahulu melakukan survei ke maskapai Garuda Airlines untuk mengecek harga terbawah untuk kelas bisnis. ruk

Pemprov Jambi Suntik Rp 10 M Untuk PDAM Tirta Mayang Jambi

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi menyuntik dana Rp 10 miliar dari APBD 2011 guna membantu perbaikan system pengolahan air PDAM Tirta Mayang Jambi. Selama ini persoalan instalasi saluran air minum menjadi persoalan di PDAM Tirta Mayang Jambi.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jambi Drs.Hasan Basri Agus,MM kepada wartawan usai melakukan sidak dua lokasi pengolahan air PDAM di Broni dan Benteng Jambi, Jumat (28/1). Sidak didampingi oleh Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Ir.Firdaus.

Menurut Hasan Basri Agus, sidak dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja PDAM yang dianggap belum mampu memenuhi standar pelayananan prima. Hal itu ditandai dengan sering matinya air dan keruhnya warna air yang disalurkan kepada masyarakat.

“Saya ingin mengecek PDAM apa yang sebenarnya terjadi. Saya sendiri melihat dan merasakan dua hari yang lalu air mati, bahkan di rumah dinas Gubernur. Saat ditanyakan alasannya hal ini disebabkan oleh listrik mati, yang kedua setelah air hidup air yang mengalir pun keruh,”katanya.

Menurutnya, ada beberapa alat yang sudah kadaluarsa dan tidak dapat berfungsi lagi. “Seperti tadi ada beberapa penyaring yang tidak dapat digunakan lagi, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat itu langsung dari laut dan keruh,”ujarnya.

Gubernur mengatakan, pemerintah pun telah mempersiapkan bantuan dana dari APBD I 2011 yang nantinya dipergunakan untuk memperbaiki dan memfungsikan instalasi pengolahan air di Tanjung Sari yang diharapkan dapat menambah intesitas air yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan mencukupi kebutuhan air masyarakat untuk menuju MDG’S 2015.

“Bantuan Rp 10 milyar akan digunakan untuk memfungsikan yang di Tanjung Sari. Hal itu karena potensi kita saat ini masih 800 liter/detik, seharusnya kita diharapkan menghasilkan 1100 liter/detik,”katanya.

Gubernur Jambi juga mendukung upaya dari Pemerintah Kota Jambi yang mendapatkan investor dari Australia yang berkerjasama dengan PDAM yang siap menanamkan investasi sebesar Rp 35 milyar. ruk

Kondisi Jalan Provinsi di Jambi Amburadul

Jambi, BATAKPOS


Sejumlah ruas jalan provinsi di Jambi kini kondisinya amburadul. Bahkan ruas-jalan Muara Tembesi – Muara Tebo kini hancur. Hingga kini pihak PU Provinsi Jambi belum melakukan perbaikan jalan rusak berat tersebut.

Kerusakan jalan membuat arus lalu-lintas di Muara Tembesi – Tebo kerap macet. Apalagi kalau hujan turun, sejumlah kendaraan truk pengangkut batubara dan CPO banyak yang terjebak ke dalam lubang.

Kondisi jalan rusak dapat ditemui di di KM 1 Desa Sukaramai Kecamatan Muara Tembesi, Batanghari. Bahkan sebuah truk terguling akibat menghindari lubang jalan.

Kemudian sebuah truk colt diesel bermuatan oli dan spare part sepeda motor terbalik di KM 15 Desa Sungai Pulai, Muara Tembesi akibat jalan rusak. Kejadian itu lagi-lagi membuat lalu-lintas macet total.

Sementara itu, satu-satunya ruas-jalan yang menghubungkan Kecamatan Jangkat, Lembah Masurai dan Sungai Tenang dengan Kota Bangko, Merangin, Jambi juga terputus.

Kondisi rusaknya jalan paling parah terdapat di Desa Dusun Tuo, Lembah Masurai. Jalan yang sebelumnya beraspal kini banyak berlubang, mirip kubangan kerbau. Kedalaman lubang hampir setara dengan ketinggian sebuah mobil.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jambi, H Mardinal kepada BATAKPOS, Jumat (28/1). Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Sekitar 24 desa di tiga kecamatan kembali terisolir di Jangkat.

Menurut Mardinal, kerusakan jembatan Sungai Sunsang dan jembatan Sungai Ruan di ruas jalan Muara Tembesi – Pauh semakin parah. Dua jembatan itu kini tidak bisa lagi ditempuh mobil berbeban diatas 20 ton.

Mobil yang masih bisa lewat hanya jenis bus dan mobil pribadi. Truk pengangkut batubara, CPO dan barang lainnya yang hendak ke Kota Jambi dari Sarolangun terpaksa menempuh jalan keliling lewat kota Muara Bungo.

Terpisah, Kabid Bina Marga PU Provinsi Jambi, Ir H Asmarjani mengatakan, pihaknya dalam tahun ini akan memperbaiki sejumlah titik jalan provinsi yang rusak parah.

Kemudian kerusakan jembatan di Sarolangun berakibat pengalihan kenderaan dilakukan karena jembatan Sungai Sunsang dan Sungai Ruan rusak parah.

Disebutkan, khusus jembatan Sungai Ruan di Desa Durian Luncuk, rusak akibat ditabrak truk batubara perbaikannya akan dibantu oleh Asosiasi Pengusaha Pertambangan Batubara (APPB). Anggarannya sudah disediakan Rp 1,7 miliar. ruk

Pengusaha India Akan Investasi di Jambi Rp 22,8 Triliun

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, menyampaikan bawha pengusaha dari India akan menginvestasikan modalnya sebesar Rp 22,8 triliun di Provinsi Jambi. Kepastian itu didapat dalam kunjungannya ke India bersama Presiden RI DR. Susilo Bambang Yudhoyono.

Dirinya juga telah menandatangani Memorendum of Understanding (MoU) dengan pengusaha India. Dalam pertemuan tersebut, telah ditandatangani MoU antar gubenrur dan perusahaan Indonesia dengan 16 pengusaha besar India.

Pada kesempatan itu sepakat untuk melakukan investasi di Indonesia, yang dihadiri hampir 1000 pengusaha di India yang disaksikan Perdana Menteri India.

Khusus di Provinsi Jambi ada dua perusahaan yang telah siap berinvestasi, yakni perusahaan Reliance dan Archen. Dalam hal ini perusahaan Reliance akan membangun jalur kereta api dari Musirawas melewati Sarolangun hingga menuju Pelabuhan Samudra di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan investasi sebesar Rp20 triliun.

Kemudian untuk pengerukan sungai Batanghari dan pembangunan stockfile batu bara di masing-masing wilayah dalam Provinsi Jambi yang akan dilaksanakan oleh perusahaan Archen bekerjasama dengan Synco Global nilai investasinya Rp2,8 triliun.

Demikian penjelasan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus kepada wartawan, Jumat (28/1) disela-sela sidak ke PDAM Tirta Mayang Jambi. Menurut Hasan Basri Agus, dengan rencana pembangunan jalur kereta api, sebelumnya telah datang Vice Presiden perusahaan Reliance untuk pembicaraan awal.

Diharapkan investor Negera India tersebut sesegera mungkin dalam membuka usaha tersebut di Provinsi Jambi. Hal tersebut sebagai wujud dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Provinsi Jambi. ruk

Bupati Tanjabar Janjikan Kemajuan Ekonomi Rakyat

Jambi, BATAKPOS

Pasangan Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) Drs. H. Usman Ermulan–Katamso Syafei, SE, ME berjanji akan memajukan perekonomian rakyat Tanjabar. Dirinya juga berjanji akan melaksanakan tugas selaku kepala daerah untuk berpihak kepada rakyat.

Sehari menjabat Bupati, setelah dilantik setelah resmi dilantik Gubernur Jambi Drs. H. Hasn Basri Agus, MM, atas nama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, (Kamis 27/1), dirinya juga akan menerapkan program saat kampanye lalu.

Usman Ermulan kepada wartawan di Kualatungkal, Jumat (28/1) mengatakan, lima misi Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat lima tahun kedepan terdiri dari, meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang startegis, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing global.

Kemudian meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dengan basis lokal dan jaminan keberlanjutan lingkungan, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, mewujudkan kehidupan masyarakat yang agamis dan berbudaya, dan meningkatkan derajat kesehatan.

Pihaknya juga akan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. ruk

Konversi Minyak Tanah ke gas di Jambi Lamban

Jambi, BATAKPOS

Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum menilai program konversi minyak tanah ke gas tiga kilogram di Jambi cukup lamban. Dirinya juga berharap konversi itu dapat terlaksana dengan baik.

Demikian dikatakan Fachrori Umar, saat membuka rapat pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Kamis (27/1). Masyarakat diharapkan dapat menerima pelaksanaan konversi ini dengan baik.

Program ini merupakan program pemerintah pusat yang harus didukung dan dilaksanakan, karena tujuan dilaksanakannya konversi ini tidak lain guna memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk di Provinsi Jambi.

“Kita juga minta semua pihak, termasuk para konsultan yang diberi tanggungjawab untuk melaksanakan, mulai dari konsultan pendataan, konsultan sosialisasi dan konsultan pendistribusian dari Dirjen Migas, untuk dapat menjelaskan sudah sejauh mana pelaksanaannya, secara terbuka,”katanya.

Konsultan Edukasi dan Sosialisasi Dirjen Migas, Roni mengatakan, edukasi dan sosialisasi dalam rangka memberikan pembelajaran bagi masyarakat yang awam dalam penggunaan LPG, mulai cara pemasangan selang kekompor dan ke regulator, dan pemasangan regulator ke tabubung.

Hal itu telah dilaksanakan 100 persen di Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi. Dijelaskannya bahwa edukasi dan sosialisasi dilakukan disetiap desa dan kelurahan, namun dalam pelaksanaannya setiap dua desa/kelurahan digabung dalam satu kegiatan (objek).

Rincian pelaksanaan masing-masing terdiri dari ; Kabupaten Batanghari 57 objek, Bungo 72 objek, Kerinci 137 objek (Kota Sungai penuh dan Kabupaten Kerinci), Sarolangun 66 objek, Tanjung Jabung Barat 34 objek, Tanjung Jabung Timur 70 objek, Kabupaten Tebo 53 objek dan Kota Jambi 31 objek.

Sedangkan menurut konsultan pendataan Dirjen Migas, Hana melaporkan bahwa dari hasil pendataan sampai saat ini masyarakat calon penerima konversi minyak tanah ke gas LPG tiga kilogram di Provinsi Jambi sebanyak 470 ribu kepala keluarga (KK) dan usaha mikro. ruk

India Berencana Membangun Rel KA di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Investor India (PT Raliance Group) berencana membangun rel Kereta Api (KA) dari Sumsel hingga ke Tanjung Jabung Timur. Rel KA tersebut juga menunjang perusahaan batu bara milik investor India di Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Gubernur Jambi Drs.Hasan Basri Agus, Kamis (27/1) mengatakan, pihaknya siap menandatangani MOU pembangunan rel kereta api dengan perusahaan India Raliance Group. Penandatanganan MOU ini telah dilaksanakan di India pada 25 Januari dihadapan Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri India.

Raliance Anic Dhiru Group adalah perusahaan India yang bergerak di bidang komunikasi, infrastruktur, media dan energi. Perusahaan ini memiliki perusahaan batu bara di Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan dan tujuan pembangunan jalur kereta api dari Musi Rawas sampai ke Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Disebutkan, kerjasama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Provinsi Jambi. Raliance yang akan membangun kereta api dari Musi Rawas yang merupakan lokasi batu bara milik mereka yang akan dibawa ke India melalui Jambi yaitu melalui pelabuhan Muara Sabak.

Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen dan menjaga hubungan baik dengan investor lain yang telah menandatangani MOU dengan pemerintah Provinsi Jambi yaitu Syinco Global yang melakukan pengerukan sungai Batanghari dan membangun pelabuhan.

Kabid Sarana Prasarana Fisik dan Kerja Sama Bappeda Provinsi Jambi Donny Iskandar mengatakan, rencana pembangunan rel kereta api untuk angkutan batubara dan penumpang membentang dari Sumsel hingga Provinsi Jambi. Lintasan rel yang dikerjakan perusahaan India ini, melewati 9 kabupaten/kota dan berakhir di stasiun kawasan pantai Timur Jambi.

Dalam desainnya, jalur kereta yang akan dibuat bukan hanya rel tunggal melainkan rel ganda. Rel ganda lebih cepat dalam perjalanan, dihitung waktu dan sebagainya.

Donny mengakui saat ini rencana pembangunan jalur rel untuk kereta industri saja, bukan untuk kereta penumpang. Hal ini disebabkan pihak investor memiliki kepentingan memotong cost dalam pengiriman batubara dari Sumatera Selatan menuju Pantai Timur Jambi.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal mengatakan, pihaknya mendukung rencana pembangunan jalur rel kereta api dari Sumatera Selatan menuju kawasan pantai timur Jambi. Tahapan-tahapan dalam pembangunan jalur harus diperhatikan.

Tawaran pemerintah India membangun jalur rel untuk industri dimungkinkan karena pada tahapannnya nanti akan mengarah juga ke jalur rel kereta untuk penumpang atau masyarakat.

Masyarakat Jambi menyambut baik keberadaan jalur kereta api. Warga menilai keberadaan kereta adalah sebuah kemajuan. Selama ini di Jambi belum ada kereta api.

“Menurut saya rencana itu bagus. Selama ini kan tak ada kereta api di Jambi. Sementara kondisi jalan terbatas. Sedangkan sumber daya alam melimpah. Rel kereta api sudah menjadi hal yang harus di Jambi. Semoga investor India itu serius dalam membangun rel tersebut, bukan sebatas MOu,”kata Zulkifli Nuar, warga Jelutung Jambi.

Hal senada juga dikatakan, Muhammad Rizal, warga Kotabaru Jambi. Menurutnya, transportasi kereta api di Jambi sudah menjadi keharusan terutama melihat jalan raya banyak yang rusak parah. Transportasi kereta api dianggapnya sebagai moda transportasi yang cepat dan aman. ruk

Jelang Imlek 2562, Harga Daging Babi Tembus Rp 45 Ribu

Jambi, BATAKPOS

Jelang Tahun Baru Imlek 2562 ( 3 Februari 2011) harga daging babi di pasar Jambi menembus Rp 45 ribu per kilogram. Sementara harga pada hari-hari biasa hanya mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Melonjaknya harga daging babi tersebut karena meningkatnya permintaan.

Cauming (Alex), seorang pedagang daging babi di Pasar Hongkong Jelutung Jambi kepada BATAKPOS, Kamis (27/1) pagi mengatakan, melonjaknya harga daging babi tersebut sudah berlangsung tiga hari terakhir. Bahkan diperkirakan harga daging babi tersebut bias menembus Rp 60 ribu.

Menurut Meilin, warga Jambi keturunan mengatakan, tingginya harga daging babi tersebut sudah melampaui kewajaran. Karena tahun lalu, harga maksimal hanya menembus Rp 35 ribu per kilogram.

“Harga daging babi ini sudah tidak wajar. Ini ada permainan antara peternak dan pedagang. Banyak oknum cari-cari kesempatan cari untung jelang Imlek ini,”kata Meilin.

Sementara itu, pusat perbelanjaan juga menggelar bazar aneka aksesoris Imlek. Semua aksesoris dan perlengkapan Imlek tersedia, seperti aneka gantungan, gift binatang shio, beragam tempelan dinding dan angpao.

Koordinator JPM, Mardisan, salah satu pusat perbelanjaan di Jambi mengatakan, pihaknya telah mendatangkan produk terbaru yaitu pohon Sakura dan pohon Jeruk Santang.

Dia menambahkan, segala aksesoris yang ditawarkan setiap tahun selalu berbeda dengan harga yang terjangkau mulai dari harga Rp 2 ribuan, seperti tempat angpao di jual seharga Rp 2.500/pcs isi enam lembar.

Gift Imlek harga dari Rp 9.500 hingga ratusan ribu, aneka tempat permen harga mulai dari Rp 63 ribu. “Pohon Sakura dijual seharga Rp 250 ribu, pohon jeruk Santang Rp 150 ribu, khusus untuk lampion Imlek tersedia tiga ukuran, besar, kecil dan sedang dengan harga mulai dari Rp 22 ribu hingga Rp 100 ribuan,’’ katanya. ruk

Anak Harimau Taman Rimbo Jambi Mulai Aktif

Uni lagi menyusui ketiga anaknya.
Sang Dokter dan Pawang Uni.Foto2 Rosenman Manihuruk Alias Asenk Lee Saragih

Jambi, BATAKPOS

Tiga anak harimau yang baru dilahirkan pasangan (Peter dan Uni) di Kebun Binatang Taman Rimbo, Kota Jambi, kini sudah mulai aktif berinteraksi dengan induknya. Tiga anak harimau itu juga kini dalam keadaan sehat.

Kasi Perawatan Satwa Taman Rimbo, Arif Makhfud, Kamis (27/1) mengatakan, satu anak harimau sempat lemas dan sempat dikeluarkan dari kandang dan dibawa ke kantor untuk dirawat pihak kebun binatang.

Namun karena berbagai pertimbangan, bayi harimau tersebut dikembalikan ke kandang.

Anak harimau perlu mendapatkan kolustrum yang terdapat dalam susu dari induknya. Kolustrum ini sebagai imun bagi bayi harimau.

Kepala UPTD Taman Rimbo, Adrianis, menambahkan, hal tersebut dilakukan untuk perkembangan bayi harimau itu sendiri. Namun demikian, pemantauan tetap dilakukan. Bila minum susunya kurang, akan diberikan susu tambahan berupa susu yang biasanya digunakan untuk bayi kucing.

Disebutkan, Uni, sang induk harimau, sudah mulai normal pola makannya. Selain makanan, Uni juga diberi vitamin A.Sedangkan bayi harimau yang mati, dibawa ke laboratorium di Dinas Peternakan Provinsi Jambi untuk diawetkan.

Drh Nurbani yang bertugas di Kebun Binatang (KB) Taman Rimba, mengatakan, setelah lahir pada Senin (24/1), ketiga anak harimau yang masih bertahan hidup itu kondisinya cukup sehat serta terlihat masih terus disusui sang induk Uni yang berusia tujuh tahun.

Uni melahirkan empat ekor anak, namun satu di antaranya mati karena mengalami cacat. Hasil pengamatan tim medis kebun binatang, induk ketiga harimau tersebut terlihat cukup sehat dan dalam kondisi baik serta bisa merawat anak-anaknya dengan terus menyusui.

“Pengamatan kita, sang induk memang terlihat sayang dan merawat ketiga anaknya dengan menjaga dari gangguan sang jantan bernama Peter (8) yang berada di samping kandang induk harimau tersebut," katanya. ruk

Wagub Pimpin Rapat LPTQ Tingkat Provinsi

Jambi, BATAKPOS

Wakil Gubernur Jambi Drs.Fachrori Umar,M.Hum yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang baru saja dibentuk memimpin langsung rapat pembahasan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) LPTQ Provinsi Jambi ke-41 yang akan dilaksanakan 2 Februari 2011.

Rapat bertempat di ruang rapat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Rabu (26/1). Rapat ini juga membahas tentang pelaksanaan MTQ ke-41 tingkat Provinsi Jambi yang direncanakan akan dilaksanakan pada awal Mei di Kabupaten Kerinci. Rapat ini dihadiri oleh Pengurus inti LPTQ.

Dalam rapat ini Wagub menyatakan pentingnya peran dan fungsi LPTQ yang tidak terbatas hanya pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan sejenisnya diberbagai tingkatan. LPTQ juga mempunyai tugas dan fungsi pembinaan serta pengembangan pendidikan non formal dan informal di bidang Al-Qur’an dan pelatihan Qori dan Qoriah, Hafidz dan Hafidzah.

“Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) memiliki peran yang penting dan strategis, terutama dan meningkatkan semangat umat Islam untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Al Qur’an. Untuk itu dari segi organisasi dan kelembagaan diperlukan pemberdayaan dan pengembangan secara berkelanjutan Dalam hubungan ini, perlu pengelolaan kelembagaan secara moderen, profesional dan mandiri dengan tidak meninggalkan keikhlasan dan kebersamaan,”katanya. ruk

SMA 4 Jambi Digeregoti Wartawan Gadungan

Jambi, BATAKPOS

Pihak Sekolah SMAN 4 Kota Jambi kini kewalahan menghadapi ulah dari rombongan wartawan gadungan (wartawan tak tahu menulis). Bahkan dana sekolah habis digeregoti wartawan gadungan tersebut melalui iklan tembak dan langganan koran yang terbit hanya temporer saja.

Staf Keuangan TU SMAN 4 Kota Jambi, Melly kepada BATAKPOS, Rabu (25/1) mengatakan, pihaknya kini kewalahan meladeni ratusan wartawan gadungan yang sering mampir ke sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Jambi, Sugiono yang akrab dengan seluruh kalangan yang mengaku pers, menjadi salah satu banirnya wartawan gadungan di SMAN 4 Kota Jambi.

Menurut Melly, kini hamper 50an media berlangganan di SMAN 4 Kota Jambi. Ada media harian local dan mingguan bahkan bulanan atau media yang terbt temporer. Pihaknya kewalahan dalam membayar uang tagihan koran yang selalu di acc oleh kepala sekolah.

Maraknya wartawan gadungan ke SMAN 4 Kota Jambi, karena kepala sekolahnya terlalu meladeni oknum artawan tersebut. Bahkan SMAN 4 Kota Jambi satu-satunya sekolah di Provinsi Jambi yang memiliki siswa paling banyak yakni mencapai 2500 siswa.

Radesman Saragih, salah satu wartawan harian Nasional di Jambi mengatakan, seharusnya pihak sekolah tegas dalam menghadapi oknum yang mengaku wartawan tersebut.

Pihak sekolah juga diminta agar tidak melayani permintaan oknum pers tersebut dengan dalih konfirmasi berita yang berujung pada “pemerasan”. Fenomena wartawan gadungan saat ini cukup marak akibat mudahnya dalam penerbitan media.

Menurut Radesman Saragih, PWI Cabang Jambi juga diminta agar bisa berbuat dalam meredam semakin maraknya wartawa gadungan di Jambi. PWI Jambi juga diminta agar melakukan kerjasama dengan pihak sekolah atau instansi dalam mempersempit gerak gerik wartawan gadungan tersebut. ruk

Inspektorat Jambi Temukan Tunggakan Rekanan Rp 3 Miliar Lebih

Jambi, BATAKPOS

Inspektorat Provinsi Jambi menemukan tunggakan rekanan dalam proyek di Jambi sebesar Rp 3 miliar lebih. Tunggakan paling besar ditemukan rekanan di Dinas PU Provinsi Jambi yakni Rp 1.470.324.348, Dinas Peternakan Provinsi Jambi Rp 1.106.118.300.

Kemudian tunggakan rekanan di dinas BKPMD Rp 364.800.000, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Rp 65.674.740 dan rekanan di Disbudpar Provinsi Jambi sebesar Rp 45.496.458.

Inspektorat Provinsi Jambi juga mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hokum jika rekanan tidak membayar tunggakan hingga 15 Maret mendatang. Pihaknya juga meminta rekanan penunggak untuk melunasi lewat rekening kas daerah atau rekeing Provinsi Jambi.

Demikian dikatakan Kepala Inspektorat Provinsi Jambi, Erwan Malik kepada wartawan, Rabu (26/1). Menurut dia, tidak ada cerita lain rekanan yang tidak mau melunasi tunggakan tersebut.

“Kita tak ada kompromi soal tunggakan tersebut. Jika batas pelunasan sudah lewat akan dibawa ke ranah hokum. Kita minta rekanan itu kooperatif dalam melunasi hutang tersebut. Kami juga telah melayangkan surat kepada kontraktor bermasalah tersebut,”kata Erwan Malik.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Provinsi Jambi, Didi Wurjanto mengatakan, CV Hidayat telah mencicil Rp 21 juta. Dirinya juga telah menyurati kontraktor yang menunggak tersebut.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Idham Kholid dan Kepala Dinas PU Provinsi Jambi, Ir Achmad Djunaidi CES. Menurut keduanya, seluruh rekanan yang menunggak telah diminta untuk melunasi sebelum tanggal 15 Maret mendatang. ruk

Harimau Sumatera Lahirkan Eampat Anak

Kebun Binatang Taman Rimba Jambi

Jambi, BATAKPOS

Harimau Sumatera (Panther Tigris Sumatera) yang diberi nama Uni melahirkan empat anak di Kebun Binatang Taman Rimbo Kota Jambi. Satu dari empat anaknya mati setelah lahir. Kelahiran empat anak harimau sumatera pasangan Peter dan Uni asal Ragunan Jakarta ini menambah koleksi Taman Rimbo Jambi.

Pihak pengelola Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi juga berencana melakukan sayembara pemberian nama ketiga anak harimau tersebut. Tiga anak harimau tersebut merupakan keberhasilan pertama di Sumatera.

Pasangan Peter (harimau jantan) dan Uni merupakan pengganti sepasang Harimau Sumatera Sheila dan Rangga yang mati tahun lalu. Sheila mati karena diracun pencuri dan bangkainya dibawa lari. Sementara Rangga mati akibat sakit.

Sepasangan Harimau Sumatera (Peter dan Uni) dipasangkan di Kebun Binatang Jambi Januari 2010 lalu. Perkawinan Peter dan Uni kali kedua yang berhasil setelah sebelumnya gagal dalam pembuahan rahim.

Pawang (keeper) Peter dan Uni, Eko kepada BATAKPOS di Kebun Binatang Taman Rimbo, Rabu (26/1) mengatakan, Uni melahirkan empat anak Senin (24/1) malam. Uni diketahui melahirkan di kandangnya Selasa (25/1) pagi saat Eko hendak memberikan makan.

“Hari Sabtu dan Minggu sudah ada tanda-tanda Uni mau melahirkan. Dua hari terakhir selera makan Uni berkurang. Kemudian putting susu Uni tampak bengkak dan membesar. Pada Selasa pagi baru tahu kalau Uni melahirkan empat anak, namun satu mati,”kata Eko didampingi dokter hewan Taman Rimbo Jambi, drh Nurbani.

Menurut drh Nurbani, Uni dan tiga anaknya dalam kondisi baik. Uni tergolong induk yang penyanyang dan penjaga anaknya. Uni akan bersama dengan anaknya kurang lebih enam bulan.

“Belum ada petunjuk dari atasan soal pemisahan Uni dengan anaknya. Kalau di Taman Safari Bogor, sebulan sudah bisa dipisah agar mudah jinak. Namun Uni direncanakan pisah selama enam bulan sehingga kesehatan ketiga anaknya dari kolesterom susu induknya semakin terjamin,”kata Nurbani.

Kepala UPTD Taman Rimbo Jambi, Adrianis mengatakan, kebun binatang Jambi memecahkan rekor berhasil menangkar harimau sumatera melahirkan secara alami dengan empat anak.

Dikatakan, berat masing-masing anak harimau itu berkisar 1,5 kilo gram dengan panjang 25 centi meter. Namun jenis kelamin ketiga anak harimau itu belum diketahui karena induknya belum mau meninggalkan ketiga anaknya tersebut.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jambi, Tri Siswo mengatakan, kelahiran empat anak harimau itu merupakan prestasi yang cukup mengejutkan. Proses kelahiran alami, ini menunjukkan asumsi gizi Peter dan Uni cukup baik.

Dikatakan, di Jambi kini hanya tersisa 40-50 ekor harimau Sumatera yang hidup di habitatnya seperti di kawasan TNKS, TN Berbak dan TNBD Jambi. Kelahiran tiga anak harimau yang kini dalam kondisi baik, diharapkan menambah koleksi Taman Rimbo Zoo. ruk

Menyusui : Uni tampak menyusui ketiga anaknya di kandang Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi, Rabu (26/1). Kelahiran empat (satu mati) anak harimau dari pasangan Peter dan Uni merupakan yang pertama di Sumatera. Foto batakpos/rosenman manihuruk




Uni menyapa BATAKPOS. Foto2 ROSENMAN MANIHURUK.

Mahasiswa Unja Obrak Abrik Kampus Sendiri

Jambi, BATAKPOS

Ratusan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jambi (BEM Unja) di Kampus Unja Mendalo Darat, Muarojambi, Selasa (25/1) melakukan unjukrasa yang berakhir ricuh. Mahasiswa mengobrak abrik kampus dengan telor busuk.

Kericuhan terjadi saat mahasiswa melakukan orasi di depan loket registrasi pendaftaran ulang mahasiswa. Mahasiswa yang sedang melakukan registrasi berhamburan lari saat salah seorang anggota BEM melempar kaca tempat pendaftaran itu dengan telur.

Ratusan mahasiswa yang mendesak bertemu rektor sempat saling dorong dengan keamanan kampus. Petugas hanya menginginkan hanya satu orang perwakilan mahasiswa yang mengecek ke ruangan rektor. Namun mahasiswa bersikeras menggeledah ruangan secara beramai-ramai.

Pembantu Rektor III Universitas Jambi, Maizar Karim, kepada pengunjukrasa mengatakan kalau Rektor Unja, Kemas Arsyad Somad tak berada ditempat. “Mohon maaf rekan-rekan mahasiswa, rektor sedang sakit,”kata Maizar Karim.

Mahasiswa juga mendesak Maizar Karim bersumpah dengan kitab suci Al-Qur'an. Unjuk rasa BEM Unja di Kampus Unja Mendalo Darat, berakhir dengan aksi pelemparan telur ke gedung rektorat Unja.

Mahasiswa kecewa karena rektor Kemas Arsyad Somad tidak mau menemui mereka karena alasan sedang sakit. Selain gedung rektorat, mahasiswa juga melempari gedung BAKSI dengan telur. Poster besar Kemas Arsyad Somad (KAS) juga menjadi target mahasiswa. Poster raksasa KAS dibakar dan dirobek.

BEM Unja menilai selama ini pihak universitas tidak transparan terhadap dana kemahasiswaan yang dikumpulkan dari mahasiswa. Dana kemahasiswaan tersebut adalah dana asuransi Rp6.000 pertahun yang diminta, namun mahasiswa tidak diberikan kartu asuransinya.

Kemudian setiap ada kecelakaan yang dialami, mahasiswa tidak mendapatkan asuransinya. Mahasiswa juga meminta agar pungutan dana map untuk registrasi harus dihentikan.

BEM Unja juga menilai Kemas Arsyad Somad sudah tidak laik lagi menjabat Rektor Unja. Pihaknya meminta Rektor untuk mundur dari jabatan itu. ruk

407.203 Unit Kendaraan di Jambi Menunggak Pajak

Pemutihan Capai Rp 3,8 Miliar

Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 407.203 unit kenderaan di Jambi menunggak pajak. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jambi melakukan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga 6 April 2011 mendatang. Dispenda Provinsi Jambi sudah menerima dana hasil pemutihan PKB sebesar Rp 3,8 miliar.

Kepala Bidang Pajak Dispenda Provinsi Jambi, Asnawi, Selasa (25/1) mengatakan pihaknya tidak memasang target dana yang bakal diperoleh dari program pemutihan tersebut.

“Sejauh ini respons dari masyarakat cukup baik dengan pemutihan yang bakal digelar hingga 6 April mendatang ini. Kita tidak menargetkan khusus berapa yang harus dicapai. Tapi sejauh ini sudah terealisasi sebesar Rp 3,8 miliar. Dan pastinya, angka ini akan terus bertambah hingga berakhirnya jadwal pemutihan nanti,”katanya.

Disebutkan, pendapatan pajak kendaraan bermotor ini akan dibagi dengan daerah. Tiga puluh persen akan diserahkan di pemkot/pemkab dan 70 persen untuk pemerintah provinsi.

Menurut Asnawi, hingga saat ini, sudah 9.856 unit kendaraan yang di proses melalui pemutihan ini. Angka ini tentunya masih jauh dari harapan. Pasalnya, Dispenda Provinsi Jambi mencatat sekitar 500 ribu kendaraan di Provinsi Jambi tidak membayar pajak kendaraannya sejak 2007 lalu.

Dikatakan, tunggakan pajak tersebut, tercatat untuk semua jenis kendaraan. Namun masih didominasi oleh kendaraan jenis roda dua atau sepeda motor. Seperti diketahui, jumlah kendaraan di Kota Jambi pada tahun 2009 mencapai 334.160 unit. Sementara, di tahun 2010 hingga bulan September mencapai 407.203 unit yang diperkirakan sekitar 70 persennya adalah roda dua.

Sementara itu Kepala Dispenda Provinsi Jambi, Syahrasaddin mengatakan pihaknya akan terus berupaya menekan angka tunggakan ini. Bagi yang menunggak, tidak terkecuali para pejabat akan dilakukan penagihan.

Berdasarkan UU No.28 2009 tentang pajak daerah dan retribusi, seluruh mobil dinas akan dikenakan pajak sebesar 0,5 persen. Memang, jelasnya, sebelumnya mobil dinas tidak dikenakan pajak, tapi karena sudah ada aturannya maka harus di patuhi. ruk

Bank Jambi Belum Mampu Tarik Nasabah Non PNS

Jambi, BATAKPOS

Bank Jambi sebagai motor penggerak perekonomian di Provinsi Jambi, hingga kini belum mampu menarik sipatik nasabah non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selama ini perputaran modal Bank Jambi sebagai salah satu BUMD masih tergantung pada kegiatan-kegiatan pemerintah daerah, sehingga hasil yang diharapkan belum optimal.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) di Jambi, Selasa (25/1). Disebutkan, pemberian kredit pun sebagian besar merupakan kredit konsumtif sehingga belum berpengaruh langsung terhadap peningkatan produksi di Provinsi Jambi.

“Melalui penambahan modal dan inovasi produk perbankan maka Bank Jambi akan dapat memperluas jaringannya khususnya di Provinsi Jambi. Inovasi Tabungan Siginjai merupakan salah satu inovasi produk yang dilakukan oleh Bank Jambi. Pemberian hadiah kepada nasabah diharapkan akan terus memacu keinginan nasabah untuk menyimpan uangnya di Bank Jambi, sehingga kredit yang bisa dikucurkan akan lebih besar,”katanya.

Secara terpisah, Direktur Utama (Dirut) Bank Jambi Drs. H. Hardani Rusli mengatakan, operasional bank di Provinsi Jambi ini berkembang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya wilayah otonomi masing-masing kabupaten dalam Provinsi Jambi.

Perjalanan yang ditempuh dalam mengemban misi agar Bank Jambi selalu eksis dan berkembang sebagaimana harapan Pemerintah Daerah dan masyarakat Jambi, sehingga mampu bersaing secara sehat dengan Bank-Bank lain yang lebih besar dan terus meningkatkan pelayanan akan jasa perbankan. ruk

Pemprov Jambi Tunggu Alokasi Pupuk tahun 2011

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi hingga kini masih menunggu alokasi pupuk untuk tahun 2011. Provinsi Jambi merupakan provinsi agraris, sehingga alokasi pupuk dari pemerintah pusat segera dibutuhkan.

Kepala Biro Ekbang Pemprov Jambi, Sepdinal, Selasa (25/1) mengatakan, pihaknya masih menunggu SK dari Deptan terkait alokasi pupuk bersubsidi.

Pihaknya telah mengusulkan alokasi pupuk untuk Provinsi Jambi 2011, namun belum ada keputusannya. Provinsi Jambi membutuhkan 40.000 ton pupuk setiap tahunnya.

Tingginya permintaan masyarakat terhadap pupuk besubsidi, dilapangan banyak terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu, dengan menjual pupuk bersubsidi dengan harga lebih tinggi, bahkan menjual pupuk bersubsidi kepada perusahaan-perusahaan besar.

“Selama ini, petani Jambi selalu mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi. Kita sudah membentuk tim pengawas distribusi pupuk dan pestisida, tim ini akan melakukan pemantauan di masyarakat,”katanya.

Tim yang dibentuk yakni Asisten II Setda Provinsi Jambi jadi ketua tim dan Karo Ekbang sebagai sekretarisnya. Tim tersebut akan turun melakukan pemantauan di tingkat petani. ruk

Kampanye Damai Pemilukada Tanjabtim Dimulai

Jambi, BATAKPOS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) melakukan kampanye damai tiga pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tanjabtim, Senin (24/1).

KPU Tanjabtim melakukan aturan yang menyebutkan setiap tim kampanye melapirkan daftar jurkam baik tingkat nasional, provinsi maupun lokal. Masing-masing pasangan telah menyampaikan juru kampanye masing-masing.

KPU telah mengatur jadwalnya, kepada tiga pasangan tersebut. Namun kampanye terbuka atau hanya sebatas dialogis diserahkan kepada para kandidat.

Ketua KPU Tanjabtim, Mustaqim, Senin (24/1) mengatakan, dari hasil keputusan kita secara bersama-sama dengan tim kampanye, tiga hari sebelum pelaksanaan harus sudah mengantongi surat izin dari pihak kepolisian.

“Kampanye damai yang diikuti semua peserta Pemilukada 10 Februari mendatang. Dihadiri dihadiri oleh bupati, dan beberapa pejabat lainnya, termasuk tiga pasangan kandidat dan tim kampanye,” katanya.

Pemilukada Tanjab Timur diikuti oleh tiga pasangan kandidat, yakni Saipudin-Kaharuddin, M Juber-Isroni serta Zumi Zola-Ambo Tang.

229 TPS Rawan

Sementara itu sebanyak 229 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pemilukada Tanjabtim kategori rawan. Jumlah tersebut, terdiri dari 217 TPS berkategori rawan I dan 12 TPS berkategori rawan II. TPS kategori aman sebanyak 310 TPS dari keseluruhan jumlah TPS sebanyak 539.

Demikian kata Wakapolda Jambi Komisaris Besar (Kombes) Robby Kaligis di dampingi Kapolres Tanjabtimur AKBP Budi Wasono. Di TPS yang kategori rawan I itu, menurunkan 79 personel kepolisian dibantu 434 orang Linmas.

“Untuk TPS kategori rawan II, kita menurunkan 12 personel dibantu 24 Linmas. TPS yang masuk kategori rawan II seperti di Pulau Berhala dan TPS Sungai Benu. Pasalnya, jarak tempuh dari komando lebih dari 3 jam dan sulit dijangkau,”katanya. ruk

Angkutan Batubara Dituding Jadi Biang Kerok Perusak Jalan di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Kendaraan angkutan batu bara yang melebihi Muatan Sumbu Terberat (MST-8 ton) dituding sebagai penyebab utama terjadinya kerusakan jalan dan jembatan di Provinsi Jambi. Sejumlah jembatan rusak akibat tidak mampu menahan beban kendaraan, seperti mobil tangki CPO, truk batubara dan truk barang lainnya.

Awal tahun 2011 tercatat 4 unit jembatan mengalami rusak berat akibat dilalui angkutan batu bara melebihi Muatan Sumbu Terberat. Masing-masing jembatan itu yakni Jembatan Sikamis (Pauh), jembatan Liang Besar dan Liang Kecil, jembatan Sunsang (Mandiangin) dan jembatan Jujuhan (Bungo).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi, Ir Achmad Djunaidi CES, Senin (24/1) menjawab BATAKPOS terkait kerusakan jalan dan jembatan di Provinsi Jambi.

Menurutnya, sebuah jembatan di Durian Luncuk, Kabupaten Batanghari, juga rusak akibat ditabrak truk pengangkut batubara. Kejadiannya berlangsung 9 Januari lalu.

Sementara perbaikan ruas-jalan yang rusak di Jambi, seperti jalan lingkar selatan (jalingsel), juga mengalami kesulitan dalam perbaikan. Yang jadi biang kerok sulitnya perbaikan jalan itu adalah kelebihan muatan kendaraan.

“Bayangkan, jalan kelas IIIA khusus untuk kendaraan bermuatan 8 ton dilewati oleh mobil berbeban 40 hingga 60 ton. Parahnya lagi, mobil yang melintas bukan 10 sampai 20 mobil, tapi ratusan bahkan ribuan per hari. Yang paling banyak truk pengangkut batubara dan Cruide Palm Oil (CPO) alias minyak kelapa sawit,”katanya.

Jembatan Timbang

Langkah untuk mengatasi banyaknya kenderaan melebihi tonase di Provinsi Jambi, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi telah mengawasi berat beban kendaraan. Dasar pengawasan itu yakni Perda Nomor 8 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan jalan untuk angkutan hasil tambang, perkebunan dan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi, Ir Bernhard Panjaitan MM, Senin (24/1) menegaskan, pihaknya akan menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2009.

Sejalan terbitnya perda itu, telah dioperasikan beberapa jembatan timbang baru, seperti di Muara Tembesi, Sarolangun dan Muaro Jambi.

Disebutkan, sepekan beroperasinya jembatan timbang Muara Tembesi, Batanghari, sedikitnya ratusan truk dikenakan bukti pelanggaran (tilang). Truk pengangkut barang, CPO, kelapa sawit dan batubara kedapatan membawa muatan tidak sesuai ketentuan Muatan Sumbu Terberat (MST) jalan 8 ton.

Dalam pasal 5 perda tersebut dikatakan, setiap angkutan hasil tambang, perkebunan dan angkutan barang lainnya dilarang melewati jalan umum, kecuali sesuai jumlah berat yang diizinkan (JBI) dan/atau sesuai jaringan lintas angkutan barang.

Bagi yang tidak mengindahkan dikenakan sanksi sesuai pasal 13 ayat 1 – 4, yang isinya antara lain mengatur tentang ancaman hukuman 6 bulan penjara atau denda Rp 50 juta. ruk

Kasus Gizi Buruk di Jambi Belum Tuntas

Jambi, BATAKPOS

Pemberantasan gizi buruk di Kota Jambi hingga kini belum bias dituntaskan Pemerintah Kota Jambi. Sedikitnya 13 kasus gizi buruk terjadi di Kota Jambi awal tahun 2011 ini. Jumlah kasus itu terdapat pada anak yang berusia Bawah Lima Tahun (Balita).

Dari kasus yang ditemukan di Kota Jambi, gizi buruk terjadi bukan dari keluarga yang tergolong tak mampu, akan tetapi justru pada keluarga mampu.

Pola asuh yang minim dan ketakteraturan jadwal makan anak merupakan salah satu penyebab kasus gizi buruk di Kota Jambi. Diketahui, kasus yang terjadi di Jambi ini persebarannya mencakup tiga wilayah kecamatan, yakni Jambi Selatan, Kotabaru dan Jelutung.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, Irawati Sukandar Senin (24/1). Dari catatan Dinkes Kota Jambi awal tahun 2011 ini, 13 kasus gizi buruk ditemukan. Dari analisa Dinkes, kasus ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuan orangtua secara ekonomi, namun kurang perhatian pola asuh anak.

Menurut Irawati, meski jumlahnya terbilang relatif, namun secara umum kasus gizi buruk pada awal tahun ini mengalami pengurangan cukup signifikan dari tahun sebelumnya.

Dari 13 orang penderita gizi buruk, tujuh orang lainnya telah berangsur membaik. Hingga statusnya kini menjadi penderita gizi kurang. Seluruh penderita telah ditangani oleh tim dari puskesmas secara intensif, dengan memberikan makanan tambahan (PMT) yang cukup.

Pihaknya juga menghimbau, bila ditemukan Balita yang dicurigai menderita gizi buru, maka segera lakukan penimbangan berat badan secara teratur. Termasuk pengukuran panjang/tinggi badan dan/atau pemeriksaan tanda khusus, dan segera bawa ke puskesmas untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan. ruk

Friday, 28 January 2011

Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Maksimalkan Penggunaan Jembatan Timbang


Jambi, BATAKPOS

Dalam mewujudkan visi pembangunan “Jambi EMAS” (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) 2010-2015, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi juga ambil bagian dalam mendukung sarana dan prasarana dibidang dinas perhubungan. Pengoperasian maksimal dan melengkapi rambu lalulintas menjadi prioritas tahun 2011 ini.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ir Bernhard Panjaitan MM di Jambi, Rabu (5/1) kepada BATAKPOS mengatakan, uji coba penggunaan jembatang timbang milik Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, di KM 8 lintas Tembesi, Batanghari, telah dilaksanakan belum lama ini. Jembatan timbang tersebut dalam waktu dekat sudah mulai dioperasikan.

Sistem digital yang dipasang berjalan dengan baik. Itu tampak saat dua truk batu bara dan satu truk bermuatan semen ditimbang, angka dilayar timbangan digital menunjukkan berat muatan yang sesuai dan seimbang.

Menurut mantan Kabid Bina Marga PU Provinsi Jambi ini, rencananya jembatan timbang yang dibangun di areal seluas 1 hektar ini akan diresmikan oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus pada Januari 2011 ini.

Disebutkan, enam jembatan timbang Jambi, empat di antaranya sudah selesai dibangun. Dua lagi akan dibangun pada 2011. Pembangunan jembatan itu nantinya akan difungsikan untuk mengurangi kerusakan jalan yang dipicu maraknya truk berukuran besar melebihi tonase yang tidak sesuai kapasitas jalan.

Menurut Benrhard Panjaitan, banyaknya truk berukuran besar mengangkut industri pertambangan batu bara dan minyak kelapa sawit/CPO serta barang kebutuhan masyarakat lainnya melebihi tonase memicu kerusakan jalan di Provinsi Jambi.

"Bebasnya kendaraan berukuran besar dan melebihi tonase yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan menyebabkan sebagian besar jalan provinsi rusak, dan mengganggu kelancaran lalu lintas lainnya. Guna menekan kerusakan jalan itu, Dinas Perhubungan Provinsi akan mengaktifkan, dan membangun jembatan timbang yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis lintasan truk angkutan barang,”katanya.

Disebutkan, enam jembatan timbang itu nantinya semua menggunakan sistim komputer, yakni truk yang masuk timbangan akan terdeteksi kelebihan muatannya dan diminta menurunkan atau membongkar muatannya.

“Empat jembatan timbang itu pada 2010 sudah dioperasikan, yakni di Muarojambi Bungo, Sarolangun, Batanghari serta di Kabupaten Kerinci. Dua jembatan timbang baru yang akan dibangun pada 2011 yakni di Kabupaten Bungo yakni di jalur lintas Sumatera (Jalinsum) dan Kota Jembi, jalan menjelang pelabuhan Talang Duku,”katanya.

Disebutkan, keberadaan jembatan timbang itu nantinya akan mampu menjaring truk berukuran besar sekaligus mendeteksi kelebihan muatan yang langsung diberikan tindakan, apakah dibongkar muatannya atau disuruh kembali ke pangkalan. Petugas yang ditempatkan di jembatan timbang itu juga tidak bisa berbuat curang atau melakukan penyelewengan, karena akan terdata dan tercatat di komputer.

Rambu Lalulintas

Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi akan meningkatkan sarana pengamanan di jalur lintas timur seperti pagar pengaman, rambu lalu lintas, tiang pengaman dan lainnya guna menjaga kenyamanan berlalulintas di Provinsi Jambi. Banyaknya tikungan tajam di Jambi perlu mendapat perhatian.

Disebutkan, guna menekan angka kecelakaan di jalur lintas timur (Jalintim) itu, perlu ditingkatan sarana pengaman yang kini masih kurang.

“Jalintim wilayah Jambi sepanjang 560 km berbatasan dengan Provinsi Riau banyak sekali tikungan tajam berbahaya rawan kecelakaan. Menurut mantan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Provinsi Jambi ini, sisi jalan jurang dan tebing itu sering menimbulkan kecelakaan baik kecelakaan tunggal menabrak tebing atau masuk jurang, juga kecelekaan tabrakan,”katanya.

Dikatakan, ruas jalan yang masih sempit, turut memicu seringnya terjadi kecelakaan, sehingga langkah antisipasi perlu diperbanyak pagar pengaman jalan yang terbuat dari baja.

“Guna mengatasi tabrakan dan kecelakaan itu, pihaknya akan memperbanyak rambu-rambu atau petunjuk jalan yang mengisyaratkan pada pengemudi bahwa jalan yang akan dilaluinya berupa tikungan tajam. Untuk membangun sarana pengaman jalan dan rambu-rambu lalu-lintas di Jalintim itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi akan mengajukan dana puluhan miliar rupiah pada pemerintah pusat,”katanya.

Disebutkan, jalintim sendiri merupakan jalan nasional, sehingga peningkatan dan pembangunan jalan oleh Dinas Permukiman dan Prasarana wilayah (Kimpraswil) setempat dan sarana pengamanan jalan serta rambu--rambu lalu-lintas, dananya harus bersumber dari APBN atau pemerintah pusat.

Sejak Gubernur Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus (HBA) melantik Ir Bernhard Panjaitan MM menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Rabu (29/9/10) lalu, Bernhard Panjaitan komitmen dalam memperbaiki bidang perhubungan.

Dirinya juga berkomitmen dalam pelaksanaan akselerasi pembangunan menuju Visi dan Misi “JAMBI EMAS” 2015. Ir Bernhard Panjaitan MM tetap bersyukur dirinya dipercayakan Gubernur Jambi menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi.

Dirinya mengatakan kalau jabatan itu adalah amanah yang harus dijalankan serta dipertanggungjawabkan. Dirinya juga tetap akan meningkatkan kinerja khususnya pada perhubungan. Dirinya juga meminta dukungan dan masukan dari berbagai pihak terkait persoalan Dinas Perhubungan di Provinsi Jambi.

Pihaknya juga akan memprioritaskan perhubungan darat khususnya jalur ekspor-import serta percepatan pengembangan Bandara Sultan Taha Jambi serte percepatan pembangunan Bandara International Muarobungo. rosenman manihuruk

Industri Kreatif Sangat Dibutuhkan Guna Mewujudkan Program “Jambi EMAS 2015”


Gubernur Jambi Hasan Basri Agus saat melakukan panen karet unggul di Kabupaten Batanghari baru-baru ini. Perkebunan karet merupakan salah satu komuditi unggulan dari Provinsi Jambi. Foto batakpos/rosenman manihuruk


Jambi, Batak Pos

Guna mewujudkan visi pembangunan “Jambi EMAS” (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) 2010-2015, Pemerintah Provinsi Jambi mengajak seluruh dan meminta dukungan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna membangun industri kreatif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Industri kreatif tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2009, tentang pengembangan ekonomi kreatif, dan sebagaimana diketahui bersama bahwa pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan visi “Jambi EMAS 2015”.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM kepada BATAKPOS terkait pencapaian visi Jambi EMAS 2015. Hasan Basri Agus menyatakan bahwa dirinya optimistis akan terwujudnya Jambi EMAS 2011-1015 yang dicanangkan sejak dilantik 3 Agustus 2010 lalu.

Seluruh SKPD telah diminta agar membangun industri kreatif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Berbagai program telah dicanangkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Kerusakan jalan yang sangat serius di berbagai tempat di Provinsi Jambi merupakan permasalahan yang paling disorot oleh dewan, hal ini juga diterima oleh gubernur dan menyatakan bahwa pada tahun 2011 perbaikan jalan memang diprioritaskan.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian di yang harus didukung oleh pemerintah guna mewujudkan masyarakat mandiri dalam meningkatkan perekonomian.

Dikatakan, kerusakan jalan dan jembatan juga memperlambat pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sentra-sentra produksi tanaman pangan dan lainnya yang tersebar di beberapa kabupaten.

Guna menjawab tantangan itu serta menyadari besarnya pengaruh kemiskinan infrastruktur tersebut terhadap percepatan pembangunan daerah, pasangan Gubernur Jambi – Wakil Gubernur Jambi periode 2010-2015, H Hasan Basri Agus–H Facrori Umar (HBA– FU) selama lima tahun kedepan.

Pembangunan urat nadi perekonomian (infrastruktur jalan, jembatan serta listrik) merupakan persoalan yang harus segera diatasi. Menurutnya, hingga kini sekitar 425,21 kilometer (km) jalan provinsi yang menjadi urat nadi perekonomian di Jambi masih rusak berat.

Kerusakan jalan tersebut mencapai 27,14 persen dari sekitar 1.567 km panjang jalan provinsi di daerah itu. Sedangkan jalan provinsi yang rusak ringan di Jambi mencapai 447,05 km (28,53 persen). Jalan provinsi yang kondisinya baik di daerah hanya 295,97 km (18,89 persen).

“Perbaikan kerusakan dan peningkatan kualitas jalan dan jembatan di Jambi harus tuntas paling lambat lima tahun ke depan. Target itu harus tercapai karena produksi pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit di Jambi kini mulai mengalami booming (ledakan produksi),”katanya.

50 Kecamatan Jadi Percontohan

Program Pemprov Jambi dalam mensejahterakan rakyatnya yakni dengan menggulirkan program Program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake).Sebanyak 50 kecamatan di Provinsi Jambi kini menjadi pilot project (percontohan) dalam Program Samisake.

Dana sebanyak Rp 50 miliar dialokasikan untuk kecamatan yang menjadi pilot project tersebut. Jumlah tersebut berubah dari jumlah semula Rp 104,241 miliar setelah dilakukan pembahasan anggaran.

Sebelumnya, Program Samisake direncanakan untuk 131 kecamatan, dan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 104 miliar lebih. Namun setelah dilakukan pembahasan anggaran maka disepakati program mengambil sampel 50 kecamatan, sementara dana yang dianggarkan Rp 50 miliar.

Disebutkan, Samisake merupakan program yang dirancang untuk pemerataan pembangunan di seluruh daerah Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, dengan pemikiran bahwa seluruh daerah di Provinsi Jambi sama-sama penting, sama-sama harus dibangun, dan sama-sama harus maju. Istilah lain Samisake adalah membangun kecamatan berbasis desa dan kelurahan.

Visi pembangunan Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus – Fachrori Umar adalah Jambi EMAS 2015, disini Samisake merupakan salah satu program langkah percepatan menuju visi Jambi EMAS tersebut.

Terdapat isu strategis yang sekaligus menjadi permasalahan utama Provinsi Jambi yang mendasari perumusan visi Jambi EMAS dengan Samisake sebagai salah satu program didalamnya, yaitu, terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur, belum optimalnya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan belum berkembangnya agroindustri.

Kemudian belum meratanya pembangunan dan hasil-hasilnya, banyaknya pengangguran dan jumlah penduduk miskin, belum optimalnya sinergitas percepatan pembangunan daerah, belum meratanya pembangunan dan hasil-hasilnya ini lah yang kemudian dicoba dicarikan solusinya, salah satu upayanya dengan Program Samisake, yang tentunya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi.

Industri Kreatif

Menurut Hasan Basri Agus, dalam meningkatkan pembangunan perekonomian di Provinsi Jambi, perlu dan penting mengembangkan ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif diyakini dapat memberikan kontribusi yang nyata.

Industri kreatif tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2009, tentang pengembangan Ekonomi Kreatif, dan sebagaimana diketahui bersama bahwa pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan visi “Jambi EMAS 2015”.

Sehubungan dengan itu, konsep ekonomi kreatif merupakan sabuah konsep baru yang mensinerjikan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan iptek serta sumberdaya manusia (SDM), sebagai factor utama dalam kegiatan ekonominya.

Menurut HBA, struktur perekonomian dunia mengalami tranformasi dengan cepat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang sebelumnya berbasis sumberdaya alam (SDA), menjadi berbasis sumberdaya manusia (SDM).

“Dari era pertanian ke era industri dan informasi, yang selanjutnya berkembang kearah ekonomi kreatif, dengan berorientasi pada inovasi dan gagasan kreatif. Pemprov Jambi sangat berkepentingan untuk mengembangkan dan menerapkan konsep ekonomi kreatif. Karena ekonomi kreatif dapat mendatangkan dua keuntungan secara bersamaan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang prorakyat dan juga penguatan identitas budaya lokal yang memperkaya identitas nasional secara nyata,”katanya.

Menurut Hasan Basri Agus, dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jambi Ke-54 (6 Januari 2011), dirinya mengingatkan seluruh SKPD agar berbuat untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Oleh karena itu konsep ekonomi kreatif akan menjadi wahana tepat dan menarik untuk memberikan nuansa yang lebih variatif yang mengkombinasikan antara kekayaan sumberdaya alam dengan sumberdaya manusia yang berkualitas, teknologi yang inovatif dan gagasan yang baru,”katanya.

Disebutkan, guna mewujudkan hal itu harus didorong peningkatan kemampuan penguasaan teknologi dari berbagai bidang, serta mengedepankan prinsif-prinsif pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Guna memacu pertumbuhan industri kreatif di Provinsi Jambi yang merupakan roda perekonomian masa depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah menggulirkan dana Rp 5 juta untuk per kelompok pengrajin di Jambi. Bantuan permodalan ini akan dikucurkan di setiap kecamatan dalam Provinsi Jambi.

Dikatakan, stand pameran TP PKK Provinsi Jambi yang mengikuti Jambore PKK Tingkat Nasional bertempat di Islamic Center Bekasi Barat,Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/11) lalu cukup membanggakan.

“Pada tahun 2011 ini ada dana khusus dari pemerintah yang akan membantu Rp 5 juta per kelompok di setiap Kabupaten/Kota. Setiap kecamatan akan kita bantu. Hal ini dilakukan untuk membantu pengembangan industry rumah tangga terutama industry kecil. Khususnya pengrajin-pengrajin yang berada di desa Kabupaten/kota,”katanya.

Menurut Hasan Basri Agus, setiap kelompok terdiri dari 10 orang dalam program tahun 2011 yang akan datang melalui dinas koperasi dana ini akan diberikan. Dana ini kurang lebih sejumlah Rp 2,5 milyar.

Pada tahun 2011 Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan perhitungan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan direncanakan Anggaran Pendapatan Daerah tahun 2011 sebesar Rp1.359.003.913.850,- yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp571.301.572.100.

Menurut HBA, target Rencana PAD tahun 2011 tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp67.491.787.100,- atau 13,40 persen, jika dibandingkan dengan anggaran pendapatan murni tahun 2010 yakni sebesar Rp 503.809.785.000,- menjadi Rp 571.301.572.100,- pada tahun 2011. Rosenman manihuruk.

Industri Kreatif Sangat Dibutuhkan Guna Mewujudkan Program “Jambi EMAS 2015”

Jambi, Batak Pos

Guna mewujudkan visi pembangunan “Jambi EMAS” (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) 2010-2015, Pemerintah Provinsi Jambi mengajak seluruh dan meminta dukungan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna membangun industri kreatif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Industri kreatif tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2009, tentang pengembangan ekonomi kreatif, dan sebagaimana diketahui bersama bahwa pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan visi “Jambi EMAS 2015”.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM kepada BATAKPOS terkait pencapaian visi Jambi EMAS 2015. Hasan Basri Agus menyatakan bahwa dirinya optimistis akan terwujudnya Jambi EMAS 2011-1015 yang dicanangkan sejak dilantik 3 Agustus 2010 lalu.

Seluruh SKPD telah diminta agar membangun industri kreatif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Berbagai program telah dicanangkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Kerusakan jalan yang sangat serius di berbagai tempat di Provinsi Jambi merupakan permasalahan yang paling disorot oleh dewan, hal ini juga diterima oleh gubernur dan menyatakan bahwa pada tahun 2011 perbaikan jalan memang diprioritaskan.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian di yang harus didukung oleh pemerintah guna mewujudkan masyarakat mandiri dalam meningkatkan perekonomian.

Dikatakan, kerusakan jalan dan jembatan juga memperlambat pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sentra-sentra produksi tanaman pangan dan lainnya yang tersebar di beberapa kabupaten.

Guna menjawab tantangan itu serta menyadari besarnya pengaruh kemiskinan infrastruktur tersebut terhadap percepatan pembangunan daerah, pasangan Gubernur Jambi – Wakil Gubernur Jambi periode 2010-2015, H Hasan Basri Agus–H Facrori Umar (HBA– FU) selama lima tahun kedepan.

Pembangunan urat nadi perekonomian (infrastruktur jalan, jembatan serta listrik) merupakan persoalan yang harus segera diatasi. Menurutnya, hingga kini sekitar 425,21 kilometer (km) jalan provinsi yang menjadi urat nadi perekonomian di Jambi masih rusak berat.

Kerusakan jalan tersebut mencapai 27,14 persen dari sekitar 1.567 km panjang jalan provinsi di daerah itu. Sedangkan jalan provinsi yang rusak ringan di Jambi mencapai 447,05 km (28,53 persen). Jalan provinsi yang kondisinya baik di daerah hanya 295,97 km (18,89 persen).

“Perbaikan kerusakan dan peningkatan kualitas jalan dan jembatan di Jambi harus tuntas paling lambat lima tahun ke depan. Target itu harus tercapai karena produksi pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit di Jambi kini mulai mengalami booming (ledakan produksi),”katanya.

50 Kecamatan Jadi Percontohan

Program Pemprov Jambi dalam mensejahterakan rakyatnya yakni dengan menggulirkan program Program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake).Sebanyak 50 kecamatan di Provinsi Jambi kini menjadi pilot project (percontohan) dalam Program Samisake.

Dana sebanyak Rp 50 miliar dialokasikan untuk kecamatan yang menjadi pilot project tersebut. Jumlah tersebut berubah dari jumlah semula Rp 104,241 miliar setelah dilakukan pembahasan anggaran.

Sebelumnya, Program Samisake direncanakan untuk 131 kecamatan, dan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 104 miliar lebih. Namun setelah dilakukan pembahasan anggaran maka disepakati program mengambil sampel 50 kecamatan, sementara dana yang dianggarkan Rp 50 miliar.

Disebutkan, Samisake merupakan program yang dirancang untuk pemerataan pembangunan di seluruh daerah Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, dengan pemikiran bahwa seluruh daerah di Provinsi Jambi sama-sama penting, sama-sama harus dibangun, dan sama-sama harus maju. Istilah lain Samisake adalah membangun kecamatan berbasis desa dan kelurahan.

Visi pembangunan Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus – Fachrori Umar adalah Jambi EMAS 2015, disini Samisake merupakan salah satu program langkah percepatan menuju visi Jambi EMAS tersebut.

Terdapat isu strategis yang sekaligus menjadi permasalahan utama Provinsi Jambi yang mendasari perumusan visi Jambi EMAS dengan Samisake sebagai salah satu program didalamnya, yaitu, terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur, belum optimalnya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan belum berkembangnya agroindustri.

Kemudian belum meratanya pembangunan dan hasil-hasilnya, banyaknya pengangguran dan jumlah penduduk miskin, belum optimalnya sinergitas percepatan pembangunan daerah, belum meratanya pembangunan dan hasil-hasilnya ini lah yang kemudian dicoba dicarikan solusinya, salah satu upayanya dengan Program Samisake, yang tentunya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi.

Industri Kreatif

Menurut Hasan Basri Agus, dalam meningkatkan pembangunan perekonomian di Provinsi Jambi, perlu dan penting mengembangkan ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif diyakini dapat memberikan kontribusi yang nyata.

Industri kreatif tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2009, tentang pengembangan Ekonomi Kreatif, dan sebagaimana diketahui bersama bahwa pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan visi “Jambi EMAS 2015”.

Sehubungan dengan itu, konsep ekonomi kreatif merupakan sabuah konsep baru yang mensinerjikan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan iptek serta sumberdaya manusia (SDM), sebagai factor utama dalam kegiatan ekonominya.

Menurut HBA, struktur perekonomian dunia mengalami tranformasi dengan cepat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang sebelumnya berbasis sumberdaya alam (SDA), menjadi berbasis sumberdaya manusia (SDM).

“Dari era pertanian ke era industri dan informasi, yang selanjutnya berkembang kearah ekonomi kreatif, dengan berorientasi pada inovasi dan gagasan kreatif. Pemprov Jambi sangat berkepentingan untuk mengembangkan dan menerapkan konsep ekonomi kreatif. Karena ekonomi kreatif dapat mendatangkan dua keuntungan secara bersamaan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang prorakyat dan juga penguatan identitas budaya lokal yang memperkaya identitas nasional secara nyata,”katanya.

Menurut Hasan Basri Agus, dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jambi Ke-54 (6 Januari 2011), dirinya mengingatkan seluruh SKPD agar berbuat untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Oleh karena itu konsep ekonomi kreatif akan menjadi wahana tepat dan menarik untuk memberikan nuansa yang lebih variatif yang mengkombinasikan antara kekayaan sumberdaya alam dengan sumberdaya manusia yang berkualitas, teknologi yang inovatif dan gagasan yang baru,”katanya.

Disebutkan, guna mewujudkan hal itu harus didorong peningkatan kemampuan penguasaan teknologi dari berbagai bidang, serta mengedepankan prinsif-prinsif pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Guna memacu pertumbuhan industri kreatif di Provinsi Jambi yang merupakan roda perekonomian masa depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah menggulirkan dana Rp 5 juta untuk per kelompok pengrajin di Jambi. Bantuan permodalan ini akan dikucurkan di setiap kecamatan dalam Provinsi Jambi.

Dikatakan, stand pameran TP PKK Provinsi Jambi yang mengikuti Jambore PKK Tingkat Nasional bertempat di Islamic Center Bekasi Barat,Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/11) lalu cukup membanggakan.

“Pada tahun 2011 ini ada dana khusus dari pemerintah yang akan membantu Rp 5 juta per kelompok di setiap Kabupaten/Kota. Setiap kecamatan akan kita bantu. Hal ini dilakukan untuk membantu pengembangan industry rumah tangga terutama industry kecil. Khususnya pengrajin-pengrajin yang berada di desa Kabupaten/kota,”katanya.

Menurut Hasan Basri Agus, setiap kelompok terdiri dari 10 orang dalam program tahun 2011 yang akan datang melalui dinas koperasi dana ini akan diberikan. Dana ini kurang lebih sejumlah Rp 2,5 milyar.

Pada tahun 2011 Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan perhitungan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan direncanakan Anggaran Pendapatan Daerah tahun 2011 sebesar Rp1.359.003.913.850,- yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp571.301.572.100.

Menurut HBA, target Rencana PAD tahun 2011 tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp67.491.787.100,- atau 13,40 persen, jika dibandingkan dengan anggaran pendapatan murni tahun 2010 yakni sebesar Rp 503.809.785.000,- menjadi Rp 571.301.572.100,- pada tahun 2011. Rosenman manihuruk.


Foto 1. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (paling kanan) saat meninjau Jembatan Batanghari II Jambi baru-baru ini. Jembatan tersebut sebagai akses menuju wilayah Timur Provinsi Jambi. Foto batakpos/rosenman manihuruk

Foto 2. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus saat melakukan panen karet unggul di Kabupaten Batanghari baru-baru ini. Perkebunan karet merupakan salah satu komuditi unggulan dari Provinsi Jambi. Foto batakpos/rosenman manihuruk


Tuesday, 25 January 2011

Wisata Pantai Horisan Haranggaol Masih Berdenyut Diawal Tahun

Kapal Wisata : Sejumlah penumpang tampak mulai naik ke kapal wisata (KM Dame) yang hendak mengitari obyek wisata Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba dan Pemandian Tuktuk Papan Indah, Minggu (2/1). Satu orang penumpang dipatok tariff Rp 10.000 untuk satu kali putaran dengan waktu perjalanan 25 menit. Fotofoto Asenk Lee Saragih. Foto Dilindungi Hak Cipta.





























Haranggaol, BATAKPOS

Panorama keindahan Danau Toba di Desa Wisata Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara selama ini sudah mati suri akibat maraknya keramba ikan jaring apung di sepanjang pantai. Keramba ikan mas dan nila yang marak di sepanjang pantai mengakibatkan pencemaran air Danau Toba di kawasan tersebut sehingga mengurungkan niat wisatawan berkunjung ke pantai danau itu.

Obyek wisata kebanggaan Kabupaten Simalungun setelah Parapat di era 1980 itu, sudah tinggal kenangan. Kondisi Danau Toba di Haranggaol yang kini penuh dengan keramba dan eceng gondok, diperparah lagi dengan sarana transportasi menuju desa wisata itu, yang kini langka. Kondisi jalan menuju Haranggaol dari puncak Haranggaol tidak menjanjikan keselamatan perjalanan.

Namun situasi itu berbeda Minggu-Senin (2-3/1) di tempat pemandian pantai Danau Toba Haranggaol (Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba, Pemandian Tuktuk Papan Indah). Dua hari itu jumlah wisatawan ke obyek wisata andalan Simalungun dijubeli ribuan pengunjung.

Pengamatan BATAKPOS, Minggu-Senin (2-3/1) menunjukkan, masih ada harapan untuk obyek wisata yang Berjaya diera tahun 1980 hingga 1990 itu. Ternyata wisata pantai Haranggaol masih berdenyut di awal tahun 2011 ini.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Haranggaol khususnya ke (Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba, Pemandian Tuktuk Papan Indah) cukup diminati wisatawan local dari Kabupaten Karo, Siantar Sekitarnya dan juga para perantau asal Simalungun.

Sejumlah pedagang ikan nila bakar dan usaha jasa kapal wisata serta penyewaan roda pelampung juga menangguk rejeki. Ribuan pengunjung saat menikmati indahnya panorama Pantai Haranggaol paling timur tersebut.

Kennedy Saragih Turnip, salah seorang pemilik sekaligus nahkoda kapan kayu wisata (KM Dame asal Desa Hutaimbaru) salah satu yang menangguk rejeki awal tahun 2011. Dirinya mampu membawa penumpang sekitar 500 orang secara bergantian memutari danau toba di wilayah Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba dan Pemandian Tuktuk Papan Indah.

Rezeki Tahunan

“Ini adalah rejeki tahunan. Awal tahun 2011 ini pantai Haranggaol banyak dikunjungi wisatawan local dan juga para perantau. Tempat sejumlah pemandian di Haranggaol diramaikan pengunjung yang menikmati air Danau Toba tersebut. Lumayanlah saya juga menikmati rejeki tahunan ini,”ujar Kennedy.

Menurutnya, satu orang penumpang dipatok Rp 10.000 tarif satu kali keliling danau di Haranggaol. Namun dirinya juga mengeluhkan karena calo penumpang warga Haranggaol mengambil bagian 50 persen dari tariff penumpang tersebut.

“Tapi tak apa-apalah, bagi-bagi rejeki. Saya tiga hari membawa wisatawan di Haranggaol berkeliling danau obyek wisata pemandian tersebut. Selama tiga hari belakangan saya meraup rejeki Jutaan rupiah. Lumayan awal tahun ini banyak wisayawan, lain dari tahun sebelumnya cukup sepi,”katanya.

Hal senada juga dikatakan B Lingga, salah seorang calo penumpang kapal wisata, warga Haranggaol. Menurutnya, awal tahun 2011 ini jumlah pengunjung ke Horisan Haranggaol cukup membludak. Minat wisatawan local mulai melirik pantai Haranggaol sebagai obyek wisata murah meriah.

Menurut B Lingga, Pemerintah Kabupaten Simalungun harus memperhatikan sarana dan prasarana pendukung obyek wisata di Horisan Haranggaol. Karena minat pengunjung mulai tinggi, dan jangan mengecewakan pengunjung dengan minimnya sarana tersebut.

Sementara itu, Siskia br Damanik, wisatawan asal P Siantar kepada BATAKPOS mengatakan, obyek wisata Haranggaol sebenarnya cukup bagus dan menarik. Selain menikmati panorama Danau Toba, pengunjung juga dimanjakan dengan sajian makanan ikan bakar dari warga setempat.

“Wisaya Horisan Haranggaol awal tahun ini kembali berdenyut. Pemerintah Simalungun harus memperhatikan ini karena merupakan pendapatan daerah selaian lokasi budidaya ikan jarring apung. Saya sendiri yakin obyek wisata Haranggaol masih menjanjikan untuk masa depan di Simalungun,”katanya. ruk

Monday, 10 January 2011

Wisata Pantai Horisan Haranggaol Masih Berdenyut Diawal Tahun

Haranggaol, BATAKPOS

Panorama keindahan Danau Toba di Desa Wisata Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara selama ini sudah mati suri akibat maraknya keramba ikan jaring apung di sepanjang pantai. Keramba ikan mas dan nila yang marak di sepanjang pantai mengakibatkan pencemaran air Danau Toba di kawasan tersebut sehingga mengurungkan niat wisatawan berkunjung ke pantai danau itu.

Obyek wisata kebanggaan Kabupaten Simalungun setelah Parapat di era 1980 itu, sudah tinggal kenangan. Kondisi Danau Toba di Haranggaol yang kini penuh dengan keramba dan eceng gondok, diperparah lagi dengan sarana transportasi menuju desa wisata itu, yang kini langka. Kondisi jalan menuju Haranggaol dari puncak Haranggaol tidak menjanjikan keselamatan perjalanan.

Namun situasi itu berbeda Minggu-Senin (2-3/1) di tempat pemandian pantai Danau Toba Haranggaol (Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba, Pemandian Tuktuk Papan Indah). Dua hari itu jumlah wisatawan ke obyek wisata andalan Simalungun dijubeli ribuan pengunjung.

Pengamatan BATAKPOS, Minggu-Senin (2-3/1) menunjukkan, masih ada harapan untuk obyek wisata yang Berjaya diera tahun 1980 hingga 1990 itu. Ternyata wisata pantai Haranggaol masih berdenyut di awal tahun 2011 ini.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Haranggaol khususnya ke (Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba, Pemandian Tuktuk Papan Indah) cukup diminati wisatawan local dari Kabupaten Karo, Siantar Sekitarnya dan juga para perantau asal Simalungun.

Sejumlah pedagang ikan nila bakar dan usaha jasa kapal wisata serta penyewaan roda pelampung juga menangguk rejeki. Ribuan pengunjung saat menikmati indahnya panorama Pantai Haranggaol paling timur tersebut.

Kennedy Saragih Turnip, salah seorang pemilik sekaligus nahkoda kapan kayu wisata (KM Dame asal Desa Hutaimbaru) salah satu yang menangguk rejeki awal tahun 2011. Dirinya mampu membawa penumpang sekitar 500 orang secara bergantian memutari danau toba di wilayah Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba dan Pemandian Tuktuk Papan Indah.

Rezeki Tahunan

“Ini adalah rejeki tahunan. Awal tahun 2011 ini pantai Haranggaol banyak dikunjungi wisatawan local dan juga para perantau. Tempat sejumlah pemandian di Haranggaol diramaikan pengunjung yang menikmati air Danau Toba tersebut. Lumayanlah saya juga menikmati rejeki tahunan ini,”ujar Kennedy.

Menurutnya, satu orang penumpang dipatok Rp 10.000 tarif satu kali keliling danau di Haranggaol. Namun dirinya juga mengeluhkan karena calo penumpang warga Haranggaol mengambil bagian 50 persen dari tariff penumpang tersebut.

“Tapi tak apa-apalah, bagi-bagi rejeki. Saya tiga hari membawa wisatawan di Haranggaol berkeliling danau obyek wisata pemandian tersebut. Selama tiga hari belakangan saya meraup rejeki Jutaan rupiah. Lumayan awal tahun ini banyak wisayawan, lain dari tahun sebelumnya cukup sepi,”katanya.

Hal senada juga dikatakan B Lingga, salah seorang calo penumpang kapal wisata, warga Haranggaol. Menurutnya, awal tahun 2011 ini jumlah pengunjung ke Horisan Haranggaol cukup membludak. Minat wisatawan local mulai melirik pantai Haranggaol sebagai obyek wisata murah meriah.

Menurut B Lingga, Pemerintah Kabupaten Simalungun harus memperhatikan sarana dan prasarana pendukung obyek wisata di Horisan Haranggaol. Karena minat pengunjung mulai tinggi, dan jangan mengecewakan pengunjung dengan minimnya sarana tersebut.

Sementara itu, Siskia br Damanik, wisatawan asal P Siantar kepada BATAKPOS mengatakan, obyek wisata Haranggaol sebenarnya cukup bagus dan menarik. Selain menikmati panorama Danau Toba, pengunjung juga dimanjakan dengan sajian makanan ikan bakar dari warga setempat.

“Wisaya Horisan Haranggaol awal tahun ini kembali berdenyut. Pemerintah Simalungun harus memperhatikan ini karena merupakan pendapatan daerah selaian lokasi budidaya ikan jarring apung. Saya sendiri yakin obyek wisata Haranggaol masih menjanjikan untuk masa depan di Simalungun,”katanya. ruk


Kapal Wisata : Sejumlah penumpang tampak mulai naik ke kapal wisata (KM Dame) yang hendak mengitari obyek wisata Pemandian Horisan, Sabas, Tuhulan, Sigumba-Gumba dan Pemandian Tuktuk Papan Indah, Minggu (2/1). Satu orang penumpang dipatok tariff Rp 10.000 untuk satu kali putaran dengan waktu perjalanan 25 menit. Foto batakpos/rosenman manihuruk.