.

.
.

Wednesday, 17 September 2014

Fenomena Rusun Subsidi Dikuasai Orang Berduit


Rusunami, Tempat Tinggal Orang Berduit

Siapa yang tidak mengenal istilah Rumah Susun Sederhana Hak Milik atau biasa disebut rusunami? Semua orang tentu sangat mengenal dengan istilah itu. Rusunami adalah sebuah program dan gagasan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu di tahun 2007 untuk memfasilitasi kepemilikan hunian dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

WIJI NURHAYAT, Jakarta 


Tetapi siapa sangka, program yang dibuat dengan tujuan mulia ini justru harus berubah fungsi menjadi alat pencari keuntungan semata sebagian pihak. Rusunami telah menjadi komoditas bisnis yang menggiurkan dengan keuntungan yang tidak sedikit.


Wajah penghuni rusunami yang sering identik dengan sederhana dan seadanya kini sudah berubah menjadi glamor dan modern. detikFinance mencoba mengurai sisi lain rusunami yang sampai sekarang masih menggunakan anggaran uang negara (subsidi) dan dinilai tidak tepat sasaran. Berikut uraiannya.


Penelusuran pertama jatuh pada Rusunami Bandar Kemayoran yang dibangun oleh Perum Perumnas terletak di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta. Ternyata di tempat ini ditemukan mayoritas hunian rusunami ditinggali oleh orang berduit. Fakta ini langsung dikatakan salah satu penghuni rusun sebut saja Burhanuddin Abdullah.

“Bisa dikatakan seperti itu, hampir semua yang tinggal di sini orang berduit," kata pria kerap dipanggil Burhan.

Burhan mencontohkan sebagian besar penghuni rusunami Bandar Kemayoran mempunyai kendaraan bermotor roda empat dan roda dua. Umumnya kendaraan mobil diparkir di sisi belakang bangunan rusunami.


Pengamatan lainnya yang ditemukan detikFinance di tempat ini adalah hilir mudik masyarakat penghuni rusunami yang bergaya kantoran, lengkap dengan pakaian berdasi dan menaiki kendaraan pribadi dan taksi.


“Semua ini sudah terjadi sejak awal didirikan rusunami ini. Lokasi yang sangat premium, karena dekat laut dan lapangan golf Kemayoran juga harganya murah," cetusnya.


Sekarang Rp 300 Juta

Sisi lain yang ditemukan adalah ternyata harga Rumah Susun Sederhana Hak Milik (Rusunami) Bandar Kemayoran di Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat terus bergerak. Burhan kembali mengungkapkan awal pertama kali ia masuk ke Rusunami Bandar Kemayoran tahun 2010 harga tebus hanya Rp 150 juta/unit.
“Harga tebusnya Rp 150 juta/unit, kalau tidak salah harganya hanya Rp 144 juta/unit," kata Burhan.

Dengan harga Rp 150 juta/unit, Burhan mendapatkan bangunan tipe 36 yang mempunyai 2 kamar tidur, 1 kamar mandi serta ruang tamu dan dapur. Ia juga mengungkapkan harga yang ditawarkan dinilainya cukup murah melihat lokasi Rusunami Bandar Kemayoran yang cukup strategis.

Arah utara berdampingan dengan Taman Impian Jaya Ancol, arah barat ada Padang Golf Kemayoran, sisi selatan ada Pekan Raya Jakarta ditambah akses yang cukup mudah.

Selama 4 tahun berjalan, Burhan mengaku jika harga Rusunami Kemayoran terus bergerak naik dari tahun ke tahun. Bahkan ia sempat ditawarkan huniannya untuk dilepas dengan harga Rp 300 juta oleh seseorang.


“Pernah ada yang menawarkan Rp 250 juta, lalu Rp 300 juta juga ada. Terus naik dan saya pikir ini sudah bukan rusunami lagi nanti tetapi sekelas apartemen," katanya.

Rusunami Jadi Ladang Investasi

Letaknya yang cukup strategis dilalui Jalan Raya Kemayoran serta diapit Taman Impian Jaya Ancol di utara dan Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran di sisi selatan membuat Rumah Susun Sederhana Hak Milik (Rusunami) Bandar Kemayoran dijadikan ladang investasi.

Beberapa orang kaya berduit menguasai sebagian besar hunian dan dibiarkan kosong atau disewakan per tahun.


“Banyak juga yang dijadikan tempat investasi. Kamar itu kosong karena pemilik menahan karena harga Rusunami Bandar Kemayoran ini terus bergerak naik," kata Burhan kembali bercerita.

Burhan mencontohkan saat membeli hunian rusunami dari seseorang di pertengahan tahun 2010, harga yang ditawarkan hanya Rp 150 juta. Sementara saat ini unit hunian yang dimilikinya sudah ditawari hingga Rp 300 juta. Itu artinya ada lompatan harga sebesar 100% hanya dalam waktu 4 tahun.


Kemudian Burhan mengungkapkan banyak penghuni rusunami yang sengaja menyewa hunian mereka dengan harga cukup mahal. Biasanya tarif sewa setahun yang ditawari masing-masing pemilik berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta/unit.


Katanya Subsidi, Tapi Tarif Sewa Rusunami Capai Jutaan Rupiah

Tarif sewa per bulan Rumah Susun Sederhana Hak Milik (Rusunami) Bandar Kemayoran, Jakarta mencapai jutaan rupiah. Tidak heran jika mayoritas penghuni Rusunami Bandar Kemayoran adalah orang berduit alias orang kaya.

Ada dua tipe yang ditawarkan oleh pihak pengelola yaitu hunian jenis standar dan menengah.

Untuk tarif sewa per bulan hunian jenis standar dikenakan Rp 2 juta. Penghuni bisa menempati hunian dengan luas bangunan 36 meter persegi (2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur dan ruang tamu) dengan AC tanpa dilengkapi furniture. Sedangkan biaya listrik dan air tetap ditanggung penghuni masing-masing.


Sementara itu untuk kelas hunian menengah, pihak pengelola Rusunami Bandar Kemayoran mengenakan tarif Rp 2,6 juta/bulan. Sama dengan kelas standar yang mendapatkan hunian kamar dengan ukuran 36 meter persegi bedanya kelas menengah sedikit ditambahi furnitur seperti AC 1 buah, lantai keramik, lemari 1 buah, tempat tidur 1 buah, gorden, kaca cermin, lampu hias, shower.


Sayangnya kedua jenis hunian ini sudah full bocked alias habis. Calon penyewa harus menunggu kepastian hunian lowong hingga 2 tahun mendatang.


Rusunami Dimodifikasi Seperti Kamar Hotel Berbintang

Selain menawarkan jenis hunian standar dan menengah, Rusunami Bandar Kemayoran disulap menjadi kamar kelas khusus seperti hotel berbintang. Harga yang ditawarkan cukup fantastis.

"Penawaran kami ada satu lagi hunian tipe eksklusif. Mirip-mirip hotel berbintang," kata salah satu petugas pengelola Rusunami Bandar Kemayoran.


Berbeda dengan kelas standar dan menengah, hunian ini sudah full dilengkapi dengan furniture. Fasilitas yang diberikan seperti AC ukuran 1 PK sebanyak 1 buah, lantai keramik, tempat tidur 2 buah, lemari 1 buah, kursi tamu panjang 1 buah, gorden 1 buah, cermin 1 buah, lampu hias 1 buah, shower dan accesories 1 buah dan kitchen set 1 buah. Calon penyewa hanya tinggal menambah TV dan kulkas saja.


Lalu berapa harga yang ditawarkan untuk hunian rusunami kelas eksklusif tersebut? Pihak pengelola mematok harga Rp 3.250.000/bulan atau setahunnya mencapai Rp 39 juta.

"Sekarang unit masih ada dan tersedia di lantai 3. Jika berminat silahkan datang kembali. Harga termasuk PPN 10%, service charge dan sinking fund. Belum termasuk biaya pemakaian listrik dan air yang ditanggung sendiri," katanya. 


Jakarta - Siapa yang tidak mengenal istilah Rumah Susun Sederhana Hak Milik atau biasa disebut rusunami? Semua orang tentu sangat mengenal dengan istilah itu.

Rusunami adalah sebuah program dan gagasan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu di tahun 2007 untuk memfasilitasi kepemilikan hunian dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


Tetapi siapa sangka, program yang dibuat dengan tujuan mulia ini justru harus berubah fungsi menjadi alat pencari keuntungan semata sebagian pihak. Rusunami telah menjadi komoditas bisnis yang menggiurkan dengan keuntungan yang tidak sedikit.(*/lee)



No comments: