.

.
.

Friday, 30 June 2017

Terseret Politik Praktis, Ephorus GKPS Dipetisi (Diminta Mundur)

BERITAKU-Sebuah Petisi dengan judul “Meminta Ephorus GKPS mundur dari jabatannya karena melakukan politisasi gereja” di change.org merebak sepekan terakhir. Petisi ini diinisiasi warga Jemaat GKPS Anwar Saragih. Petisi ini sudah ditandatangani warganet (Jemaat GKPS di Indonesia) pengguna email sebanyak 98 orang. Petisi inipun disher di sosial media dan mendapat pro kontra komentar dari pengguna sosial media yang juga merupakan jemaat GKPS pengguna sosial media.
Isi Petisi change.org : Belum lama ini Ephorus (Pimpinan Tertinggi) Gereja Kristen Protestan Indonesia, Pdt Rumanja Purba mengeluarkan statement yang meresahkan jemaat. Alasannya dalam sebuah pemberitaan Ia menyebut GKPS sebagai institusi mendukung salah satu calon gubernur di Sumatera Utara. Tentu ini sangat mengecewakan, meresahkan dan membuat gereja semakin terpolitisasi oleh beberapa oknum. 

Alasannya, Pertama, Institusi gereja tak boleh di bawa dalam sikap politik, karena berhubungan atas moral gereja. Argumentasinya jelas, jika pada suatu saat nanti ada kasus pidana yang melibatkan JR. Saragih siapa yang bertanggung jawab ? Seluruh Jemaat ?

Kedua, Jika Ephorus ingin mendukung JR. Saragih sebaiknya dia bawa nama pribadi, jangan membawa-bawa gereja.

Ketiga, Ephorus merupakan pimpinan jemaat bukan pimpinan politis. Sistem patronase di GKPS hanya posisinya sebagai pemimpin umat dalam lingkup gerejawi, Ia tidak berhak membuat keputusan politik praktis.

Keempat, Argumen Ephorus bilang alasan mendukung JR Saragih maju di Pilgub karena beliau adalah jemaat GKPS, itu argumen yang tak jelas, pragmatis dan oportunis.

Kelima, Menjadi gubernur Sumatera adalah bola panas pimpinan koruptor. Sejak 2008 hingga 2016, selama 8 tahun 2 Gubernur tersangka korupsi. Terserah siapa yang akan jadi gubernur nantinya. Namun, membawa GKPS pada lingkaran setan adalah tindakan yang tidak bijak. Artinya, pimpinan GKPS lebih hati-hati memasukkan institusi dalam pusaran politik.

Sebaiknya Ephorus, Pdt Rumanja Purba kembali membaca, Matius 22 : 21: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Agama Masih "Dagangan Politik"

Ternyata Agama masih digunakan politisi bonek dalam memuluskan strategi Pilkada Sumut Juli 2018 mendatang. Salah satu (katanya) yang kini jorjoran menggalang kekuatan lembaga Agama untuk Pilkaga Gubsu 2018 mendatang adalah Bupati Simalungun JR Saragih yang juga kini menjabat Ketua DPD I Partai Demokrat Provinsi Sumut.

Bahkan Tim JR Saragih kini bergerilnya mengunjungi lembaga-lembaga Agama di Sumut untuk menggalang dukungan jelang Pilkada Suut 2018 mendatang. Bahkan baru-baru ini Tiga Lembaga Gereja di Sumut dan MUI menyatakan dukungannya untuk JR Saragih maju di Pilgub Sumut 2018.

GKPS Dukung JR Saragih di Pilgub Sumut

Seperti dilansir TRIBUN-MEDAN.com, Rabu, 28 Juni 2017 16:39 WIB, (Laporan Wartawan Tribun Medan/M Azhari Tanjung) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) menyatakan sikap mendukung Ketua DPD Partai Demokrat Sumut JR Saragih untuk maju di Pilgub Sumut 2018.(Sumber: tribunnews.com)

"Kami memang sudah mengatakan mendukung Bapak JR Saragih untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara 2018, tetapi hari ini secara resmi kami pastikan bahwa GKPS di Sumatera Utara menyatakan sikap atau berkumandang untuk Bapak JR Saragih," ucap Ephorus GKPS Pdt Martin Rumanja Purba di Kantor Pusat GKPS, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (28/6/2017).

Rumanja Purba menegaskan GKPS akan menyampaikan kabar ini kepada seluruh jemaat GKPS di Sumatera Utara untuk menjadi bagian dalam menjadikan JR Saragih maju menjadi Sumatera Utara Satu.

"Bapak JR Saragih adalah anggota atau jemaat kami, maka tidak ada jalan lain bagi GKPS untuk tidak mendukung beliau (JR Saragih-red) maju menjadi Sumatera Utara satu," tambahnya.

Diakuinya, selain jemaat dari GKPS dirinya pun terus memantau bagaimana cara pemilik nama asli Jopinus Ramli Saragih ini bekerja. Selain melayani masyarakat, JR Saragih selalu mementingkan keagamaan karena itulah selama dipimpin JR Saragih kondisi Simalungun sekali kondusif.

"Anda bisa lihat, bagaimana Bapak JR Saragih memimpin. Waktu beliau paling banyak di lapangan, itu artinya keseriusan Bapak JR Saragih memimpin di Simalungun menjadi bukti konkrit bahwa beliau selalu dekat dengan masyarakat," tegasnya lagi.

Sementara itu, JR Saragih tentu mengapresiasi setinggi-tingginya kepada GKPS yang telah mempercayai dirinya untuk maju di calon Gubernur Sumatera Utara periode 2018 hingga 2023.

"Saya selalu berani pasang badan demi keagamaan dan itu saya lakukan bukan hanya untuk agama Nasrani melainkan untuk agama yang lain seperti agama Islam karena bagi saya moril dan spiritual masyarakat harus tumbuh dengan baik bukan hanya memikirkan pembangunan infrastruktur," tutupnya.
Dalam kesempatan ini JR Saragih juga menyatakan dukungannya untuk perayaan Sinode Bolon ke-43 gereja GKPS. Perayaan Sinode Bolon ke-43 di mana di dalamnya terdapat penanaman 500 bibit pohon serta perayaan 500 tahun Marthin Luther, dan pemberian wawasan kebangsaan oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

“Gereja harus memberikan spiritual kepada masyarakat, ini yang akan memperkuat moril dan kekuatan masyarakat, oleh karenanya kami dari pemerintahan Kabupaten Simalungun mensupport apa yang akan dilakukan gereja GKPS dalam perayaan Sinode Bolon ke-43," ucap Bupati Simalungun JR Saragih.

Menurut Sekjen GKPS Pdt Dr Paul Ulrich Munte kehadiran Bupati Simalungun JR Saragih merupakan bagian terpenting untuk bisa membuat gereja GKPS menjadi lebih baik. 

“Melalui GKPS bisa membantu membangun Simalungun menjadi lebih baik melalui keimanan yang kuat. Meskipun JR Saragih memberikan kritik buat GKPS maka itu untuk membangun GKPS menjadi lebih baik.

Ephorus GKPS Pdt Martin Rumanja Purba menambahkan perayaan Sinode Bolon ke-43 memiliki tiga agenda yakni laporan pimpinan pusat, program dan anggaran tahun mendatang serta penetapan tata Gereja yang baru.

"Melalui perayaan Sinode Bolon ke-43 ini maka kehadiran GKPS yang menjadi bagian dari gereja protestan semakin diakui terlebih melihat sejarah dari Marthin Luther," tutupnya.

Agama Masih Jurus Jitu di Pilkada Sumut

Seperti dilansir TRIBUN-MEDAN.com, Rabu, 28 Juni 2017 17:41 WIB, “Tiga Gereja Nyatakan Dukungan Buat JR Saragih di Pilgub Sumut 2018”. Setelah GKPS, dua gereja di Sumatera Utara Huria Kristen Indonesia (HKI) dan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) juga memberikan dukungan kepada JR Saragih untuk maju di Pemilihan Gubernur Sumut 2018.
Tiga petinggi gereja tersebut, yakni GKPS, HKI, dan GKPI bertemu dengan pemilik nama asli Jopinus Ramli Saragih dalam rangka untuk pernyataan sikap mendukung JR Saragih maju menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2018 hingga 2023.

“Kami ada disini baik GKPS, HKI maupun GKPI adalah bentuk sikap kami untuk mendukung Bapak JR Saragih untuk maju menjadi Sumatera Utara Satu dan ada di sini karena kami yakin beliau (JR Saragih-red) bisa lebih menyatukan iman di masyarakat bukan saja di Kabupaten Simalungun melainkan satu Sumatera Utara,” beber Bishop GKPI Pdt. Oloan Pasaribu di Siantar, Sumatera Utara, Rabu (28/6/2017).

Menurutnya, pria yang pernah mengemban tugas sebagai polisi militer ini bisa merangkul semua agama, kemudian juga dekat dengan rohaniawan baik gereja maupun umat muslim. Ini artinya, lanjut Pdt. Oloan Pasaribu, JR Saragih sangat mengandalkan Tuhan oleh karena itulah GKPI mendukung orang nomor satu di Kabupaten Simalungun untuk maju menjadi Gubernur Sumatera Utara di 2018.

“Saya akan menghimbau kepada seluruh jemaat GKPI, terlebih bagaimana dekatnya beliau dengan rohaniawan dan memberikan perhatian penuh terhadap masyarakat, mulai dari sumbangan gereja, muslim dan itu bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah bisa mendekati tokoh agama dan ini sangat penting buat Sumatera Utara,” tambahnya.

Huria Kristen Indonesia juga menyatakan sikap untuk Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih agar maju menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Menurut Ephorus HKI Pdt. Pahala Hutabarat, melihat kebersamaan gereja dengan pemerintah Kabupaten Simalungun selama ini, selalu ada semangat baru, semangat untuk menghidupkan NKRI, semangat memberantas narkoba, dengan semangat yang selalu bersama-sama gereja untuk mengangkat masyarakat dari keterpurukan.

“Dengan melihat hal di atas maka Huria Kristen Indonesia mendukung doa, mendukung semangat agar menjadi semangat baru yang boleh dinikmati oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ephorus GKPS Pdt Martin Rumanja Purba mengatakan, pihaknya akan memberitahu kepada seluruh jemaat GKPS untuk menjadi bagian dalam menjadikan JR Saragih sebagai Sumatera Utara satu. “GKPS siap berkumandang untuk Bapak JR Saragih karena beliau bagian dari GKPS, maka tidak ada jalan lain buat GKPS untuk mendukung beliau maju menjadi Sumatera Utara satu,” tegasnya.

Sementara itu, JR Saragih merasa dengan bentuk dukungan dari gereja-gereja di Sumatera Utara untuk menjadi Sumatera Utara Satu adalah untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai garam dan terang sehingga pelayanan masyarakat akan semakin merata.

“Saya bukan mencari jabatan Gubernur tapi ingin menjadikan Sumatera Utara jauh lebih baik, setiap saya bekerja bentuk dukungan terus mengalir mulai dari gereja, muslim itu tandanya bukan kehebatan saya melainkan bentuk doa dari gereja, umat muslim dan tiga gereja di sini sudah menyatakan sikap buat saya untuk melakukan yang terbaik,” jelasnya.

Tim JR Saragih Lobi MUI

Selain lembaga gereja di Sumut, Tim JR Saragih juga kini tengah agresif melobi MUI di Sumut dalam rencana maju di Pilkada Gubsu 2018 mendatang. Bahkan JR Saragih di Paluta sesumbar mengatakan banyak yang memanfaatkan agama guna dijadikan untuk kepentingan kelompok maupun golongan. Lah…dia sendiri yang memanfaatkan agama untuk kepentingan Politik.

Mengutip TribunMedan.com, dalam buka puasa bersama Partai Demokrat dengan masyarakat Padang Lawas Utara, Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih berpesan agar agama di Sumatera Utara jangan dipecah belah.

“Selama ini agama digunakan untuk memecah belah kesatuan, kita harus menyayangi Indonesia khususnya Sumatera Utara sehingga jangan menjadikan agama sebagai pemecah belah di Sumatera Utara," ucap Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih saat berbuka puasa bersama Partai Demokrat dengan masyarakat Padang Lawas Utara di Alun-alun Gunung Tua (Lapangan Bawah), Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, Jumat (23/6/2017).

Menurutnya, bahwa masyarakat Sumatera Utara diciptakan dengan berbeda agama, suku dan budaya yang diikat oleh adat karena inilah sesungguhnya kekayaan Indonesia.

"Meskipun berbeda-beda tapi kita adalah Indonesia dan kita harus jaga perdamaian antar umat beragama," bebernya lagi. JR Saragih meminta kepada seluruh masyarakat Padang Lawas Utara untuk menjaga suasana Sumatera Utara untuk selalu kondusif, sehingga ada rasa saling menghargai, serta harus saling menghormati perbedaan.

"Bangunlah kerukunan beragama karena tugas pemerintah bukan menjadi pemimpin umat melainkan menjadi pelayanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Saya ada di sini untuk mengajak kepada kader Demokrat untuk selalu aktif dalam kehidupan masyarakat sehingga ada semangat baru dalam memberikan pelayanan," paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC Padang Lawas Utara Basri Harahap menuturkan dengan kehadiran JR Saragih membawa angin segar untuk Padang Lawas Utara untuk lebih maju dalam meningkatkan perekonomian.

"Kehadiran Bapak JR Saragih dengan membawa semangat baru bisa membuat perubahan untuk Sumatera Utara khususnya di Padang Lawas Utara semakin lebih baik," tuturnya.

Di sisi lain MUI Padang Lawas Utara Kyai Hakim Muda Harahap menambahkan kehadiran JR Saragih membawa dampak baru buat Padang Lawas Utara.

“Kita tahu Sumatera Utara memiliki multikultural, multi etnis, ada beberapa agama dan ini menjadi momentum puasa dan sangat penting buat kebersamaan kita di Sumatera Utara, apalagi Gubernur Sumatera Utara yang sekarang kurang memperhatikan Padang Lawas Utara," tukasnya.

MUI Padang Lawas Utara Siap Dukung JR

Masih dilansir TRIBUN-MEDAN.com, dukungan untuk JR Saragih maju di calon Gubernur Sumatera Utara 2018 terus bertambah. Kali ini datang dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Lawas.

Dukungan dari MUI Padang Lawas Utara ini diutarakan oleh pengurus MUI Padang Lawas Utara Kyai Hakim Muda Harahap. Hakim mengatakan jika pihaknya siap mendukung Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih untuk maju menjadi Gubernur Sumatera Utara 2018.

"Kami melihat sosok JR Saragih merupakan pemimpin yang merakyat. Saya kira masyarakat Sumatera Utara butuh seperti sosok beliau (JR Saragih). Oleh karenanya kira mendukung JR Saragih," ucapnya di alun-alun Gunung Tua (Lapangan Bawah), Padang Lawas Utara, baru-baru ini.

Walaupun JR Saragih memeluk agama nasrani, kata Hakim, bukan berarti tidak bisa memimpin Sumatera Utara karena Sumatera Utara memiliki budaya yang bersifat majemuk.

“Sepanjang keinginan rakyat walaupun berbeda agama harus kita dukung, apalagi punya keinginan untuk mempersatukan kerukunan beragama,” katanya.


Hakim mengatakan, JR Saragih adalah tokoh muda yang potensial memimpin Sumatera Utara. “Kita bisa melihat dari karya dan kinerja JR Saragih membangun Kabupaten Simalungun," katanya.‎ (Berbagai Sumber-Asenk Lee Saragih)

St Awal JD Damanik SE MM (FB) Jumat 30 Juni 2017: Halani jabatanku do on patorangkon ( dob hu konfirmasi langsung bani PP-Pimpinan Pusat) : Lang adong pernyataan mendukung calon tentang Gubsu. Itu hanya persepsi wartawan yang suka membuat berita heboh !!!.

Nokan hu elek / pangindo ase i bahen semacam press release untuk membantah itu. Momentum Sidang MG / SB sepertinya hendak dimanfaatkan. 

Sattabi lagian calon nya LAPE mendaftar/resmi dari KPUD. PP dob somal i goyang terus melalui berbagai cara. Sekedar info bahwa kedatangan Muspida tersebut ke GKPS adalah untuk persiapan penyambutan salah satu Menteri yang akan datang ke sidang Sinode Bolon di Siantar tgl 4-7 Juli ini. 

Jadi intinya itu untuk persiapan penyambutan Menteri tersebut tanpa ada embel2 yg LAIN !!!. Tarima kasih bani hita ganup. Seng pala i kompori use . DTP.


Sunday, 11 June 2017

Donasi Untuk Web : www.beritasimalungun.com



Lewat Blog Saya Ini, Santabi dan Salam Habonaron Do Bona Banta Haganupan. Terhitung tertanggal 1 Juni 2017, Website www.beritasimalungun.com tak bisa diakses karena kontrak Hosting sudah habis.


Guna melanjutkan kontrak itu, Pendiri www.beritasimalungun.com (Asenk Lee Saragih) terbatas dalam hal biaya. Sejak dibuat www.beritasimalungun.com sudah di klik sekitar 1.500.000. Pengunjung.

Web www.beritasimalungun.com bukan web berita yang mencari keuntungan, tapi hanya semata-mata sebagai media online yang berbasis publik (pembaca).

Prinsip www.beritasimalungun.com yang untuk pembanding dan rival buat media-media yang dikendalikan Penguasa, Pengusaha atau Para Kapitalis.

Berdirinya www.beritasimalungun.com, sebagai wadah penyaluran aspirasi secara gamblang, namun tetap dalam Koridor Etik Jurnalisme.

Untuk kelangsungan eksistensi www.beritasimalungun.com, Admin (Pendiri) www.beritasimalungun.com berharap Donasi (Kerelaan) dari Pembaca Setia www.beritasimalungun.com dimanapun berada.

Donasi Dapat Ditransfer ke Rekening: Bank Mandiri No Rekening: 110-00-0547559-2 An: ROSENMAN MANIHURUK.
Mohon Juga Bukti Transper dan Identitas Pendonasi di SMS ke No HP 08127477587 atau WA 0811 7407587.

Atas Perhatian dan Kepeduliannya, Saya Selaku Pendiri www.beritasimalungun.com (Rosenman Manihuruk) Mengucapkan Terimakasih.

Semoga web www.beritasimalungun.com Tetap Eksis di Ruang Publik dengan Tetap Menjaga Motto “ Media Online Berbasis Publik” Simalungun dan Sekitarnya. Salam. Diatetupa. Horas....Horas....Horas.

Friday, 9 June 2017

Cerita Kakek Penjual Pisang Keliling yang Dirampok (Pilu Membawa Berkah)


Peristiwa perampokan yang dialami seorang kakek (Suratman 94 tahun) penjual pisang keliling di depan Gedung Olahraga Kotabaru Jambi Selasa 6 Juni 2017 pagi lalu. Foto FB TommyReza Chokolatoz
Dampak Positif Sosial Media dan Donasi ( Rp 40 Juta) untuk Kakek Suratman di Bulan Penuh Berkah

BERITAKU, Jambi-Peristiwa perampokan yang dialami seorang kakek penjual pisang keliling di depan Gedung Olahraga Kotabaru Jambi Selasa 6 Juni 2017 pagi lalu, ternyata membawa berkah tersendiri bagi Kakek bernama Suratman yang kini menginjak usia 94 tahun itu. Pengalaman pahit (perampokan modus baru) yang diceritakannya kepada seorang netizen yang kebetulan lewat dari tempat kejadian perkara, menjadi viral di sosial media dan ramai diberitakan media.

Bahkan kini Suratman yang tercatat sebagai warga RT 14, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi itu pasrah atas kejadian yang menimpa dirinya, karena terus mengalirnya perhatian donasi dari sejumlah pihak, bahkan dari para warga netizen.(Baca: Zola Bantu Kakek Suratman)

Rasa simpatik datang beragam. Mulai dari calon kandidat Walikota Jambi dr H Maulana MKM, Gubernur Jambi H Zumi Zola, Pihak Polda Jambi dan masyarakat biasa. Kerugian kakek Suratman uang sebesar Rp 1.050.000, hasil dari menjual pisang keliling yang dia kumpulkan, telah terbayarkan oleh Donasi yang dia terima hingga Jumat 9 Juni 2017 lebih dari Rp37.197.000.

Donasi yang diterima kakek Suratman dari yang mendatangi kediamannya, ternyata berkah Bulan Ramdhan yang diterima Suratman juga mengalir dari netizen. Sungguh berkah yang luar biasa bagi Suratman, atas peristiwa memilukan yang dialaminya.

Peristiwa perampokan yang dialami seorang kakek (Suratman 94 tahun) penjual pisang keliling di depan Gedung Olahraga Kotabaru Jambi Selasa 6 Juni 2017 pagi lalu. Foto FB TommyReza Chokolatoz.
Tak hanya memberikan donasi, kini kediaman kakek tersebut masih ramai dikunjungi masyarakat. Sebab video dan foto dan pemberitaan sekitar 50 media online di Provinsi Jambi peristiwa yang dialami si kakek Suratman, mendapat banyak perhatian dari warganet.

Bahkan netizen (Warganet-red) dan masyarakat pun langsung berinisiatif mengumpulkan bantuan untuk kakek Suratman. Mbah Suratman yang memiliki 10 orang anak dan 55 orang cucu ini tampak bahagia dalam menjalankan Bulan Suci Ramadhan dan Jelang Idul Fitri 1438 H/2017. Pasalnya kursi yang diidam-idamkannya mau dibeli dengan uang hasil penjualan pisang keliling itu, kini sudah nyata.

Bahkan saat Gubenur Jambi H Zumi Zola berkunjung kekediamannya Rabu (7/6/2017) siang usai bertolak dari Jakarta untuk memberikan bantuan sejumlah uang, membuat wajah kakek Suratman bersinar kembali.

Kronologis Peristiwa

Peristiwa perampokan yang dialami Kakek Surahman tergolong modus baru di Jambi. Pasalnya pelaku menyuruh korban masuk mobil membawakan pisang yang dijual. Saat di dalam mobil pelaku dirampok dengan menggeledah seluruh kantong korban.

Setelah isi kantong korban diambil, pelaku menyuruh korban keluar mobil. Setelah dua menit saat kejadian, korban tersadar kalau dia habis dirampok dengan modus baru itu.

Empat foto dan dua video yang diposting akun bernama TommyReza Chokolatoz di sosial media (Facebook) Selasa (6/6/2017) pagi tentang korban perampokan seorang Kakek penjual pisang keliling di depan Gedung Olahraga (GOR) Kotabaru Jambi menyita perhatian publik.

Bahkan foto dan video itu diviralkan hingga jutaan netizen melihatnya dan video utama telah ditonton 4.709.974 dan 69.083 kali dibagikan netizen hingga sejak Rabu (7/6/2017) pukul 08.45 WIB hingga Jumat (9/6/2017) pukul 07.40 WIB. Bahkan sekitar 50 media online di Provinsi Jambi ramai-ramai memberitakannya.

Berikut ini postingan dan keterangan kronologis yang dituliskan akun Tommy Reza:

Yang sabar ya pak, buat kalian yang sering pulang pergi melewati Kotabaru, pasti tidak asing lagi sama bapak ni. Belilah pisangnya tanpa kalian minta nego.

Kasian bapak ini baru saja kehilangan uang tabungannya yang di tabungnya buat beli kursi, agar bisa ikut merayakan hari Lebaran Idul Fitri. Bapak ni penjual pisang keliling, dan bapak ini baru saja kehilangan uang sekitar Rp 1,1 Juta di dalam sakunya.

Jadi Kronologinya Sekitar jam 9 pagi saya lewat Kotabaru (depan GOR) melihat bapak ini teriak teriak, "rampok" "rampok" dibantu dengan ibu petugas sapu jalan. Mereka berteriak meminta bantuan.
Sontak saya berhenti dan menanyakan rupanya bapak ini habis dirampok dengan kronologi perampok tersebut meminta bapak (penjual pisang) masuk ke dalam mobil, dengan alasan mau membeli se sisir pisang.

Katanya malu (sipelaku) membeli pisang di bulan puasa. Jadi si bapak diminta masuk kedalam mobil, dengan maksud transaksi di dalam mobil saja.

Bapak yang semangat bahwa dagangannya laku, mengikuti permintaan si pelaku. Sesampai di dalam, si bapak di beri Rp 15.000 (harga pisang yang di beli).

Namun saat mau turun dari mobil, pintunya dikunci oleh pengendara tersebut dan di sana mereka mengerogoti kantong si bapak. Penjelasan si bapak ada 3 orang di dalam mobil, dengan ciri mobil avanza/inova warna cream.

Padahal uang tersebut dibawak bapak itu untuk menyetor ke toko kursi. Karena dia memesan kursi buat ikut lebaran. Untuk pelaku perampok, apa kalian berfikir, kalau bapak tersebut telah susah??

Berapa lama dia mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dengan jualan pisang? Apa kalian dak punya hati nurani di bulan puasa ini?? Yang sabar ya pak.

Rasa Prihatin

Ketika kabar tersebut tersiar, dr H Maulana MKM, pemilik Rumah Sakit Annisa Jambi dan juga calon kandidat Walikota Jambi Pilkada Juni 2018, langsung berinisiatif mendatangi kediaman kakek tersebut.

dr H Maulana MKM berikan bantuan.IST
Dalam pertemuan itu, suami dari Dr Hj Nadiyah SP OG ini terlihat sangat berempati terhadap perampokan yang tergolong nekad tersebut. “Sungguh kasihan melihat kakek yang setua ini harus mengalami perampokan, bagaimana rasanya jika ini di alami orang tua atau kakek kita," kata Maulana prihatin.

Maulana menyebutkan, dirinya tidak habis pikir ada orang yang tega merampas uang yang dikumpul dari berjualan pisang. “Kita bisa bayangkan uang yang dikumpul dari berjualan pisang Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu persisir harus raib dengan cara intimidasi kekerasan, merampas uang hasil keringat kakek yang sudah renta ini," kata dr Maulana dan  memberi bantuan sebagai pengganti uang yang telah diambil perampok kepada kakek tersebut.

"Saya harap kakek bisa melupakan kejadian ini serahkan saja dengan allah swt, insya allah jika kita ikhlas Allah SWT tuhan yang mahan berkehendak memberi ganti berlipat ganda, ujar ketua harian dewan mesjid Indonesia tersebut sambil menyerahkan uang bantuan," ujar Ketua Kahmi Provinsi Jambi ini.

Atas bantuan tersebut Suratman kakek penual pisang tersebut mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan dr. Maulana. “Saya terima kasih pada dokter Maulana atas bantuannya semoga bapak selamat dan Allah kabulkan niat Bapak," ujarnya terbata.

Giliran Zumi Zola

Peristiwa yang menimpa Suratman, ternyata juga menyita perhatian Gubernur Jambi H Zumi Zola. Zumi Zola yang baru saja tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi dari Jakarta Rabu (7/6/2017) siang, langsung menuju kediaman Suratman di Lorong Kanan RT 14 Kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung Kota Jambi.

Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli segera mengunjungi dan memberi bantuan kepada Suratman. Zola langsung ke kediaman Suratman di Lorong Kanan RT 14 Kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung Kota Jambi, Rabu (7/6/2017). IST
Zola mengatakan, dia sedang berada di Jakarta saat mendengar musibah yang dialami oleh Suratman. “Saya sangat prihatin sekali saat mendengar kabar mengenai Kakek Suratman yang mengalami musibah kehilangan hasil jualan pisangnya. Hasil jualannya dibawa lari oleh orang yang berpura-pura membeli pisang kakek Suratman dengan mengajak kakek Suratman masuk ke dalam mobil,” kata Zola.

“Hari ini, saya baru saja mendarat di Jambi dan langsung menuju ke sini untuk mengunjungi Kakek Suratman. Kakek tadi sudah menceritakan semua yang dialaminya, uang hasil jualan yang hilang rencananya digunakan untuk membayar kursi yang telah dipesan,” katanya.

Zola menyampaikan, kejadian yang dialami Kakek Suratman untuk dijadikan pelajaran kedepannya, agar lebih berhati-hati lagi. “Kita jadikan pelajaran untuk kedepannya,” tambah Zola.

Selain itu, Zola menghimbau masyarakat untuk lebih peduli lagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang kondisi ekonominya sangat sulit. 

“Masih banyak masyarakat di sekitar kita yang kondisi ekonominya seperti Kakek Suratman. Saya himbau kepada masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang berkecukupan untuk membantu masyarakat yang kondisi ekonominya masih jauh dari kata cukup. Mari bantu saudara saudari kita yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Semoga di bulan suci Ramadhan ini, kita mendapatkan berkah dengan membantu sesama,” tutur Zola.

Zola memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta kepada Suratman untuk membantu melunasi kursi yang dibeli Kakek Suratman. Sebelum pamit pulang, Zola memborong semua pisang jualan Kakek Suratman dan dibayar Rp500.000.

“Ini semua pisang kakek saya beli semua ya, ini saya beli Rp500.000, sisanya bisa buat persiapan lebaran karena Kakek Suratman memiliki banyak cucu dan buyut,” ucap Zola.

Kakek kelahiran 7 November 1923 itu menceritakan, dia telah mengalami kerugian sebesar Rp1 juta rupiah hasil dari tabungan dan berjualan pisang yang akan digunakan untuk membayar kursi yang telah dipesan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun ini karena selama ini belum memiliki kursi.

“Saat itu saya sedang merapikan pisang jualan saya, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di dekat gerobak jualan saya, orang di dalam mobil keluar hendak membeli pisang, tapi dia malu karena bulan puasa, lalu saya diajak ke dalam mobil untuk mengantar pisang yang akan dibeli,” kata Kakek Suratman dengan mata berkaca-kaca.

“Saat di dalam mobil, tangan saya dipegang oleh orang tersebut dan leher saya dikasih handuk yang dingin, saya tidak sadar kalo uang yang didalam kantong celana sudah hilang. Tukang sapu jalan yang melihat saya di dalam mobil langsung teriak, orang itu kaget dan langsung melepaskan saya,” sambung Kakek Suratman.

“Saya baru sadar kalau uang yang ada dikantong celana sudah tidak ada dan langsung terduduk lemas, saat tukang sapu bertanya kepada saya ,” pungkas Kakek Suratman.

Suratman mengungkapkan, dirinya sangat senang dengan kedatangan Gubernur Jambi ke rumahnya, untuk mengunjunginya dan memberikan bantuan yang sangat bermanfaat bagi dia dan keluarganya.

Kekuatan Media Sosial

“Berkah dari Allah kekuatan media sosial sangat terbukti. Donasi yang terkumpul dari warganet (netizen) dan masyarakat untuk Kakek Suratman adalah Rp37.197.000. Ini jumlah sementara mungkin masih banyak yang ingin berpartisipasi,” tulis Rahman Pamenang, admin Group FB “Suara Rakyat Jambi”.

Dit Sabhara Polda Jambi menerjunkan personilnya untuk menghibur serta memberikan bantuan moril dan materil kepada keluarga mbah suratman. Keluarga menyambut hangat kehadiran 2 orang personil polwan mewakili Direktur dan personil Dit Sabhara Polda Jambi. Mereka sangat bersyukur sekali dengan kehadiran dari perwakilan kepolisian, yang mana kita ketahui bersama ditengah kesibukan melayani masyarakat pihak Kepolisian masih menyempatkan diri hadir ke kediaman mbah suratman dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan moril dan materil yang diberikan. Upaya kejahatan penyeludupan narkoba dgn melibatkan burung merpati di tanah Haram Makkah, sang merpati dgn kuasa Allah akhirnya ia menyerahkan diri. Subhanallah. IST
“Peristiwa yang dialami Kakek Suratman menjawab kekhawatiran sebagian orang tentang rasa kemanusiaan, kebinekaan dan rasa persaudaraan kita yang katanya tercabik oleh kenyinyiran mereka sendiri tentang ke Indonesiaan kita. Respon netizen sungguh di luar dugaan. Berbondong-bondong kita berebut pahala, menebar kasih dan sayang ke sesama kita. Respon spontan warganet terhadap kakek Suratman adalah cermin kebersamaan kita, wujud nyata pengamalan sila-sila Pancasila dalam keseharian kita. Tak perlu simbol, tak perlu menebah dada dengan lambang Burung Garuda di atas kepala,” tulis Nurul Fahmi, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Jambi.

Pasca terjadinya perampokan terhadap kakek Suratman. Warganet dan masyarakat pun langsung berinisiatif mengumpulkan bantuan untuk kakek Suratman. Bahkan akun TommyReza Chokolatoz memperlihatkan foto dan video saat memberikan donasi yang terkumpul dari warganet dan masyarakat untuk Kakek Suratman adalah Rp37.197.000.

TommyReza Chokolatoz dan teman-temannya menyerahkan langsung donasi itu kepada Kakek Suratman di kediamanya, Rabu 7 Juni 2017 sore. Berikut ini postingan TommyReza Chokolatoz menambahkan 4 foto dan sebuah video bersama Amelia HarSalim dan 2 lainnya pada 7 Juni 2017 pukul 17:58 WIB.

“ALLHAMDULLILAH. SELAMAT SORE SEMUANYA....Saya mau berucap terimakasih sebesar besar nya. Sampai vidio postingan saya yang menyangkut perampokan yang dialamani bapak Suratman (penjual pisang) bisa viral dan banyak di kenal. Hingga membuka pintu Rezky bagi bapak Suratman maupun yang berdonasi berupa uang,doa,maupun tenaga.

Saya ucapkan banyak terima kasih sekali buat semua sahabat yang mndukung. Banyak pengalaman serta ilmu dan sahabat baru yang saya dapatkan. Dan pengalaman baru saya dapatkan sebagai penyampai amanah yang memberikan donasi bantuan ke bapak Suratman tersebut.

Allhamdullilah hari ini (Rabu 7 Juni 2017) jam 15.00 saya telah menyerahkan seluruh dana donasi yang saya terima dari berbagai Sahabat Facebook, Sahabat Line, sebagian team sedekah, dan seluruh pendonasi lainnya.

TommyReza Chokolatoz dan teman saat menyerahkan donasi kepada Kakek Suratman Rabu 7 Juni 2017 pukul 17:58 WIB di kediaman Suratman. Foto Tommy Reza.
Saya dan sahabat saya lainnya telah menerima dan menyerahkan uang sejumlah Rp. 37.197.000 (Tiga Puluh Tujuh Juta Seratus Sembilan Tujuh Ribu Rupiah). Penerima Nama : SURATMAN, Umur : 94 tahun. Mbah Suratman memiliki anak sebayak 10 orang dan memiliki cucu 52 orang, pekerjaan mbah sehari hari berjualan pisang keliling. Ini semua berkat semua para sahabat hingga bisa membantu. Berkat doa serta tenaga semuanya. Rekening Mbah Suratman telah diklarifikasi. No Rekening BTN Jambi atas nama Suratman bisa dipertanggung jawabkan,” tulis TommyReza Chokolatoz.

Peristiwa yang dialami Kakek Suratman ternyata memancarkan Kasih sesama di Bulan Suci Ramadhan. Berkah Ramadhan Kini Telah Menyelimuti Keluarga Suratman. Kepada pemilik akun (FB) TommyReza Chokolatoz, saya penulis mengucapkan banyak Terimakasih. Ternyata masih ada kawula muda yang peduli dengan peristiwa disekitarnya dan berniat baik. Tuhan Memberkatimu Bro. (Penulis Asenk Lee Saragih).



Monday, 5 June 2017

Ini Fakta, Jokowi Membangun Infrastruktur Hingga Jauh (Opini Seword.com)

#JokowiUntukIndonesia
 BERITAKU-Rakyat Indonesia mungkin awalnya tak pernah bermimpi memiliki seorang Presiden seperti perawakan Joko Widodo (Jokowi). Contohnya saya sendiri. Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang “sikerempeng” dan hanya berlatar berkarier politik  dari Walikota Solo, sangat pesimis melihat perawakannya untuk jadi seorang Presiden.


Namun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri justru berkata lain. Berkat kepiawaian politik Megawati mengusung Jokowi ke DKI Jakarta ternyata berbuah manis. Bahkan Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada  September 2012 lalu.

Tak hanya sebatas Pilkada DKI Jakarta, ternyata PDIP juga berani mengusung Jokowi sebagai calon Presiden. Kemudian pada pemilihan Presiden RI 9 Juli 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla meraih 53,15% suara mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang mengumpulkan 46,85% suara.

Guna menjalankan Mandat Rakyat Indonesia, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR Senin 20 Oktober 2014 lalu. Jokowi adalah orang ke-7 yang menjadi Presiden RI. Jokowi menjadi Presiden ke-16 (kata dosen Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Hendra Gunawan, (http://sains.kompas.com Edisi 20 Oktober 2014).

Sebagai ungkapan syukur dalam mengisi pembangunan serta menyambut 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 2017), sebagai rakyat biasa tentunya tidak salah menuliskan opini dalam menilai hasil kinerja Presiden Jokowi dan kabinetnya sejak dilantik hingga sekarang.

Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan dan sarana transportasi udara, laut dan darat menjadi prioritas sejak Jokowi dilantik Presiden RI. Gebrakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia, seperti “Sungai Begawan Solo” mengalir hingga jauh.

Lewat akun sosial media (Fanfages Facebook) Presiden Joko Widodo, selalu rutin memberitahukan kegiatan pembangunan yang ditinjaunya. Bahkan akun fanfages FB Presiden Joko Widodo hingga tertanggal 30 Mei 2017 telah disukai 7.187.139 netizen. Bahkan tak sedikit memberikan ribuan komentar dukungan penyemangat kepada Jokowi setiap postingan kegiatannya.


Target Jokowi 2015-2019






Rumah Bolon (Utei Jungga) Terbakar di Simalungun


Rumah Adat Simalungun "Rumah Bolon" (Untei Jungga) terbakar diduga akibat arus pendek listrik, Senin (5/6/2017) pagi. IST
Simalungun-Sebuah Rumah Adat Simalungun "Rumah Bolon" (Untei Jungga) terbakar diduga akibat arus pendek listrik, Senin (5/6/2017) pagi. 

Menurut Irwin Anderson Purba, Rumah bolon (Utei Jungga) Rumah Panglima sewaktu kerajaan Purba Simalungun itu hangus terbakar kemungkinan korstleting arus listrik. 
Rumah Adat Simalungun "Rumah Bolon" (Untei Jungga) di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. IST


Rumah Bolon itu satu dari sekian Rumah Bolon di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun yang menjadi Cagar Budaya dan dan obyek wisata budaya dan sejarah di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Belum ada pernytaan resmi dari Pemkab Simalungun terkait terbakarnya satu Rumah Bolon Kerajaan Purba itu. (JP-Lee) 

Ketika Zumi Zola Membersihkan "Musuh Dalam Selimut" Lingkup Pemprov Jambi


Gubernur Jambi H Zumi Zola (kiri) Ridham Priskab (kanan). Foto Asenk Lee Saragih.
Oleh: Asenk Lee Saragih
BERITAKU-Gubernur Jambi H Zumi Zola kini bersih-bersih rumah pemerintahannya dari orang-orang yang tidak cakep dalam bekerja. Bahkan yang dianggap "musuh dalam selimut" kini mulai disapu untuk membersihkan rumah pemerintahan agar berjalan tanpa campur tangan pihak luar.

Sepakterjang Zumi Zola untuk merombak seluruh pembantunya memang kali pertama dalam sejarah pemerintahan di Provinsi Jambi. Bayangkan saja, ratusan pejabat eselon II dan III dinonjobkan secara serentak. 

Tak hanya disitu, sekitar 30-an pejabat eselon II dicopot. Paling nekat lagi, Sekda Provinsi Jambi Ridham Priskab juga harus "ditendang" dari kursi sekda. Padahal Ridham Priskab merupakan pejabat yang paling dibutuhkan dalam pemerintahan Prov Jambi.

Lalu banyak pihak bertanya-tanya, dan berandai menjawab kenapa Zola melakukan itu dalam waktu yang serentak. Tentunya ini merupakan hak Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi Periode 2016-2021.

Sebagian beranggapan bahwa Zola ingin menjalankan roda pemerintahan tanpa tekanan siapapun. Bahkan intervensi dari Ayahnya H Zulkifli Nurdin dalam menentukan pejabat dilingkungannya tak membuat Zola bergeming.

Zola tetap pada pendiriannya, kalau dia adalah Kepala Daerah Pemerintahan Provinsi Jambi dan milik seluruh Rakyat Provinsi Jambi. Zola ingin menjalankan pemerintahan tanpa ikut campur pihak luar yang notabene bermerak "Tim Sukses" itu.

Zola juga tak mau terikat dengan satu kelompok atau golongan tertentu yang bisa menjerembabkannya ke "jurang" pemerintahan, sehingga kepemimpinannya dianggap masyarakat gagal. Dengan sikap membersihkan "musuh dalam selimut" itu adalah langkah tepat bagi Zumi Zola untuk pencapain Visi-Misi Jambi Tuntas 2021.

Namun membaca tulisan http://www.jambi-independent.co.id yang menuliskan secaga gamblang kalau Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli kini dikabarkan dalam tekanan berat. Sejumlah orang dekat dan orang kepercayaan alias ring satu Zumi Zola “terlempar”, internal pendukungnya pecah. 

Berikut tulisan lengkapnya dikutip dari www.jambi-independent.co.id. (Sumber)

Ditenggarai kondisi ini bisa mempengaruhi kinerja Zola pribadi maupun Pemprov Jambi secara keseluruhan. Informasi yang dirangkum Jambi Independent sepekan ini, entah kenapa, Zumi Zola memecat beberapa “punggawa”-nya. 

Terbaru, ia memecat Erwin, Plt Karo Umum yang notabene tangan kanannya. Selama ini, Erwin diketahui sosok pejabat yang sangat dipercaya Zola. Makanya, Erwin ditunjuk sebagai Plt Karo Umum, yang tugasnya mengatur keuangan dan “dapur” Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Tentunya, pemecatan Erwin sangat mengejutkan. 

Lalu, Zumi Zola memecat dua ajudan pribadi yang sehari-hari mendampinginya. Dua ajudan yang diputus kontrak yakni, Alfen dan Alfin Oktaviansyah. Keduanya PNS Pemprov. Padahal, mereka berdua ditugaskan untuk menjadi ajudan pribadi gubernur pasca Zola dilantik beberapa waktu lalu. 

Selain ajudan, Zola juga dikabarkan memberhentikan sejumlah honorer yang bekerja di rumah dinas (rumdis) Gubernur Jambi. Ini mengejutkan lingkungan Pemprov Jambi. Gubernur Jambi Zumi Zola membenarkan sudah memberhentikan dua ajudannya. Namun sayang, Zola enggan berkomentar panjang. “Untuk penyegaran saja,” singkatnya, kemarin (4/6). 

Zola juga terkesan mengelak saat ditanya soal sejumlah pejabat yang dipecat. Padahal, mereka baru saja dilantik. “Pergantian dilakukan berdasarkan penilaian dan pertimbangan tim Baperjakat. Untuk teknis penilaiannya, bisa ditanyakan langsung ke Pak Sekda selaku ketua tim Baperjakat,” katanya. 

Untuk diketahui, pasca mencopot Plt Karo Umum Erwin sepekan lalu, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli kembali mencopot tiga pejabat. Tiga orang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OPD terhitung awal Juni ini diberhentikan dari jabatan Plt. 

Beredar kabar, Zola mengganti Plt Kepala OPD tersebut karena masih ada kaitannya dengan pemberhentian Erwin sebagai Plt Kabiro Umum beberapa waktu lalu. Namun, baik Zola maupun Pejabat (Pj) Sekda Provinsi Jambi memberikan jawaban yang sama seperti saat pemberhentian Erwin beberapa waktu lalu. 

Untuk diketahui, Plt Kadis yang dicopot tersebut, yakni, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Yahya Buwaiti, posisinya digantikan Husni Jamal yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli. 

Kemudian Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Atma Jaya, diganti oleh Irzan yang saat ini menjabat Kabid Peranan Wanita dan Lansia. 

Terakhir Plt Dinas Perhubungan Ahmad Ali, yang digantikan Darma yang kini menjabat Kabid Pengembangan Transportasi. Pejabat (Pj) Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik, membenarkan bahwa tiga Plt Kepala OPD diberhentikan. “Ada tiga pejabat yang kembali diganti, posisinya sebagai Plt Kepala Dinas,” katanya. 

 Menurut Erwan, alasan Gubernur Jambi kembali melakukan rotasi adalah, agar yang bersangkutan fokus dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sebagai Kabid pada jabatan yang dia jabat saat ini. “Berdasar hasil evaluasi, ketiganya diberhentikan dari jabatan Plt. Agar mereka lebih fokus kepada tupoksi mereka di jabatan sebelumnya yaitu sebagai kabid,” kata Erwan. 

 Sementara, untuk ajudan yang dipecat, langsung dipindahtugaskan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi. Sedang sebagian besar tenaga honorer di Rumah Dinas Gubernur Jambi yang diberhentikan, kini nasibnya tidak jelas. 

Erwan mengaku untuk ajudan memang ada dua orang yang diganti. Namun ia tidak hapal siapa kedua ajudan yang diganti tersebut. Dia hanya mengatakan pergantian ajudan tersebut bertujuan untuk penyegaran saja. Sementara untuk pemberhentian tenaga honor di rumah dinas, Erwan membantahnya. 

“Kalau tenaga honor di Rumah Dinas tidak,” katanya. Kini, ajudan yang dipercaya mendampingi Zola adalah Puja dan Andri. Puja sebelumnya pernah menjadi ajudan Wakil Gubernur Fachrori Umar. 

Dikonfirmasi terpisah, Saipudin, Asisten III Setda Provinsi Jambi, mengatakan belum mendengar kabar adanya pemberhentian tenaga honorer di rumah dinas. 

“Kami memang sedang melakukan seleksi kembali untuk tenaga non PNS. Namun, untuk pemberhentian belum ada laporan ke saya,” katanya. 

 Informasi A1 yang didapat Jambi Independent, Zumi Zola, Gubernur Jambi pilihan masyarakat, kini dalam tekanan kekuatan besar. Ia bahkan tak bisa melawan kehendak kekuatan itu ketika diminta mengganti semua orang kepercayaannya. “Zola seperti tak bisa berkutik. Kejadiannya seminggu lalu,” ungkap sumber JI yang mewanti-wanti namanya tak disebut di koran, beberapa malam lalu. 

Kompetisi Antar Timses 

Masih tulisan di www.jambi-independent.co.id. (Sumber), terpecahnya internal Gubernur Jambi Zumi Zola, dinilai bakal mempengaruhi banyak hal. Bahkan, dari pengamatan Jafar Ahmad, Peneliti Idea Institute, ada kompetisi antar patron atau tim sukses (timses) di belakang Zumi Zola dan Wakil Gubernur Fachrori Umar. 

“Jadi ketika distribusi posisi itu tidak proporsional, akan ada kompetisi. Dan ini akan mengarah ke saling menjatuhkan,” ujar Jafar, dihubungi semalam. Namun, menurut Jafar, situasi ini wajar. Karena memang dalam distribusi kekuasaan, akan banyak orang berharap pada suatu posisi. 

“Ketika patron A yang menang, maka patron B akan tersingkir. Jadi yang bertahan itu adalah simpul yang terkuat. Yakni, patron yang memiliki kekuasaan dalam memberikan sumbang saran dalam pengambilan keputusan Zumi Zola selaku gubernur,” sebutnya. 

Jafar menilai, situasi ini bisa saja menguntungkan bagi Zumi Zola. Ia jadi lebih mudah mengontrol dan mengatur roda pemerintahan. Karena, patron yang kuat tersebut, lebih dikenalinya dan lebih sedikit setelah “seleksi alam” terjadi. 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ar Syahbandar, menganjurkan agar Gubernur Zumi Zola benar-benar menunjuk orang yang berkompeten dan mampu menterjemahkan program-program gubernur. “Saya mendengar itu (soal pecahnya internal Zola), namun itu bukan kewenangan saya untuk komentar. 

Namun dari sisi pengawasan, saya berharap gubernur benar-benar menunjuk orang yang layak. Apalagi ini sudah masuk tahun kedua gubernur memimpin. Dan sudah mau memasuki semester ke dua 2017,” ujar Syahbandar. 

Menurutnya, pergantian sejumlah pelaksana tugas (Plt) menandakan orang-orang yang diangkat itu tidak kompeten. Namun, jika pergantian Plt dilakukan hingga beberapa kali, ini malah mengganggu program pemerintah. 

“Hari ini hearing dengan si A, seminggu lagi hearing dengan yang lain lagi. Kalau bisa Plt yang ditunjuk itu tidak ganti-ganti lagi jelang definitif,” kata Syahabandar. 

Ia berharap pengisian sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perangkat kerja lingkup Pemerintah Provinsi Jambi yang akan datang, merupakan orang-orang terbaik. ”Kalau bisa ini yang terakhir,” tegasnya. 

Nasri Umar, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi mengatakan, jika pejabat tidak bisa bekerja dengan baik, memang harus segera diganti. Evaluasi yang dilakukan selama tiga bulan ini sudah cukup untuk mengetahui bagaimana kinerja pejabat yang dipilih dan dilantiknya Maret 2017 lalu. 

“Bagaimana Jambi Tuntas bisa terwujud kalau pejabatnya tidak sesuai dengan kualifikasi,” katanya. Ditanyakan kenapa Gubernur bisa melantik jika kinerjanya tidak baik, apakah Gubernur kecolongan? Nasri Umar mengatakan, pelantikan pada bulan Maret lalu sebanyak 600 lebih pejabat. 

Tidak mungkin Gubernur bisa memeriksa satu persatu. Sehingga ketika sudah berjalan, baru bisa terlihat bagaimana kinerja pejabat yang telah dilantiknya. “Dalam pelaksanaan, mulai dia mengetahui siapa yang bisa bekerja dan yang tidak,” katanya.

Sebagai kata kunci dari saya, biarkanlah Zumi Zola untuk menentukan siapa pejabat pembantunya yang dinilainya memiliki integritas dan memiliki kemampuan. Kita lihat saja roda pemerintahan dua tahun ini, apakah Zola mampu menbawa Provinsi Jambi ini lebih baik, atau justru jadi kemunduran. 

Secara khusus kepada pembisik Zumi Zola agar tetap membisikkan informasi yang benar dan akurat. Jangan jadi pembisik Asal Bapak Senang (ABS). (*)

(Sumber: http://www.jambipos-online.com)