.

.
.

Monday, 22 September 2014

Melirik Bisnis Apartemen “Kos-kosan” Mahasiswa di Jawa Barat

Dari Harga Rp 326 Juta Hingga Kamar Berkelas

Bisnis properti di Jawa Barat, khususnya di wilayah kampus Kabupaten Sumedang berkembang pesat. Kini PT Adhi Karya Tbk lewat anak usahanya yang berfokus di bisnis properti PT Adhi Persada Properti (APP) telah menggelar topping off atau penutupan atap Apartemen Taman Melati Jatinangor. Bisnis ini menyasar mahasiswa-mahasiswa di wilayah tersebut.

DANA ADITIASARI, Sumedang

 Prosesi ini menandai selesainya pembangunan konstriksi dasar apartemen setinggi 16 lantai yang terdiri dari 758 unit apartemen dan berdiri di atas lahan seluas 4.645 meter persegi.

“Semula tahap topping off dijadwalkan pada akhir tahun 2014, kini jauh lebih cepat," ujar Direktur Utama APP Ipuk Nimpuno saat dijumpai di lokasi acara, Sumedang, Sabtu (20/9).

Apartemen ini adalah satu dari sekian banyak proyek apartemen yang dikembangkan APP dengan menyasar pasar mahasiswa.


Adapun proyek properti yang menyasar mahasiswa tersebut di antaranya Apartemen Grand Taman Melati Margonda dekat Universitas Indonesia, Apartemen Taman Melati Surabaya @Merr dekat Universitas Airlangga, Apartemen Taman Melati Sinduadi Yogyakarta dekat Universitas Gadjah Mada.


“Apartemen Taman Melati Jatinangor diharapkan mampu menjadi solusi bagi para mahasiswa ataupun mahasiswi yang ingin mencari tempat tinggal yang dekat dengan kampus," pungkasnya.

Apartemen ini terletak di Jalan Cikduda, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Lokasi strategis yang berdekatan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin).
Dijual Mulai Rp 326 Juta

Sementara apartemen yang 90% unitnya merupakan tipe studio ini ditawarkan dengan harga mulai Rp 326 juta. “Ada dua tipe, tipe studio kita tawarkan mulai Rp 326 juta. Tapi Kita sediakan paket Rp 426 juta untuk full furnish. Jadi pelanggan terima beres," ujar Ipuk Nimpuno.

Selain tipe Studio, ada juga tipe double bedroom yang ditawarkan dengan harga Rp 654 juta. “Kalau yang studio Rp 326, harga yang double bedroom sekitar Rp 654 Juta" tuturnya.

Sama halnya dengan tipe studio, APP juga menawarkan paket full furnish dengan harga yang tak kalah kompetitif. "Yang full furnish-nya Rp 757 juta," sambungnya.

Ia mengatakan, hingga hari ini hampir seluruh unit sudah terjual. "Sisa 30 unit lagi, kita tawarkan Rp 326 juta. Kalau besok sudah Rp 341 juta dan harga akan naik terus," sebut dia.

Untuk urusan pembelian, masyarakat yang berminat dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah. APP sudah bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).


Proyek Rp 140 Miliar

Sementara APP menggelontorkan dana Rp 140 miliar untuk membangun Apartemen Taman Melati Jatinangor di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

“Rp 140 miliar di luar lahan. Kalau lahan kan kita sudah investasi di awal," ujar Ipuk. Sebanyak 30% dair dana tersebut atau sekitar Rp 42 miliar dipenuhi dari kas internal perusahaan. Sementara pinjaman perbankan sebesar 40% atau sekitar Rp 56 miliar serta sisanya berasal dari dana masyarakat dari pembayaran uang muka sebesar Rp 42 miliar.

“Komposisinya, kas internal kita sekitar 30%, 40% dari bank, sisanya ada dari presales (prapenjualan)," tuturnya.


Dengan nilai pembangunan tersebut, Apartemen ini memiliki nilai properti mencapai Rp 210 miliar. "Artinya kalau dijual semua, nilainya Rp 210 miliar," pungkasnya.

Untuk urusan pembangunan konstruksi, diserahkan eksekusinya kepada PTAdhi Persada Gedung (APG) dengan waktu pengerjaan selama 18 bulan.

Apartemen ini terdiri dari 16 lantai dengan jumlah unit sebanyak 758 unit yang terdiri dari 90% tipe studio dan 10% tipe double bedroom. (Dua kamar tidur). Sebuah unit tipe studio dibangun dengan ukuran 21,3 meter persegi dan 42,6 meter persegi untuk yang tipe dua kamar tidur.

“Kita bangun dengan tipe modular, jadi yang doble bedroom ukurannya dua kali lipat dari yang tipe studio," ujar Direkut Utama APG Tharmuzie Romlie dalam kesempatan yang sama.

APP sendiri memiliki kinerja keuang yang cukup baik dengan mengembangkan startegi pembangunan hunian dekat kampus terkemuka di Indonesia. Perusahaan mampu berkontribusi cukup baik pada laba bersih konsolidasi perusahaan induknya PT Adhi Karya Tbk secara keseluruhan.

Pada semester I 2014, ADHI membukukan laba bersih Rp 59,9 miliar. Sedangkan APP mencatatkan laba bersih sebesar Rp 34,5 miliar. Dengan porsi kepemilikan saham ADHI atas APP sebesar 97,93% maka laba yang dikontribusikan ke induk usahanya tersebut adalah Rp 33,8 miliar.


Selain apartemen yang menyasar mahasiswa, APP juga sedang mengembangkan mixed-used complex Grand Dhika City Bekasi di lahan seluas 10 hektar tepat di depan pintu tol bekasi timur.(dtk/lee)

No comments: