.

.
.

Thursday, 31 March 2011

LSM Diminta “Jinak” Selama Kunjungan Wapres

Jambi, BATAKPOS

Seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Provinsi Jambi diminta “jinak” atau tidak melakukan aksi unjukrasa selama kunjungan Wakil Presiden RI Budiono ke Provinsi Jambi dalam rangka pembukaan Jambi Emas Expo 2011 Jumat (1-2/4) mendatang. Guna “menjinakkan” LSM di Jambi, Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) melakukan pertemuan di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (30/3).
Ratusan mahasiswa IAIN STS Jambi melakukan unjukrasa di DPRD Provinsi Jambi dan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (30/3). Mahasiswa tersebut menggugat Menteri Agama RI karena mengeluarkan SK Menteri Agama tentang PJS Rektor IAIN STS Jambi, bukan melantik Rektor Terpilih Prof Dr Mukhtar Latief MPd.Foto batakpos/rosenman manihuruk.


“Saya menghimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi termasuk LSM-LSM sama-sama menjaga keamanan, ketertiban yang selama ini kondusif. Saya siap dikritik, dalam menjalankan program pemerintahan Provinsi Jambi, asal kritik tersebut ditujukan untuk kemajuan serta disampaikan dengan cara-cara yang positif, yang sifatnya dialogis, bukan dengan cara-cara anarkis yang mengganggu ketertiban umum,”katanya.

Menurut HBA, demonstrasi biasanya terjadi karena ada sumbatan komunikasi/communication bottlenecking. “Untuk itu, saya dan wakil gubernur, dan jajaran berusaha mengatasi sumbatan komunikasi dimaksud dengan mengadakan komunikasi dan dialog langsung dengan masyarakat, salah satunya dengan LSM di Provinsi Jambi,”katanya.

Disebutkan, visi Jambi EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Adil, dan Sejahtera) 2015 membutuhkan partisipasi dan kontrol sosial dari masyarakat. Sejalan dengan itu, HBA menghimbau masyarakat Provinsi Jambi untuk berperan aktif dalam mewujudkan Jambi EMAS serta turut sera melakukan kontrol sosial atau mengawal dan mengawasi program pemerintahan.

Danrem 042/Garuda Putih Jambi, Kol. Inf. Yudhie Karsono, SE, MM, yang juga sebagai penanggung jawab keamanan dalam kedatangan Wapres tersebut, menghimbau seluruh masyarakat termasuk LSM untuk berpartisipasi menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.

“Selama ini keamanan dan ketertiban di Provinsi Jambi aman dan tertib, agar suasana ini tetap kita jaga bersama. Kita juga minta LSM berperan aktif menjaga ketertiban selama kunjungan Wapres di Jambi,”katanya.

Sementara Kapolda Jambi, Brigjen Pol Drs. Bambang Suparsono mengatakan kalau ada aspirasi dari masyarakat dengan cara yang santun disampaikan kepada pemerintah, pasti akan ditanggapi dan sebagai bahan masukan dalam membangun Provinsi Jambi.

“Ada kritik dari masyarakat kepada pemerintah membuktikan bahwa masyarakat peduli dan sayang kepada pemerintah. Saya meminta dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh LSM yang hadir pada kesempatan ini,”katanya. ruk
Ratusan mahasiswa IAIN STS Jambi melakukan unjukrasa di DPRD Provinsi Jambi dan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (30/3). Mahasiswa tersebut menggugat Menteri Agama RI karena mengeluarkan SK Menteri Agama tentang PJS Rektor IAIN STS Jambi, bukan melantik Rektor Terpilih Prof Dr Mukhtar Latief MPd.Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Jelang Kunjungan Wapres, Pemda Jambi “Sibuk” Bersihkan Sampah

Jambi, BATAKPOS

Jelang kunjungan Wakil Presiden RI Budiono ke Provinsi Jambi dalam rangka pembukaan Jambi Emas Expo 2011 Jumat 1 April mendatang, Pemerintah Kota Jambi “sibuk” membenahi kebersihan kota. Perbaikan secara mendadak tambal sulam jalan tampak di sekitar jalan protocol.

Kemudian pembenahan serta kebersihan taman-taman yang ada di Kota Jambi juga tampak “sibuk” dibersihkan. Sejumlah taman kota seperti Taman Tugu Juang, Taman Adipura Thehok, taman Tugu Monas Kotabaru Jambi tampak dibersihkan mendadak.

Pengamatan BATAKPOS, Rabu (30/3) menunjukkan, tampak sejumlah buruh harian membersihkan taman serta menyapu jalan-jalan protocol. Padahal biasanya keadaan kumuh taman dan jalan-jalan dibiarkan begitu saja.

“Wakil Presiden mau dating ke Jambi bang. Kami terpaksa kerja lembur menyapu jalan dan membersihkan taman-taman ini. Biasalah bang kerja musiman kalau ada kunjungan pejabat Negera,”ujar salah seorang buruh harian di Taman Tugu Juang, Sahlan, Rabu (30/3).

Selain bersih-bersihkan sampah yang berserakan dijalan-jalan protokol, Pemerintah Kota Jambi juga ikut “sibuk” membersihkan WC SMP N 7 Kota Jambi. Pasalnya Wapres Boediono akan mengunjungi sekolah tersebut.

Bahkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Kamis (31/3) akan mensterilkan SMP 7 Kota Jambi. Tetapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dinyatakan pihak sekolah akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMPN 7 Kota Jambi, Drs Syahrial menyebutkan persiapan penyambutan Wapres Boediono. Menurut Syahrial, tamu yang hadir mencapai lebih dari 1.000 undangan.

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus juga telah melakukan peninjauan ke SMP 7 dan Taman X MTQ tempat digelarnya Jambi Emas Expo 2011. Gubernur meninjau langsung kebersihan WC SMP7 Jambi.

Gubernur Jambi untuk melihat persiapan penyambutan kedatangan Wapres di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi. Disini HBA melihat kerajinan tangan yang ada di gedung tersebut terutama kerajinan batik Jambi, yang diharapkan mampu meningkatkan penghasilan masyarakat.

Diarena arena eks MTQ Pal Merah, HBA melihat stand yang ada dan sekaligus memberi arahan atas pengerjaan yang sedang dilakukan. Sidak ini difokuskan HBA agar setiap acara yang bakal dilaksanakan sesuai dengan agenda yang dipersiapkan. ruk

Mahasiswa IAIN Jambi Gugat Menteri Agama

Jambi, BATAKPOS

Ratusan mahasiswa IAIN STS Jambi melakukan unjukrasa di DPRD Provinsi Jambi dan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (30/3). Mahasiswa tersebut menggugat Menteri Agama RI karena mengeluarkan SK Menteri Agama tentang PJS Rektor IAIN STS Jambi, bukan melantik Rektor Terpilih Prof Dr Mukhtar Latief MPd.

Mahasiswa dalam orasinya menyatakan sikap, agar segera dilantik Rektor IAIN STS Jambi terpilih tanpa pemilihan ulang berdasarkan hasil pemilihan senat tertanggal 28 Juni 2010, tolak Pjs Rektor IAIN STS Jambi, Prof Dede Rusyada, Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, versi Menteri Agama.

“Kita menolak pemilihan ulang Rektor IAIN STS Jambi, selamatkan Pendidikan Provinsi Jambi dan tolak intervensi politik terhadap dunia pendidikan,”katanya.

Dalam aksi unjukrasa di dua tempat tersebut, sempat terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi. Mahasiswa menduga telah terjadi pembusukan-pembusukan yang dilakukan orang-orang tertentu.

Hal ini menurut mahasiswa, sangat berbahaya bagi stabilitas kampus IAIN STS Jambi dan harus segera diselesaikan. Selain itu, mahasiswa juga menuding, proses demokrasi di kampus IAIN telah dipolistisir sedemikian rupa, sehingga permasalahan ini makin berkembang luas. Salah satu contoh kongkrit disampaikan mahasiswa pada aksi itu adalah upaya penjegalan pelantikan rektor baru. ruk

Wednesday, 30 March 2011

PGIW Jambi Minta Dana Dari Pemda Setempat

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Departemen Agama (Depag) Bimas Kristen selama ini tidak memperhatikan organisasi Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Jambi. Perhatian Pemda setempat terhadap PGIW Jambi selama ini masih minim sehingga program PGIW Jambi tidak berjalan dengan baik.

Sidang Kedua : Ketua PGIW Jambi, Pdt David Farel Sibuea MTh (kedua dari kanan) didampingi Anggota Majelis Ketua Sidang, Pdt Paran Leo Girsang SSi (GKPS)(paling kiri) pada lanjutan siding hari kedua pada Sidang MPL PGIW Jambi di Novita Hotel, Selasa (29/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk

Kemudian usulan beberapa gereja untuk menyampaikan permohonan kepada pemerintah, melalui Kanwil Depag Jambi, agar gereja-gereja dapat melaksanakan catatan sipil sendiri, hingga kini belum terwujud.

Ijin pembangunan rumah ibadah gereja hingga kini memang masih menjadi pergumulan besar berbagai gereja-gereja di Jambi. Kemudian tenaga pengajar Agama Kristen di sekolah Negeri (SD, SMP, AMK, SMA) di Jambi belum ada perhatian Pemerintah. Banyak sekolah negeri di Jambi tidak menyediakan guru Agama Protestan.

Demikian dikatakan Ketua PGIW Jambi, Pdt David Farel Sibuea MTh (Praeses HKBP Distrik XXV Jambi) pada sidang lanjutan Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI Wilayah Jambi di Novita Hotel, Selasa (29/3).

Menurut Pdt David Farel Sibuea MTh, hingga kini tidak adanya dana penyuluhan agama Kristen yang langsung disalurkan Kementirian Agama/Bimas Kristen Provinsi Jambi. Dana Anggaran Pemda/Kodya Jambi untuk PGIW Provinsi Jambi masih nihil.

“Topik-topik tersebut menjadi pembahasan alot pada sidang kedua MPL PGIW Jambi. Pokok lain yang dibahas yakni yakni FKUB provinsi dan FKUB kotamadya dan kabupaten serta hubungan dengan agama lain, pembinaan guru-guru sekolah minggu, hubungan PGIW Jambi dengan pemda-pemda, perijinan bangunan rumah ibadah (SMB Menteri),”katanya.

Disebutkan, Sub Tema Sidang Tahunan MPL PGIW Jambi “Bersama-sama Seluruh Komponen Masyarakat, Mewujudkan Masyarakat Majemuk Jambi yang Berkeadaban, Inklusif dan Demokratis Dalam Rangka Menuju Ekonomi yang Maju, Masyarakat yang Adil, Damai dan Sejahtera dengan mempererat persatuan, merawat kemajemukan dan memelihara lingkungan,” merupakan pikiran pokok dalam sidang.

“Dari hasil sidang MPL PGIW Jambi kita harapkan ada pokok-pokok pikiran atau terobosan agar eksistensi gereja (PGIW Jambi) dan umat Kristen di Provinsi Jambi dapat setara dengan agama lain dalam melaksanakan ibadah serta membangun Provinsi Jambi,”katanya. ruk

PKK Diminta Berperan Jaga Ketahanan Pangan

Jambi, BATAKPOS

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jambi diminta dapat berperan menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya peningkatan ketahanan pangan ini bukan hanya berlaku di suatu daerah tertentu, namun juga di tingkat nasional, bahkan di seluruh dunia.

Pentingnya peningkatan ketahanan pangan tersebut, PKK Provinsi Jambi menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu topik dalam Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VII PKK Provinsi Jambi, Selasa (29/3), bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi.

Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) menghimbau agar PKK juga turut berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan. HBA menyarankan kader PKK lebih kreatif seperti memanfaatkan pekarangan rumah, ditanami dengan cabai, sayur-sayuran dan tanam-tanaman lainnya yang bisa digunakan untuk kebutuhan dapur.

HBA juga meminta seluruh kader PKK untuk memberikan perhatian khusus kepada Posyandu, sebagai wadah terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan dasar.

“Jika memang dimungkinkan bahwa Posyandu tidak hanya bekerja satu kali dalam satu bulan, akan tetapi Posyandu dapat memberikan pelayanan sepanjang hari,” kata HBA.

Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dalam pelaksanannya dapat diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan lain, juga perlu diperhatikan peningkatan ekonomi keluarga melalui UP2K PKK, pemahaman tentang pangan yang beragam, bergizi, dan berimbang.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)/Nota Kesepahaman Penganekaragaman Pangan/Diversifikasi Pangan antara PKK dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jambi, Hj. Yusniana Hasan Basri dalam sambutannya pada intinya menyatakan pentingnya peningkatan sinergitas PKK dengan seluruh instansi terkait dalam memaksimalkan seluruh potensi yang ada guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. ruk

Tuesday, 29 March 2011

Pdt Andreas A Yewangoe : Kekerasan Berbuansa Agama Harus Dihentikan

Jambi, BATAKPOS

Kekerasan yang bernuansa agama yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia merupakan bentuk terror dan terorisme terhadap kerugunan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Persatuan Gereja Indonesia (PGI) yang mengambil Tema “Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang” (Maz 145: 9a) sebagai gambaran penderitaan yang dihadapi manusia akhir-akhir ini.
Buka Sidang : Ketua Umum PGI, Pdt Andreas A Yewangoe didampingi Ketua PGIW Jambi, Pdt David Farel Sibuea MTh (kiri) dan Ketua Panitia Sidang MPL PGIW Jamabi, Pdt Bernat Siagian MTh (kanan) saat memukul Gong tanda dibukanya Sidang MPL PGIW Jambi di Novita Hotel, Senin (28/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk

Bangsa kita saat ini terlalu gampang mengklaim Allah sebagai miliknya sendiri. Mereka juga dengan sangat mudah menganggap orang lain sebagai yang berada di luar Allah. Bentuk ekstrim dari sikap itu adalah terror dan terorisme.

Dalam terror dan terorisme ini, mereka seakan-akan membantu Allah untuk menyegarkan hukuman Nya, yang mestinya baru terjadi pada akhir zaman. Kalau kecenderungan seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin umat manusia akan terperangkap dalam konflik-konflik tanpa ujung, yang tentu saja akan tidak berguna merealisasikan kesejakteraan bersama.

Bahwa Allah itu baik tentu semua diakui umat beragama. Sidang Raya PGI di Mamasa dengan tidak ragu-ragu menyatakan, bahwa kebaikan Tuhan tidak bisa dibatasi hanya di dalam lingkungan kita sendiri, melainkan meluas kepada sesame manusia, bahkan semesta alam.

Demikian diterangkan Ketua Umum PGI, Pdt Andreas A Yewangoe saat ceramah usai membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI Wilayah Jambi di Novita Hotel, Senin (28/3). Hadir pada sidang itu sekitar 128 peserta yang terdiri dari perwakilan dedominasi gereja yang bernaung di PGI Wilayah Jambi.

Menurut Pdt Andreas A Yewangoe, Dokumen Keesaan Gereja dan secara khusus Pokok-pokok Tugas Panggilan Bersama (PTPB) meminta kepada gereja-gereja untuk terus memelihara komunikasi, bahkan kerjasama dengan umat beragama lain.

“Seruan ini bukan saja karena alas an praktis semata, tetapi karena Allah juga baik kepada mereka. Maka tugas gereja dan orang Kristen adalah merefleksikan kebaikan Allah itu kepada semua orang,”katanya.

Menurut Pdt Andreas A Yewangoe, disaat kita mendeklarasikan Allah itu baik kepada semua orang, kita dikejutkan dengan sekian banyak kekerasan bernuansa agama. “Agaknya bangsa kita belum mampu belajar dari pengalaman.

“Dalam pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dengan Presiden 17 Januari lalu, pokok ini merupakan salah satu hal yang disoroti. Kita minta Presiden untuk member perhatian serius terhadap kekerasan bernuasa agama. Negera ikut berteologia menjadi masalah besar di Indonesia sebagai negera Pancasila,”katanya.

Disebutkan, 88 dedominasi gereja yang bernaung di PGI, telah berkali-kali menyuarakan bahwa Negera tidak boleh berteologia. PGI terus menjalin kerjasama dengan non Kristen dalam menjaga kemajemukan Indonesia.

Disebutkan, Sub Tema Sidang Tahunan MPL PGIW Jambi “Bersama-sama Seluruh Komponen Masyarakat, Mewujudkan Masyarakat Majemuk Jambi yang Berkeadaban, Inklusif dan Demokratis Dalam Rangka Menuju Ekonomi yang Maju, Masyarakat yang Adil, Damai dan Sejahtera dengan mempererat persatuan, merawat kemajemukan dan memelihara lingkungan,” merupakan pikiran pokok dalam sidang.

“Dari hasil sidang MPL PGIW Jambi kita harapkan ada pokok-pokok pikiran atau terobosan agar eksistensi gereja dan umat Kristen di Provinsi Jambi dapat setara dengan agama lain dalam membangun Provinsi Jambi,”katanya.

Masalah Dihadapi PGIW Jambi

Ketua PGIW Jambi, Pdt David Farel Sibuea MTh (Praeses HKBP Distrik XXV Jambi) mengatakan, hingga kini usulan beberapa gereja untuk menyampaikan permohonan kepada pemerintah, Cg Kanwil Depag Jambi, agar gereja-gereja dapat melaksanakan catatan sipil sendiri belum terwujud.

“Ijin pembangunan rumah ibadah gereja hingga kini memang masih menjadi pergumulan besar berbagai gereja-gereja di Jambi. Kemudian tenaga pengajar Agama Kristen di sekolah Negeri di Jambi belum ada perhatian Pemerintah. Banyak sekolah negeri di Jambi tidak menyediakan guru Agama Protestan,”katanya.

Menurut Pdt David Farel Sibuea MTh, hingga kini tidak adanya dana penyuluhan agama Kristen yang langsung disalurkan Kementirian Agama/Bimas Kristen Provinsi Jambi. Dana Anggaran Pemda/Kodya Jambi untuk PGIW Provinsi Jambi masih nihil.

“Topik-topik yang menjadi pembahasan sidang yakni FKUB Provinsi dan FKUB Kotamadya dan kabupaten serta hubungan dengan agama lain, pembinaan guru-guru sekolah minggu, hubungan PGIW Jambi dengan pemda-pemda, perijinan bangunan rumah ibadah (SMB Menteri). Sidang MPL PGIW Jambi berlangsung Senin-Selasa (28-29/3),”katanya. ruk

Foto-foto Kegiatan. Foto Dilindungi Hak Cipta, jika Hendak Mengutip berita dan mengabil foto harus persetujuan pemilik Blog. TKS.


FOTO2 ROSENMAN MANIHURUK (Asenk Lee Saragih) 0812 7477587.

Monday, 28 March 2011

GKPS Sudah Saatnya Peduli Ekonomi Jemaat

Jambi, BATAKPOS

Lembaga keagamaan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang berpusat di Pematang Siantar, Sumatera Utara sudah saatnya berbuat dalam perubahan ekonomi jemaatnya. GKPS tidak lagi hanya berkutat pada organisasi ke dalam tanpa adanya aksi nyata untuk perokonomian jemaatnya.
Kini jemaat GKPS berjumlah 217.045 jiwa yang tersebar di Tujuh Distrik di Seluruh Indonesia. Jumlah gereja 632 buah dengan 118 resort dengan jumlah Penatua 6.871 orang serta Syamas 6.082 orang. Dari jumlah jemaat tersebut 60 persen masih dibawah garis kemiskinan.

Dalam rangka Tahun Pembinaan Warga GKPS 2011, diharapkan program-program GKPS lebih menitiberatkan kepada pembinaan soal ekonomi. Seperti pembentukan koperasi dari warga jemaat dan untuk warga jemaat.

“GKPS Distrik VI Pekanbaru tahun ini akan membuatkan koperasi untuk membantu usaha-usaha ekonomi warga jemaat yang kurang mampu. Warga jemaat GKPS kini masih banyak dibawah garis kemiskinan sehingga seluruh Pimpinan GKPS dari Pusat, Distrik, Resort hingga Jemaat harus tanggap soal kepedulian tersebut,”katanya.

Demikian dikatakan Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Jameldin Sipayung STh saat Sinode GKPS Resort Jambi di GKPS Jambi, Sabtu (26/3). Hadir peserta dalam sinode itu yakni 56 orang Majelis GKPS se Resort Jambi (GKPS Jambi, Bungo, Sumbersari, Simp TKA KM 44). Sementara peserta dari GKPS Bangko, Suka Makmur absen.

Menurut Pdt Jameldin Sipayung, kemiskinan yang terus berkelanjutan, GKPS tidak untuk berpangku tangan. GKPS harus bisa memberikan aksi nyata kepada jemaatnya dalam peningkatan ekonominya.

Melalui Subtema GKPS 2011 yang menitip beratkan pada pembinaan warga GKPS, tidak hanya pembinaan pada iman tentang pengenalan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat. Namun juga pembinaan warga GKPS soal pemberdayaan ekonomi.

“Kepedulian sesame warga jemaat di GKPS kini sudah luntur. Kurangnya kepedulian sesame, membuat sebagian besar warga GKPS pindah ke gereja lain yang lebih menyuguhkan tegur sapa dan pemberian perhatian soal ekonomi,”katanya.

Menurut Pdt Jameldin Sipayung, seluruh pelayan di GKPS harus memperhatikan dan dapat memberikan contoh kepedulian terhadap sesama warga. Warga GKPS juga harus bisa menjadi garam dan terang di seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini banyak orang Kristen, khususnya di GKPS terjerumus dalam aliran-aliran gereja yang lain karena tidak memahami Teologia secara holistik. Kini banyak aliran yang hanya menyuguhkan kulitnya saja yang mampu untuk membuat jemaatnya gembira, bukan untuk memahami Firman Tuhan yang sesungguhnya,”katanya.

Usai kebaktian Minggu, Pdt Jameldin Sipayung STh juga membawakan ceramah kepada warga GKPS Jemaat Jambi. Pembinaan itu berfokus pada Tema dan Subtema GKPS 2011. Melalui pembinaan itu warga GKPS Jemaat Jambi juga banyak memberikan pertayaan dan masukan terkait dengan Visi dan Misi GKPS 2011.
Sinode : Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Jameldin Sipayung STh, MA (berdiri) didampingi Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Jhon Ricky R Purba STh (kanan) saat memberikan ceramah pada Sinode GKPS Resort Jambi di GKPS Jambi, Sabtu (26/3). Dirinya meminta GKPS untuk berbuat aksi nyata dalam pemberdayaan ekonomi warga jemaat yang masih dibawah garis kemiskinan. Foto batakpos/rosenman manihuruk

UKM Jambi Buka Peluang Kerja Baru

Jambi, BATAKPOS

Hasil kerajinan para pengrajin di Jambi mendapat kesempatan untuk melakukan pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jakarta. UKM merupakan peluang untuk membuka usaha baru. Gubernur Jambi Drs. H. Hasn Basri Agus, MM (HBA), bangga atas apa yang telah dilakukan para pengrajin, karena disamping dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan juga telah membuka lapangan pekerjaan.

Demikian dikatakan HBA, Jumat (25/3). Menurutnya UKM Jambi juga telah mendapatkan bantuan pinjaman lunak dan bantuan bina lingkungan oleh PT. Telkom. Pengajin songket Jambi Mania menjadi sala satu andalam UKM Jambi.

“Kerajinan songket has Jambi sangat menarik, sehingga diminati banyak kalangan termasuk Ibu Negara Ani Yudho Yono, Ibu Boediono dan para istri Menteri. UKM ini telah dapat mempekerjakan 20 orang tenaga kerja, belum lagi usaha-usaha yang lainnya, seperti pengajin tahu tempe, batu bata dan lain-lain yang juga banyak menyerap tenaga kerja, ini sangat membanggakan, ujar gubernur,”katanya.

Disebutkan, para pengusaha kecil dapat mengtatasi ketenaga kerjaan di Jambi. Pemrintah Provinsi Jambi bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota tetap konsisten dengan arah kebijakan pembangunan yang berorientasike pada pengembangang ekonomi kerakyatan.

Dalam prioritas pembangunan Provinisi Jambi yang termuat dalam rencana pembangunan Provinsi Jambi 2010-2015, mempriorotasikan pengembangan ekomoni rakyat, investi dan kepariwisataan, yang sangat sejalan dengan program yang telah dilaksanakan kini.

Dalam langkah percepatan pembangunan Provinsi Jambi menuju Jambi EMAS (Ekonomo Maju Aman, Adil dan Sejahtera), pemerintah Provinsi Jambi, juga memprogramkan satu milyar satu kecamatan (samisake), yang didalam program tersebut, melibatkan pihak swasta melalui dana CSR nya. ruk

Kerjasama : Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan didampingi Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus saat menandatangani Prasasti UKM Jambi di Jakarta, Kamis (24/3). Hasil UKM Jambi mendapat promosi rutin di Jakarta melalui Dekranas. Foto batakpos/ rosenman manihuruk

Masyarakat Tebo Unjukrasa di KPU Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Puluhan orang yang terdiri dari LSM, mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kamubetan Tebo yang tergabung dalam Rakyat Tebo Menggugat (RTM) menggelar unjukrasa di kantor KPU Provinsi Jambi, Jumat (25/03).

RTM mendesak dan meminta ditangkap dan diadilinya pelaku pengrusakan segel kotak suara pada Pemilukada Tebo di Desa Rambahan, Tebo. RTM juga menolak keputusan apapun yang dihasilkan KPUD Tebo, meminta tim independen dalam hal ini menteri dalam negeri untuk mengusut segala bentuk laporan dari Rakyat Tebo Menggugat.

“Segera lakukan Pemilukada ulang di Tebo karena banyak ditemukan kecurangan. Banyak hal yang perlu dikaji serta diproses kembali dalam Pemilukada Tebo. Selain penggunaan fasilitas negara oleh salah satu partai untuk rapat pemenangan, juga adanya fakta-fakta lain seperti surat suara yang disilang,”kata Koordinator aksi, Hasan.

Disebutkan, RTM mencurigai ada rapat rekap suara dihadiri KPU. Kita juga ada bukti mobil dinas yang mengantar solar ke posko salah satu calon di Desa Lubuk Benteng 27 Februari 2011 lalu.

Massa RTM mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian mulai dari pintu masuk hingga ke dalam ruang pertemuan. Setelah berorasi, kemudian beberapa perwakilan pendemo diperbolehkan masuk untuk bertemu dengan pihak KPU Provinsi Jambi.

Sempat terjadi ketegangan saat pertemuan antara anggota KPU Provinsi Jambi dengan perwakilan pendemo. Sebab KPU bersikeras kalau proses tersebut bukan wewenang mereka, sementara dari RTM meminta KPU Jambi netral dalam memproses semua kejanggalan yang ditemukan RTM di lapangan selama pelaksanaan Pemiluka Tebo. ruk

Jelang Kunjungan Wapres ke Jambi, Isu Paket Bom Mulai Merebak

Jambi, BATAKPOS

Jelang kunjungan Wakil Presiden RI Budiono ke Provinsi Jambi dalam rangka pembukaan Jambi Emas Expo 2011 awal April mendatang, isu paket Bom mulai merebak di Provinsi Jambi. Dua pekan terakhir sudah dua isu paket bom di Jambi. Masyarakat Provinsi Jambi diminta untuk ikut menjaga keamanan serta tidak panic atas isu paket bom tersebut.

Isu paket bom terakhir terjadi di Kota Jambi tepatnya di Lorong Hidayat RT 22, Kecamatan Kotabaru, persis di samping Lapas Jambi Jambi, Kamis (24/3) sekitar pukul 06.30. Isu paket bom tersebut sempat membuat geger warga sekitar.

Kemudian isu paket bom juga terjadi di Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar), Provinsi Jambi, Selasa (22/03). Paket yang diduga bom itu tergeletak di antara pemukiman warga di Jl Ketapang RT 20 nomor 68 Kelurahan Tungkal Harapan, Kualatungkal, Tanjabar.

Kemudian Polres Tanjung Jabung Barat mengevakuasi paket tersebut ke dalam tempat terminal sampah yang tak jauh dari lokasi ditemukannya paket. Paket berwarna putih kecokelatan itu pertama kali ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Santi (30) pemilik rumah nomor 68 pada Senin (21/3) lalu sekitar pukul 07.00.WIB.

Paket diduga bom yang terjadi Kamis (24/3) diterima pemilik rumah. Ketika dibuka di luar paket itu tertulis kalimat yang mencurigakan. Anak pemilik rumah langsung menendang paket tersebut ke teras rumah.

Kemudian pemilik rumah langsung melaporkan soal paket yang mencurigakan tersebut ke pihak kepolisian. Aparat kepolisian yang datang langsung memberi garis polisi di sekeliling rumah. Sedangkan penghuni rumah di evakuasi keluar.

Tim Gegana Polda Jambi yang datang ke lokasi kejadian, langsung mempersiapkan petugas yang melakukan evakuasi paket mencurigakan itu. Pantauan di lokasi menunjukkan, puluhan anggota polisi yang dipimpin Kapolresta Kombes Pol Syamsuddin Lubis, mengamankan areal temuan paket diduga bom.

Ratusan warga juga menyaksikan tim evakuasi yang hendak melakukan pengamanan terhadap paket yang diduga bom itu. Satu anggota Gegana berpakaian lengkap untuk evakuasi, sebelum mengamankan paket itu, meletakan sebuah alat pendeteksi bom. Kemudian paket mencurigakan itu telah diamankan Anggota Gegana Polda Jambi.

Kapolresta Kombes Pol Syamsuddin Lubis mengatakan, warga diminta ikut menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing. Dia juga meminta warga yang menerima paket mencurigakan agar jangan panic dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. ruk

Harimau Sumatera Ditemukan Mati di Kebun Petani

Jambi, BATAKPOS

Satu ekor bangkai Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang ditemukan warga Desa Air Hitam Laut, Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) kini tengah diotopsi di Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi.

Pihak Laboratorium Dinas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi menerima bangkai Harimau Selasa (22/3). Hasil otopsi harimau itu akan diketahui Jumat (25/3).

Kepala Laboratorium Kesehatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, Ir Azrin, Kamis (24/3) mengatakan, otopsi sempat tertunda karena tidak ada petugas laboratorium.

Dari pemeriksaan sementara tim otopsi yang terdiri dr Ina Inayanti dan dr Puji mengatakan tidak ditemukan tanda gosong bekas setrum listrik di tubuh harimau, seperti yang di isukan sebelumnya oleh warga.

Pihak dokter hanya menemukan darah di sekitar mulut harimau. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau harimau tersebut mati karena diracun. Sebelumnya, warga menduga harimau ini mati karena kena setrum listrik.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Trisiswo, menyatakan hasil otopsi kemungkinan bisa diketahui Jumat. Saat ini, bangkai harimau sedang diawetkan atau dioffset.

“Rencananya tubuh harimau tersebut akan diserahkan ke museum atau ke kebun binatang. Pihak kebun binatang pernah meminta ke kita offset harimau ini, untuk dipamerkan di etalase kebun binatang,”katanya.

Menurut Tri, bangkai harimau ditemukan di kebun sawit miliki Aharar dan Hu Liang. Kedua pemilik kebun tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan di kepolisian setempat.

Harimau Sumatera yang mati ditemukan di dekat kawasan Taman Nasional Merbak, tepatnya di Parit VI Desa Air Hitam Laut. Harimau tersebut berjenis kelamin jantan. Berumur 9 hingga 10 tahun, berat badan 110 kg, dan panjang 150 cm. Satwa tersebut merupakan satwa langka yang dilindungi.

“Tindakan pemilik kebun itu bisa dikategorikan kelalaian. Jika memang terbukti melakukan tindak pidana kelalaian, pemilik kebun bisa diamankan,” katanya. ruk

Pencairan Dana BOS di Kabupaten/Kota Lamban

Jambi, BATAKPOS

Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi hingga kini masih lamban. Pihak terkait juga diminta agar segera mencairkan dana BOS tersebut karena sangat mendesak untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, H Idham Khalid, Kamis (24/3) mengatakan, dirinya telah mengingatkan kepala dinas pendidikan kabupaten kota agar segera mencairkan dana BOS.

“Kita sudah buatkan surat peringatan yang akan dilayangkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota, terkait belum juga menyelesaikan pencairan dana BOS. Jangan ada oknum yang merusak dunia pendidikan di Provinsi Jambi,”katanya.

Disebutkan, saat ini untuk Provinsi Jambi baru lima kabupaten dan kota yang telah mencairkan dana BOS tersebut. Sedangkan kabupaten/kota lainnya sudah ditegur.

Dinas pindidikan yang telah mencairkan dana BOS yakni Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Kerinci. Sedangkan kabupaten yang belum adalah Kabupaten Tanjabtim, Tanjabbar, Tebo, Sarolangun, Merangin, dan Sungaipenuh.

“Dana BOS ini kan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sekolah, bila belum dicairkan maka akan mengganggu kegiatan ini, apalagi dalam beberapa hari akan dilakukan ujian akhir nasional,”katanya.

Bagi Diknas Kabupaten/Kota yang belum mencairkan dana BOS, Diknas diberi waktu paling lambat hingga 25 Maret ini. ruk

Pencairan Dana BOS di Kabupaten/Kota Lamban

Jambi, BATAKPOS

Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi hingga kini masih lamban. Pihak terkait juga diminta agar segera mencairkan dana BOS tersebut karena sangat mendesak untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, H Idham Khalid, Kamis (24/3) mengatakan, dirinya telah mengingatkan kepala dinas pendidikan kabupaten kota agar segera mencairkan dana BOS.

“Kita sudah buatkan surat peringatan yang akan dilayangkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota, terkait belum juga menyelesaikan pencairan dana BOS. Jangan ada oknum yang merusak dunia pendidikan di Provinsi Jambi,”katanya.

Disebutkan, saat ini untuk Provinsi Jambi baru lima kabupaten dan kota yang telah mencairkan dana BOS tersebut. Sedangkan kabupaten/kota lainnya sudah ditegur.

Dinas pindidikan yang telah mencairkan dana BOS yakni Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Kerinci. Sedangkan kabupaten yang belum adalah Kabupaten Tanjabtim, Tanjabbar, Tebo, Sarolangun, Merangin, dan Sungaipenuh.

“Dana BOS ini kan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sekolah, bila belum dicairkan maka akan mengganggu kegiatan ini, apalagi dalam beberapa hari akan dilakukan ujian akhir nasional,”katanya.

Bagi Diknas Kabupaten/Kota yang belum mencairkan dana BOS, Diknas diberi waktu paling lambat hingga 25 Maret ini. ruk

Serikat Petani Sawait Tolak System Kerja Satu Atap

Jambi, BATAKPOS

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) di Jambi menolak sistem kerjasama satu atap yang selama ini dilakukan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Penolakan itu akibat SPKS Jambi dirugikan karena sistem itu tidak melibatkan petani secara langsung dalam pengelolaan kebun sawit.

Ketua Forum Nasional SPKS, Mansuestus Darto kepada wartawan, Rabu (23/3) mengatakan, dengan sistem ini masyarakat akan terlibat pola sistem kredit dengan pengusaha tersebut.

“Dampaknya masyarakat akan dikanakan pemotongan keuntungan hingga 16 persen pertahunnya. Ini tentu merugikan masyarakat. Karena itu pola ini harus dirubah. Saat ini dari 9,2 juta hektare lahan sawit yang ada di Indonesia hanya 36 persen saja yang dikelola masyarakat langsung. Sedangkan sisanya, menggunakan pola sistem satu atap dan kredit,”katanya.

Disebutkan, dari kebanyakan petani itu yang sejahtera adalah petani yang mengelola sendiri kebunya. Banyaknya konflik dan kasus lahan terjadi antara perusahaan kelapa sawit dengan masayarkat, kata darto, akibat pihak perusahaan selalu mengklaim mempunyai hak atas lahan dan merasa benar.

“Tuntutan pasar saat ini menghendaki hadirnya perkebunan kelapa sawit lestari. Artinya, perusahaan harus menerapkan prinsip penghormatan terhadap HAM dan keberlanjutan lingkungan hidup. Prinsip-prinsip tentang keberlanjutan tersebut telah disepakati banyak pihak dalam forum RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Ada 8 syarat dan 39 kriteria dalam menyelengggarakan perkebunan yang baik untuk kemudian mendapatkan sertifikasi. Sayangnya semua proses itu kerap diabaikan oleh perusahaan perkebunan sawit,” ujarnya.

Menurut Darto, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia terjerumus dalam pelanggaran dan perusakan lingkungan. Di antaranya, dalam pembangunan kebun, perusahaan sering mengabaikan pri,sip persetujuan tanpa paksa, seperti penggusuran atas hak kelola dengan masayarakat lokal.

Dalam pelaksanaan perkebunan, perusahaan sering mengabaikan hak normatif buruh dengan upah yang murah. Dalam pelaksanaan kemitraan, perusahaan inti sering pula mengabaikan hak petani berskema yang berdampak pada hilangnya hak petani dalam hal kepemilikan.

Ketua Walhi Jambi, Arief Munandar, mengungkapkan, konflik lahan di Jambi merupakan potret buram dan jejak pelanggaran HAM dan pengrusakan lingkungan yang dilakukan perkebunan besar di Indonesia.

“Sepertinya lembaga-lembaga negara selain pemerintah harus turun tangan untuk memperhatikan banyaknya pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan. Bagi Negara yang harus dilakukan adalah mendorong reformasi politik terhadap seluruh kebijakan terkait dengan perkebunan besar kelapa sawit demi penghormatan HAM dan perlindungan atas keberlanjutan SDA yang semakin mengerus,”katanya. ruk

50 Kecamatan Lolos Verivikasi Program Satu Miliyar Satu Kecamatan

Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 50 kecamatan yang mendapatkan penerima program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) telah lolos verifikasi data akhirnya. Kini tengah menunggu surat keputusan Gubernur Jambi terkait hasil verifikasi guna peluncuran program tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Ir Ahmad Fauzie Ansori, Rabu (23/3) menyebutkan, saat ini sedang disiapkan surat keputusan gubernur terkait verifikasi tersebut.

Disebutkan, pihaknya sudah menerima data dari lima puluh kecamatan yang mendapatkan program Samisake dalam APBD murni Provinsi Jambi tahun 2011 ini. Setelah mendapat keputusan gubernur, tahap selanjutnya, semua program yang telah dikumpulkan dari setiap instansi tadi dikembalikan lagi kepada SKPD terkait.

Samisake akan mulai berjalan pada minggu ketiga di bulan April. Samisake kini pilot project atau proyek percontohan. Tim survei samisake, pemerintah sedang membuat persiapan. Rencananya, dalam Anggaran Belanja Perubahan tahun 2011 ini, pemerintah akan memasukan anggaran pengadaan tim survei yang bersifat kontrak.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Luhut Silaban mengatakan, sesuai dengan kesepatakan awal pemerintah dengan DPRD, bahwa Samisake dilakukan hanya pada lima puluh kecamatan sebagai proyek percontohan.

“Samisake harus dilakukan dengan sebaiknya supaya ada dampaknya bagi perekonomian masyarakat. Kita akan selalu memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Samisake ini. Jika terbukti gagal dalam pelaksanaan, bukan tidak mungkin program dewan akan meinjau kembali program Samisake,”katanya. ruk

Kesulitan Ekonomi Menjadi Jalan Pintas Aprizal Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Jambi, BATAKPOS

Kesulitan ekonomi memang sulit hilang dari negeri kaya raya sumber daya alam ini. Program pro rakyat yang disuarakan pemerintah pusat hingga kabupaten, hanya manis dibibir saja. Kesulitan ekonomi di negeri ini, membuat banyak rakyat miskin mengakhiri kemiskinan itu dengan bunuh diri.

Hal itu juga yang terjadi pada sesosok ayah dari tiga orang anak, Aprizal (37). Warga Kasang Jaya, Rt 02, Kecamatan Jambitimur, Kota Jambi ini nekat gantung diri dengan sutas tali rapia warna biru dalam gudang PT Ewi di Jalan Brigjen Katamso, Simpang Jawo, Kecamatan Jambi Timur dengan posisi kaki menyentuh lantai.

Motif bunuh diri Aprizal, diketahui karena persoalan uang sekolah anak. Tubuh korban ditemukan dalam keadaan tergantung tak bernyawa, Rabu (23/03) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh Aprizal sudah kaku.

Kali pertama yang menemukan korban adalah Kusnadi, tukang yang hendak bekerja di gudang PT Ewi. Dari tubuh korban yang masih mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan celana jeans juga sudah mengeluarkan aroma bau. Melihat ada mayat tergantung, Kusnadi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang panjat pohon kelapa ini, segera melaporkan temuannya itu ke Polsekta Jambitimur.

Kapolsekta Jambitimur, AKP Yoce Martin bersama beberapa personilnya, langsun turun ke lokasi kejadian. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RS Raden Mattaher Jambi, guna dilakukan visum.

Kapolsekta Jambitimur didampingi Kasi Humas Aiptu AM Pasaribu menyebutkan, dari keterangan istri korban Ningsih, sebelum ditemukan tak bernyawa antara korban dan istrinya sempat cekcok, pada Minggu (20/3) malam.

“Keributan suami istri ini, pemicunya adalah seringnya korban cekcok dengan istri terkait dengan ekonomi rumah tangga. Selain itu, persoalan uang sekolah anak mereka juga jadi penyebab cekcok. Puncaknya, pada Minggu malam, korban pergi dari rumah dan sejak itu tidak pernah kembali,”kata Pasaribu.

Korban juga kerja serabutan untuk menghidupi satu istri dan tiga anaknya. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum pihak rumah sakit. Kasus bunuh diri akibat persoalan ekonomi menjadi persoalan serius di Provinsi Jambi. ruk

Angka Kelahiran Bayi di Indonesia Setiap Tahun Mencapai 4,5 Juta Jiwa

Jambi, BATAKPOS

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Republik Indonesia Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK, di Jambi mengatakan, bahwa di Indonesia setiap tahun lahir 4,5 juta bayi. Dari kelahiran itu sekitar 270 orang ibu bayi meninggal saat melahirkan.

Penting peran gizi, kesehatan dan phisikososial, dan pengasuhan orang tua, dalam membangun kecerdasan anak sejak usia dini. Kecerdasan yang holistik (menyeluruh). Kemudian bagaimana dengan muatan-muatan pemberdayaan dan pendidikan untuk kualitas anak kedepan.

Hal ini disampaikan Fasli Jalal kepada wartawan sebelum bertolak ke Jakarta, Selasa (22/3). Dirinya melakukan kunjungan kerja dengan sevitas akademika Akademi Kebidanan (Akbid) Merangin. Wamendiknas didampingi Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Facrori Umar, M. Hum.

Disebutkan, dari 4,5 juta jiwa ibu melahirkan setiap tahunnya meninggal 270 orang, ini merupakan yang tertinggi di Asia setelah Myanmar, hal ini dikarenakan belum seluruh persalinan mendapat pelayanan yang baik.

Wamendiknas berharap agar suatu saat mahasiswa Akbid Merangin bisa dibawa study banding ke rumah sakit-rumah sakit dan perguruan tinggi yang memiliki peralatan kesehatan yang canggih, khususnya di bidang kebidanan, sehingga para mahasiswi kebidanan di Akbid Merangin mengenal alat-alat kebidanan yang canggih.

“Pendidikan tinggi di Indonesia masih perlu ditingkatkan jumlahnya, sementara ini perguruan tinggi negeri di Indonesia ini baru bisa menampung sepertiga dari jumlah tamatan SLTA hanya bisa menampung sepertiganya,”katanya.

Wagub Jambi menyampaikan, bahwa sebagaimana arah pembangunan yang telah tertuang dalam visi Jambi EMAS 2015, salah satu prioritas pembangunan adalah Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Budaya.

Sedangkan yang terkait bidang kesehatan, yang menjadi fokus prioritas, yakni peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat dengan mendorong kepedulian dan kemandirian masyarakat terhadap pemeliharaan kesehatan.

Disebutkan, beberapa permasalahan bidang kesehatan mendasar yang harus diatasi, seperti tingginya angka kelahiran bayi yang masih di bawah rata-rata nasional, yakni 39 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka rata-rata nasional mencapai 34 per 1000 kelahiran hidup.

Hal ini memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh dan kerja keras semua pihak, sehingga mampu dicegah dan ditanggulangi. Selain itu, kebiasaan masyarakat untuk dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditingkatkan. ruk

Angka Kelahiran Bayi di Indonesia Setiap Tahun Mencapai 4,5 Juta Jiwa

Jambi, BATAKPOS

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Republik Indonesia Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK, di Jambi mengatakan, bahwa di Indonesia setiap tahun lahir 4,5 juta bayi. Dari kelahiran itu sekitar 270 orang ibu bayi meninggal saat melahirkan.

Penting peran gizi, kesehatan dan phisikososial, dan pengasuhan orang tua, dalam membangun kecerdasan anak sejak usia dini. Kecerdasan yang holistik (menyeluruh). Kemudian bagaimana dengan muatan-muatan pemberdayaan dan pendidikan untuk kualitas anak kedepan.

Hal ini disampaikan Fasli Jalal kepada wartawan sebelum bertolak ke Jakarta, Selasa (22/3). Dirinya melakukan kunjungan kerja dengan sevitas akademika Akademi Kebidanan (Akbid) Merangin. Wamendiknas didampingi Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Facrori Umar, M. Hum.

Disebutkan, dari 4,5 juta jiwa ibu melahirkan setiap tahunnya meninggal 270 orang, ini merupakan yang tertinggi di Asia setelah Myanmar, hal ini dikarenakan belum seluruh persalinan mendapat pelayanan yang baik.

Wamendiknas berharap agar suatu saat mahasiswa Akbid Merangin bisa dibawa study banding ke rumah sakit-rumah sakit dan perguruan tinggi yang memiliki peralatan kesehatan yang canggih, khususnya di bidang kebidanan, sehingga para mahasiswi kebidanan di Akbid Merangin mengenal alat-alat kebidanan yang canggih.

“Pendidikan tinggi di Indonesia masih perlu ditingkatkan jumlahnya, sementara ini perguruan tinggi negeri di Indonesia ini baru bisa menampung sepertiga dari jumlah tamatan SLTA hanya bisa menampung sepertiganya,”katanya.

Wagub Jambi menyampaikan, bahwa sebagaimana arah pembangunan yang telah tertuang dalam visi Jambi EMAS 2015, salah satu prioritas pembangunan adalah Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Budaya.

Sedangkan yang terkait bidang kesehatan, yang menjadi fokus prioritas, yakni peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat dengan mendorong kepedulian dan kemandirian masyarakat terhadap pemeliharaan kesehatan.

Disebutkan, beberapa permasalahan bidang kesehatan mendasar yang harus diatasi, seperti tingginya angka kelahiran bayi yang masih di bawah rata-rata nasional, yakni 39 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka rata-rata nasional mencapai 34 per 1000 kelahiran hidup.

Hal ini memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh dan kerja keras semua pihak, sehingga mampu dicegah dan ditanggulangi. Selain itu, kebiasaan masyarakat untuk dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditingkatkan. ruk

Harga Karet di Jambi Turun

Jambi, BATAKPOS

Harga jual karet alam jenis slab bersih kadar karet kering (KKK) yang merupakan komoditas andalan Provinsi Jambi kini melemah. Karet alam untuk semua jenis yang diperdagangkan kembali turun sekitar Rp 300 per kilogram (kg) hingga Rp 600 per kg.

Harga karet slab bersih 100 persen kini ditawarkan Rp 41.600 per kg yang sebelumnya juga turun jadi Rp 42.200 per kg , slab bersih 70 persen menjadi Rp29.120 per kg dan Rp20.800/kg untuk slab bersih 50 persen.

Kondisi cuaca pada musim penghujan ini telah berdampak mengurangi produktivitas hingga sekitar 20 persen. Tanaman karet jenis lokal biasanya menghasilkan 20 kilogram per hektare setiap hari. Panen petani berkurang jadi sekitar 15 hingga 17 kilogram per hari.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ir Tagor Mulia Nasution kepada BATAKPOS, Selasa (22/3). Menurut dia, turunnya harga komoditas ekspor itu, disebabkan pasaran karet di luar negeri akhir-akhir ini juga melemah yang berpengaruh harga di pasaran lokal juga lesu.

“Arus pasokan barang dari petani di beberapa kabupaten cukup lancar dan stok di gudang meningkat. Perkebunan karet di Provinsi Jambi mencapai uas 640.000 hektare. Meski areal penanamannya luas, tingkat produktivitas karet petani Jambi masih rendah. Produktivitas karet di Jambi mencapai 821 kilogram per hektare per tahun,”katanya.

Disebutkan, hal itu lebih rendah dibandingkan produktivitas karet seperti di Thailand yang mencapai 1,5 ton per hektare per tahun. Rendahnya produktivitas karet di Jambi disebabkan banyaknya tanaman karet tua yang belum diremajakan.

“Saat ini baru 25 persen tanaman karet di Jambi yang sudah diremajakan dan sebagian besar tanaman sudah tidak produktif lagi. Program replanting karet rakyat kini terus dilakukan di Provinsi Jambi,”katanya. ruk

Jambi Jalin Peningkatan Kerjasama Dengan Singapura

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan kerjasama dengan Negara Singapura dibidang penanggulangan kebakaran hutan di Provinsi Jambi. Jambi kini tengah giat melaksanakan pembangunan di seluruh aspek, khususnya kerjasama yang konstruktif, baik kerjasama domestik maupun kerjasama internasional.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) saat menyambut Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia, Mr. Ashok Kumar Mirpuri dan Konsul Singapura, Mr. Gavin Chay beserta rombongan mengunjungi Provinsi Jambi, Senin-Selasa (21-22/3).

Kerjasama yang dijalin yakni Peningkatan Kapasitas Penanggulangan terhadap asap dari kebakaran hutan di Provinsi Jambi.

Dubes dan rombongannya melakukan tinjauan ke Museum Negeri Jambi, yang kemudian dilanjutkan dengan tinjauan ke kediaman Inventor Dede Martino (tempat pengembangan teknologi tepat guna).

Gubernur Jambi dan Dubes Sinagpura juga membahas tentang kondisi dan potensi Provinsi Jambi, yang intinya Provinsi Jambi memiliki banyak potensi sumber daya alam, yaitu karet, kelapa sawit, minyak bumi, batu bara, dan lain-lain.

Dubes Singapura Mr. Ashok Kumar Mirpuri mengatakan, kunjungannya ke Provinsi Jambi adalah untuk menjajaki kerjasama dalam beberapa bidang, tetapi yang paling utama adalah dalam bidang lingkungan hidup, yaitu penanggulangan asap dari kebakaran hutan.

Dikatakan, kerjasama dititikberatkan pada peningkatan kapasitas dalam memonitor dan menanggulangi asap dari kebakaran hutan, yang mana program ini sudah berjalan dari tahun 2007. ruk

Tuesday, 22 March 2011

Gubernur Jambi Minta Benahi Tatanan Pemprov Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Drs. H Hasan Basri Agus, MM (HBA) meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi yang baru Ir Syahrasaddin, M.Si untuk membenahi tatanan Pemerintahan Provinsi Jambi. Sekda juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pencapaian visi dan misi Provinsi Jambi Jambi Emas 2015.
Hal itu dikatakan HBA usai mengambil sumpah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi yang baru Ir Syahrasaddin, M.Si yang menggantikan Drs. A.M. Firdaus, M.Si di rumah dinas Gubernur Jambi, Senin (21/3).

Menurut HBA, Pemprov Jambi saat ini masih menghadapi berbagai kekurangan dibidang infrastruktur, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Sehingga Sekda diharapkan mampu mensingkronisasi SKPD Pemprov Jambi guna mewujudkan program pro rakyat serta meningkatkan industri kreatif.

“Pencapain Jambi Emas 2015 merupakan kerja keras semua pihak. Sekda sebagai jabatan strategis harus bersinergi khususnya dalam pembuatan program yang berbasis kerakyatan. Sekda juga harus mampu menjembatani Pemprov Jambi dengan pemerintah daerah. Kemudian menciptakan iklim yang kondunsif di Jambi,”katanya.

Disebutkan, Sekda juga diminta agar dapat meningkatkan SDM SKPD Pemprov Jambi guna percepatan Jambi Emas 2015. Peningkatan SDM merupakan hal penting guna membangun Provinsi Jambi demi kesejahteraan masyarakat.

Ir Syahrasaddin, M.Si kepada wartawan mengatakan, dirinya sebagai langkah awal akan melakukan konsolidasi kedalam guna penataan pemerintahan yang baik. Dia juga berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Jambi Emas 2015.

“Saya berharap bantuan semua pihak khususnya SKPD dalam membuat program yang berbasis kerakyatan. Hal ini penting guna mewujudkan visi dan misi Provinsi jambi Emas 2015. Tugas amanah yang diberikan sungguh berat, namun dengan bantuan semua pihak akan berjalan dengan baik,”katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jambi, Dr Hadri Hasan mengatakan, terpilihnya Sekda Provinsi Jambi yang baru diharapkan bisa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Dimana sebagai pimpinan birokrasi di Provinsi Jambi, sekda diharapkan bisa memanajemen bawahannya agar dapat memberikan pelayanan terbaik.

“Karena filosofis pejabat itu adalah pelayanan. Bila rakyat yang dilayani merasa puas, berarti pejabatnya sudah melayani dengan baik,'' ucapnya.

Pengamat ekonomi di Provinsi Jambi, DR Pantun Bukit menyatakan tugas berat bagi Syahrasaddin, usai dilantik menjadi Sekda Provinsi Jambi. ''Saya ucapkan selamat dulu. Ini adalah tugas yang berat. Karena mengemban visi dan misi Gubernur Jambi dalam mencapai Jambi Emas di tahun 2015, mendatang,'' ujarnya.

“Karena visi Jambi Emas itu bukan hanya sekedar baleho dan retorika. Kita ingin ini diwujudnyatakan dalam konteks ekonomi masyarakat yang maju karena benar-benar maju, kemudian aman, adil dan sejahtera. Ini yang kita harapkan,'' tambahnya.

Pantun menyatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan Sekdaprov Jambi yang baru. Pertama yang harus dibenahi ini adalah dari sisi kompetensi dari birokrasi. Karena kelemahan dari birokrasi saat ini adalah banyaknya kepala SKPD yang tidak melakukan terobosan.

“Padahal kita butuh suatu terobosan untuk bisa mewujudkan Jambi Emas. Kalo hanya menjalankan tupoksi seperti biasa, saya yakin tidak ada apa-apa. Jadi SKPD butuh terobosan dan itu harus dibina atau dituntun oleh Sekda. Dia meng-guide di depan. Ini supaya kepala-kepala SKPD berani melakukan terobosan dan jangan hanya menunggu perintah,'' katanya.

Menurut Pantun, harus dilakukan penajaman program yang menjadi unggulan. Contoh. program satu miliar satu kecamatan (Samisake) harus dievaluasi supaya tepat sasaran.

“Samisake di 50 kecamatan di tahun 2011 ini harus dievaluasi oleh Sekda Provinsi. Mana yang kurang dilengkapi, mana yang lengkap di tambah. Harus ada analisis dan evaluasi penajaman program untuk mencapai JambiEmas2015,'' tandas Pantun. rosenman manihuruk
Foto-foto Pelantikan di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin 21 Maret 2011. Foto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih-0812 7477587).
Sumpah Jabatan : Gubernur Jambi Drs. H Hasan Basri Agus, MM (HBA) membacakan sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi yang baru Ir Syahrasaddin, M.Si saat pelantikan di rumah dinas Gubernur Jambi, Senin (21/3). Foto-foto batakpos/rosenman manihuruk

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan MM saat memberikan ucapan selamat kepada Sekda Provinsi Jambi yang baru, Senin (21/3). Foto2 Rosenman Manihuruk.
Foto Keluarga Ir Syahrasaddin, M.Si.

Salam Pergantian Sekda Baru Ir Syahrasaddin, M.Si dengan Sekda lama AM Firdaus. Foto Rosenman Manihuruk (0812 747 7587).