.

.
.

Rabu, 17 September 2014

Sungaipenuh Membara

FOTO-FOTO RIKO PIRMANDO, Sungaipenuh






39 Rumah Terbakar, 162 Jiwa Mengungsi, Kerugian Ditaksir Rp 3 Miliar

Kebakaran besar melanda Kota Sungaipenuh. Peristiwa tersebut terjadi kemarin (16/9) sekitar pukul 08.15 di Jalan Wahid Hasyim RT 1 Kelurahan Sungaipenuh. Tampak di lapangan, beberapa kendaraan pemadam kebakaran yang turun ke lokasi. Tak hanya itu, warga juga terlihat padat melihat kondisi kebakaran tersebut.

RIKO PIRMANDO, Sungaipenuh

DARI data dan informasi, ada 39 unit rumah yang terbakar dengan rincian, ada 8 rumah permanen rusak total, 15 rumah rusak ringan dan 35 rumah rusak ringan. Hal tersebut diungkapkan Hendripal, Lurah Sungaipenuh, Kecamatan Sungaipenuh.

“Sekarang warga yang rumahnya terbakar mengungsi di rumah tetangga. Ada juga mengungsi di posko sementara yaitu Posko 1 di RT 1 dan Posko 2 di RT 2 Kelurahan Sungaipenuh," jelasnya.
Ditanya soal bantuan sembako dan makanan, menurut dia saat ini warga masih menunggu bantuan dari pemerintah. “Sementara Pak Walikota sudah meninjau korban. Setelah itu tadi siang pemerintah rapat soal bantuan," katanya.


Sementara, Camat Sungaipenuh Kaswardi ketika mendampingi Walikota Sungaipenuh AJB menyerahkan bantuan mengatakan, data rumah yang terbakar sebanyak 39 KK dan 162 jiwa. “Dari 39 KK sudah mengungsi ke rumah keluarga dan masjid, 2 KK saat ini belum memiliki tempat tinggal,” kata dia.

Ia mengatakan, akibat kebakaran tersebut, dua orang mengalami luka bakar yaitu satu orang petugas perhubungan dan petugas Damkar. “Hanya dua orang luka-luka dan sudah rawat di RS DKT Sungaipenuh,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Sungaipenuh Irman Jalal mengatakan, saat kejadian kebakaran armada kebakaran turun ke lokasi sebanyak 6 unit armada, 4 unit milik Kabupaten Kerinci dan 2 unit dari PDAM. “Personel tim diterjunkan sebanyak 75 orang," sebutnya. Pantauan di lokasi, api baru dijinakkan selama 2 jam, ribuan warga dan termasuk Kapolres Kerinci memantau di lokasi kebakaran. Sementara sumber api kebakaran belum diketahui.

“Saya di lokasi kebakaran bersama Damkar Kota Sungaipenuh dibantu Damkar Kabupaten Kerinci dan PDAM," ucap Kapolres AKBP Abdul Mun’in singkat. Terpisah, Hardizal, anggota DPRD Sungaipenuh saat turun mendampingi Walikota Asafri Jaya Bakri meminta korban bersabar menjelang pemerintah membentuk tim penanggulangan dan untuk membahas bantuan pembangunan fisik.

"Korban diminta sabar, pemerintah lagi melakukan pendataan untuk menguncurkan bantuan sementara," ujar politisi PDI Perjungan ini. Ia mengatakan, kerugian kebakaran tersebut sekitar Rp 3 miliar. "Data sementara yang kita dapat dari kelurahan dan BPBD Sungaipenuh kerugianya sekitar Rp 3 miliar," katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sungaipenuh melalui BPBD dan Dinsosnakertrans mulai menyerahkan bantuan tanggap darurat sejumlah makanan dan pakaian kepada korban kebakaran. Selain itu, bantuan tersebut bentuk beras, sarden dan pakaian diserahkan lansung oleh Walikota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri didamping Kepala BPBD Kota Sungaipenuh Irman Djalal.

Walikota dalam sambutan mengatakan, bantuan ini untuk korban musibah kebakaran adalah langkah awal dari Pemerintah Kota Sungaipenuh yaitu dari BPBD dan Dinsosnakertrans Kota Sungaipenuh dalam bentuk tanggap darurat.

“Pemkot Sungaipenuh akan berupaya membantu bahan bangunan bagi rumah yang rusak, dan berupaya mengajukan bantuan ke Pemprov Jambi dan pemerintah pusat. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan berhasil,” kata walikota.


Selain itu, Pemkot Sungaipenuh telah menggerakkan kepada seluruh PNS ikut memberi sumbangsih kepada korban kebakaran. “Saya sudah menginstruksi tadi siang ke seluruh kepala SKPD supaya menghimpun dana sosial dari semua pegawai. Setelah dilegalisir semua akan diserahkan ke korban kebakaran,” tandasnya. (HARIAN JAMBI)

Tidak ada komentar: