.

.
.

Sunday, 29 June 2008

Presiden SBY Disambut Aksi Unjukrasa Mahasiswa di Jambi

Jambi, Batak Pos
Sedikitnya 120 orang yang menamakan diri Front Perjuangan Rakyat (FPR)sejak pukul 07.00 WIB melakukan aksi demonstrasi, menyambut kedatangan Presiden RI Bambang Susilo Yudhoyono, di kawasan depan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultah Taha Syaifuddin Jambi, di Telanaipura Kota Jambi , Minggu (29/6).


Presiden SBY dan Ibu Presiden dalam Mobil RI 1 saat bertolak dari Bandara STH Jambi, Minggu (29/6) pukul 08.30 menuju Muarosabak, Tanjabtim. Foto Asenk Lee saragih.

Pengunjukrasa terdiri dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Provinsi Jambi dan beberapa elemen masyarakat lainnya itu, antara lain seperti anggota BEM Universitas Negeri Jambi, Universitas Batanghari Jambi, IAIN Sultan Taha Syaifuddin, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Lembaga Bantuan Hukum Lingkungan Jambi, dan Mapala Gitasada Jambi.

Pengunjukrasa dalam aksinya menuntut pemerintah membatalkan kenaikan bahan bakar minyak dan menurunkan harga bahan pokok. Mereja juga mengecam tindakan oknum aparat yang menganiaya mahasiswa Jambi yang berunjuk rasa di Jakarta baru-baru ini.

(Mobil Presiden SBY saat bertolak dari Bandara STH Jambi, MInggu (29/6) pukul 08.30 menuju lokasi Harganas di Muarosabak, Tanjabtim). Foto Asenk Lee Saragih.

Aksi unjukrasa itu sempat terjadi bentrok dengan para aparat kepolisian, karena para pendemo memaksa untuk berjalan memasuki kawasan jalan pertokol dimana akan dilalui rombongan Presiden dari Bandara Sultan Taha Jambi menuju lokasi acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) XV dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) V, dipusatkan di Muarosabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi.


Sempat terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan aparat kepolisian. Namun jumlah aparat kemanan lebih banyak dari jumlah pendemo dan akhirnya keinginan pendemo untuk masuk jelan protokol digagalkan.

Walau kericuhan dapat diredam, namun aparat kemanan sempat menahan dua orang para pendemo, yakni Donas dari IAIN Jambi dan Sodri, mahasiswa Universitas Batanghari Jambi, karena keduanya sewaktu aksi saling dorong mencoba melarikan diri.

Kedua mahasiswa tersebut akhirnya dilepaskan, karena atas jaminan Kepala Polisi Kota Besar Jambi Komisaris Besar Eko Daniyanto, menyatakan tidak akan menahan dan menjaga keselamatan kedua mahasiswa itu, asal para pendemo tidak melakukan tindakan anarkis.

Dalam orasinya, para pendemo menuding rezim SBY – JK merupakan boneka pemerintah Amerika Serikat dan tidak berpihak kepada masyarakat, karena dalam kebijakannya terutama menyangkut pengelolaan minyak bumi dan gas lebih banyak dimanfaatkan perusahaan asing, antara lain dikelolah Caltex, Stanvac, Exxon Mobil, Conoco Philip, Santafe, Britis Petrolium, Unocol dan Shell.

Disamping itu, pendemo juga menuding kegiatan seremonial Presiden SBY di Jambi ini merupakan tindakan pemborosan dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.
Hingga saat ini para pendemo masih berkonsentrasi di dalam kampus IAIN Sultan Taha Syaifuddin dan mengancam akan terus melakukan aksi hingga rombongan presiden meninggalkan Jambi Senin (30/6) pagi.

"Kita akan terus melakukan aksi hingga SBY meninggalkan Provinsi Jambi,”kata Arif Munandar, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jambi. ruk

Presiden SBY Hadiri Puncak HARGANAS di Tanjung Jabung Timur

Jambi, Batak Pos
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadiri puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XV tahun 2008 sekaligus sebagai Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-V di Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Minggu (29/6).

Pengamatan Batak Pos, Minggu (29/6) pagi, Presiden RI beserta rombongan tiba di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STH) Jambi pukul 08.00 dengan menggunakan pesawat kepresidenan Garuda Indonesia. Sebelum bertolak ke lokasi puncak Harganas, Presiden beserta istri istirahat di Ruang VIP Bandara STH Jambi selama 25 menit.


Presiden SBY melambaikan tangan kepada masyarakat saat hendak bertolak dari Bandara STH Jambi, Minggu (29/6) pukul 08.30 ke lokasi Harganas di Kecamatan Muarasabak, Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Foto batak pos/rs manihuruk.

Kemudian Presiden dan istri memasuki mobil RI 1 dengan dua pengawal dan menuju Kecamatan Muara Sabak Timur. Rombongan Presiden dan tamu Harganas juga ikut menuju lokasi harganas dengan menggunakan sejumlah kenderaan bus dan mobil kedinasan.


Pengawalan Presiden SBY di Bandara STH jauh lebih longgar dari pada pengawalan kunjungan Ibu Wakil Presiden Ny. Hj. Muffida Yusuf Kalla, Kamis (27/6) lalu. Sejumlah wartawan yang meliput sempat kecewa karena tidak dapat mengambil gambar.

Namun kedatangan Presiden SBY di Bandara STH Jambi jauh dari sorotan kamera wartawan. Kameramen hanya ada dari TVRI Jambi, Humas Provinsi Jambi dan Humas Polda Jambi dan Batak Pos. Sementara jalan menuju Bandara STH Minggu (29/7) pagi ditutup hingga Presiden SBY bertolak ke lokasi Harganas.

Kemudian penerbangan sipil kembali dibuka mulau pukul 09.15 wib dan berjalan dengan normal. Tampak juga ada dua pesawat yakni Garuda Indonesia dan Pesawat TNI Angkatan Udara dan satu Helikopter TNI di Bandara STH Jambi saat kunjungan Presiden SBY.

Kegiatan kunjungan Presiden SBY ke Jambi diantaranya upacara puncak Harganas yang berlangsung di lapangan Arena ex MTQ Komplek Perkantoran Bupati Tanjung Jabung Timur di Kota Muara Sabak.

Kemudian peninjauan Bangun Desa Mandiri Tepadu (Bangdes Madu) di Desa Kota Baru, Tanjabtim. Selanjutnya peresmian Jembatan Berbak Tanjabtim. Kemudian menginap di Rumah Dinas Gubernur Jambi dan ramah tamah dengan Gubernur se Indonesia. Senin (30/6) pukul 08.00 Presiden SBY beserta istri dan rombongan bertolak dari Bandara STH Jambi.

Sehari sebelumnya, di Kota Jambi diadakan seminar berskala Nasional bertempat di gedung Abadi Convention Center (ACC), dengan manghadirkan peserta kurang lebih 600 orang dari seluruh Indonesia.

Peserta seminar masing-masing 200 orang dari perwakilan 33 provinsi se-Indonesia. Peserta terdiri dari LSM/NGO, lintas sektor terkait, pihak dari BKKBN Pusat, GOW (Gabungan Organisasi Wanita) baik di tingkat Pusat maupun daerah se-Indonesia.

Seminar Nasional dibuka oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI Meutia Hatta Swasono dan menampilkan nara sumber Muhadjir Darwin (Makna Keluarga Dalam Kehidupan Berbangsa Relevansi Kesehatan Reproduksi), DR Ir Kaman Nainggolan MS (Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Peningkatan Gerak PKK dalam program Bangun Desa mandiri Terpadu) dan DR Minarto MPS (Penganekaragaman Makanan Pada Keluarga sadar Gizi).

Sebanyak 200 peserta dari perwakilan Kota Jambi selaku tuan rumah, dengan melibatkan unsur Muspida Kota Jambi, perwakilan DPRD dan pemerintah Kota Jambi, tim pengerak PKK mulai kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ruk

Budaya Patriarki di Indonesia Membuat Terjadinya Bias Gender

Jambi, Batak Pos
Kentalnya nilai-nilai dan budaya patriarki pada masyarakat Indonesiamembuat kesempatan perempuan untuk berperan aktif diberbagai bidangsangat minim. Kesempatan kaum perempuan untuk berprestasi aktif didalam proses pembangunan masih minim. Masih ada hukum dan peraturanyang diskriminatif gender serta kebijakan dan program yang biasgender.

Memperhatikan permasalahan tersebut pemberdayaan perempuan diIndonesia perlu lebih ditingkatkan, antara lain melalui peningkatanpendidikan, kesehatan, ekonomi, partisipasi politik kaum perempuan,serta menciptakan kondisi sosial budaya dan lingkungan yang kondunsif.

Hal tersebut dipaparkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI ,Prof Dr Meutia Hatta Swasono dalam sambutannya pada pembukaan seminarsehari Nasional dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional(Harganas) XV dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Vtahun 2008 di Abadi Convention Centre (ACC) Kota Jambi, Sabtu (28/6)pagi.

Peserta seminar dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemenmasyarakat, kadar PKK dari seluruh peserta Harganas se Indonesia.Seminar itu juga dihadiri langsung Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin,Ketua Umum Panitia Harganas Effi Mardiyanto, Walikota Jambi ArifienManap dan para kepala dinas dan instansi serta undangan.

Menurut Meutia Hatta, terjadinya bias gender di Indonesia ditandaidengan sejumlah indikator yakni dari hasil survei penduduk antarsensus (SUPAS) 2005-BPS menunjukkan penduduk perempuan umur 10 tahunke atas yang mampu membaca dan menulis sebanyak 77,7 juta jiwa atau49 persen. Sementara laki-laki 82,1 juta jiwa atau 51 persen.

Kemudian penduduk perempuan umur 10 tahun ke atas di Indonesia yangbuta aksara sekitar 8,6 juta jiwa atau 67 persen dan penduduklaki-laki hanya 4,3 juta jiwa atau 33 persen. Rasio angka partisipasimurni (APM) perempuan rata-rata per tahun dalam kurun waktu 2003-2006sebesar 99,4 persen.


"Di dalam Publikasi Pembangunan Manusia Berbasis Gender (Kerjasama BPSdan Kementerian PP-RI) tahun 2005 ditunjukkan bahwa perempuan pekerjaprofesional, teknis, kepemimpinan dan ketatalaksanaan di Indonesiatahun 2005 ada 41,6 persen. Sedangkan laki-laki 58,4 persen,"katanya.

Menurut Muetia Hatta, adapun rasio upah rata-rata pekerja perempuanterhadap pekerja laki-laki dalam pekerjaan upahan di Indonesia sebesarRp 74,8. "Ini berarti bahwa skala upah perempuan masih dianggap lebihrendah/murah dibandingkan dengan laki-laki,"ujarnya.
Disebutkan, keterwakilan perempuan pada Pemilu legislatif tahun 2004baru 11,6 persen atau hanya meningkat 2 persen dari Pemilu 1999 lalu.Peluang perempuan bidang politik hingga kini belum diakomudir partaipolitik.

"Walaupun sudah ada upaya khusus pemerintah untuk mengalokasikan 30persen perempuan di bidang politik dengan UU No.12/2003 tentangPemilu, ternyata belum membuahkan hasil yang signifikan karena aktivispolitik masih sering diidentikkan dengan domainnya laki-laki,"katanya.
Meutia Hatta menambahkan, indeks pembangunan gender yang digunakansebagai indikator untuk mengukur kemajuan pembangunan tentang gendermeliputi angka harapan hidup, nagka melek huruf, lama rata-ratabersekolah dan persentase angkatan kerja.

"Pada tahun 2006 masih menunjukkan angka 70,8 persen. Angka inimenduduki urutan ke 81 dari 177 negara. Berarti sepenuhnya pembangunansumber daya manusia secara keseluruhan belum sepenuhnya diikutikeberhasilan pembangunan gender atau masih terdapat kesenjangangender,"katanya.

Menurut Meutia Hatta, guna mewujudkan kesetaraan gender di Indonesiaharus meningkatkan kualitas hidup perempuan, memajukan tingkatketerlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan politik,menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, eningkatkankesejahteraan anak, meningkatkan pelaksanaan dan memperkuatkelembagaan pengarusutamaan gender dan meningkatkan partisipasimasyarakat. ruk

Budaya Patriarki di Indonesia Membuat Terjadinya Bias Gender

Jambi, Batak Pos
Kentalnya nilai-nilai dan budaya patriarki pada masyarakat Indonesiamembuat kesempatan perempuan untuk berperan aktif diberbagai bidangsangat minim. Kesempatan kaum perempuan untuk berprestasi aktif didalam proses pembangunan masih minim. Masih ada hukum dan peraturanyang diskriminatif gender serta kebijakan dan program yang biasgender.


Memperhatikan permasalahan tersebut pemberdayaan perempuan diIndonesia perlu lebih ditingkatkan, antara lain melalui peningkatanpendidikan, kesehatan, ekonomi, partisipasi politik kaum perempuan,serta menciptakan kondisi sosial budaya dan lingkungan yang kondunsif.


Hal tersebut dipaparkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI ,Prof Dr Meutia Hatta Swasono dalam sambutannya pada pembukaan seminarsehari Nasional dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional(Harganas) XV dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Vtahun 2008 di Abadi Convention Centre (ACC) Kota Jambi, Sabtu (28/6)pagi.


Peserta seminar dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemenmasyarakat, kadar PKK dari seluruh peserta Harganas se Indonesia.Seminar itu juga dihadiri langsung Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin,Ketua Umum Panitia Harganas Effi Mardiyanto, Walikota Jambi ArifienManap dan para kepala dinas dan instansi serta undangan.


Menurut Meutia Hatta, terjadinya bias gender di Indonesia ditandaidengan sejumlah indikator yakni dari hasil survei penduduk antarsensus (SUPAS) 2005-BPS menunjukkan penduduk perempuan umur 10 tahunke atas yang mampu membaca dan menulis sebanyak 77,7 juta jiwa atau49 persen. Sementara laki-laki 82,1 juta jiwa atau 51 persen.


Kemudian penduduk perempuan umur 10 tahun ke atas di Indonesia yangbuta aksara sekitar 8,6 juta jiwa atau 67 persen dan penduduklaki-laki hanya 4,3 juta jiwa atau 33 persen. Rasio angka partisipasimurni (APM) perempuan rata-rata per tahun dalam kurun waktu 2003-2006sebesar 99,4 persen.


"Di dalam Publikasi Pembangunan Manusia Berbasis Gender (Kerjasama BPSdan Kementerian PP-RI) tahun 2005 ditunjukkan bahwa perempuan kerjaprofesional, teknis, kepemimpinan dan ketatalaksanaan di Indonesiatahun 2005 ada 41,6 persen. Sedangkan laki-laki 58,4 persen,"katanya.


Menurut Muetia Hatta, adapun rasio upah rata-rata pekerja perempuanterhadap pekerja laki-laki dalam pekerjaan upahan di Indonesia sebesarRp 74,8. "Ini berarti bahwa skala upah perempuan masih dianggap lebihrendah/murah dibandingkan dengan laki-laki,"ujarnya.


Disebutkan, keterwakilan perempuan pada Pemilu legislatif tahun 2004baru 11,6 persen atau hanya meningkat 2 persen dari Pemilu 1999 lalu.Peluang perempuan bidang politik hingga kini belum diakomudir partaipolitik.


"Walaupun sudah ada upaya khusus pemerintah untuk mengalokasikan 30persen perempuan di bidang politik dengan UU No.12/2003 tentangPemilu, ternyata belum membuahkan hasil yang signifikan karena aktivispolitik masih sering diidentikkan dengan domainnya laki-laki,"katanya.


Meutia Hatta menambahkan, indeks pembangunan gender yang digunakansebagai indikator untuk mengukur kemajuan pembangunan tentang gendermeliputi angka harapan hidup, nagka melek huruf, lama rata-ratabersekolah dan persentase angkatan kerja.


"Pada tahun 2006 masih menunjukkan angka 70,8 persen. Angka inimenduduki urutan ke 81 dari 177 negara. Berarti sepenuhnya pembangunansumber daya manusia secara keseluruhan belum sepenuhnya diikutikeberhasilan pembangunan gender atau masih terdapat kesenjangangender,"katanya.


Menurut Meutia Hatta, guna mewujudkan kesetaraan gender di Indonesiaharus meningkatkan kualitas hidup perempuan, memajukan tingkatketerlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan politik,menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, meningkatkankesejahteraan anak, meningkatkan pelaksanaan dan memperkuatkelembagaan pengarusutamaan gender dan meningkatkan partisipasimasyarakat.
ruk

Sunday, 22 June 2008

Artis Holong Disawer Gubernur Jambi

Artis Holong: Pencipta lagu "Holong" Bernhard Panjaitan beserta artis "Holong" saat melantunkan lagu "Holong". Gubernur Jambi tampak memberi sumbangan kepada artis tersebut. Foto-Foto Asenk Lee Saragih (0812 7477587).

Masyarakat Batak di Jambi Berikan Gubernur Jambi Ulos Sibulang-bulangi

Sebagai Ungkapan Syukur
Jambi, Batak Pos
Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin yang memangku gelar Batak Djaiutan Mangaraja mendapat kehormatan dari masyarakat Jambi asal Tano Batak dengan penyematan Ulos Si Bulang-bulangi. Ulos tersebut merupakan lambang pernghargaan tertinggi Budaya Adat Batak.

Penyematan ulos kepada Djaiutan Mangaraja itu diberikan oleh Ketua-ketua Puak Batak ( Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan dan Puak Pakpak) dan Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) Provinsi Jambi. Pemberian ulos Si Bulang-bulangi dan ulos “Holong” (kasih) diprakarsai oleh LBBJ Provinsi Jambi yang di ketuai Drs Rahmat Derita Harahap dan Sekretaris Ir Bernhard Panjaitan MM.

Pemberian ulos itu dilaksanakan pada acara “Pesta Semalam di Bona Pasogit” (semalam dikampung halaman) yang berlangsung di rumah pribadi Zulkifli Nurdin di Kampung Manggis, Pasar Jambi, Sabtu (24/5/2008) malam.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Ir Bernhard Panjaitan MM, munculnya ide pemberian ulos itu kepada Gubernur Jambi, didasari atas kerinduan Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin terhadap masyarakat Batak di Jambi.

Sejak dinobatkan gelar kehormatan Djaiutan Mangaraja (Raja Panutan) oleh masyarakat Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Karo, Nias, Mandailing, Tapsel yang tergabung dalam organisasi Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) 7 September 2003 lalu, kerinduan Zulkifli Nurdin yang sudah mengayomi masyarakat jambi khususnya asal tano batak selama dua kali periode sebagai Gubernur Jambi.

Ulos Sibulang-Bulangi : Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin beserta istri saat disematkan Ulos Bulang-Bulang oleh LBBJ Provinsi Jambi dan tokoh lima Puak Batak di Jambi. Pemberian Ulos Bulang-Bulang itu sebagai penghargaan tertinggi adat budaya Batak kepada Gubernur Jambi.

“Beliau mengundang kami untuk bersilaturahmi dan bertatap muka bersama warga Jambi asal Tanah Batak. Kami semua telah merasakan selama ini bahwa Bapak Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin betapa menganyomi kami sehingga kami mengalami hidup di Jambi ini benar-benar dalam suasana tentram dan damai dapat berdampingan dengan etnis lainnya,”kata Panjaitan.

Disebutkan, masyarakat Batak sangat merasakan dan terus menerus menyaksikan bahwa Djaiutan Mangaraja senantiasa memperkukuh semangat kebersamaan dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi.

“Kami juga sangat merasakan pengayoman yang Bapak Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin berikan yaitu ketika dengan tulus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat Batak untuk bersama berkumpul di berbagai kegiatan adat yang dilakukan warga Jambi asal Batak,”ujarnya.

Ulos Holong : Ketua Panitia Ir Bernhard Panjaitan saat menyematkan Ulos "Holong" (kasih) kepada Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin beserta istri Hj Ratu Munawaroh Zulkifli.

Menurut Bernhard Panjaitan yang kini menjabat Sekjen LBBJ Provinsi Jambi ini, atas dasar itu warga Jambi asal tano Batak dari bermacam-macam puak telah bersepakat memberikan penganugerahan Ulos Si Bulang-Bulang sebagai penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin pada acara “Semalam di Bona Pasogit”.


Disebutkan, bersama dengan peringatan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional, Panjaitan mengajak masyarakat Batak di Jambi lebih meningkatkan rasa persaudaraan yaitu sikap saling peduli dan “Holong” (kasih) serta saling menghormati diantara umat khususnya warga Jambi lainnya.

“Dari bumi Sakti Alam Kerinci Sungai Penuh, tiba di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung Muara Sabak. Dari lubuk hati sanubari mengharap penuh, kiranya Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin bersenandung bersama kami puak Batak,”demikian pantun Melayu Bernhard Panjaitan mengakhiri sambutannya.


Disinggasana : Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin beserta istri Hj Ratu Munawaroh (duduk) diapit Ketua LBBJ Provinsi Jambi Drs Rahmat Derita Harahap (kiri) dan Sekjen LBBJ Ir Bernhard Panjaitan (kanan) saat pemberian Ulos Bulang-Bulang oleh LBBJ Provinsi Jambi dan tokoh lima Puak Batak di Jambi.


Dasar Pemberian Ulos
Sementara itu, Tokoh Puak Toba OM Simangunsong BSc mengatakan, dasar pemberian ulos Bulang Bulang dari masyarakat Batak yang berada di Jambi kepada Zulkifli Nurdin antara lain, pribadi yang memiliki kapasitas, kapabilitas, kompetensi, profesionalme dan NKRI, orang terkenal, terbuka menerima lapisan masyarakat tapa membedabedakan suku, ras agama dan daerah, merakyat (populis).

Kemudian parpintu nabungka-nahum gok, paramak na bolak sobalunon, parsangkalan sora mahiang partaring sora mintop yang artinya bijaksana, taqwa,beriman, bicaranya sopan dan terarah berdasarkan aturan hukum dan adat istiadat.

Parhata sora leleng yang artinya sosok yang menghormati dan dihormati, melayani dan dilayani. Masipasangapan, artinya, wawasan luas berhati lapang, tepo seliro penuh toleransi, penuntasan persoalan yang semrawut, penjernih air yang keruh, mengambil keputusan berdasarkan kebenaran dan keadilan tanpa memihak.


Dasar lain pemberian Ulos Bulang-Bulang kepada H Zulkifli Nurdin, kata Simangunsong yakni sitiop dasing nasora teleng, sitiop hatian na sora miling, hariara nabolon pangunsandean sihor sihor raja nabolon sibahen uhum natigor, yang artinya pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk Sepucuk jambi Sembilan Lurah dan Bhineka Tunggal Ika.

Arti Pemberian Ulos Bulang-Bulang

Lebih jauh tokoh Batak di Jambi, OM Simangunsong mengatakan, arti pemberian ulos Bulang-Sibulang-bulangi kepada H Zulkifli Nurdin antara lain, berhasil memimpin pemerintahan di Provinsi Jambi sejak dikukuhkan gelar Djaiutan Mangaraja pada 7 Semtember 2003 lalu.

Kemudian memenangkan pemilihan Gubernur Provinsi Jambi dalam pilkada tahun 2005 dengan cukup memuaskan berkat partisipasi Puak Batak di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Selama kepemimpinan Djaiutan Mangaraja dari tahun 2005 hingga sekarang berjalan dengan mulus, tertib, aman. Memilkiki sikap keteladanan sebagai pemimpin dan sosok yang mengayomi warga etnis Batak di Jambi,”ujarnya.

Menurut Simangunsong, ulos Bulang Bulang adalah tradisi kultur, syimbol penghargaan terhadap seseorang yang dianggap berjasa karena ketokohannya.

Penuh Makna

Disebutkan, pemberian Ulos Bulang Bulang kepada Djaiutan Mangaraja mengandung tiga makna, pertama adalah syimbol penghargaan kepada H Zulkifli Nurdin sebagai Raja yaitu Djaiutan Mangaraja yang telah mengayomi warga Batak di Provinsi Jambi.

Kedua : penerima atau pengakuan orang batak (Puak Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan-Madina, Sipirok, Angkola dan Dairi/pakpak) bahwa Djaiutan Mangaraja sudah merupakan kehidupan bermasyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Selanjutnya makna yang ketiga adalah syimbol penghargaan dalam doa, terhadap kesehatan, kesejahteraan, kemajuan dan pengabdian yang tulus Djaiutan Mangaradja Drs H Zulkifli Nurdin selaku Gubernur Jambi selama dua priode.

“Ulos Bulang Bulang ini merupakan syimbol pengikat “Holong” (kasih sayang) antara warega Batak dengan Djaiutan Mangaraja serta dengan masyarakat Jambi. Sebagai penghangat badan, menandakan semakin hangat eratnya hubungan kekeluargaan antar suku/etnis yang berdomisili di Jambi,”katanya.

Ditambahkan, di era reformasi ini kiranya setiap kelompok budaya saling menyapa, saling mengenal, saling memberi dan menerima dalam konteks yang lebih jauh dari sekedar tawaran politik.

Sejarah membuktikan kemajemukan mampu menjadi sumber potensi pembangunan daerah dan bangsa yang dasyat berhasil guna dan berdaya guna.

“Semerbak wangi harumnya bunga, tumbuh mekar ditaman Sititi, kami berikan ulos Bulang-Bulang ini, tanda eratnya hubungan sanubari dan ikatan hati. Horas, Mejuah juag, Njuah juah,”demikian Om Simangunsong mengakhiri. ruk (Tulisan Ini Sudah Naik di HU Batak Pos Edisi Senin 26 Mei 2008).

Masyarakat Batak di Jambi Berikan Gubernur Jambi Ulos Sibulang-bulangi


Sebagai Ungkapan Syukur



Jambi, Batak Pos
Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin yang memangku gelar Batak Djaiutan Mangaraja mendapat kehormatan dari masyarakat Jambi asal Tano Batak dengan penyematan Ulos Si Bulang-bulangi. Ulos tersebut merupakan lambang pernghargaan tertinggi Budaya Adat Batak.


Penyematan ulos kepada Djaiutan Mangaraja itu diberikan oleh Ketua-ketua Puak Batak ( Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan dan Puak Pakpak) dan Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) Provinsi Jambi. Pemberian ulos Si Bulang-bulangi dan ulos “Holong” (kasih) diprakarsai oleh LBBJ Provinsi Jambi yang di ketuai Drs Rahmat Derita Harahap dan Sekretaris Ir Bernhard Panjaitan MM.


Ulos Sibulang-Bulangi : Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin beserta istri saat disematkan Ulos Bulang-Bulang oleh LBBJ Provinsi Jambi dan tokoh lima Puak Batak di Jambi. Pemberian Ulos Bulang-Bulang itu sebagai penghargaan tertinggi adat budaya Batak kepada Gubernur Jambi.


Pemberian ulos itu dilaksanakan pada acara “Pesta Semalam di Bona Pasogit” (semalam dikampung halaman) yang berlangsung di rumah pribadi Zulkifli Nurdin di Kampung Manggis, Pasar Jambi, Sabtu (24/5/2008) malam.



Menurut Ketua Panitia Pelaksana Ir Bernhard Panjaitan MM, munculnya ide pemberian ulos itu kepada Gubernur Jambi, didasari atas kerinduan Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin terhadap masyarakat Batak di Jambi.


Sejak dinobatkan gelar kehormatan Djaiutan Mangaraja (Raja Panutan) oleh masyarakat Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Karo, Nias, Mandailing, Tapsel yang tergabung dalam organisasi Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) 7 September 2003 lalu, kerinduan Zulkifli Nurdin yang sudah mengayomi masyarakat jambi khususnya asal tano batak selama dua kali periode sebagai Gubernur Jambi.


“Beliau mengundang kami untuk bersilaturahmi dan bertatap muka bersama warga Jambi asal Tanah Batak. Kami semua telah merasakan selama ini bahwa Bapak Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin betapa menganyomi kami sehingga kami mengalami hidup di Jambi ini benar-benar dalam suasana tentram dan damai dapat berdampingan dengan etnis lainnya,”kata Panjaitan.



Ulos Holong : Ketua Panitia Ir Bernhard Panjaitan saat menyematkan Ulos "Holong" (kasih) kepada Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin beserta istri Hj Ratu Munawaroh Zulkifli.


Disebutkan, masyarakat Batak sangat merasakan dan terus menerus menyaksikan bahwa Djaiutan Mangaraja senantiasa memperkukuh semangat kebersamaan dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi.


“Kami juga sangat merasakan pengayoman yang Bapak Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin berikan yaitu ketika dengan tulus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat Batak untuk bersama berkumpul di berbagai kegiatan adat yang dilakukan warga Jambi asal Batak,”ujarnya.


Disingasana : Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin beserta istri Hj Ratu Munawaroh (duduk) diapit Ketua LBBJ Provinsi Jambi Drs Rahmat Derita Harahap (kiri) dan Sekjen LBBJ Ir Bernhard Panjaitan (kanan) saat pemberian Ulos Bulang-Bulang oleh LBBJ Provinsi Jambi dan tokoh lima Puak Batak di Jambi.


Menurut Bernhard Panjaitan yang kini menjabat Sekjen LBBJ Provinsi Jambi ini, atas dasar itu warga Jambi asal tano Batak dari bermacam-macam puak telah bersepakat memberikan penganugerahan Ulos Si Bulang-Bulang sebagai penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin pada acara “Semalam di Bona Pasogit”.

Disebutkan, bersama dengan peringatan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional, Panjaitan mengajak masyarakat Batak di Jambi lebih meningkatkan rasa persaudaraan yaitu sikap saling peduli dan “Holong” (kasih) serta saling menghormati diantara umat khususnya warga Jambi lainnya.


“Dari bumi Sakti Alam Kerinci Sungai Penuh, tiba di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung Muara Sabak. Dari lubuk hati sanubari mengharap penuh, kiranya Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin bersenandung bersama kami puak Batak,”demikian pantun Melayu Bernhard Panjaitan mengakhiri sambutannya.


Dasar Pemberian Ulos


Sementara itu, Tokoh Puak Toba OM Simangunsong BSc mengatakan, dasar pemberian ulos Bulang Bulang dari masyarakat Batak yang berada di Jambi kepada Zulkifli Nurdin antara lain, pribadi yang memiliki kapasitas, kapabilitas, kompetensi, profesionalme dan NKRI, orang terkenal, terbuka menerima lapisan masyarakat tapa membedabedakan suku, ras agama dan daerah, merakyat (populis).


Kemudian parpintu nabungka-nahum gok, paramak na bolak sobalunon, parsangkalan sora mahiang partaring sora mintop yang artinya bijaksana, taqwa,beriman, bicaranya sopan dan terarah berdasarkan aturan hukum dan adat istiadat.


Parhata sora leleng yang artinya sosok yang menghormati dan dihormati, melayani dan dilayani. Masipasangapan, artinya, wawasan luas berhati lapang, tepo seliro penuh toleransi, penuntasan persoalan yang semrawut, penjernih air yang keruh, mengambil keputusan berdasarkan kebenaran dan keadilan tanpa memihak.


Dasar lain pemberian Ulos Bulang-Bulang kepada H Zulkifli Nurdin, kata Simangunsong yakni sitiop dasing nasora teleng, sitiop hatian na sora miling, hariara nabolon pangunsandean sihor sihor raja nabolon sibahen uhum natigor, yang artinya pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk Sepucuk jambi Sembilan Lurah dan Bhineka Tunggal Ika.


Artis Holong : Pencipta lagu "Holong" Bernhard Panjaitan beserta artis "Holong" saat melantunkan lagu "Holong". Gubernur Jambi tampak memberi sumbangan kepada artis tersebut.

Arti Pemberian Ulos Bulang-Bulang


Lebih jauh tokoh Batak di Jambi, OM Simangunsong mengatakan, arti pemberian ulos Bulang-Sibulang-bulangi kepada H Zulkifli Nurdin antara lain, berhasil memimpin pemerintahan di Provinsi Jambi sejak dikukuhkan gelar Djaiutan Mangaraja pada 7 Semtember 2003 lalu.


Kemudian memenangkan pemilihan Gubernur Provinsi Jambi dalam pilkada tahun 2005 dengan cukup memuaskan berkat partisipasi Puak Batak di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.



“Selama kepemimpinan Djaiutan Mangaraja dari tahun 2005 hingga sekarang berjalan dengan mulus, tertib, aman. Memilkiki sikap keteladanan sebagai pemimpin dan sosok yang mengayomi warga etnis Batak di Jambi,”ujarnya.


Menurut Simangunsong, ulos Bulang Bulang adalah tradisi kultur, syimbol penghargaan terhadap seseorang yang dianggap berjasa karena ketokohannya.


Penuh Makna


Disebutkan, pemberian Ulos Bulang Bulang kepada Djaiutan Mangaraja mengandung tiga makna, pertama adalah syimbol penghargaan kepada H Zulkifli Nurdin sebagai Raja yaitu Djaiutan Mangaraja yang telah mengayomi warga Batak di Provinsi Jambi.


Kedua : penerima atau pengakuan orang batak (Puak Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan-Madina, Sipirok, Angkola dan Dairi/pakpak) bahwa Djaiutan Mangaraja sudah merupakan kehidupan bermasyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.


Selanjutnya makna yang ketiga adalah syimbol penghargaan dalam doa, terhadap kesehatan, kesejahteraan, kemajuan dan pengabdian yang tulus Djaiutan Mangaradja Drs H Zulkifli Nurdin selaku Gubernur Jambi selama dua priode.


“Ulos Bulang Bulang ini merupakan syimbol pengikat “Holong” (kasih sayang) antara warega Batak dengan Djaiutan Mangaraja serta dengan masyarakat Jambi. Sebagai penghangat badan, menandakan semakin hangat eratnya hubungan kekeluargaan antar suku/etnis yang berdomisili di Jambi,”katanya.


Ditambahkan, di era reformasi ini kiranya setiap kelompok budaya saling menyapa, saling mengenal, saling memberi dan menerima dalam konteks yang lebih jauh dari sekedar tawaran politik.


Sejarah membuktikan kemajemukan mampu menjadi sumber potensi pembangunan daerah dan bangsa yang dasyat berhasil guna dan berdaya guna.


“Semerbak wangi harumnya bunga, tumbuh mekar ditaman Sititi, kami berikan ulos Bulang-Bulang ini, tanda eratnya hubungan sanubari dan ikatan hati. Horas, Mejuah juag, Njuah juah,”demikian Om Simangunsong mengakhiri. ruk (Tulisan Ini Telah Dimuat di HU Batak Pos Edisi Senin 26 Mei 2008)

Ribuan Masyarakat Batak Bersenandung Rindu dengan Zulkifli Nurdin

Jambi, Batak Pos


Sekitar 9000 warga masyarakat Batak dari lima puak yang berdomisili di Jambi bersenandung rindu dengan Djaiutan Mangaraja (Raja Panutan) H Zulkifli Nurdin. Acara yang dibungkus dengan "Semalam di Bona Pasogit" (semalam di kampung halaman) itu penuh keakraban dan tiadatara. Antusiasme masyarakat Batak dari Puak Toba, Simalungun, Karo, Tapsel, Pakpak hadir dalam acara silaturahmi itu sungguh luar biasa.


Diapit : Bernhard Panjaitan diantara Jeck Marpaung (kiri) dan Victor Hutabarat (kanan) saat tampil bersama diatas panggung pada acara "Semalam di Bona Pasogit', Sabtu (24/5) malam. foto batak pos/rs manihuruk.
Tumpah Ruah : Sekitar 9000 warga masyarakat Batak dari lima Puak Batak tumpah ruah membanjiri "istana" Djaiutan Mangaraja di Kampung Manggis, Pasar Jambi dalam acara "Semalam di Bona Pasogit".

Silaturahmi yang dilaksanakan di rumah pribadi H Zulkifli Nurdin, Kebun Manggis, Pasar Jambi, Sabtu (24/5/2008) dimeriahkan artis-artis Batak ibukota diantaranya Trio Ambisi (minus Charles Simbolon), Victor Hutabarat, Rita Butar-butar, Trio Altofa-Jambi, Maya Tanjung, Jack Marpaung, Joel Simorangkir, Tio Fanta Pinem dan artis-artis pendukung lainnya.

Berdasarkan pengamatan Batak Pos menunjukkan, Pesta Rakyat “Semalam di Bona Pasogit” itu mampu mengobati rasa rindu kampung halaman. Acara tambah menarik disaat Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin melantunkan tembang Batak “Sai Anju Ma Au” dan "Situmorang" dengan fasih. Sambutan ribuan masyarakat Batak cukup meriah.

Selain itu, lagu “Holong” yang diciptakan Ir Bernhard Panjaitan yang kini menjabat Kasubdin Praswil dan Tata Ruang Kimpraswil Provinsi Jambi juga membuat suasana tambah meriah, setelah lagu itu dinyanyikan oleh Artis “Holong” ( Bernhard Panjaitan, Trio Ambisi, Viktor Hutabarat, Herti Sitorus, Rita Butar-butar, Joel Simorangkir dan Jack Marpaung).

Tembang Lagu "Holong" itu juga mendapat sambutan meriah dari ribuan masyarakat Batak. Tidak itu saja, jutaan rupiah terkumpul dari para undangan, termasuk Zulkifli Nurdin yang larut dalam tembang "Holong" yang sudah akrab ditelinga masyarakat Batak di Jambi.

Tembang dari puak Toba, Karo, Tapanuli Selatan, Simalungun, Pakpak dan tembang Melayu yang didendangkan sederetan artis Batak itu menambah suasana “Semalam di Bona Pasogit” itu semakin bersahaja. Lagu-lagu Tapsel yang indah dilantunkan Maya Tanjung (Artis KDI) disambut gembira ribuan masyarakat Batak. Hal serupa juga ditunjukkan Tio Fanta Pinem dengan tembang-tembang Karo Semalemnya.

H Zulkifli Nurdin pada acara itu mengatakan, dirinya sangat berterimakasih atas keakraban masyarakat Batak yang hidup berdampingan dengan etnis lainnya. Secara khusus dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Ir Bernhard Panjaitan selaku ketua panitia yang sukses membuat acara serta mengumpulkan ribuan masyarakat Batak dari Lima Puak yang ada di Jambi.

Djaiutan Mangaraja mengenang, saat dirinya kampanye dulu, inang-inang (pedagang pasar pagi) selalu mengajak dirinya untuk menyanyikan lagu Situmorang. “Dipasar Angso Duo Jambi juga saya disuruh menyanyikan hal itu. Jadi Inang-inang sudah akrab dengan saya termasuk saat melantunkan Situmorang,”kata Zulkifli mengenang.

Menurutnya, secara emosional dirinya dalah orang Batak. Gelar Djaiutan Mangaraja yang dipangkunya adalah bagian yang tak terlepaskan dari masyarakat Batak khususnya yang ada di Provinsi Jambi.

“Saya selalu datang diacara Batak Nasrani dan Muslim jika saya diundang. Seperti saat Pesta Paskah Raya HKBP Jambi yang dihadiri Ephorus HKBP. Saya terdecak kagum atas kehadiran umat sekitar 5000 jiwa saat itu. Itu adalah kehormatan bagi saya. Para Menteri dan pejabat asal Batak di Jakarta mengetahui akan hal itu melalui media,”katanya.

Dimata Zulkifli Nurdin, orang Batak itu keras, namun hatinya lembut. “Orang Batak itu tidak abu-abu. Orang Batak itu tegas dalam menganbil sikap dan bertanggung jawab. Saya bangga dengan masyarakat Batak yang ikut mendukung program pemerintah di Provinsi Jambi,”ujarnya.

Acara “Semalam di Bona Pasogit” itu berjalan sukses dibawah komando ketua pelaksana Ir Bernhard Panjaitan. Kegiatan itu diprakarsai Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) Provinsi Jambi yang diketuai Drs Rahmat Derita Harahap. Pihak panitia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mensukseskan acara tersebut. ruk

Pencoblosan Pilkada Merangin Berjalan Lancar

Jambi, Batak Pos
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Merangin,Provinsi Jambi yang berlangsung Minggu (22/6) berjalan lancar. Prosespencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) diawasi oleh 1500 saksidan dijaga sedikitnya 1.000 personil keamanan dari TNI, Kepolisian,Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kebakaran dan Dinas PerhubunganMerangin.

Sementara Pilkada Merangin diikuti empat pasangan calon bupati danwakil bupati, yakni H Nalim-Hasan Basri Harun, H Handayani-Saptono, HMMadel- Zainal Arifien, dan A Arfandi Ibnuhajar - Iskandar.Ketua KPU Kabupaten Merangin, Mukti Zakaria ketika dihubungi Batak Posdari Jambi, Minggu (22/6) mengatakan, proses pelaksanaan pemilihan disejumlah TPS yang merupakan pengawasan mereka berjalan dengan lancar.

"Dari pantauan kami disejumlah TPS seperti di Muara Siau, Jangkat dansejumlah TPS proses pencoblosan berjalan lancar. Kami membagi tugasdalam memantau pelaksaan Pilkada Merangi di TPS. Sejauh yang kamipantau hingga Minggu siang berjalan lancar tanpa adanya gangguan yangsignifikan,"ujaranya.

Disebutkan, pengamanan Pilkada Merangin terdiri dari pasukan Kodim0420/Sarko 2 kompi, Brimob Polda Jambi satu kompi, Samapta Polda Jambi1 kompi, gabungan Dalmas Polres Merangin, Polres Sarolangun, PolresTebo dan Polres Bungo masing-masing 1 kompi.

Ada juga gabungan stafpolres Merangin dan jajarannya 1 kompi, Reskrim dan Intel 1 kompi,Linmas 1 kompi, Damkar 2 peleton dan Perhubungan 1 peleton.Dari sat Pol PP setda Merangin juga telah menerjunkan anggota hinggake kecamatan-kecamatan.

Begitu juga dari kepolisian telah diturunkanke desa-desa untuk keamanan dan kelancaran Pilkada Merangin.Disebutkan, semua pasangan calon bupati dan calon wakil BupatiMerangin yang ikut bertarung, juga mempersiapkan saksi pada hari Hpencoblosan dan penghitungan suara.

Para saksi sebelumnya telah diberikan pembekalan dan dikeluarkan SKserta membawa surat mandat dari masing-masing kandidat. Pasangan calonnomor urut satu Nalim-HBH, menempatkan masing-masing 2 orang saksiditiap TPS.

Begitu juga dengan pasangan H Muhammad Madel- Zainul Arfan (Maza) danpasangan Arfandi-Iskandar (AFI). Sementara pasangan Handayani-Saptono(HS) hanya akan menempatkan satu orang saksi disetiap TPS.Sementara itu Ketua tim Koalisi Nalim-HBH Bersatu, Abu Hasan SE,mengungkapkan, jumlah saksi yang dipersiapkan untuk keseluruhan TPS,PPK dan KPU Kabupaten Merangin adalah sebanyak 1532 orang.

"Semuanya sudah diberikan pembekalan, saksi akan bekerja dengan baikuntuk menghindari terjadinya kecurangan disetiap tingkatan,"katanya.

Sementara itu, M Yani, dari tim sukses HS kepada wartawan di Meranginmengatakan, untuk setiap TPS akan diberikan surat mandat sebanyak 1orang. Namun nantinya juga ada saksi dari luar sebanyak 5 orang.

Ditingkat PPK pasangan HS menempatkan 2 orang saksi dan di KPUsebanyak 5 orang. "Semua saksi siap untuk menjalankan tugasnya danmengawasi semua tahapan hari H pencoblosan nanti,"ujarnya.

Selanjutnya tim sukses pemenangan pasangan Maza (Muhammad Madel-ZainulArfan) juga telah membentuk saksi dan siap untuk melaksanakan tugas,mulai dari TPS hingga KPU nantinya."Saksi untuk di TPS sebanyak 1500 orang ditambah di setiap PPKsebanyak 3 orang dan KPU 5 orang,"kata Agus Purnomo Hawe ketua timsukses Maza.

Hal yang sama juga dilakukan oleh tim sukses AFI (Arfandi-Iskandar).Saksi yang akan diturunkan AFI, menurut Adnan, Sekretaris tim suksesAFI , ditiap TPS 2 orang, ditingkat PPK 3 orang dan 5 orang di KPU.

Menurut Mukti Zakaria, pihaknya berharap masing-masing tim suksesharus menghormati hasil dari Pilkada Merangin. Pihaknya juga memintauntuk tidak terhasut oleh oknum-oknum provokator yang memanfaatkanPilkada Merangin untuk mengacaukan masyarakat.Pihak KPU Merangin juga meminta warga untuk menahan diri atas hasilperolehan suara yang dilakukan KPU Merangin.

"Kita harapkan masyarakattetap mengacu pada hasil perhitungan suara yang dilakukan KPUMerangin,"ujarnya. ruk

Kelangkaan Bensin di Jambi Mulai Sulitkan Warga

Jambi, Batak Pos
Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Jambi tiga hari terakhir langka. Sejumlah Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kehabisan stok. Antrian kenderaan bermotor juga hampir terjadi di setiap SPBU yang ada di Kota Jambi.

Pengamatan Batak Pos, Minggu (22/6) pukul 11.30 wib antrian panjang hingga 1 kilo meter terjadi di SPBU Koni Pasar Jambi. Selain di SPBU itu, SPBU Simpa Pucuk, SPBU Simp Rimbo, SPBU Jalan Bandara, SPBU Paal V juga terjadi antrian. Bahkan kelang BBM premuim tersebut sudah terjadi tiga hari terakhir.

Ketua LSM National Park Safety Foundation (NP-SAND) Jambi, Donny Pasaribu SP kepada Batak Pos, Minggu (22/6) mengatakan, sudah berulang kali terjadi kelangkaan BBM di SPU maupun eceran.

“Setelah adanya kenaikan harga BBM 26 Mei lalu yang menyakiti hati rakyat adalah kegagalan pemerintah. Ataukah di Jambi saja yang terjadi kelangkaan BBM akibat adanya spekulan jelang kunjungan Presiden SBY ke Jambi ini. Mari kita teriakkan kalau BBM merupakan faktor penggerak industri, bisnis dan ekonomi,”katanya.

Menurut Donny, pihaknya akan mengajak rakyat Jambi untuk berunjuk rasa 24 Juni di Kantor Gubernur Jambi atas kelang kaan BBM di Jambi. Pihaknya akan meminta pertanggungjawaban Pertamina dan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap kelangkaan BBM.

Gas LPG

Sementara itu harga tabung Gas LPG kosong di Kota Jambi saat ini telah mencapai Rp750.000 per tabung. Dan ini akibat kelangkaan terhadap tabung gas berisi 12 Kg yang terjadi sejak hampir sebulan lebih di daerah Jambi.

Padahal sebelumnya, harga tabung gas untuk ukuran serupa di jual di agen-agen penjualan gas yang ditunjuk resmi pihak Pertamina tak lebih dari harga Rp250.000 per tabungnya.

Aprin Girsang (28), salah seorang pegawai agen gas di Kota Jambi kepada Batak Pos, Minggu (22/6) mengakui kelangkaan terhadap tabung gas LPG sudah berlangsung cukup lama.

Sedangkan melonjaknya harga tabung gas tersebut menurut mereka, selain akibat kelangkaan juga melonjaknya harga tabung gas akibat naiknya harga BBM yang juga sekaligus menjadi pemicu melonjaknya harga besi yang dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan tabung Gas LPG tersebut.

“Kita tidak tahu apa yang menjadi penyebab hilangnya peredaran tabung gas dipasaran. Sejak naiknya harga BBM telah membuat harga tabung gas terus melonjak. Bahkan harga isi gas 12 kilo gram kini dipatok agen Rp 53 ribu per tabung,”ujaranya.

Akibat naiknya harga tabung gas dan juga terjadi kelangkaan gas LPG di sejumlah daerah di Provinsi Jambi, telah membuat kaum ibu rumah tangga di daerah ini mengeluh. Mereka pun kecewan dengan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. ruk

Monday, 16 June 2008

Golkar Tidak Bahas Kekosongan Wagub Jambi Sebelum Kekuatan Hukum Tetap

Jambi, Batak Pos
Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Jambi belum membahas kekosongan jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi sejak ditinggal Antony Zeidra Abidin. Antony ditahan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 17 April 2008 lalu dalam kasus aliran dana BLBI senilai BI senilai Rp 31,5 miliar.

Partai Golkar belum membahas kekosongan jabatan Wakil Gubernur Jambi sejak ditinggalkan oleh mantan anggota DPR-RI dari Partai Golkar tersebut. Belum dibahasnya kekosongan jabatan itu mengingat dalam penahanan Wakil Gubernur Jambi Antony Z Abidin belum berstatus hukum tetap, sehingga Partai Golkar masih menunggu status hukum tetap terhadap Antony Z Abidin tersebut.

Demikian dikatakan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi H Zoerman Manap kepada wartawan, Senin (16/6). Menurutnya, pihaknya sampai saat ini belum bisa membahas kekosongan jabatan Wakil Gubernur Jambi sejak kader partainya Antony Z Abidin ditahan KPK.

“Kalau nanti status hukum tetap sudah ada barulah dapat dibahas kekosongan jabatan Wakil Gubernur Jambi yang telah ditinggal Antony Z Abidin sejak dilakukan penahanan terhadap dirinya. Tetapi kalau sekarang pembahasan kekosongan jabatan Wakil Gubernur Jambi itu belum dapat dilakukan,”katanya.

Menurut Zoerman, Partai Golkar telah mempersiapkan kadernya sebagai pengganti Antony Z Abidin. Tetapi Zoerman tidak bersedia menyebutkan nama kader partainya yang telah dipersiapkan untuk menduduki jabatan Wagub Jambi tersebut. ruk

Sunday, 15 June 2008

Jeritan Petani Pinang dari Desa Ujung Timur Provinsi Jambi

Jelang Kunjungan Presiden SBY Ke Jambi 29 Juni 2008

Tanjabtim, Batak Pos
Ibarat rejeki ayam ditelan musang. Perumpamaan itu tampaknya terjadi di Desa Siau Dalam, Parit VII, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Betapa tidak. Rejeki petani pinang di desa itu digerogoti olah tengkulak-tengkulak pinang berdasi. Harga Pinang kupas kering dibanting anjlok dari Rp 7500/kg, menjadi Rp 3500/kg ditingkat petani.

Posisi geografis menuju Desa Siau Dalam tidaklah mudah. Selain biaya tranportasi mahal, sarana tranportasi juga langka. Jarak desa itu dari Kota Jambi sekitar 120 km. Dapat ditempuh dengan jalan darat dan sungai. Kalau naik kenderaan mobil, harus singgah dulu di Pelabuhan Muarasabak Lama, Tanjabtim.

Kemudian menyeberang sungai dengan ketek (kapal kayu motor kecil) ke Muara Sabak Pasar ongkos Rp.2000/orang. Dari pasar Muarasabak menuju Desa Siau Dalam ditempuh dengan sarana ojek dengan ongkos Rp 10.000 dalam waktu 15 menit.

Kondisi jalan yang cukup bagus ditingkat kecamatan. Namun sarana mobilitas tak punya. Hanya menggunakan ojek. Ketika Batak Pos tiba di desa itu dalam suatu perjalanan menelusuri desa terpinggir di Kabupaten, Tanjung Jabung Timur, Sabtu (14/6).

Disepanjang jalan, tampak perkebunan tumpang sari, kelapa dalam, pinang dan kopi menghijau kiri kanan jalan. Pinang juga tampak dijemur warga disepanjang jalan menuju desa tersebut.

Tiba di Desa Siau Dalam, Batak Pos sempat berbincang dengan Bintang (23) pemuda desa setempat yang betah menjadi petani pinang dan kelapa membantu ibunya Hj.Tunreng (50).
Bintang yang mengaku anak paling tinggi sekolahnya (DI-Komputer) dari desa itu, mengungkapkan, hingga kini tengkulak masih meraja lela di desa tersebut. Para tengkulak sewenang-wenang untuk menentukan harga pinang.

" Bulan April lalu, harga pinang kulit kering berkutat pada Rp 7500/kg. Namun awal Mei-Juni harga anjlok menjadi Rp 3500/kg. Kondisi ini membuat petani terpukul. Banyak petani tak lagi memanen pinang akibat biaya operasional tak sebanding harga jual," ujar Bintang yang mengaku memiliki luah lahan pinang 6 hektar.

Kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Tanjung Jabung Timur dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 25, 29 Juni 2008 mendatang, diharapkan membawa dampak perubahan pada petani pinang di Desa Siau Dalam, Tanjabtim.

Menurut Bintang, pinang terpaksa di jual bulat mentah dengan harga Rp 500/kg. Hal itu dilakukan akibat biaya operasional yang tidak sebanding lagi dengan biaya panen. Kini hasil pertanian pinang di desa tersebut merana akibat ulah tengkulak yang semena-mena menentukan harga.

"Kami sejak tahun 1984 sudah menjadi petani pinang di desa ini. Dulu kami di Nipah Panjang, kemudian pindah ke desa ini. Bahkan ayah saya (Alm) Faroki merupakan kepala Parit pertama di Desa Siau Dalam. Dulu harga pinang mampu untuk mencukupi biaya hidup, namun sekarang sangat riskan untuk bertahan bertani pinang," katanya.

Sementara itu Tunreng juga mengakui hal yang sama. Menurutnya, perhatian pemerintah, khususnya Pemkab Tanjabtim untuk petani pinang masih minim. Padahal, kata Tunreng, pinang merupakan komuditi perkebunan dari Tanjabtim yang cukup menjanjikan.

Menyinggung harga lahan di Desa Siau Dalam, lanjut Tunreng, kini harga lahan dimonopoli tuan tuang tanah di desa itu yakni Zalil. "Tuan takur juga ada di desa ini. Dulu harga lahan cukup dengan Rp 2 juta per hektar, namun sekarang dipatok Rp 10 juta per hektar.

Menurut Tunreng, selain harga lahan yang sudah mencekek leher, bantuan pupuk dari pemerintah juga jarang sampai ketangan petani di desa itu."Tak usah lagi ada bantuan pupuk untuk petani. Sebab bantuan itu hanya sampai di kecamatan, kelurahan dan ketua Parit. Sementara untuk petani, hanya sebatas janji-janji," katanya.

Menurut mereka, dibandingkan kondisi jalan yang sudah mulus, seharusnya harga pinang lebih tinggi dari harga yang ada saat ini. Namun, kini malah sebaliknya, anjlok hingga Rp 3500 per kilogram. " Kami minta harga pinang kupas kering standar. Tak usah ada bantuan pupuk. Kalau harga pinang standar, kami akan mampu beli pupuk," kata Bintang dan Tunreng berharap. ruk

Teks Foto : Tak Bergairah : Masyarakat petani pinang di Desa Siau Dalam, Parit VII, Kecamatan Sabak Timur saat ini kurang bergairah karena harga pinang anjlok. Tampak seorang ibu tengah mengupas pinang mentah di desa itu, Sabtu (14/6). Masyarakat desa meminta kedatangan Presiden SBY ke daerah mereka membawa dampak positif bagi perkebunan pinang di Tanjabtim. Foto batak pos/rs manihuruk.

Saturday, 14 June 2008

Pembakaran Lahan Perkebunan Mulai Marak di Jambi

Jambi, Batak Pos

Pembakaran lahan perkebunan di sejumlah perusahaan mulai marak di Provinsi Jambi. Titik panas (hot spot) di Provinsi Jambi banyak ditemukan di kawasan perkebunan besar kelapa sawit. Posko Pusat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan Provinsi Jambi mencatat hot spot 102 titik.

Sejumlah kawasan perkebunan besar kelapa sawit yang memiliki banyak hot spot antara lain perkebunan sawit milik PT Aragan Hutan Lestari, Kecamatan Tujuhkoto, Kabupaten Tebo, PT Bahari Gembira Ria, Kabupaten Muarojamjbi, PT Sawit Desa Makmur, Kabupaten Batanghari, dan PT Anugerah Pola Nusa di Kabupaten Sarolangun.

Demikian dikatakan Sekretaris Pusat Pengendalian dan Kebakaran Lahan dan Hutan Provinsi Jambi, Frans Tandipau, kepada wartawan, Senin (9/6) di ruang kerjanya.

Menurutnya, pihaknya telah menurunkan aparat ke beberapa daerah ditemukan titik api tersebut, namun hasilnya belum didapatkan. “Jika melihat jumlah titik panas yang kian hari mengalami penurunan karena beberapa hari terakhir hujan turun,”katanya.

Disebutkan, besar kemungkinan tidak ada terjadi kebakaran lahan atau hutan. Pada puncak panas 20 Mei lalu, jumlah hot spot mencapai 102, dua hari kemudian, 23 Mei tinggal 42 titik, pada 24 Mei hanya ada enam titik, dan 9 Juni tinggal tiga titik.

"Dalam dua hari terakhir belum ada laporan dari satelit NOAA, berapa titik panas yang ada, kata Frans. Frans menduga tidak ada lagi,setelah dua hari ini Jambi diguyur hujan,”katanya. ruk

Pemkab Muarojambi Perbaikan Jalan Pelabuhan Talang Duku

Jambi, Batak Pos

Pemerintah Kabupaten Muarojambi segera memperbaiki jalan menuju pelabuhan Talng Duku, Muarojambi. Pemerintah setempat telah mengalokasikan dana APBD 2008 sebesar Rp 8,3 miliar untuk perbaikan jalan Pelabuhan Talang Duku-Pelindo hingga Daerah Kemingking, Muarojambi. Puluhan kilometer jalan menuju pelabuhan kini kondisinya cukup memprihatinkan akibat dilalui mobil kelebihan tonase.

Bupati Muarojambi, H Burhanuddin Mahir SH kepada wartawan di Jambi, Senin (9/6) mengatakan, sebelumnya pihaknya telah meminta bantuan perusahaan yang beroperasi dan menggunakan jalan Talang Duku agar membangun jalan tersebut. Namun hingga kini tak membuahkan hasil.

Bahkan sejumlah perusahaan jalur Pelabuhan Talang Duku terkesan tak peduli terhadap kondisi jalan yang sudah hancur. “Kita tidak tahan melihat kondisi jalan hancur begitu. Tahun anggaran 2008 ini jalan Talang Duku telah dianggarkan Rp 8,3 miliar,”katanya.

Menurut Burhanuddin, setelah jalan ini dibangun dan diaspal, akan langsung dipasangi portal sehingga mobil yang melebihi tonase tidak bisa lagi lewat. Alokasi dana pada APBD 2008 sebesar Rp 8,3 miliar diminta untuk dipergunakan dengan semaksimal mungkin membangun jalan dan jembatan mulai dari simpang Pelindo II Jambi hingga daerah Kemingking dalam.

“Selama ini sangat sulit untuk minta konstribusi perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan Kumpeh untuk membangun ruas jalan yang rusak. Sekarang kita bangun, tetapi setelah itu akan dibuat portal permanen sehingga mobil-mobil besar melebihi tonase tidak diperbolehkan masuk. Jadi kar muat mobil tonase lebih itu kita silahkan kar muat di luar saja,”katanya.

Disebutkan, sejak tahun 2007-2008, Pemkab Muarojambi telah menganggarkan Rp 216 miliar untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Sebab, masih sangat banyak jalan dan jembatan di Muarojambi yang membutuhkan perbaikan. “Masih banyak infrastruktur yang belum dibangun. Untuk itu kita lakukan secara bertahap,”ujarnya.

Sementara berdasarkan pengamatan Batak Pos, Senin (9/6) kondisi Jalan Lingkar Selatan Kota Jambi sudah mulai diperbaiki. Namun truk-truk besar pengangkut kebutuhan pokok ke lokasi pergudangan di Jambi selatan masih mengalami kesulitan melintasi jalur tersebut, karena sebagian masih ada yang berlubang.

Kini mobil truk bertonase puluhan ton memilih jalur Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi hingga tembus arena eks MTQ Jambi Selatan. Diprediksi kondisi jalan dalam kota akan rusak akibat masuknya truk-truk bertonase puluhan ton tersebut.

Hingga kini belum ada langkah-langkah kongkrit yang diambil oleh Pemerintah Kota Jambi dan Dinas Kimpraswil Provinsi Jambi akan kondisi jalan tersebut. ruk

Gubernur Jambi Keberatan Kepri Membangun di Pulau Berhala

Jambi, Batak Pos

Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin menyesalkan tindakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terus membangun Pulau Berhala dan menambah jumlah penduduk asal daerah tersebut. Kini secara hukum status kepemilikannya belum ditetapkan oleh pemerintah pusat apakah milik Jambi atau Kepri.

Penegasan itu disampaikan Zulkifli Nurdin kepada wartawan, Senin (9/6) saat ditanya soal adanya penambahan jumlah penduduk Kepri di Pulau Berhala baru-baru ini. Dirinya juga akan mempertanyakan pada Mendagri secara tertulis tentang tindakan Pemerintah Provinsi Kepri yang melanggar ketentuan tidak boleh membangun di Pulau Berhala sebelum ada kepastian hukum.

Disebutkan, keputusan Mendagri sebelumnya menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi dan Kepri tidak diperbolehkan membangun dan menambah penduduk dari daerahnya masing-masing di pulau itu, sebelum ada kepastian hukum dan kepemilikan pulau tersebut masih dalam status quo.

“Pemerintah Provinsi Jambi memegang teguh keputusan Mendagri tersebut, namun Pemerintah Kepri terus membangun berbagai fasilitas, termasuk menambah dan menempatkan penduduk daerahnya di pulau itu,”katanya.

Disebutkan, pelanggaran itu jelas merugikan Provinsi Jambi dan rawan menimbulkan konflik. Sebab secara pembahasan di Komisi II DPR-RI pulau itu sudah dinyatakan milik Provinsi Jambi, namun belum disahkan oleh Mendagri.

Pulau seluas 1 km2 terletak di Selat Berhala yang memiliki pasir putih dan pantai yang indah itu, masih berstaus quo, sehingga kedua provinsi tidak diperbolehkan membangun dan menambah penduduknya. Di Pulau itu, khusus warga Provinsi Jambi yang sudah lama menetap berjumlah 50 kk yakni warga Desa Nipah panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kini Pemerintah Provinsi Jambi masih menahan diri untuk tidak membangun di Pulau Berhala karena sesuai dengan kesepakatan bersama. “Kita menghargai kesepakatan tersebut. Namun Kepri melanggarnya. Kita akan tuntut keadilan itu,”katanya. ruk

Friday, 13 June 2008

Dewan Minta Aparat Kepolisian Berantas Ilegal Logging di Tebo

Jambi, Batak Pos
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendesak jajaran kepolisian dan dinas kehutanan untuk memberantas praktek pembalakan liar yang masih marak di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Tebo. Jajaran Polda Jambi dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dihimbau untuk mengusut praktek penebangan kayu oleh PT Mahoni Agrosentosa (MAS) di areal seluas 500 hektar di Desa Sungai Keru, Kabupaten Tebo.


Teks Foto : Sawmil : Sebuah sawmil (pabrik penggergajian kayu) milik PT Mahoni Agrosentosa masih beroperasi di Desa Sungai Keru, Tebo. Ribuan batang kayu sudah diolah di sawmil tersebut sebelum dipasarkan. Gambar diabadikan pekan lalu. Foto istimewa/batak pos.

Demikian benang merah tanggapan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Ir Sjafril Alamsyah (PNI-M) dan Sofyan Pangaribuan (PDIP) ketika diminta Batak Pos tanggapannya soal praktek pembalakan liar di Tebo, Jumat (13/6). Menurut Sjafril, Polda Jambi dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi harus meneliti ulang izin IPK yang dikantongi PT Mahoni Agrosentosa.

“Jika ijinnya sudah mati, praktek penebangan kayu dikawasan seluas 500 hektar itu adalah ilegal dan harus ditindak. Karena sekarang ini perusahaan sudah sulit mendapatkan IPK, apalagi IPK itu harus ijin Menteri Kehutanan RI. Praktek penebangan kayu itu boleh saja ilegal jika ijinnya palsu,”katanya.

Hal senada juga dikatakan Sofyan Pangaribuan anggota DPRD Provinsi Jambi daerah pemilihan Tebo-Bungo itu. Menurutnya, praktek ilegal logging di Provinsi Jambi kini masih marak. Oknum perusahaan kini banyak memanfaatkan masyarakat setempat untuk merambah hutan.

“Soal adanya praktek penebangan kayu yang dilakukan PT Mahoni Agrosentosa di Tebo, instansi terkait bisa saja memeriksa ijin pemanfaatan kayu (IPK) perusahaan tersebut. Karena menurut saya IPK saat ini sulit diperolah, namun kok masih ada perusahaan yang beraktifitas mengambil kayu!,”ujarnya.

Seperti diketahui, setiap harinya ribuan batang kayu log keluar dari areal dan dijadikan kayu jadi di sebuah sawmil (pabrik penggergajian kayu) di Desa Sungai Keru, Tebo milik Aheng dengan pelaksana dilapangan Eko. Aksi pembalakan liar di Tebo memperparah kondisi hutan Provinsi Jambi saat ini.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi, Feri Irawan mengatakan, seluas 2, 8 juta hektar kawasan hutan alam di Provinsi Jambi rusak akibat dieksploitasi. Kerusakan hutan itu disebabkan eksploitasi untuk lahan transmigrasi dan hutan produksi. Hingga kini eksploitasi hutan alam di Jambi tidak terkendali.

Disebutkan, ijin PT Mahoni Agrosentosa harus ditinjau ulang karena sekarang ijin pemanfaatan kayu sudah dibebukan di wilayah Tebo. Ada kemungkinan pemanfaatan kayu hutan yang dilakukan PT Mohoni Agrosentosa itu adalah ilegal. “Hingga kini aksi pembalakan liar di Tebo masih marak,”katanya.

Disebutkan, eksploitasi hutan di Jambi tidak saja untuk pembukaan lahan transmigrasi, namun juga untuk HPH, Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) oleh perusahaan. Eksploitasi hutan Jambi juga maraknya pembangunan perkebunan karet dan kelapa sawit tanpa prosedur yang benar. Ruk

Provinsi Jambi Kembangkan Ribuan Unit Keramba Apung

Jambi, Batak Pos
Guna mendongkrak perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran di Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi telah mengembangkan 7.600 unit keramba apung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Pengembangan keramba apung untuk ikan patin Jambi itu juga dilakukan pada tambak.Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi, Ir Herman Suherman kepada wartawan, Kamis (12/6) mengatakan, guna mendukung program tersebut pemerintah telah menyediakan 4 unit eskavator untuk membantu petani dalam pembuatan kolam tambak.

Dikatakan, untuk memasarkan produksi Ikan Patin Jambi, pemerintah telah melakukan kontrak kerjasama dengan PT Manggalindo untuk diekspor ke negara Amerika, Inggris dan Perancis. Selain itu juga telah dilakukan kerjasama dengan PT Finna dari Sekar Group.

"Pemerintah Provinsi Jambi masih menghadapi permasalahan dengan harga jual ditingkat petani yang masih berfluktuasi antara Rp. 7.000 s/d Rp. 8.000. Untuk itu juga telah dilakukan beberapa upaya, salah satunya adalah memacu tingkat konsumsi ikan di masyarakat,"katanya.

Disebutkan, Pemerintah Provinsi Jambi memiliki letak yang sangat strategis dalam pengembangan ikan Patin Jambi.

Selain berada di tengah Pulau Sumatera, juga dekat dengan kawasan segitiga pertumbuhan antara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand atau sering disebut dengan IMS-GT dan IMT-GT.

Sementara itu Pelaksana Tugas Sekda Provinsi Jambi, Syafruddin Effendi, SH menambahkan, daerah Provinsi Jambi yang memiliki luas 53.435 Km2 dengan wilayah administrasi terdiri dari 9 kabupaten dan 1 kota dengan jumlah penduduk mencapai 2,74 juta jiwa, sangat potensial untuk budidaya ikan Patin Jambi dalam meningkatkan perekonomian.

"Sejalan dengan perkembangan pembangunan tersebut, kondisi makro ekonomi Provinsi Jambi menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2006 lanjutnya, mencapai 5,9 persen dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 6,63 persen. Hal itu tidak terlepasdari program pemerintah dibidang perikanan,"katanya.

Disebutkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi ini tergambar dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku sebesar Rp. 29,652 Trilyun. Sementara angka pengangguran terus kita tekan melalui program ekonomi kerakyatan sehingga angka pengangguran terbuka menurun dari tahun sebelumnya menjadi 76.000 orang.

"Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dengan meningkatkan Upah Minimum Provinsi menjadi Rp. 658.000 pada tahun 2007,"katanya. ruk

Pembalakan Liar Masih Marak di Tebo

Jambi, Batak Pos
Pembalakan kayu secara liar di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi hingga kini masih marak. Bahkan sebuah perusahaan yang duduga tidak memiliki ijin pemanfaatan kayu (IPK) PT Mahoni Agrosentosa (MAS) membabat hutan di seluas 500 hektar di Desa Sungai Keru, Kabupaten Tebo.

Teks Foto : Babat : Hingga kini aktifitas PT Mahoni Agrosentosa masih terus berjalan Tebo. Padahal pemerintah setempat sudah tidak memberikan ijin IPK kepada perusahaan. Aparat Polda Jambi diminta untuk menyelidiki aktifitas perusahaan tersebut, karena diduga sudah ilegal. Foto istimewa/batak pos.

Setiap harinya ribuan batang kayu log keluar dari areal dan dijadikan kayu jadi di sebuah sawmil (pabrik penggergajian kayu) di Desa Sungai Keru, Tebo milik Aheng dengan pelaksana dilapangan Eko. Aksi pembalakan liar di Tebo memperparah kondisi hutan Provinsi Jambi saat ini.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi, Feri Irawan kepada Batak Pos, Kamis (12/6) mengatakan, seluas 2, 8 juta hektar kawasan hutan alam di Provinsi Jambi rusak akibat dieksploitasi. Kerusakan hutan itu disebabkan eksploitasi untuk lahan transmigrasi dan hutan produksi. Hingga kini eksploitasi hutan alam di Jambi tidak terkendali.

Disebutkan, ijin PT Mahoni Agrosentosa harus ditinjau ulang karena sekarang ijin pemanfaatan kayu sudah dibebukan di wilayah Tebo. Ada kemungkinan pemanfaatan kayu hutan yang dilakukan PT Mohoni Agrosentosa itu adalah ilegal. “Hingga kini aksi pembalakan liar di Tebo masih marak,”katanya.

Disebutkan, eksploitasi hutan di Jambi tidak saja untuk pembukaan lahan transmigrasi, namun juga untuk HPH, Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) oleh perusahaan. Eksploitasi hutan Jambi juga maraknya pembangunan perkebunan karet dan kelapa sawit tanpa prosedur yang benar.

Menurut Feri, kawasan hutan yang terbentang darinTaman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Barat dan Taman Nasional Berbak (TNB) wilayah Timur Provinsi Jambi, merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai tangkapan air dan sebagai tempat hidup fauna dan flora.
Dikatakan, laju kerusakan hutan di Provinsi Jambi tidak terbendung akibat kebijakan pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan khususnya keberadaan hutan alam. Kebijakan tampak dari masih terus terjadinya pengalihan fungsi hutan menjadi areal transmigrasi, perkebunan dan penebangan kayu untuk industri.

Menurut Feri, sejak otonomi daerah diberlakukan, alih fungsi hutan di Provinsi Jambi terus terjadi. Bahkan pengalihan hutan alam semakin tidak terkendali akibat kebijakan pemerintah kabupaten yang menjadikan sektor kehutanan dan perkebunan sebagai andalan sumber pendapatan daerah yang cepat dan mudah.

Ditambahkan, hingga saat ini sekitar 246.133 hektare kawasan hutan alam di Provinsi Jambi sudah berubah menjadi areal transmigrasi. Kemudian, hutan yang berubah fungsi menjadi perkebunan karet sekitar 558.570 hektare, kebun sawit (597.178 hektare), HPH (947.054 hektare), HPHTI (349.408 hektare) dan areal lahan tidur sekitar 110.917 hektare.

Menurutnya, kawasan hutan yang rusak dan beralih fungsi itu tidak hanya terdapat di kawasan hutan rakyat dan hutan alam, tetapi juga meluas ke kawasan hutan penyangga dan bagian taman nasional.

Seperti ribuan hektar kawasan TNKS akan dijadikan lahan pembangunan PLTA Kerinci. Selain itu juga terjadi di TNBD, TNB dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).

“Hingga Juni 2008 ini, 80 persen luas kawasan hutan di Provinsi Jambi rusak parah atau seluas 1,4 juta hektar. Kondisi hutan tersebut pun kian terancam jika eksploitasi hutan di daerah tidak dihentikan. Analisis data citra satelit mencatat 93.333 ha hutan Jambi lenyap setiap tahun. Hanya tersisa 22 persen hutan di Jambi,”katanya. ruk

Geliat Parawisata Jambi Ditengah Munculnya Tiga Hotel Berbintang

Jambi, Batak Pos
Geliat parawisata Provinsi Jambi akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Munculnya tiga hotel berbintang tiga di Provinsi Jambi menandakan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara negera ke Jambi meningkat. Hunian hotel berbintang juga semakin tinggi.

Bahkan minat investor untuk membangun hotel berbintang di kota sepucuk Jambi Sembilan lurah Provinsi Jambi terus berkembang. Dunia kepariwisataan di Provinsi Jambi diramaikan dengan munculnya tiga hotel berbintang tiga tersebut.

Dua hotel megah berbintang itu terletak di jantung Kota Jambi yakni Hotel Abadi Suite and Tower bintang empat dan Hotel Grand dengan klasifikasi hotel bintang tiga. Sedangkan satu unit Hotel Wiltop Bungo yang merupakan hotel bintang tiga terletak di Kabupaten Bungo.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Dyan Pramono Efendy kepada Batak Pos, Jumat (6/6) di ruang kerjanya. BPS mencatat dunia pariwisata di Provinsi Jambi setahun terakhir cukup meningkat.

Dyan menambahkan, tingkat hunian kamar (TPK) sejumlah hotel berbintang di Provinsi Jambi hingga bulan Mei 2008 mencapai 50,45 persen atau naik sekitar 11,69 persen dari bulan Maret 2008 lalu yakni 45,17 persen.

“TPK tertinggi terdapat pada hotel bintang tiga yaitu mencapai 63,64, serta terendah di hotel bintang dua mencapai sekitar 18,29 persen. Sementara untuk hotel bintang satu dan bintang empat sekitar 38,94 persen dan 49,46 persen,”ujarnya.

Dyan menjelaskan, jumlah tamu yang menginap menurut rasio tamu mancanegara terhadap tamu nusantara untuk hotel berbintang per bulan Maret 2008, sebagian besar tamu yang menginap berasal dari tamu nusantara sebanyak 13.913 orang. Sementara, 303 orang adalah tamu dari mancanegara, dengan rincian sebanyak 45 orang menginap di hotel bintang tiga dan 258 orang menginap di hotel bintang empat.

Dibanding pada Februari (2008) lalu, jumlah tamu mancanegara yang menginap berjumlah 347 orang, sedangkan tamu asal nusantara sebanyak 10.196 orang. Rasio tamu mancanegara masih dibawah satu karena industri perhotelan di Provinsi Jambi tahun 2008 masih didominasi oleh wisatawan nusantara.

Disebutkan, secara agregat, rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara di hotel berbintang pada bulan Maret 2008 mencapai 2,14 hari, lebih rendah 0,19 hari dari rata-rata lama menginap pada Februari 2008 yang mencapai 1,95 hari.

Menurut Dyan, munculnya tiga hotel berbintang baru itu diharapkan ikut meramaikan dunia pariwisata, serta mampu menambah jumlah kunjungan tamu yang datang ke Provinsi Jambi. Saat ini terdapat 12 hotel berbintang yang tersebar di Provinsi Jambi diantaranya 10 hotel berbintang berada di Kota Jambi dan dua hotel berbintang lainnya di Kabupaten Bungo.

Hotel berbintang empat di Kota Jambi diantaranya, Abadi Suite and Tower, Novotel, Tepian Ratu. Hotel bintang tiga adalah Hotel Abadi, Hotel Grand, Hotel Matahari bintang dua, Jambi Raya bintang satu, Hotel Marisa bintang satu, Hotel Harisman bintang satu dan Hotel Safera bintang satu. Sedangkan dua hotel berbintang lainnya di Kabupaten Bungo yakni Hotel Semagi bintang tiga dan Hotel Willtop bintang tiga. ruk

KPU Digugat Calon Perseorangan Rp 10,54 Miliar

Jambi, Batak Pos
Pasangan calon perseorangan (independent) pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Jambi, Agus Setyonegoro-Hilmi menggugat KPU Pusat dan KPUD Kota Jambi sebesar Rp 10,54 miliar karena ditolak mendaftar sebagai calon walikota pada Pilkada Kota Jambi 2008. Pasangan tersebut telah menyerahkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Agus Setyonegoro kepada wartawan, Jumat (6/6) mengatakan, pihaknya bersama advokasinya Ardiansyah SH dan Muhammadiyah SH telah mendaftarkan gugatan melawan hukum ke PN Jambi terhadap KPUD dan KPU pusat, Kamis (5/6).

Mereka menggugat delapan pihak, diantara tergugat pertama PKUD Kota Jambi melalui ketuanya Drs Badjuri M, tergugat kedua KPU Pusat (Ketua Abdul Hafiz Anshary) dan tergugat ketiga anggota KPU Pusat Abdul Aziz.

Menurut Agus, kedudukan dan pentingan hukum penggugat dari segi substansi hukum diantaranya peraturan KPU No.15 tahun 2008, tentang pedoman teknik tatacara pencalonan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dalam peratuan itu menyatakan bagi KPU provinsi, kabupaten dan kota yang bersangkutan dapat menerima pendaftaran pasangan calon perorangan, dengan ketentuan KPU setempat perlu menyesuaikan program, tahapan dan jadual penyelenggaraan Pilkada berdasarkan peraturan.

Akibat penolakan pendaftaran pencalonan perseorangan Agus Setyonegero dan Hilmi, maka penggugat dirugikan baik secara meterial maupun inmeterial yakni materialnya Rp 534,2 juta dan inmeterial Rp 10,54 miliar.

Tuntutan pasangan calon perseorangan itu ke PN Jambi adalah menerima dan mengabulkan gugutan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan malawan hukum, memerintahkan tergugat untuk melakukan rapat pleno KPU Kota Jambi kembali untuk membatalkan rapat pleno sebelumnya.

Memerintahkan tergugat pertama untuk melakukan rapat pleno yang pokoknya menerima pendaftaran calon perseoranga Agus Setyonegero dan Hilmi untuk maju mengikut Pilkada Kota Jambi.

Kemudian mereka juga meminta tergugat dua untuk melakukan suprevisi yang pokoknya mengakomodir calon perorangan dalam Pemilihan umum Walikota dan Wakil Walikota Jambi.
Serta minta tergugat ketiga untuk menyatakan bahwa nota dinas tertanggal 28 Mei 2008, kepada biro hukum sekretariat KPU untuk tidak diproses lanjut dan memerintahkan kembali biro hukum sekretariat KPU untuk segera membalas surat KPU Kota Jambi.

Panitera Muda (Panmud) Perdata PN Jambi, Andri SH, Jumat (6/6) mengatakan, pihaknya telah menerima langsung gugutan dari Agus Setyonegoro-Hilmi yang menggugat KPUD, KPU Pusat dan seorang anggota KPU Pusat ke Pengadilan Negeri Jambi.

Gugatan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi tersebut segera akan diproses sesuai aturan dan peraturan yang ada di pengadilan. ruk

Kesulitan Pemasaran, Jambi Bakar Ikan Patin 7 Ton

Jambi, Batak Pos

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi melakukan acara bakar ikan patin 7 ton secara massal di sepanjang Jalan A Yani, Telanaipura (depan kantor Gubernur Jambi) Sabtu (7/6). Kegiatan bakar ikan sepanjang 4,5 kilo meter yang direncanakan masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) diduga hanya sebagai seremonial belaka tanpa manfaat promosi pemasaran ikan patin.

Demikian dikemukakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Anti Korupsi (Jarak), M Hasan kepada wartawan, Jumat (6/6). Dia menilai acara seremonial itu mubajir karena rakyat dalam keadaan susah akibat kenaikan harga BBM.

Menurutnya, kegiatan yang seyogyanya dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Fredi Numberi, ternyata diwakilkan oleh Deputi Departemen Kelautan RI. Kegiatan bakar ikan patin itu juga tidak efisien untuk mendongkrak nilai jual ikan patin hasil petani keramba di Jambi.

Sementara itu, Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin mengatakan, produksi budidaya perikanan ikan Patin Jambi setiap tahunnya melebihi 12.156 Ton. Pemerintah Provinsi Jambi hingga kini masih kesulitan memasarkan ikan patin Jambi. Pemerintah menghimbau masyarakat Provinsi Jambi untuk mengkonsumsi ikan Patin Jambi guna mengatasi kelebihan produksi tersebut.

Menurut Zulkifli Nurdin, dengan kegiatan bakar massal ikan patin Jambi itu sebagai langkah untuk promosi ikan patin agar masyarakat Provinsi Jambi mengutamakan konsumsi ikan patin Jambi. Bakar ikan massal itu juga menjadi salah satu agenda wisata kuliner di Provinsi Jambi.

Disebutkan, persediaan ikan Patin Jambi terutama Patin Siam saat ini mengalami “over” kelebihan hasil panen. Akibatnya petani mengalami kesulitan dalam pemasaran patin. Gubernur Jambi menegaskan, dalam ,mengantisipasi dan untuk mengatasi kelebihan hasil panen ikan secara bersama-sama.

"Perlu dilakukan kordinasi antar instansi dalam pemasaran, baik ke pasar lokal maupun ke pasar Nasional dan internasional. Kita harus dapat melakukan promosi yang, baik dengan membuat suatu kemasan yang menarik pembeli (pekejing) agar dapat menembus pasar,"katanya.

Para perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai banyak karyawan juga dihimbau untuk mengonsumsi ikan patin. Seperti PT.WKS, PTP VI dan BUMN seperti perbankan. Juga membudayakan masyarakat mengonsumsi ikan dengan didahului gelar panggang patin terpanjang.

"Kita juga memberi makanan tambahan anak Sekolah Dasar (SD) dengan lauk pauk ikan patin. Dengan menempuh jalan seperti ini diharapkan petani ikan patin dapat terbantu dan bagi masyarakat juga akan terpenuhi gizi yang dibutuhkan. Kini harga patin di pasar jambi Rp 7000 pe kilogram,"katanya.

Kepala Dinas Perikanan Propinsi Jambi, Herman Suherman, mengatakan, di Jambi terdapat dua jenis ikan patin, yakni patin Siam dan patin Jambi. Untuk patin siam yang berkembang pesat sejak tahun 1999/2000-an hingga sekarang.

Menurut Herman, acara bakar ikan patin secara massal itu juga menyediakan hadiah hiburan berupa motor beberapa unit. Kegiatan bakar ikan patin massal itu diikuti berbagai instansi dari kalangan masyarakat se Provinsi Jambi.

"Saat ini keramba ikan patin mengalami perkembangan yang sangat pesat, yakni 2000 unit di Tangkit dan 1700 di Pudak, untuk total keseluruhan di Kota Jambi ada 4200 unit, meningkat 200%. Patin Siam dengan 4200 unit kolam kemampuan produksinya mencapai 18.500 ton per tahun atau 50,69 ton per hari,"katanya.

Sedang daya serap yang dipasarkan oleh petani hanya 6.424 ton per tahun, terjadi oper suplay (kelebihan hasil) sebesar 12.156 ton per tahun (33 ton per hari), dengan kondisi harga di Pudak dan Tangkit Rp.6.500 – Rp.7.000.- per kilonya. Sedangkan harga pakan mengalami kenaikan dari Rp.2.100.- dan sekarang mencapai Rp.4.500 per kilogram, sehingga petani belum menjual patinnya.ruk

Thursday, 5 June 2008

Presiden SBY Dijadwalkan Resmikan Jembatan Berbak

Jambi, Batak Pos
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan meresmikan Jembatan Berbak yang terdapat di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 29 Juni 2008 mendatang. Direktur Prasarana Wilayah Barat PU Pusat, Ir Ediyanto W Husaeni, Rabu (4/6) meninjau secara langsung persiapan peresmian jembatan yang dibiayai APBN murni 2003-2007 sebesar Rp 79,5 miliar.

Jembatan yang pembangunanya rampung tahun 2007 lalu, kini mulai membuka akses sarana penyeberangan, khususnya yang berada di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak. Jembatan ini direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden RI SBY pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Kepala Sub Bidang Prasarana Wilayah dan Tata Ruang Dinas Kimpraswil Provinsi Jambi, Ir Bernhard Panjaitan MM didampingi Kasatker Praswil, Ir Erwin Pakpahan kepada wartawan Rabu (4/6) mengatakan, akses jalan darat bagi masyarakat Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau dan Berbak menuju Kota Jambi telah terbuka.
‘’Kini jembatan ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.


Jadi aksesnya lebih mudah dengan jarak tempuh yang lebih dekat. Sejak pembangunan Jembatan Berbak sepanjang 360 meter lebar 9 meter itu banyak dampak positif yang dirasakan oleh warga. Diantaranya, mempermudah warga untuk mengangkut hasil pertaniannya guna jual di Kota Jambi,”katanya.

Disebutkan, selain mempermudah pengangkutan hasil alam, warga yang tinggal dipinggir sungai juga akan mengirit biaya trasportasi yang dikeluarkan sehingga jadwal pengiriman dan hasil pertanian yang akan dibawa lebih cepat sampai di Jambi.

Tujuan pembangunan Berbak juga membuka akses keterisolasian warga yang bermukim di pinggiran sungai. Kemudian akses produksi warga serta kemudahan tempuh menuju pelabuhan Muarasabak. Namun jalan tembus jembatan Berbak sepanjang 19 kilometer hingga kini belum diaspal.

“Jalan tersebut baru diaspal 6 kilo meter. Kita harapkan pemerintah pusat melalui APBN tahun anggaran 2009-2010 dapat mengalokasikan dana untuk pengaspalan jalan. Jembatan Berbak juga sebagai penunjang jembatan Batanghari II menuju wilayah Timur Provinsi Jambi,”katanya.

Menurut pencipta lagu Batak “Holong” dan “Dame” ini, pembangunan Jembatan Berbak dimulai pada Tahun 2003 dan selesai pada Tahun 2007 dengan biaya 79,468 milyar yang dibiayai oleh APBN Murni.
Jembatan itu membuka akses daerah terisolir disepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Batanghari ke Muara Pantai Timur. Kemudian membuka sentra-sentra produksi guna menunjang perekonomian penduduk dan menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).


Kemudian menunjang hasil produksi pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata dan lain-lain.Disebutkan, Ediyanto W Husaeni juga akan meninjau scara langsung jebatan Berbak dan Batanghari II. Kemudian meninjau jalan Lintas Timur Sumatera wilayah Provinsi Jambi. Selanjutnya mninjau jalan Tembesi-Sarolangun sepanjang 104 kilometer.

“Kita harapkan usai peninjauan tersebut, jalan Nasional Tembesi-Sarolangun, peningkatan jalannya sudah masuk masuk pada APBN 2008 sebesar Rp 100 miliar. Kini sudah persiapan tender proyek peningkatan jalan tersebut,”katanya. ruk