.

.
.

Wednesday, 31 March 2010

Kesadaran Lingkungan Dimuali dari Keluarga

Tahun Lingkungan Hidup GKPS 2010

Jambi, BATAKPOS

Peningkatan kesadaran lingkungan di tengah-tengah masyarakat harus dimulai dari keluarga. Tanpa kesadaran keluarga terhadap pelestarian lingkungan, program pelestarian lingkungan yang dicanangkan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) tahun 2010 dan juga program pelestarian lingkungan yang diprogramkan pemerintah tidak dapat berjalan dengan baik.

Dengan demikian seluruh warga jemaat GKPS, termasuk di jemaat GKPS Jambi dan Resort Jambi, diharapkan agar bias melakukan usaha-usaha nyata pelestarian lingkungan hidup mulai dari tengah keluarganya.

Demikian kesimpulan Ceramah Lingkungan Hidup (Sub Thema GKPS 2010) dengan pembicara Dosen Sekolah Tinggi Theologia Abdi Sabda Medan, Sumatera Utara, Pdt Jaharianson Saragih MTh, PHd dalam Synode GKPS Resort Jambi di GKPS Jemaat Jambi, Sabtu (27/3). Pada kesempatan itu Pdt Jaharianson Saragih mewakili Pimpinan Pusat GKPS.
Pdt Jaharianson Saragih MTh.

Menurut Pdt Jaharianson Saragih, perhatian dan kepedulian GKPS secara umum terhadap program pelestarian lingkungan hidup selama ini sudah banyak, mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat jemaat. Namun program-program pelestarian lingkungan hidup tersebut belum berhasil secara maksimal.

“Hal itu karena kurangnya pengawasan (monitoring) dan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan GKPS. Sejalan dengan itu, seluruh jemaat GKPS maupun pengurusnya GKPS dalam berbagai tingkatan diharapkan memfokuskan diri pada program pelestarian lingkungan hidup mulai tahun 2010 ini,”katanya.

Hal itu perlu mendukung program pemerintah dan Negara-negara di dunia guna menghindari dan mengatasi akibat kerusakan lingkungan, bencana alam, perubahan iklim demikian juga maraknya virus penyakit.

“Sangat terbuka kesempatan dalam menjalankan program pelestarian lingkungan sejalan dengan Tahun Lingkungan Hidup GKPS 2010, karena pemerintah juga memerlukan dukungan masyarakat guna menjalankan program pelestarian lingkungan,”ujarnya.

Salah satu program nyata yang dilakukan GKPS Pusat di Simalungun yakni membuat pertanian tanaman bahan pokok “obat-obatan”. Di GKPS Jemaat Jambi juga dimulai dari penanaman “apotik hidup” di lingkungan gereja.

Majelis Jemaat GKPS se Resort Jambi yang hadir pada Synode GKPS Resort Jambi sebanyak 67 orang dari GKPS Simpang TKA, Muarobungo, Suka Makmur, Sumbersari, Bangko, Pos PI GKPS Aurduri Kota Jambi dan GKPS Jambi.

Synode GKPS Resort Jambi dipimpin oleh Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Jhon Ricky Raymond Purba STh didampingi Vikaris Pdt Nurmalayanti br Sirait STh, Vikaris Defri Judika Purba STh, Pengurus GKPS Resort Jambi, St Jabangun Sitopu (Sekretaris), St DJ Girsang (Bendahara), St Meslan Saragih (anggota) dan St S br Damanik (anggota).

Pada kesempatan itu juga dilakukan periodesasi kepengurusan GKPS Resort Jambi Periode 2010-2015 yakni Pdt Jhon Ricky Raymond Purba STh (ketua), St Jabangun Sitopu (wakil ketua), St Meslan Saragih (Sekretaris), St R Purba (bendahara), St DJ Girsang (anggota) dan Sy AJ Damanik (anggota).

Harapan Jonasip Togatorop Menggapai Cita-cita Pupus Sudah

Kisah Kasus Penganiayaan Pelajar Hingga Gangguan Jiwa

Jambi, BATAKPOS

Tekad Jonasip Togatorop (17), pelajar Kelas III SMP 17 Sarolangun, Provinsi Jambi untuk melanjutkan pendidikannya kejenjang lebih tingi pupus sudah. Kesempatan putra tunggal pasangan H Togatorop dengan M br Lubis, warga Rt 08 Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP Senin 29 Maret 2010 hilang sudah.

Jangankan untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang Polisi, bahkan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya bagaikan mendulang air didaun talas. Cita dan harapan peraih Juara I catur Tingkat SD se Kabupaten Sarolangun itu pupus akibat gangguan jiwa pasca penganiayaan lima temas sekelasnya Sabtu 5 September 2009 lalu.Jonasip dirangkul ibunya M br Lubis. Foto-foto batakpos/rosenman manihuruk

Pasca pengeroyokan yang dilakukan lima teman sekelasnya yakni Dody Kurniawan bin Wagimin ( 7 Oktober 1994), Ilham Romaito bin Kembali Siregar ( 15 Des 1994), M Riska Al Hambali bin Zainal (21 Nop 1993), Bayu Saputra bin Sabeni (3 JUli 1995) dan M Lutvi bin Ibrahim (5 Agustus 1994), kejiwaan Jonasib labil.

Dari laporan korban kepada Polsek Sarolangun tertanggal 10 September 2009, No.pol.STPL/B1-55/IX/2009/Sri, lima orang terlapor diatas melakukan pemukulan kepada Jonasip sehingga mengalami luka memar dibagian kepala, lengan dan badan.

Kondisi korban juga diperkuat visum Dokter Rumah Sakit Umum Sarolangun. “Sebelumnya anak kami ini baik dan pintar di sekolah. Namun sejak penganiayaan yang dilakukan kelima teman sekolahnya di ruang kelas saat jam sekolah, anak kami ini jiwanya labil. Cita-citanya untuk jadi Polisi pupus sudah,” ujar H Togatorop dengan M br Lubis kepada BATAKPOS, Selasa pekan lalu.
Sederhana : Rumah H Togatorop/ M br Lubis di Rt 08 Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Penuturan M Boru Lubis, Jonasib anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara, merupakan harapan nama baik keluarga. “Saya terpukul sejak kejadian itu. Rasa saying saya kepadanya lebih dari dua kakak dan adiknya perempuan. Mungkin karena dia sendiri laki-laki. Sekarang apa daya, kondisi anak saya sudah begini. Sudah banyak utang guna perobatan Jonasip ini,”tutur M br Lubis dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga Sederhana

Keluarga H Togatorop /M br Lubis merupakan keluarga sederhana. H Togatorop hanya berprofesi sebagai penjual keripik dan kacang kupas keliling. Kemudian istrinya M br Lubis berprofesi sebagai pedagang pasar pagi di Pasar Bawah Sarolangun.

“Lihatlah rumah kami ini hanya sederhana. Pekerjaan kami juga hanya pedagang keliling. Kami harus berjuang untuk menyekolahkan tiga anak kami. Anak pertama saya Rosmei br Togatorop kini Kelas III SMK Sarolangun dan anak bungsu Magdalena Theresia kelas I SMP 17 Sarolangun,”ujarnya.

Keluarga H Togatorop /M br Lubis sudah berusaha keras guna menyembuhkan Jonasip dari penderitaannya. “Sekarang Jonasib berobat jalan. Obatnya mahal dan biaya untuk kesena kami kesulitan. Sertivikat tanah, rumah dan kenderaan motor sudah tergadai demi anak saya ini,”ucapnya.

M br Lubis memang sangat saying terhadap Jonasib. Menurut pengakuan ibunya, hingga kini Jonasib masih tidur sama dengan ibu dan kedua saudaranya perempuan.
Piagam : H Togatorop memperlihatkan piagam anaknya Jonasip Juara I Catur SD se Kabupaten Sarolangun.

Hal itu juga diakui Ketua PN Sarolangun, R Iswahyudi Widodo SH yang juga menjadi Hakim Tunggal sidang kasus tersebut.

“Selama persidangan, saya lihat Jonasib ini saying terhadap ibunya. Jonasib terus menangis dipangkuan ibunya saat ikut siding. Kalau saya melihat Jonasib ini tidak tega melihat ibunya berjuang keras untuk membiayai keluarga mereka. Saya lebih melihat itu selama proses persidangan,”ujar Iswahyudi Widodo.
Menuturkan : Orang tua Jonasip, H Togatorop/ M br Lubis saat menuturkan kronologis kasus penganiayaan anaknya kepada BATAKPOS di kediamannya, Selasa (23/3). Foto-foto batakpos/rosenman manihuruk

Putusan Sidang

Proses persidangan sudah usai. Kutipan putusan perkara pidana, Nomor :08/Pid.B/An/PN Sarolangun tertanggal 11 Maret 2010 oleh Hakim Tunggal Iswahyu Widodo SH dibantu Andi Maddumase SH sebagai Panitera Pengganti dan Henry Yoseph Kindangen SH sebagai Jaksa Penuntut Umum.

Kutipan putusan menyatakan, “memperhatikan Pasal 80 ayat (1) Undang-undang Nomor : 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, Undang-undang Nomor 03 tahun 1997, serta peraturan lain yang bersangkutan dengan perkara itu, menyatakan kelima terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat”.

PN Sarolangun menjatuhkan pidana kepada kelima terdakwa Dody Kurniawan, Ilham Romaito, M Riska Al Hambali, Bayu Saputra dan M Lutvi dengan pidana 5 bulan penjara dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika dikemudian hari ada perintah dalam putusan Hakim karena para terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana lain sebelum berakhir percobaan selama 10 bulan.

Menurut Iswahyu Widodo SH, awalnya keluarga kelima pelaku menempuh jalur perdamaian dengan dimediasi pihak SMP 17 Sarolangun. Namun pihak korban meminta biaya perdamaian Rp 70 juta, namun pihak keluarga terdakwa keberatan.
Ketua PN Sarolangun R Iswahyudi Widodo SH.

Disebutkan, putusan sidang sudah menjadi kekuatan hukum tetap karena jaksa tidak naik banding.

“Dari keterangan saksi-saksi dan saksi ahli dipersidangan, sakit mental Jonasip bukan akibat pengeroyokan kelima teman sekelasnya. Namun akibat gangguan jiwa secara predeposisi (genetic atau keturunan). Hasil visum dokter juga tidak menunjukkan memar di sekitar kepala,”katanya.

Menurut R Iswahyudi Widodo SH, jika keluarga korban tidak puas dengan putusan pengadilan tersebut, dirinya menganjurkan orang tua korban untuk menempuh jalur gugatan kepala kelima pelaku secara perdata.

“Karena ini menyangkut biaya pengobatan Jonasip hinga sembuh. Karena menurut saksi ahli, dokter Rumah Sakit Jiwa Jambi, gangguan jiwa Jonasip bisa disembuhkan asalkan menjalani pengobatan secara rutin. Jadi masalah biaya ini, orang tua korban dapat menempuh jalur gugatan perdata,”ujarnya.

Pihak Sekolah Lepas Tangan

Pihak sekolah SMP 17 Sarolangun terkesan lepas tangan dalam kasus penganiayaan tersebut. Hal itu karena pihak keluarga korban tidak mau berdamai dan meminta uang perdamaian diatas Rp 50 juta.

Wakil Kepala Sekolah SMP 17 Sarolangun, Hendi Santoro SPd saat dikonfirmasi BATAKPOS Selasa pekan lalu, mengatakan, pihaknya tidak lepastangan atas kasus tersebut.

“Kronologis kasus itu, saat jam istirahat sekolah Sabtu (5/9/09). Saat itu Jonasib meminta dirinya tidak diganggu di ruang kelasnya. Pengakuan Jonasib dirinya lagi emosi melihat keluarganya. Kemudian Jonasib mengusir murid lainnya dari ruangan. Namun murid lainnya tidak terima dan terjadi perkelahian di dalam kelas,”katanya.
Wakil Kepala Sekolah SMP 17 Sarolangun Hendi Santoro SPd.

Kemudian Ketua Kelas, Dody Kurniawan terlibat perkelahian dengan Jonasip. Melihat kejadian itu, empat kawan Dody melakukan pengeroyokan. Namun hari itu perkelahian itu diselesaikan di sekolah.

“Pengeroyokan itu tidak sampai parah. Kemudian Jonasib diantar seorang guru ke rumahnya. Senin besoknya pasca kejadian, Jonasip masih sekolah seperti biasa. Kemudian libur semester dua minggu. Usai libur, Jonasib masih sekolah,”kata Hendi Santoro.

Menurut Hendi, orang tua Jonasip tidak mau berdamai. Jikapun berdamai ibu Jonasip meminta biaya perdamaian Rp 50 juta lebih. “Mediasi perdamaian sudah kita atur, namun ibu Jonasip ngotot melaporkan kasus itu ke polisi hingga ke pengadilan. Jadi kita biarkan saja proses hokum yang terjadi,”katanya.

Atas permintaan orang tuanya, Jonasib keluara dari SMP 17 Sarolangun dengan alas an proses penyembuhan gangguan jiwa. Hendi Santoro menduga kalau gangguan jiwa Jonasip akibat keadaan orang tuanya yang kurang harmonis.


“Kami tidak mengeluarkan Jonasip dari sekolah, namun orangtuanya minta surat pindah. Jadi Jonasip tidak ikut UN SMP di sekolah ini. Jonasip merupakan anak pintar dan pendiam. Dia tidak pernah melakukan onar di sekolah,”kata Hendi. (rosenman manihuruk)

Empat Pasangan Cagub Jambi Lolos Tes Kesehatan

Jambi, BATAKPOS

Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada Gubernur Jambi Periode 2010-2015 lolos tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan fisik, interna, cardiologi, pulmotologi/sprirometri, mata, THT, bedah, ortopedi, saraf, obstretri ginekologi, gigi, kilit dan jiwa.

Dari hasil pemeriksaan Tim Dokter RSUD Raden Mattaher Jambi ke empat pasangan calon dinyatakan sehat dan telah teruji dan dapat menjalankan tugas selaku kepala dan wakil kepala daerah.

Tes kesehatan merupakan salah satu syarat untuk untuk mengikuti Pilkada Gubernur Jambi 19 Juni 2010 mendatang. Hal itu sesuai dengan Pasal 59 huruf e UU tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil, Pasal 9,10, 11 Peraturan KPU No 68 Tahun 2009 tentang pedoman teknis pencalonan kepala daerah dan wakil.

Demikian penjelasan Ketua Pokja Pemilihan Gubernur Provinsi Jambi Periode 2010-2015 KPUD Provinsi Jambi, Azhar Mulia SE kepada wartawan di KPU Jumat (26/3) siang.

Disebutkan, hasil tes kesehatan itu dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi yang ditandatangani koordinator tim penilai Dr H.M. Jufri Makmur Sp.PD.

Pemeriksaan dilakukan selama dua hari kepada para calon yakni Hasan Basri Agus (HBA) -Fachrori Umar, Zulfikar Achmad (ZA) – Ami Taher, Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro dan pasangan Madjid Muaz- Abdulah Hich. ruk

BKSDA Turunkan Tim Halau Harimau Masuk Pemukiman

Jambi, BATAKPOS

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi akan bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk menghalau Harimau Sumatera (panthera tigris Sumatrae) yang masuk ke pemukiman penduduk di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Harimau Sumatera dua bulan terakhir sering muncul di permukiman warga. Hingga saat ini belum ada korban jiwa manusia. Hanya sejumlah ternak, seperti ayam, anjing dan kambing sudah banyak yang mati dimangsa harimau.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Didi Wuryanto

Kamis (25/3) mengatakan, kini Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) BKSDA sudah diturunkan guna menghalai harimau tersebut.

Menurut Didi, dari laporan Kepala Desa (Kades) Muara Imat, Ali Akbar, sejak Desember 2009 lalu, Harimau Sumatera sering muncul di permukiman warga. Harimau yang sering masuk kampung itu ada 3 ekor. Harimau memangsa ternak warga.

Laporan Camat Batang Merangin, Tito Rivano, juga membenarkan adanya harimau masuk kampung dan mengusik ketenangan warga. Beberapa bulan lalu harimau itu berkeliaran di sekitar Desa Bedeng-V dan Bedeng-XII. Seminggu terakhir mucul di Desa Muara Imat.

Menurut Didi, tim TNKS di lapangan sudah ada, dan SPORC) BKSDA Jambi akan membantu tim tersebut. Pihak TNKS telah mengirimkan tim tiger untuk mengusir harimau masuk ke dalam hutan, sehingga tidak masuk ke pemukiman warga lagi.

Didi Wuryanto menambahkan, Harimau Sumatera telah menelan korban yakni Darmilus (25), warga Desa Sponjen, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, hingga tewas pada Senin dinihari (22/3).

Darmilus tewas seketika akibat luka serius diterkam harimau saat mencari ikan di pinggiran kawasan hutan tersebut. Kasus harimau menerkam warga ini merupakan kali kedua selama Maret ini.

Sebelumnya, beberapa pekan lalu dalam bulan Maret, kejadian serupa juga menimpa korban M Ishak (37) warga Kumpeh Ulu, Kabupaten Muraojambi, Provinsi Jambi saat sedang mencari kayu gaharu di hutan setempat.

Ishak berhasil selamat dari maut saat diterkam harimau dan hanya menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya dan tangan kanannya patah akibat digigit binatang buas tersebut.

Korban Ishak setelah kejadian itu langsung dibawa dan dirawat di rumah sakit umum Raden Mattaher Jambi secara intensif. ruk

Gubernur Jambi Minta Sara Jangan Obyek Politik

Pilgub Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin meminta tim sukses empat pasangan calon Gubernur Jambi Periode 2010-2015 agar jangan menjadikan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) jadi obyek politik Pilkada. Dirinya meminta agar masyarakat Provinsi Jambi yang majemuk tetap aman dan damai hidup berdampingan.

Peryataan itu dikatakan Zulkifli Nurdin menjawab BATAKPOS saat menghadiri deklarasi pasangan cagub Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro di Gedung Olah Seni (GOS) Kotabaru Jambi, Rabu (24/3).

Mengingat pasangan cagub yang diusung partai koalisi PDI-P, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) RepubliKan, Partai Barisan Nasional, dan PKPB adalah etnis Batak-Jawa, Gubernur Jambi meminta agar tidak terjadi pengkotakan etnis di Provinsi Jambi.

“Kita mengatahui kalau pasangan ini merupakan etnis Batak dan Jawa. Jadi jangan ada tendensi terhadap SARA. Karena itu dapat menciptakan ketidak harmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Kita semua merupakan masyarakat Jambi yang terdiri dari berbagai etnis. Jiwa Nasionalis harus dijunjung tinggi,”katanya.

Pengamatan BATAKPOS menunjukkan, budaya etnis Batak, Jawa, Tionghoa dan Melayu tampil pada acara deklarasi pasangan tersebut. Hadirnya budaya Reok Ponorogo, Tarian Tortor dan Lagu Batak, serta Barongsai merupakan wujud keragaman budaya Indonesia.Deklarasi itu dihadiri sekitar 5 ribu massa etnis Batak, Jawa, Tionhoa dan Melayu Jambi.

Cagub Dr Ir H Safrial M Siregar lahir di Merlung, Tanjung Jabung Barat 22 Nopember 1958. Kini menjabat sebagai Bupati Tanjabar. Istrinya bernama Hj Cici Halimah yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Tanjabar. Safrial M Siregar anak dari pasangan (Alm) H Khairudin Siregar dengan (Alm) Suryah.

Cawagub Drs Agus Setyanegoro lahir di Klaten 4 Agustus 1967 dari pasangan (Alm) Wusono Joko Suwarno dengan (Almh) Siti Masitoh. Kini kerja sebagai Dosen FKIP Universitas Jambi. Istrinya bernama Lelia Budiati SH MH (PNS Inspektorat Provinsi Jambi). ruk

Wawancara : Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin saat diwawancarai wartawan disela-sela acara deklarasi pasangan Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro di Gedung Olah Seni (GOS) Kotabaru Jambi, Rabu (24/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Pasangan : Pasangan Cagub jambi H Safrial M Siregar (kiri) dengan Agus Setyonogoro didampingi istri saat pamitan kepada pendukungnya usai deklarasi di Gedung Olah Seni (GOS) Kotabaru Jambi, Rabu (24/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Dua Pasangan Cagub Tes Kesehatan

Jambi, BATAKPOS

Dua pasangan calon Gubernur Jambi Periode 2010-2015 Pilkada 19 Juni 2010 yakni Hasan Basri Agus (HBA) -Fachrori Umar dan dan Zulfikar Achmad (ZA) – Ami Taher, mejalani general medical check up di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Jambi, Rabu (24/3).

Pasangan HBA – Fahrori tiba di Rumah Sakit tepat pukul 08.30 WIB, atau terlambat 30 menit dari jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Jambi. Setengah jam kemudian, pasangan ZA – Ami menyusul tiba di rumah sakit yang sama.

Menurut Dirut Pemenangan HBA – Fahrori, Asnawi Nasution, pemeriksaan tidak dilakukan secara umum, namun keseluruhan, karena sudah ditetapkan oleh KPUD Jambi.

Disebutkan, pemeriksaan diperkirakan akan berlangsung lama, karena aspek pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fisik luar sampai ke dalam. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Direktur Rumah Sakit Dr. H. Ali Imron, dan diawasi oleh Panwaslu Provinsi Jambi.

Daftar ke KPU Jambi

Sementara itu asangan cagub lainnya yakni Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro Rabu (24/3) mendaftar ke KPUD Provinsi Jambi. Usai deklarasi, pasangan yang diusung lima partai koalisi PDI-P, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) RepubliKan, Partai Barisan Nasional, dan PKPB ini optimis meraup suara lebih Pilkada Gubernur Jambi 19 Juni 2010 mendatang.

Kemudian pasangan cagub Madjid Muaz- Abdulah Hich juga mendaftarkan diri ke KPUD Provinsi Jambi, Rabu (24/3). Keduanya beserta massa simpatisan menuju KPUD Jambi Jl. A Thalim No 35 Telanaipura Jambi dengan berjalan kaki dari Broni Jambi.

2.219.849 Pemilih

Sementara daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jambi Periode 2010-2015 yang digelar 19 Juni 2010, mencapai 2.219.849 pemilih.

Anggota KPUD Provinsi Jambi, Kasrianto mengatakan, jumlah pemilih masih memungkinkan untuk bertambah atau sebaliknya bisa juga berkurang. 'Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPU Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi terjadi penambahan jumlah pemilih dibandingkan jumlah pemilih pada Pemilu Presiden yang hanya tercatat 2.198.902. ruk

Thursday, 25 March 2010

Kel H Togatorop/ M br Lubis Menuntut Keadilan

Kasus Penganiayaan Pelajar SMP 17 Sarolangun

Jambi, BATAKPOS

Kasus penganiayaan Jhon Nasib Togatorop (17) pelajar kelas III SMP 17 Sarolangun, Provinsi Jambi oleh lima pelajar sekelasnya berujung pada cacat mental. Akibat dari penganiayaan tersebut, orang tua korban H Togatorop/ M br Lubis sedikitnya telah mengeluarkan uang sekitar Rp 30 juta untuk biaya pengobatan anaknya yang divisum dokter geger otak.

Jonasib Togatorop didampingi ibunya M br Lubis saat ditemua BATAKPOS di Rumahnya, Sarolangun, Selasa (23/3/2010). Foto-foto Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih HP 0812 7477587

Namun lima pelaku yang masih berstatus pelajar, Dodi Kurniawan (17), Ilham Ramaito (17), M Riska Ilhambali (17), Bayu Saputra (17) dan M Lufti hanya diganjar hukuman 5 bulan tahanan luar oleh Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun.

Opini tentang kasus ini sempat masuk kepada SMS interaktif BATAKPOS edisi Senin (15/3/10) dari keluarga korban di Bekasi. Kemudian surat terkait kasus ini juga masuk ke meja redaksi BATAKPOS, Rabu (16/3). Kemudian BATAKPOS menelusuri informasi tentang kasus penganiayaan yang berujung pada cacat mental tersebut.

BATAKPOS menemukan nomor kontak ibu korban yakni M br Lubis. Dalam wawancara BATAKPOS Rabu (16/3/10) sore menyebutkan, kasus penganiayaan tersebut bermula saat korban Jhon Nasib Togatorop (17) mendapat gangguan pemalakan dari rekan sekelasnya.
Rumah Kel Jonasib sederhana.

“Ma saya pindah aja dari sekolah itu. Saya sering dipalak oleh kawan sekelas, merek ada lima orang. Saya tidak tahan ma. Pindahkan saja saya dari sekolah itu. Saya sudah tidak tahan lagi,” ujar Jhon, seperti dikutip M Lubis menuturkan keluhan dan kronologis yang dialami anaknya tersebut.

Kemudian M Lubis menganjurkan anaknya untuk tidak melawan kepada lima teman sekelasnya yang sering mengganggunya. Namun karena tidak tahan dengan perlakuan kelima pelajar sekelasnya itu, Jhon memilih untuk mogok sekolah.
Ayah dan Ibu Jonasib bersama di rumahnya.

Selanjutnya ibunda John, M Lubis membicarakan hal itu kepada salah satu guru di SMP 17 Sarolangun yakni Gunawan. Gunawan berjanji mendamaikan masalah tersebut antara Jhon dengan kelima teman sekelasnya.

Namun kelima pelajar itu Dodi Kurniawan (17), Ilham Ramaito (17), M Riska Ilhambali (17), Bayu Saputra (17) dan M Lufti justru mengancam Jhon N Togatorop untuk dikeroyok karena melaporkan perlakuan mereka kepada guru.

Saat pulang sekolah, tepatnya tanggal 5 September 2009, Jhon N Togatorop dikeroyok kelima pelajar tersebut hingga lebab disekujur tubuh dan kepala. Kemudian ibu korban, membawa Jhon N ke rumah sakit Sarolangun untuk divisum tanggal 8 September 2009.

Habis Rp 30 Juta

Hasil visum dokter menunjukkan kalau Jhon N Togatorop mengalami luka memar di belakang kepala. Sejak kejadian itu, Jhon N Togatorop mengalami gangguan mental. Dia sering bicara ngelantur dan kadang-kadang bingung.

Menuturkan : Orang tua Jonasip, H Togatorop/ M br Lubis saat menuturkan kronologis kasus penganiayaan anaknya kepada BATAKPOS di kediamannya, Selasa (23/3/2010). Foto batakpos/rosenman manihuruk

“Anak saya kini sudah cacat mental. Saya sudah bawa ke Rumah Sakit Jiwa Jambi dan dirawat selama 12 hari di sana. Kemudian ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi dan dirawat selama 4 hari. Sekarang juga masih berobat jalan. Obatnya cukup mahal. Saya sudah habis sekitar Rp 30 juta untuk biaya perobatan anak saya ini,”kata M br Lubis lirih.
Ayah Jonasip menunjukkan sertivikat Jonasib Juara Umum Catur Tingkat SD se Kabupaten Sarolangun.

Selama proses perbatan, keluarga H Togatorop/ M br Lubis melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Sarolangun. Kasus ini ditangani oleh penyidik Budi Sirait. Dalam kondisi gangguan mental, Jhon N Togatorop diinterogasi penyidik Polsek Sarolangun.

“Saya tidak boleh ikut mendampingi anak saya diperiksa. Saya cuman bias ngintip dari kaca saat anak saya diinteogasi. Saya lihat anak saya geleng-geleng kepala. Saat saya ingin menayakan hal itu, polisi marah dan menutup pintu dengan kuat. Kami diperlakukan tidak adil. Dua diantara pelaku merupakan anak orang kaya di Sarolangun. Kami curiga polisi sudah “diatur”, “ujar M br Lubis warga Jl SMA Beringin sari Rt 08 Sarolangun.

Kasus tersebut lanjut hingga ke persidangan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Sarolangun adalah Henry Yosef Indangen dan Hakim Ketua PN Sarolangun yang menangani kasus ini yakni hakim Triswan Yudodo.

Keluarga korban, H Togatorop/ M br Lubis tidak didampingi pengacara karena tidak memiliki biaya. Dalam sidang putusan di PN Sarolangun Kamis (11/3/2010), kelima terdakwa Dodi Kurniawan (17), Ilham Ramaito (17), M Riska Ilhambali (17), Bayu Saputra (17) dan M Lufti (17) divonis 5 bulan penjara. Namun karena alasan pelajar dan menjelang ujian, kurungan kelima terdakwa ditangguhkan.

“Mana keadilan dinegeri ini. Anak saya sudah cacat mental, namun pelaku penganiayaan justru divonis 5 bulan, tapi tidak ditahan. Penegak hukum di Sarolangun ini tidak adil. Kita mencari keadilan di negeri ini. Setahu saya, sudah ada tiga pelajar orang Batak yang cacat mental akibat dianiaya di Sarolangun. Dua pelajar di SMP 12 Sarolangun. Melalui Koran BATAKPOS semoga ada yang memperdulikan kami, khususnya untuk mengobati anak saya ini,”kata M br Lubis.

Kasus Penganiayaan

Kel H Togatorop/ M br Lubis Berencana Menggugat Lima Pelaku

Sarolangun , BATAKPOS

Kasus penganiayaan Jonasip Togatorop (17) pelajar kelas III SMP 17 Sarolangun, Provinsi Jambi oleh lima pelajar sekelasnya yang berujung korban cacat mental, kini belum berakhir. Setelah Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun memponis kelima pelaku 5 bulan percobaan, orang tua korban H Togatorop/ M br Lubis berniat untuk menggugat kelima pelaku secara perdata.

Langkah itu dilakukan orang tua korban H Togatorop/ M br Lubis karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak melanjutkan banding. Orang tua korban mencari keadilan dengan menggugat kelima pelaku karena butuh biaya untuk penyembuhan anaknya.

Sementara kelima pelaku yang masih berstatus pelajar, Dodi Kurniawan (17), Ilham Ramaito (17), M Riska Ilhambali (17), Bayu Saputra (17) dan M Lufti kini tidak ditahan.

Demikian penuturan orang tua korban H Togatorop/ M br Lubis kepada BATAKPOS, Selasa (23/3) saat ditemui dikediamannya di Jl SMA Beringin Sari Rt 08 Pasar Bawah Sarolangun.

“Kami ingin mencari keadilan demi anak saya. Tapi kami tak punya biaya. Semua oknum aparat sudah tidak berpihak pada kami. Padahal kondisi anak saya Jonasip ini masih berobat jalan. Kami akan menggugat kelima pelaku. Karena kami sudah banyak utang untuk biaya perobatan anak saya ini,”katanya.

Ketua PN Sarolangun, R Iswahyudi Widodo SH

Ketua PN Sarolangun, R Iswahyudi Widodo SH yang juga menjadi Hakim Ketua sidang kasus tersebut kepada BATAKPOS di ruang kerjanya, Selasa (23/3) mengatakan, putusan sidang sudah menjadi kekuatan hukum tetap karena jaksa tidak naik banding.

“Dari keterangan saksi-saksi dan saksi ahli dipersidangan, sakit mental Jonasip bukan akibat pengeroyokan kelima teman sekelasnya. Namun akibat gangguan jiwa secara predeposisi (genetic atau keturunan). Hasil visum dokter juga tidak menunjukkan memar di sekitar kepala,”katanya.

Wakil Kepala Sekolah SMP 17 Sarolangun Hendi Santoro Spd

Menurut R Iswahyudi Widodo SH, jika keluarga korban tidak puas dengan putusan pengadilan tersebut, dirinya menganjurkan orang tua korban untuk menempuh jalur gugatan kepala kelima pelaku secara perdata.

“Karena ini menyangkut biaya pengobatan Jonasip hinga sembuh. Karena menurut saksi ahli, dokter Rumah Sakit Jiwa Jambi, gangguan jiwa Jonasip bisa disembuhkan asalkan menjalani pengobatan secara rutin. Jadi masalah biaya ini, orang tua korban dapat menempuh jalur gugatan perdata,”ujarnya. (Rosenman Manihuruk HP 0812 7477587)

Gubernur Jambi Minta Sara Jangan Obyek Politik

Pilgub Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin meminta tim sukses empat pasangan calon Gubernur Jambi Periode 2010-2015 agar jangan menjadikan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) jadi obyek politik Pilkada. Dirinya meminta agar masyarakat Provinsi Jambi yang majemuk tetap aman dan damai hidup berdampingan.

Peryataan itu dikatakan Zulkifli Nurdin menjawab BATAKPOS saat menghadiri deklarasi pasangan cagub Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro di Gedung Olah Seni (GOS) Kotabaru Jambi, Rabu (24/3/10).
Pasangan : Pasangan Cagub jambi H Safrial M Siregar (kiri) dengan Agus Setyonogoro didampingi istri saat pamitan kepada pendukungnya usai deklarasi di Gedung Olah Seni (GOS) Kotabaru Jambi, Rabu (24/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Mengingat pasangan cagub yang diusung partai koalisi PDI-P, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) RepubliKan, Partai Barisan Nasional, dan PKPB adalah etnis Batak-Jawa, Gubernur Jambi meminta agar tidak terjadi pengkotakan etnis di Provinsi Jambi.

“Kita mengatahui kalau pasangan ini merupakan etnis Batak dan Jawa. Jadi jangan ada tendensi terhadap SARA. Karena itu dapat menciptakan ketidak harmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Kita semua merupakan masyarakat Jambi yang terdiri dari berbagai etnis. Jiwa Nasionalis harus dijunjung tinggi,”katanya.

Wawancara : Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin saat diwawancarai wartawan disela-sela acara deklarasi pasangan Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro di Gedung Olah Seni (GOS) Kotabaru Jambi, Rabu (24/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Pengamatan BATAKPOS menunjukkan, budaya etnis Batak, Jawa, Tionghoa dan Melayu tampil pada acara deklarasi pasangan tersebut. Hadirnya budaya Reok Ponorogo, Tarian Tortor dan Lagu Batak, serta Barongsai merupakan wujud keragaman budaya Indonesia.Deklarasi itu dihadiri sekitar 5 ribu massa etnis Batak, Jawa, Tionhoa dan Melayu Jambi.

Cagub Dr Ir H Safrial M Siregar lahir di Merlung, Tanjung Jabung Barat 22 Nopember 1958. Kini menjabat sebagai Bupati Tanjabar. Istrinya bernama Hj Cici Halimah yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Tanjabar. Safrial M Siregar anak dari pasangan (Alm) H Khairudin Siregar dengan (Alm) Suryah.

Cawagub Drs Agus Setyanegoro lahir di Klaten 4 Agustus 1967 dari pasangan (Alm) Wusono Joko Suwarno dengan (Almh) Siti Masitoh. Kini kerja sebagai Dosen FKIP Universitas Jambi. Istrinya bernama Lelia Budiati SH MH (PNS Inspektorat Provinsi Jambi). ruk

Dua Pasangan Cagub Tes Kesehatan

Jambi, BATAKPOS

Dua pasangan calon Gubernur Jambi Periode 2010-2015 Pilkada 19 Juni 2010 yakni Hasan Basri Agus (HBA) -Fachrori Umar dan dan Zulfikar Achmad (ZA) – Ami Taher, mejalani general medical check up di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Jambi, Rabu (24/3).

Pasangan HBA – Fahrori tiba di Rumah Sakit tepat pukul 08.30 WIB, atau terlambat 30 menit dari jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Jambi. Setengah jam kemudian, pasangan ZA – Ami menyusul tiba di rumah sakit yang sama.

Menurut Dirut Pemenangan HBA – Fahrori, Asnawi Nasution, pemeriksaan tidak dilakukan secara umum, namun keseluruhan, karena sudah ditetapkan oleh KPUD Jambi.

Disebutkan, pemeriksaan diperkirakan akan berlangsung lama, karena aspek pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fisik luar sampai ke dalam. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Direktur Rumah Sakit Dr. H. Ali Imron, dan diawasi oleh Panwaslu Provinsi Jambi.

Daftar ke KPU Jambi

Sementara itu asangan cagub lainnya yakni Safrial M Siregar-Agus Setyonogoro Rabu (24/3) mendaftar ke KPUD Provinsi Jambi. Usai deklarasi, pasangan yang diusung lima partai koalisi PDI-P, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) RepubliKan, Partai Barisan Nasional, dan PKPB ini optimis meraup suara lebih Pilkada Gubernur Jambi 19 Juni 2010 mendatang.

Kemudian pasangan cagub Madjid Muaz- Abdulah Hich juga mendaftarkan diri ke KPUD Provinsi Jambi, Rabu (24/3). Keduanya beserta massa simpatisan menuju KPUD Jambi Jl. A Thalim No 35 Telanaipura Jambi dengan berjalan kaki dari Broni Jambi.

2.219.849 Pemilih

Sementara daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jambi Periode 2010-2015 yang digelar 19 Juni 2010, mencapai 2.219.849 pemilih.

Anggota KPUD Provinsi Jambi, Kasrianto mengatakan, jumlah pemilih masih memungkinkan untuk bertambah atau sebaliknya bisa juga berkurang. 'Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPU Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi terjadi penambahan jumlah pemilih dibandingkan jumlah pemilih pada Pemilu Presiden yang hanya tercatat 2.198.902. ruk

Ribuan Warga di 9 Kecamatan Sarolangun Membutuhkan Bantuan

Sarolangun , BATAKPOS

Ribuan warga korban banjir di sembilan kecamatan di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi (180 Km dari Kota Jambi) membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. Kini banyak warga membuat posko sendiri ditepi jalan dan meminta-minta bantuan kepada kenderaan yang melintas. Hingga Selasa (23/3) bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun belum juga turun.

Korban banjir akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan tiga anak Sungai Batanghari (Sungai Batang Limun, Sungai Batang Merangin dan Sungai Batang Tembesi) meluap, terdapat di Kecamatan Sarolangun, Bathin VIII, Mandiangin, Pauh, Air Hitam, Batang Asai, Cermin Nan Gedang, Pelawan, dan Kecamatan Limun.
Banjir di Desa Mandiangin. Foto Asenk Lee Saragih HP 0812 7477587


Pengamatan BATAKPOS di Desa Pauh, Desa Ladang Panjang, Bathin VIII, Air Hitam Selasa (23/3/2010) menunjukkan, selain merendam rumah warga, banjir juga merendam ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Bahkan banjir sempat memutuskan jalur tranportasi Jambi-Sarolangun sejak Minggu hingga Senin siang.

Korban banjir di Kecamatan Limun yakni di Desa Muara Limun, Pulau Pandan, dan beberapa desa lainnya kini membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. Tampak warga meminta-minta disepanjang jalan di di Desa Tendah dan Desa Jati, Kecamatan Cermin Nan Gedang.

Warga korban banjir yang meminta-minta juga tampak di Kecamatan Pauh yakni di Desa Pangedaran, Karmen, Batu Kucing, Batu Ampar, Kelurahan Pauh, Desa Samaran, Desa Pangkal Bulian dan Desa Kasang Melintang.

Camat Pauh, Dra Enadarlita menyebutkan, wilayahnya mengalami banjir cukup parah. Banjir merendam 193 hektar lahan pertanian dan 118 rumah warga di Desa Pangkal Bulian dan Kelurahan Pauh terendam.

Sementara itu, Camat Sarolangun Drs Junaidi mengaku warganya kini membutuhkan bantuan dari pemerintah setempat. Hingga Selasa (23/3) bantuan belum ada yang datang dari pemerintah setampat. ruk

Beredar Kunci Jawaban UN Palsu di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Para peserta Ujian Nasional SMA sederajat di Kota Jambi dibuat bingung karena beredarnya kunci jawaban UN palsu dikalangan pelajar. Bahkan kunci jawaban tersebut dipatok harga Rp 5 juta per satu bidang studi. Namun tidak diketahui pasti dari mana asal pesan singkat lewat HP kunci jawaban palsu tersebut.

Triyana, peserta UN SMA 6 Kota Jambi kepada BATAKPOS, Senin (22/3) mengatakan, dirinya sempat menerima pesan singkat kunci jawaban tersebut dari teman-temannya. Namun dirinya tidak percaya akan kunci jawaban palsu tersebut.

Tinjau UN : Walikota Jambi dr Bambang Priyanto (tengah) didampingi Wakil Walikota Jambi Sum Indra (paling kiri) saat meninjau pelaksanaan UN SMA hari pertama (Bahasa Indonesia) di SMA 1Kota Jambi, Senin (22/3). Tampak Walikota melihat daftar peserta UN di pintu masuk ruangan. Foto batakpos/rosenman manihuruk.

“Banyak juga pesarta UN menerima pesan singkat kunci jawaban tersebut. Namun peserta cuek aja, karena kunci jawaban itu dinilai palsu. Saya mengikuti UN dengan persiapan sendiri saja, tanpa mengandalkan kunci jawaban dari orang lain. Percaya diri aja dengan pengetahuan sendiri,”katanya.

Walikota Jambi dr Bambang Priyanto didampingi Wakil Walikota Jambi Sum Indra saat meninjau pelaksanaan UN SMA hari pertama di SMA 1, SMA 5, SMK 1 Kota Jambi dan SMA Feri Ferdi Kota Jambi, Senin (22/3) membantah beredarnya kunci jawaban UN palsu tersebut.

Dirinya meminta para peserta UN agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dapat mengganggu konsentrasi peserta UN. “Isu beredarnya kunci jawaban UN palsu itu tidak benar. Itu hanya ulah oknum-oknum yang ingin mengacaukan UN.

Jumlah peserta UN hari pertama dengan bidang studi Bahasa Indonesia di Kota Jambi berjumlah 5456 peserta di 55 sekolah. Sementara UN SMA sederajat di Provinsi Jambi berjumlah 25.007 peserta yang melaksanakan ujian di 349 sekolah.

Kota Jambi 55 sekolah 5456 peserta, Kota Sungai Penuh 12 sekolah 1992 peserta, Kabupaten Kerinci 22 sekolah 1805 peserta, Kabupaten Merangin 34 sekolah 2411 peserta, Sarolangun 38 sekolah 1995 peserta, Bungo 31 sekolah 2350 peserta, Tebo 30 sekolah 1786 peserta, Batanghari 26 sekolah 1599 peserta, Muarojambi 31 sekolah 1870, Tanjabar 39 sekolah 2180 peserta dan Kabupaten Tanjabtim 25 sekolah 1563 peserta. ruk

Sekda Provinsi Jambi : PNS Jangan Jadi “Umpan Peluru” Cagub

Jambi, BATAKPOS

Sekda Provinsi Jambi AM Firdaus menegaskan kalau Pegawai Negeri Sipil (PNS) kini marak jadi “umpan peluru” para kandidat calon gubernur Jambi pada Pilkada 19 Juni 2010 mendatang. Empat cagub yang kini menjabat bupati aktif diduga menjadikan PNS sebagai “mesin” pengerahan massa demi mempertaruhkan jabatan.

“Sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, Pemilukada akan dilaksanakan 19 Juni 2010 mendatang. Saya minta PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi agar tetap menjaga netralitas,”kata AM Firdaus Senin (22/03) saat menjadi pembina upacara di lingkungan Kantor Gubernur Jambi.

Libatkan PNS : Calon Gubernur Jambi, H Safrial Siregar yang kini menjabat Bupati Tanjung Jabung Barat ikut memperkenalkan staf PNS di Lingkungan Pemkab Tanjabar yang ikut menjadi tim suksesnya di Pesta Bona Taon Sinaga Kota Jambi Februari lalu. Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Menurutnya, tahapan-tahapan Pemilukada saat ini telah dimulai, sehubungan dengan itu selaku PNS diminta untuk tidak ikut-ikutan menjadi tim sukses dari masing-masing pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, namun harus tetap ikut mensukseskan penyelenggaraan Pemilukada tersebut.

“Karena bila sampai kedapatan ada PNS yang ikut menjadi tim sukses, apalagi sampai menjadi laporan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), maka kepada yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,”katanya.

Penelusuran BATAKPOS menunjukkan, sejumlah calon gubernur mengerahkan staf di lingkungan pemerintahannya untuk mengerahkan massa saat deklarasi pengusungan pasangan calon.

Seperti calon Wakil Gubernur Jambi, Abdulah Hich (Bupati Tanjabtim) yang berpasangan dengan Madjid Muaz (Bupati Tebo) diketahui melibatkan stafnya untuk pengerahan massa.

“Ada abang PNS di Pemkab Tanjabtim meminta saya untuk mengumpulkan massa sekitar 20 orang. Katanya dari pada bawa massa dari Tanjabtim, biayanya mahal, jadi saya disuruh mencari massa 20 orang. Karena PNS di Tanjabtim dikerahkan untuk mengumpulkan massa,”kata Sarman Naimbaton kepada BATAKPOS, Senin (2/3).

Kemudian calon gubernur dari PDIP Safrial Siregar (Bupati Tanjabar) juga melibatkan langsung para stafnya untuk ikut kampanye. Khususnya pada acara-acara pesta awal tahun marga-marga Batak di Jambi, PNS batak ikut jadi tim sukses langsung. ruk

Gubernur Jambi Tinjau Pelaksanaan UN di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi H. Zulkifli Nurdin meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di empat sekolah di Kota Jambi Senin (22/3). Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Drs. H. Rahmad Derita MPdi, anggota Komisi X DPR RI, Shelina Gita, dan rombongan dari pemerintah Provinsi Jambi. Sekolah-sekolah yang ditinjau pelaksanaan UN-nya yakni SMA N 2 Kota Jambi, MAN Model, SMA Al Falah, dan SMK N 3 Kota Jambi.

Gubernur mengatakan, dengan pengawas yang disilang lintas rayon, guru yang mengawas juga disilang dari segi bidang studi, dan pengawas yang juga diawasi, mudah-mudahan tidak terjadi pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan UN sampai dengan UN selesai dilselenggarakan.

Keberhasilan pelaksanaan serta hasil yang baik dari UN juga merupakan harapan nasional, sebab Negara Indonesia yang menghadapi pelbagai masalah membutuhkan generasi penerus yang cerdas, arif dan bijaksana, serta berakhlak baik, yang salah satunya dipersiapkan dari sektor pendidikan, dan UN merupakan salah satu tahapan yang dilalui utntuk itu.

SMA N 2 Kota Jambi merupakan almamater H.Zulkifli Nurdin - siswa-siswi sudah selesai menunaikan UN bidang studi Bahasa Indonesia, selanjutnya akan melaksanakan UN bidang studi Biologi bagi jurusan IPA dan bidang studi Sosiologi bagi jurusan IPS.

Kepada siswa-siswi, gubernur mengatakan agar mereka tetap semangat. Gubernur yakin bahwa siswa-siswi yang rajin belajar, akan bisa menjawab soal-soal di UN itu dengan baik. “Kalian harus yakin bisa” ujarnya.

Drs. H. Rahmad Derita MPdi, menyatakan, agar siwa/siswi yang tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT). “Jangan putuskan cita-citanya, karena gubernur sudah menyiapkan anggaran untuk itu, jadi silahkan mendaftar ke PT terutama ke PT yang bagus, seperti ITB, UI, UGM. Jangan ragu, biaya pendaftaran juga sudah gebernur siapkan, kalau lulus, biaya kuliah dan biaya hidupnya juga ditanggung,”katanya.

Rektor Universitas Jambi (Unja), Prof. Dr. H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH sebagai ketua pengawas UN dan para pengawas lainnya ditemui dalam tinjauan gubernur dan rombongan ke SMA AL FALAH. Rektor Unja membeberkan bahwa dosen-dosen juga dilibatkan sebagai pengawas UN.

Enamratusan dosen ikut serta mengawasi UN se Provinsi Jambi, termasuk dosen-dosen perguruan tinggi swasta di daerah-daerah. “Tinggal satu lagi, scanning, untuk mengevaluasi hasil UN yang disentralkan di Mess Unja dengan meminta alat dari Diknas,”ujarnya.

Kemas Arsyad Somad juga membantah kalau ada jawaban UN yang beredar di kalangan peserta UN di Jambi. “Tidak ada itu, itu hanya isu menyesatkan para peserta UN,”katanya. ruk

LSM Desak Walikota Jambi Batalkan Penerimaan Sat Pol PP Jambi

Jambi, BATAKPOS

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Pembela Hak Masyarakat Jambi mendesak Walikota Jambi dr Bambang Priyanto membatalkan surat keputusan penerimaan sekitar 60 orang anggota pegawai tidak tetap Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Jambi karena dinilai berbau nepotisme.

Penerimaan anggota Sat Pol PP Kota Jambi 2010 diduga menjadi ajang pungutan liar oleh oknum-oknum petugas di sat Pol PP Kota Jambi. Bahkan seorang anggota Sat Pol PP Jambi yang baru masuk bernama Daniel merupakan resedivis. Bahkan Daniel kembali ditangkap Polsekta Telanaipura Jambi, Minggu (21/3) malam karena mencuri sebuah Leptop (computer jinjing).

Demikian coordinator LSM Aliansi Pembela Hak Masyarakat Jambi, Zamhuri saat berorasi di depan kantor Sat Pol PP Kota Jambi, Senin (22/3). LSM tersebut juga mendesak Kepala Kantor Sat Pol PP Kota Jambi, Safriyanto dicopot dari jabatannya.

Orasi : Koordinator LSM Aliansi Pembela Hak Masyarakat Jambi, (depan) Zamhuri saat berorasi di depan kantor Sat Pol PP Kota Jambi, Senin (22/3) mendesak Walikota Jambi untuk mencopot Kepala Kantor Sat Pol PP Kota Jambi, Safriyanto karena tidak becus mengurusi sat Pol PP Kota Jambi. Foto batakpos/rosenman manihuruk.


“Seorang anggota baru bernama Rizky Pratama Putra tinggi badan 158 centi meter no test 173 merupakan Kasi Wasdik Sat Pol PP Jambi, Rianto. Dari segi postur Rizky sudah tidak memenuhi persyaraatan karena minimal tinggi 165 centi meter. Ini merupakan nepotisme,”katanya.

Menurut Zamhuri, penerimaan anggota sat Pol PP Jambi 2010 harus dibatalkan, karena banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan. Peserta yang masuk rata-rata titipan para pejabat di lingkungan Pemkot Jambi.

Kepala Kantor Sat Pol PP Kota Jambi, Safriyanto saat menghampiri pengunjukrasa mengatakan, pihaknya telah melakukan tahapan selama sebulan penuh dengan melibatkan pihak ketiga seperti Kodim Batanghari Jambi dan Polda Jambi.

Menurut dia, pihaknya akan melaporkan penerimaan anggota Sat Pol PP Kota Jambi 2010 kepada Walikota Jambi dan melakukan evaluasi. “Kita menunggu keputusan Walikota Jambi. Penerimaan sudah berjalan sesuai prosedur,”katanya.

Lima Bupati di Jambi Bertarung di Pilgub Jambi 19 Juni 2010

Jambi, BATAKPOS

Lima bupati di Provinsi Jambi dipastikan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 19 Juni 2010 mendatang. Empat bupati maju sebagai calon gubernur. Mereka yakni Bupati Sarolangun Hasan Basri Agus, Bupati Tebo Madjid Muaz, Bupati Bungo Zulfikar Achmad, Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial Siregar. Namun satu diantaranya maju sebagai calon wakil gubernur yakni Bupati Tanjung Jabung Timur Abdulah Hich.

Zulfikar Achmad resmi menggandeng politisi PKS, Ami Taher, sebagai pendampingnya dalam pemilihan Pilgub Jambi, 19 Juni 2010 mendatang. Kepastian Ami mendampingi ZA disampaikannya dalam jumpa pers di Posko Pemenangan ZA, Broni, Sabtu (20/3).

Menurut ZA, dirinya memilih Ami Taher sebagai wakilnya, karena figur Ami merupakan satu-satunya putra daerah Kerinci yang maju pada pilgubkada Jambi. Dan didukung langsung dari masyarakat Kabupaten Kerinci.

Ami Taher merasa yakin pasangan yang menggunakan slogan Berani (Berbuat untuk Rakyat Negeri ini) siap untuk memenangkan pertarungan merebut BH-1.

Sementara, Ketua Tim Sukses ZA-AMI, Ridwan Ibrahim, menyatakan, kepastian Ami Taher mendampingi ZA telah disepakati dan mendapatkan dukungan dari parpol koalisi, baik dari parlemen maupun non parlemen.

Partai koalisi pengusung ZA-AMI yakni, Gerindra, PKB, PPPI, PMB, PNI Marhaenisme, PIB, PDP, PKNU, PKPI, Pelopor, PIS, PNBK, Kedaulatan, Partai Buruh, PPI, PKP, Partai Merdeka, PKDI, PSI dan PPDI.

Kandidat calon gubernur Madjid Mu’az (MM) menggelar deklarasi di Eks Arena MTQ, Jambi Selatan, Minggu (21/3). MM akan berpasangan dengan Abdullah Hich yang beberapa waktu lalu batal berpasangan dengan Hasan Basri Agus (HBA).

Ribuan massa simpatisan hadir pada deklarasi. Juga petinggi partai pengusung (PAN, Hanura, PBB dan PPP) hadir juga di Eks Arena MTQ, Jambi Selatan, Minggu (21/3), pukul 14.00 WIB. Pasangan ini mengklaim harus menang di Pilgub 19 Juni 2010 mendatang. ruk
Paranormal Turut Mencari Bocah Kelas VI SD Yang Hanyut di Sungai Batanghari


Jambi, BATAKPOS

Sepuluh para normal dilibatkan dalam pencarian Aris (12) murid kelas VI SD, Warga Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur yang hanyut dibawa arus Sungai Batanghari, Sabtu (20/3) sore. Hingga Minggu (21/3) sore pencarian masih dilakukan di sekitar “Ancol Jambi”.

Walikota Jambi dr Bambang Priyanto, Mingu (21/3) mengunjungi rumah korban di kawasan “Ancol Jambi” menyampaikan rasa belasungkawa. Bambang meminta keluarga korban untuh tabah dalam menghadapi cobaan tersebut.

Pengamatan BATAKPOS menunjukkan, kerabat orang tua korban melakukan doa untuk pencarian Aris. Sepuluh paranormal juga dikerahkan dalam melakukan pencarian Aris.

Menurut paman korban, Efenndi, dari perkiraan paranormal tersebut, Aris sudah hanyut dari lokasi awal tenggelam sabtu kemarin. Aris diseret arus sungai yang deras saat berenang dipinggir sungai.

“Biasanya kalau banjir Sungai Batanghari minta tumbal. Bahkan dulu juga pernah terjadi ketika banjir besar dan di tempat yang sama. Setelah 3 hari baru ditemukan karena telah mengapung," tutur Deni, warga Kasang Jaya Kecamatan Jambi Timur.

Menurut Deni, mustahil Aris yang menurut pengakuan orangtuanya tidak bisa berenang tiba-tiba terjun ke Sungai Batanghari. "Kan mustahil dia mau terjun kalau tidak bisa berenang, ini jelas akibat tumbal," tegas Deni.

Pencarian yang dilakukan tim SARS dari Polisi Air Polda Jambi dengan menyisiri pinggiran sungai dari kawasan Ancol sampai dermaga PT Pertamina, hingga Minggu sore. Pengakuan dari salah seorang penyelam, mereka sempat memegang kaki Aris, namun tidak bisa ditarik.

Keluarga Aris terus menunggu dan membaca surat Yasin dan do’a di lokasi kejadian. Upaya pencarian Aris terus dilakukan Tim SARS. Di lokasi saat ini telah ditambah penerangan.

Menurut ayah Aris, Munarto, anaknya merupakan anak penurut dan rajin membantu orang tua. Dirinya juga mengaku pasrah atas musibah tersebut. “Lokasi tenggelamnya Aris memang rawan sejak tahun 1970 silam. Aris jarang berenang di Sungai Batanghari. Entah apa yang membuat Aris nekat terjun ke Sungai Batanghari,” ujar ibunda Aris, Maimunah. Aris ditemukan sudah tewas di aliran Sungai, Selasa (23/3/10). ruk

349 Sekolah Tampung Peserta UN SMA di Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 349 sekolah akan menampung 25.007 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dari sembilan kabupaten dua kota se Provinsi Jambi Senin 22 Maret 2010 mendatang. Peserta UN paling banyak terdapat di Kota Jambi dengan jumlah 5456 peserta dan jumlah paling sedikit yakni Kabupaten Tanjung Jabung Timur 1563 peserta.

Sejumlah siswa SMA 4 Kota Jambi kepada BATAKPOS, Jumat (19/3) mengaku siap menghadapi UN Senin mendatang. “Kita siap menghadapi UN ini. Sebelumnya sekolah juga sudah melakukan les tambahan kepada siswa kelas tiga. Semoga UN kali ini sukses saja dengan persiapan yang ada,”kata Doddy salah seorang siswa.

Kepala Sekolah SMA 4 Jambi, Drs Sugiyono didampingi Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Jambi, P Sinambela mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan UN di lingkungan rayon SMA 4. Setidaknya ada 6 sekolah swasta yang satu rayon dengan SMA 4. “Hari ini kepala sekolah dari 6 sekolah rayon kita itu mengadakan rapat persiapan UN. Semoga UN kali ini hasilnya baik,”katanya.

Menurutnya, jumlah peserta UN di SMA 4 Jambi mencapai 460 siswa. Pihak sekolah juga meminta kepada peserta UN agar tidak grogi dalam menghadapi UN.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Drs Rahmad Derita Harahap melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Ramli Samosir mengatakan, permasalahan teknis UN di Provinsi Jambi sudah dapat diatasi.

“Sebanyak 25 ribuan soal akan dikirim menggunakan mobil yang berangkat dari percetakan di Kebun Kopi, Kota Jambi. Pengiriman soal dikawal oleh pihak kepolisian. Seluruh koordinator di daerah sudah siap. Sebanyak 25.007 peserta ujian di 11 kabupaten-kota akan diawasi 328 pengawas dari satuan pendidikan,”katanya.

Disebutkan, pengawas diambil dari perguruan tinggi, pengawas silang dari guru. Pengawas satuan pendidikan bertugas mengawasi pengawas dan kepanitiaan. Sedangkan pengawas silang bertugas mengawasi ruang ujian.

Jumlah sekolah dan peserta UN di Provinsi Jambi yakni Kota Jambi 55 sekolah 5456 peserta, Kota Sungai Penuh 12 sekolah 1992 peserta, Kabupaten Kerinci 22 sekolah 1805 peserta, Kabupaten Merangin 34 sekolah 2411 peserta, Sarolangun 38 sekolah 1995 peserta, Bungo 31 sekolah 2350 peserta, Tebo 30 sekolah 1786 peserta, Batanghari 26 sekolah 1599 peserta, Muarojambi 31 sekolah 1870, Tanjabar 39 sekolah 2180 peserta dan Kabupaten Tanjabtim 25 sekolah 1563 peserta. ruk

Irsal Yunus Kembali Pimpin PDIP Provinsi Jambi

Jambi, BATAKPOS

Irsal Yunus yang kini duduk sebagai Anggota DPR (dapil Provinsi Jambi) kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Jambi kali kedua pada Konferda PDIP di Jambi. Pelaksanaan konferda PDIP berjalan lancer dan singkat.

Kepengurasn yang baru langsung dilantik. Sekretaris Edi Purwanto, sementara itu Sugianto yang satu-satunya DPC tidak mendukung Irsal Yunus tetap masuk sebagai pengurus dan ditempatkan sebagai wakil ketua.

Sekretaris DPD PDIP Jambi Edi Purwanto, Jumat (19/3) mengatakan, kepengurusan PDIP periode 2010-2015 akan memberikan warna baru, apalagi saat ini sudah ada gedung baru yang memiliki multifungsi.

Disebutkan, PDIP kembali kepada partainya wong cilik dan yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. PDIP merupakan penyalur aspirasi masyarakat.

Wakil Ketua Sugianto mengatakan, masuknya dirinya dalam kepengurusan dibawah kepemimpinan Irsal Yunus adalah bentuk pelajaran politik bagi seluruh kader PDIP, kalah menang dalam politik itu sudah rahasia umum.ruk

Dua Kabupaten Belum Umumkan DPS Pilgub Jambi

Jambi, BATAKPOS

Dua kabupaten di Provinsi Jambi belum mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jambi, Juni 2010 mendatang. Sementara daerah lain sejak 10 Maret 2010 sudah mengumumkan DPS. Kedua kabupaten yang belum mengumumkan DPS itu yakni Kabupaten Tebo dan Merangin.

Koordinator Pokja Pemutakhiran dan Penyusunan Data Pemilih, Anggota KPUD Provinsi Jambi, Nuraida Firtri Habi, Jumat (19/3) mengatakan, pihaknya medesak KPUD Tebo dan Merangin segera mengumumkan DPS tersebut.

Menurut Nuraida Fitri Habi, berdasarkan laporan yang sudah masuk dari KPUD kabupaten dan kota se Provinsi Jambi belum ada ditemukan kenaikan pemilih yang cukup signifikan, kecuali di Kota Jambi yang mana penambahan jumlah pemilihnya cukup besar yakni mencapi angka 21 ribu mata pilih.

“KPUD Provinsi Jambi belum bisa memastikan total jumlah DPS se-Provinsi Jambi. Kita harus menunggu dulu laporan dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jambi, baru kita umumkan DPS kemudian daftar Pemilih Tetap (DPT),”katanya. ruk

Pungli Oknum Dishup-Lantas Marak di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Praktek pungutan liar (Pungli) terhadap para sopir truk yang melintasi jalan dalam Kota Jambi kini marak oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishup) Kota Jambi dan Polisi Lalulintas (Lantas) Poltabes Jambi. Pungli terdapat disejumlah titik pintu masuk Kota Jambi. Bahkan uang yang diraup dari hasil Pungli tersebut mencapai Rp 30 juta dalam sebulan.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Kota Jambi, Efron Purba kepada BATAKPOS, Kamis (18/3). Menurutnya, seharusnya para sopir taat terhadap rambu-rambu lalulintas yang telah ada. Namun karena alas an mempersingkat waktu dan memperpendek jarak tempuh, para sopir angkutan barang memilih lewat jalur dalam kota.


Ditilang : Sejumlah sopir truk ditilang karena melanggar aturan lalulintas saat memasuki jalan dalam kota. Tampak sopir diperiksa di meja tilang di Jalan Tugu Monas Kotabaru Jambi, Kamis (18/3). Foto batak pos/rosenman manihuruk.


“Hal ini yang membuat Pungli terjadi. Disatu sisi, sopir perlu waktu singkat dan jarak tempuh pendek. Disisi lain oknum petugas juga sering disuguhi Rupiah dan menutup mata atas pelanggaran yang terjadi. Jadi Pungli oknum Dishup dan Satlantas memang sudah merupakan rahasia umum. Karena para supir sudah terbiasa menyogok,”katanya.

Menurut anggota dewan dari Partai PDS ini, pungli yang dilakukan oknum dari dua institusi itu harus ditindak tegas. Karena hal tersebut merusak citra institusi Dinas Perhubungan dan Polisi. “Atasannya harus menindak tegas oknum yang melakukan Pungli tersebut,”katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Alamina Pinem SH didampingi Wakalantas Poltabes Jambi, AKP Atrizal SH saat meninjau petugas rajia di Jalan Tugu Monas Kotabaru Jambi, Kamis (18/3) mengatakan, oknum yang melakukan pungli tersebut tidak dibenarkan.

“Pelaku adalah oknumnya, jadi jangan menvonis institusinya. Kalau memang ada yang melihat praktek pungli tersebut seharusnya dilaporkan saja. Kita tegas dalam menindak oknum yang melakukan pungli tersebut. Karena tanggungjawab itu adalah perorangan bagi sipelaku pungli,”katanya.

Pengamatan BATAKPOS saat rajia yang dilakukan Dishup Kota Jambi dan Satlantas Poltabes Jambi menunjukkan, puluhan kenderaan truk terjaring dan ditilang. Rajia tersebut hanya berjalan di satu titik menuju pusat Kota Jambi. ruk

Dukungan PDS Kepada Cagub Zulfikar Achmad Abu-abu

Pilgub Jambi Juni 2010

Jambi, BATAKPOS

Dukungan Partai Damai Sekjahtera (PDS) Provinsi Jambi kepada calon gubernur Zulfikar Achmad (ZA) merupakan dukungan abu-abu. Masuknya PDS dalam koalisi partai pengusung merupakan kesalahan prosedur karena tidak melalui mekanisme partai, namun hanya persetujuan Ketua DPW PDS Provinsi Jambi.

Koalisi partai pengusung ZA yakni yakni Gerindra, PPPI, PKNU, PMB, PBP, PNI Marheinisme, Pelopor, PNBK, PIS, Partai Buruh, PPI, PM, PSI, PKDI, PKB, PIB, Kedaulatan, PKPI, PPDI dan PDS.

Ketua DPC PDS Kota Jambi, Efron Purba didampingi Sekretaris DPC PDS Kota Jambi, Gerrard Niga mengatakan, dukungan ke ZA tidak melalui mekanisme yang tepat. Sesuai dengan A/ART Partai dalam mengusung cagub harus melihat suara dari bawah salah satunya dari DPC-DPC yang ada.

“Dukungan PDS terhadap ZA adalah dukungan pribadi. Sekretaris DPW PDS Provinsi Jambi, William telah membantah dukungan ke- ZA itu merupakan keputusan DPW. Dia sendiri mengaku tidak mengetahui dukungan terhadap ZA tersebut,”katanya.

DPW PDS Provinsi Jambi memberikan waktu kepada Ketua DPW PDS Provinsi Jambi, Bonar Situmorang untuk memberikan klarifikasi menyangkut hal ini karena bagaimanapun saat di KPUD, dukungan yang diakui adalah bubuhan tanda tangan ketua dan sekretaris dari partai pendukung.

PDS Condong Ke cagub Safrial Siregar

Sekretaris DPW PDS, Eilliam bersama DPC PDS Kota Jambi dan Muaro Jambi bertemu dengan koordinator tim sukses cagub Syfrial (Bupati Tanjung Jabung Barat). Pihaknya menyampaikan berkeinginan mendukung Syafrial.

“Dukungan terhadap ZA itu adalah dukungan ketua DPW PDS, Dukungan yang diberikan tersebut, semata-mata dari ketua, tanpa berkoordinasi terlbih dulu dengan pengurus partai. Kalau memang dukunagn tersebut dukungan parpol, kapan berkoordinasinya dengan pengurus yang lain,”katanya. ruk

Empat Pasang Dipastikan Maju di Pilkada Gubernur Jambi

Pasangan Cagub Jambi HBA-Fachrori Umar Kembalikan Formulir

Jambi, BATAKPOS

Pasangan calon gubernur Hasan Basri Agus (HBA)-Fachrori Umar mengembalikan Formulir Calon Gubernur dan wakil Gubernur untuk Pilkada Gubernur Jambi Juni 2010 ke KPUD Provinsi Jambi, Kamis (18/3). Pasangan ini diarak menggunakan mobil hias dari kediaman HBA Jl Lorong Ibrahim Kota Jambi menuju KPUD Provinsi Jambi.

Koordinator divisi pencalonan KPUD Provinsi Jambi, Azhar Mulya mengatakan, Kamis (18/3) mengatakan, pendaftaran berlangsung selama sepekan sementara pemeriksaan kesehatan hingga 26 maret.

Sementara cagub HBA-Fachrori Umar yang di usung partai Demokrat, PKS, Golkar, Patriot, PPD, dan PBR telah mengembalikan formulir pendaftaran.

Sedangkan pasangan cagub yang diusung PDIP Safrial-Agus Setianegoro akan mengembalikan formulir pendaftaran 24 Maret mendatang. Deklarasi pasangan ini juga dijadwalkan dihari yang sama ”pagi deklarasi” siang baru mengembalikan formulir pendaftaran.

Pasangan cagub Madjid Muaz-Abdullah Hich yang diusung Hanura, PPP, PKPB akan mengembalikan formulir pendaftaran pada tanggal 22 Maret nanti. Deklarasi akan dilakukan pada Minggu 21 Maret mendatang. Sementara cagub yang di usung oleh 21 partai pendukung ZA, belum bisa memastikan kapan akan menyerahkan formulir pendaftaran kepada KPUD Provinsi Jambi. ruk

Persatuan Petani Jambi Tuntut Pencabutan Ijin Lahan HTI PT WKS

Jambi, BATAKPOS

Ribuan petani dari berbagai kabupaten di Provinsi Jambi yang tergabung dalam Persatuan Petani Jambi (PPJ) mendesak Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi mencabut ijin Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Wira Karya Sakti (WKS) anak perusahaan industri kayu milik Sinar Mas Grup. Desakan itu menyusul seluas 41 ribu hektar yang dijanjikan PT WKS tahun 2008 lalu dihibahkan kepada petani Jambi tak terealisasi.

Desakan itu disampaikan ribuan Petani Jambi saat berunjukrasa di daerah kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi, Rabu (17/3). Petani yang berasal dari Batanghari, Muarojambi, Tebo, Bungo, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat melakukan aksi tuntutanya kepada PT WKS dengan berunjukrasa di daerah kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi.

Namun aksi unjukrasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polisi. Bahkan empat anjing pelacak diturunkan guna menghalau pengunjukrasa masuk wilayah perkantoran DPRD dan Gubernur Provinsi Jambi.

Koordinator PPJ, Fiet Haryadi dalam orasinya mengatakan, mendesak pihak terkait agar bisa merealisasikan hasil rekomendasi kongres ke-III Persatuan Petani Jambi (PPJ) pada 2-3 Nopember 2009. Petani Jambi merekomendasikan hasil kongres PPJ 2009 yakni dengan telah bersepakat dan mufakat bahwa pengelolaan hutan seluas 41 ribu hektar (Ha) di dalam kawasan PT WKS dilakukan secara kolektif.

Selain itu seluruh petani anggota PPJ mendorong dan meminta kepada Pemerintah provisi dan kabupaten untuk memastikan dan menyelesaikan tapal batas areal 41 ribu Ha untuk dapat dikelola masyarakat karena batas waktu membangun hutan pada 31 Desember 2009 dan target PPJ dalam menanam hutan dimulai pada Januari 2010.

Mereka juga meminta kapasitas areal 41 ribu Ha alah diluar kawasan PT WKS demi kelestarian hutan Jambi dan dalam mengawasan serta pelaksanaan PPJ.

Menurut Ketua PPJ Irmansyah, aksi tersebut hanya ingin menyampaikan keputusan Kongres III PPJ 2009 dan meminta pengusutan tuntas pihak-pihak yang mengaku sebagai anggota PPJ yang melakukan jual-beli hutan.

Untuk diketahui, pada 21 Mei 2008, Menteri Kehutanan RI mengeluarkan surat tanggapan dengan nomor S.292/Menhut-VI/2008 perihal tindak lanjut rembuk petani. Rembuk tani tersebut disepakati pada 17 Maret 2008 oleh Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta dan Ketua Komisi II Wahab Hasyab serta beberapa anggota dewan lainnya saat menerima perwakilan petani mengatakan, pihaknya meminta PT WKS agar merealisasikan areal 41.000 hektar yang disepakati bersama antara PPJ dan PT WKS.

Dirinya juga meminta agar lokasi 41.000 hektar tersebut ditetapkan tapal batasnya demi percepatan pembangunan hutan Jambi oleh PPJ. Selanjutnya meminta kepastian 41.000 hektar di luar kawasan PT WKS demi lestarinya hutan Jambi. ruk

Pemprov Jambi Serahkan Bantuan Mobil Dinas Kepada Danrem 042 GAPU Jambi

Jambi, BATAKPOS

Pemerintah Provinsi Jambi yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. A.M. Firdaus, MSi menyerahkan bantuan mobil dinas kepada Komandan Korem 042 Garuda Putih (Danrem 042 GAPU), Kolonel Inf. Yudhie Karsono, SE,MM, Rabu (17/3) bertempat di lapangan Danrem 042 GAPU.

Turut hadir dalam acara ini Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta, Asisten III bidang Administrasi/Umum Drs. Satria Budhi,MM, Kepala Dinas Perkebunan H. Tagor Mulia, MST, Kepala Biro Umum Usup Supriyatna, S.Sos, MM dan serta unsure TNI dan undangan.

Dalam sambutannya Sekda menekankan pentingnya kebersamaan pemerintah daerah bersama jajaran TNI dan instansi vertical lainnya dapat mempertahankan kondisi yang kondusif terutama menghadapi Pemilukada dan dengan adanya bantuan operasional kendaraan mobil dinas ini dapat meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang selama ini telah terbina dengan baik.

“Kebersamaan pemerintah daerah bersama jajaran TNI juga instansi vertical lainnya dan pemda saat ini baru dapat membantu kendaraan operasional untuk Komandan Korem dan akan lebih menambah lancarnya pelaksanaan tugas sebagaimana diamanatkan kepada Korem 042 GAPU beserta jajarannya. Selama ini memang Provinsi Jambi sudah kondusif keamanannya dan dengan adanya kendaraan operasional ini akan meningkatkan kinerja Korem 042 GAPU” tegasnya. ruk

HUT Sat Pol PP Diwarnai Aksi Unjukrasa

Jambi, BATAKPOS

Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 60 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (17/3) diwarnai aksi unjukrasa ribuan Persatuan Petani Jambi (PPJ). Upacara HUT Pol PP itu sedikit terganggu akibat turunnya ribuan petani di komplek perkantoran Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi.

Namun upacara HUT POl PP ke 60 itu berjalan aman dan tertib. Sambutan Menteri Dalam Negreri (Mendagri) Gamawan Fauzi, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Drs. AM. Firdaus, M.Si.

Peringatan HUT Ke-60 Satuan Polisi Pamong Praja tingkat Provinsi Jambi dilaksanakan secara sederhana bersamaan dengan upacara bendera dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan kebersamaan serta peningkatan disiplin PNS di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi tanggal 17 Maret 2010.

Mendagri Gumawan Fauzi dalam sambutan tertulisnya pada HUT Ke 60 Satpol PP menegaskan, bahwa keluarga besar Satpol PP berhak bersyukur atas kado istimewa menyusul terbitnya PP Nomor 6 Tahun 2010 tanggal 6 Januari 2010 sebagai revisi atas PP 32 Tahun 2004.

"Tepat pada peringatan HUT Ke - 60 kali ini, keluarga besar satpol PP harus bersyukur. Dengan terbitnya PP Nomor 6/2010 telah memantapkan eksistensi Satpol PP dalam kelembagaan," ujarnya.

Menurut Mendagri, dengan terbitnya PP Nomor 6/2010 tegas Mendagri, maka kedudukan Satpol PP Provinsi kini menjadi Eselon II/a dan Kabupaten/Kota menjadi Eselon II/b, "Kado istimewa berupa eksistensi tersebut tentunya juga harus diikuti dengan peningkatan citra dan wibawa dan kinerja Satpol PP dalam menjalankan tugas dilapangan," imbuhnya. ruk

Gubernur Jambi Dan Cagub HBA Tinjau Banjir Bandang Sungai Penuh

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin bersama salah satu kandidat calon Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (Bupati Sarolangun) meninjau banjir bandang yang melanda Kota Sungai Penuh, Kerinci, Provinsi Jambi. Hingga Rabu (17/3) ratusan warga masih mengungsi akibat rumah mereka rusak dan terkena banjir.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, M Taufik di Jambi, Rabu (17/3) mengatakan, peninjauan korban banjir banding di Sungai Penuh oleh Gubernur Jambi dan calon gubernur HBA hanya kebetulan saja.

Gubernur Jambi atas Pemerintah Provinsi Jambi memberikan bantuan sandang pangan kepada para korban banjir banding tersebut. Gubernur Jambi juga meminta pemerintah setempat untuk membantu perbaikan rumah para korban.

Menurut Taufik, pasca banjir bandang dan tanah longsong, ratusan hektar sawah dengan padi siap dipanen terendam. Produksi padi pun ikut turun hingga 95 persen. Sementara data dari Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, padi yang terancam fuso di lima kecamatan mencapai 774 hektar. Padi fuso 500 hektar, dan kerugian mencapai Rp. 17 miliar. ruk

PAD Provinsi Jambi 2009 Meningkat 3,48 Persen

Jambi, BATAKPOS

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi tahun 2009 meningkat 3,48 persen yang ditargetkan sebesar Rp 423,80 miliar, terealisir sebesar Rp 438,53 miliar. Keseluruhan APBD Provinsi Jambi tahun 2009 berjumlah Rp 1,67 triliun, yang terealisasi sebesar Rp 1,53 triliun atau sebesar 91,73 persen.

Sedangkan pada sisi pendapatan, dari target penerimaan sebesar Rp 1,29 triliun, terealisasi sebesar Rp 1,36 triliun atau 104,84 persen. Angka ini diperoleh dari PAD yang ditargetkan sebesar Rp 423,80 miliar dan terealisir sebesar Rp 438,53 miliar, melebihi target sebesar Rp 14,74 miliar rupiah.

Sedangkan pendapatan transfer, berupa Dana Perimbangan dan Dana Penyesuaian, ditargetkan sebesar Rp 793,41 miliar, terealisasi sebesar Rp 826,44 miliar atau 104,16 persen.

Demikian disampaikan Gubernur Jambi H. Zulkifli Nurdin dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jambi, dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keteranagan Pertanggungjawaban Guberur tahun 2009, yang diselenggarakan Senin (15/03), bertempat di Runag Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Jambi.

Menurut Zulkifli Nurdin, dalam penyelenggaraan pembangunan daerah terdapat dua sumber pembiayaan Pemerintah, yaitu APBD Provinsi Jambi dan APBN termasuk dana Dekonsentrasi, dana Tugas Pembantuan serta dana Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). Laporan keuangan yang lengkap, selanjutnya akan disampaikan secara rinci, dalam bentuk Laporan Keuangan Daerah (LKD), setelah diaudit oleh BPK RI Perwakilan Jambi.

Disebutkan, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2008 sebesar Rp 386,30 miliar dan untuk tahun 2009 sebesar Rp 200,80 miliar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan anggaran tahun 2009 telah berjalan cukup efektif dari sisi penerimaan pendapatan dan efisien dari sisi pengeluaran belanja.

Dana yang bersumber dari APBN berjumlah Rp 793,41 miliar terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 473,51 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 35,12 miliar, Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sebesar Rp 260,83 miliar dan Dana percepatan Pembangunan dan Desentralisasi Fiskal sebesar Rp 23,96 miliar rupiah. Sedangkan untuk Dana Dekonsentrasi sebesar Rp 616,29 miliar, Dana Tugas Pembantuan sebesar Rp 49,30 miliar. ruk

Kerugian Banjir Bandang Sungai Penuh mencapai Rp 800 Miliar

Jambi, BATAKPOS

Kerugian akibat banjir banding yang melanda Kota Sungai Penuh, Kerinci, Provinsi Jambi, Minggu (14/3) hingga Selasa (16/3) menyebabkan kerugian sekitar Rp 800 miliar.

Data dari Pemkot Sungai Penuh melaporkan kerugian sementara akibat musibah ini adalah sedikitnya 50 unit rumah hanyut, 200 rumah rusak, 10 unit jambatan rusak, 16 jaringan irigasi hancur, dinding penahan tebing ambrol sepanjang enam kilo meter serta menghancurkan jalan kota dan provinsi sepanjang puluhan kilo meter.

Demikian dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, M Taufik kepada wartawan di Jambi, Selasa (16/3). Menurutnya, dari laporan Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, setidaknya terdapat 52 hektare lahan sawah fuso alias gagal panen. Selain itu, sekitar 283 hektare lahan sawah terancam gagal panen, dan sekitar 500 hektare lainnya terendam.

“Data tersebut baru data sementara. Selain menyebabkan kerugian materil, banjir bandang di Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi, juga menelan korban jiwa. Hermayanti (31) dilaporkan tewas karena terkejut dengan musibah banjir bandang yang menghantam kediamannya,”katanya.

Kemudian delapan orang warga dilaporkan mengalami luka-luka dan 200 orang berobat mendapat perawatan. Pemkot Sungai Penuh memperkirakan dibutuhkan dana untuk menanggulangi bencana longsor dan banjir bandang ini sebanyak Rp 800 miliar.

Disebutkan, dampak banjir banding di Sungai Penuh lebih parah dibandingkan dengan gempa bumi yang melanda Kota dan Kabupaten Kerinci pada Oktober 2009 lalu. Walikota Sungai Penuh mengharapkan pemerintah pusat bisa segera memberikan bantuan bencana alam bagi Kota Sungai Penuh. “Walikota Sungai Penuh sudah melaporkan hal ini kepada Gubernur Jambi," katanya.

Pemerintah Provinsi Jambi juga akan mengirimkan bantuan sandang pangan kepada para korban. Bantuan dikirimkan Selasa (16/3) sore menuju Kerinci. Pemerintah Provinsi Jambi juga mengharapkan bantuan dari Pemerintah Pusat segera turun. ruk

Kerinci Dilanda Longsor, Warga Diminta Waspada

1 Tewas, 65 Rumah Rusak

Jambi, BATAKPOS


Sekitar 65 rumah penduduk di Kecamatan Sungai Penuh, Kerinci rusak parah akibat terkena longsor menyusul turunnya hujan sepekan belakangan. Bahkan satu orang tewas akibat bencana alam tersebut. Hujan deras yang mengguyur Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengakibatkan Bukit Batakok dan Batang Kenau di Desa Talang Lindung Kecamatan Sungai Penuh longsor. Hingga Selasa (16/3) warga di Kecamatan Sungai Penuh masih waspada longsor.

Walikota Sungai Penuh, Hasvia saat dikonvirmasi dari Jambi, Selasa (16/3) mengatakan, sedikitnya 65 rumah warga rusak di kaki bukit, tepatnya di Dusun Tebat Gedang, kini terancam longsor. Ratusan warga Dusun Tebat Gedang kini telah diungsikan kedaerah aman longsor.

Disebutkan, kedua bukit tersebut sudah gundul dan terdapat banyak retakan akibat gempa bumi 7,0 skala richter, Oktober 2009 lalu. Musibah yang sempat membuat panik warga sekitar bukit itu terjadi mulai Sabtu malam pecan lalu. Warga mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat ancaman longsor. Malam itu warga langsung bergotong royong agar air dan tanah tidak melanda rumah warga.

Menurut Hasvia, rumah milik Cik (65) dan Mera hanya tinggal setengah meter saja dari longsoran. Kondisi terparah diantaranya dialami Nurdiana. Dapur rumahnya sudah tertimbun tanah setinggi 1 meter, dan air tanah sudah penuh di dalam rumah yang terbuat dari kayu itu.

Hingga Selasa, warga masih bergotong royong membersihkan aliran sungai yang sempat tersumbat akibat timbunan tanah. Warga Dusun Tebat Gedang sempat panik akibat longsor. Mala mini keadaan sangat mencekam. Warga menyelamatkan diri lantaran bukit longsor.

Menurut Walikota Sungai Penuh, akibat longsor tersebut sejumlah tanaman pertanian dan perkebunan serta sumber air kolam ikan milik warga terputus, karena air mengalir di anak Sungai Bukit Batokok cukup deras.

Hasvia yang turun ke lokasi langsung memerintahkan Kadis PU, Yulius Junit, segera menurunkan alat berat ke lokasi longsor. Dampak gempa lalu, bukit-bukit retak sehingga mudah longsor. Guna memperbaiki semua kerusakan Pemkot Sungai Penuh mengalokasikan dana bencana alam Rp 2,5 miliar untuk perbaikan.

Disebutkan, alat berat milik PT Prima Pembangunan Kerinci (PPK) di Jalan Sungai Penuh - Tapan langsung dibawa ke Talang Lindung untuk membersihkan longsor. Alat berat itu sudah bekerja membersihkan longsor di sekitar pemukiman warga.

1 Korban Tewas, 65 Rumah Parah

Hujan yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, mengakibatkan puluhan rumah dan ruas-jalan tertimbun tanah sehingga dua daerah itu lumpuh. Musibah semakin diperburuk dengan datangnya banjir bandang.

Hasvia mengatakan, desa terparah yang tertimbun tanah longsor adalah Desa Talang Lindung dan Dean Sungai Ning di Kecamatan Sungai Penuh. Sedikitnya 20 unit rumah rubuh dihantam tanah longsor.

Banjir banding mengakibatkan tanah longsor dan menimbulkan banjir banding di Sungai Batang Bungkal yang membelah kota Sungai Penuh meluap hingga ke jalan raya sejak Minggu malam kemarin.

Banjir bandang membawa batu-batu besar dan batang kayu mengakibatkan 30 unit rumah warga Desa Sungai Ning, Pelayang Raya, Pasar Sungai Penuh dan Sumur Anyir yang berada di pinggir Sungai Batang Bungkal hanyut. Sedikitnya 10 jembatan juga terbawa air.

Disebutkan, total rumah warga yang rusak berat mencapai 65 rumah, dan rusak ringan 150 rumah. Seorang warga, Eli (25), tewas. Warga Desa Sungai Ning itu jatuh saat membersihkan rumahnya dari timbunan longsor.

Banjir banding melumpuhkan akses jalan provinsi menuju Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci di 3 pintu masuk daerah itu, yakni di Muara Imat, Muara Labuh dan yang terparah di pintu masuk arah Pesisir Selatan (Pessel).

Di ruas-jalan Sungai Penuh – Pessel kondisi terdapat 25 titik longsor, 5 diantaranya menimbun jalan hingga setinggi 2 meter, sehingga kendaraan tidak bisa lewat di jalur tersebut.

Menurut Hasvia, bantuan sudah mulai didistribusikan kepada para korban banjir banding tersebut. Pihaknya juga mengharapkan bantuan berupa makanan, pakaian dan selimut dari Pemerintah Provinsi Jambi. ruk

Lomba Burung Berkicau Mulai Memasyarakat di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Lomba burung berkicau mulai memasyarakat di Jambi. Tidak heran kalau penggemar hobbi burung berkicau di Provinsi Jambi cukup banyak. Guna menampung hobbi tersebut Walikota Jambi membuat iven lomba dan pameran burung berkicau di Taman Remaja Jambi, Minggu (14/3).

Menilai : Tampak para juri saat memberikan nilai pada lomba Murai Batu Mega Bintang, di Taman Remaja Kotabaru Jambi, Minggu (14/3). Foto batakpos/rosenman manihuruk.

Peserta lomba dating dari seluruh daerah Provinsi Jambi. Lomba tersebut memperebutkan tropi tetap Walikota Jambi dan sejumlah uang tunai. Kegiatan lomba burung berkicau dibuka langsung Walikota Jambi dr Bambang Priyanto, Minggu (14/3/10).

Walikota Jambi dr Bambang Priyanto mengatakan, agar pecinta burung untuk tetap menjaga kelestarian burung di Provinsi Jambi. Dirinya juga meminta para pecinta burung berkicau untuk tetap melestarikan burung-burung langka di Provinsi Jambi.

“Melalui kegiatan ini, kita harapkan kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga dan kita berharap para pecinta burung berkicau untuk tetap menjaga habitat burung-burung langka dari perburuan liar. Mari kita ciptakan alam penuh dengan keasrian dengan kicauan burung,”katanya.

Panitia memperlombakan 19 jenis lomba burung berkicau tersebut. Jenis lomba yakni Murai Batu Mega Bintang, Kacer Mega Bintang, Anis Merah Sejati, Cucak Hijau Bintang, Kenari Bintang, Love Bird Bintang, Murai Batu Bintang, Kacer Bintang, Kapas Tembak Sejati, Murai Batu Sejati.

Kemudian Pentet Sejati, Anis Merah Umum, Cucak Hijau Umum, Kenari Sejati, Love Bird Sejati, Kacer Umum, Pentet Umum, Murai Batu Umum dan lomba Celilin Umum.

Walau lomba diguyur hujan, para pecinta burung berkicau tetap antusias menyaksikan lomba dan pameran burung berkicau tersebut. ruk

Partai Pengusung Dideklarasikan Pasangan HBA-Fachrori Umar

Pilkada Gubernur Jambi


Jambi, BATAKPOS

Koalisi enam partai yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Patriot, Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Daerah (PPD) mendeklarasikan Hasan Basri Agus (HBA) dan Fachrori Umar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jambi Periode 2010-2015 di lapangan GOR Kotabaru Jambi, Minggu (14/3).

Deklarasi : Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur foto bersama usai menandatangani kontrak politik deklarasi pasangan HBA-Fachrori Umar di lapangan GOR Kotabaru Jambi, Minggu 14/3). Foto batak pos/rosenman manihuruk.

Pengamatan BATAKPOS menunjukkan, acara deklarasi calon pasangan gubernur tersebut sempat diguyur hujan. Namun sekitar 30 ribu massa simpatisan pasangan tersebut tampak memadati lapangan GOR Kotabaru hingga jalan-jalan menuju lokasi tersebut.

Hadir pada acara deklarasi pasangan calon gubernur itu yakni Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo, Ketua Dewan Penasehat DPP Golkar Akbar Tanjung, Theo L Sambuaga dan sejumlah tokoh partai pengusung dari Jakarta.

Hasan Basri Agus yang kini menjabat Bupati Kabupaten Sarolangun dalam orasi politiknya mengatakan, rakyat Provinsi Jambi butuh pasangan gubernur yang mampu mempercepat pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

“Jangan salah pilih. Rakyat Jambi butuh kepala daerah yang mampu mempercepat pembangunan diberbagai sector. Hal itu penting guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jadi jangan mudah tergoda dengan politik uang,”katanya.

Sementara Fachrori Umar dalam orasinya mengatakan, jika terpilih dirinya akan berbuat untuk Provinsi Jambi lebih baik dalam pemerintahan yang bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Dirinya juga berjanji akan membuat birokrasi yang bebas dari korupsi.

Pada kesempatan yang sama, Hadi Utomo dan Akbar Tanjung mengatakan, pasangan HBA- Fachrori Umar pasangan yang berkualitas dan bersih. HBA merupakan birokrasi tulen dari mulai bawahan. Sementara Fachrori Umar adalah seorang hakim yang mampu menciptakan pemerintahan yang bersih.

Keduanya meminta rakyat Provinsi Jambi untuk mempercayakan HBA-Fachrori Umar memimpin Provinsi Jambi kedepan karena telah terbukti bahwa HBA mampu memajukan Kabupaten Sarolangun tiga tahun belakangan ini. ruk




Pembina Usaha Kesehatan Sekolah Dibentuk

Jambi, BATAKPOS

Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) se Provinsi jambi dibentuk. Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin, resmi melantik pembina UKS Provinsi Jambi dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Usaha Kesehatan Sekolah dan Pelantikan Pembina UKS Provinsi Jambi, yang berlangsung di Abadi Suite Jambi, Jumat (12/3).

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, Sekda Provinsi Jambi, Drs. A.M. Firdaus, M.Si. dan rombongan. Gubernur Jambi menyatakan bahwa UKS merupakan salah satu wujud pengabdian kepada daerah dan bangsa.

“Melalui pelaksanaan Rakerda ini, diharapkan dapat pula secara cermat mensinkronkan dan membangun keterpaduan dalam hal pembinaan serta pengembangan program UKS Provinsi Jambi,”katanya.

Disamping itu diharapkan juga dapat mengevaluasi hasil capaian kegiatan dan tersusunnya program-program kesehatan serta secara serius juga dapat mengkoordinasikan dengan baik dan mencari solusi terbaik bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan UKS.

Zulkifli Nurdin mengatakan, UKS merupakan nilai strategis untuk pembangunan di bidang Kesehatan dan Pendidikan, khususnya di Provinsi Jambi. Rakerda ini merupakan forum yang penting dalam merumuskan program dan kegiatan pembangunan bidang UKS.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian tropi kepada sekolah-sekolah yang memenangkan perlombaan UKS se Provinsi Jambi. ruk

Gubernur Jambi Himbau Warga Sadar Pajak


Jambi, BATAKPOS


Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin menghimbau masyarakat untuk sadar akan pajak. Pentingnya setiap wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak yang memberikan kontribusi terbesar untuk Angaran Pendapatan Belanja Negara(APBN), harus terus digalakkan.

Demikian dikatakan Zulkifli Nurdin usai melakukan penyerahan Surat Pajak Tahunan (SPT) orang pribadi dalam acara Pekan Panutan Penyampaian SPT orang pribadi bertempat di ruang Pola kantor Gubernur Jambi Jumat, (12/3/10).

“Saat ini kami menyerahkan SPT orang pribadi. Hal ini guna memotivasi masyarakat yang sudah mampu untuk membayar pajak. Karena seperti yang kita ketahui di APBN kita yang paling besar memberikan kontribusinya adalah sektor pajak. Kalau dulunya berasal dari minyak dan gas sekarang sudah beralih kesektor pajak,”katanya.

Disebutkan, Negara bisa membangun negeri ini itu terutama diharapkan dari pajak, untuk itu Gubernur Jambi menghimbau masyarakat untuk membayar pajak apabila sudah menjadi wajib pajak.

Gubernur Jambi juga menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap Ditjen Pajak untuk mendorong masyarakat dalam membayar pajak. “ Pemprov juga mendukung dan memberikan dukungan kepada Ditjen Pajak dalam bentuk himbauan kepada seluruh wajib pajak untuk membayar pajak, mulai dari pengusaha,jajaran pemerintah dan masayarakat harus membayar pajak,”katanya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sumatera Barat dan Jambi Peni Harijanto mengungkapkan penghargaan atas bantuan dari Gubernur Jambi beserta jajarannya yang ikut membantu memfasilitasi pertemuan ini yang menjadi contoh bagi wajib pajak berpartisipasi dalam membayar pajak.

“Kami mengucapkan terima kasih terhadap Gubernur Jambi dan seluruh jajaran pemerintahan di Provinsi Jambi yang telah memberikan fasilitas dan bantuan baik moral maupun materil yang memberikan contoh bagi masyarakat wajib pajak untuk ikut membayar pajak,”katanya.

Disebutkan, realisasi penerimaan pajak yang dikelola oleh Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Barat dan Jambi untuk tahun 2009 telah melampau target mencapai 102, 41 persen dan pada 2010 target penerimaan pajak yang dibebankan Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Barat dan Jambi mencapai Rp 5,51 trilyun. Jika dibagi dua maka Provinsi Sumatera Barat targetnya Rp 2,283 trilyun dan Provinsi Jambi dengan target Rp 2,68 trilyun. ruk

Saturday, 13 March 2010

Mas Anju Mengadu Nasib Dengan Menjala Ikan "Haporas" di Muara Sungai Tongging

Tongging, BATAKPOS

Ikan "Haporas" Danau Toba atau lebih dikenal warga pinggir pantai Danau Toba dengan sebutan ikan Megawati, memang membawa berkah bagi warga Sumatera Utara. Keberadaan ikan jenis Paitan (Danau Singkarak Sumbar) di Danau Toba sejak tahun 2003 lalu, memang sungguh membawa berkah ditengah tidak tumbuhnya lagi bawang.

Sebagian besar warga pesisir Danau Toba, khususnya di Desa Tongging, Kabupaten Karo, Desa Sibolangit, Bage, Baluhut, Soping, Hutaimbaru, Nagori Purba, Gaol, Binangara, Sihalpe, Nagori dan Horisan Haranggaol Kabupaten Simalungun mengandalkan menangkap ikan "Haporas" jadi mata pencaharian.



Menjala : Mas Anju,warga Kisaran rela eksodus dari kota asalnya, Kisaran hanya untuk menjala ikan di Tongging. Tampak mas Anju saat menjala Haporas di Muara Sungai Sipisopiso, Tongging, Sabtu (6/3). foto batakpos/rosenman manihuruk

Ternyata ikan "Haporas" juga menarik minat Mas Anju (38) warga Kisaran, Sumatera Utara. Mas Anju yang menikah dengan boru Batak marga Nainggolan, rela mengontrak di Desa Tongging hanya untuk menjala "Haporas" setiap harinya.

"Saya dulunya berprofesi sebagai pedagang keliling di Kisaran. Namun sudah tiga bulan keluarga tinggal di Tongging hanya untuk berprofesi nelayan penjala di muara Sungai Sipiso-piso Tongging. Hasil menjala ikan ini cukup lumayan, bisa mendapat 150 kilogram dalam tujuh jam sehari,"kata mas Anju saat berbincang-bincang dengan BATAKPOS, Sabtu (6/3/10).

Mas Anju menjual harga per kilogramnya Rp 2000 kepada penampung, sedangkan untuk mengecer dirinya mematok harga Rp 5000 per kilogram. Cara menangkap ikan "Haporas" yang dilakukan mas Anju memang beda dengan nelayan kebanyakan di Danau Toba.

Kalau nelayan laiannya menggunakan jala (Daoton-sebutan orang sekitar) dipasang di tengah danau dengan menggunakan sampan kayu mesin. Namun mas Anju hanya menggunakan jala tangan yang dilemparkan ke bibir muara sungai.

"Sekarang pendapatan sudah berkurang bang. Dulu sekali angkat jala minimal 2 kilogram. Selama tujuh jam bisa mendapatkan hingga 200 kilogram. Satu hari bisa kita mengantongi omset Rp 120.000. Saya sangat bersyukur dengan adanya ikan "haporas"ini. Keluarga saya bisa makan dan menyekolahkan anak yang masih SMP dan SD,"katanya. rosenman manihuruk. (Berita Ini Sudah Naik di HU BATAKPOS edisi Cetak Rabu 9 Maret 2010.