.

.
.

Rabu, 03 Desember 2014

JELANG WAISAK Biksu Ambil Air Suci Gunung Tujuh


JAMBI-Yayasan Padmasana Jambi mengungkapkan sedikitnya ada 14 biksu Thailand utusan dari berbagai lembaga Budhis dan Pagoda di negara itu telah dikirim mendatangi Danau Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci guna mengambil air suci untuk perayaan Waisak tahun ini.

“Ada 14 biksu utusan Pagoda dan lembaga Budhis dari Thailand sengaja datang ke Danau Gunung Tujuh untuk mengambil air di danau itu yang menurut mereka adalah salah satu sumber air tersuci di nusantara," kata Direktur Padamasana Foundation, Roy Mardianto di Jambi, baru-baru ini.


Menurut kepercayaan mereka, kata Roy, air suci tersebut akan dapat digunakan pada kegiatan ritual Waisak dan keagamaan lainnya.

Padmasana adalah salah satu lembaga yang selalu menjadi partner umat Budhis dunia dalam menjelajah dan menelaah aset-aset budaya dan alam tinggalan kebudayaan masa lampau peradaban Proto Melayu Jambi, karena Padmasana adalah lembaga yang intensif dan konsisten memperjuangkan keberadan Candi Muarojambi selama ini.

Bahkan hingga saat ini lembaga yang juga bergerak di bidang pariwisata, penelitian, dokumentasi dan juga film tersebut telah mengembangkan Candi Muarojambi tinggalan Kerajaan Malayu abad 13 Masehi melalui jaringan dan paket wisata perjalanan suci keagamaan Budhis mulai dari gerbang laut di Muarasabak Tanjabtim sampai Ke Candi Muarojambi dan kini ke Danau Gunung Tujuh.

Menurut para biksu tersebut, Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara (1.996 mdpl) dan diapit oleh tujuh gunung yakni Gunung Hulu Jujuhan, Tebakar, Selasih, Hulu Tebo, Gunung Lumut, Sangir dan Gunung Madura Besi, adalah satu-satunya sumber air suci dan bepredikat tersuci di nusantara saat ini, kata Roy.

Oleh karena itu, para biksu tersebut bersedia jauh-jauh datang dari Thailand untuk sampai ke Kerinci dan mendaki Gunung Tujuh sekedar untuk mengambil air danau tersebut.

“Saat mengambil air, mereka juga menggelar semacam ritual di bantaran dan dalam danau, air itu nantinya akan digunakan di perayaan Waisak 2014 di Candi Borobudur Jawa Tengah," katanya.

Menurut dia, pengambilan air suci oleh para biksu utusan tersebut merupakan kali pertamanya mendatangi Danau Gunung Tujuh, ke depannya kegiatan tersebut akan terus dikembangkan menjadi kegiatan rutin tahunan mengingat keberadaan Candi Muarojambi sebagai pusat Kerajaan Melayu masa lampau pernah dikunjungi dan ditempati dua biksu besar, yakni ItSing dari Tiongkok dan Atisa dari India.

Pengembangan pengelolaan potensi Danau Gunung Tujuh ini difasilitasi dan dimediasi oleh Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, bahkan kini tengah serius menyiapkan Danau Gunung Tujuh agar lolos menjadi New9Wonderful, tambahnya. (ant/lee)


Tidak ada komentar: