.

.
.

Tuesday, 16 December 2014

Ini Detik-detik Kaburnya Lima Sandera di kafe Lindt Sidney


KABUR: Elly Chen adalah salah seorang sandera yang berhasil kabur dalam drama penyanderaan di Sidney.

PENYANDERAAN DI KAFE SYDNEY

Penyandera Kafe Sydney Minta Bendera ISIS dan Ingin Ditelepon PM Abbott

Elly Chen adalah salah seorang sandera yang berhasil kabur dalam drama penyanderaan di Sidney. Chen adalah salah satu sandera yang berhasil menyelamatkan diri bersama empat orang lainnya.

Chen dalam rekaman media televisi terlihat berlari keluar dari Kafe Lindt di wilayah Martin Place, Sydney, menuju ke tempat polisi. Wanita yang bekerja sebagai pramusaji ini berlari meninggalkan pelaku penyanderaan bersama 20 sandera yang masih berada di dalam cafe itu.

Seperti diberitakan news.co.au, Senin (15/12), pukul 15.37 waktu sempat, dua pelanggan pria berlari melewati pintu kaca depan menuju sebuah sudut di mana polisi Australia bersiaga penuh dengan senjata. Beberapa saat kemudian, seorang pegawai Kafe Lindt juga keluar lewat pintu pemadam menuju ke wilayah Martin Place dan bergabung dengan beberapa sandera lainnya yang lebih dulu melarikan diri.


90 Menit kemudian, Chen dan seorang rekan kerjanya juga melarikan diri di bawah bayang-bayang ketakutan dan teror dengan masih mengenakan celemek bertuliskan Lindt berwarna cokelat.

“Saya sangat senang kamu selamat!" kata saudara perempuan Chen, Nicole Chen dalam halaman Facebook saudarinya tersebut.

Kepala kepolisian NSW Catherine Burn belum dapat dikonformasi apakah para sandera itu dilepaskan atau melarikan diri. Pada hari yang sama, salah seorang pegawai kafe yang masih berada di rumah saat drama penyanderaan dimulai mengatakan, melihat melihat salah seorang rekannya di televisi memegang bendera ISIS dengan menghadap ke jendela dengan mata tertutup.

“Saya melihat dia menangis dan menyeka air mata," kata Kathryn Chee. Salah seorang sandera yang melarikan diri telah dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, salah satu sandera yang masih berada di dalam kafe , dikonfirmasi sebagai karyawan IT raksasa Infosys.

Penyandera Berteriak Kesal

5 Orang yang menjadi sandera di Lindt Chocolate Cafe diketahui berlari keluar kafe. Apakah para sandera itu kabur atau dibebaskan? Yang jelas begini reaksi penyandera dari pantauan jurnalis kawakan Channel7, Chris Reason. 

“Saat 5 sandera kabur, orang bersenjata yang bisa terlihat dari sini (studio Channel7 Martin Place) menjadi sangat bergejolak, berteriak kesal kepada para sandera yang tersisa," demikian cuitan Reason melalui akun twitternya, @ChrisReason7.

Semua sandera dilihatnya meringkuk di salah satu sudut kafe Lindt. Salah satu sandera menutupkan kain apron ke jendela kafe. 

Kepolisian memang menyatakan bahwa 5 orang telah berhasil keluar dari kafe tersebut. Namun polisi menolak menjelaskan lebih detil apakah mereka kabur atau dibebaskan.

Namun dalam beberapa berita sebelumnya, disebutkan penyandera menitipkan pesan kepada para sandera. Penyandera dilaporkan menyampaikan pesan kepada sandera, yang sudah menghubungi 3 media untuk meminta dua hal, yakni bendera ISIS dan minta ditelepon PM Tony Abbott, demikian dilansir CNN, Senin (15/12). Tidak disebutkan sandera yang mana yang menyampaikan pesan sang penyandera itu.

Negosiasi Hingga Malam

Kepolisian terus melakukan negosiasi dengan pelaku penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney, Australia yang telah berlangsung sejak sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Polisi bertekad untuk menyelesaikan krisis ini dengan damai dan siap untuk terus bekerja hingga malam hari.

Wakil Kepala Kepolisian New South Wales, Catherine Burn mengkonfirmasi, para negosiator kepolisian tengah berbicara langsung dengan pria bersenjata yang melakukan penyanderaan.

“Pendekatan kami adalah menyelesaikan ini dengan damai, mungkin akan butuh waktu namun inilah pendekatan kami," tegasnya seperti dilansirNews.com.au, Senin (15/12).

Dikatakan Burn, polisi berniat bekerja hingga malam jika memang diperlukan. “Ini masih berlangsung. Kita masih ada orang-orang yang disandera, masih ada satu orang (penyandera) yang kami tangani. Kabar baiknya, kami ada lima orang yang telah keluar dari gedung tersebut," tandasnya.

Burn pun mengatakan, saat ini para negosiator kepolisian terbaik di dunia tengah berkomunikasi dengan pelaku penyanderaan.

Namun Burn menolak menyebutkan berapa orang yang masih disandera di dalam kafe tersebut. Dia juga menolak menyebutkan permintaan ataupun tuntutan si penyandera.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, motivasi pelaku tampaknya bersifat politis. Namun Burns menolak berkomentar lebih rinci mengenai hal tersebut dikarenakan alasan operasional.

Minta Bendera ISIS

Bendera hitam yang dibentangkan di Lindt Chocolate Cafe, tempat penyanderaan, diduga bukan bendera ISIS. Kini, sang penyandera menyampaikan pesan meminta bendera ISIS. Penyandera juga ingin dihubungkan via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott.

Penyandera dilaporkan menyampaikan pesan kepada sandera, yang sudah menghubungi 3 media untuk meminta dua hal tersebut, demikian dilansir CNN, Senin (15/12).

Tidak disebutkan sandera yang mana yang menyampaikan pesan sang penyandera itu. Sebelumnya, sudah ada 5 sandera yang tampak keluar dan lari dari Lindt Chocolate Cafe itu.

Soal bendera, sebelumnya, dosen politik Timur Tengah senior dari Monash University, Ben MacQueen menjelaskan kalimat yang ada dalam bendera yang tampak dalam Lindt Chocolate Cafe bertuliskan syahadat, pernyataan keimanan dalam Islam yang merupakan salah satu dari 5 rukun Islam. MacQueen mengatakan, bendera dengan kalimat syahadat itu lazim digunakan di Timur Tengah, dan bendera yang ditunjukkan bukanlah ciri ISIS.

“Bendera hitam itu telah digunakan sejak awal 1990, itu bukan bendera ISIS. Bendera itu telah digunakan akhir-akhir ini, sebagai contoh kelompok pemberontak Chechnya," kata MacQueen seperti dikutip dari SMH.com.au, Senin (15/12).

Font bendera ISIS pendek-pendek, sedangkan bendera yang ditempelkan di jendela Kafe Lindt memiliki font dengan huruf arab yang panjang.

Bendera ISIS diketahui memiliki variasi tulisan Syahadat dengan latar berwarna hitam, namun paragraf kedua dari syahadat yakni “Muhammad utusan Alloh' dihapuskan. - See more at: http://www.australiaplus.com/indonesian/2014-12-15/pelaku-penyanderaan-di-sydney-tidak-gunakan-bendera-isis/1399359#sthash.

YACgBonB.dpuf MacQueen menganalisa bahwa sang penyandera kemungkinan adalah anak muda yang tidak cerdas, dan dengan perlengkapan yang mereka dapat mereka mengasosiasikan diri mereka beraliansi dengan ISIS.

“Jika ini diidentikkan dengan organisasi yang berpusat di Suriah atau Irak (ISIS), mereka tidak akan menggunakan bendera itu," jelas MacQueen.

Kontak dengan Pria Penyandera

Aksi penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney, Australia telah berlangsung setidaknya enam jam. Kepolisian Australia telah melakukan kontak dengan pelaku penyanderaan yang berjumlah 1 orang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian New South Wales, Catherine Burn seperti dilansir kantor berita Reuters. Dikatakannya, para negosiator telah melakukan percakapan dengan pelaku penyanderaan. Namun Burn menolak berspekulasi mengenai kemungkinan motivasi penyanderaan yang dilakukan pria bersenjata tersebut.

Burn juga menolak menyebutkan jumlah persis sandera yang masih berada di dalam kafe tersebut. Namun dikatakannya, jumlahnya tidak mencapai 30 orang. Sebelumnya, dikabarkan bahwa antara 40 hingga 50 orang berada di dalam kafe tersebut.

Kepada para wartawan, Burn mengatakan, sejauh ini tak ada indikasi bahwa para sandera yang masih disekap telah terluka.

Sebelumnya, dalam tayangan langsung stasiun televisi Channel 7 yang berada di dekat lokasi penyanderaan, terlihat tiga orang kabur dari dalam kafe. Salah seorang yang kabur diyakini sebagai pegawai Lindt karena mengenakan apron Lindt.

Saat ini, sejumlah polisi bersenjata terlihat telah bergerak semakin dekat ke pintu masuk kafe.(dtk/lee)

No comments: