.

.
.

Wednesday, 3 December 2014

Jalan Kerinci-Jambi Amblas Sepanjang 15 Meter

RIKO PIRMANDO/HARIAN JAMBI. AMBLAS: Kondisi ruas jalan di Desa Muara Emat Batang Merangin yang longsor dan amblas akibat diguyur hujan deras Senin (1/12) pagi. Akibatnya, puluhan kendaraan yang melintas di lokasi terjebak.


RIKO PIRMANDO/HARIAN JAMBI. AMBLAS: Kondisi ruas jalan di Desa Muara Emat Batang Merangin yang longsor dan amblas akibat diguyur hujan deras Senin (1/12) pagi. Akibatnya, puluhan kendaraan yang melintas di lokasi terjebak.

Puluhan Kendaraan Terjebak 5 Jam

* 3 Warga Tewas, Kerugian Miliar Rupiah Akibat Banjir


Tak hanya mengakibatkan banjir, curah hujan yang terus meningkat di Provinsi Jambi akhir-akhir ini juga mengakibatkan longsor di mana-mana. Senin (1/12) pagi, jalan Kerinci-Jambi longsor dan amblas.

Insiden ini terjadi pada Senin (1/12) pagi di desa Bedeng Tujuh, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Akibatnya puluhan kendaran baik dari arah Kabupaten Kerinci maupun Kabupaten Merangin terjebak di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Informasi yang diperoleh Harian Jambi dari TKP longsor, ratusan kendaraan terjebak di lokasi selama lebih kurang 5 jam Pasalnya tidak hanya jalan yang amblas ruas badan jalan juga tertimbun tanah longsor.


Kapolsek Batang Merangin IPTU Asril, dikonfirmasi wartawan membenarkan itu. “Sekitar 15 meter jalan aspal runtuh akibat hujan deras tadi malam,” kata Kapolsek saat dihubungi Harian Jambi, Senin kemarin.

Disampaikannya, jalan yang amblas 15 meter itu tidak bisa dilewati oleh kendaraan besar. Karena jalan yang tinggal sekitar 1,5 meter dan pinggirnya jurang. “Dari malam tadi mobil kecil bisa lewat, tetapi Fuso tidak bisa dan setelah alat berat tiba, pukul 09.00 WIB semua kendaraan sudah bisa dilewati,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada para pengguna jalan Kerinci-Jambi untuk lebih berhati-hati, dengan tingginya curah hujan akhir-akhir ini kemungkinan besar longsor bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi terlebih dahulu.

Seentara itu, bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Jambi akhir-akhir ini telah memakan korban jiwa dan kerugian materil miliaran rupiah. Ini berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi.

Menurut Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arif Munandar, Senin (1/12) kemarin, khusus banjir bandang di Kabupaten Merangin, beberapa pekan lalu kerugian mencapai Rp 4,5 miliar.

"Kerugian sementara dari hasil laporan yang saya terima tadi pagi untuk yang di Sungai Tenang, Merangin saja sudah mencapai Rp4,5 miliar, selain itu banjir bandang di Merangin itu juga menghabiskan 100 hektare sawah warga dan empat masjid juga terkena banjir," kata Arif.

Selain itu, banjir bandang yang terjadi di Merangin juga mengakibatkan warga krisis listrik, pasalnya jaringan listrik ke rumah warga banyak terputus, kata Arif usai menghadiri rapat kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana banjir di wilayah Provinsi Jambi.

Dia mengungkapkan, banjir yang terjadi di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi sejak sepekan terakhir juga telah merenggut korban jiwa, sampai kemarin kata Arif tiga orang meninggal karena banjir. Satu korban meninggal di Kerinci dan dua orang di Bungo.

BPBD Provinsi Jambi, kata Arif, juga sudah menyiapkan bantuan dan mensiagakan peralatan untuk penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu diperlukan. Seperti tenda darurat, kendaraan roda dua, roda empat, tanki air, perahu karet dan juga family kit.

"Kita sudah siaga dan kita persiapkan peralatan, hanya saja sampai sekarang belum ada laporan evakuasi pengungsian. Melalui Pak Gubernur juga sudah disurati Kabupaten/kota untuk siaga banjir, jadi nanti di Kabupaten/kota juga dilakukan rapat koordinasi lintas dinas-dinas terkait untuk siaga dan juga penyaluran bantuan. Dinas PU juga dilibatkan untuk menanggulangi tanah longsor dan juga infrastruktur," jelasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ridham Priskap yang memimpin rapat kesiapsiagaan banjir di Provinsi Jambi mengatakan bahwa untuk sementara banjir yang terjadi di Kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jambi masih bisa ditangani oleh Kabupaten/kota.

"Banjir yang di Kerinci, Sarolangun, Merangin, Tebo masih dalam batas-batas yang tidak terlalu parah hanya lewat berkisar 1-3 jam dan seketika langsung surut, itu sudah bisa ditanggulangi kabupaten," kata Ridham.

Kendati demikian, untuk kesiapan logistik Pemprov melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi sudah siap. Kalau Kabupaten/Kota memerlukan bantuan dari provinsi bupati/walikota bisa langsung menyurati gubernur. Namun sampai saat ini katanya belum ada Kabupaten/kota yang mengajukan bantuan logistik ke Pemprov.

Sementara itu dari hasil rapat disebutkan rata-rata kerawanan yang dihadapi oleh kabupaten/kota di Provinsi Jambi yakni banjir akibat luapan sungai Batanghari. Selain banjir, untuk wilayah barat seperti Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun juga rawan terjadi longsor saat musim hujan seperti ini.

Tak hanya longsor dan banjir, daerah seperti di Kabupaten Batanghari juga rawan angin puting beliung. Sekda minta agar setiap kabupaten/kota memetakan kerawanan bencana di daerah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, Nurangesti Widyastuty, mengatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terus berpotensi terjadi hingga akhir Desember dan awal Januari.

Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai batanghari untuk siaga jika sewaktu-waktu terjadi banjir akibat limpahan air dari hulu sungai. (Harian Jambi)


No comments: