.

.
.

Friday, 23 January 2015

WISATA RELEGI KOTA SEBERANG, Dari Keberadaan Rumah Batu Hingga Makam Pangeran Wiro Kusumo

MAKAM: Lokasi pemakaman Pangeran Wiro Kusumo, selaku ulama dan pejuang Jambi.




RUMAH BATU: Salah satu cagar budaya Jambi, peninggalan Pangeran Wiro Kusumo. Meski sebagai benda bersejarah, rumah ini terlihat rusak dan tidak terawat.

Mengenal Sosok Pejuang Sekaligus Ulama Jambi yang Terlupakan

Obyek Wisata Rumah Batu dan Makam Pangeran Wiro Kusumo dan juga peninggalan Masjid Al-ihsaniyah menjadi daya tarik wisata religi di di Desa Seberang Kota Jambi. Ini juga sebagai daya tarik untuk wisatawan luar maupun wisatawan yang konekting dengan Jembatan Pedistrian Kota Jambi dan Menara Gentala Arasy. 

R MANIHURUK, Jambi

Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jambi saat ini sedang mewacanakan Desa Seberang Kota Jambi sebagai lokasi wisata budaya dan religi. Mengetahui hal tersebut, masyarakat setempat mengapresiasi dan menyambut baik hal tersebut. Masyarakat berharap, hal tersebut agar segera terealisasi. 

“Kami sangat senang dan menyambut baik, apabila Desa Seberang ini dijadikan sebagai wisata religi. Dan kami mengharapkan, kalau bisa wacana itu bisa terealisasi sesegera mungkin,” ujar Mahfus, warga Seberang Kota Jambi.


Kegiatan haul yang rutin diadakan tersebut, dianggap mampu menjadi penunjang pemerintah dalam menyelesaikan program tersebut. “Kegiatan haul ini merupakan sebuah kegiatan pendukung ataupun pembuktian, bahwa kawasan Seberang Kota Jambi memang seharusnya, dijadikan sebagai kawasan religi. Karena memang, pusat penyebaran agama Islam di Jambi. Terbukti, adanya empat pesantren tertua peninggalan para kesulthanan Jambi terdahulu masih ada. Contohnya rumah nasional, bisa sesegera mungkin datang berkunjung ke Jambi,” tambah Azwan.

Peninggalan yang telah diwariskan oleh Pangeran Wiro Kusumo tersebut, menjadi sebuah potensi besar yang dimiliki masyarakat Jambi. Jika dikembangkan, ini bias menjadi aset yang akan mengembangkan Desa Seberang sebagai lokasi wisata religi.

Situs peninggalan kesulthanan Jambi ini, merupakan sebuah potensi yang dimiliki oleh Kota Jambi. Dan hal ini juga merupakan sebuah keharusan dari Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi, untuk memberikan sebuah bentuk perhatian yang lebih dalam mempertahankan nilai-nilai sejarahnya. Dan soal kegiatan haul ini, memang seharusnya dilestarikan. Karena ini merupakan sebuah wujud penghargaan bagi pejuang dan ulama, yang menyebarkan agama Islam di Jambi. 

Cagar Budaya Jambi

Dikatakan Abu, bahwa Makam Pangeran Wiro Kusumo dan Rumah Batu di Desa Seberang Kota Jambi tersebut, telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut berupa pengakuan bahwa lokasi tersebut sebagai cagar budaya Jambi.  

Makam dan Rumah Batu telah dijadikan sebagai cagar budaya, yang bernilai sejarah perjuangan rakyat Jambi. Hal tersebut dipimpin oleh Pangeran Wiro Kusumo, yang juga merupakan seorang ulama yang menyebarkan agama Islam. 

Guna merealisasikan Desa Seberang sebagai lokasi wisata religi dan budaya, hal yang harus dilakukan adalah dengan bekerjasama baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menjaga peninggalan-peninggalan situs bersejarah yang ada. Karena, hal tersebutlah yang akan menjadi daya tarik serta penunjang program wisata religi tersebut.

Beberapa waktu lalu Rumah Batu telah dijadikan sebagai cagar Budaya. Hal ini saya kira penting untuk segera dilakukan. Karena kondisi Rumah Batu yang bekas istana kesulthanan itu telah rapuh dimakan zaman. Dan tidak terawat dan ini perlu ditindaklanjuti kembali.

Namanya Pangeran Wiro Kusumo. Barangkali nama ini masih asing didengar oleh sebagian besar masyarakat Jambi. Padahal, Pangeran ini adalah salah satu pejuang sekaligus ulama Jambi, yang pernah berjuang melawan penjajah pada masa kesulthanan.

Masyarakat Desa Seberang Kota Jambi, tepatnya di Kelurahan Olak Kemang Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi, pernah menggelar kegiatan yang sangat mulia, yakni peringatan kegiatan Haul Al-‘Arif Billah Al-Habib Idrus Bin Hasan Al-Jufri, yang bergelar Pangeran Wiro Kusumo yang ke 112 pada tanggal 25 Januari 2014 lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid Al-Iihsaniyah yang juga merupakan masjid peninggalan Pangeran Wiro Kusumo. Hal ini disampaikan Ismail Abdullah, tokoh ulama Jambi. 

Shohibul Haul Al-Habib Idrus bin Hasan Al-Jufri, memperingati Haul Pangeran Wiro Kusumo di masjid Al-Ihsaniyah kelurahan Olak Kemang Kecamatan Danau Teluk.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai latar belakang. Diantaranya, Pangeran Wiro Kusomo dikenal sebagai seorang tokoh ulama, pahlawan dan pejuang sekaligus juga seorang ulama di kesultanan Jambi pada masa itu. 

“Kegiatan ini memiliki landasan yaitu Sabda Nabi Muhammad SAW yang mengatakan  muliakanlah para ulama. Karena sesungguhnya, mereka adalah orang-orang terpilih lagi dimuliakan disisi Allah SWT. Selain itu, ia juga merupakan seorang ulama yang sangat berjasa dalam perjuangan Jambi,” ungkap Ismail.

Pangeran Wiro Kusumo dikenal sebagai sosok tangguh, yang ketokohanya cukup dikagumi oleh semua kalangan masyarakat pada umumnya. Ismail juga mengatakan, bahwa dengan demikian sudah sepantasnya kita sebagai penerus untuk memuliakan sosok pangeran tersebut.

Ia mengatakan, Pangeraan Wiro Kusumo merupakan salah satu tokoh ulama yang wafatnya pada tanggal 13 Syawal 1435 Hijriah, tepatnya pada 23 Januari 1924 Masehi. “Beliau wafat pada tanggal 13 Syawal 1435 Hijirah dan tahun masehinya 23 Januari 1902,” ungkapnya. 

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam meningkatkan transformasi keilmuan agama, wawasan dan keislaman. Serta memberikan pendidikan moral dan etika bagi generasi muda. Selanjutnya, untuk meningkatkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap pejuang sekaligus ulama Jambi.

“Diadakan kegiatan seperti ini, tujuannya tidak lain untuk menciptakan suasana keislaman, kekeluaragaan, menumbuhkan rasa cinta kepada para ulama. Selanjutnya, untuk meningkatkan transformasi keilmuan, wawasan keislaman serta memberikan pendidikan moral dan etika kepada generasi muda,” ujarnya.

Masjid Al-Ihsaniyah

Dikatakan Ismail, bahwa Masjid Al-Ihsaniyah merupakan masjid peninggalan dari Pangeran Wiro Kusumo. Dulunya, masjid tersebut adalah sebuah mushola yang didirikan oleh pangeran tersebut. Tujuan awal didirikan masjid tersebut tidak lain, sebagai sarana mempertebal iman serta membentengi diri dari pengaruh penjajah. 

“Tujuan dibangun oleh Pangeran Wiro Kusumo, tidak lain agar masyarakat Jambi mendapatkan wadah untuk mempertebal iman. Agar tidak terpengaruh oleh kaum-kaum imperialis ataupun penjajaah saat itu,” ujarnya.

Menurut Mahfus, Warga Setempat, selain dijadikan sebagai sarana beribadah, Masjid Al-Ihsaniyah juga dimanfaatkan sebagai lokasi untuk mempelajari ilmu bela diri. Selanjutnya, juga digunakan sebagai wadah dalam menyusun strategi dalam melawan penjajah.

“Masjid ini dulu hanya surau kecil. Dengar-dengar, tempat ini juga selain dijadikan sebagai tempat shalat, tetapi juga digunakan untuk mengajarkan bela diri dan strategi perang, pada saat melawan penjajah,” ungkapnya.

Rumah Batu 

Bukan hanya masjid yang dapat dilihat peninggalan dari Pangeran Wiro Kusumo. Namun peninggalan lainnya juga berupa Rumah Batu yang terletak di kawasan Seberang Kota Jambi. Rumah batu ini, menurut Mahfus, merupakan kediaman dari Pangeran Wiro Kusumo. Dulu, rumah tersebut dijadikan sebagai lokasi berkumpulnya para pejuang dan petinggi kesultanana Jambi.

“Rumah kediaman beliau, yang dikenal oleh masyarakat Jambi adalah Rumah Batu atau rumah Pangeran Wiro Kusumo. Yang dulunya digunakan olehnya, untuk mengumpulkan beberapa pejuang lainnya yang juga petinggi-petinggi kesulthanan Jambi. Termasuk diantaranya Sulthan Ahmad Nazaruddin dan Sulthan Thaha,” ujarnya. 

Untuk mengenang jasa Pangeran Wiro Kusumo tersebut, kegiatan haul selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Diakui, bahwa kegiatan ini pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Baik dari pemerintah, para ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Hal ini disampaikan Azwan Hidayat, Tokoh Pemuda Seberang Kota Jambi yang juga merupakan Sekretaris Laskar Melayu Jambi.

“Kegiatan ini telah menjadi kegiatan tahunan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Baik dari pemerintah, para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda di lingkungan Desa Seberang Kota Jambi. Tapi memang, kegiatan ini Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi harus benar-benar mendukung. Kita sebagai generasi penerus, memberikan wujud penghargaan kepada para pejuang Jambi, yang telah merebut kedaulatan Jambi di tangan penjajah,” tegasnya. 

Menurutnya, kegiatan yang telah menjadi tradisi masyarakat Seberang Kota Jambi tersebut harus dilestarikan. Karena, hal tersebut telah menjadi tradisi yang positif. “Saya kira kegiatan ini harus dilestarikan. Karena setiap tahunnya masyarakat Desa Seberang dan para Ulama Jambi melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Selanjutnya Ismail berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilestrikan dengan konsep yang lebih baik. Ia juga meminta turut sertanya pemerintah untuk melestarikan tradisi haul tersebut. 

“Alhamdulillah pemerintah selalu mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan haul yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Jambi. Akan tetapi ke depan, semoga bisa lebih baik lagi dan bisa meriah lagi. Kami juga sangat mengharapakan Gubernur Jambi dan Walikota Jambi, agar bisa ikut hadir dalam mengikuti kegiatan Haul Pangeran Wiro Kusumo, yang merupakan tokoh pejuang dan ulama yang menyebarkan agama Islam di Jambi ini,” harapnya. .(*/lee)

No comments: