.

.
.

Wednesday, 28 January 2015

Gubernur Tinjau Pabrik Pakan Ikan di Tangkit


Pembangunan Pabrik Pakan Ikan, Upaya HBA Tingkatkan Kesejahteraan Petani Ikan

 MUAROJAMBI-Tingginya harga pakan ikan merupakan permasalahan penting yang dihadapi oleh para petani ikan, yang tentunya berdampak terhadap kesejahteraan petani ikan. Selama ini, pakan ikan di Provinsi Jambi didatangkan dari luar Provinsi Jambi. Menyikapi kondisi ini, Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi membangun pabrik pakan ikan, yakni di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, dengan harapan untuk memproduksi pakan ikan dengan kualitas yang baik, namun harganya lebih murah daripada harga pakan ikan di pasaran.

Gubernur meninjau pabrik pakan ikan di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (28/1/2015). Dalam peninjauan ini, gubernur didampingi oleh Asisten II Sekda Provinsi Jambi, Ir.H.Haviz Husaini,MM; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, H.Saefudin; Kepala Badan Ketahanan Pangan rovinsi Jambi, Drs.Hartono, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Henrizal, Spt,MM, dan para pejabat lainnya, serta Kepala Desa Tangkit Baru, Andi Baharu Alam, SE.

Dalam peninjauan ini, gubernur menyaksikan langsung pengolahan bahan baku pakan ikan sampai menjadi pakan ikan. Gubernur juga meninjau bahan baku pakan ikan tersebut. Usai peninjauan pabrik pakan ikan, kepada para wartawan yang mewawancarainya, gubernur menyatakan bahwa pabrik ikan tersebut dulu dijanjikan kepada masyarakat rencana pembangunannya. 


“Untuk beberapa hari ini diuji coba produksinya, tadi sudah nampak hasilnya dan rencananya satu jam 500 Kg. Kalau bisa beroperasi 10 jam sehari, sudah bisa memproduksi 10 ton. Ini nanti minimal target kita bisa meng-cover kebutuhan pakan ikan untuk Tangkit dan Kumpeh Ulu,” ujar gubernur.

Gubernur mengungkapkan, selama ini masalah utama petani ikan adalah harga pakan. “Dalam hitung-hitungan kita, pakan ikan yang diproduksi dari pabrik pakan ikan tersebut, bisa kita jual dengan harga Rp4.700. Kalau di pasar sekarang Rp7.000 sampai Rp8.000. Apalagi nanti, rencana kita pengelolaannya kita serahkan kepada Asosiasi Pembudidaya Ikan Patin,” jelas gubernur.

“Ini, modal seluruhnya sekitar Rp2,6 miliar, mulai dari gedungnya sampai alat-alat industri, sedangkan tanah hibah dari Kepala Desa (Tangkit Baru). Kalau memang ini nanti lancar dan bagus, kita merencanakan tahun depan kita bangun lagi di tempat dimana dibutuhkan masyarakat. Ini  menjawab permasalahan yang selama ini dan dari dulu selalu menjadi masalah, masalah pakan, sehingga kadang-kadang Nilai Tukar Petani Ikan kita sangat rendah, walaupun sempat telah ada peningkatan menjadi 100 lebih. Terakhir dengan kenaikan BBM, terjadi lagi penurunan, mudah-mudahan sekarang sudah bisa stabil kembali,” tutur gubernur.

Gubernur menyatakan, bahan baku pakan ikan tersebut adalah bungkil kelapa. “Kalau bungkil kelapa kita punya banyak, di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Kemudian dedak, waktu kita berkunjung ke Tungkal Ulu ada dedak, dari Timur dan Barat cukup. Kemudian ikan asin, ikan asin banyak, serta tapioka, tapioka dari Lampung cukup. Selain empat itu, masih bisa juga kedelai dan jagung, jadi bisa dibuat tiga atau empat (campuran). Insyaallah tidak putus, sudah kita perhitungkan,” lanjut gubernur.

Tentang suplai listrik ke pabrik pakan ikan tersebut, gubernur mengatakan, listrik untuk pabrik pakan ikan sedang dalam proses untuk dimasukkan oleh PLN dan anggaran sudah tersedia. “Sekarang, sementara menggunakan operasional sementara dan kita sudah janji dengan PLN, diharapkan sebelum tanggal 12 (Februari) listrik sudah dimasukkan PLN,” kata gubernur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi jambi, H.Saefudin menyatakan, biaya untuk memasukkan listrik PLN ke pabrik pakan ikan tersebut Rp281 juta dengan daya 150 KVA, termasuk dengan semua tiang-tiangnya. 

Ketika ditanya wartawan tentang apakah Wakil Presiden Republik, H.M Jusuf Kalla akan meninjau pabrik pakan ikan tersebut bersamaan dengan rencana peresmian Peresmian Jembatan Pedestrian Gentala Arasy, gubernur menjawab.

“Rencana kita, kalau diterima oleh Protokol Bapak Wakil Presiden, salah satu jadwal kunjungan kerja beliau adalah meresmikan pabrik pakan ikan dan panen ikan. Rencana tanggal 12 (Februari 2015 mendatang), mudah-mudahan beliau berkenan untuk meresmikan pabrik pakan ikan disamping meresmikan jembatan pedestrian. Yang sudah kita susun jadwal kegiatan beliau, peresmian jembatan pedestrian, rencana pelantikan dewan mesjid karena beliau Ketua Dewan Mesjid dan di Jambi nanti akan dilantik, dan ada beberapa acara lagi yang kita coba cadangkan, beberapa alternatif, yang nanti akan ditinjau oleh Protokoler dan Sekuriti pihak istana. Mudah-mudahan yang kita rencanakan ini bisa diwujudkan dan bisa dilaksanakan,” tandas gubernur.

Selanjutnya, gubernur dan rombongan meninjau kolan keramba budidaya ikan lele dan ikan patin kelompok Pembudidaya Ikan “Panila” di RT 02/02 Desa Tangkit Baru, serta pembenihan ikan lele keramba tersebut.

Dalam peninjauan ini, gubernur mendengarkan penjelasan dari ketua kelompok budidaya ikan Panila, M.Arif. M.Arif menyatakan, dia mengeluarkan dana Rp15juta per hari untuk pakan ikan yang mereka olah sendiri, namun tidak tertutup kemungkinan akan membeli pakan ikan dari pabrik pakan ikan yang baru dibangun di Desa Tangkit Baru, jika harganya lebih murah dan kualitasnya bagus.

Arif mengatakan, dalam sehari, dia memproduksi 300 Kg ikan lele dan 1 ton ikan patin, dengan total luas kolam hampir 10 Ha. 

Melihat sendiri kolam ikan tersebut dan mendengarkan penjelasan dari Arif, gubernur pun sangat mengapresiasi usaha yang digeluti oleh Arif dan kelompok budidaya ikan Panila.

Selain itu, gubernur dan rombongan meninjau rumah yang dibedah oleh Provinsi Jambi melalui program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) Pemerintah Provinsi Jambi, yang lokasinya di depan pabrik pakan ikan, juga di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, serta meninjau mesin tenun di Kantor Kepala Desa Tangkit Baru. (Lee)

No comments: