.

.
.

Rabu, 28 Januari 2015

KPK Vs Polri, Ini Pesan Dari Dewan Pers

Ketua Dewan Pers Bagir Manan .Foto Rosenman Manihuruk
JAKARTA-Ketua Dewan Pers Prof Bagir Manan mengingatkan agar pers menjadi pelopor dan mencari solusi atas persoalan bangsa. Pers tidak cukup hanya menyampaikan berita atau menyampaikan informasi kepada masyarakat. Penegasan itu disampaikan oleh Bagir Manan menyikapi perselihan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia. 

“Dalam keadaan seperti sekarang, tidak cukup hanya menyampaikan berita, tetapi pers tanpa harus melewati prinsip jurnalistik, harus menjadi pelopor untuk mencari jalan keluar. Membuat gagasan objektif untuk mencari jalan keluar dari kemelut seperti ini," kata Bagir Manan ditemui oleh Radio Republik Indonesia RRI di ruangan kerjanya di Gedung Dewan Pers, Jalan kebon Sirih Jakarta, Selasa (27/1).


Pers memiliki fungsi sebagai pendidikan, informasi, menghibur, kontrol sosial, membentuk pendapat umum dan mengarahkan pendapat umum. Saat disinggung tentang sikap pers yang terbelah atau memihak, mantan Ketua Mahkamah Agung itu tidak mempersoalkan, karena merupakan konsekwensi dari kebebasan pers yang merdeka. Pers yang merdeka adalah bebas memilih.  

“Keterbagian atau istilahnya SBY terbelahnya pers, itu sekedar fenomena. Tetapi karena ini kebebasan dan kemerdekaan pers, maka harus menjunjung tinggi prinsip dan azas pers".  

Yang paling penting bagi pers adalah menggali dan mencari akar persoalan. Misal ketika pers tidak dapat mengetahui latar belakang keputusan yang diambil oleh negara atau pemerintah, maka akan muncul spekulasi. Sikap spekulasi menjadi alasan untuk pembenaran. Padahal pembenaran berbeda dengan benar.

“Bisa saja membenarkan sesuatu yang kita tidak tahu atau salah di buat menjadi benar. Kita setuju sesuatu tetapi tahu alasannya. Kita tidak tau sesuatu tahu alasannya". Oleh karena itu, pers dan pemerintah harus terbuka karena Indonesia adalah negara demokrasi.  

"Keputusan harus terbuka terus karena ini di negara demokrasi. Rakyat sangat cerdas. Bersembunyi-sembunyi itu tidak ada gunanya," ujarnya lagi.(SP/lee)

Tidak ada komentar: