.

.
.

Sunday, 18 January 2015

TRAGEDI AIRASIA, Mesin AirAsia QZ8501 Kemungkinan Dipotong di Bawah Laut

Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan penyisiran dan evakuasi obyek-obyek pesawat AirAsia QZ8501. Mesin pesawat yang ditemukan di lokasi yang sama dengan black box kemungkinan dipotong di dasar laut sebelum dievakuasi.

“Beberapa obyek bawah air mengenai metal bagian dari AirAsia, yang paling khusus adalah bagian badan pesawat, yang kita arahkan upayakan pengangkatan sisa-sisa korban yang masih berada di kabin pesawat," ujar Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di posko gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Jumat (16/1).

Penyelaman sendiri hari ini telah dilakukan mulai dari jam 06.00 WIB untuk mengobservasi keadaan di dasar laut tempat main body ditemukan, sekaligus untuk persiapan pemasangan lifting bag. Pada operasi SAR AirAsia hari ke-20 ini, kegiatan masih dikonsentrasikan di laut.


“Di laut yang aktif 16 kapal, 6 pesawat aktif hari ini dan kegiatan masih concern pada penyelaman dan pencarian semua dilakukan di bawah laut. Diikuti beberapa kapal yang berada most probabilitas area 2 dan 3 di mana terdapat beberapa objek bawah air," kata Supriyadi.

Kapal yang beroperasi hari ini di area pencarian adalah KN Pacitan, KRI Banda Aceh, KRI Barakuda, Crest Onyx, Geosurvey, dan KN Barunajaya. Sementara deteksi bawah laut lainnya juga dilakukan dengan menerjunkan ROV (Remotely Operated Vihacle), dan side scan sonar.

“Kapal-kapal ini mereka akan lakukan kegiatan penyelaman khususnya di pusat pencarian AirAsia. Seandainya di kabin (main body) pesawat ditemukan banyak jenazah, penyelaman akan kami tambah. 3 tim masing-masing 5 orang, jadi total 15," Supriyadi menjelaskan.

Perwira tinggi TNI AU bintang 1 ini juga mengungkapkan, penemuan kokpit dan mesin pesawat merupakan hal penting untuk invesitigasi. Mesin sendiri telah ditemukan berada di lokasi yang sama dengan ditemukannya black box, dan telah menjadi gundukan karena tertimbun lumpur dan pasir. Sementara hasil side scan juga telah mendeteksi obyek yang diperkirakan kokpit pesawat.

“Engine juga akan diupayakan apakah bisa dipotong di bawah laut, kelihatannya masih bergantung di sayapnya. Ini juga kita perhitungkan semua sehingga klarifikasi masalah di bawah air dihitung cermat. Semua diperhitungkan dan ini estimasi dari para penyelam harus bisa dipastikan," jelas Supriyadi.

Penyelam sendiri masih belum melaporkan hasil operasi hari ini sehingga perkembangannya pun masih belum bisa diketahui. "Penyelam belum laporan," tutup mantan Kadispen TNI AU itu.

Cockpit Menancap di Lumpur 

Setelah ekor, black box, dan main body, kini cockpit Pesawat AirAsia diduga telah ditemukan. Namun penemuan ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya oleh Badan SAR Nasional.

“Masih dugaaan. Baru hasil side scan, hasilnya mungkin dikira-kira itu cockpit," ungkap Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di posko gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Jumat (16/1).

Menurut Supriyadi, obyek yang diduga cokcpit pesawat jenis Airbus tersebut terdeteksi menancep di lumpur. Jaranya berada 500 meter dari penemuan badan pesawat.

“Sebagian bodynya nancep di lumpur. Belum bisa dibuktikan kalau penyelam belum turun. Ini hasil side scan dari kapal GeoSurvey," kata Supriyadi.

“Sebenarnya penemuan sudah dari 2 hari yang lalu tapi belum bisa dibuktikan makanya kemarin belum dipublish," sambungnya.

Saat ini tim penyelam disebut Supriyadi sedang berusaha turun ke lokasi penemuan tersebut. "Jaraknya 500 meter dari (lokasi) badan pesawat, penyelam sedang berusaha turun," tutupnya.

Sementara itu Kabasarnas Marsdya FHB Soelistyo hingga saat ini masih berada di Kapal KN Pacitan. Ia ingin menyaksikan observasi penyelam yang berusaha turun menuju badan pesawat. Diusahakan main body QZ8501 akan segera diangkat.(dtk/lee)

No comments: