.

.
.

Wednesday, 14 January 2015

Basarnas: Pencarian Korban AirAsia Dilanjutkan Operasi Harian


SURABAYA-Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menegaskan, pencarian atau evakuasi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 akan tetap dilakukan dalam operasi harian.

“Saya sampaikan, operasi pertama kali sampai hari ke-17 ini adalah operasi pokok, namun selanjutnya berbeda yakni operasi harian yang bertujuan untuk menemukan obyek korban," kata Soelistyo usai menjumpai keluarga korban di Posko Keluarga AirAsia QZ 8501 Polda Jatim, Surabaya, Selasa (13/1).

Dikatakannya, bentuk operasi harian yakni dengan area pencarian atau evakuasi di wilayah yang lebih spesifik dan perubahan status operasi tidak akan berpengaruh pada kualitas proses pencarian dan penyelamatan.


“Yang berubah nama operasi bukan sasaran, yang kita butuhkan adalah metode, sistem, alat dan perencanaan yang tepat untuk mencari obyek di bawah permukaan," katanya.

Ia menjelaskan, sesuai undang-undang operasi pokok seharusnya hanya berjalan tujuh hari, namun diperpanjang hingga hari ke-17, karena memahami psikologis dan harapan keluarga penumpang.

“Saya yakin keluarga punya pemahaman seperti kita kalau perlu, kita ajak sebagian agar tahu keadaan di lapangan, saya yakin sesuai berkembangnya realita dan harapan disitulah akan berkembang kapan pencarian akan berhenti," katanya.

Dikatakannya, semua peralatan yang dibutuhkan dalam operasi sudah ada di kapal, seperti Baruna Jaya, Geo Survey, ditambah sejumlah penyelam yang bagus.

“Namun besarnya kekuatan yang ada tidak menentukan hasil pencarian, karena dari hari ke hari misi area semakin menyempit," katanya.

Terkait sampai kapan waktu pelaksanaan operasi harian akan berlangsung, Soelistyo mengaku masih akan melihat perkembangan di lapangan.

“Kehadiran saya ke Surabaya kali ini adalah untuk menepati janji bertatap muka dengan keluarga korban. Dan saya sampaikan soal realita, hasil operasi dan harapan. Saya sampaikan secara bertahap agar keluarga paham antara realita dan harapan," katanya.  (Ant/lee)

No comments: