.

.
.

Senin, 19 Januari 2015

Warga Jambi Harapkan Penurunan Harga Sembako


HARGA CABEI: Harga Cabei merah di Kota Jambi hingga Minggu (18/1) masih dipatok Rp 45 ribu per kilo. Tampak pedagang cabei di Pasar Simpang Mangga Pasar Angso Duo Kota Jambi, Minggu (18/1). Foto Rosenman Manihuruk /HARIAN JAMBI.


JAMBI-Warga Kota Jambi mengharapkan adanya penurunan harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) dan angkutan penumpang menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Senin (19/1). Penurunan harga sembako dan ongkos angkutan penumpang tersebut penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Broto (60), warga Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi kepada wartawan di Jambi, Minggu (18/1) mengatakan, para pedagang sembako hendaknya mengerti beratnya beban ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok setelah BBM naik November 2014.


“Karena itu para pedagang harus menurunkan harga sembako mulai Senin (19/1) karena harga BBM sudah turun. Pengusaha angkutan di Kota Jambi,khususnya pengusaha angkutan kota (angkot) juga harus menurunkan ongkos karena harga BBM sudah turun dua kali,"katanya.

Broto mengharapkan para distributor dan pedagang sembako di Jambi diharapkan menanggapi imbauan Presiden Joko Widodo (Widodo) untuk menurunkan harga sembako pasca penurunan harga BBM. Kemudian para pengusaha angkutan penumpang juga tidak menunda-nunda penurunan ongkos angkutan kota (angkot) dan bus setelah harga BBM turun.

Sementara itu pantauan di Kota Jambi, Minggu (18/1) harga berbagai kebutuhan pokok masih bertahan seperti harga kebutuhan pokok pasca kenaikan harga BBM November 2015. Harga beras kualitas medium bertahan pada angka Rp 10.000/kg. Harga gula pasir tetap Rp 10.500/kg dan harga minyak goreng curah Rp 10.500/kg. Sedangkan harga daging sapi tetap Rp    114.000/kg, harga daging ayam ras Rp 30.000/kg dan harga telur ayam ras 18.000/kg.

Kemudian tarif ongkos angkot di Kota Jambi, Minggu (18/1) tetap Rp 4.000/orang untuk umum dan Rp 3.000/orang untuk pelajar dan mahasiswa. Para pengemudi angkot di Kota Jambi belum menurunkan ongkos angkot kendati harga BBM sudah turun beberapa pekan lalu.

Sedangkan ketika BBM naik November 2015, pengusaha angkot di Jambi menaikkan ongkos penumpang dari Rp 3.000/orang menjadi Rp 4.000/orang untuk umum. Sementara ongkos pelajar naik dari Rp 2.000/orang menjadi Rp 3.000/orang. (lee)

Tidak ada komentar: