.

.
.

Rabu, 26 September 2012

Kadis PU Provinsi Tutupi Pemenang Tender Jembatan Gantung Angso Duo




Sketsa jembatan gantung yang menelan dana Rp 86 miliar. 

Jambi, BATAKPOS

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi Ivan Wirata terkesan menutup-nutupi rekanan pemenang tender proyek pekerjaan jembatan gantung Angso Duo Jambi yang menelan dana senilai Rp 86 miliar. Tender proyek itu sudah selesai dan sudah ditetapkan pemenangnya.

Sementara pihak panitia tender kini tengah memberi kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan sanggahan atas hasil penetapan pemenang lelang. Namun Kadis PU Provinsi Jambi, Ivan Wirata, tidak bersedia menyebutkan nama perusahaan kontraktor yang memenangkan lelang tersebut.

Alasan Ivan, karena masih masuk masa sanggah. Ada rekanan yang menyanggah sehingga pemenang belum bisa diumumkan. “Pekan depan pemenang proyek ini sudah bisa diumumkan,”kata Ivan.

Proyek ini sempat menjadi polemic karena dinilai tidak efesiensi anggaran dalam tiga tahun anggaran. Bahkan manfaat jembatan itu tidak begitu penting bagi warga karena hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor.

Sementara ratusan pengusaha ketek (perahu kayu mesin penyeberangan) di Pasar Angso Duo Kota Jambi menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi jembatan gantung yang membentang di Sungai Batanghari, tepatnya dari depan Rumah Dinas Gubernur Jambi ke Dananau Teluk, Seberang Kota Jambi.

Pengusaha ketek terancam gulung tikar jika jembatan gantung tersebut dibangun. Kemudian pembangunan jembatan itu belum mampu meningkatkan perekonomian rakyat.

Sudirman Lakoni (42), seorang pengusaha ketek Pasar Angso Duo Jambi saat ditemui Jumat (21/9) mengatakan, rencana pembangunan tersebut mengancam mata pencaharian sekitar 400 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari perahu kayu motor sebagai alat transportasi sungai tersebut. Puluhan tahun warga telah menggantungkan hidupnya sebagai angkutan transportasi sungai.

"Selama ini, warga Seberang Kota Jambi tidak membutuhkan jembatan, warga membutuhkan bantuan modal dalam usaha kecil mandiri (UKM). Program Pemprov Jambi dan Pemko Jambi belum menyentuh perekonomian warga. Hal ini yang lebih penting daripada pembangunan jembatan gantung tersebut. Warga Seberang Kota banyak menolak pembangunan jembatan tersebut,"katanya.

Disebutkan, transportasi sungai sudah membudaya bagi masyarakat Kota Jambi, sehingga hal itu jangan ditinggalkan dengan pembangunan jembatan yang kurang efektif bagi perekonomian warga. Dengan pembangunan jembatan gantung tersebut, akan mengancam kenyamanan warga setempat akibat mudahnya akses jalan. "Kita bukan menghambat pembangunan, tapi mana yang lebih penting, itu yang harus didulukan. Hingga kini tidak ada perhatian pemerintah untuk membuatkan dermaga untuk kami,"ujar lakoni. RUK


Tidak ada komentar: