SELAMAT IDUL FITRI 1435H

SELAMAT IDUL FITRI 1435H
Dari Ir P Bernhard Panjaitan MM-Kadishub Provinsi Jambi

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA

PRESIDEN PILIHAN RAKYAT JOKOWI-JUSUF KALLA
SELAMAT DATANG PRESIDEN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA

Tuesday, 18 September 2012

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Diperiksa Kejati Jambi

 Idham Kholid, diperiksa penyidik bagian Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Senin (17/6/12). Foto  Ist

Jambi, BATAKPOS

Kepala Dinas  Pendidikan Provinsi Jambi , Idham Kholid, diperika penyidik bagin Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Senin (17/6/12). Dia menjalani pemeriksaan sejak pagi di ruang Kasi Penkum Kejati Jambi hingga pukul 11.30 WIB.

Idham Kholid usai menjalani pemeriksaan kepada wartawan mengaku kedatangannya hanya klarifikasi soal beasiswa. “Saya ditanyakan  masalah beasiswa tahun 2010, karena ada mahasiswa UI SPP-nya sudah dibayarkan tapi dia tidak kuliah lagi karena dipanggil kepala daerah tempat ia bekerja,”katanya.

Menurut Idham, dirinya tidak mengetahui précis berapa dana beasiswa tersebut. “Soal berapa anggarannya saya tidak tahu karena itu beasiswa tahun 2010, sementara saya baru masuk tahun 2010 akhir,”katanya.

Sebelumnya Drs Idham Kholid menyebutkan, sekelompok pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Jambi yang melakukan percaloan penerimaan beasiswa terbongkar. Kini kelompok PNS tersebut semuanya dimutasi dari jabatan masing-masing. Bahkan kelompok calo penerima beasiswa ini sudah berlangsung lama.

Terungkapnya praktek percaloan penerima beasiswa oleh oknum PNS Diknas Provinsi Jambi bermula saat seorang calon penerima beasiswa bercerita kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Drs Idham Kholid soal prosedur dan syarat untuk memperoleh dana beasiswa di
Diknas Provinsi Jambi. Kemudian dilakukan penelusuran dan terbukti adanya praktek percaloan penerima dana beasiswa tersebut.

Menurut Idham Kholid, kini kelompok oknum PNS pelaku percaloan itu dinonjobkan. Kelompok calo tersebut sudah berlangsung lama dengan terorganisasi.

“Awalnya hanya bermula cerita calon penerima dana beasiswa. Bahkan untuk mendapatkan beasiswa harus mengisi daftar tunggu beasiswa tersebut. Dana beasiswa yang diterima oleh sipenerima beasiswa mendapat potongan yang lumayan besar. Bahkan paling ironisnya, oknum
calo tersebut nekat mematok bagian jika dana beasiswa itu cair,”katanya.

Menurut Idham Kholid, bahkan oknum PNS calo itu kini ada yang mendapat penekanan dari luar (calon penerima beasiswa) karena sudah menerima fee duluan. “Saya akan memperbaiki seluruh prosedur di Diknas Provinsi Jambi. Kita akan benahi, jika ada oknum PNS yang melenceng dari tugas akan ditindah tegas,”katanya. RUK

No comments: