.

.
.

Thursday, 27 September 2012

Gubernur Jambi Ingatkan SKPD Jangan Ada Silva

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, menyematkan perhangaan usai sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Statistik Nasional tingkat Provinsi Jambi, di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.

Jambi, BATAKPOS

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tidak ada silva (sisa lebih) anggaran guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Anggaran-anggaran yang dianggarkan agar tidak meninggalkan silva, atau silva yang cukup besar.

Jika angaran tersebut benar-benar habis, ini salah satu yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, disampinng nilai ekspor. Ada beberapa produk Jambi mengalami penurunan nilai ekspornya, terutama batu bara, sehingga ada perusahaan batu saat ini nilai ekspor Jambi terus mengalami penurunan.

Hasan Basri Agus, mengatakan hal itu Rabu (26/9) usai bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Statistik Nasional tingkat Provinsi Jambi, di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.

Disebutkan, beberapa produk Jambi mengalami penurunan nilai ekspornya seperti batu bara, nilai jual karet dan sawit. Sebenarnya ini sudah diprediksi sebelumnya.

Disebutkan, batubara merupakan produk eskpor yang dominan di Jambi, disamping hasil pertanian. Batubara harganya memang mengalami penurunan di tingkat dunia, demikian juga dengan karet dan kelapa sawit.

Harga karet saat ini ditingkat petani hanya Rp6.000,- -Rp9.000,-/kg, jika dibandingka pada beberapa waktu yang lalu petani bisa menerima hingga harga Rp19.000,-sampai Rp20.000,- demikian juga dengan sawit saat ini hanya Rp1.500,-/kg di tingkat petani.

Dijelaskan, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, disamping terus berupaya meningkatkankan nilai ekpor, untuk memperlancar sarana produksi terus melakukan perbaikan inprastruktur di daerah industri, kemudian diupayakan menekan angka implasi. RUK

No comments: