.

.
.

Rabu, 19 September 2012

Pasca Bentrok Antar Desa, Polisi dan TNI Amankan Tanah Tumbuh Bungo


 Jambi, BATAKPOS

Pasca bentrokan berdarah antara warga Desa Pedukun dan Desa Lubuk Niur di Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, situasi di kedua desa saat ini sudah mulai kondusif. Petugas diturunkan lebih kurang 315 orang, yang terdiri dari 115 orang brimob, 62 orang TNI, 91 orang personel gabungan polres dan polsek, 30 orang Satpol PP, 15 orang petugas pemadam kebakaran, dan 2 orang petugas kesehatan.

Seorang warga meregang nyawa dalam bentrok yang terjadi di Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Senin (17/9). Pihak kepolisian meminta pelaku penembakan yang menyebabkan jatuh korban dalam bentrokan berdarah antara warga Desa Pedukun dan Lubuk Niur Kecamatan Tambah Tumbuh, Kabupaten Bungo, untuk segera menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah kepada wartawan, Selasa (18/9) mengatakan, upaya paksa berupa penangkapan akan dilakukan terhadap beberapa orang yang terindikasi melakukan penembakan dengan kecepek (senjata api rakitan)  jika tidak menyerahkan diri.

Disebutkan, tidak hanya itu, polisi bersama pihak terkait lainnya juga akan melakukan sweeping terhadap rumah-rumah warga di kedua desa untuk mencari dan menyita semua senjata api rakitan yang diperkirakan masih dimiliki oleh beberapa orang warga di kedua desa.

“Polisi bersama pihak terkait lainnya juga akan melakukan sosialisasi akan warga tidak mudah terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,”katanya.

Menurut Almansyah, bentrok bermula ketika Senin pekan lalu, sekitar pukul 13.00 WIB rombongan 60 pelajar SMPN 1 Tanah Tumbuh pulang sekolah ke rumahnya di Desa Pedukun.

Rombongan pelajar dikawal 4 anggota Sabhara Polres Bungo menggunakan kendaraan patroli pariwisata. Sesampainya di jembatan perbatasan kedua desa, tiba-tiba rombongan pelajar SMPN 1 Tanah Tumbuh dilempari oleh pelajar lainnya yang diduga berasal dari Desa Lubuk Niur.
Saat itu masalah bisa diatasi oleh polisi yang mengawal. Namun, entah kenapa kemudian berkembang isu ada korban luka-luka dari pelajar Desa Pedukun dalam pelemparan ini.

Mendengar isu tersebut, warga Desa Pedukun mendatangi Desa Lubuk Niur untuk menuntut balas. Rupanya, mereka dihadang warga Lubuk Niur dan terjadilah bentrokan. Dalam bentrokan ini, ada yang melepaskan tembakan menggunakan kecepek. Akibatnya satu warga tewas dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. RUK

Tidak ada komentar: