.

.
.

Saturday, 4 August 2012

Ratusan Juta Gaji Guru Satu Kecamatan di Kerinci Dirampok

Anasdi (44), Bendahara Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan, Depati VII, Kerinci, baru mengambilnya dari  Jambi Cabang Sungaipenuh, Rabu (1/8).
Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 165 guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, bulan ini harus gigit jari. Pasalnya uang gaji sebesar Rp 545 juta dirampok orang tak dikenal saat Anasdi (44), Bendahara Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan, Depati VII, Kerinci, baru mengambilnya dari  Jambi Cabang Sungaipenuh, Rabu (1/8).

Kapolres Kerinci, AKBP Ismael, Kamis (2/8) di Kerinci mengatakan, kronologisnya, peristiwa ini terjadi Rabu (1/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Anasdi, ketika itu usai mencairkan gaji guru SD yang jumlahnya mencapai Rp 545 juta.

Setelah mengambil uang tersebut di Bank Jambi, Anasdi sempat masuk lagi ke dalam bank lantaran ada catatan yang tertinggal. Sementara uang yang telah diambilnya dari bank tersebut diletakkannya dalam mobil Suzuki Katana hitam miliknya yang bernomor BH 1124 DL.
  
Ketika itu mobil miliknya sedang terparkir di luar pagar Bank Jambi, tepatnya di pingir jalan. Namun, setelah lebih kurang 10 menit Asmadi di dalam bank, ada yang teriak maling. Ternyata memang benar, mobil milik Asmadi yang berisi uang dan diletakkan di dalam tas ransel warna hitam itu telah raib dan digondol maling.

Menurut Ismael, pihaknya sudah meminta keterangan Asmadi dan petugas parker Bank Jambi Sungai Penuh. Aksi perampokan itu diduga dilakukan oleh dua orang mengendara sepeda motor.

Menurut saksi mata perampok menggunakan motor Supra X 125. Polisi kini masih menyelidiki rekaman CCTV Bank Jambi itu karena sebelum melakukan aksinya pelaku ada keluar masuk bank kurag lebih empat kali.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Monadi mengatakan, Asmadi harus mempertanggungjawabkan Rp 545 juta untuk 165 guru SD se-Kecamatan Depati VII, Kerinci, untuk gaji bulan Juli. “Namun penggantian uang gaji itu masih menunggu proses penyelidikan polisi,”katanya. RUK

No comments: