.

.
.

Thursday, 2 August 2012

Pengrajin Tahu Tempe Mulai Mogok Produksi

Gubernur Jambi HBA didampingi Walikota Jambi, H. Bambang Priyanto saat meninjau sentra pembuatan tahu tempe di  lorong Gembira, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa (31/7/12). Foto batakpos/rosenman manihuruk

Jambi, BATAKPOS

Seluruh pedagang tempe-tahu  di Kota Jambi berencana melakukan mogok massal mulai Jumat (3/8/12) besok. Selain pedagang, pengrajin juga akan mogok massal selama tiga hari sebagai tanda-tanda naiknya harga tempe-tahu.

Sadikin pengusaha tahu tempe Jambi kepada BATAKPOS, Rabu (1/8/12) menyebutkan rencananya 91 pengusaha tahu tempe di Kota Jambi akan menghetikan sementara produksinya selama tiga untuk mengambil aba-aba menaikan harga tahu tempe di pasaran.

Harga itu akan naik sekitar Rp 500 perpotong dari sebelumnya harga Rp. 2000 mejadi Rp.2.500 perpotong. Sementara Abdul Kadir juga mengatakan hal yang sama.

“Mulai hari ini kita akan stop produksi tempe. Kita tidak sanggup kalau harus seperti ini. Tidak hanya dari KOPTI yang akan mogok missal, dari paguyuban lain informasinya juga sepakat untuk melakukan mogok missal,”kata Sadikin.

Menurut Sadikin, Bendahara Koperasi Tempe Indonesia (KOPTI) daerah Jambi itu, kenaikan harga kedelai ini telah dirasakan sejak Februari lalu, ketika itu hampir setiap hari harga kedelai terus naik, dan puncaknya pada Minggu terakhir bulan Juli mencapai Rp. 7.800 perkilo.

Menurut Abdul Kadir, kedelai lokal produksinya tidak mencukupi, para petani kedelai di Jambi masih belum bisa memproduksi kedelai sesui harapan. Karena dipanen saat kedelai belum tua dan belum kering, sehingga kadar airnya tinggi.

Sementara itu Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) ketika meninjau sentra pembuatan tahu tempe di  lorong Gembira, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa (31/7/12) mengatakan, Jambi hingga saat ini masih mendatangkan kedelai dari Amerika Serikat dan Malaysia.

Bahan baku untuk membuat tahu dan tempe tersebut masuk ke Jambi melalui Batam, Kepulauan Riau kemudian dibawa ke Kota Jambi lewat Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar). RUK

No comments: