MENUJU SAMOSIR SATU

MENUJU SAMOSIR SATU
NELSON SITANGGANG MENUJU SAMOSIR SATU

LBBJ

LBBJ
Organisasi Sosial Budaya Berbasis Adat Batak DALIHAN NA TOLU. (KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA)

Wednesday, 8 August 2012

Mengenang Setahun Kepergian Charles Simbolon

Charles Simbolon. FB
Minggu 5 Agustus 2012 setahun sudah penyanyi serba bisa, Charles Simbolon meninggalkan penggemarnya. Dia meninggal Jumat (5/8/2011) di RS PGI Cikini . Charles adalah pentolan Trio Ambisi yang dibangun bersama dua rekannya, Iran Ambarita dan Tua Doren Situmorang. 5 Agustus 2012, setahun sudah penyanyi serba bisa ini meninggalkan penggemarnya.

 "Dia meninggal tadi siang, pukul 13 lewat lima menit," ujar seorang perawat RS PGI Cikini. Kemudian, Andi Ambisi Situmorang, melalui akun facebooknya mengabarkan hal serupa. "Berita Duka...Telah Berpulang Ke Rumah Bapa di Sorga...Saudara kami Charles Simbolon (Personel Trio Ambisi ). Pada hari ini, jumat 5 Agusustus 2011, jam 13.00  di Rumah Sakit PGI Cikini."

Charles lahir di kota tepian Danau Toba, Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, 10 April 1959. Selain terkenal dengan lagu-lagu pop Tapanuli, lagu Charles yang sangat terkenal adalah Jangan Kau Coba Tiga Kali.

Charles anak kelima dari delapan bersaudara, keluarga M Simbolon dan P boru/binti Sirait. Charles terkenal dengan suara tenor melengkingnya. Kini penyanyi berbakat itu telah tiada. Selamat Jalan Bang Charles Simbolon.

Sekelumit berita duka cita kepergian Charles Simbolon, tidak begitu menyebar secara luas di tanah air. Bahkan warga desa di Sumatera Utara hingga tak percaya Charles Simbolon telah tiada. "Naung mondong do hape Charles Simbolon! dan binotoh bah,"ujar Menry Manik warga Siantar Janurai lalu kepada penulis.

Kenangan indah bersama BAPATUA Charles bersama TRIO AMBISINYA, saat tampil di Desa Hutaimbaru, Kecamatan P Silimakuta, Simalungun pada 5 Februari 2005 saat Ibunda Ayah saya meningga (R Porman br Haloho).

Kemudian saya juga berkesempatan foto bersama dengan BAPATUA tercinta ini. Pada HUT ke 20 tahun Trio AMBISI di HOTEL BOROBUDUR tiga tahun lalu, saya diajak Tulang Ir Bernhard Panjaitan MM ke JKT untuk meliput acara HUT TRIO AMBISI yg di sponsori GUBERNUR PAPUA BARAT. Saat itu juga ada VCD Trio AMBISI LAGU-LAGU PAPUA. Selamat Jalan Bapatua CHARLES SIMBOLON. Nama dan suara emasmu akan tetap dikenang sepanjang masa.Ke

Foto kenangan bersama Bapatua Charles Simbolon di Jambi Tahun 2005.   


Foto kenangan Abang Fujidearman Saragih Manihuruk bersama Bapatua Charles Simbolon di atas KM Dame Hutaimbaru. Saat itu Trio Ambisi Manggung di Desa Hutaimbaru (Saat Ibunda St Monang Saragih SH Wafat) Februari 2005 lalu. Selamat Jalan Bapatua, Karyamu Selalu Kami Kenang.    
 Video Klip Trio Ambisi Personil Baru Untuk Mengenang Charles Simbolon
Trio Ambisi - Parsirangan
www.youtube.com
Trio Ambisi - Parsirangan Album terbaru dari Trio Ambisi yang mereka dedikasiakan kepada salah satu personil mereka yang telah terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta.



Catatan Kecil Tentang Charles Simbolon


Lahir di kota Parapat, Charles Simbolon sudah memliki talenta menyanyi sejak usia remaja. Meski dengan tubuh yang relatif mungil dibanding rekan-rekan seusianya, namun suaranya terdengar melengking dan merdu. Hampir saban hari suaranya mengisi "lapo-lapo tuak" di kota Parapat.

Meski sedikit "nakal" di usia SMP, bukan berarti Charles tidak bisa menempa diri. Memang, beberapa guru tidak menyukai perilakunya yang suka cabut dan main judi di bukit Dolok Pangulu. Martuo menjadi kebiasaan buruknya. Namun itu hal yang wajar di usia yang masih rentan dengan kenakalan remaja. Namun di balik itu, semua guru diam-diam simpati dan kagum dengan suara emasnya. Tak heran pada masa itu, tahun 70-an, Charles sering dijuluki Eddy Silitonganya Parapat.

Merasa bangku sekolah bukan duninya, pada usia yang relatif muda, Charles sudah terjun menjadi penyanyi di hotel. Ia bergabung dengan vokal grup Sibigo yang rutin mengisi acara di Hotel Atsari. Tercatat pada masa itu ia bersama Viktor Sinaga, Maknur Siallagan, Anggiat "Paragat" Napitu dan beberapa rekan lainnya. Kemudian bersama John Liat Samosir tampil di Hotel Danau Toba Parapat.

Bertahun-tahun Charles menjadi seniman penghibur di kota Parapat. Kadang kelompok mereka tampil juga di hotel-hotel kawasan Samosir seperti Tuktuk. Maklumlah, pada masa itu masih boomingnya dunia pariwisata. Hampir tiap hari turis Si Bontar Mata atau bule membanjiri kawasan Danau Toba khususnya Parapat.

Namun Charles akhirnya jenuh juga dengan profesinya di Parapat. Ia merasa bahwa bakatnya yang begitu besar tidak akan berkembang apabila ia bertahan di kotanya. Barangkali sampai tua pun dunianya akan begitu-begitu saja. Apalagi salah seorang rekannya, Iran Ambarita, sudah lebih dahulu hijrah ke Jakarta demi pengembangan diri.

Tak sampai setahun setelah Iran berangkat ke Jakarta, sekitar tahun 1979, Charles kemudian menyusul. Pucuk dicingta ulam tiba, tak disangka mereka bertemu. Jika di Parapat keduanya tak pernah satu grup, maka di JaKARTA mereka membentuk sebuah grup. Kebetulan, salah seorang putra Parapat Tua Doren Situmorang sudah sejak lama tinggal di Jakarta dan juga berbakat jadi penyanyi. Maka, mereka membentuk grup trio yang diberi nama AMSISI yaitu singkatan dari marga mereka masing-masing yaitu Ambarita, Simbolon dan Situmorang.

Awalnya grup ini tampil di klub malam (kini biasa disebut cafe). Sambil menekuni profesi itu, diam-diam Iran ternyata punya bakat mencipta lagu. Tapi sayang, kesempatan untuk tampil di dunia rekaman belum terbuka. Justru lagu karya Iran yang diminta Lasidos untuk menjadi hits mereka. Yaitu Sukku-sukkun Do Rohangki. Tak dinyana, lagu ini meledak di pasaran. Amsisi seolah tenggelam. Sementara sebelumnya Lasidos merupakan trio paling atas di jajaran musik dan lagu Batak.

Namun AMSISI tidak kehilangan jati diri. Mereka tetap sabar menunggu kesempatan. Dan cita-cita itu akhirnya terwujud ketika karya Iran "Paima Suda Gogokhi" diminta si Panjang, produser Boeng 747 record untuk masuk rekaman. Dan tak dinyana pula, album perdana mereka meledak di pasaran. Amsisi menjadi sebuah tiro ikon baru di kalangan masyarakat Batak. Amsisi bak Beatlesnya Batak.

Namanya anak muda, ketiga personil AMSISI tinggal bersama dalam satu kontrakan, tepatnya di gang Pepaya Utan Kayu jakarta Timur. Bertahun-tahun mereka hidup dalam sepenangggungan dan sependeritaan. Berat sama dijinjing, ringan sama dipikul. Dan dari Utan Kayu pula Tua Dorens harus meninggalkan kedua rekannya sebab ia lebih dahulu berumahtangga. Tinggallah Iran dan Charles meski grup mereka masih eksis terutama mengisi kegiatan seni di Taman Ismail Marjuki yang rutin mengadakan pergelaran acara musik Batak. Tak lama kemudian, Charles menyusul berumahtangga dan mengambil boru Siregar asal Limapuluh dekat kota Perdagangan. Tinggallah Iran.

Tapi sayang, hanya sampai sekitar 4 album, grup kesohor itu harus bubar. Awalnya ketika Tua Dorens memutuskan pindah ke kota Porsea. Tinggallah Iran dan Charles yang tentu membjutuhkan satu personel lagi. Namun dalam kurun waktu lama, keduanhya juga tidak menemukan pengganti yang tepat.

Akhirnya Charles memutuskan membentuk grup baru dengan merekrut Andy Situmorang (yang juga adik kandung Tua Dorens) dan Joe Harlen Simanjuntak. Keduanya juga putra Parapat. Namanya AMBISI Dan di kemudian hari Iran meneruskan trio AMSISI dengan merekrut Abidin Simamora dan Sastro Marbun.Namanya bertambah menjadi AMSISI 2000.

Ambisi mengawali rekaman dengan membawakan lagu-lagu opera. Ternyata insting pasar sang produser cukup baik Lagu-lagu mereka meledak di pasaran. Dan sejak itu pula AMBISI mulai merajai dunia lagu pop Batak.

Benar atau tidak, boleh disebut, keberhasilan AMBISI tak lepas dari suara merdu yang dimiliki Charles. Dia menjadi ikon dari grup AMBISI. Dimana-mana orang Batak pasti tahu bahwa pemilik suara yang khas itu pasti Charles. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Parapat kota asal Charles.

Tubuh mungil dan kecil yang dimiliki Charles ternyata tidak membuat hidupnya kecil. Namanhya menjadi besar dan dikenal dimana-mana. Pujaan dan sanjungan ia dapatkan, sebuah hasil dari kerja keras. Tubuh boleh kecil tapi nama tetap besar.

Tapi sayang, waktu jua yang menjawab akan setiap panggilan Ilahi. Setelah sekian lama berjuang melawan penyakit,  Charles harus menghadap Sang Pencipta. Andaikata boleh meminta, talentanya masih diperlukan, bukan hanya untuk keluarga, sobat, famili tapi juga komunitas Batak khususnya.

Selamat Jalan CHARLES SIMBOLON semoga Tuhan menerimamu di SISI KiriNya. 

Setahun Sudah  (5 Agustus 2011- 5 Agustus 2012) Charles Simbolon Meninggalkan Penggemarnya.

No comments: