.

.
.

Wednesday, 29 August 2012

Polhut Cari Pemilik Kebun yang Membakar Lahan

Api di lahan gambut di Desa Arang Arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (28/8). Foto batakpos/rosenman manihuruk

Jambi, BATAKPOS

Polisi kehutanan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi dan kabupaten akan mencari pemilik kebun yang dengan sengaja membakar lahannya. Musim kemarau selama sebulan memicu maraknya pembukaan lahan kebun sawit dengan cara membakar. Sehingga udara Jambi kini diselimuti kabut asap tebal yang sudah mengganggu aktivitas warga.

Kepala Dishut Provinsi Jambi, Irmansyah Rahman, Selasa (28/8/12) kepada BATAKPOS mengatakan, titik api terbanyak kini terdapat di Kabupaten Batanghari, jumlahnya mencapai 7 titik api. Kemudian disusul Kabupaten Sarolangun sebanyak 6 titik, Muarojambi 3 titik, Tebo 3 tititk, Tanjabtim 2 titik dan Tanjabar 2 titik.

Menurut Irmansyah, jumlah titik api yang ada di Jambi pada umumnya berada di lahan kebun warga. Polhut akan mencari pemilik kebun yang ada titik api. Diduga kuat pemilik kebu dengan sengaja membukan lahan dengan cara membakar.

Disebutkan, sekitar 1000 hektar (ha) lahan gambut di Kabupaten Muarojambi juga terbakar. Kebakaran gambut tersebut sulit dipadamkan karena berada dikedalaman 10 meter. Sementara sedikitnya 300 ha lahan dan hutan di Kabupaten Muarojambi dan kini mulai merembet ke kawasan konservasi hutan di Taman Nasional Berbak (TNB) dan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Kata Irmansyah, lokasi lahan gambut itu berada di Desa Arang Arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

“Sabtu lalu kami melakukan aksi pemadaman kebakaran itu, Setidaknya 1.000 ha lahan gambut yang terbakar. Belum tahu apa penyebab kebakaran itu. Apakah sengaja di bakar atau kebakaran di sebabkan oleh gesekan-gesekan gambut itu sendiri. Yang menjadi masalah dalam pemadaman kali ini, lahan yang terbakar ini lahan gambut. Kita juga tidak tahu siapa yang membakar,” katanya.

Menurutnya, yang lebih menyulitkan lagi pada saat pemadaman adalah, lahan tersebut memiliki kedalaman gambut mencapai 10 meter lebih. Dalam kondisi seperti ini, api akan padam apabila sudah turun hujan di kawasan tersebut.

Ada beberapa pola yang dilakukan pada saat melakukan pemadaman. Diantaranya, menyuntikkan air ke tanah dengan kedalaman 1 setengah meter. Penyuntikan itu  dilakukan agar gambut tersebut menjadi bubur.

“Itu salah satu yang menyulitkan kita. Penyebab kebakaran itu adalah kemarau panjang. Apalagi
dalam berita-berita akhir-akhir ini, kemarau akan bertambah satu bulan kedepan. Oleh sebab itu, upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan aksi pemadaman,”katanya.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus akan ada rapat bersama Menko Kesra di Jakarta. Gubernur Jambi juga mendukung sikap tegas yang dilakukan Polhut Jambi untuk mencari pemilik kebun yang lahannya terbakar.

“Di Jakarta sejumlah gubernur yang dipanggil. Pada saat rapat di Jakarta nanti, saya akan mengusulkan kepada Menko Kesra untuk dilakukan hujan buatan di Jambi. Apalagi akhir-akhir ini sudah ada ganguan penerbangan. Seperti garuda dan Lion Air. Untuk garuda,  mereka telah mengeser penerbangan pada siang hari,”ujar Hasan Basri Agus, Selasa (28/8).

Menurut HBA, pemadaman api dilahan seluas 1000 Ha ini sulit di padamkan. “Bayangkan, dalam satu hari, Maggala Agni hanya bisa memadamkan api hanya 1 hektar setengah. Dengan kondisi dan pasukan yang sedikit yang tersebar di beberapa titik, termasukkalh di Tanjabtim,”katanya. RUK



No comments: