.

.
.

Kamis, 16 Agustus 2012

Jelang Idul Fitri, Wagub Jambi Sidak Pasar Tradisional

Wagub Jambi Drs. H. Fachrori Umar saat Sidak.
Jambi, BATAKPOS

H-4 jelang Hari Raya Idul Fitri 1433 H/ 2012 M, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum,  memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) yang dijual pedagang dengan mengunjungi atau melakukan inpeksi mendadak (sidak) dua pasar tradisional di Kota Jambi, Rabu (15/8/12).

Pasar yang disidak yakni Pasar Angso Duo Kota Jambi dan pasar Induk Talang Banjar. Sidak bertujuan guna mengetahui kondisi harga sembako yang dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran, dan untuk memastikan harga sembako agar tetap terjangkau  oleh masyarakat di pasaran.

Kemudian sidak itu untuk mengetahui persedian beras, BBM dan LPG, yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Kita bersama para kepala Dinas/Instansi terkait, melakukan peninjauan langsung kepasar. Pemantauan dilakukan agar pedagang tidak secara sepihak menaikkan harga sembako yang dibutuhkan masyarakat menghadapi lebaran,”kata H. Fachrori Umar.

Disebutkan, pemerintah ingin memastikan bahwa harga sembako tidak mengalami kenaikan, tetapi tetap stabil jelang Lebaran, agar masyarakat tidak sulit memenuhi kebutuhan ekonominya, dan dapat melaksanakan lebaran tanpa kekurangan.

Menurut Wagub Jambi, berdasarkan pantauan harga sembako yang dilakukan menunjukkan bahwa harga sembako tetap stabil dan mampu dijangkau masyarakat. “Harga sembako yang dijual pedagang menjelang lebaran masih stabil karena harganya tidak mengalami kenaikan, atau masih seperti pada saat awal masuknya bulan suci Ramadhan, bahkan ada yang mengalami penurunan,”katanya.

Disebutkan, persediaan sembako masih mencukupi dan masyarakat dipastikan tidak akan kekurangan sembako menjelang lebaran mendatang, demikian juga dengan beras, BBM dan LPG.

Harga Sembako Dipasaran

Sedangkan harga-harga sembilan bahan pokok dan bahan kebutuhan lebaran berdasarkan hasil pantauan sebagai berikut ; beras tertinggi Rp18.000,- terendah Rp16.000,- harga cabe Rp16.000,- – Rp18.000,- yang pada tahun lalu sempat mencapai Rp75.000,- hingga Rp80.000.

Kemudian harga per kilogram seperti kentang Rp5.000,- kacang tanah Rp16.000,- – Rp17.000,- gula merah aren Rp20.000,- gula merah kelapa Rp17.000,- bawang merah Rp12.000,- 
bawang putih Rp17.000.

Sedangkan harga ikan yakni ikan gurami mencapai Rp35.000,- ikan nila Rp20.000,- dan ikan patin Rp12.000,- ayam kampung Rp48.000,- ayam potong Rp24.000, hingga Rp 25.000,- sedangkan sebelum puasa harga ayam potong mencapai Rp35.000,- telor ayam tetap Rp1.000,- demikian juga dengan harga telor bebek Rp2.000,- sedangkan harga daging saat ini berkisar Rp85.000,- hingga Rp95.000.

Sementara harga sayur mayor mengalami kenaikan karena kondisi cuaca yang memang kurang mendukung, sehingga hasil sayur masyur sedikit berkurang. Harga kacang pangjang mencapai Rp10.000 per kilogram yang biasanya Rp6.000,- hingga Rp7.000. Sayur buncis biasanya Rp10.000 kini harganya naik menjadi Rp12.000.

Kepala Devisi Regional Jambi, Ma’ruf dengan didamping kepala Gudang Bulog Pasir Putih Kota Jambi, Sunyoto, mengatakan, sampai empat bulan kedepan beras cukup, saat ini tersedia 37.000  ton dan dalam perjalanan masih 1.000 ton.

Disebutkan, beras yang tersedia berasal dari India, Viatnem dan Thailan, sedangkan dari dalam negeri berasal dari Lampung.

Maneger Pemasaran Pertamina Jambi, Hasriansyah, mengatakan, ketersediaan BBM dalam menghadapi lebaran hingga 15 hari pasca lebaran cukup. Disebutkan, setiap stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU) diupayak buka 24 jam, khusus yang berada di jalan-jalan lintas. Kemudian persediaan LPG 3 kg cukup bahkan berlebih.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi Ir. H. Sepdinal, ME mengatakan,
telah menyediakan 195 sapi yang ada di kandang, dari stok 238 ekor dan Rabu telah dibawa ke rumah potong hewan sebanayak 40 ekor untuk operasi pasar pada tiga hari menjelang lebaran dengan harga Rp85.000.

Kemudian harga itu akan disesuaikan dengan kondisi pasar, jika turun dipasar maka harga operasi pasar juga akan diturunkan, disamping itu untuk menjaga lonjakan harga telah diminta kepada Dinas/Instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi untuk memotong sendiri dan sapinya disediakan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi. RUK

Tidak ada komentar: