Sabtu, 16 April 2011

Masyarakat Jambi Tolak Pembangunan Museum Kerinci di Malaysia

Jambi, BATAKPOS

Masyarakat Provinsi Jambi menolak keras rencana pembangunan Museum Kerinci di Negera Malaysia. Pekan ini tersiar berita kalau benda-benda bersejarah Kerinci telah terpajang di salah satu Museum Kerinci di Malaysia. Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus juga meminta Bupati Kerinci Murasman untuk meluruskan berita yang berkembang sepekan terakhir.

Tokoh Budaya dan Adat Jambi, H Junaedi T Noor kepada BATAKPOS, Jumat (15/4) mengatakan, masyarakat Provinsi Jambi secara umum menolak pembangunan Museum Kerinci di Malaysia.
H Junaedi T Noor
Menurutnya, benda bersejarah Kerinci yang disinyalir telah diboyong ke Malaysia, harus segera dibawa ke Kerinci. Bupati Kerinci, Murasman harus menyikapi isu tentang benda bersejarah Kerinci yang telah terpajang di salah satu Museum Kerinci di Malaysia.

Junaedi menduga keberadaan Museum Kerinci di Kuala Lumpur akan diikuti dengan diboyongnya benda-benda pusaka milik Kerinci. Ia juga mengkhawatirkan bakal adanya klaim budaya Kerinci oleh Malaysia.

“Padahal, Kerinci selama ini dikenal memiliki budaya tertua di Jambi, serta memiliki kekayaan peninggalan bersejarah yang cukup lengkap. Salah satu peninggalan tersebut adalah naskah Melayu tertua berupa Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yang membuktikan bahwa peradaban setempat telah memiliki aksara dan sistem hukum sendiri setidaknya mulai abad XIV,”katanya.

Selain itu, Kerinci juga memiliki bentuk budaya lainnya, seperti seni Tale (bersenandung) dan tradisi Kunoun (tutur). Ada juga pertunjukan seni budaya megalitik sastra mantra, pantun, seloko, penno, dan tambo.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengaku telah mendapat telepon langsung dari Menbudpar terkait dengan berita Museum Kerinci di Malaysia tersebut. Gubernur Jambi telah mengumpulkan SKPD terkait seperti Disbudpar dan BP3 untuk menindaklanjuti polemik tersebut.
Gubernur Jambi HBA

Gubernur Jambi juga telah mengakui kalu dirinya telah menelpon Bupati Kerinci Muarsman dan menyampaikan agar Bupati segera berkoordinasi dan berkomunikasi terlebih dahulu dengan dirinya sebagai Gubernur Jambi dan kepada Menteri Budpar di Jakarta.

“Saya khawatir polemik museum sudah jadi isu nasional dan perlu segera diklarifikasi oleh yang bersangkutan secara langsung. Kepergian Bupati harus seizin Gubernur dan Menteri, apalagi dalam misi kebudayaan yang melibatkan benda-benda budaya dan kepurbakalaan, hukumannya 10 tahun penjara kalau terbukti memindahkah barang budaya ke luar negeri, baik asli maupun duplikat atau fotonya,”katanya.

Ketua Dewan Kesenian Jambi (DKJ) Aswan Zahari menyesalkan adanya berita berdirinya gedung museum Kerinci di Malaysia, bukan di Kabupaten Kerinci. Menurut Aswan, banyak naskah kuno maupun peninggalan sejarah di Kabupaten Kerinci yang belum ditempatkan pada satu tempat dan dilindungi. Sehingga dikwatirkan akan diboyong juga ke Malaysia.

“Seperti milik Bapak Iskandar Zakaria, beliau banyak memiliki naskah-naskah kuno dan itu harus dilestarikan dan dijaga oleh pemerintah. Sejauh ini belum ada museum khusus di Kabupaten Kerinci,”katanya.

Disebutkan, sangat dikwatirkan naskah-naskah tersebut pindah tangan. “Reog Ponorogo saja yang sudah jelas milik Indoensia bisa diklaim, apalagi naskah kuno. Mengenai naskah ini diakuinya, sudah banyak berada di negara Malaysia, Belanda maupun Jerman. Seperti di Malaysia, naskah dan dokumen budaya Jambi adalah Cerita Negeri Jambi, Cerita Sebab Jatoh Kuasa Sultan Jambi, Hal di Dalam Negeri Jambi dan Hikayat Negeri Jambi,”katanya.

Aswan juga melihat urgensi Pemkab Kerinci membangun museum dan mengisi museum di Malaysia dengan benda, naskah dan dokumen budaya Jambi. Sebaiknya benda, naskah dan dokumen budaya Jambi perlu disimpan, dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyusun sejarah Jambi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci, Arlis, saat dihubungi dari Jambi, Jumat (15/4) mengatakan, Museum Kerinci dibangun di dalam kompleks Sekolah Kebangsaan di Kuala Lumpur.

Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengirimkan sejumlah benda peninggalan budaya dan sejarah Kerinci untuk dipamerkan, seperti alat musik gong ketuk, rebana sikek, sandu (sejenis seruling), dan gendang kerinci dari kayu surian.

Selain itu, juga beragam jenis alat pertanian, seperti tangkai beliung untuk menebang kayu, luka belut (alat menangkap belut di sungai) dari bambu, dan jangki dari rotan (untuk menyimpan benda bawaan). Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan sejumlah naskah beraksara kuno serta berbagai jenis pakaian adat.

“Barang asli tetap disimpan di Kabupaten Kerinci, sedangkan di museum tersebut nantinya hanya duplikatnya. Dalam peresmian pembukaan Museum Kerinci pekan depan akan ditampilkan sejumlah tarian asli Kabupaten Kerinci, seperti tari Ranggut, tari Pengobatan, dan Ngaji Adat. Museum akan diresmikan Bupati Kerinci Murasman dan disaksikan sejumlah pejabat Pemerintah Malaysia, termasuk Menteri Kebudayaan Malaysia,”katanya.

Menurut Arlis, keberadaan Museum Kerinci akan mempererat hubungan antara Kabupaten Kerinci dan Malaysia. Selama ini banyak warga Kerinci yang telah menjadi warga negara Malaysia rindu menyaksikan budaya khas Kerinci.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik telah mengeluarkan instruksi agar Bupati Kerinci segera ke Jakarta menemui dirinya guna mengklarifikasi soal polemik yang berkembang tentang pendirian Museum Kerinci di Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Ketua DPR RI Nusran Joher yang dipercaya menjebatani komunikasi antara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan Pemkab Kerinci, Kamis, terkait polemik pendirian museum Sko Kerinci di Malaysia seperti yang berkembang di media massa belakangan ini. ruk
==========

Sekilas Wisata Kerinci

Kabupaten Kerinci dikenal sebagai Kabupaten yang memiliki panorama yang terindah di Provinsi Jambi yang keindahannya menjadi terkenal dengan keberadaan Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera, Air Terjun Telun Berasap dan Danau Gunung Tujuh di kaki Gunung Kerinci.
Jalan Menuju Gunung Kerinci

Keberadaan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan paru-paru dunia, dimana hidup bermacam flora dan fauna yang berguna untuk penelitian, Danau Kerinci, Danau Lingkat dan sejumlah peninggalan bersejarah serta banyaknya objek menjadi keindahan Kerinci semakin menarik.

Letak wilayah Kabupaten Kerinci secara geografis adalah di antara 01 41’ sampai 02 26’ lintang selatan dan 101 08’ sampai 101 40’ bujur timur dengan ibu kota Sungai Penuh yang berjarak 418 km dari Kota Jambi.Kabupaten Kerinci secara administratif dibagi dalam 17 (tujuh belas) Kecamatan dengan berbagai perkembangannya masing-masing, baik karena potensi geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun karena pembangunan prasarana pada masing-masing wilayah. Sebagai suatu wilayah Kabupaten Kerinci terbentang di atas wilayah seluas 420.000 Ha dan merupakan kabupaten terkecil kedua diantara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi (± 7,86% dari total Provinsi).
Gunung Kerinci
Dari wilayah Kerinci keseluruhan, 52 % merupakan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, hanya sekitar 48 % yang merupakan kawasan budidaya atau kurang dari 4% dari seluruh wilayah Provinsi Jambi. Dari luas wilayah 205.000 Ha kawasan budidaya, seluas 41.620 Ha (20,56%) adalah kawasan non pertanian dan seluas 163.380 Ha untuk lahan pertanian.

Kabupaten Kerinci adalah wilayah yang subur dengan keterbatasan lahan, harus berupaya menggali potensi alternatif yang dapat digunakan untuk mepercepat proses pembangunan, terutama dengan memanfaatkan potensi alam yang mengandung keindahan dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Ikan Khas Kerinci Ikan Semah.

Jumlah penduduk Kabupaten Kerinci berdasarkan Sensus Penduduk 2010 adalah 229 387 orang yang terdiri dari 154.227 jiwa penduduk laki-laki dan sisanya perempuan.

Berdasarkan Kerinci Dalam Angka Tahun 2005, penduduk Kabupaten Kerinci berjumlah 308.785 jiwa. Ini berarti pertumbuhan penduduk Kabupaten Kerinci bertambah sebesar 0,83 % pertahun. Sedangkan berdasarkan perhitungan sementara per Desember 2006, jumlah penduduk Kabupaten Kerinci Tahun 2006 mencapai 311.354 jiwa.

Sebagian besar bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan menghasilkan beraneka ragam produk seperti, Sayu-sayuran, Palawija Buah-buahan (Alpukat, Pisang, Manggis, Durian, Jeruk, dll).

Pertanian pada sawah merupakan hamparan yang paling luas memberi keindahan alam yang mempesona disaat musim panen tiba. Selai itu produk perkebunan seperti Kayu Manis (Cassiavera), Kopi dan Teh merupakan produk dengan kwalitas ekspor. Tujuan Ekspor meliputi Negara Eropa, Amerika, Arab dan Asia Timur.

Kondisi pertanian dan perkebunan ini merupakan obyek agrowisata yang menarik khas dataran tinggi Kerinci. Sebagian dari daerah Kerinci merupakan daerah berhutan lebat yang alami.

Didalamnya masih tersimpan kekayaan flora dan fauna yang menarik dan terlindung dengan baik. Beberapa diantaranya adalah binatang langka dan dan jenis tumbuhan endemic khas Kerinci, sehingga kawasan hutan Kerinci ditetapkan menjadi bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hutan yang alami serta flora dan fauna yang terlindungi merupakan atraksi objek Ekowisata yang mengagumkan.

Kerinci dengan rentang sejarahnya yang panjang mewarisi benda-benda sejarah seperti Batu Menhir, Nekara perunggu dari zaman Paleometalik, Keramik, Tanduk Bertulis Aksara Incum, Mesjid kuno dan Rumah Adat.

Tari Asyeik, Tari Tahu, Tari Iyo-iyo, Tari Rangguk, Tari Mahligai Kaco, Tari mandi di Taman, Tari Ayu Luci, PencakSilat, Tale dan Tradisi kumun (dongeng) atau Karya sastra lainnya turut mewarnai kekayaan seni dan budaya masyarakat Kerinci.

Kerajinan khas Kerinsi turut pula memeriahkan khasanah seni dan budaya, seperti anyaman rotan, pandan, bamboo, bigau dalam bentuk perhiasan dan perlengkapan rumah tangga dengan spesifik gaya local Kerinci.

Kerajinan lainnya seperti Gerabah, Bordir, Batik Kerinci(motif aksara incung) pandai besi, ukiran kayu, cendra mata kulit kayu manis dan kayu pacat (kayu endemik spesifik daerah Kerinci) dibuat dalam bentuk hiasan rumah tangga dan tongkat. Diantara Gunung Kerinci dan Gunung Raya itulah Kerinci berkembang dan keragamanobyek wisata seperti obyek wisata alam dan objek wisata budaya.

Beberapa keindahan wisata yang terdapat di KERINCI :
1 Taman Nasional Kerinci Seblat
2 Gunung Kerinci
3 Danau Kerinci
4 Air Panas Semurup
5 Danau Gunung Tujuh
6 Air Terjun Telun Berasap
7 Bukit Kayangan
8 Danau Belibis
9 Rawa Ladeh panjang
10 Aroma Pecco
11 Goa Kasah
12 Air Terjun Pauh Tinggi
13 Danau Sati
14 Air Terjun Tiga Tingkat
15 Bendungan Belanda
16 Air Terjun Pancuran Tujuh
17 Air Terjun Desa Pandang
18 Bukit Tapan
19 Air Panas Sungai Marang
20 Pancuran Rayo
21 Gua Belang
22 Gua Kelelawar
23 Goa Mesjid
24 Danau Dua
25 Danau Lingkat
26 Air Panas Grao Rasa
27 Air Terjun Bersisik Emas
28 Air Terjun Nyai Makupah
29 Air Terjun Pauh Sago
30 Danau Nyalo
31 Gunung Belerang
32 Mesjid Agung Pondok Tinggi
33 Rumah Larik Panjang
34 Batu Patah
35 Batu Bergambar
36 Batu Megalitik
37 Batu Meriam
38 Batu Gong
39 Makam Rio Gilang
40 Makan Depati Purbo
41 Perkebunan Teh Kayoe Aro
42 Penggilingan Tebu dan Pembuatan Gula Merah
43 Perkebunan Jeruk
44 Perkebunan Stroberry
46 Perkebunan Kayu Manis
47 Pemancingan Ikan
48 Tari Mahligai
49 Tari Rentak Kudo.

Untuk mengenal lebih jauh tentang objek wisata di kerinci, penulis akan mencoba menguraikan beberapa dari objek wisata diatas yang berpeluang untuk menarik minat para wisatawan baik lokal maupn internasional untuk berkunjung ke provinsi Jambi khususnya ke kabupaten Kerinci.

1. Gunung Kerinci
Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 m dari permukaan laut (dpl), merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung tersebut memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas yang berukuran 600 x 580 meter dan 120x100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah tersebut berisi air yang berwarna hijau kekuning-kuningan.Gunung Kerinci berada pada garis 10°45,50‘ Lintang Selatan dan 1010°160‘ Bujur Timur. Yang membentang di antara dua kabupaten di Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Sulak Deras.

Keistimewaan
Di kawasan Gunung Kerinci, terdapat beberapa jenis hutan yang tumbuh di sepanjang lerengnya. Adapun jenis hutan tersebut adalah Hutan Dipterokarp Bukit, Dipterokarp Atas, Hutan Montane dan Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung. Kawasan Hutan Dipterokarp Bukit berada pada ketinggian 300 - 750 meter dpl dengan spesies utama, seperti Pokok Seraya , Pokok Keruing , Pokok Meranti dan Pokok Damar Minyak .

Kawasan Hutan Dipterokarp Atas berada pada ketinggian 750 - 1,200 meter dpl yang kebanyakan spesiesnya berbentuk sederhana, seperti Pokok Mempening , Pokok Berangan , Pokok Damar Minyak , dan Pokok Podo . Pada lereng yang agak tinggi terdapat Hutan Montane yang berada pada ketinggian 1,200 - 1,500 meter dpl atau yang terdapat di Bukit Fraser dan Tanah Tinggi Cameron. Di hutan jenis ini banyak tumbuh pokok-pokok daun Tirus Konifer seperti Pokok Pain, Sprus dan Gelam Gunung .

Di hutan ini juga terdapat bunga Rafflesia, Periuk Kera dan Pokok Rhododendron. Dengan suhu yang lebih rendah dan tiupan angin yang lebih kencang membuat pohon yang tumbuh di hutan tersebut dengan rata-rata ketinggian antara 1,5 meter sampai 18 meter. Terakhir adalah Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung yang berada pada ketinggian di atas 1,500 meter dpl.

Hutan ini memiliki spesies utama, seperti Pokok Kelat, Pokok Periuk Kera, beraneka jenis belukar, buluh , resam ,paku-pakis dan lumut . Setelah melewati hutan tersebut dan sampai pada puncak gunung yang berada pada ketinggian 3.805 m dpl, para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yang sayang untuk dilewatkan.

Para wisatawan dapat melihat ke segala arah penjuru mata angin untuk melihat panorama pemandangan Gunung Kerinci dengan hamparan hutan yang luas, perkebunan teh yang menghijau yang bergabung menjadi satu kesatuan dalam simfoni keindahan alam Gunung Kerinci.

Lokasi
Gunung Kerinci terletak di antara Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Sulak Deras, Provinsi Jambi, Indonesia.

Tiket
Dalam proses konfirmasi .

Akses
Lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan dua alternatif: pertama, perjalanan dimulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. Kedua, perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Waktu yang dibutuhkan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Akomodasi dan Fasilitas
Belum ada hotel kelas berbintang di Kabupaten Kerinci sampai saat ini, tetapi para wisatawan tidak perlu khawatir karena di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci), terdapat banyak hotel kelas Melati dengan tarif yang cukup murah mulai dari Rp. 50.000,00-Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


2. Danau Kerinci
Danau yang terletak di kaki Gunung Raja ini merupakan danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Luas danau ini kurang lebih 5000 m persegi dengan ketinggian 783 meter di atas permukaan laut.

Keistimewaan
Pemandangan di sekitar danau begitu menawan. Mata tak akan bosan melihat hamparan air yang jernih dilatarbelakangi barisan pegunungan yang anggun. Di tengah danau terlihat perahu-perahu nelayan sedang mengarungi permukaan airnya yang tenang, tempat bersemayam sejumlah jenis ikan yang banyak ditangkap oleh mayarakat setempat.

Di desa-desa sekitar danau, terdapat sejumlah batu berukir yang konon peninggalan manusia megalit yang hidup ribuan tahun silam. Keberadaan batu ukir ini menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Danau Kerinci merupakan daerah yang pernah dihuni manusia purba.Di Danau Kerinci setiap tahun diadakan Fetival Danau Kerinci yang menampilkan berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Jambi. Tujuan dari pestival ini adalah untuk memberikan suguhan terhadap para wisatawan yang datang berkunjung.

Lokasi
Danau Kerinci terletak di Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci, ProvinsiJambi, Indonesia.

Akses
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa alternatif: alternatif pertama: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh. Jarak antara Jambi dengan Sungai Penuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh selama 10 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif yang kedua: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif ketiga: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dengan lama perjalanan kira-kira 5-6 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Tiket
Tarif masuk ke objek wisata sebesar Rp 3000 bagi orang dewasa dan Rp 2000 bagi anak-anak.

Akomodasi dan Fasilitas
Belum ada hotel kelas berbintang di Kerinci sampai saat ini, tetapi pengunjung jangan khawatir karena di kota Sungai Penuh, ibukota Kabupaten Kerinci, terdapat banyak hotel kelas melati dengan tarif mulai Rp. 15.000-Rp.100.000 dengan pelayanan yang cukup baik. Untuk urusan makan dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


3. Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukan laut (dpl). Dengan ketinggian tersebut Danau Gunung Tujuh tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini terbentuk karena letusan Gunung Tujuh pada ratusan tahun silam.

Bekas letusan tersebut membentuk sebuah kawah yang lama-kelamaan penuh terisi oleh air hujan. Air Danau Gunung Tujuh menjadi sumber mata air dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir. Air Terjun Gunung Tujuh dan Air Terjun Telun Berasap ini menjadi bagian lain dari wisata andalan yang terdapat Kabupaten Kerinci. Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Danau Gunung Tujuh merupakan danau sekti (sakti).

Mereka meyakini bahwa danau tersebut dijaga dan dihuni oleh dua makhluk halus menyerupai manusia yang dikawal oleh beberapa pasukan (pengikut) setia menyerupai harimau. Kedua makhluk tersebut oleh masyarakat diberi nama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti”.

Keistimewaan
Kondisi alam Danau Gunung Tujuh masih asri dan belum terusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Suasana alamnya begitu menyejukkan, panoramanya begitu indah dan alami, dan airnya begitu jernih. Kondisi ini memberikan ketentraman dan ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Keindahan Danau Gunung Tujuh bertambah lengkap oleh barisan hamparan tujuh gunung yang mengelilinginya. Ketujuh gunung tersebut meliputi Gunung Hulu Tebo (2.525 m dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 m dpl), Gunung Madura Besi (2.418 m dpl), Gunung Lumut (2.350 m dpl), Gunung Selasih (2.230 m dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 m dpl) dan Gunung Tujuh (2.735 m dpl).Di beberapa titik di pinggir danau ini, terdapat pasir yang terbentang menyerupai pantai.

Tempat tersebut dapat digunakan oleh para wisatawan untuk berkemah sembari menanti terbitnya sang mentari dari ufuk timur. Pada saat matahari menampakkan wajahnya, para wisatawan dapat menikmati keindahan danau yang menakjubkan.

Lokasi

Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.

Akses
Untuk mencapai lokasi ada 3 tahap perjalanan yang mesti dilalui oleh para wisatawan. Pertama, perjalanan bisa ditempuh melalui tiga alternatif. (1) Perjalanan dari Kota Jambi ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dapat ditempuh sekitar 10 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.

(2) Perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km dapat ditempuh sekitar 7 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. (3) Perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh yang dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 211 km dapat ditempuh sekitar 5-6 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.Kedua, perjalanan dilanjutkan dari Sungai Penuh ke Kecamatan Kayu Aro atau tepatnya di Desa Pelompek dengan menggunakan angkutan umum.

Jarak dari Sungai Penuh ke Pelompek sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.Ketiga, dari Desa Pelompek ke lokasi Danau Gunung Tujuh, wisatawan hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai lokasi dengan dua alternatif rute. (1) Dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km dimana kondisi medan tidak begitu sulit dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam. (2) Dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak sekitar 2,5 km dimana kondisi medan agak curam dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam.

Harga Tiket
Dalam proses konfirmasi.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah dan ingin berlama-lama, dapat menginap di beberapa homestay di Desa Kersik Tuo yang tidak begitu jauh dari Desa Pelompek (lokasi danau). Sementara untuk urusan makan dan minum, para wisatawan bisa menikmati aneka masakan khas Kerinci, seperti beras payo, gulai ikan semah, dendeng bateko, kacang tojin, lemang, atau minum kopi kerinci dan teh kayu aro yang ada di Kabupaten Kerinci.

4. Air Terjun Telun Berasap
Air Terjun Telun Berasap merupakan obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Air terjun tersebut bersumber dari sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan ketinggian sekitar 50 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan "kabut air" di sekelilingnya.

Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan gua tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.

Keistimewaan
Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.

Lokasi
Air terjun ini terletak di Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.

Akses
Lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan tiga alternatif. Pertama, perjalanan dimulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, sementara waktu tempuhnya selama sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. Kedua, perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km.

Waktu perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.Ketiga, perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Tiket
Dalam proses konfirmasi.

Akomodasi
Di kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci), terdapat banyak hotel kelas melati dengan tarif mulai Rp. 15.000,00-Rp.100.000,00 (Februari 2008). Hotel-hotel tersebut cukup nyaman sebagai tempat menginap dengan pelayanan yang cukup baik. Untuk urusan makan dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


5. Bukit Bayangan

Pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kami mengunjungi tempat pertama di Kabupaten Kerinci yakni Bukit Khayangan. Letaknya di gugusan Gunung Raya dan berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), ketinggian 2.000 Meter dpl dengan suhu sekitar 20 derajat celcius. Saat berada Di atas bukit, kabut tipis dan mega-mega putih menyelimuti kami, seolah kami sedang berada di khayangan, negeri dongeng. Karena kerap diselimuti halimun itulah, bukit ini dinamakan Bukit Khayangan.

BUKIT Kayangan ter letak di daerah per- bukitan dengan ke tinggian 635 M diatas permukaan laut yang dikelilingi oleh peman dangan pegunungan seperti Gunung Salak Gunung, Gede & Pang-rango Gunung Pancar serta mempunyai panorama permandi-an Air terjun.

BUKIT Kayangan ter letak di daerah per- bukitan dengan ke tinggian 635 M diatas permukaan laut yang dikelilingi oleh peman dangan pegunungan seperti Gunung Salak Gunung, Gede & Pang-rango Gunung Pancar serta mempunyai panorama permandi-an Air terjun.


Ketika kabut mulai tersapu angin, keindahan lembah di bawahnya terkuak jelas. Terlihat hamparan padi yang menguning, Danau Kerinci, dan deretan Bukit Barisan yang diam membisu. Di sebelah Utara tempat kami berdiri terhampar lembah hijau dan jalanan yang berkelok dari kaki bukit menciptakan pemandangan fantastik. Kondisi jalan menuju Bukit Khayangan beraspal dan cukup lebar.


5. Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat

Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan cagar alam Kerinci seperti : Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam cagar alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Kawasan hutan berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai Batanghari dan sungai Musi.

Mengingat peran yang sangat vital dari hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.

Secara geografis Taman Nasional Kerinci Seblat berada pada garis 100°31‘18" - 102°44‘ lintang timur dan 17‘13"-326‘14" Lintang Selatan. Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas 1.368.000 Ha, dengan perincian: seluas 353.780 Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha (30,86%) berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan.

Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat masuk dalam wilayah 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa di empat provinsi tersebut. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah.

Topografi Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada pada ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 meter dpl ini bergelombang, berlereng curam dan tajam. Sedangkan topografi taman yang relatif datar, terdapat pada ketinggian 800 meter dpl atau terdapat di daerah enclave yang berada di Kabupaten Kerinci.

Keistimewaan
Di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan. Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin dan beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan danau. Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan beberapa tipe vegetasi.

Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti: Vegetasi dataran rendah yang berada di atas 200 sampai 600m dari permukaan laut (dpl); hutan dengan Vegetasi pegunungan/bukit yang berada pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl; hutan Vegetasi montana yang berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m dpl; hutan Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada ketinggian 2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang tumbuh pada ketingian 2.300 sampai 3.200m dpl.

Di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat secara umum tumbuh sekitar 4.000 jenis flora dari 63 famili. Jenis flora tersebut banyak terdapat di kawasan hutan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian 500m sampai 2000m dpl, jenis flora yang tumbuh di hutan ini banyak didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron.

Di Taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat jenis vegetasi yang menjadi ciri khasnya, di antaranya adalah: Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh tertinggi) yang dapat dijumpai di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu Pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp.

Pada tahun 1993, Biological Science Club (BScC) melakukan penelitian di daerah buffer zone dan mereka menemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical. Jenis vegetasi ini bisa digunakan untuk keperluan obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga, seperti sering digunakan oleh masyarakat setempat. Sedangkan jenis fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis mamalia, 10 jenis reptil, 6 jenis ampibia, 306 jenis burung dari 49 famili dan 8 jenis burung endemik.

Beberapa jenis mamalia yang bisa dijumpai di antaranya: Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing Emas (Felis termminnckii), Tapir (Tapirus indica), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis).

Jenis amphibia antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa becari), Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk (Otus stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata).

Lokasi
Taman Nasional Kerinci Seblat membentang di 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa yang tersebar dalam 4 wilayah provinsi yaitu Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera SCelatan.

Harga Tiket
Dalam proses konfirmasi

Akses
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa lternatif:
Alternatif pertama, dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Jambi: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif yang kedua dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan, kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km, dengan lama perjalanan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif ketiga dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif Keempat dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Muara Aman, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif kelima dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Argamakmur dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif keenam dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif Ketujuh dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Palembang ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif kedelapan dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalana dimulai dari Lubuk Linggau ke Muara Rupit, kemudian ke Surulangun dan ke Napal Licin, dengan waktu tempuh selama sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif Kesembilan melalui jalur air dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: Dari Muara Rupit ke Napal Licin membutuhkan waktu perjalanan selama sekitar 2 jam dengan menggunakan speed boad. Ongkos menuju lokasi melalui masing-masing rute tersebut masih dalam proses pengumpulan data.

Akomodasi dan Fasilitas

Di kota Sungai Penuh (ibukota Kabupaten Kerinci), banyak hotel yang bisa ditempati oleh para wisatawan untuk menginap. Harga untuk satu kamar relatif murah dengan tarif mulai dari Rp. 50.000,00 sampai Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.

Demikian sedikit dan sekilas objek wisata dari salah satu kabupaten yang ada di Kota Jambi yaitu Kabupaten KERINCI yang memiliki parorama dan keindahan yang funtastic, tak kalah dengan daerah-daerah lain. Saya berharap pemerintah setempat lebih dapat memanfaatkan dan mengelola potensi-potensi wisata yang ada didaerah untuk dikembangkan menjadi daerah wisata tanah air. (Sumber dari Blog Team wisata nusantara. Diposkan oleh Adventure Label: adventure1331, kerinci, sipenjuntai kata)

1 komentar:

becak_gila mengatakan...

Kita yg tidak baik mengelola kekayaan Indonesia ato malingsia yg gak baek yah..?? :D