TOKO PANCING DI JAMBI

TOKO PANCING DI JAMBI
TOKO BUANA FISHING & BUANA PANCING DI JAMBI. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA. KONTAK Yudi HP 085266609191

Tuesday, 24 November 2015

Letnan Jenderal (Purn ) AE. Manihuruk

Letjen (Purn) AE. Manihuruk
Letjen (Purn) AE. Manihuruk
Nama: Letjen (Purn) AE Manihuruk
Lahir: Lumban Suhi-suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara, 29 Februari 1920
Meninggal: Jakarta 10 Januari 2003
Dikebumikan: Samosir 16 Januari 2003
Agama: Kristen
Isteri: Rohim Boru Sihaloho
Anak: Yeni Rita Manihuruk (58), Guntur Manihuruk (51), Posman Manihuruk (49), Sahala Manihuruk (47), dan Sahat Manihuruk (45)
Pangkat Terakhir: Letnan Jenderal TNI
Jabatan Terakhir: Ketua Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) tahun 1972-1987
Organisasi: Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golongan Karya (Golkar) periode 1987-1992
Alamat Terakhir: Jalan Prambanan, Menteng, Jakarta Pusat

Sosok Pekerja Keras Tanpa Pamrih


Jakarta 10/01/02: Letnan Jenderal (Purn) Arsinius Elias Manihuruk, mantan Ketua Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) tahun 1972-1987, meninggal dunia pada usia 82 tahun hari Jumat (10/1) pukul 21.03 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sepanjang hidupnya, ia seorang pekerja keras yang menguasai bidang administrasi dan prencanaan strategi. Ia pekerja yang tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golongan Karya (Golkar) periode 1987-1992, ini disemayamkan di Jalan Prambanan, Menteng, Jakarta Pusat. Selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya, Desa Lumban Suhi-suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara, Kamis (16/1). Upacara militer pelepasan jenazah dilaksanakan di rumah duka Minggu (12/1) pagi, dipimpin Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Danpuspom TNI) Mayjen Sulaiman AB. Setelah itu, pukul 10.00 jenazah diterbangkan ke Medan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Pria pekerja keras yang merumuskan berbagai pola-pola pembinaan pegawai, seperti pembuatan nomor induk pegawai (NIP), pensiun untuk pegawai negeri, dan disiplin pegawai, ini lahir 29 Februari 1920 di Lumban Suhi-suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Ia meninggalkan seorang istri, Rohim Boru Sihaloho (84), dan lima anak, Yeni Rita Manihuruk (58), Guntur Manihuruk (51), Posman Manihuruk (49), Sahala Manihuruk (47), dan Sahat Manihuruk (45).
Orang Batak tidak akan melupakan jasa-jasanya. Dialah satu-satunya
AE Manihuruk
orang yang bisa disebut pejabat “sukuisme” dalam arti yang positif. Katanya, dulu, setiap orang Batak yang melamar ke BAKN 90% pasti diterima, demikian pula jika melamar pegawai negeri, AE Manihuruk pasti memabuntu. Itu sebabnya, di masa dia menjabat orang Batak yang terbanyak menjadi pegawai negeri.

Kariernya dimulai dari tentara hingga pangkat terkahir Letnan Jenderal. Dia adalah Arsinius Elias Manihuruk, mantan Ketua Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN). Meninggal pada usia 82 tahun, pada hari Jumat (10/1) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

AE Manihuruk meninggalkan seorang istri, Rohim Boru Sihaloho (84), dan lima anak, Yeni Rita Manihuruk (58), Guntur Manihuruk (51), Posman Manihuruk (49), Sahala Manihuruk (47), dan Sahat Manihuruk (45).

Berlin Simarmata, dalam weblognya menyebut, di kampung kami beliau dikenal sebagai seorang pejuang,yang tadinya adalah seorang guru,lalu masuk TNI pada masa perjuangan.Disamping pejuang,beliau dikenal sebagai seorang yang berhati baik,suka menolong orang kampung kami,dalam batas-batas kemampuannya.

“Saat saya murid SMP di Pangururan-Samosir,saya satu kelas dengan putrinya Jeanny boru Manihuruk.Pada saat saya kuliah di ITB Bandung,saya dapat kesempatan berkenalan dengan keluarga beliau.Beliau berada di Bandung,karena mendapat tugas sebagai dosen Seskoad. Selama di Bandung beliau juga diangkat sebagai Penasehat Muda Mudi Silalahi Sabungan. Saya pun mengenal beliau secara dekat tatkala pernikahan Letnan Dua Tukang Simarmata, dengan Emmy boru Tobing.Beliau bertindak sebagai wali penganten laki-laki,dan saya sebagai panitia resepsi,” tulis Berlin.

“Nasehat beliau yang paling berkenan di hati saya adalah:Jangan melupakan kampung halaman atau bonapasogit.Beliau mengkritik Kolonel Maludin Simbolon dan Mayor Raja Permata alias Sangga Raja Simarmata,yang tidak mempedulikan pulau Samosir.Beliau masih berpangkat Letnan Satu,tatkala kedua nama yang disebut terdahulu sebagai Panglima Kodam Bukit Barisan dan Komandan Batalion di BB,” tambah Berlin mengenang AE Manihuruk.
Sumber :

No comments: