TOKO PANCING DI JAMBI

TOKO PANCING DI JAMBI
TOKO BUANA FISHING & BUANA PANCING DI JAMBI. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA. KONTAK Yudi HP 085266609191

Friday, 13 November 2015

Antisipasi Banjir dan Longsor, Dinas PU Jambi Siapkan Belasan Alat Berat

Kadis PU Provinsi Jambi Ir PB Panjaitan MM (kanan) saat mendampingi Menteri PU Pera Ri Basuki di Jambi meninjau Proyek Penanggulangan banjir di Jambi Timur Kota Jambi, Jumat 30 Okt 2015-Foto IST
Jambi-Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi kini mempersiapkan belasan alat berat mengantisipasi bencana banjir dan longsor di Jambi. Alat berat tersebut akan disiagakan di ruas jalan rawan banjir dan longsor, mulai pertengahan November ini. Prioritas penempatan alat berat di daerah tersebut antara lain ruas jalan Kota Bangko – Kota Sungaipenuh dan Kerinci, Kerinci – Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kota Sengeti Kabupaten Muarojambi – Merlung, Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Kota Muarabulian, Batanghari – Kota Muaratebo, Kabupaten Tebo.

Demikian dikatakan Kepala Dinas PU Provinsi Jambi, Ir PB Panjaitan MM pada rapat antisipasi bencana banjir dan longsor di Provinsi Jambi di rumah dinas Gubernur Jambi, Rabu (11/11). Turut hadir pada kesempatan tersebut, Pejabat Gubernur Jambi, Irman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar dan pejabat dinas instansi terkait.

Menurut Bernhar Panjaitan, daerah paling rawan longsor di saat musim hujan di Jambi selama
ini, yakni ruas jalan berbukit Kota Bangko – Kota Sungaipenuh yang menghubungkan Kota Jambi dengan Kabupaten Kerinci. 

Ruas jalan yang sering longsor pada jalur tersebut, yaitu di wilayah Kecamatan Muaraemat, Kerinci. Kemudian ruas jalan Kerinci – Pesisir Selatan, Sumbar. Sedangkan daerah rawan banjir, yaitu Batanghari – Sarolangun, Muarojambi – Tanjungjabung Barat.

"Paling lambat akhir November, kami sudah mengerahkan alat berat ke lokasi-lokasi rawan banjir dan longsor tersebut. Penempatan alat berat di jalur rawan banjir dan longsor tersebut dilakukan mengantisipasi kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru nanti. Selain itu kami juga akan membentuk beberapa posko pada jalur rawan banjir dan longsor tersebut," ujarnya.

Pemetaan

Sementara itu, Pejabat Gubernur Jambi, Irman, meminta BPBD Provinsi Jambi melakukan pemetaan daerah rawan banjir dan longsor di daerah tersebut. Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mempermudah antisipasi bencana banjir dan longsor pada musim hujan akhir tahun ini hingga awal tahun 2016.

"Beberapa wilayah di Jambi menjadi langganan banjir dan longsor setiap musim hujan di akhir tahun dan awal tahun. Banjir biasanya terjadi akibat luapan Sungai Batanghari dan ank – anak sungai. Wilayah Kota Jambi biasanya terkena banjir bila Sungai Batanghari meluap. Sedangkan beberapa kabupaten terkena banjir dan longsor. Antisipasi dan banjir dan longsor harus dimaksimalkan untuk mencegah kerugian besar dan korban jiwa."

"Sarana dan prasarana perlu dipersiapkanmengantisipasi dan menangani banjir. Jika banjir tidak bisa dicegah, minimal penanganan dini banjir dan longsor bisa dilakukan. Karena itu antisipasi penanganan banjir dan longsor banjir dan longsor di musim musim hujan ini tidak mengancam keselamatan masyarakat Jambi," katanya.

Daerah Rawan

Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arief Munandar, menjelaskan, Provinsi Jambi yang terdiri dari dua kota dan sembilan kabupaten memiliki 78 lokasi daerah rawan banjir. Daerah rawan banjir tersebut umumnya tersebar di daerah aliran sungai (DAS). Daerah rawan banjir paling nanyak di Jambi terdapat di Kabupaten Bungo, yakni sebanyak 14 lokasi. Sedangkan daerah rawan banjir di Kabupaten Merangin dan Tebo masing-masing berada di 9 lokasi.

Kemudian daerah rawan banjir di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjungjabung Barat masing-masing terdapat di 8 lokasi, Batanghari, Muarojambi dan Sarolangun masing-masing di 7 lokasi. Daerah rawan banjir di Kabupaten Kerinci dan Tanjungjabung Timur masing-masing terdapat di 4 lokasi dan di Kota Sungaipenuh satu lokasi.

"Biasanya daerah rawan banjir tersebut terkena banjir jika hujan lebat dan Sungai Batanghari meluap. Sebagian besar daerah rawan banjir tersebut tersebar di DAS Batanghari. Namun banjir yang melanda daerah tersebut bukan banjir bandang, tetapi banjir luapan sungai yang naik secara perlahan. Karena itu banjir di daerah itu bisa diantisipasi lebih dini agar tidak sampai menelan korban jiwa dan kerugian materi yang besar," tambahnya. (Radesman Saragih/FER/Suara Pembaruan)

No comments: