TOKO PANCING DI JAMBI

TOKO PANCING DI JAMBI
TOKO BUANA FISHING & BUANA PANCING DI JAMBI. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA. KONTAK Yudi HP 085266609191

Thursday, 5 November 2015

Heboh Foto Jokowi-Suku Anak Dalam, Ini Penjelasan Pemprov Jambi


Presiden Joko Widodo membagikan bantuan kepada warga Suku Anak Dalam
Presiden Joko Widodo membagikan bantuan kepada warga Suku Anak Dalam (dok.Tim Komunikasi Presiden)
Jakarta - Foto pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Suku Anak Dalam (SAD) pekan lalu yang disebarkan melalui media sosial menjadi kabar yang heboh. Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan foto tersebut merupakan hasil rekayasa. Pihak Istana Kepresidenan melalui Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, telah membantah kabar tersebut. 

Bantahan serupa juga disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jambi, Henrizal kepada SP di Jambi, Selasa (3/11) pagi.


Menurutnya, pertemuan Jokowi dengan komunitas masyarakat terasing, Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi pekan lalu, tidak direkayasa. Presiden yang didampingi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan, Djuwita Nila Moeloek dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani pada kesempatan tersebut benar-benar bertemu dengan warga SAD.

“Presiden memang benar bertemu dengan warga SAD yang belum berpakaian di perkebunan kelapa sawit Desa Bukit Suban, Jumat (30/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Presiden berdialog dengan beberapa orang jenang (pemimpin) SAD. Kemudian, presiden memberikan bantuan paket kebutuhan pokok dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Setelah itu, pukul 17.00 WIB, Presiden dan rombongan para menteri bertemu lagi dengan SAD yang selama ini sudah berpakaian di lokasi permukiman SAD lainnya di Desa Bukit Suban. Jadi tidak benar ada rekayasa foto pertemuan presiden dengan SAD di Sarolangun," tegas Henrizal.

Presiden beserta rombongan para menteri Kabinet Kerja, lanjutnya, bertemu dengan SAD di Sarolangun, Jambi, seusai meninjau penanggulangan korban asap di Kota Jambi. Rombongan presiden berangkat dari Bandara Sultan Thaha Syaifuudin (STS) Kota Jambi menggunakan tiga helikopter ke Desa Bukit Suban, Sarolangun, pukul 15.00 WIB.

Pesawat helikopter Angkatan Udara yang ditumpangi rombongan Presiden Jokowi mendarat di lapangan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mutiara Sauh, Desa Bukit Suban, Sarolangun, pukul 16.00 WIB. Selanjutnya Presiden mengunjungi kelompok SAD Desa Bukit Suban yang selama ini masih berpakaian tradisional. 

Sekitar pukul 17.00 WIB, Presiden dan rombongan bertemu dengan kelompok SAD yang selama ini sudah berpakaian biasa di permukiman yang dibangun Kementerian Sosial di Desa Bukit Suban, sekitar dua kilometer dari lokasi SAD yang masih berpakaian tradisional.

“Jadi, presiden bertemu terlebih dahulu dengan warga SAD yang masih berpakaian tradisional, pakai cawat, baru bertemu dengan warga SAD yang telah terbiasa berpakaian biasa. Foto presiden bertemu dengan warga SAD yang berpakaian tradisional bukan rekayasa. Memang presiden bertemu dengan mereka kok di areal kebun sawit. Tidak ada warga SAD yang sengaja dibuka bajunya sebelum bertemu presiden,” tegas Henrizal. (Radesman Saragih/AB/Suara Pembaruan)

No comments: