.

.
.

Selasa, 25 Agustus 2015

Seluas 500 Hektare Lahan Gambut di Jambi Ludes Terbakar


SAWIT: Kebakaran perkebunan kelapa sawit di areal gambut, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi sepekan terakhir mencapai ratusan hektare. Kebakaran perkebunan kelapa sawit tersebut berawal dari pembakaran hutan dan lahan gambut di sekitar areal perkebunan. FOTO ist bsc


Petugah Kewalahan Memadamkan Api

Jambi, MR-Kebakaran hutan dan lahan di Jambi hingga kini menyebabkan sekitar 500 hektare (ha) hutan dan lahan gambut hangus terbakar. Kebakaran hutan gambut tersebut terdapat di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur dan Muarojambi. Sebagian di antaranya bahkan terjadi di kawasan hutan Taman Nasional Berak (TNB).

Demikian dikatakan Koordinator Pengawasan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi) Jambi Kurniawan kepada wartawan, Sabtu (22/8). Menurutnya, pantauan KKI Warsi di lapangan beberapa pekan terakhir, luas kebakaran hutan dan lahan gambut di tiga kabupaten mencapai 500 ha. 

“Selain kawasan TNB, perkebunan kelapa sawit di lahan gambut juga terbakar. Di antaranya perkebunan sawit beberapa perusahaan di Kecamatan Dendang, Tanjungjabung Timur," ujarnya.

Menurut Kurniawan, kawasan hutan tanaman industri (HTI) yang berada di hutan gambut di Jambi juga banyak yang terbakar selama kemarau melanda Jambi. Kebakaran hutan gambut di areal HTI tersebut mencapai 200 ha. Kebakaran hutan gambut itu terjadi di areal perusahaan HTI PT Dyera Hutan Lestari dan PT Wirakarya Sakti, Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Dia menyesalkan kelambanan pemerintah dan perusahaan perkebunan swasta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, dalam tiga bulan terakhir ini. Akibanya kebakaran tersebut menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan gambut.

Kurniawan mengatakan, kebakaran gambut yang terjadi di Provinsi Jambi tidak bisa dicegah dan sulit dipadamkan akibat kanalisasi atau pembangunan kanal- kanal di areal perkebunan sawit dan HTI. Untuk itu, pembangunan kanal di lahan gambut perlu dikendalikan. Pembuatan kanal di lahan gambut semestinya tidak bisa mencapai kedalaman di atas 40 sentimeter (cm) dari permukaan lahan. Ketentuan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Saat ini, kata dia, kawasan gambut di Jambi terdapat 670.413 ha. Sekitar 86.442 ha hutan gambut tersebut telah dikonversi menjadi HTI dan 136.396 ha dikonversi menjadi perkebunan sawit. Bahkan sekitar 29.701 ha hutan gambut yang dikonversi tersebut merupakan areal konservasi gambut. 

Personel Mengaku Kewalahan

Kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi, hingga Sabtu (22/8) masih membara. Personel pemadam kebakaran hutan dan lahan, Brigade Manggala Agni dibantu aparat TNI dikerahkan memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Namun, karena luasnya lahan yang terbakar, personel kewalahan.

"Kami kewalahan memadamkan kebakaran hutan dan lahan, akibat luasnya areal hutan dan lahan yang terbakar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar.

Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, jumlah titik api (hot spots) di Jambi Kamis (20/8) hingga Jumat mencapai 299 titik. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Muarojambi, yakni sekitar 132 titik, di Kabupaten Tanjungjabung Timur sebanyak 73 titik, Tanjungjabung Barat (34 titik), Batanghari (14 titik), Sarolangun (12 titik), Tebo (11 titik), Merangin ( 9 titik), Bungo (7 titik), Kerinci dan Kota Jambi masing-masing satu titik.

“Kebakaran hutan dan lahan di Jambi saat ini tidak bisa dipadamkan kalau hanya mengandalkan pemadaman lewat darat. Satu-satunya cara harus melalui udara atau hujan buatan,” katanya.

Sementara itu, pantauan di Kota Jambi, hari ini, asap tebal telah menyelimuti wilayah Kota Jambi tampak cukup tebal, yang menyebabkan jarak pandang terbatas, yaitu di bawah satu kilometer (km) pada pukul 05.00 - 06.00 WIB. Namun asap berangsur menipis pada pukul 07.00 WIB, sehingga penerbangan pagi dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jawa Barat tidak sampai terganggu.

“Kebakaran hutan dan lahan di Jambi harus dipadamkan secara total, supaya tidak sampai melumpuhkan penerbangan,” kata Arief.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Jambi, Teguh Wiyono mengatakan, kemarau panjang yang melanda Jambi tiga bulan terakhir mengakibatkan usaha pertanian dan perikanan di kota itu terpuruk. Areal pertanian puso akibat kekeringan di Kota Jambi mencapai 365 hektare (ha). Sedangkan usaha perikanan yang rusak akibat kemarau di Kota Jambi mencapai puluhan ha. Penggunaan pompa air di Kota Jambi tidak seluruhnya mampu mengatasi kekeringan lahan pertanian dan kolam ikan, akibat sulitnya sumber air. (Lee)




Tidak ada komentar: