.

.
.

Wednesday, 10 June 2015

Mesin Pengolahan Karet Mulai Digunakan di Sarolangun


Sarolangun, MR-Mesin pengolahan karet kini mulai dipergunakan di Kabupaten Sarolangun guna menambah nilai ekonomi hasil produksi karet petani. Kini petani tak lagi menjual bokar, namun sudah memproduksi menjadi bahan jadi.  Keberadaan mesin pengolahan karet ini guna mewujudkan karet rakyat bisa ditampung dan dikelola di wilayahnya masing-masing.

Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) mengemukakan hal itu saat meninjau Pelatihan Pengembangan Otomotif dan Alat Angkut di Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2015, bertempat di Desa Sungai Merah, Kecamatan Pelawan, Senin (1/6) lalu. Pelatihan dimaksud adalah pengolahan karet menjadi ban vulkanisir.


“Pengolahan karet merupakan salah satu jawaban terhadap permasalahan turunnya harga karet akhir-akhir ini. Mesin untuk pengolahan karet tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, dalam rangka menciptakan nilai tambah produk setempat. Keberadaan pabrik ini, salah satu untuk menjawab apa yang dikeluhkan masyarakat sekarang tentang turunnya harga karet. Tujuannya untuk membantu petani karet,” kata HBA.

Disebutkan, masalah karet ini bukan masalah gubernur, bukan masalah bupati, dan juga bukan masalah presiden. Ini sudah pernah kita angkat dengan Bapak Wakil Presiden, ini tata niaga karet dunia, dan kita harapkan kedepan ada perbaikan.

HBA mengatakan, pemerintah daerah, baik kabupaten dan provinsi, juga berusaha agar karet rakyat bisa ditampung dan dikelola di wilayahnya masing-masing dan ini salah satunya. Dengan menggunakan olahan ban, vulkanisir ban, yang oleh anak-anak muda setempat diupayakan bisa memproduksi ban vulkanisir.  “Tadi, ada beberapa ban vulkanisir yang sudah kita lihat, sudah cukup bagus," sebut HBA.

“Tadi ada dikeluhkan masalah permodalan. Koperasi sudah bisa menjawab dalam waktu yang tidak begitu lama, disitu ada permodalan yang dimungkinkan dengan persyaratan murah dan proses yang tidak susah amat, bisa membantu pengolahan ban vulkanisir tersebut," kata HBA.

Kata HBA, kedepan, diharapkan bukan hanya ban vulkanisir yang akan diproduksi, tetapi juga produk lain, seperti keset kaki. “Bukan hanya ban, kedepan nanti termasuk juga keset kaki dan pegangan tangan motor juga bisa dicetak di situ," ujarnya.

Dikatakan, pengolahan karet menjadi ban vulkanisir ini satu-satunya di Provinsi Jambi, yang diuji coba di Pelawan, namun kalau berhasil akan dikembangkan di kabupaten lainnya.
“Di Batanghari dalam bentuk sit angin dan itu nanti bahan baku untuk kepentingan pengolahan ban," tambahnya.

Bupati Sarolangun, H.Cek Endra mengatakan, terkait kekurangan modal dalam pengolahan karet, kelompok pengolah karet tersebut bisa mengajukan untuk bantuan tambahan modal, untuk membeli bahan-bahan baku karet melalui Dinas Perindagkop Kabupaten Sarolangun, karena ada kredit untuk usaha.


“Saya pikir Sarolangun sangat potensial untuk mengembangkan ini. Kita banyak SMK, saya menginginkan agar kapasitasnya diperbesar. Kalau sekarangkan hanya 150 Kg karet bahan bakunya. Ini sangat kecil. Saya pengen ini diperbesar. Ini bantuan dari pusat, kita upayakan, kalau kedepan memang ini potensial dalam menanggapi harga karet yang turun, industri hilir seperti ini jawabannya,” kata Cek Endra. (Lee)

No comments: