.

.
.

Friday, 7 November 2014

Gubernur Jambi Dorong Realisasi Pembangunan Ujung Jabung

PENUMPANG: Detail Engineering Design (DED) Dermaga Penumpang Pelabuhan Ujung Jabung.  DOK/ HARIAN JAMBI

Secara Khusus HBA Temui Jusuf Kalla

JAMBI-Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) terus mendorong percepetan pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung. Gubernur Jambi bersama instansi terkait sudah melakukan rapat koordinasi beberapa kali terkait dengan percepatan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung tersebut.

Bahkan HBA menemui Wakil Presiden Republik Indonesia H.Muhammad Jusuf Kalla guna mengkonsultasikan percepatan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga telah dilihatkan proses pembangunan Ujung Jabung.

HBA juga hingga membuka peta, menunjukkan lokasi pelabuhan Ujung Jabung, yang langsung menghadap laut lepas. “Insyaallah, nanti pada bulan November ini akan mulai dipancang pembangunan pelabuhan Ujung Jabung. Kita juga mengharapkan dorongan dari beliau dalam rencana pembangunan Ujung Jabung ini," jelas HBA.

Menurut HBA, Pemprov Jambi mengharapkan, tol laut yang direncanakan oleh Presiden Jokowi tahun 2014 - 2019 ini, Jambi termasuk bagian dari tol laut tersebut.

HBA Temui Menhub

Kali ini, Gubernur jambi HBA menemui Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia (yang baru), Ignasius Jonan di Kantor Menteri Perhungan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (5/11) petang menjelang malam.


Seperti yang kerap dikemukakannya dalam berbagai kesempatan, gubernur kembali mengemukakan kepada Menhub bahwa pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung merupakan kunci kebangkitan kemajuan Provinsi Jambi.

Dalam pertemuan yang berlangsung relatif singkat ini, pada intinya gubernur memohon dukungan Menhub untuk pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung. Selain itu, gubernur juga mengundang secara langsung Menhub untuk hadir dalam pemancangan pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung, yang kalau tidak ada aral melintang, direncanakan dilakukan pada 10 November 2014 ini.

Tercermin dalam pertemuan tersebut bahwa respon Ignasius Jonan sangat positif terhadap pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung. Ignasius Jonan mengungkapkan, meskipun dirinya baru sepuluh hari kalender menjabat sebagai Menteri Perhubungan Republik Indonesia, namun dalam serah terima pekerjaan dengan Menteri Perhubungan sebelumnya, EE Mangindaan, dirinya sudah mengetahui dan bahkan sudah membaca rencana pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung.
Mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia ini juga mengungkapkan bahwa dia akan berusaha untuk melakukan pembangunan secara merata di daerah, jangan hanya menumpuk di Pulau Jawa. "Pembangunan infrastruktur jangan menumpuk di Jawa, kita ini NKRI," ujar Ignasius Jonan.

Ignasius Jonan mengemukakan, dalm konsep pembangunan tol laut yang direncanakan oleh Presiden Republik Indonesia, H.Joko Widodo (Jokowi), dari ujung Barat sampai Ujung Timur laut di Indonesia harus ada arus lalu lintas kapal secara rutin, baik yang mengangkut orang maupun yang mengangkut barang, dan untuk itu infrastruktur lalu lintas laut dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia harus dibenahi, termasuk pelabuhan.

Dalam pertemuan tersebut, HBA didampingi oleh Asisten II Sekda Provinsi Jambi, H.Haviz Husaini dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ir Benhard Panjaitan.

Akses Ekonomi Masyarakat Jambi
               
HBA mengajak setiap elemen masyarakat untuk turut mensukseskan pembangunan pelabuhan Ujung Jabung ini. Dikatakan Gubernur HBA, Pelabuhan Ujung Jabung tersebut dibangun sebagai langkah mensejahterakan rakyat di Provinsi Jambi, yang pada akhirnya nanti bisa dijadikan urat nadi perekonomian di Provinsi Jambi.

“Marilah sama-sama kita sukseskan pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung ini, tidak ada kepentingan politis sama sekali di dalamnya, semata-mata untuk kepentingan masyarakat Jambi," ujar HBA baru-baru ini.

Menurut HBA, dengan ditetapkannya pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dipastikan nantinya akan banyak potensi ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Berdasarkan progres yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Ir. H. Fauzi Ansori, M.TP, Kamis (6/11), saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan akses jalan pada segmen 3 dan 4.

“Saat ini kita tengah melakukan pengerjaan jalan tahap pelapisan geotek di segmen tiga dan empat, sambil menunggu pembebesan lahan 1, 2, 5 hingga 7," ujar Fauzi Ansori.

Menurut Fauzi, keterlambatan pembebasan lahan pada beberapa segmen tersebut, karena panjangnya proses yang harus ditempuh PU Provinsi Jambi. “Berdasarkan Perpres No 71, proses pembebasan lahan ini memang banyak sekali prosedurnya, dari proses publikasi kemasyarakat, penetapan harga, hingga pengukuran dan pematokan," sebutnya.

Namun, Fauzi optimis, dengan 70 hari efektif kedepan pihaknya dapat menyelesaikan tahapan-tahapan yang belum diselesaikan tersebut. “Untuk 70 hari kedepan, untuk segmen yang telah dilakukan pengukuran ROW akan kita lakukan pengukuran dan pembebasan lahan dan penetapan harga," ungkapnya.

Fauzi menambahkan, jika tidak memungkinkan diselesaikan di tahun 2014 ini, anggaran Rp 11,8 miliar untuk pembebasan lahan ini akan dikembalikan sebagai Silpa dan akan dilanjutkan di tahun 2015.

“Pembebasan lahan ini sangat penting, bagaimana kita akan melanjutkan ketahapan pembangunan fisik, kalau pembebasan lahan ini tidak selesai," pungkas Fauzi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan MM menambahkan, pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Timur telah mulai direncanakan untuk dikembangkan sejak tahun 2011. Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi tahun 2013-2033.

Disebutkan, sesuai masterplan dana yang dibutuhkan untuk membangun Pelabuhan Laut Ujung Jabung Timur mencapai kurang lebih Rp 2 triliun. Maka pembangunan pelabuhan itu akan dibangun secara bertahap hingga dapat dioperasikan secara minimal.

Berdasarkan Perda No 10 Tahun 2013 tanggal 4 Juli 2013 dan ditetapkan dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional sebagai Pelabuhan Pengumpan pada tahun 2015-2020 dan sebagai Pelabuhan Utama pada 2020 sesuai Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 414 Tahun 2013 tanggal 17 April 2013.

“Sesuai dengan masterplan Pelabuhan Ujung Jabung yang telah disusun, Pelabuhan Laut Ujung Jabung direncanakan menjadi pusat distribusi dan outlet Provinsi Jambi. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan ada tiga item,” ujarnya.

Sejumlah persiapan telah dilakukan, yakni penyusunan dokumen perencanaan berupa FeasibilityStudy (FS), Masterplan dan DetailEngineeringDesign (DED) melalui dana APBD Provinsi Jambi, pembebasan lahan untuk kawasan pelabuhan seluas 104 ha melalui dana APBD dan pembangunan fisik dermaga melalui dana APBN Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2014 dengan alokasi dana sebesar kurang Rp 80 miliar.

Konsep pengembangan kawasan ekonomi khusus Ujung Jabung dan Pelabuhan Ujung Jabung Provinsi Jambi ini telah disampaikan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus pada kunjungan kerja Bapak Presiden RI ke Provinsi Jambi September 2011 dan Februari 2012.

Dipaparkan juga tentang kebutuhan infrastruktur transportasi di Provinsi Jambi yang diharapkan dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Jambi.

 “Sumber pendanaan diharapkan berasal dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten maupun sumber dana lain yang tidak mengikat. Tahapan pembangunan Pelabuhan Laut Ujung Jabung direncanakan dimulai dari pembangunan dermaga curah cair (BBM/CPO), dermaga multi purpose dari dermaga batubara serta pembangunan areal darat,” katanya.

Disebutkan, sejalan dengan telah selesainya penyusunan dokumen perencanaan Pelabuhan Laut Ujung Jabung, maka tahun anggaran 2014 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 74 miliar guna pembangunan pelabuhan tahap I melalui APBN.

Sedangkan tahun 2013, Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan pembebasan lahan untuk kawasan pelabuhan seluas 104 ha dan direncanakan pada tahun 2014 akan dilakukan pembebasan lahan lagi hingga mencapai 200 ha.

Pemprov Jambi melalui Dishub Provinsi terus berupaya untuk mewujudkan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Timur di Kabupaten Tanjabtim Provinsi Jambi. Ujung Jabung nantinya merupakan sarana penunjang transportasi segitiga emas perekonomian Indonesia (Singapura-Malaysia-Jambi-Indonesia). 

Dishub Provinsi Jambi kini optimis guna mewujudkan pelabuhan kebanggaan Provinsi Jambi itu nantinya. Kerinduan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya warga Tanjabtim terhadap keberadaan pelabuhan Ujung Jabung, Tanjabtim terus dalam penantian. 

 “SK Gubernur  kepada Bupati Tanjabtim untuk membebaskan 4200 ha lahan untuk pelabuhan. Akses menuju pelabuhan sudah diperpendek dengan membangun sejumlah jembatan. Kajian BPPT, Pelabuhan Samudera/Ujung Jabung merupakan pelabuhan dengan wilayah terbaik di Sumatera dilihat dari arus, kedalaman laut serta letaknya,” katanya.

Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung juga didasari perhitungan tata letak wilayah Provinsi Jambi dalam Arus Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) diantaranya Jambi, Babel, NTT, Maluku, Maluku Utara, Sulut, Kepri. Kapal yang melintasi Selat Malaka dalam perhitungan berkisar 3.000 kapal per hari, sedangkan Jambi berada di tengah ALKI Selat Malaka. 

Disebutkan, pembangunan pelabuhan itu guna menunjang transportasi laut di Segitiga Emas Perekonomian Indonesia (Singapura-Malaysia-Jambi-Indonesia).

Pelabuhan itu tidak hanya untuk kemajuan ekonomi Jambi, namun pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung juga akan meningkatkan situasi keamanan di wilayah Jambi. Pasalnya, Jambi ditargetkan akan memiliki Pangkalan Angkatan Laut (Lanal). (lee)


No comments: