.

.
.

Thursday, 4 June 2015

BLHD Cekal Perizinan, Aktivis Larang Lippo Plaza Jambi Dibuka

Jambi, MR-Sejumlah aktivis Jambi menyegel Mall Lippo Plaza Matahari Jambi yang berada dikawasan Jalan Orang kayo Itam, Kecamatan Talang Banjar. Penyegelan dilakukan karena penolakan para aktivis Jambi dengan berdirinya Mall Lippo Plaza. Penyegelan itu dilakukan aktivis, Kamis 28 mei 2015 siang.

Para aktivis berpendapat nantinya Mall Lippo Plaza Matahari Jambi akan mematikan semua pedagang kaki lima dan pedagang kecil lainnya yang berada di kawasan Talang Banjar. Selain itu, Mall Lippo Plaza juga didirikan belum mengantongi izin AMDAL dari Badan Lingkungan Hidup.


Dalam orasinya para aktivis yakni Febri Timoer S, Tajri Danur, Amrizal Ali Munir, M Idris dan lsm lainnya juga menuntut agar Pemerintah Kota Jambi lebih mementingkan pedagang kecil ketimbang Mall. Mereka juga megancam untuk menurunkan Walikota Jambi, Syarif Fasha, apabila Mall Lippo Plaza tidak ditutup. Demonstrasi ini berlangsung sekitar 30 menit di kawasan Talang Banjar, tepat di Gedung Lippo Plaza.

Rencananya Mall Lippo Plaza akan resmi dibuka bulan depan. Demonstrasi yang berlangsung sebentar ini, sempat membuat macet di kawasan Talang Banjar.

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam demonstrasi tersebut adalah Aktivis Gerakan Naga Bonar, Cakra Humaniora Jambi dan Akomodasi Rakyat Kecil. Setelah berhasil menyegel Mall Lippo Plaza, para lsm ini langsung bertolak ke kantor Walikota untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Mereka juga membentangkan spanduk yang mengencam Walikota Jambi Syarif Fasha turun dari jabatannya jika Mall Lippo Plaza tidak ditutup. 

Aktivis kontroversial Tajri Danur, Febri Timoer kembali melakukan aksi demonstrasi. Dia mengajak para akrtivis yang peduli lingkungan untuk unjuk rasa di gedung yang sebentar lagi beroperasi itu.
BLHD Provinsi Jambi bahkan telah mencekal perizinan pembangunan gedung itu. Namun Walikota Jambi Syarif Fasha seolah melindungi pemilik mall dan menyalahkan pihak BLHD Jambi soal izin tersebut.

Tajri Danur alias Memed, mengajak untuk mengepung Mall Lippo, berunjuk rasa menentang para investor yang dengan sengaja mengangkangi peraturan pemerintah.

“Ternyata di wilayah Talang Banjar Kota Jambi berdiri gedung megah bertaraf nasional pastinya, bertaraf internasional mungkin. Anehnya gedung megah yang berdiri untuk pusat perdagangan atau yang sering kita sebut “supermarket” ini berdiri tanpa Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL). Pemerintah Kota Jambi ada tidak…? Itu gedung, bukan sarang semut,” katanya.

“Kita tidak akan menolak investor yang ingin berinvestasi di Jambi. Tapi kita menolak keras apabila ada investor yang membusungkan dada dan tidak mengindahkan peraturan pemerintah tentang syarat-syarat mendirikan bangunan yang berlaku di Kota Jambi,” ujar Tajri Danur.

Tanggapan Walikota Jambi

Walikota Jambi Syarif Fasha terlihat geram ketika mengetahui izin Amdal pembangunan Mall Lippo di kawasan Talangbanjar Kota Jambi diganjal oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jambi.

Menurut Fasha, BLH tidak objektif, karena belum juga menerbitkan izin analisis mengenai dampak lingkungan bangunan (Amdal) tersebut.

Fasha semakin kesal menyikapi banyaknya protes dari masyrakat termasuk LSM dan anggota DPRD Kota Jambi yang menyatakan, pembangunan mall itu akan menyebabkan kemacetan baru.

Kata Fasha, dengan dibangunnya mall itu justru akan mengurai kemacetan yang selama ini terkonsentrasi di beberapa titik pusat perbelanjaan, seperti Jelutung, Pasar dan simpang Mayang.

“Pembangunan mall ini gunanya untuk memecah kemacetan lalu lintas. Saat ini kemacetan hanya terjadi di beberapa titik, seperti di Mall Jamtoz, WTC, Trona dan Meranti. Dengan adanya mall baru, maka kemacetan akan terurai dengan sendirinya,” kata Fasha.

Menurut Fasha, masyarakat seharusnya lihat dulu apa yang dikerjakan Walikota Jambi selama satu atau dua tahun ke depan. Tidak perlu protes dan membuat bantahan ini itu.

“Makanya apa yang dilakukan walikota itu dilihat dulu dalam setahun dua tahun. Jangan baru bangun ini, protes itu, protes ini,” katanya. (Lee). (BACA EDISI CETAKNYA DI MEDIA REGIONAL JAMBI EDISI 91)

No comments: