.

.
.

Kamis, 21 Agustus 2014

Plus Minus Jumlah Guru di Sekolah Negeri

GURU: Astuti Wibowo Guru Sains Xaverius SMP-SMA I Kota Jambi saat mengajar. Kini tenaga guru-guru bidang studi tertentu sangat minim di sekolah negeri di Kota Jambi. Foto DOK/HARIAN JAMBI.

Jambi - Selain kekurangan guru di beberapa sekolah, ternyata sebagian sekolah juga kelebihan guru. Sekolah-sekolah SMAN dan SMKN Kota Jambi kelebihan guru bidang studi Bahasa Indonesia dan guru bidang studi Biologi. Guru-guru yang kelebihan guru bahasa Indonesia dan guru Biologi akan dimutasi ke sekolah-sekolah swasta.

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi, kepada Harian Jambi di ruang kerjanya, Rabu (20/8) mengatakan, dari hasil pemetaan guru yang dilakukan dapat diketahui banyak sekolah-sekolah SMAN dan SMKN yang kelebihan guru bidang studi Bahasa Indonesia dan guru bidang studi Biologi.


“Hampir semua sekolah SMAN/SMKN kelebihan guru bidang studi Bahasa Indonesia dan guru bidang studi Biologi,” katanya.

Disebutkan, guru-guru yang beralih di sekolah tersebut akan dimutasikan ke sekolah-sekolah swasta jika ada laporan dari sekolah swasta terkait kurangnya guru bidang studi tersebut.

“Kita akan melakukan pemetaan terhadap sekolah swasta jika ada kekurangan guru Bahasa Indonesia dan guru Biologi. Maka sekolah-sekolah negeri yang kelebihan guru akan diperbantukan ke sekolah-sekolah swasta,” katanya.

Menurut Mulyadi, kekurungan guru juga disebabkan dengan adanya penerapan Kurikulum 2013. Karena adanya penambahan waktu pada setiap mata pelajaran. Dalam Kurikulum 2013 adanya penambahan bidang studi.

“Kelebihan guru disebabkan adanya penerapan Kurikulum 2013. Karena adanya penggabungan mata pelajaran, dan adanya penambahan jam pelajaran pada setiap bidang studi,” ujarnya.

Lebih lanjut Mulyadi mengatakan, meski ada beberapa sekolah yang kelebihan guru ada juga beberapa sekolah yang kekurangan guru. Jadi sekolah yang kelebihan guru dan sekolah yang kekurangan guru bisa saling mengisi.

“Selain ada sekolah yang kelebihan guru sebagian sekolah juga ada yang kekurangan guru. Sudah seharusnya sekolah-sekolah yang ada saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing," katanya.
Guru Sejarah Minim

Seperti diberitakan Harian Jambi sebelumnya, sekitar 70 persen sekolah di Kota Jambi tak memiliki guru Sejarah. Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) oleh tenaga pengajar Mulok itu justru tidak dipikirkan. Bahkan untuk penerapan Kurikulum 2013 yang banyak mengajarkan tematik Mulok bakal sulit diterapkan.

 “Kekurangan itu karena sekarang ada sejarah Indonesia dan ada sejarah dunia. Jadi terjadi penambahan sehingga sekolah kekurangan guru bidang studi sejarah. Saat ini hampir 70 persen sekolah di Kota Jambi tidak ada guru sejarahnya," katanya.

“Sekolah-sekolah yang kelebihan guru pada umumnya guru Bahasa Indonesia, guru Biologi, dan guru Ekonomi. Tiga bidang studi itulah yang banyak belum ada di beberapa sekolah," katanya.

Disebutkan, sementara itu selain ada sekolah yang kelebihan guru, adanya beberapa sekolah yang kekurang guru bidang studi. “Selain ada sekolah yang kelebihan guru ada juga sekolah-sekolah yang kekurangan guru bidang studi seperti guru Matematika, guru Penjas, guru Sejarah, dan guru bidang studi Prakarya, itu posisi yang kurang untuk sementara ini," katanya.

Kata Mulyadi, untuk guru bidang studi prakarya saat ini hanya mengandalkan guru-guru yang telah mengikuti pelatihan Prakarya. Hal tersebut dikarenakan adanya Kurikulum 2013 yang memasukkan mata pelajaran Prakarya ke dalam mata pelajaran.


“Ada beberapa sekolah yang sudah memiliki guru Prakarya yaitu guru Ekonomi yang diikutkan pelatihan Prakarya. Guru itulah yang mengajar mata pelajaran Prakarya," katanya.

Terpisah, Kepala Museum Perjuangan Jambi Badmiril Amri berpendapat, seharusnya seluruh sekolah mulai tingkat SD, SMP, SMA memiliki guru Sejarah. Hal itu sejalan dengan pelajaran Mulok yang diterapkan dalam bidang studi.

Menurutnya, sejarah merupakan pelajaran yang penting bagi anak didik. Selama ini pengenalan sejarah pada anak didik masih sebatas mengunjungi museum. Sementara pendidikan khusus sejarah sudah minim. (KHR/lee)

Tidak ada komentar: