.

.
.

Wednesday, 11 February 2015

Tahun 2015 Sebanyak 2500 Tenaga Kerja Kontruksi Mendapat Pelatihan

BANTUAN: Gubernur Jambi Hasan Basri Agus didampingi Kadis PU Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan MM memberikan peralatan tukang kepada tenaga trampil SKT melalui pelatihan dan uji kompetensi yang juara nasional, Jumat 6 Februari 2015. ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI


Jambi-Tahun 2015 ini UPTD Jasa Kontruksi PU Provinsi Jambi menargetkan 2500 tenaga kerja kontruksi, baik masyarakat jasa kontruksi melalui pelatihan, bimbingan teknis dalam peningkatan sumber daya manusia. Tahun 2014 lalu UPTD yang sama telah mensertifikasi sekitar 800 tenaga kerja jasa kontruksi.

UPTD Jasa Kontruksi merupakan penyelenggara pelatihan, bimbingan teknis, pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi konstruksi. Program yang dilaksanakan diantaranya peningkatan sarana dan prasarana pelatihan konstruksi, sosialisasi asosiasi profesi jasa kontruksi, bimbingan teknis system manajemen kesehatan dan keselamatan kerja konstruksi.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi Ir PB Panjaitan MM saat peresmian tiga kantor UPTD PU Provinsi Jambi. Tiga gedung kantor itu masing-masing Gedung Workshop UPTD Jasa Konstruksi, UPTD Peralatan dan Perbekalan (Alkal) dan UPTD Balai Pengujian. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti ketiga gedung itu oleh Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) disaksikan Sekda Provinsi Jambi Ridham Priskab di UPTD PU Provinsi Jambi di Pasir Putih, Jambi Selatan, Kota Jambi, Jumat 6 Februari 2015.


Menurut Bernhard Panjaitan, sejalan dengan visi dan misinya yakni “Mewujudkan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang Handal dan Profesional Menuju Jambi Emas 2015” UPTD Jasa Kontruksi juga berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 52 Tahun 2011 sebagai dasar hukum pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jasa Konstruksi Dinas PU Provinsi Jambi, mengacu pada PP Nomor 30 Tahun 2000 dan UU Nomor 18 tahun 1999.

Disebutkan, misi dari UPTD Jasa Konstruksi itu sendiri seperti menyiapkan asara dan prasarana pelatihan, melaksanakan pelatihan konstruksi yang berbasis kompetensi, menyiapkan instruktur dan assessor pelatihan konstruksi yang handal dan professional, melakukan pembinaan terhadap masyarakat jasa konstruksi dan melakukan sinergitas dan keterpaduan antara stakeholder dalam pembinaan jasa konstruksi.

“Melalui pelatihan itu, makan masyarakat jasa konstruksi semakin paham dengan teknis konstruksi sehingga dalam hal membanguan kualitas bangunan semakin baik. Ini semacam sekolah lah, sehingga pekarja tenaga konstruksi lebih handal dibidangnya masing-masing. Tenaga pengajar atau instruktur pelatihan berasal dari Ikatan Instruktrur Asesor Pelatihan Konstruksi Indonesia (IIALKI) dari Sumbagsel,” katanya.

Menurut Bernhard Panjaitan, dengan diresmikannya gedung UPTD itu, PU Provinsi Jambi semakin dapat meningkatkan kehandalan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Konstruksi bidang keterampilan khususnya pekerja konstruksi.

“Gedung Workshop Pelatihan Kontruksi ini dimanfaatkan untuk menpercepat peningkatan tenaga kerja atau tukang terampil yang bersertifikat di bidang konstruksi. Agar mempunyai daya saing yang tinggi dipasaran tenaga kerja konstruksi baik nasional maupun internasional menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan handal,” kata Bernhard Panjaitan.(LEE)

No comments: