.

.
.

Monday, 20 October 2014

Siswa Bawa Kondom, Guru Diminta Perketat Pengawasan

Ilustrasi-Kenakalan Remaja Masub Pub Hingga Seks Bebas Hingga Bawa Kondom ke Sekolah.
JAMBI-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Drs Rahmat Derita Harahap minta seluruh guru memperketat pengawasan terkait didapatinya seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Jambi yang membawa kondom.

Rahmad Derita Harahap mengaku perilaku siswa itu sudah di luar batas kewajaran dan mengimbau sekolah-sekolah agar terus memantau para siswanya melalui guru-gurunya, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

Penemuan adanya siswa MTs di Kota Jambi yang membawa kondom tersebut terungkap saat razia siswa yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jambi, insiden ini membuat gempar dunia pendidikan di Jambi.


“Kita mengimbau sekolah-sekolah untuk memperketat aturan di sekolah sehingga guru dapat mengawasi siswa-siswanya. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kejadian sama, kita menyesalkan hal itu karena sudah di luar batas kewajaran," kata Rahmad Derita, Minggu (19/10).

Langkah-langkah yang diambil untuk mencegah hal tersebut katanya, penerapakan Kurikulum 2013 tidak bisa main-main lagi, sehingga semua orang menyadari pentingnya penerapan kurikulum 2013 tersebut secara benar dari sisi filosopisnya, konsep, konten dan lain-lain.

“Oleh kerena itu pentingnya pendidikan karakter pada siswa-siswi kita, sehingga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi di Jambi," katanya.



Ia menjelaskan, buku kurikulum 2013 mengarah kepada tiga komponen, yakni kecerdasan spritual, intlektual dan emosional, sehingga tidak membedakan satu siswa dengan siswa yang lainnya.

“Tidak boleh dipisahkan di antara tiga komponen itu dan hal itu tidak bisa dikotak-kotakan," katanya.

Menurut dia, kecerdasan spritual itu bukanlah domainya pelajaran agama saja, kecerdasan intelektual juga bukan pada pelajaran saja dan emosional domainnya bukan ke bidang seni saja, namun bagaimana semua mata pelajaran mengarah kepada pengawasan.(ant/lee)

No comments: