.

.
.

Wednesday, 19 November 2014

Sulitnya Mengembangkan Parawisata Jambi


HUTAN PINUS: Sebuah taman dengan nuansa alam “Hutan Pinus” di daerah Kenali Bawah yang dikenal dengan Taman Hutan Kenali menawarkan suasana wisata alam. Dengan luas lahan ± 10 ha, dapat menikmati indahnya alam Hutan Pinus yang beralamat di Jl Jambi-Palembang Km 11 Kenali Asam. ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI

KURANGNYA FASILITAS PENDUKUNG

Komitmen Pemerintah Masih Setengah Hati 

Pariwisata Provinsi Jambi sulit berkembang menjadi destinasi dunia, akibat kemiskinan sarana dan prasarana di setiap objek-objek wisata di Provinsi Jambi. Objek– objek wisata di Provinsi Jambi yang sebenarnya memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara tidak bisa sepenuhnya dikembangkan menjadi destinasi atau tujuan wisata andalan menarik wisatawan. 

R MANIHURUK, Jambi

Wisatawan  mancanegara dan nusantara masih banyak yang enggan berkunjung ke objek-objek wisata di Jambi karena akses jalan menuju daerah wisata di Jambi sulit.
Kemudian sarana dan prasarana wisata di daerah-daerah tujuan wisata di daerah itu juga kurang mendukung. Baik sarana transportasi, akomodasi maupun sarana pendukung lainnya. 

“Sebenarnya pariwisata Jambi memiliki banyak keunggulan. Baik wisata alam, sejarah dan lingkungan. Jambi memiliki objek wisata Gunung Kerinci, Danau Kerinci, Sungai Batanghari, Taman Nasional kerinci Seblat (TNKS), Candi Muarojambi. Namun objek-objek wisata tersebut belum semuanya bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan mancanegara ke Jambi. Masalahnya infrastruktur jalan, listrik serta sarana dan prasarana wisata ke objek – objek wisata tersebut masih sangat minim. Sarana dan frasarana wisata di Jambi tidak bisa dibangun selama ini secara baik akibat terbentur dana,”kata Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus kepada wartawan seusai menghadiri Festival Masyarakat Danau Kerinci (FMDK) XIII di Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Minggu (16/11) lalu. 

Menurut Gubernur Jambi, sektor pariwisata Jambi sebenarnya memiliki potensi ekonomi besar dan bisa menjadi penguat daya saing dalam negeri untuk manghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.


Sektor pariwisata Jambi yang memiliki destinasi wisata bertaraf internasional seperti Candi Muarojambi, Danau Kerinci, TNKS dan Sungai Batanghari mampu menjadi penggerak ekonomi jika dekelola secara professional. 

“Seluruh destinasi wisata itu sudah terkenal di tingkat nasional dan internasional. Namun wisatawan masih enggan berkunjung meolongok objek – objek wisata tersebut karena kesulitan transportasi dan akomodasi. Kemudian sarana dan prasarana wisata di lokasi objek-objek wisata tersebut juga belum memadai,”katanya. 

Gubernur Jambi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten di daerah itu akan terus meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana wisata agar seluruh destinasi wisata beraraf internasional di daerah itu benar-benar bisa menarik wisatawan mancanegara dan nusantara. Sarana jalan dan angkutan menuju objek-objek wisata di daerah itu juga akan terus dibenahi agar mudah dijangkau wisatawan. 

Sementara itu Bupati Kerinci, Adirozal pada kesempatan tersebut mengatakan, kunjungan wisata ke Kerinci selama ini masih rendah.
Berbagai promosi wisata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci di tinkat nasional dan internasional belum sepenuhnya mampu meningkatkan kunungan wisata ke daerah itu. Wisatawan masih enggan berkunjung ke Kerinci karena jaraknya jauh dari Kota Jambi, yakni sekitar 413 Km. 

Selain itu jalan menuju Kerinci juga banyak yang rusak. Sedangkan jarak Kerinci ke Kota Padang, Sumatera Barat mencapai 250 Km dengan jalan yang kurang bagus di wilayah Kerinci.

Kemudian sarana dan prasarana wisata di Kerinci juga hingga kini masih minim. Di Danau Kerinci sendiri belum ada sarana rekreasi yang memadai seperti di Danau Toba, Sumatera Utara.  

“Kemudian para investor juga enggan membangun hotel di Kerinci lantaran masalah pasokan listrik yang sangat minim. Kami berharap interkoneksi listrik dari Sumatera Barat bisa masuk sampai ke Kerinci tahun depan agar investor tertarik membangun hotel di Kerinci,"ujarnya. 

Menurut Bupati Merangin, FMDK XIII tidak dilaksanakan tahun lalu karena berbagai keterbatasan dan adanya pemilihan bupati. FMDK XIII bari digelar kembali tahun ini mulai Sabtu – Selasa (15 – 18/11) karena adanya dukungan Pemprov Jambi. FMDK di Kerinci terus dilanjutkan karena even wisata bertaraf nasional itu tetap diharapkan bisa menjadi pemacu meningkatnya kunjungan wisata ke Kerinci. 

Pada pelaksanaan FMDK XIII tersebut digelar berbagai atraksi budaya, antara lain  lomba perahu, menyelam, atraksi budaya, termasuk pencak silat. Pada FMDK tersebut turut ditampilkan atraksi kesenian negeri jiran Malaysia. Pembukaan FMSK tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 1.000 orang pengunjung. (*/lee)

No comments: