.

.
.

Rabu, 19 November 2014

Drainase di Provinsi Jambi Belum Miliki Rancangan Induk


DRAENASE: Pembangunan drainase (saluran air) dalam Kota Jambi tepatnya di Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung Kota Jambi. Ukuran draenase yang kecil membuat air meluap ke jalan akibat tak tertampung. FOTO ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI

Jambi-Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten/kote se Provinsi Jambi hingga kini belum memiliki master plan ( rancangan induk) drainase (saluran air selokan) masing-masing daerah. Sehingga di beberapa kabupaten/kota sering terjadi banjir karena tidak berfungsinya drainase secara baik. Salah satu contoh buruk yakni Kota Jambi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Fauzi Ansori kepada Harian Jambi, Senin (17/11) mengatakan, ribuan kilo meter drainase di sembilan kabupaten dua kota belum memiliki master plan drainase yang baik.

Guna penanganan drainase perkotaan di beberapa daerah masih terkendala belum adanya master plan secara menyeluruh. Sehingga pembangunan infrastruktur drainase masih belum dapat menyelesaikan masalah banjir di daerah pemukiman secara tuntas.


“Kita harapkan pembuatan masterplan drainase kota di masing-masing kabupaten/kota se Provinsi Jambi sudah waktunya segera diwujudkan. Sebab dampak buruknya drainase, mengakibatkan timbulnya banjir di pemukiman penduduk setiap musim banjir tiba,”ujarnya.

Menurut Fauzi, hampir disetiap kabupaten/kota belum memiliki drainase yang berbasis kelestarian lingkungan. Drainase di kabupaten/kota masih dibangun tanpa perencanaan yang matang.

“Masih banyak drainase dibangun tidak sesuai bestek. Pembangunan drainase ini harus mengacu pada kriteria PU Provinsi Jambi. Namun pembangunan itu harus memiliki masterplan dari masing-masing kabupaten/kota. Sementara pembangunannya dapat dilaksanakan PU Provinsi Jambi,”katanya.

Fauzi Ansori meminta agar dinas terkait di seluruh kabupaten/kota segera membuat master plan drainase tersebut. Sehingga selokan bisa menanggulangi banjir perkotaan jika musim hujan tiba seperti November ini.

Sementara pantauan Harian Jambi di Kota Jambi menunjukkan, pembangunan dan kondisi drainase di Kota Jambi masih buruk. Setiap hujan turun 30 menit saja, sudah banjir dan sampah berserakan di badan jalan. Kondisi itu terdapat di Pasar Jambi, Mayang, Jelutung, Kambang dan Kecamatan Kotabaru atau jalan lintas Barat Kota Jambi.

Memasuki musim hujan November ini, banjir masih terjadi dipermukiman penduduk akibat draenase yang tidak baik. Bahkan pembangunan perumahan di Jambi cenderung mengabaikan pembangunan draenase secara benar. (lee)

Tidak ada komentar: