.

.
.

Senin, 08 Desember 2014

Angkutan Batubara Kini Lewat Sungai Batanghari


BATUBARA: Sebuah kapal tongkang bermuatan Batubara melintasi Jembatan Pedistrian “Ancol” Jambi, Kamis (4/12). Naiknya debit sungai Batanghari dimanfaatkan pengusaha batu bara mengangkat batubara ke stokfile di Talang Duku Muarojambi. ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI

Ribuan Rumah Di Jambi Terendam Banjir

JAMBI-Ribuan rumah warga di tiga kecamatan i Kota Jambi terendam banjir akibat terus meluapnya air Sungai Batanghari. Rumah warga yang terendam banjir tersebut semuanya berada di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari. Tingginya luapan sungai membuat seluruh halaman rumah warga tergenang banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Kondisi tersebut membuat warga sulit melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Untuk bepergian ke luar rumah, warga harus menggunakan sampan. 

Pantauan Harian Jambi di permukiman warga, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Senin (8/12) sore, ratusan rumah warga terisolir akibat banjir. Warga tidak bisa lagi menggunakan sepeda motor untuk bepergian ke luar rumah karena banjir yang merendam permukiman mereka mencapai 1,5 meter.


Warga belum mengungsi karena rumah mereka yang berbentuk rumah panggung belum sampai terendam banjir hingga ke dalam rumah.  Namun seluruh warga di kelurahan Legok sudah mengungsikan sepeda motor mereka ke tempat yang aman dari banjir di sekitar permukiman.  

Shahrial Hasan (34), warga Legok kepada Harian Jambi mengatakan, keluarganya belum mengungsi karena baru halaman rumah mereka yang terendam banjir. Mereka masih bertahan di rumah karena genangan air belum masuk ke rumah. Untuk bepergian ke luar rumah, mereka menggunakan sampan atau ketek. Sedangkan sepeda motor dititipkan di lapangan yang aman dari banjir. 

“Kalau banjir naik 25 centimeter (cm) lagi, sebagian warga Legok harus mengungsi. Saat ini banjir belum menyentuh lantai rumah. Tapi tiang rumah kami setinggi 1,5 meter sudah terendam. Hanya beberapa centimeter lagi air masuk ke rumah. Semua warga di sini siaga karena air naik rata-rata 5 cm setiap hari,”katanya. 

Pantauan pada alat pengukuran ketinggian permukaan air Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Kamis (4/12) sore, luapan Sungai Batanghari sudah mencapai 13,40 meter atau masuk status siaga. Luapan sungai itu meningkat 10 cm dibandingkan Senin (1/12) lalu sekitar 13 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambim Ridwan mengakatan, bila luapan Sungai Batanghari naik menjadi 13,45 meter, kondisi banjir di Kota Jambi masuk status Siaga IV dan sebagian warga yang bermukim di Kelurahan Legok dan Kecamatan Danau Teluk, Jambi Kota Seberang harus mengungsi. 

“Mengantisipasi pengungsian warga, BPBD Kota Jambi sudah menyiapkan beberapa lokasi pengungsi, yakni di Telanaipura dan di Legok. Saat ini kami masih terus memantau permukiman warga yang terkepung banjir. Bila rumah warga terendam hingga ke dalam rumah, warga akan segera diungsikan,”katanya. 

Secara terpisah Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arief Munandar mengatakan, Jambi saat ini siaga banjir karena banjir yang melanda beberapa kabupaten di daerah itu telah menelan korban jiwa.
Sejak banjir melanda beberapa klabupaten di Jambi pekan lalu, korban tewas akibat terseret banjir sudah mencapai lima orang.

Satu korban tewas akibat banjir tersebut di Merangin, satu orang di Batanghari, satu orang di Kerinci dan dua orang di Bungo. Sedangkan kerugian akibat banjir bandang di Merangin akhir pekan lalu mencapai Rp 4,5 miliar. (lee)
BATUBARA: Sebuah kapal tongkang bermuatan Batubara melintasi Jembatan Pedistrian “Ancol” Jambi, Kamis (4/12). Naiknya debit sungai Batanghari dimanfaatkan pengusaha batu bara mengangkat batubara ke stokfile di Talang Duku Muarojambi. ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI

Tidak ada komentar: