.

.
.

Monday, 7 September 2015

Presiden Jokowi Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel

https://scontent-nrt1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtl1/t31.0-8/11953471_448234965365358_7383097975838073027_o.jpg
Presiden Jokowi didampingi Panglima RI dan Kapolri Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel, Minggu 6 September 2015. Foto Ist FB Presiden Joko Widodo
 "Tadi saya memantau bencana asap. Titik api terbanyak di Sumatera Selatan. Tapi hari ini jumlahnya menurun dari 321 menjadi 129 titik. Katanya tahun lalu 8.000 ha hutan yang terbakar, sekarang 1.000 ha lebih sedikit," demikian status FB Presiden Jokowi, Minggu (6/9/2015).

"Kebakaran hutan tidak bisa ditolerir lagi. Penyebab dan solusinya sudah diketahui. Perusahaan yang lakukan pembakaran harus dicabut izinnya, dan dipidanakan. Ke depan tindakan pencegahan jauh lebih penting. Harus dibuat sistem di mana pemilik lahan memiliki kewajiban untuk mencegah, supaya kebakaran tidak terus berulang," ujarnya. (Lee)
Presiden Jokowi didampingi Panglima RI dan Kapolri Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel, Minggu 6 September 2015. Foto Ist FB Presiden Joko Widodo


Presiden Jokowi didampingi Panglima RI dan Kapolri Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel, Minggu 6 September 2015. Foto Ist FB Presiden Joko Widodo

Presiden Jokowi didampingi Panglima RI dan Kapolri Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel, Minggu 6 September 2015. Foto Ist FB Presiden Joko Widodo

Presiden Jokowi didampingi Panglima RI dan Kapolri Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel, Minggu 6 September 2015. Foto Ist FB Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi Jelajahi Hutan Terbakar di Sumsel, Minggu 6 September 2015. Foto Ist FB Presiden Joko Widodo

No comments: